Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Fisiologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari tentang proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh tumbuhan secara umum yang menyebabkan tumbuhan dapat hidup pada tingkatan molekuler dan seluler. Pertumbuhan adalah perubahan atau pertambahan ukuran dan berat kering tanaman yang tidak dapat balik (irresible) yang tercermin dari pertambahan protoplasma. Perkembangan adalah diferensiasi atau perubahan ketingkat yang lebih tinggi, menyangkut adanya spesialisasi dan organisasi dari suatu sel baik segi anatomi maupun morfologi. Pengamatan perkembangan fisiologi tanaman menjadi bagian yang tak terpisahkan dari studi pertumbuhan tanaman. Analisis pertumbuhan adalah salah satu pendekatan terhadap analisis faktor-faktor yang mempengaruhi hasil panen dan analisis perkembangan tanaman sebagai penimbunan bersih hasil fotosintesis secara terintegrasi dengan waktu. Dalam analisis tumbuh kemampuan tanaman sebagai penghasil

fotosintesis yang dinyatakan dengan berat kering sangat penting diketahui untuk menganalisis perolehan hasil panen tanaman yang lebih tinggi. Untuk lebih memahaminya, berikut ini akan dijelaskan lebih luas mengenai analisis tumbuh tanaman.

Analisis tumbuh- Fisiologi tumbuhan

Page 1

B. Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar penyusun ataupun pembaca dapat mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan analisis tumbuh dan apa-apa yang terkait didalamnya. C. Rumusan masalah Berdasarkan uraian diatas, dapat dirumuskan beberapa masalah yaitu : a) Apa arti dari analisis tumbuh dan variabel-variabelnya? b) Bagaiman cara mengukur analisis tumbuh? c) Bagaimana hubungan antar variabel analisis tumbuh dan hasil tanaman?

d) Bagaimana contoh analisis tumbuh?

Analisis tumbuh- Fisiologi tumbuhan

Page 2

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian dan Rumus Analisis Tumbuh Analisis tumbuh merupakan salah satu pendekatan yang mempengaruhi hasil panen dan perkembangan tanaman sebagai penimbunan bersih hasil akhir. Tujuan dari analisis pertumbuhan tanaman adalah untuk mengukur kemampuan tanaman sebagai penghasil fotosintesis yang dinyatakan dengan berat kering. Selain itu untuk mendapatkan cara, baik melalui pendekatan tanaman maupun lingkungan yang dapat ditempuh untuk mengatasi faktor pembatas hasil dalam pertumbuhan tanaman. Analisis tumbuh meliputi : 1. Bobot daun khas (BDK) / specific leaf weight (SLW) Merupakan bobot daun tiap satuan luas daun, serta menggambarkan ketebalan daun. Adapun satuannya yaitu gr/dm2. Secara matematik dinyatakan sebagai berikut BDK = Lw/La (g/dm2) 2. Laju asimilasi bersih (LAB) / net assimilation rate (NAR) Merupakan kemampuan tanaman menghasilkan bahan kering hasil asimilasi (w) tiap satuan luas (L) daun tiap satuan waktu (t). Adapun satuan dari laju asimilasi bersih adalah gr/dm2/minggu. Laju Asimilasi Bersih/ Netto (LAB/LAN) dapat dinyatakan secara matematik : LAB =1/L .dw/dt Atau LAB = (ln L2 lnL1)/(L2 L1 ) x (w2 w1)/(t2 t1)

Analisis tumbuh- Fisiologi tumbuhan

Page 3

3.

Nisbah Luas Daun (NLD) adalah perbandingan luas daun (L) terhadap bobot kering tanaman yang ada (W), yang dinyatakan secara matematik: NLD = L/W

4.

Indeks luas daun (ILD) / leaf area index (LAI) Merupakan luas daun (A) pada tiap satuan luas lahan (P). Makna dari ILD 2 yaitu di atas tiap m2 lahan ditutupi 2 m2 daun. Indeks luas daun ini tidak memiliki satuan. Indeks luas daun dinyatakan secara matematik : ILD = A/P

5.

Laju pertumbuhan tanaman (LPT) / crop growth rate (CGR) Merupakan kemampuan tanaman menghasilkan bahan kering hasil asimilasi tiap satuan luas (L) lahan tiap satuan waktu (t). Adapun satuan dari laju pertumbuhan tanaman yaitu gr/m2/minggu. Secara matematik, laju pertumbuhan tanaman dapat dinyatakan sebagai berikut. LPT = dw/dt AtauLPT = LAB x ILD

6.

Laju pertumbuhan nisbi (LPN) / relative growth rate (RGR) Merupakan kemampuan tanaman menghasilkan bahan kering hasil asimilasi (w) tiap satuan bobot kering awal tiap satuan waktu (T). Satuan dari laju pertumbuhan nisbah adalah gr/minggu. LPN = lnW2-lnW1/T2-T1

7.

