P. 1
Download Askep Ischialgia

Download Askep Ischialgia

|Views: 247|Likes:
Dipublikasikan oleh Meyrila Anagnya Bulestari

More info:

Published by: Meyrila Anagnya Bulestari on Apr 09, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/19/2015

pdf

text

original

KEPANITERAAN KLINIK STATUS ILMU PENYAKIT SARAF RUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN UDARA DR.

ESNAWAN ANTARIKSA

Presentasi Kasus

Nama : Felicia Ferdinand U. Pati Nim : 11 2010 209 11 2010 210 Dr. Pembimbing/Penguji:

I.

IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis Kelamin Status perkawinan Pendidikan Pekerjaan Alamat No CM Tanggal masuk : Ny. S : 55 tahun : Perempuan : Menikah : SMA : Swasta : Jl. Harvard No.13 RT 12/ 04 Skadron Halim PK : 09-75-59 : 31 Oktober 2011 Jam : 10.00 WIB

PASIEN DATANG KE RS : *Sendiri / bisa jalan / tidak bisa jalan / / tidak tidak / dengan alat bantu

*Dibawa oleh keluarga: ya *Dibawa oleh orang lain ya (coret yang tak perlu & isi )

II.

SUBJEKTIF Anamnesis : Autoanamnesis tanggal 31 Oktober pkl. 14.30 WIB 1. Keluhan Utama : Nyeri pada pinggang yang menjalar ke kaki kiri sejak 2 hari SMRS
1

Riwayat sosial. Riwayat Penyakit Dahulu Hipertensi (+) 4. Riwayat Penyakit Sekarang Sejak 2 hari SMRS . 1 hari SMRS os mengeluhkan nyeri semakin bertambah hebat sehingga menyebabkan kaki kiri os sulit digerakan dan sama sekali tidak dapat digunakan untuk berjalan. ekonomi dan pribadi Os adalah seorang ibu rumah tangga dengan tingkat social ekonomi yang cukup. Asma (-) 3. Karena merasa cemas os meminta keluarganya untuk mengantarkan os ke RSPAU agar segera mendapatkan perawatan. anemis -/. Menurut os sebelumnya sempat terjatuh dalam posisi duduk saat bermain bersama cucunya pada sore hari . Diabetes (-). Gallop (-) : suara nafas regular. os mengabaikan nyeri pada pinggangnya .Namun saat malam hari nyeri dirasakan semakin bertambah hebat pada pinggangnya dan menjalar hingga ke digerakkan. karena nyerinya tidak terlalu hebat. os merasakan nyeri pada pinggang belakang. murmur (-). ikterik -/-. nyeri tekan (-) : tidak dilakukan 2 GCS : E4V5M6 .Keluhan tambahan : 2. Status Generalis tanggal 31 oktober 2011 Kesadaran Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu Kepala Leher Thorax Jantung Paru Abdomen Alat kelamin : compos mentis : 150/100 mmHg : 80x/menit : 18 x/menit : 36. wheezing (-/-) ronchi (-/-) : supel. Riwayat penyakit keluarga Hipertensi (+) . kaki kirinya tetapi masih bisa III. : Tidak ada pembesaran KGB dan kelenjar tiroid : Simetris pada keadaan statis dan dinamis : BJ 1 dan 2 reguler..20C : Normocephali. Stroke (-) . OBJEKTIF 1.

