Anda di halaman 1dari 16

MATERIAL HANDLING PADA PT.

DONAT PERKASA FOOD (PRODUSEN DONDON-LO)

TUGAS MATA KULIAH PENANGANAN BAHAN DAN TATA LETAK PABRIK KELAS C

Andreas E. Sitepu Adha Dwi Pujo. W Tito Siendy Vaulla Firman Fajariyanto Erwin Rahardianto Foto

: 105100301111009 : 105100301111027 : 105100301111017 : 105100300111023 : 105100301111033

Dosen pengampu: Ika Atsari Dewi, STP,MP. Tanggal 12 Desember 2012

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Material handling merupakan salah satu pemakaian moda transportasi yang dilakukan di dalam perusahaan industri manufaktur, dalam hal ini sama artinya dengan memindahkan material bahan baku, barang setengah jadi, atau barang jadi dari tempat satu ke tempat yang lain berdasarkan kegiatan proses produksi yang telah ditetapkan. Pemindahan material menjadi hal yang sangat penting untuk menentukan bagaimana pemindahan material dapat dilakukan dengan cara yang efektif dan efisien agar mampu meminimasi biaya produksi. Dalam hal ini kegiatan perencanaan material handling memiliki manfaat yang begitu besar dalam suatu kegiatan produksi. Salah satu manfaat dengan mengetahui pemindahan material yaitu dapat menekan biaya yang digunakan. Meminimasi ongkos material handling ditentukan berdasarkan tingkat kefektifan jarak pemindahan, berat bahan yang dipindahkan, dan mengurangi mekanisasi produksi yang tidak diperlukan. Perencanaan material handling sejatinya bertujuan untuk meminimasi pengeluaran ongkos dalam penanganan material yang dibutuhkan oleh suatu industri. Untuk meminimasi ongkos material tersebut maka dibutuhkan suatu perancangan layout yang memungkinkan untuk menentukan rute yang cocok berdasarkan jarak, berat material, dan jenis material yang ditangani. Perancangan layout atau tata letak fasilitas dapat dilakukan oleh beberapa metode antara lain: product layout, process layout, fixed position layout, dan group of technology. 1.2 TUJUAN Tujuan perencanaan material handling adalah : 1. Memperbaiki kondisi kerja dan fasilitas produksi pada PT. DONAT PERKASA FOOD 2. Meningkatkan kelengkapan dan kegunaan ruangan PT. DONAT PERKASA FOOD 3. Mengurangi ongkos produksi

BAB II PEMBAHASAN

2.1. PROFIL PERUSAHAAN PT. DONAT PERKASA FOOD merupakan perusahaan dibidang makanan yang fokus pada diversifikasi pangan olahan berbasis ketela ungu, salah satu produk unggulan yaitu donat telo instan dengan label DONDON-LO. PT. DONAT PERKASA FOOD didirikan pada 17 agustus 2011 yang berpusat di Jalan. Agropuro No. 21A-Pasuruan km 4. Anak cabang perusahaan telah tersebar di beberapa kota yaitu Mojokerto, Klaten, Bogor, dan Tasikmalaya. Latar belakang PT. DONAT PERKASA FOOD berdiri adalah banyaknya ubi ungu yang jarang dimanfaatkan untuk kebutuhan diversifikasi pangan yang inovatif, sehingga muncul ide untuk membuat makanan dengan bahan dasar ubi ungu yang dijadikan olahan pangan ke dalam bentuk donat instan siap goreng. PT. DONAT PERKASA FOOD telah berkomitmen kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan makanan yang sehat dan berkualitas dengan mewujudkan suatu inovasi produk pangan yang meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia tanpa mengurangi nilai-nilai ketradisionalan nusantara. Salah satu bentuk komitmen kami adalah memberikan suatu pelayanan yang terbaik kepada konsumen dengan memberikan jaminan mutu produk yang terbaik untuk kepuasan para konsumen kepada produk-produk PT. DONAT PERKASA FOOD. 2.2 PROFIL PRODUK DONDON-LO adalah diversifikasi olahan pangan berbahan ketela ungu yang diolah menjadi donat instan yang dikemas dengan kemasan aseptik disertai dengan proses frozen. Donat instan DONDON-LO mudah dimasak, caranya yaitu donat yang sebelumnya beku kemudian dithawing dan tinggal digoreng sebelum disantap. Di dalam kemasan DONDON-LO terdapat topping yang disertakan sesuai rasa yang dipilih, ada coklato rock, creamy keju, cute stroberi, dan rainbow fruit. DONDON-LO memiliki variasi rasa topping yang beragam, variasi rasa toppping disesuaikan dengan selera konsumen saat ini. Dengan memberikan nama variasi rasa yang unik misalnya pada topping rasa coklat nama variasinya adalah coklato rock, creamy keju untuk rasa keju, cute stroberi untuk rasa stroberi, dan rainbow fruit untuk rasa mix blueberry, jeruk, melon dan cherry.

