Anda di halaman 1dari 33

MODUL SAKIT PERUT

Created by Group 2

Nama-Nama Anggota
TRI ANA PUTRA (K1A109067) DIAN SARI ENI MOSA (K1A110044)

ERLIN DWI CAHYANI (K1A110003)


WD.ASFIYAI SAHRUL (K1A110009) SUL FADHILAH HAMZAH (K1A110017) ALMINSYAH (K1A110025) JEILI ANGLE WORANG (K1A110029) EKA RAMADHANI DARWANTI (K1A110035)

ERSHANTI RAHAYU (K1A110046)


ANGGA ARYA NUGRAHA (K1A110053) ASRI RAHMAWAYANTI (K1A110060) NUR MUSLIMAH (K1A110067) NOFRIYANTI RESTU (K1A110074) ERLANZA EDISAHPUTRA (K1A110076) ANGGUN PERMATA (K1A110082)

Skenario
Seorang wanita berusia 17 tahun dibawa ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan utama sakit perut di daerah kanan bawah. Rasa sakit ini datang tiba-tiba yang membuat ia terbangun dari tidur tadi malam karena kesakitan. Keluhan utama diatas disertai rasa mual dan beberapa kali muntah. Pasien pasien juga mengeluh mengalami menggigil

Kata Kunci
wanita 17 tahun Sakit perut kanan bawah Rasa sakit dating tiba-tiba Terbangun dari tidur malam hari karena kesakitan Disertai mual dan muntah Pasien mengeluh menggigil

Pertayaan
Anatomi, fisiologi, dan histology organ terkait ? Penyakit-penyakit apa saja yang memiliki gejala sakit perut bagian kanan bawah? Bagaimana patomekanisme sakit perut beserta gejala penyerta ? Bagaimana hubungan mual dan muntah dengan kasus ? Apa hubungan menggigil dengan keluhan utama ? DD ? Apa langkah-langkah penegakan diagnose ? Bagaimana epidemiologi dan etiologi diagnose sementara ? Bagaimana patofisiologi diagnosis sementara ? Bagaimana penatalaksanaan, prognosis, komplikasi, dan pencegahan diagnosis sementara ? Adakah hubngan usia dengan gejala-gejala yang dialami ? Factor resiko apa saja yang berhubungan dengan diagnosis sementara ?

Anatomi

Perdarahan dan Persarafan


Persarafan caecum dan appendix vermiformis berasal dari saraf simpatis dan parasimpatis dari pleksus mesenterica superior. Serabut saraf simpatis berasal dari medula spinalis torakal bagian kaudal, dan serabut parasimpatis berasal dari kedua nervus vagus. Serabut saraf aferen dari appendix vermiformis mengiringi saraf simpatis ke segmen medula spinalis torakal X

Histologi
Caecum Lapisan mukosa dilapisi epitel selapis torak, tidak mengandung vili dan plika Kerkringi, banyak mengandung sel goblet dan jaringan limfoid. Pada lapisan submukosa terdapat kelenjar Lieberkhun dan sel-sel jaringan lemak. Tunika muskularis terdapat taenia koli dan haustra. Sedangkan tunika serosa terdapat appendices epiploicae

Appendix Pada tunika mukosa dilapisi dengan epitel selapis torak dan banyak mengandung sel mucin dan sel goblet. Lamina propria penuh dengan infiltrasi limfoid di sekitar lumen bahkan menembus muskularis mukosa. Pada submukosa lebih banyak lagi limfoid berkumpul membentuk jaringan, yang biasa disebut nodul limfatisi, menyebebkan mukosa terdorong ke dalam lumen dan memiliki ukuran kecil dan irregular.

Fisiologi
Appendiks menghasilkan lendir 1-2 ml per hari. Lendir itu secara normal dicurahkan ke dalam lumen dan selanjutnya mengalir ke sekum.. Imunoglobulin sekretoar yang dihasilkan oleh Gut Associated Lymphoid Tissue (GALT) yang terdapat disepanjang saluran cerna termasuk appendiks ialah Imunoglobulin A (Ig-A). Imunoglobulin ini sangat efektif sebagai pelindung terhadap infeksi yaitu mengontrol proliferasi bakteri, netralisasi virus, serta mencegah penetrasi enterotoksin dan antigen intestinal lainnya.