Urat Syaraf Kepala NI j Subjektif j Dengan bahan N II j Tajam penglihatan j Lapangan pandang j Melihat warna j Fundus okuli N III j Pergerakan bulbus j Strabismus j Nystagmus j Exopthalmus j Pupil Besar Bentuk Baik Tidak ada Tidak ada Tidak ada 4mm Bulat Baik Tidak ada Tidak ada Tidak ada 4mm Bulat 3 kanan normosomia tidak dilakukan kiri normosomia tidak dilakukan > 3/60 Normal Normal tidak dilakukan > 3/60 Normal Normal tidak dilakukan . Leher Sikap Pergerakan Kaku kuduk : Tegak : Bebas : Tidak ada : Normocephali : Tidak ada : Simetris : Teraba pulsasi A.2. Status Psikikus Cara berpikir Perasaan hati Tingkah laku Ingatan Kecerdasan 3. Status neurologikus a. Kepala Bentuk Nyeri tekan Simetris Pulsasi b. Temporalis : baik : wajar : wajar : baik : Baik c.

j Refleks terhadap sinar j Refleks konversi j Refleks konsuil j Melihat kembar N IV j Pergerakan mata (ke bawah.keluar) j Sikap bulbus j Melihat kembar NV j Membuka mulut j Mengunyah j Menggigit j Refleks kornea j Sensibilitas N VI j Pergerakan mata ke lateral j Sikap bulbus j Melihat kembar N VII j Mengerutkan dahi j Menutup mata j Memperlihatkan gigi j Bersiul j Perasaan lidah di bagian muka N VIII j Detik arloji j Suara berisik j Weber j Rinne N IX j Perasaan bg belakang lidah Baik Baik Baik Tidak ada Baik Baik Baik Tidak ada Baik Baik Simetris Tidak ada Simetris Tidak ada baik Baik Baik baik Baik Baik Tidak dilakukan baik kanan Baik Simetris Tidak ada kanan Baik Baik Baik Tidak dilakukan Baik kanan Baik baik tidak dilakukan tidak dilakukan kanan tidak dilakukan baik kiri Baik simetris Tidak ada kiri Baik Baik Baik baik kiri baik baik tidak dilakukan tidak dilakukan kiri tidak dilakukan 4 .

Abdomen atas dilakukan R. Badan dan anggota gerak y Badan Motorik            Respirasi Duduk Bentuk columna vertebralis tidak dilakukan simetris kanan simetris Baik Baik Reguler kanan Baik baik kanan Baik tidak ada tidak ada tidak ada tidak dilakukan simetris kiri simetris Baik Baik Reguler kiri Baik Baik kiri Baik tidak ada tidak ada tidak ada : torako abdominal : tidak bisa : lurus : normal kiri ++ ++ Pergerakkan collumna vertebralis kanan + + Sensibilitas Taktil Nyeri Thermi Diskriminasi Lokalisasi Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan kanan R.j Sensibilitas j Pharynx NX j Arcus pharynx j Bicara j Menelan j Nadi N XI j Mengangkat bahu j Memalingkan kepala N XII j Pergerakan lidah j Tremor Lidah j Artikulasi j Atrofi d. Abdomen tengah Tidak dilakukan 5 Refleks kiri Tidak .

Patela R. R. Trisep R. Hoffman Tromner Pergerakkan Kekuatan Trofik Tonus kanan Bebas 5 eutrofik Normotonus kanan + + kanan + + Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan kiri Terbatas 5 eutrofik Normotonus kiri + + kiri + + Sensibilitas Taktil Nyeri Thermi Diskriminasi Lokalisasi y Ekstremitas bawah Motorik        Pergerakan Kekuatan Trofik Tonus kanan Bebas 5 eutrofik Normotonus kanan + + kiri tidak bebas 3 eutrofik Normotonus kiri + + Refleks R. Patologis  Babinski  Chaddock  Oppenheim  Gordon  Schaeffer - 6 . Abdomen bawah Tidak dilakukan y Ekstremitas atas Motorik     Refleks         R. Bisep R. Achilles R.

Tes tambahan : Baik : Baik : - : salivasi dalam batas normal. Taktil Nyeri Thermi Diskriminasi Lokalisasi Tes lasegue Tes Kernig Tes Patrick Tes contra Patrick + + + + + + + Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan + + Koordinasi y y y y y y Cara berjalan Romberg test Uji Disdiadokokinensia Dismetria Rebound phenomenon Ataksia Kanan Tidak bisa jalan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Kiri - f.    Sensibilitas      e. keringat 7 . Alat vegetatif y Miksi y Defekasi y Ereksi h. Gerakan involunter y y y y y y y y Tremor Khorea Ballismus Mioklonus Atetosis Distonia Spasmus Susunan saraf otonom dalam batas normal g.

