P. 1
HEREDITAS [Autosaved]

HEREDITAS [Autosaved]

|Views: 132|Likes:
Dipublikasikan oleh Yulistia Hadi
biologi major
biologi major

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Yulistia Hadi on Mar 04, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/16/2013

pdf

text

original

Sections

  • Sutton
  • jawabannya
  • GEN KOMPLEMENTER
  • GOLONGAN DARAH MANUSIA
  • GEN GANDA
  • Contoh soal
  • PINDAH SILANG
  • GOLONGAN DARAH SISTEM MN
  • Determinasi seks
  • Pola-pola Pewarisan sifat pada manusia
  • Peta Silsilah (Pedigree)
  • Cacat dan penyakit menurun yang terpaut kromosom seks
  • DETERMINASI SEKS
  • PENENTU JENIS KELAMIN
  • RUMUS
  • GEN LETHAL
  • CONTOH LETHAL RESESIF
  • LETHAL DOMINAN
  • LETHAL PADA MANUSIA
  • TERPAUT KROMOSOM SEKS

HUKUM MENDEL I = HUKUM SEGREGASI PEaRKaAWINAN MONOHIBRIDA DENGAN SATU SIFAT AYAM HITAM DISILANGKAN DENGAN AYAM BEDA

PUTIH, TENTUKAN Fenotip F1, F2. RASIO GENOTIF,dan

P

=

HH >< hh H h Hh = 100% HITAM

G = F1 = F2 = G =

F1 >< F1 Hh >< Hh H-h H-h

F2 = HH, Hh, Hh, hh
Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru HITAM=75%, PUTIH=25% = 3 : 1

Ahli yang pertama melakukan percobaan tentang pewarisan sifat adalah:
 Mendel

Objek : kacang arcis (Pisum sativum) Alasan: 1.Memiliki pasangan2 sifat kontras 2.Melakukan penyerbukan sendiri (autogami) 3.Mudah disilangkan 4.Keturunan banyak 5.Daur hidup pendek 6.Cepat menghasilkan.

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru

HUKUM MENDEL II :
HUKUMPENGELOMPOKKAN/BERPASANGAN SECARA BEBAS
DIHIBRIDA PERKAWINAN DENGAN DUA SIFAT BEDA

CONTOH : AYAM HITAM, KAKI pendek,
DISILANGKAN DENGAN AYAM PUTIH KAKI Panjang ,TENTUKAN F1, DAN RASIO GENOTIP dan fenotip F2
P = G = HHPP >< hhpp HP hp HhPp → HITAM KAKI Pendek F2 = HhPp >< HhPp

F1 =

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru

1 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . 3 PUTIH KAKI PANJANG. 3 HITAM KAKI PANJANG.G= HP Hp HP HHPP Hp hP hp hP hp HITAM KAKI PENDEK 9 PUTIH KAKI PENDEK.

CONTOH : AYAM HITAM KAKI PENDEK DAN JANGGER BENTUK ROS DIKAWINKAN DENGAN AYAM PUTIH KAKI PANJANG DAN JANGGER TIDAK BENTUK ROS. TENTUKAN F1 DAN F2 P = G= F1 = HHPPRR >< hhpprr HPR hpr HhPpRr → HITAM PENDEK BENTUK ROS Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Ayam putih kaki panjang jangger tidak ros = 7.F2 = HPR HHPPRR HPr HpR Hpr hPR hPr hpR hpr HPR HPr HpR Hpr hPR hPr hpR hpr Hasil : 1. Ayam hitam kaki pendek jangger tidak ros = 5. Ayam putih kaki panjang jangger ros = 6. Ayam hitam kaki panjang jangger tidak ros = 4. Ayam putih kaki pendek jangger ros = Almansyahnis SPd SMAN 8. Ayam putih kaki pendek jagger tidak ros = 8 Pekanbaru 27:9:9:9:3:3:3:1 . Ayam hitam kaki panjang jangger ros = 3. Ayam hitam kaki pendek jangger ros = 2.

jumlah kromosom yang terkandung dalam sel telur dan sperma adalah sama ( Haploid ) . Dalam peristiwa meiosis . Walaupun mengalami mitosis dan meiosis . Pola-pola hereditas adalah Pewarisan sifat induk kepad a keturunan nya melalui gametdegan mengikuti aturan tertentu. Organisme hasil pembuahan bersifat diploid ( dua perangkat ) c.masing setengah dari jumlah kromosom sel tubuh induknya b. masing. bentuk dan identitas setiap kromosom adalah tetap dan gen sebagai kesatuan faktor menurun adalah mantap Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . Pendapat sutton tentang pola –pola hereditas adalah a. kedua perangkatkromosom memisah dan mengelompok secara bebasdengan lain yang bukan homolognya d.Sutton sarjana Amerika.pola hereditas. Adalah Orang pertama kali mendalami masalah Pola.

Mengawinkan hasil F1 dengan salah satu induk. h H F1 = HH. hh HITAM : PUTIH = 50 : 50 = 1 : 1 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru Contoh : (2) . baik homozigot dominan maupun homozigot resesief Contoh : (1) P = Hh >< HH G = H. Hh HASIL : HITAM HITAM = 100% HITAM P = Hh >< hh G = H-h h F1 = Hh.