Tujuan memberikan nama-nama yang unik adalah untuk meningkatkan daya tarik terhadap konsumen terhadap produk DONDON-LO sebagai bentuk produk makanan yang ikonik. a. Bahan baku dan pengemas Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan produk DONDON-LO adalah tepung terigu, ubi ungu, gula, garam, telur, air, susu, mentega. Untuk bahan pembantu yang dipakai dalam pembuatan donat ubi ungu yaitu ragi atau yeast roti yang biasanya digunakan dalam pembuatan roti, kemudian untuk tambahan luar produk donat bahan yang digunakan adalah topping yang terbuat dari gula dan pasta. DONDON-LO dikemas dengan cara aseptis dengan memakai bahan plastik Poliphropilen atau PP yang digunakan untuk kemasan primer pada produk DONDON-LO. Kemudian untuk kemasan sekunder memakai kardus glossy dengan desain yang unik dan menggemaskan.

Gambar. 1 Kemasan

Gambar.2 Kemasan Karton

b. Diagram alir

Tepung terigu, ubi ungu Gula, garam, telur, air, susu, mentega, ragi

Dicampur

Dimixer

Didiamkan

Ditimbang

Dibentuk adonan

Minyak goreng

Digoreng

Gula

Ditabur gula Dikemas

DONDON-LO

Gambar. 3 Diagram Alir

2.3 PERTIMBANGAN PEMILIHAN LOKASI PABRIK/PERUSAHAAN Faktor utama dalam pemilihan lokasi pabrik yang dimaksud dengan faktor utama dalam kontek ini adalah faktor-faktor yang pasti diperlukan oleh semua jenis industri. Adapun yang termasuk dalam faktor utama adalah: 1. Kedekatan dengan lokasi sumber bahan baku 2. Kedekatan dengan lokasi pasar produk perusahaan

3. Ketersediaan fasilitas transportasi 4. Ketersediaan tenaga kerja 5. Ketersediaan pembangkit tenaga Berdasarkan faktor-faktor diatas lokasi pabrik PT. DONAT PERKASA FOOD terletak di kawasan industri yang tidak terlalu jauh dari pemukiman warga karena untuk menyerap SDM dari masyarakat sekitar untuk mengurangi angka pengangguran dan kemudahan akses pemasokan bahan baku yang dibutuhkan, akses pasar produk yang dekat dengan daerah pemasaran prospektif. Untuk keramahan lingkungan limbah yang dihasilkan PT. DONAT PERKASA FOOD sudah diakui tidak mencemari lingkungan karena telah menggunakan sistem sanitasi dan penanganan limbah padat maupun cair. Pada limbah padat dijadikan produk sampingan berupa pupuk kompos, sedangkan pada limbah cair digunakan sebagai daur ulang air untuk kolam ikan yang telah mendapatkan sertifikat gold proper. 2.4 URUTAN ALIRAN MATERIAL + PETA DARI-KE a. Urutan Aliran Material Produk donat ubi ungu merek DONDON-LO ini sebelum dikirim ke konsumen, harus melalui beberapa tahapan pada proses produksinya. Pertama bahan baku diterima oleh perusahaan dari beberapa produsen bahan baku dan diletakkan pada receiving. Setelah di data di receiving,bahan baku kemudian di letakkan di storage untuk disimpan terlebih dahulu. Setelah tersimpan dengan baik di storage, kemudian proses produksi dilakukan pada bahan baku. Yang pertama bahan baku di bawa ke meja pencampuran untuk dicampur semua bahan baku yang tersedia menjadi satu. Setelah adonan tercampur menjadi satu, kemudian adonan di bawa ke alat mixer agar fermentasi pada adonan mulai bereaksi. Setelah didiamkan, adonan ditimbang untuk menentukan berat produk agar sama antara satu dengan yang lainnya. Setelah mendapatkan berat yang sama pada meja penimbangan, adonan dibentuk sedemikian rupa hingga berbentuk seperti donat pada umumnya. Setelah adonan telah terbentuk, dimulailah proses penggorengan adonan hingga berwarna coklat keemasan. Kemudain donat yang telah digoreng,ditaburi gula di meja penaburan gula,dan kenudian dikemas sedemikian rupa. Setelah proses pengemasan,produk pun diletakkan di warehouse untuk disimpan. Jika ada pesanan,donat dibawa terlebih dahulu ke ruang shipping dan kemudian dikirim ke konsumen.

