Anda di halaman 1dari 1

Pertama bertemu kamu, kamu seperti bahan baku. Dan belum menarik hatiku. Kemudian bertemu lagi.

Cintamu setengah jadi dihatiku. Dan terakhir bertemu, kamu jadi milikku. Sungguh dirimu seperti perusahaan manufaktur yang membuat cenat-cenut otakku.\ Sangat rumit kuartikan cinta ini, serumit neraca lajur. Dan sebungung jurnal penyesuaian. Semua alur kuperhitungkan dengan teliti dan serius. Hingga tak terasaku padamu. Agar kamu yang mendapatkan laba dari hatiku dan seluruh yang kumiliki. Berharap kita bisa selalu bersama dan akan terus berimbang seperti aktiva dan pasiva. Tapi setelah kuteliti di laporan laba rugi. Aku sangat kecewa. Kisah ini merugikan diriku. Bahkan aku merasa ini adalah sebuah hiperdefisit. Terlalu dalam kurasakan pahitnya kegagalan cintaku.