000 -Hematokrit : 32 Radiologi Foto Lumbal : AP/Lat /Obliq dextra dan sinistra Kesan : minimal osteofit anterior ringan.20C Status neurologis Pupil Ekstremitas atas Ektremitas bawah : isokor.y y Tes nafziger : tidak dilakukan Tes valsava : tidak dilakukan IV.Tidak tampak SA lumbalis. PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium : -Hb : 10. KHS dan EMG Kesan: Iritasi Radix L3-4-5. Underlying neuropati sensoris. -Ureum : 28 -Creatinin : 0.7 -GDS : 138 V. tipe demyelinating. Os tidak bisa duduk dengan tegak.S1 kanan terutama L4-5-S1 kiri (intermediet IM). Sacroiliac joint bilateral baik. diameter 4mm : Kekuatan motorik 5/5 : Kekuatan motorik 5/3 8 .7 -Leukosit : 14600 -Trombosit :201.  Objektif Status generalis Kesadaran TD Nadi Pernapasan Suhu : Compos Mentis : 150/100 mmHg : 80x/menit : 18 x/menit : 36. kaki sebelah kiri sangat sulit di gerakkan. RINGKASAN  Subjektif: Wanita 55 tahun datang dengan keluhan nyeri pada pinggang yang menjalar hingga ke kaki sebelah kiri sejak 2 hari SMRS.

Ganin 2 x 150 mg 5. Captopril 1 x 12. Sirdalut 2 x 1 4. Infus RA + 1amp torasik/ 12jam 2. O: KU/kes : baik /composmentis TD :120/80 N : 76x /menit S : 36. Nerfeco 2 x 500 mg 6. PROGNOSIS   Ad vitam : Dubia ad bonam : Dubia ad bonam : Dubia ad bonam  Ad fungsionam Ad Sanationam Follow up 1 November 2011 S: dapat berjalan kembali.5x/menit Pemeriksaan fisik : Tes lasegue Tes Patrick Tes contra Patrick -/ + -/+ -/+ 9 pkl 08. Meloxicam : 1 x 15 mg 3.S1 kanan terutama L4-5-S1 kiri (intermediet IM) y Diagnosa etiologik: Ischialgia sinistra post trauma VII.5 mg  Non medika mentosa Fisioterapi Tidur di alas yang keras VIII. DIAGNOSIS y Diagnosa klinik : Ischialgia sinistra y Diagnosa topik : Iritasi Radix L3-4-5. OS sudah mulai .VI. PENATALAKSANAAN  Medika mentosa 1.00 WIB Nyeri pada pinggang belakang dan kaki kiri sudah mulai berkurang.

A : Ischialgia P:Infus RA + 1amp torasik/ 12jam .Pasien boleh pulang.7x/menit Pemeriksaan fisik : Tes lasegue Tes Patrick Tes contra Patrick -/ -/-/- A : Ischialgia P:Infus RA .Nerfeco 2 X500 mg .Sirdalut 2 X1 .Nerfeco 2 X500 mg 2 November 2011 S: O: pkl 07. 10 .Meloxicam 1X 15 mg .Ganin 2 X 150 mg .Ganin 2 X 150 mg .Sirdalut 2 X1 .00 WIB Nyeri pada pinggang belakang dan kaki kiri tidak dirasakan lagi KU/kes : baik /composmentis TD :130/80 N : 80x /menit S : 36.

