Anda di halaman 1dari 21

Analog Devices, Inc.

(B)

Anung | Hasnan | Lutfan | Susetyo

Profil Perusahaan
Didirikan di Cambridge, Massachusetts, oleh Ray Stata dan Matthew Lorber, tahun 1965. Merupakan perusahaan yang memproduksi semikonduktor yang mengubah data analog ke digital yang kemudian berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi.

Profil Perusahaan
Produk-produk yang dihasilkan oleh ADI telah banyak digunakan oleh perusahaan maupun instansi pemerintah antara lain menjadi sistem & perlengkapan yang digunakan untuk komunikasi, komputer, peralatan industri, militer/luar angkasa, dan aplikasi alat elektronik. Produk-produk ADI merupakan penunjang keberlangsungan internet, seperti modem, PC dan Asynchronous Digital Subscriber Line (ADSL)

Profil Perusahaan
Life-cycle produk yang dihasilkan umumnya akan mempunyai siklus yang cukup panjang, dimana permintaan atas produk tersebut dapat diprediksi dengan tepat. ADI banyak mengembangkan produk termasuk komponen untuk perlengkapan inti/pokok yang berkaitan dengan internet. ADI memproduksi dan mendistribusikan komponennya sendiri, lalu mengirimkannya secara langsung kepada produsen

Importance Issues
Dimulai pada akhir tahun 1990-an, ADI menghadapi beberapa tantangan baru seirng dengan berkembangnya teknologi dan industri semikonduktor termasuk pada bagaimana mereka melakukan evaluasi kinerja Untuk itu dalam memenuhi kebutuhan pasar yang berubah, manajemen ADI memperkenalkan sejumlah alat manajemen yang berbeda dari yang sebelumnya untuk mengimplementasikan perubahan. Salah satunya adalah mengunakan scorecard perusahaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pemanfaatan scorecard yang bertujuan untuk bagaimana ADI merumuskan dan menjalankan strategi, peningkatan kualitas dan penurunan biaya secara efektif dalam lingkungan pasar yang berubah dengan lebih cepat, lebih dinamis dan lebih kompleks.

Importance Issues
Disamping itu ledakan internet yang di satu sisi mendorong tingkat pertumbuhan penjualan ADI namun di sisi lainnya menimbulkan tantangan bagi manajemen karena terjadi perubahan-perubahan di lingkungan ADI yang semakin kompleks seperti : 1. Pasar baru ADI memiliki karakteristik permintaan yang sangat berbeda. 2. Supply chain ADI yang tidak terintegrasi. 3. Pemisahan secara tradisional antara pasar digital dan pasar analog menjadi hilang/bias. 4. Proses desain produk membutuhkan kolaborasi yang semakin besar.

Company Problems
1. Bauran produk baru berarti semakin bertambahnya dinamika permintaan baru. 2. Pemisahan rantai pasokan yang meningkatkan kompleksitas operasi. 3. Disfungsional scorecard yang dikhawatirkan oleh Bob Stasey adalah dari scorecard tahun 1987, 1999, dan 2001 menunjukkan bahwa adanya kecenderungan para manajer menghabiskan waktunya untuk mencari

yang penting bagi perusahaan ketimbang memperbaiki apa yang penting.


Padahal scorecard bertujuan untuk pengambilan keputusan atau penentuan strategi baru bukan hanya untuk menganalisis

Analysis and Discussion


1. Produk ADI memiliki life cycle panjang, sehingga perancangan komponen produk, manajemen persediaan dan permintaan produk dapat diprediksi dengan tepat. Namun menjadi berubah karena perkembangan teknologi yang memicu terjadinya pertumbuhan produk yang dihasilkan, ini berpengaruh terhadap life cycle produk yang menjadi pendek dan perancangan seringkali hanya berfungsi untuk permintaan produk 1 hingga 2 tahun saja. Setelah ADI mengembangkan bauran produk di sektor konsumen elektronik dan komunikasi serta pembelian peralatan yang bersifat pokok, Muncul masalah yaitu masalah operasional karena menjadi lebih sulit untuk dikelola (umumnya menjadi tidak stabil)