MENGAWINKAN HASIL F1 DENGAN INDUK YANG HOMOZIGOT RESESIEF CONTOH : (1) P = Hh >< hh G = H-h h F1 =Hh dan hh HITAM PUTIH =1 : 1 CONTOH : (2) P = HH >< hh G=H h F1 = Hh HITAM Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

5% C. 50% Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . biji keriput (b). batang tinggi (R) dan batang pendek (r). (2009) A.Contoh soal  Tanaman ercis memiliki sifat biji bulat (B). 12. Jika tanaman ercis biji bulat batang tinggi heterozigot disilangkan dengan ercis biji bulat (heterozygot) batang pendek. keturunan yang bersifat biji bulat batang pendek adalah sebanyak ..25% B. 42...5% D.5% E. 6.. 37.

Contoh soal Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Contoh soal Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

 2. Pada penyilangan bunga Linaria marocana bunga

merah (AAbb) dengan bunga putih (aaBB) menghasilkan bunga ungu (AaBb). Apabila F1 disilangkan dengan bunga merah (Aabb), berapakah ratio fenotip F2-nya antara ungu:putih:merah? (2008) A. 3:2:3 B. 6:2:8 C. 9:3:4 D. 9:4:3 E. 12:3:1

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru

jawabannya
A. 3:2:3

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru

PENYIMPANGAN SEMU HUKUM MENDEL

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru

CONTOH : GANDUM BERKULIT HITAM DISILANGKAN DENGAN GANDUM BERKULIT KUNING EPISTASIS/HIPOSTASIS EPISTASIS DOMINAN P = HHkk >< hhKK G = Hk hK F1= HhKk → HITAM F2= HhKk >< HhKk HK HK Hk hK HHKK Hk hK hk HASIL : HITAM = KUNING = PUTIH = hk 12 3 1 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Penyilangan antara tikus hitam homozigot dan tikus albino. warna bulu tikus albino. sedangkan C dan rr menyebabkan warna krem. Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . tentukanlah F1 dan F2. bila ada gen cc.Gen Resesief Yang Menutupi Gen Lain Yang Bukan Alelnya Tikus bulu hitam disebabkan oleh adanya gen R dan C bersama.

P = RRCC >< rrcc G = RC F1 = F2 = rc RrCc→ hitam RrCc >< RrCc RC RC Rc rC rc HASIL : HITAM : KREM : ALBINO : 9 3 4 Rc rC rc Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

keterangan : populasi ayam warna putih disebabkan oleh gen dominan I meskipun keturunan ini mengandung gen-gen untuk warna. white silkie mempunyai warna putih disebabkan oleh adanya gen resesief c yang menyebabkan tidak adanya kromogen untuk warna CONTOH SOAL DISILANGKAN AYAM LEGHORN WARNA PUTIH HOMOZIGOT DENGAN SILKIE PUTIH HOMOZIGOT. TENTUKAN KETURUNAN F1DAN F2 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

I menghalangi timbul pigmen C berwarna.P = IICC >< iicc G = IC ic F1 = IiCc→ LEGHORN PUTIH Ic Ic iC ic iC ic IC IC Not . cc tidak ada zat warna HASIL : Putih : 13 Krem : 3 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Pada manusia pendengaran normal disebabkan oleh adanya dua gen dominan D dan E bersama. Tentukanlah F1 dan F2 P = DDEE >< ddee G = DE de F1 = DdEe → NORMAL Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . Sedangkan kombinasi lain Contoh : perkawinan dua orang tua normal menyebabkan tuli Note : ibu dan bapak.

DE DE DDEE De dE de De dE de Hasil : Normal : Tuli : 9 7 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

DICONTOHKAN PADA PIAL/JENGGER AYAM DENGAN KETENTUAN SEBAGAI BERIKUT : RRpp = PIAL ROS/GERIGI rrPP = PIAL BIJI/PEA RRPP = PIAL WALNUT/SUMPLE rrpp = PIAL BILAH CONTOH : Disilangkan Ayam Ros Homozigot Dengan Ayam Pial Bilah. Tentukan F1 dan F2 P = RRpp >< rrpp G = Rp rp F1 = Rrpp →Ros F2= Rrpp >< Rrpp Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Rp Rp rp Hasil : Ros = Bilah = RRpp Rrpp rp Rrpp rrpp 3 1 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Contoh 2: P = rrPP >< rrpp G = rP F1 = rrPp rp → Pea F2 = rrPp >< rrPp rP rp rP rp Biji = Bilah = rrPP Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Contoh 3: P = RRpp >< rrPP G = Rp rP F1 = RrPp → walnut RP RRPP F2 = RrPp >< RrPp Rp rP rp RP Rp rP rp Hasil : Walnut Ros Biji Bilah = = = = Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru 9 3 3 1 .

berat tubuh. tentukan F1 dan F2 P = M1 M1 M2 M2 >< m1m1 m2m2 G = M1M2 m1m2 F1 = M1m1M2m2 → merah F2 = M1m1M2m2 >< M1m1M2m2 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .Polimeri Perkawinan dengan banyak sifat beda yang satu sama lain saling memperkuat Misalnya : warna bunga. tinggi badan. dsb Contoh : bunga merah disilangkan bunga putih.