Receiving

Storage

Meja Pencampuran Bahan

Mixer

Meja Pendiaman Adonan

Meja Penaburan Gula

Kompor Penggorenga n

Meja Pembentukan Adonan

Meja Penimbangan

Pengemasan

Warehouse

Shipping

Konsumen

Gambar. 4 Aliran Material Produk

b. Peta Dari Ke Untuk data peta dari ke,dipatkan data seperti tebel diatas. Peta dari ke menunjukkan berapa ongkos penanganan bahan dari alat produksi satu ke alat produksi selanjutnya. Yang pertama dari reciving ke storage membutuhkan ongkos 20000, selanjutnya dari dari storage ke meja pencampuran bahan membutuhkan ongkos 10000,selain itu penangan bahan dari storage ada pula yang menuju ke meja pembentukan adonan yang membutuhkan ongkos 5000, kemudian dari storage ke meja penaburan gula yang membutuhkan ongkos 6500 dan dari storage ke pngemasan dengan ongkos 3000. Proses selanjutnya yaitu dari meja pencampuran bahan ke mixer membutuhkan ongkos 1000,selanjutnya dai mixer ke meja pendiaman adonan membutuhkan ongkos 1500. Proses selanjutnya yaitu dari meja pendiaman bahan ke meja penimbangan yang membutuhkan ongkos 2250, setelah itu dari meja penimbangan ke meja pembentukan adonan membutuhkan ongkos 4000. Proses selanjutnya yaitu dari

meja pembentukan adonan ke kompor penggorengan dibutuhkan ongkos sebesar 3000, setelah itu dari kompor penggorengan ke meja penaburan gula membutuhkan ongkos 3000. Proses selanjutyna yaitu darimeja penaburan gula ke meja pengemasan membutuhkan ongkos 2000, setelah itu dari meja pengemasan ke warehouse membutuhkan ongkos 2500 dan terakhir dari warehouse ke shipping membutuhkan ongkos 1500.

REC STO MPN MXR MPD MPB MPA KPG MNB PGM WHS SHP

STO 20000

MPN 10000

MXR

MPD

MPB

MPA 5000

KPG

MNB 6500

PGM 3000

WHS

SHP

1000 1500 2250 4000 3000 3000 2000 2500 1500 20000 10000 1000 1500 2250 9000 3000 9500 5000 2500 1500

TOTAL 20000 15500 1000 1500 2250 4000 3000 3000 2000 2500 1500 65250

Gambar. 5 Peta Dari Ke

Keterangan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. REC STO MPN MXR MPD MPB MPA KPG MNB PGM WHS SHP : RECEIVING : STORAGE : MEJA PENCAMPURAN : MEJA MIXER : MEJA PENDIAMAN : MEJA PENIMBANGAN : MEJA PEMBENTUKAN ADONAN : KOMPOR PENGGORENG : MEJA PENABURAN GULA : MEJA PENGEMASAN : WAREHOUSE : SHIPPING