Penyakit-penyakit dengan nyeri perut sebelah kanan


Enteritis TBC Enteritis regional Limfadenitis mesenterica Volvulus caecum Amuboma Tumor carsinoid appendix Mukokel appendix Kehamilan ektopik Salphingitis Endometriosis Kista ovarium kanan Urolithiasis kanan Psoas muscle abses Appendicitis Ileus obstruksi

Mekanisme sakit perut

Visceral
Somatic

ransangan pada organ atau struktur dalam rongga perut yang dipersarafi oleh system saraf otonom tidak dapat tunjuk dengan jari/ tidak terlokalisir

ransangan pada bagian yang dipersarafi saraf tepi nyeri dapat ditunjuk dengan jari

Mekanisme Muntah
STIMULUS ( ENDOGEN, EKSOGEN )
PERISTALTIK RETROGRADE

MENYEBABKAN LAMBUNG TERISI PENUH DAN DIAFRAGMA NAIK KE CAVITAS TORAK MELALUI KONTRASI KUAT OTOT ABDOMINAL

SARAF AFFEREN NERVUS VAGUS ( KEMORESEPTOR PADA GIT

MENYEBABKAN KONTRAKSI DUODENUM DAN ANTRUM LAMBUNG, SERTA MENINGKATKAN TEKANAN INTRA ABDOMEN

PENINGKATAN INTRA TORAKS, MENYEBABKAN SPHINCTER ESOFAGUS TERBUKA

CTZ DI MEDULLA OBLONGATA

IMPULS MOTORIK ( MELALUI JALUR SARAF KRANIALIS V, VII, IX, X XII )

MUNTAH

Patomekanisme menggigil
INFEKSI / PERADANGAN SISTEM KEKEBALAN TUBUH TERAKTIVASI, DENGAN MEMPRODUKSI MEDIATOR RADANG ( SITOKIN ) BERUPA TNF, IL-1, IL-6, IFN MERANGSANG ENDOTHELIUM HIPOTHALAMUS MEMPRODUKSI PROSTAGLANDIN

TERJADI KENAIKAN METABOLISME BASAL YANG BEREFEK KONTRAKSI OTOT RANGKA

PENINGKATAN SUHU TUBUH DENGAN CARA PRODUKSI PANAS

PROSTAGLANDIN MERANGSANG PENGATURAN SUHU TUBUH DI HIPOTHALAMUS

MENGGIGIL

Hubungan mual muntah dengan kasus


Adanya iritasi dan reaksi inflamasi appendix
peristaltic retrograde

cabang N. vagus

kontraksi duodenum dan lambung

CTZ
saraf eferen

Hubungan menggigil dengan keluhan utama


Adanya reaksi inflamasi

kenaikan suhu tubuh dan nyeri perut

laju metabolism basal meningkat

menggigil

meransang keringat

Diferential Diagnosa
gejala wanita appendisitis + Ileus obstruktif + endometriosis +

17 tahun
Sakit perut kanan bawah Nyeri mendadak Mual/muntah menggigil

+
+

+
+

+
+

+ + +

+/+ +

Mekanisme diagnosa sementara

Lanjutan

Langkah-langkah penegakan diagnosa


Anamnesa
Nyeri (mula-mula di daerah epigastrum, kemudian menjalar ke titik McBurney). Mual Muntah (rangsang visceral) Panas (infeksi akut) Tampak kesakitan berjalan sambil bungkuk dan memegang perut Demam (37,7 oC) Auskultasi, peristaltik usus sering normal Peristaltik dapat hilang karena ileus paralitik pada peritonitis generalisata akibat appendicitis perforat
Mc Burney sign (+) Defenmuskuler (+) m. Rectus abdominis Psoas sign (+) Obturator sign (+) Dunphy's sign- nyeri bertambah ketika batuk Rectal Touche

PemFis

Pemeriksaan Khusus

Pemeriksaan khusus
daerah 1/3 tengah garis yang menghubungkan SIAS Mc Burney kanan dengan pusat. yang dirasakan lebih tajam dan sign (+) jelas yaitu nyeri tekan, nyeri lepas dan nyeri ketok
pada penekanan perut bagian kontra McBurney (kiri) terasa nyeri di McBurney karena tekanan tersebut merangsang Rovsing peristaltic usus dan juga udara dalam usus, sehingga bergerak sign (+) dan menggerakkan peritonium sekitar apendiks yang sedang meradang sehingga terasa nyeri nyeri tekan pada jam 9-12 Pada pemeriksaan rektal toucher akan teraba benjolan dan penderita merasa nyeri pada daerah prolitotomi

Rectal Touche

Obturator sign (+)


fleksi dan endorotasi articulatio coxae pada posisi supine, bila nyeri berarti kontak dengan m. obturator internus, artinya appendiks di pelvis.