M1M2 M1M2 M1m2 m1M2 m1m1 M1M1M2M2 M1m2 m1M2 m1m1 HASIL (1). Berdasarkan Merah Saja 4 M = merah merah= 15 3 M = merah putih = 1 2 M = merah 1 M = merah 0 M = putih HASIL (2). Berdasarkan Tingkat Kemerahan 4 M = merah tua 3 M = merah darah 2 M = merah jambu 1 M = merah muda sekali 0 M = putih Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Correns menyilanggkan tanaman Linnaria maroccana berbunga merah galur murni dengan yang berbunga putih. diperoleh F1 semuanya berwarna ungu Catatan : A= ada bahan dasar zat antosian a= Tidak ada bahan dasar zat antosian B= reaksi plasma sel bersifat basa b= reaksi plasma sel bersifat asam Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .Adalah gen dominan yang seolah-olah tersembunyi apabila berdiri-sendiri dan pengaruhnya baru tampak apabila berada bersama-sama dengan gen dominan lainnya.

P Gamet Merah AAbb Ab X Putih aaBB aB F1 F2 Ungu AaBb Ungu AaBb Ungu AaBb X Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

AB AB Ab aB ab Ab aB ab Hasilnya : Ungu : 9 Merah : 3 Putih : 4 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

AB AB Ab aB ab AABB (U) AABb (U) AaBB (U) AaBb (U) Ab AABb (U) Aabb (M) AaBb (U) Aabb (M) aB AaBB (U) AaBb (U) aaBB (P) aaBb (P) ab AaBb (U) Aabb (M) aaBb (P) Aabb (P) Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Ungu : Merah : Putih = 12 : 3 : 1 B. F2 terjadi kombinasi fenotip dengan perbandingan: (2007) A. Ungu : Merah : Putih = 9 : 3 : 4 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . Ungu : Putih = 9 : 7 E. . F1 AaBb (Ungu). Merah : Putih = 9 : 7 D. Penyilangan bunga Linaria marocana AAbb (merah) dengan aaBB (putih). Ungu : Merah : Putih = 1 : 1 : 1 C.

 . Ungu : Putih = 3 : 1 D. Ungu : Merah : Putih = 2: 1 : 1 C. kombinasi fenotip dan perbandingan dari Penyilangan bunga Linaria marocana Aabb (merah) dengan AaBB (ungu) adalah: A. Ungu : Merah : Putih = 1 : 1 : 2 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . Ungu : merah = 3 : 1 E. Ungu : Merah : Putih = 1 : 2 : 1 B.

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Apabila salah satu tidak hadir maka pemunculan suatu karakter akan terhalang atau tidak sempurna Contoh: Ada 2 gen berinteraksi dalam menumbuhkan pigmen Gen C : menyebabkan timbulnya bahan mentah pigmen Gen c : tidak menumbuhkan pigmen Gen P : menumbuhkan enzim pengaktif pigmen Gen p: tak mampu menumbuhkan enzim pengaktifpigmen Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .GEN KOMPLEMENTER  Gen komplementer ialah gen-gen yang berinteraksi dan saling melengkapi.

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

 Hasil : Ungu : 9  Putih : 7 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Ungu : merah = 3 : 1 E. Ungu : Putih = 3 : 1 D. Ungu : Merah : Putih = 1 : 2 : 1 B. . kombinasi fenotip dan perbandingan dari Penyilangan bunga Linaria marocana Aabb (merah) dengan AaBB (ungu) adalah: A. Ungu : Merah : Putih = 2: 1 : 1 C. Ungu : Merah : Putih = 1 : 1 : 2 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

• C ----------.Albino. Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . • Golongan darah pada manusia Genotip warna bulu pada kelinci.ALEL GANDA • Contoh • Warna bulu pada kelinci. • ch----------Himalaya ( putih perak) • c atau ca----------.kelabu normal • cch--------Chinchilla.

 Kelabu. Cch.cchc  Himalayan. chc. cchch.Ccch. chch. Cc  Chinch illa.  Albino. Urutan dominasi. cc atau caca Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . cchcch. CC.

 Soal . Tentukan % anak albino  Kelinci kelabu genotip Cch.Tentukan variasi keturunannya. dikawinkan Kelinci himalayan chc. dikawinkan kelinci albino.  Kelinci bulu himalayan heterozigot . Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru ..

 Kelinci bulu himalayan heterozigot . Soal soal. dikawinkan Kelinci himalayan Chc. dikawinkan kelinci albino. Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .Tentukan variasi keturunannya. Tentukan % anak albino  Kelinci kelabu genotip CCh..

9/16  Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . a..6/16 e.. Kita menginginkan sifat enak dan tahan hama pada sejenis padi. pada F2 yang dapat menjadi bibit sebanyak .4/16 d.1/16 b. Kita temukan bibit padi dengan sifat enak tidak tahan hama (EEhh) dan padi yang tidak enak dan tahan hama (eeHH)..3/16 c. Keduanya galur murni dan ada sifat dominan.

AB.IBio  Gol.O dengan genotip ioio. A dengan genotip.GOLONGAN DARAH MANUSIA  PADA MANUSIA ADA 4 GOLONGAN DARAH.B dengan genotip.IAIA. Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .IAio  Gol. dengan genotip IAIB  Gol. IBIB .  Gol.

 Jika nomor 1 golongan darah A (IAIO) maka nomor 2

mempunyai genotip ... (2007)

A. IOIO B. IBIO C. IAIO D. IAIA E. IBIB

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru

A B
.