2.5. TIPE LAYOUT DAN LAYOUT PROSES PRODUKSI Penggunaan layout pada PT. DONAT PERKASA FOOD adalah product layout. Pemilihan desain product layout disesuaikan dengan produk yang dihasilkan oleh PT. DONAT PERKASA FOOD yang hanya memiliki satu variasi produk yaitu produk berlabel DONDON-LO. Product layout disusun di sekeliling produk atau keluarga produk yang sama yang memiliki volume tinggi dan variasi rendah, produksinya bersifat berulang dan kontinyu. Tata letak produk Umumnya Tata Letak Produk digunakan pada industri yang memiliki tipe produk dalam varian yang tidak banyak atau 1 varian dan diproduksi masal, dalam tata letak ini mesin produksi akan diletakkan dengan mengikuti konsep machine after machine. Tipe tata letak ini memiliki tujuan meminimalkan biaya material handling apabila material harus dipindahkan dari mesin ke mesin. Keuntungan dari tata letak ini adalah : waktu produksi yang kecil, supervisor dapat mengontrol proses produksi dalam 1 departemen saja, perusahaan dapat meminimumkan gudang penyimpanan barang setengah jadi dan efisiensi biaya material handling.

Gambar. 6 product layout 2.6. PENANGANAN BAHAN Aktivitas pemindahan bahan tersebut dapat ditentukan dengan terlebih dahulu memperhatikan aliran bahan yang terjadi dalam operasi. Kemudian harus diperhatikan tipe layout yang akan digunakan. Ketika tipe layout sudah diketahui, maka ongkos pemindahannya dapat diperhitungkan. Aktivitas pemindahan bahan (material handling) merupakan salah satu yang cukup penting untuk diperhatikan dan diperhitungkan. Jadi ongkos pemindahan bahan atau ongkos material handling (OMH) merupakan perhitungan ongkos yang diperlukan untuk

suatu pergerakan material dari suatu departemen ke departemen lain (Anonymous, 2012).

Matterial handling adalah seni dan ilmu mengenai pemindahan,


pengepakan, dan penyimpanan semua bentuk material dan bahan. Salah satu prinsip pemindahan bahan yaitu prinsip ukuran satuan, yang menyatakan bahwa makin besar beban yang dibawa akan makin rendah biaya tiap satuan yang dipindahkan. Muatan satuan dapat dikatakan sebagai jumlah barang, sedemikian rupa disusun atau dibatasi sehingga beban tersebut dapat diambil dan dipindahkan sebagai objek tunggal, yang dapat dipindahkan oleh tangan manusia, maupun oleh alat bantu atau alat angkut pemindahan barang. Aktivitas pemindahan tersebut dapat ditentukan terlebih dahulu dengan memperhatikan aliran bahan yang terjadi dalam suatu operasi. (Herjanto, 2004).

ALAT ANGKUT MATERIAL

Pemindahan material dilakukan dengan menggunakan forklift, agar memudahkan mengangkat beban material yang berat.

PENANGANAN BAHAN
BAHAN ALAT / MESIN GAMBAR

TEPUNG

Screener: alat ini dibutuhkan untuk menyaring tepung dengan mesh yang halus untuk menghasilkan produk yang berkualitas sebelum dicampur kedalam mixer. Neraca: digunakan untuk menimbang tepung.

GULA

Screener: alat ini dibutuhkan untuk menyaring gula dari kotoran yang menempel sebelum dicampur dalam mixer. Untuk menjaga kualitas. Neraca: digunakan untuk menimbang gula.

UBI UNGU

Mesin kupas: mesin ini digunakan untuk mengupas ubi ungu sebelum dilakukannya perebusan. Mesin boiler ubi: mesin ini digunakan untuk merebus ubi dengan cepat.

GARAM

Neraca: digunakan untuk menimbang garam.

BAHAN

ALAT/MESIN

GAMBAR

TELUR

Mesin washer: digunakan untuk menjaga kualitas dan sanitasi dari kotoran yang menempel pada telur.

AIR

Water purifier: digunakan untuk memperoleh air yang jernih bebas kuman.

SUSU

Mesin pendingin: mesin ini berguna menyimpan susu dalam keadaan fresh dan menjaga agar susu tetap awet.

MENTEGA

Mesin pendingin: mesin ini berguna menyimpan susu dalam keadaan fresh dan menjaga agar mentega tetap awet. Neraca: digunakan untuk menimbang mentega.

