0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
352 tayangan4 halaman

Analisis Ketidakefektifan Pola Nafas

1. Pasien mengeluh sesak nafas, batuk berdahak bercampur darah selama 3 bulan akibat bronkitis kronis dan pekerjaan sebagai buruh. 2. Terdapat ketidakefektifan pola nafas dan nutrisi kurang akibat faktor biologis. 3. Tindakan keperawatan selama 24 jam dan 7 hari membuat kondisi pasien membaik.
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
352 tayangan4 halaman

Analisis Ketidakefektifan Pola Nafas

1. Pasien mengeluh sesak nafas, batuk berdahak bercampur darah selama 3 bulan akibat bronkitis kronis dan pekerjaan sebagai buruh. 2. Terdapat ketidakefektifan pola nafas dan nutrisi kurang akibat faktor biologis. 3. Tindakan keperawatan selama 24 jam dan 7 hari membuat kondisi pasien membaik.
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Analisa data Data DS: Batuk berdahak bercamur darah, sesak selama 3 bulan dan batuk hebat karena

adanya dahak DO: RR : 30 x/menit, Ronkhi dn mengi diseluruh nafas paru, tampak batuk dengan kekutan sedang & disertai produksi sputum yang banyak dan ketal, irama nafas tidak teratur, gelisah. Etiologi Bakteri, virus, pekerjaan (buruh), bronkitis kronis. Doplet terinhalasi Masuk saluran pernafasaan bawah (bronkus) Reaksi inflamasi oleh bakteri Terjai bronskospasme Peningkatan produksi sekret Akumulasi sekre di bronkus Obstruksi jalan nafas RR naik, sesak Ketidakefektifan pola nafas Bakteri, virus, pekerjaan (buruh), bronkitis kronis. Doplet terinhalasi Masuk saluran pernafasaan bawah (bronkus) Reaksi inflamasi oleh bakteri Terjai bronskospasme Peningkatan produksi sekret Akumulasi sekret di bronkus Obstruksi jalan nafas RR naik, sesak Hiperventilasi Masalah keperawatan Ketidakefektifan bersihan jalan nafas

DS: Pasien mengeluh sesak nafas, DO: Purse lips breating, barrel chest, RR : 30x/menit, pergerakan dinding dada,

Ketidakefektifan pola nafas

PO2 , PCO2 Kompensasi pemenuhan O2 dengan purse lips breathing Irama nafas tidak teratur Ketidakefektifan pola nafas DS: Porsi sebelum MRS : habis satu porsi, DO: Klien tampak lemah, Saat sakit klien makan habis 1/4 porsi, Tb : 170 cm, BB : 40 BMI : 63 77 kg. Bakteri, virus, pekerjaan (buruh), Ketidakeimbangan bronkitis kronis. nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Doplet terinhalasi Masuk saluran pernafasaan bawah (bronkus) Reaksi inflamasi oleh bakteri Terjai bronskospasme Peningkatan produksi sekret Akumulasi sekret di bronkus Reaksi batuk berlebihan Menghabiskan Sputum distensi 4 kal tertelan abdomen Intake nutrisi pe basa implus Tdk adekuat di lambung ke otak Kompensasi Lambung untuk Me asam Mual, muntah, anoreksia Penurunan BB Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

Intervensi Dx Ketidakefektifan bersihan jalan nafas bd. sekresi dalam bronki. Tujuan + KH Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 X 24 jam jaan nafas klien efektif. KH : 1. RR dalam rentang normal : 16 20 x/menit 2. klien mampu mendemontrasika n batuk efktif 3. tidak ada sesak 4. tidak terdengar suara ronki dan mengi 5. irama nafas teratur 6. tidak gelisah Intervensi kaji status respirasi (RR, frekuensi nafas, irama nafas, kedalaman nafas, penggunaan otot bantu nafas) auskultasi bunyi nafas sebelum dan sesudah intervensi ajakan batuk efektif lakuakan fisioterapi dada posisikan kien untuk memaksimalkan ventilasi, dengn posisi semi voler kolaborasi penggunaan nebulator dengan bronkdilator evaluasi jumlah, warna, konsistensi sputum monitor kegelishan. kaji status respirasi (RR, frekuensi nafas, irama nafas, kedalaman nafas, penggunaan otot bantu nafas) psisikan kien untuk memaksimlakan ventilasi, dengn posisi semi fowler setiap 2 jm sekali lakakakn

1.

2.

3. 4. 5.

6.

7.

8. Ketidakefektifan pola nafas bd. hiperventilasi Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1X 24 pola nafas klien efekif KH : 1. RR dalam rentang normal : 16 -20 X/menit 2. tidak terdapat pulse lips breathing 3. tidak tampak pengguanaan otot bantu nafas 1.

2.

3.

4.

5.

6.

pengukuran spirometri kolaborasi dengan dokter pemberian oksigen monitor status oksigen klien dengan oksimetri ajarkan klien dan keuarga untukpengguanaa n oksigen di ruamah

Ketidakeimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh bd. faktor biologis

Teah dilakuakan tindakan keperawatan selama 7 x 24 jam status ntrisis klien adekut KH: 1. berat badan klien meningkat 1 kg menjadi 41 kg 2. mengalami peningkatan nafsu makan menjadi porsi

1. kaji status nutrisi 2. kaji status alergi terdadap makanan 3. kaji BB secara interval setiap 3 hari. 4. kolaborasi dengan ahli gizi untuk pemenuhan jumlah kalori dan tipe nutrisi yang dibutuhkan, dan pembrian suplemen penambah nafs makan. 5. monitor level energi, malaise,fatique, weakness 6. monitor turgor kulit 7. monitor albumin, total protein, hemoglobin, dan hamatokrit.

Anda mungkin juga menyukai