A A

B
O

AB

O

AB
O

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru

GEN GANDA
 Gen ganda ,disebut juga poligen atau gen komulatif

adalah gen yang terletak pada lokus yang berlainan , yang mengawasi ekspresi suatu sifat tertentu yang sama. Contoh: -gen yang mengawasi pigmentasi kulit manusia -Tinggi badan manusia - Berat buah tomat

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru

 Berat buah labu ditentukan oleh beberapa gen yang

dikenal dengan istilah poligeni. Labu dengan genotip AABbcc memiliki berat buah 27 gr sedangkan labu dengan genotip AaBBCc memiliki berat buah 30 gr. Berdasarkan keterangan tersebut tentukanlah jumlah fenotip dari hasil persilangan kedua labu tersebut!  A. 6 fenotip D. 9 fenotip  B. 4 fenotip E. 7 fenotip  C. 5 fenotip

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru

.  A. 36gram  C..... Labu dengan genotip AABbcc memiliki berat buah 27 gr sedangkan labu dengan genotip AaBBCc memiliki berat buah 30 gr. 33 gram  B. 30 gram Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .. 18 gram D. Berdasarkan keterangan tersebut berat labu dengan genotip AABBCC adalah . 24 gram E. Berat buah labu ditentukan oleh beberapa gen yang dikenal dengan istilah poligeni.

Berdasarkan keterangan tersebut berat labu dengan genotip aabbcc adalah .. 24 gram E... Berat buah labu ditentukan oleh beberapa gen yang dikenal dengan istilah poligeni.  A.. 30 gram Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . Labu dengan genotip AABbcc memiliki berat buah 27 gr sedangkan labu dengan genotip AaBBCc memiliki berat buah 30 gr... 36gram  C. 18 gram D. 33 gram  B.

AAbb.aaBB Coklat sedang (Sawo matang) Aabb. Menurut Daveport : AABB kulit Hitam (Hitam Arang atau Negro ) AaBB Coklat Tua ( Mulat ) AABb AaBb.aaBb coklat muda ( Hampir putih atau kuning langsat) aabb putih Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Tumbuhan dengan genotip AABBCC menghasilkan yang terbesar . berapa gram berat yang ditambahkan oleh setiap gen dominan?  B. Genotip aabbcc menghasilkan buah yang terkecil dengan berat 40 gram.  A.Contoh soal  Contoh soal : Pada Tumbuhan tomat ada 3 gen ganda yang mengawasi berat buah. bila diadakan penyilangan antara kedua jenis tomat tersebut. berapa gramkah berat F1 dan bagaimana rasio fenotip F2 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .dengan berat rata-rata 70 gram.

Bila memisah selalu bersama.Menunjukkan adanya dua gen atau lebih terdapat pada kromosom yang sama. P = MMBB >< mmbb G = MB mb F1 = MmBb F2 = MmBb >< MmBb → M = merah.AaBbCc = A terpaut dengan B sedangkan C tidak. berapa gamet? Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . b = keriput MB MB MMBB mb mb Merah bulat = Putih keriput = 3 1 Soal :1AaBbCc = A terpaut dengan B dan C. berapa macam gamet? 2. m = putih B = Bulat.

.. Seorang lelaki dengan genotip AaBbCCDd (A dengan D terpaut).. maka jumlah macam gamet yang dapat dibentuknya adalah.. Apabila ia menghasilkan sperma.  A. 8 E. tidak dapat ditentukan  B.. 4 D. 2  C. 16 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

.. 8 E. 16 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .. maka jumlah gamet yang dapat dibentuknya adalah... Apabila ia menghasilkan sperma.  A. 2  C. Seorang lelaki dengan genotip AaBbCcDd (A dengan D terpaut). 4 D. tidak dapat ditentukan  B.

Pindah Silang/Crosing Over Pindah Silang Terjadi Bila Ada Pertukaran Bagian Kromatid dari Pasangan Kromosom Homolog pada Meosis. Ini Biasanya Terjadi pada Fase Tetrat. Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . dimana Kromatid yang Berdekatan Saling Melilit Satu Sama Lain.

PINDAH SILANG A B a b SEL INDUK KELAMIN Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

A a FASE TETRAD B b A B Aa a PINDAH SILANG b b B Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

A B A a a PINDAH SILANG b bB PEMBELAHAN MEIOSIS I A B A b Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru a B a b .

A B A b PEMBELAHAN MEIOSIS II a B a b A A b a B a B b Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru GAMET .GAMET .

A B a b A a b B A A A B A a a B b a a b b B b B Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

a B A B A b Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru a b .

 Disilangkan Drosophila melanogaster jantan berbadan abu-abu (A) bersayap panjang (P) yang bergenotip heterozigot. sayap panjang : 62  4. sayap pendek : 58 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . badan hitam. badan abu-abu. gen A dan P terletak pada kromosom yang sama. sayap panjang : 441  2. sayap pendek : 439  3. Setelah penyilangan didapatkan data sebagai berikut :  1. badan hitam. badan abu-abu. dengan betina berbadan hitam (a) sayap pendek (p).

 Ketentuan: Nilai pindah silang adalah angka yang menunjukkan persentase kombinasi baru yang dihasilkan akibat terjadinya pindah silang. Nilai pindah silang juga sama dengan nilai rekombinasi gen berpautan. Nilai pindah silang (satuan dalam %) sama dengan jarak gen. Pindah silang terjadi jika 50% <> Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

 Buatlah diagram penyilangannya.
 Berapakah kombinasi parentalnya dan berapa pula  rekombinasi ?  Adakah pindah silang ?

