P. 1
Tindak Pidana Khusus - Penadahan

Tindak Pidana Khusus - Penadahan

|Views: 763|Likes:
Dipublikasikan oleh Theresia Sagala

More info:

Published by: Theresia Sagala on Apr 15, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2014

pdf

text

original

ANALISIS KASUS TINDAK PIDANA KHUSUS Kejahatan Terhadap Harta (Penadahan

)
Dosen : Prof. Dr. Komariah Emong SH Rohaenah Padmadinata.SH.,MH

Disusun Oleh : Kelompok 2
Theresia Apriliany Agung Gumelar Nofiyanti Andriana Fatkhiyah Rizki H Fiera Intan M Muthoharoh Pauline R. Shelly Ferawati 110110100014 110110100017 110110100027 110110100033 110110100039 110110100045 110110100047 110110100054

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 2012-2013

A. No Putusan B. Identitas Terdakwa Nama Lengkap Tempat lahir Umur atau Tgl.Lahir Jenis kelamin Kebangsaan Tempat tinggal Agama Pekerjaan C. Kasus Posisi

: Nomor 344/Pid.B/2012/PN.Bjm. : RUSMADI als IYUH bin M. ALIANSYAH : Tabung Anen : 24 tahun/ 15 September 1987 : Laki-laki : Indonesia :Desa Sungai Jingah Besar Rt 03 Rw 06 Kec. Tabunganen Kab. Batola : Islam : Swasta (Petani)

Bahwa RUSMADI alias IYUH bin M. ALIANSYAH pada hari dan tanggal yang tidak dapat ditentukan lagi dengan pasti dalam bulan Desember 2011 atau setidak-tidaknya dalam tahun 2011 bertempat di Penyeberangan Kapal Feri Subarjo didaerah Berangas Kabupaten Batola 1 (satu) unit sepeda motor jenis suzuki satria FU 150 warna hitam DA 3381 LO seharga Rp. 3.500.000,- (tiga juta lima ratus ribu rupiah) dari JUNAIDI Alias UNAI dan RIDHA tanpa dilengkapi dengan kwitansi penyerahan sepeda motor, BPKB, dan pada scat terdakwa membeli sepeda motor tersebut patut dapat disangkanya oleh terdakwa sendiri kalau sepeda motor tersebut hasil dari kejahatan namun karena terdakwa tidak memiliki sepeda motor dan menginginkan sepeda motor tersebut maka terdakwa membeli sepeda motor tersebut dan kemudian terdakwa membawa pulang sepeda motor tersebut dan merubah plat Nomor menjadi DA 4612 SU (nomor palsu) sepeda motor tersebut untuk dipergunakan terdakwa untuk keperluan sehari-hari. Kemudian pihak kepolisian menemukan motor milik terdakwa berplat nomor DA 4612 SU (nomor palsu) berhubung sebelumnya sepeda motor tersebut sebelumnya diambil secara paksa dan tanpa seijin atau tanpa kehendak dari pemiliknya ketika dijalan Gubernur Soebarjo atau lingkar selatan Kelurahan Kelayan Timer Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin.

Bahwa Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 480 ke 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang berbunyi, “barang siapa membeli, menyewa, menukar, menerima gadai, menerima hadiah, atau untuk menarik keuntungan, menjual, menyewakan, menukarkan, menggadaikan, mengangkut, meyimpan atau menyembunyikan sesuatu benda, yang diketahui atau sepatutnya. harus diduga bahwa diperoleh dari kejahatan penadahan” Bahwa terdakwa bernama RUSMADI alias IYUH bin M. ALIANSYAH (alm) saat itu berusia 24 tahun berjenis kelami laki-laki bermata pencaharian sebagai petani telah menjalani penetapan penahanan, dan dalam perkara ini terdakwa tidak didampingi Penasehat Hukum, menerima putusan hakim yaitu: 1. Menyatakan terdakwa RUSMADI als IYUH bin M. ALIANSYAH telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana PENADAHAN ; 2. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan ; 3. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan; 4. Memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan; 5. Menetapkan barang bukti berupa : 1 (satu) buah sepeda motor jenis suzuki satria FU 150 warna hitam abu - abu DA 4612 SU No.ka. MH88G48118426 dan No.Sin. G420ID181531 dikembalikan kepada saksi M. TAMSIR ; 6. Membebankan biaya perkara kepada terdakwa sebesar Rp 2. 000,-(dua ribu rupiah); D. Dakwaan Bahwa ia terdakwa RUSMADI alias IYUH bin M. ALIANSYAH (alm) pada hari dan tanggal yang tidak dapat ditentukan lagi dengan pasti dalam bulan Desember 2011 atau setidak-tidaknya dalam tahun 2011 bertempat di Penyeberangan Kapal Feri Subarjo didaerah Berangas Kabupaten Batola dan berdasarkan pasal 84 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana pengadilan yang berwenang mengadili adalah Pengadilan Negeri Banjarmasin, "telah membeli, menyewa, menukar, menerima gadai, menerima hadiah, atau untuk menarik keuntungan, menjual, menyewakan, menukarkan, menggadaikan, mengangkut, menyimpan atau menyembunyikan sesuatu bends, yang diketahui atau sepatutnya hares diduga bahwa diperoleh dari kejahatan ", perbuatan mans terdakwa lakukan dengan cara antara lain sebagai berikut :

