Anda di halaman 1dari 20

ANDREAS SAMPOUW 091511097 GIZI MASYARAKAT

SELASA, 20 NOVEMBER 2012

GAMBARAN DIVERSIFIKASI KONSUMSI PANGAN DI PROVINSI SULAWESI UTARA

FKM UNSRAT 2012

Latar Belakang

Ketahanan pangan merupan kebutuhan dasar manusia. Program diversifikasi merupakan salah satu pilar ketahanan pangan yang membantu terwujudnya Pola Pangan Harapan yang maksimal. Badan Ketahanan Pangan merupakan lembaga teknis daerah yang melaksanakan kebijakan dalam ketahanan pangan

TUJUAN MAGANG
Peserta magang mampu dan terampil dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan praktik yang diperoleh selama menempuh pendidikan di FKM Unsrat di instansi tempat peserta melaksanakan kegiatan magang.

MANFAAT MAGANG
Mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang berhubungan dengan bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, terutama sesuai bidang peminatan yaitu Gizi Masyarakat

Tempat & Waktu Pelaksaan Magang


DI BADAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI SULAWESI UTARA

25 JUNI 19 JULI 2012

GAMBARAN UMUM (Analisis Situasi Umum)


Badan Ketahanan Pangan merupakan unsur pendukung tugas Gubernur dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang spesifik di bidang ketahanan pangan.

Gambaran Umum (Analisis Situasi Khusus)


Bidang Konsumsi Pangan 1. Sub Bidang Teknologi Pangan 2. Sub Bidang Penganekaragaman Pangan

Tugas Sub Bidang Penganekaraman Konsumsi Pangan

Meningkatkan peran serta masyarakat dalam berpartisipasi aktif dalam penganekaragaman konsumsi pangan Analisis ketercapaian program diversifikasi dengan Pola Pangan Harapan (PPH)

IDENTIFIKASI MASALAH
Hasil Survei Pola Konsumsi Pangan di Provinsi Sulawesi Utara Angka Kecukupan energi ideal 1.975 kkal yang belum mencapai AKE ideal 2.000 kkal menurut Widya karya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) Pola konsumsi pangan belum beragam, PPH baru sebesar 87,8 %. PPH ideal 100% Masalah tersebut menggambarkan bahwa program diversifikasi pangan belum maksimal.

Upaya Badan Ketahan Pangan Provinsi Sulawesi Utara dalam meningkatkan ketahanan pangan

Pemberian fasilitas alat pengolahan bahan pangan berupa penepung di beberapa daerah Pemberian bibit benih tanaman Sosialisasi Lomba cipta menu pangan lokal di Hari Pangan Sedunia (HPS) Bantuan ke sekolah berupa dana Program Percepatan Konsumsi Pangan (P2KP) one day no rise

Alternatif Pemecahan masalah dengan analisis SWOT


1. Strengtness (kekuatan) - Kebijakan Gubernur Nomor 18 tahun 2012 tentang P2KP pangan lokal - Sosialisasi - lomba cipta menu - Kerjasama dengan mahasiswa pertanian dalam pengolahan pangan

2. Weakness ( Kelemahan) - Sosialisasi terhambat oleh kurangnya tenaga - Pemberian bibit tanaman belum merata

3. Opportunity (Peluang) - Lomba cipta menu merangsang masyarakat terus berkreasi dalam pengolahan pangan lokal - Kerjasama dengan mahasiswa fakultas pertanian dapat meningkatkan teknologi pengolahan pangan

4. Threat (Ancaman) - Pembagian daerah untuk program sosialisasi tidak merata. - Partisipasi masyarakat yang kurang

Kesimpulan

Pola Pangan Harapan belum maksimal. Pengetahuan masyarakat mengenai pola konsumsi pangan masih kurang. Kurang Pelatihan SDM dalam program sosialisasi pangan . Bantuan bibit tanaman yang belum merata

SARAN

Harus diadakan pelatihan kader untuk mensosialisasikan program diversifikasi pangan. Anggaran BKP harus ditingkatkan dalam pengadaan alat pengolahan pangan dan penyediaan bibit unggul harus ditingkatkan. Meningkatkan pengawasan kepada semua pihak dalam program ini.

DOKUMENTASI

Anda mungkin juga menyukai