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru

 Belalang jantan berbadan hijau sayap panjang

(HhPp)dikawinkan dengan betina berbadan coklat sayap pendek (hhpp). Pada gen H dan P maupun gen h dan p terjadi pautan. Dari hasil perkawinan tersebut diperoleh fenotif keturunan sebagai berikut: hijau sayap panjang : hijau sayap pendek : coklat sayap panjang : coklat sayap pendek dengan hasil 530 : 450 : 782 : 310. Berdasarkan kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa selama pembentukan gamet terjadi pindah silang dengan nilai pindah silang sebesar ...  A. 0,59% D. 70,00%  B. 5,94% E. 0,70%  C. 59,46%
Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru

 Pada lalat buah diketahui bahwa sayap panjang (V)

dominan terhadap sayap pendek (v) dan mata merah (M) dominan terhadap mata coklat (m). Seekor lalat yang heterozigot terhadap kedua sifat disilangkan dengan lalat yang homozigot resesif untuk kedua sifat. Hasil persilangannya adalah sebagai berikut:  180 ekor sayap panjang mata coklat;  35 ekor sayap panjang mata merah;  33 ekor sayap pendek mata coklat;  182 ekor sayap pendek mata merah.

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru

 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru ..  E. Gen yang mengatur warna mata terpaut kromosom  seks sedangkan gen yang mengatur panjang  sayap terletak pada autosom  D. Gen yang mengatur panjang sayap dan dan warna  mata terletak pada kromosom yang sama  B. Kedua gen bersifat kodominan. Kedua gen terpaut dan pada saat pembentukan  gamet terjadi peristiwa pindah silang. Gen yang mengatur panjang sayap dan warna mata  terletak pada kromosom yang terpisah  C..  A.. Berdasarkan informasi diatas maka pernyataan berikut yang benar adalah.

 Pada peristiwa pindah silang ini frekuensi kombinasi parental (KP) lebih dari 50% dan frekuensi rekombinan (RK)kurang dari 50%. Kombinasi baru atau rekombinan yang terbentuk pada peristiwa pindah silang frekuensinya selalu lebih kecil daripada kombinasi parental (RK<KP). Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Hasil persilangannya adalah sebagai berikut:  35 ekor sayap panjang mata coklat.  Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .  33 ekor pendek mata merah. Seekor lalat yang heterozigot terhadap kedua sifat disilangkan dengan lalat yang homozigot resesif untuk kedua sifat.  182 ekor sayap pendek mata coklat.  180 ekor sayap panjang ekor sayap panjang mata  merah. Pada lalat buah diketahui bahwa sayap panjang (V) dominan terhadap sayap pendek (v) dan mata merah (M) dominan terhadap mata coklat (m).

 E. Gen yang mengatur panjang sayap dan warna mata  terletak pada kromosom yang terpisah  C.  A. Berdasarkan informasi diatas maka pernyataan berikut yang benar adalah. Kedua gen bersifat kodominan.  Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru ... Gen yang mengatur panjang sayap dan dan warna  mata terletak pada kromosom yang sama  B. Kedua gen terpaut dan pada saat pembentukan  gamet terjadi peristiwa pindah silang.. Gen yang mengatur warna mata terpaut kromosom  seks sedangkan gen yang mengatur panjang  sayap terletak pada autosom  D.

sayap pendek 944 Maka nilai pindah silangnya adalah … (2004) A. 42 % D. sayap panjang dominan terhadap warna tubuh hitam. sayap pendek. 41 % C. Dalam suatu eksperimen. 83 % Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . sayap pendek 185 • Tubuh hitam. tubuh warna kelabu. sayap panjang 965 • Tubuh kelabu. Pada Drosophila melanogester normal. . 58 % E. 17 % B. diperoleh keturunan sebagai berikut : • Tubuh kelabu. sayap panjang 206 • Tubuh hitam.

Dalam suatu eksperimen. sayap pendek 185 Maka nilai pindah silangnya adalah … (2004) A. tubuh warna kelabu. sayap pendek. 83 % Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . sayap panjang 206 • Tubuh kelabu. 58 % E. . 42 % D. 41 % C. Pada Drosophila melanogester normal. sayap pendek 965 • Tubuh hitam. 17 % B. diperoleh keturunan sebagai berikut : • Tubuh kelabu. sayap panjang 944 • Tubuh hitam. sayap panjang dominan terhadap warna tubuh hitam.

Secara berurutan.  200 dan 600  200 dan 1.200  200 dan 1.. Seorang peneliti menyilangkan galur murni kacang kapri berbiji bulat warna kuning (BBKK) dan biji keriput warna hijau (bbkk). Persilangan dilakukan sampai mendapat keturunan F2 yang menghasilkan biji sejumlah 3.200 buah.800 dan 200 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .800  600 dan 200  1. jumlah biji bulat warna kuning dan biji keriput warna hijau adalah ….

masing-masing membawa sifat Albino. Sepasang suami istri normal. kemungkinanya bahwa anaknya tidak Albino adalah…. Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . Bila Suami istri tersebut merencanakan Mempunyai 1 orang anak.

masing-masing membawa sifat Albino. kemungkinanya bahwa semua anaknya tidak Albino adalah…. Sepasang suami istri normal. Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . Bila Suami istri tersebut merencanakan mempunyai 2 orang anak.

kemungkinanya bahwa semua anaknya tidak Albino adalah…. masing -masing membawa sifat Albino. Bila Suami istri tersebut merencanakan Mempunyai 4 orang anak. Sepasang suami istri normal. Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

 Seorang peneliti menyilangkan galur murni kacang kapri berbiji bulat warna kuning (BBKK) dan biji keriput warna hijau (bbkk).800 dan 200 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .200  C.600 dan 200  E. Persilangan dilakukan sampai mendapat keturunan F2 yang menghasilkan biji sejumlah 3. Secara berurutan.800  D.200 dan 1.200 buah. jumlah biji bulat warna hijau dan biji keriput warna hijau adalah ….  A..200 dan 600  B. 200 dan 1.1.