Analysis and Discussion


Dengan berkembangnya bauran produk kepada produk-produk pada sektor konsumen elektronik dan komunikasi serta peralatan inti yang berkaitan dengan internet menyebabkan terjadinya dinamika permintaan yang sulit untuk diprediksi dengan tepat. Untuk itu, ADI perlu memantau ketidakpastian strategis khususnya terkait dengan diskontinuitas teknologi dan mengembangkan pengendalian interaktif yang menjadi dasar bagi para manajer untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah dengan pesat dengan memikirkan strategi bisnis yang baru.

Analysis and Discussion


2. Perkembangan terbaru adalah penggunaan jasa distributor global atau mitra logistik (outsourcing) oleh pelanggan ADI seperti Cisco, padahal ADI selama ini melayani sebagian besar melalui tenaga penjualan langsung dan hanya menggunakan distributor untuk pelanggan kecil. Masalah yang berikutnya yang mungkin muncul dengan menggunakan jasa distributor global adalah posisi ADI dalam bernegosiasi akan turun dikarenakan adanya kemungkinan bergabungnya antara pelanggan dan distributor, adanya learning curve dari distributor terhadap proses bisnis ADI.

Analysis and Discussion


Masalah berikutnya adalah ADI semakin jauh dari pelanggan akhirnya yang berarti informasi yang didapat ADI untuk memprediksi permintaan menjadi tidak tepat waktu dan kurang akurat dikarenakan adanya perubahan struktur supply chain ADI yang semula mereka mendistribusikan sendiri produk mereka, kini ada campur tangan dari distributor. Untuk mengurangi penurunan kekuatan ADI dalam bernegoisasi dan semakin jauhnya dari pelanggan akhirnya, maka ADI perlu membangun e-bussiness paltform untuk mendukung penjualan langsungnya dan memperkuat fungsi Field Application Engineers untuk menangani hubungan dengan pelanggan.

Analysis and Discussion


3. Apa yang dikhawatirkan oleh Bob Stasey dari penggunaan scorecard tercermin pada tampilan 2 yang menunjukkan perbedaan metrik yang dijadikan standar atau acuan dari tahun 1987, 1999, dan 2001. Hasilnya selama ini menunjukkan bahwa adanya kecenderungan para manajer menghabiskan waktunya untuk mencari yang penting bagi perusahaan daripada memperbaiki apa yang penting. Padahal scorecard bertujuan untuk pengambilan keputusan atau penentuan strategi baru bukan hanya untuk menganalisis.

Analysis and Discussion


Oleh karena itu ada baiknya ADI tidak menetapkan metrik atau standar pengukuran yang terlalu banyak dan ketat bagi para manajer, sehingga para manajer tidak kehilangan fokus pada kriteria kesuksesan yang ada, dan sebaiknya metrik yang menjadi fokus dijadikan dasar untuk menetapkan bonus (metrik keuangan) agar fungsi dari penggunaan scorecard ini dapat terwujud.

Jawaban Pertanyaan
1. How did ADIs industry change between 1996 and 2001?

Sebab-sebab berubah: Perubahan industri disertai perkembangan teknologi yang pesat dengan makin gencarnya penggunaan teknologi internet dan perubahan fungsi dari scorecard (tahun 2000 fungsinya berubah menjadi alat pengukur yang dimanfaatkan untuk lingkungan yang kompleks dan dinamis). Perubahan: produk yang dihasilkan ADI semakin bervariasi, perubahan lainnya adalah terjadi pemisahan supply chain yang berujung pada kompleksitas operasi, dan makin biasnya pasar digital dan analog dan makin berkurangnya product life cycle.