Indeks panen (IP) / harvest index (HI) Merupakan kemampuan tanaman menyalurkan asimilat, indeks panen tanpa memiliki satuan. Adapun secara matematik dinyatakan sebagai IP = We/W

Analisis tumbuh- Fisiologi tumbuhan

Page 4

8.

Laju Tumbuh Relatif (LTR) pada saat tertentu (t) adalah laju peningkatan bobot kering tanaman (W) tiap satuan bobot kering, yang dinyatakan secara matematik : LTR = 1/w . dw/dt atau LTR = LAN x NLD

B.

Cara Menghitung Analisis Tumbuh dan Contoh Daun merupakan organ utama yang melakukan fotosintesis yang

selanjutnya akan menyusun biomassa (berat kering) tanaman. Maka dalam analisis pertumbuhan hanya dua variabel yang diamati yaitu berat kering dan luas daun yang diukur pada interval tertentu. Interval waktu pengamatan biasanya 2-3 hari untuk jumlah tanaman yang lebih sedikit atau 1-2 minggu untuk jumlah tanaman yang lebih banyak. Untuk pengamatan tanaman semusim dapat dilakukan waktu berkala 12 minggu sekali, bila terbatas 2-3 kali, 2 kali saat pertumbuhan linier, 1kali saat panen. Jumlah 2-5 tanaman tiap sampling, luas lahan sama dengan jumlah tanaman dikali jarak tanam. Dalam pengamatan, tidak menggunakan tanaman tepi atau tanaman yang berada ditepi. Sedang untuk tanaman tahunan cukup sulit dilakukan pengamatan karena umur panjang, bobot berat yang sangat besar. Oleh karena itu langka yang diambil dengan pengamatan langsung distruktif jumlah sampel sedikit, dapat menggunakan tanaman yang akan dibongkar. Pengamatan tidak langsung dengan mencari hubungan antar bagian, luas daun dengan tebal pelepah daun.

Analisis tumbuh- Fisiologi tumbuhan

Page 5

Untuk menghitung analisis tumbuh maC VBka digunakan beberapa alat, baik itu alat yang sederhana maupun alat yang canggih. a) Untuk mengetahui luas daun, maka alat yang digunakan untuk mengukur adalah timbangan (gravimetri), area meter, canopy analyzer. Beberapa Cara Pengukuran Luas Daun : Penggunaan alat fotoelektrik, Dengan cara Gravimetri, yaitu semua daun dirompes, digambar, gambar dipotong, ditimbang Luas daun = luas standar / bobot standar x bobot gambar

Dengan Plong dimana semua daun dirompes, ditimbang bobot segar, diambil sebagian daun diplong. Luas daun = luas plong / bobot plong x bobot daun

Penggunaan analisis regresi linier, yaitu: luas daun = a + b (p x l)

Penggunaan rumus daun, yaitu: luas daun = p x l x c

Penggunaan metode proyeksi daun dengan rumus, yaitu : luas daun = A/B

dimana : a = b = landaian, p = panjang daun, l = lebar daun, c = konstanta, A = berat proyeksi daun, B = berat kertas standar, Z = luas kertas standar.

Analisis tumbuh- Fisiologi tumbuhan

Page 6

b) Alat yang digunakan untung menghitung bobot kering adalah oven dan timbangan. Adapun untuk pengukuran Bobot Kering Tanaman berasal dari bahan basa tanaman yang telah dikeringkan. Bahan basah dibagi menurut jenis organ : daun, batang, akar (bila mungkin), buah, biji, kulit biji dll, bila terlalu banyak disubsampel. Untuk memperoleh bobot kering maka bahan basah di jemur sampai kering matahari atau dioven pada suhu 65-85o C sampai berat tetap, setelah 48 jam. Setelah diperoleh bahan kering selanjutnya ditimbang dengan timbangan ketelitian 2 angka dibelakang koma dalam gram. c) Untuk menghitung distribusi cahaya digunakan tube solarimeter, dibaca energi matahari di bawah tajuk dibanding di tempat terbuka dan dinyatakan dalam %, satu tube mempunyai 10 sensor, dibaca 5 kali random. Dan dapat pula dengan light meter, yang diukur terang cahaya di bawah tajuk dibanding tempat terbuka dinyatakan dalam %, 1 sensor. Dibaca 1 kali di tempat terbuka, 5-10 di bawah tajuk. Saat menerobos tajuk, macam cahaya yang banyak diteruskan, inframerah dan dengan terang yang sama, serta energi lebih kecil. d) Untuk pengamatan fotosintesis, maka digunakan Photosynthetic analyzer e) Untuk mengetahui bukaan stomata dan proses transpirasi digunakan alat yaitu mikroskop, kobal klorid, porometer. f) Untuk pengamatan Klorofil digunakan bagan warna daun, spectrophotometer, chlorophyll meter.