Seekor lalat yang heterozigot  terhadap kedua sifat disilangkan dengan lalat yang homozigot resesif untuk kedua sifat. Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .  182 ekor pendek mata merah.  Hasil persilangannya adalah sebagai berikut:  180 ekor sayap panjang mata coklat.  35 ekor sayap panjang ekor sayap panjang mata merah.  33 ekor sayap pendek mata coklat. Contoh soal  Pada lalat buah diketahui bahwa sayap panjang (V) dominan terhadap sayap pendek (v)  dan mata merah (M) dominan terhadap mata coklat (m).

Gen yang mengatur panjang sayap dan warna mata terletak pada kromosom yang terpisah  C.. Berdasarkan informasi diatas maka pernyataan berikut yang benar adalah.  E. Gen yang mengatur panjang sayap dan dan warna mata terletak pada kromosom yang sama  B. Kedua gen bersifat kodominan.. Gen yang mengatur warna mata terpaut kromosom seks sedangkan gen yang mengatur panjang sayap terletak pada autosom  D. Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .  A.. Kedua gen terpaut dan pada saat pembentukan gamet terjadi peristiwa pindah silang.

Rhrh.GOLONGN DARAH SISTEM RHESUS  RHESUS POSITIP  RHESUS NEGATIP :RhRh. :rhrh  Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

GOLONGAN DARAH SISTEM MN  GOLONGN M genotip: IMIM  GOLONGN MN genotip: IMIN  GOLONGN N genotip: ININ Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

• Sepasang suami isteri mengalami musibah • Pesawat yang ditompanginya jatuh. B. Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . N.Tiba tiba datang • • • • seorang pemuda yang mengaku dia ahli waris kedua orang yang meninggal. Rh-. O. MN. Tuan Tukul. RhBuktikan kebenaran pemuda tersebut. Diperiksa gol. Darah pemuda O< M< Rh-. Nyonya Tukul.

Determinasi seks  Determinasi seks adalah penentuan jenis kelamin. yang diwariskan secara bebas oleh gamet parentalnya kepada keturunannya dalam peristiwa meiosis. XO dan ZW Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . ~ Tokoh yang menyelidiki tentang determinasi seks adalah Henking (1891) dan Mc Clung (1902) ~ Berdasarkan hasil penelitiannya diketahui bahwa setiap organisme memiliki bentuk kromosom seks yang memiliki pola berbeda yaitu sistem XY.

 a. XX merupakan betina. ~ Genosom X berukuran lebih besar dibandingkan genosom Y. hewan dan manusia. XY merupakan jantan Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . Sistem XX .XY ~ Sistem ini ditemukan pada tumbuhan.

Sistem XO . ~ Genotip XO adalah jantan ~ Genotip XX adalah betina Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .XX ~ Sistem ini ditemukan pada serangga (belalang) dan orthoptera lainnya. b.

 c. ~ Genotip ZZ adalah jantan ~ Genotip ZW adalah betina Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .ZW ~ Sistem ini ditemukan pada bangsa unggas. Sistem ZZ . ikan dan kupu-kupu.

~ Ditemukan pada bangsa kelompok semut dan rayap.diploid (Ploidi) ~ Sistem ini penentuan jenis kelamin tidak ditentukan oleh kromosom seks. sehingga haploid Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . melainkan kromosom tubuh (autosom). Sistem Haploid . ~ Betina berkembang dari sel telur yang dibuahi sehingga diploid ~ Jantan berkembang dari sel telur yang tidak dibuahi. d.

Pautan Seks (Sex linkage)  ~ Pautan seks adalah gen yang terletak pada genosom atau kromosom seks. tapi menentukan jenis kelamin. ~ Dalam keadaan normal kromosom seks tidak mengandung gen / sifat ~ gen yang terdapat pada kromosom seks disebut pautan seks ~ pautan seks ditemukan oleh Morgan dengan menggunakan hewan Drosophyla melanogaster (lalat buah) Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . ~ Kromosom seks adalah kromosom yang bukan menentukan sifat.

M : Alel untuk sifat mata merah m : alel untuk sifat mata putih Rasio Genotip F1: XMXM : XMXm : XMY : XmY Rasio Fenotip F1: Betina Mata merah : jantan mata merah : jantan mata putih = 2 : 1 : 1 ~ kesimpulan : gen warna mata merah terpaut pada kromosom X Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

menyebabkan kematian pada individunya. ~ Gen letal menyebabkan kematian pada individu masih embrio atau setelah lahir. Gen letal yang menyebabkan kematian saat individu menjelang dewasa disebut gen sub letal. gen letal dapat dibedakan atas gen letal dominan dan gen letal resesif Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .Gen letal ~ Gen letal adalah gen yang dalam keadaan homozigot. ~ berdasarkan sifat dan pengaruhnya.

umumnya penderita hanya mengalami kelainan ~ Contoh gen letal dominan adalah pada ayam redep. ayam mati. ~ Dalam keadaan homozigot dominan. Ayam redep adalah ayam yang memiliki kaki dan sayap pendek.Gen letal Dominan ~ Gen letal dominan menyebabkan kematian pada keadaan homozigot dominan. Pada keadaan heterozigot. Sedangkan homozigot resesif ayam normal Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . Jika heterozigot. ayam hidup tetapi memiliki kelainan pada kaki dan sayap pendek.