Jawaban Pertanyaan
2. How are the targets set for the metrics on the scorecard? Who sets them? How rigorous does the method for setting goals need to be in order for the metric to be useful? Evaluate the goal setting process in light of the changing industry conditions as of 2001. Dalam menerapkan target pada metrik di scorecard, ADI telah menetapkan goal setting untuk banyak metrik salah satunya melalui perhitungan half-life yang didasarkan pada kelemahan (waktu yang dibutuhkan untuk cacat produksi dan penundaan dikurangi sebesar 50%). Pihak yang berperan mengatur target adalah tim yang dibentuk oleh perusahaan yang disesuaikan dengan fungsi masingmasing perwakilan. Pemilihan metrik untuk scorecard menjadi sangat penting mengingat fungsi scorecard adalah untuk masukan bagi perbaikan kinerja dan pencapaian tujuan.

Jawaban Pertanyaan
Untuk goal setting process yang dilakukan sepanjang 2001 dilakukan dengan setting bottom up dan juga top down. Dimana setting bottom up ini tergambar pada aktivitas manajemen senior yang meminta rencana bisnis dari tiap divisi yang hampir sama dengan perencanaan bisnis tradisional, yang kemudian diperinci berdasarkan segmen, saluran dan daerah, digabungkan dan kemudian ditinjau kembali oleh manajemen senior. Sementara untuk pendekatan top down manajemen senior menetapkan tujuan hingga manajer paling bawah.

Jawaban Pertanyaan
3. Is ADIs scorecard as useful today as it was in the 80s? What are the limitations to scorecard? what can go wrong? Scorecard yang digunakan ADI (2001) tidak seefektif tahun 1980-an karena berubahnya lingkungan bisnis, buktinya adalah pengukuran untuk perubahan yang dinamis tidak termasuk di dalam sistem informasi eksekutif ADI dengan masih digunakannya spreadsheet sebagai cara manual untuk menelusuri metrik yang digunakan dalam scorecard. Keterbatasan scorecard ADI adalah terlalu banyaknya pengukuran/metrik yang digunakan sudah tidak relevan lagi sebagai acuan informasi. Kesalahan yang mungkin terjadi nantinya adalah, scorecard itu sendiri bisa tidak digunakan untuk mengukur kompensasi pekerja.

Jawaban Pertanyaan
4. Would you make any changes to the way ADI managed its scorecard? what changes? Why? Ya, perubahan yang ditekankan adalah terkait metrik yang seharusnya diukur dan ditelusuri dalam EIS bukan dengan manual spreadsheets. Alasannya adalah memaksimalkan fungsi EIS dan scorecard sebagai alat bantu dalam mengukur kinerja dan mengambil keputusan. Metrik juga kami usulkan untuk tetap fleksibel sesuai lingkungan bisnis yang dinamis.

Jawaban Pertanyaan
5. Does the metric systems have flaws? Can employees game the system? What are the danger of the EIS? Ya, apabila organisasi dan karyawan dalam perubahan scorecard lama ke scorecard baru tidak mempertimbangkan 2 hal yaitu: lingkungan dinamis dari pasar semikonduktor dan waktu yang dibutuhkan untuk implementasi proyek yang ada termasuk metriknya. Dibutuhkan kolaborasi dan pemahaman menyeluruh antara manajemen atas dengan karyawan di ADI.

Jawaban Pertanyaan
Bahaya dari EIS adalah: karena informasi yang diserap oleh EIS sangat banyak maka berakibat pada pengukuran/metrik juga menjadi banyak dan akhirnya sangat dimungkinkan memunculkan informasi yang kurang relevan dengan tujuan perusahaan. Keuntungan dari EIS sendiri juga sulit diukur dan jika informasi yang ditampung banyak maka akan menambah beban pada sistem, memperbesar dan menjadi sulit untuk dikendalikan. Jika sistem ini tidak memiliki mekanisme penyaringan informasi yang relevan maka akan selalu dibutuhkan perbaikan sistem yang berarti penambahan biaya dan waktu bagi perusahaan.

TERIMA KASIH