Diagnosis klinik b. langkah awal adalah menentukan apakah ada trauma sehingga menyebabkan pasien tersebut tidak dapat berjalan. Underlying neuropati sensoris. Pemeriksaan penunjang Laboratorium : -Hb : 10. 11 .7 -GDS : 138 Pada kasus ini. Sacroiliac joint bilateral baik. tipe demyelinating. Tidak ditemukan kelainan pada proses mendengar. KHS dan EMG Kesan: Iritasi Radix L3-4-5. Tidak tampak SA lumbalis. -Ureum : 28 -Creatinin : 0. melihat. Diagnosis etiologi : Ischialgia sinistra post trauma Anamnesis OS mengeluh nyeri pada pinggang yang menjalar ke kaki kiri sejak 2 hari SMRS. sedangkan ekstremitas kanan baik.S1 kanan terutama L4-5-S1 kiri (intermediet IM) c.000 -Hematokrit : 32 Radiologi Foto Lumbal : AP/Lat /Obliq dextra dan sinistra Kesan : minimal osteofit anterior ringan. Ditemukan refleks patologis pada ekstremitas bawah kiri pasien. didapatkan kelemahan di ekstremitas kiri.7 -Leukosit : 14600 -Trombosit :201. Pemeriksaan fisik dan neurologi Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah yang tinggi (150/100 mmHg) yang diukur saat dibawa ke IGD. memahami dan member respon pada pembicaraan. Pada penilaian kekuatan motorik pada ekstremitas kanan dan kiri.S1 kanan terutama L4-5-S1 kiri (intermediet IM). Diagnosis topik : Ischialgia sinistra : Iritasi Radix L3-4-5.ANALISA KASUS Pasien perempuan umur 55 tahun datang dengan diagnosis: a.

Jaringan dan bangunan itu yang membuat n. (3) Bursitis di sekitar trochantor mayor femoris. karsinoma uteri dan ovarii. betis bahkan sampai kaki. dalam kasus itu yang terjepit adalah Saraf Ischiadikus sebelah kanan ataupun sebelah kiri. Rasa nyeri juga sering diprovokasi karena mengangkat barang yang berat. Ischialgia sebagai perwujudan entrapment neuritis. (2) garis persendian sakroilliaka dimana bagian-bagian dari pleksus lumbosakralis sedang membentuk n. Penyebab terjepitnya saraf ini ada beberapa faktor yaitu antara lain: kontraksi / radang otot-otot daerah bokong. antara lain : (1) Pleksus lumbosakralis yang diinfiltrasi oleh sel-sel sarcoma reproperitonial.Tempat dari proses patologi primer dari Ischialgia ini dapat diketahui dengan adanya nyeri tekan dan nyeri gerak.ISCHIALGIA Ischialgia atau juga dikenal dengan Sciatica (Sciatic) yaitu suatu kondisi dimana saraf Ischiadikus yang mempersarafi daerah bokong sampai kaki terjepit. Ini terjadi karena dalam perjalanan menuju tepi n. Nyeri yang menjalar atau seperti rasa kestrum. Ischiadikus mengalami proses radang (sakrolitis). Ischiadikus terperangkap dalam proses patologik di berbagai jaringan dan bangunan yang dilewatinya. yang dirasakan dari bokong menjalar ke daerah paha. Jika dibiarkan maka lama kelamaan akan mengakibatkan kelemahan anggota badan bawah/ tungkai bawah yang disertai dengan mengecilnya otot-otot tungkai bawah tersebut. terutama banyak membungkukkan badan atau banyak berdiri dan berjalan. Sedangkan nyeri gerak dapat diprovokasi dengan cara melakukan tes Patrick dan tes Gaenslen. adanya perkapuran tulang belakang atau adanya keadaan yang disebut dengan Herniasi Nukleus Pulposus (HNP). 12 . Rasa nyeri sering ditimbulkan setelah melakukan aktifitas yang berlebihan. tergantung bagian saraf mana yang terjepit. Ketiga sebab diatas adalah kasus yang banyak terjadi sehingga menyebabkan Ischialgia. piriformis (5) Adanya metatasis karsinoma prostat di tuber ischii. Nyeri daerah bokong. Ischiadikus terperangkap. Gejala yang sering ditimbulkan akibat Ischialgia adalah: Nyeri punggung bawah. Nyeri tekan dapat dilakukan dengan penekanan langsung pada sendi panggul. trochantor mayor. Rasa kaku/ terik pada punggung bawah. (4) Bursitis m. tuber ischii dan spina ischiadika. Menurut Sidharta (1984) Ischialgia dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a.