 Rasio fenotip Letal : redep : normal = 1 : 2 : 1 Rasio perbandingan tersebut menyimpang dari rasio perkawinan monohibrid Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Pada keadaan heterozigot individu normal tetapi pembawa (carier) gen letal Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . Gen letal resesif ~ Gen letal resesif menyebabkan kematian jika berada dalam keadaan homozigot resesif.

Htjau tinggi : putih pendek = 1 : 1 D.. Hijau tinggi : putih pendek = 2 : 1 E. (2007) A. gen a (daun tidak berklorofil). Putih tinggi : hijau pendek = 3 : 1 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru ..Gen A (daun berklorofil). Jika genotip aa bersifat letal. Hijau tinggi : hijau pendek = 3 : 1 C. gen B (batang tinggi) dan gen b (batang pendek). maka hasil persilangan AaBb dengan Aabb akan diperoleh perbandingan fenotip . Hijau tinggi : hijau pendek = 1 : 1 B.

Pola-pola Pewarisan sifat pada manusia  Cacat dan Penyakit Menurun yang terpaut kromosom seks Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Peta Silsilah (Pedigree)  Peta silsilah (pedigree) dibuat untuk mengetahui pewarisan penyakit pada suatu keluarga Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Cacat dan penyakit menurun yang terpaut kromosom seks Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Hemofilia  Hemofilia adalah penyakit keturunan yang mengakibatkan darah seseorang sukar membeku ~ penderita hemofilia jika terluka darahnya akan membeku sekitar 50 mnt – 2 jam. hal ini akan mengakibatkan penderita mengalami kehilangan banyak darah dan dapat menimbulkan kematian ~ Penyakit ini dikendalikan oleh gen resesif (h) yang terpaut kromosom X ~ Contoh silsilah penyakit hemofilia adalah pada keluarga kerajaan Eropa. Ratu Victoria dari Inggris menderita hemofilia. Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .a.

 genotip laki-laki hemofilia: XHY = laki-laki normal XhY = laki-laki hemofilia Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

b. Buta warna  Buta warna adalah penyakit keturunan yang menyebabkan seseorang tidak bisa membedakan warna merah dengan biru. atau kuning dengan hijau ~ Disebabkan oleh gen resesif cb (color blind) ~ gen buta warna terpaut pada kromosom X ~ genotip buta warna adalah sebagai berikut: Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

2 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .. 4  B. E.. Orang yang  mempunyai genetik Cc adalah . Peta silsilah di bawah ini mengenai sifat buta warna  yang terpaut kromosom X. 3. 6 C. UAS-06 █ : laki-laki buta warna  ☻: perempuan buta warna  􀀀 : laki-laki normal  O : perempuan normal  A. 5 D. jika C untuk penglihatan  normal dan c untuk buta warna.

Anodontia Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .c.

Anodontia ~ Adalah kelainan yang dibawa oleh kromosom X dan muncul dalam keadaan resesif. c. ~ kelainan ini menyebabkan penderita tidak memiliki gigi (ompong) Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Hypertrichosis  ~ Hypertrichosis merupakan sifat keturunan berupa tumbuhnya rambut di bagian tertentu dari daun telinga.d. wajah dan anggota tubuh lainnya. ~ penyebab adalah gen-gen resesif (h) yang terpaut pada kromosom Y ~ penyakit ini hanya dimiliki oleh laki-laki Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Cacat dan penyakit menurun yang terpaut kromosom autosom Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Albino ~ merupakan kelainan yang disebabkan tubuh seseorang tidak mampu memproduksi pigmen melanin. sehingga rambut dan badanya putih ~ Cacat albino memiliki penglihatan yang peka terhadap cahaya. disebabkan irisnya tidak memiliki pigmen ~ Disebabkan oleh gen resesif a ~ orang normal memiliki genotip Aa atau AA. a. sedangkan orang albino genotipnya aa Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Polidaktili ~ merupakan kelainan berupa kelebihan jumlah jari tangan dan kaki ~ cacat menurun ini diwariskan gen autosom dominan P. sedangkan gen p untuk normal ~ orang normal memiliki genotip pp sedangkan orang polidaktili genotipnya PP atau Pp contoh soal: Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . b.

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

 c. ~ Fenilalanin merupakan asam amino esensial yang didatangkan dari luar tubuh ~ Orang penderita fenilketouria mengalami keterbelakangan mental dan IQ rendah Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . Fenilketouria ~ Merupakan kelainan pada manusia dimana tidak mampu melakukan metabolisme fenilalanin. sehingga kadar fenilalanin tertimbun di darah dan di buang melalui ginjal.

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

d. Brachidaktili Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

sedangkan genotip bb individu dalam keadaan normal Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . ~ kelainan ini disebabkan oleh gen dominan B yang bersifat letal jika dalam keadaan homozigot dominan (BB).d. Brachidaktili  Merupakan kelainan pada ruas-ruas jari yang memendek pada manusia. ~ Dalam keadaan Bb. individu menderita kelainan brachidaktili.

terjadi karena gangguan salah satu rantai globin. ~ Thalasemia menyebabkan kemampuan eritrosit dalam mengangkut oksigen rendah (anemia) ~ Thalasemia dibedakan menjadi thalasemia mayor dan thalasemia minor. Thalasemia mayor ThTh biasanya menyebabkan kematian. sedangkan thalasemia minor tidak terlalu parah Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .e.Thalasemia  Merupakan kelainan genetik (penyakit genetik) yang disebabkan rendahnya kemampuan pembentukkan hemoglobin.