Analisis tumbuh- Fisiologi tumbuhan

Page 7

C. Hubungan Antar Variabel Pengamatan Variabel pengamatan dalam analisis tumbuh saling tekait antara satu sama lain. ILD pada saat LTP atau LTR mulai menurun disebut ILD Kritis, dalam keadaan ini ILD yang menyebabkan tanaman menyerap cahaya 95%. Sedang untuk ILD optimum, ILD yang menyebabkan LPT maksimum. Sehingga akan terdapat suatu saat dimana LTP tidak tanggap lagi terhadap peningkatan ILD. LAB paling tinggi nilainya pada saat tumbuhan masih kecil dan sebagian besar daunnya terkena cahaya matahari langsung. LAB kemungkinan akan menurun pada saat pertambahan luas daun, sehingga tidak mampu melakukan fotosintesis secara optimal. Peningkatan luas daun selanjutnya mengakibatkan peningkatan ILD, daundaun akan saling menutupi satu dengan yang lain dari akibat nilai LAN menurun. Penurunan nilai LAN sedemikian rupa akan mengakibatkan laju pertumbuhan menurun. Singkat hubungan antara variabel :

HASIL

BKT X IP LPT X Umur PC ILD X LAB BDK

Analisis tumbuh- Fisiologi tumbuhan

Page 8

D. Contoh Analisis Tumbuh Indeks Panen pertumbuhan vegetatif dan generatif bersama IP dihitung selama 1 tahun atau lebih pada tanaman kelapa sawit. Pada bibit sawit ,RGR dan NAR dibawah naungan 50% > terbuka, tidak menurun pada 60-80% naungan. ILD < 3 (rendah) sebagian besar daun terkena cahaya, naungan suhu< , FS > terbuka. Tanaman dewasa ILD 5-6 (tinggi), naungan menurunkan hasil . FS > 20 mg CO2/dm2/jam, dengan cahaya jenuh 25% dan suhu optimal 33 0C, CGR 40 ton/ha/tahun, dan ILD op 10-12.

LPT (t/ha/th) dan Hasil (t/ha)

50 40 30 20 10 0 0 5 10 15
Indeks Luas Daun

CGR Hasil

Hubungan ILD dengan LPT dan Hasil Kelapa Sawit

Kelapa sawit termasuk hasil ekonomis tanaman yang mengandung energi tinggi dengan IP bobot kering < IP energi. Tanaman sawit menghasilkan produk minyak dengan IP Bobot Kering 0,34 dan IP energi 0,52. Hasil yang diperoleh dari sawit 8,6 ton/ha/tahun dengan potensi 12 ton/ha/tahun.

Analisis tumbuh- Fisiologi tumbuhan

Page 9

BAB III PENUTUP Analisis pertumbuhan merupakan salah satu pendekatan terhadap analisis faktor-faktor yang mempengaruhi hasil panen dan analisis

perkembangan tanaman sebagai penimbunan bersih hasil fotosintesis secara terintegrasi dengan waktu. Dalam analisis tumbuh kemampuan tanaman

sebagai penghasil fotosintesis yang dinyatakan dengan berat kering sangat penting diketahui untuk menganalisis perolehan hasil panen tanaman yang lebih tinggi. Selain itu untuk mendapatkan cara, baik melalui pendekatan tanaman maupun lingkungan yang dapat ditempuh untuk mengatasi faktor pembatas hasil dalam pertumbuhan tanaman. Adapun variabel analisis tumbuh meliputi bobot daun khas (BDK), laju asimilasi bersih (LAB), nisbah luas daun (NLD), Indeks luas daun (ILD), laju pertumbuhan tanaman (LPT), laju pertumbuhan nisbi (LPN), indeks panen (IP), laju tumbuh relatif (LTR). Dari variabel-variabel tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain.

Analisis tumbuh- Fisiologi tumbuhan

Page 10

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Analisis Pertumbuhan. Diakses dari halaman website http://www.faperta.ugm.ac.id/buper/download/kuliah/fistan/2_analisis_per tumbuhan pada tanggal 29 Desember 2012. Anonim. 2012. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Diakses dari halaman website http://sumberajaran.blogspot.com/2012/06/analisis-tumbuhtanaman.html pada tanggal 29 desember 2012. Dwijoseputro, D. 1988. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. PT. Gramedi: Jakarta. Nasaruddin. 2010. Dasar - Dasar Fisiologi Tumbuhan. CV. Berkah Utami: Sulawesi Selatan.

Analisis tumbuh- Fisiologi tumbuhan

Page 11