Psoas Sign
m. Psoas ditekan penderita dalam posisi terlentang, tungkai kanan lurus ditahan pemeriksa, penderita disuruh hiperekstensi atau fleksi aktif maka akan terasa sakit di titik McBurney (pada appendiks retrocaecal) karena merangsang peritonium sekitar app yang juga meradang.

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan darah: akan didapatkan Hb normal , leukositosis >10,000/mm3 pada kebanyakan kasus Pemeriksaan Radiologi Pemeriksaan ultrasonografi (USG) dan Computed Tomography Scanning (CT-scan). Pada pemeriksaan USG ditemukan bagian memanjang pada tempat yang terjadi inflamasi pada appendiks, sedangkan pada pemeriksaan CT-scan ditemukan bagian yang menyilang dengan fekalith dan perluasan dari appendiks yang mengalami inflamasi serta adanya pelebaran sekum

Penatalaksanaan
Observasi terhadap diagnose Inkubasi : dimasukan pipa nasogastric preoperative. Jika terjadi peritonitis atau toksitas yang menandakan bahwa ileus pasca operatif yang sangat mengganggu. Pada penderita ini dilakukan aspirasi kubah lambung jika diperlukan. Penderita dibawa kekamar operasi dengan pipa tetap terpasang. Antibiotic : dianjurkan pada reaksi sistemik dengan toksitas yang berat dan demam yang tinggi

Tindakan medis

Terapi bedah

Pada appendicitis tanpa komplikasi, apendiktomi dilakukan segera setelah terkontrol ketidak seimbangan cairan dalam tubuh dan gangguan sistemik lainnya.

Terapi pascaoperasi

Perlu dilakukan obstuksi tanda-tanda vital untuk mengetahui terjadinya perdarahan dalam, shock hipertemia, atau gangguan pernapasan. Angkat sonde lambung bila pasien telah sadar, sehingga aspirasi cairan lambung dapat dicegah. baringkan pasien dalam posisi vofler. Pasien dikatakan baik bila dalam 12 jam tidak terjadi gangguan

Komplikasi
Peritonitis Perforasi. Pieloflebitis Abses appendix

Prognosis
Dengan diagnosis yang akurat serta pembedahan, tingkat mortalitas dan morbiditas penyakit ini sangat kecil. Keterlambatan diagnosis akan meningkatkan morbiditas dan mortilitas bila terjadi komplikasi. Serangan berulang dapat terjadi bila appendiks tidak diangkat.

Pencegahan
Diet tinggi serat akan sangat membantu melancarkan aliran pergerakan makanan dalam saluran cernah sehingga tidak tertumpuk lama dan mengeras. Minum air putih minimal 8 gelas sehari dan tidak menunda BAB

Hubungan usia dengan gejala-gejala yang dialami


Appendix pada bayi berbentuk kerucut, lebar pada pangkalnya dan menyempit kearah ujungnya insidens pada bayi sangat rendah

Appendix pada dewasa berbentuk tabung, panjangnya kira-kira 10 cm, lumennya sempit dibagian proksimal dan melebar dibagian distal bakteri masuk susah untuk keluar insidensi lebih tinggi pada usia dewasa.

Faktor resiko yang berhubungan dengan diagnosis sementara


Factor sumbatan: 60 % Karena hiperplasia jaringan limfoid submukosa, 35% karena statis fecal, 4% karena benda asing, 1% karena sumbatan oleh parasit. Factor bakteri: bakteriodes fragilis dan e.coli, lactobacillus, pseudomonas, bakcteriodes splanchius, dll. Kecenderungan familier: Appendix terlalu panjang, vaskularisasi kurang baik, dalam keluarga terbiasa dengan diet rendah serat sehingga beresiko terbentuk fekolith dan menyebabkan obstruksi lumen. Infeksi saluran nafas seperti influenza dan pneumonitis.

Terima Kasih.