tibialis anterior dan m. Ischialgia sebagai perwujudan entrapment radikulitis dan radikulopati. bersin dan mengejan. (5) Adanya keterbatasan lingkup gerak sendi (LGS) lumbosakral. dimulai dari daerah lumbosakral menjalar menurut perjalanan n. Ischiadikus. Data-data yang dapat diperoleh untuk mengetahui adanya Ischialgia radikulopati. tibialis. 13 . tibialis. antara lain : (1) Nyeri punggung bawah (low back pain).b. L5 dan S1. Ischiadikus dan lanjutannya pada n. seperti : batuk. Ischialgia ini sering berhubungan dengan diabetes meilitus (DM). Gejala utama neuritis Ischiadikus primer adalah adanya nyeri yang dirasakan berasal dari daerah antara sacrum dan sendi panggul. flu. peroneus communis dan n. tepatnya pada foramen infrapiriforme atau incisura ishiadika dan menjalar sepanjang perjalanan n. (7) Tes laseque selalu positif. sakit kerongkongan dan nyeri pada persendian. (2) Adanya peningkatan tekanan didalam ruang arachnoidal. Ischialgia ini dapat disembuhkan dengan menggunakan NSAID (non-steroid anti inflammatory drugs). peroneus longus. sub akut dan tidak berhubungan dengan nyeri punggung bawah kronik. Neuritis ischiadikus dapat diketahui dengan adanya nyeri tekan positif pada n. Ischialgia ini dapat terjadi karena nucleus pulposus yang jebol ke dalam kanalis vertebralis (HNP). c. m. Ischiadikus dan lanjutannya pada n. masuk angin. peroneus communis dan n. Pada kasus ini pasien akan meraskan nyeri hebat. (6) Nyeri tekan pada lamina L4. Ischialgia sebagai perwujudan neuritis primer. herpes zoster (peradangan) atau karena adanya tumor pada kanalis vertebralis. (3) Faktor trauma. osteofit. (4) lordosis lumbosakral mendatar. Neuritis ischiadikus primer timbul akut.

Ischialgia / Sciatica Penatalaksanaan untuk Ischialgia yaitu: 1. Hindari banyak membungkukkan badan. usahakan punggung tetap lurus. 6. Saat duduk lama diusahakan kaki disila bergantian kanan dan kiri atau menggunakan kursi kecil untuk menumpu kedua kaki. untuk memperkuat otot-otot punggung sehingga mampu menyanggah tulang belakang secara baik dan maksimal. Jika hendak mengambil barang dilantai. 3. Hindari sering mengangkat barang-barang berat. 5. Tips untuk penderita Ischialgia: 1. 4. Obat-obatan: analgetik. NSAID. Saat menyapu atau mengepel lantai pergunakan gagang sapu atau pel yang panjang. 14 . obat pemulihan saraf. muscle relaxan. Program Rehabilitasi Medik terapi fisik 3. Operasi Disektomi: dilakukan pada kasus yang berat/ sangat mengganggu aktifitas dimana dengan obat-obatan dan program Rehabilitasi Medik tidak dapat membantu. sehingga saat menyapu atau mengepel punggung tidak membungkuk. 2. Lakukan Back Exercise secara rutin. Segera istirahat jika telah merasakan nyeri saat berdiri atau berjalan. tapi tekuk kedua lutut untuk menggapai barang tersebut. 7. 2.

15 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->