RAGI

Mesin inkubator: berguna untuk meenyimpan ragi agar tetap baik.

2.7 ONGKOS MATERIAL HANDLING (OMH) Ongkos material handling adalah suatu ongkos yang timbul akibat adanya aktivitas material dari satu mesin ke mesin lain atau dari suatu departemen ke departemen lain yang besarnya ditentukan pada satuan tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhi perhitungan ongkos material handling adalah alat angkut yang digunakan, jarak pengangkutan dan cara pengangkutannya. Aktivitas pemindahan tersebut dapat ditentukan dengan terlebih dahulu memperhatikan aliran bahan yang terjadi dalam suatu operasi. Selanjutnya hal yang harus diperhatikan adalah type layout yang akan digunakan. Pada proses produksi Dondon-lo ini dapat dihitung ongkos material handling sebagai berikut: Harga fork lift: Rp. 20.000.000, Umur pakai: 5 tahun Listrik: Rp. 5.000,-/8 jam Maintenance: Rp. 5.000,-/jam Lama operasi mesin: 300 hari/tahun Upah operator: Rp. 15.000,-/jam Rata2 jarak tempuh Jarak perpindahan tiap jam 2.000 m Depresiasi: 92160000000/23040000= 4000/jam Jarak angkutan tiap jam 250/jam Total biaya = biaya (maintenance + bahan bakar + depresiasi + operator) = biaya (5000 + 5000 + 4000 + 15000) = 29000 OMH = 29000/250=Rp. 116/m BAB 3 PENUTUP

3.1 Kesimpulan Material handling Dalam hal ini kegiatan perencanaan material handling memiliki manfaat yang begitu besar dalam kegiatan produksi PT. DONAT PERKASA FOOD. Salah satu manfaat dengan mengetahui pemindahan material yaitu dapat menekan biaya yang digunakan. Meminimasi ongkos material handling ditentukan berdasarkan tingkat kefektifan jarak pemindahan, berat bahan yang dipindahkan, dan mengurangi mekanisasi produksi yang tidak diperlukan.

Ongkos material handling adalah suatu ongkos yang timbul akibat adanya aktivitas material dari satu mesin ke mesin lain atau dari suatu departemen ke departemen lain yang besarnya ditentukan pada satuan tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhi perhitungan ongkos material handling adalah alat angkut yang digunakan, jarak pengangkutan dan cara pengangkutannya. Aktivitas pemindahan tersebut dapat ditentukan dengan terlebih dahulu memperhatikan aliran bahan yang terjadi dalam suatu operasi. Selanjutnya hal yang harus diperhatikan adalah type layout yang akan digunakan. Layout pada PT. DONAT PERKASA FOOD layout yang digunakan adalah product layout pemilihan desain product layout disesuaikan dengan produk yang dihasilkan oleh PT. DONAT PERKASA FOOD yang hanya memiliki satu variasi produk yaitu produk berlabel DONDON-LO. Product layout disusun di sekeliling produk atau keluarga produk yang sama yang memiliki volume tinggi dan variasi rendah, produksinya bersifat berulang dan kontinyu. 3.2 Saran untuk meminimasi biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan harus memperhatikan aspek-aspek penting dalam menentukan rencana yang berkaitan dengan penanganan material dan biaya peralatan mesin yang digunakan berdasarkan layout yang ditentukan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2012. Perencanaan Tata Letak Pabrik. http:// openstorage.gunadarma.ac.id/handouts/S1_TEKNIK%20INDUSTRI/PLTP/PT LP.doc. Diakses pada 7 Nopember 2012 Pukul 17.15 WIB. Herjanto, E. 2004. Manajemen Produksi dan Operasi. Grasindo Jakarta. Anonymous. 2012. https://sites.google.com/site/operasiproduksi/lokasi-pabrikDefinisi- Anonymous. 2012. Pengertian-Faktor-Pertimbangan-Cara-MetodeMenentukan-Memilih-Lokasi-Pabrik Anonymous. 2012. http://www.pelapak.com/gasol-resep-tepung.html Anonymous. 2012. http://ie.binus.ac.id/2012/11/08/tata-letak-dalam-lantaiproduksi/

Anda mungkin juga menyukai