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Dentinogenesis Imperfecta  Merupakan kelainan pada gigi manusia yang menyebabkan tulang gigi (dentin) berwarna seperti air susu ~ Kelainan ini disebabkan oleh gen dominan Dt. sedangkan keadaan normal diatur oleh gen dt Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .f.

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Pada laki-laki ekspresinya botak. sedangkan pada perempuan tidak karena hormon estrogen yang dimiliki perempuan menutup sifat kebotakan tersebut Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .kebotakan  Gen-gen yang menyebabkan kebotakan pada manusia ~ Kelainan ini disebabkan oleh gen dominan B dan gen b yang menyebabkan rambut normal ~ Genotip BB orang yang botak. Bb ekspresinya berbeda pada laki-laki dan perempuan.f.

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Anonychia  Anonychia adalah kelainan pada sebagian jari. ~ Disebabkan oleh gen dominan Ac. sehingga tidak terdapat kuku.g. sedangkan alelnya ac tidak menimbulkan kelainan (normal) Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .i. sehingga afinitasnya terhadap oksigen sangat rendah ~ kelainan ini disebabkan oleh gen dominan S. dan alelnya gen s untuk sifat normal ~ dalam keadaan homozigot dominan SS bersifat lethal. Sicle cell anemia  Penyakit menurun yang disebabkan bentuk eritrosit seperti bulan sabit.

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

SERANGGA. SISTEM XX – XO. MANUSIA DAN DROSOPILLA  H Henking ( 1891)  2. HYMENOPTERA  Lebah jantan ( Haploid) Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . SISTEM XX – XY.BURUNG DAN KUPU KUPU  4. SISTEM 2n .  1.  XX Untuk betina  3.n.DETERMINASI SEKS  METODA YANG ADA. SISTEM ZZ – ZW.

MANUSIA. LAKI LAKI  2.PENENTU JENIS KELAMIN  1. XX=PR. XY. DROSOPILLA BERDASARKAN INDEK KELAMIN= X Jumlah Kromosom X  A Autosom Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

5  Jan tan A 2 Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .Penentu jenis kelamin Drosopilla  2A xx  2A xxy  2A xy X 2  1 Betina A 2 X 2  1 Betina A 2 X 1   0.

 2 AXXX =  3 AXXX =  2 AX =  2 AXYY =  3 AX = Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .RUMUS  0.5 BETINA SUPER.  1.  0.33 JANTAN SUPER.5 JANTAN. 1 BETINA.67 INTERSEK  0.

GEN LETHAL.  Gen yang menyebabkan kematian. baik homozigot dominan atau resesief  BISA MATI . menjelang dewasa. embrio.     Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru kelahiran.dalam keadaan genotip homosigot.(sub letal) .

P. Kelinci Pelger 4.><Aa g. Aa . 5. Mata Bintang pada Drosophilla  Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . perkawinan Sapi Ras –Dekster 3. Ekor pendek pada mencit.CONTOH LETHAL RESESIF         1 ALBINO PADA TANAMAN. A a Aa F1 AA Aa Aa aa 2 Sapi Buldog.

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .Tikus berambut kuning genotip Kk   kk .Ayam redep.LETHAL DOMINAN  1. Bukan kuning. lethal.  2. Kaki pendek sayap pendek. KK .

Afinitas terhadap O2 rendah  Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .  b.LETHAL PADA MANUSIA  Sickle sel anemia.  Thalassamia.  lethal.: Thalassamia Mayor.  c. Bentuk lonjong.  Thalassamia Minor.  hidup.  Ciri ciri a. Butir darah kecil kecil.

moron. Gejala kebodohan.CACAT DAN PENYAKIT MENURUN  1.idiot.  Reaksi lambat. Tidak terpaut seks  a. Albino  b. Gangguan Mental  1. imbisil. debil.  Jarangpunya anak.  ciri ciri.  FKU Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

as.amino sisteinbanyak. C. menggumpal. Cystynuria     ciri ciri: 1. 2.ginjal 3. dibawa gen dominan CC Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .Brachidaktily. dibawa gen dominan. Jari jari pendek. d.   ciri ciri.

Hypertricosis =Pertumbuhan rambut di sekitar telinga  2. Anenamel – Amolar. Hystrik Gravior.=Penebalan kulit dan kaki Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . Weebed Toes=Jari kaki berselaput  3. –Anondontia  TERPAUT KROMOSOM Y  1. Keratoma disipatum.= rambut seperti duri landak  4.

pr normal. pr carier. lk normal. Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . lk buta warna. Genotip: xcxc xcx xcy xy xx pr buta warna.TERPAUT KROMOSOM SEKS a. Buta warna.

xhx pr carier xhy lk. Hemofilia. Normal. xx pr normal Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru . Hemofilia.      xhxh = pr hemofilia. xy lk. B.

2. Hindari Perkawinan antara sesama keluarga yang masih dekat hubungan darahnya. Menghindari perkawinan dengan orang-orang yang sakit jiwa atau yang mengalami gangguan mental 3. Kenali silsilah keluarga pasangan Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .Bagaimana Terhindar Dari Penyakit Menurun ?  Penyakit atau kelainan menurun dapat dihindari dengan cara: 1.

 The end Almansyahnis SPd SMAN 8 Pekanbaru .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->