Bahwa pada waktu dan tempat yang sebagaimana tersebut diatas, terdakwa telah membeli 1 (satu) unit sepeda motor jenis suzuki satria FU 150 warna hitam DA 3381 LO seharga Rp. 3.500.000,- (tiga juta lima ratus ribu rupiah) dari JUNAIDI Alias UNAI dan RIDHA tanpa dilengkapi dengan kwitansi penyerahan sepeda motor, BPKB, dan pada scat terdakwa membeli sepeda motor tersebut patut dapat disangkanya oleh terdakwa sendiri kalau sepeda motor tersebut hasil dari kejahatan namun karena terdakwa tidak memiliki sepeda motor dan menginginkan sepeda motor tersebut maka terdakwa membeli sepeda motor tersebut dan kemudian terdakwa membawa pulang sepeda motor tersebut dan merubah plat Nomor menjadi DA 4612 SU (nomor palsu) sepeda motor tersebut untuk dipergunakan terdakwa untuk keperluan sehari-hari hingga akhirnya sepeda motor tersebut ditemukan oleh pihak kepolisian bahwa sepeda motor tersebut sebelumnya diambil secara paksa dan tanpa seijin atau tanpa kehendak dari pemiliknya ketika dijalan Gubernur Soebarjo atau lingkar selatan Kelurahan Kelayan Timer Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin. E. Tuntutan Pidana 1. Menyatakan terdakwa RUSMADI alias IYUH bin M. ALIANSYAH terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Penadahan“ sebagaimana dalam pasal 480 KUHP. 2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa RUSMADI alias IYUH bin M. ALIANSYAH dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam masa penahanan dengan perintah tetap ditahan. 3. Menyatakan barang bukti berupa : 1 (satu) buah sepeda motor jenis Suzuki Satria FU 150 warna hitam abu - abu DA 4612 SU No.ka. MH88G48118426 dan No.Sin. G420ID181531 dikembalikan kepada saksi M. TAMSIR ; 4. Menetapkan kepada terdakwa supaya membayar biaya perkara sebesar Rp. 2.000,(dua ribu Rupiah). F. Pertimbangan Hakim Berikut dasar pertimbangan hakim: • Atas dakwaan Penuntut Umum tersebut, terdakwa menyatakan tidak mengajukan eksepsi (keberatan).

Untuk membuktikan dalil Dakwaannya Penuntut Umum dipersidangan telah mengajukan saksi-saksi, masing-masing memberikan keterangan pada pokoknya adalah sebagai berikut : 1. Saksi M. TAMSIR bin SARIFUDIN 2. Saksi AHMAD RIYANI als IYAN bin SAIP

Atas dakwaan Penuntut Umum tersebut, terdakwa menyatakan tidak mengajukan eksepsi (keberatan).

Untuk membuktikan dalil Dakwaannya Penuntut Umum dipersidangan telah mengajukan saksi-saksi, masing-masing memberikan keterangan pada pokoknya adalah sebagai berikut : 1. Saksi M. TAMSIR bin SARIFUDIN 2. Saksi AHMAD RIYANI als IYAN bin SAIP 3. Saksi RIDHA NAZMI als RIDHA bin HAMDANI 4. Saksi JUNAIDI alias UNAI bin MADI

• Didepan persidangan saksi – saksi tersebut telah memberikan keterangan sebagai mana tersebut telah termuat dalam berita acara persidangan, maka untuk singkatnya putusan dianggap termuat seluruhnya dalam putusan ini ; • Terhadap keterangan saksi - saksi tersebut diatas, Terdakwa menyatakan tidak berkeberatan ;

• Dipersidangan oleh Penuntut Umum telah diajukan barang bukti, barang bukti mana adalah sebagai berikut : 1 (satu) buah sepeda motor jenis suzuki satria FU 150 warna hitam abu - abu DA 4612 SU No.ka. MH88G48118426 dan No.Sin. G420ID181531; • Barang bukti tersebut telah disita secara sah menurut hukum, saksi-saksi yang bersangkutan dan terdakwa telah membenarkannya oleh karenanya dapat dipergunakan untuk memperkuat pembuktian.

• Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan keterangan terdakwa sebagaimana tersebut diatas dihubungkan pula dengan barang bukti, selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah terdakwa dapat terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan oleh penuntut umum maka Majelis Hakim akan mempertimbangkannya sebagaimana dibawah ini. • Terdakwa diajukan kepersidangan karena didakwa oleh Penuntut Umum, dengan dakwaan tunggal yakni didakwa melakukan tindak pidana melanggar pasal 480 ke -1 KUHP, dengan unsur-unsur adalah sebagai berikut : 1. Barang siapa ; 2. Membeli, menyewa, menukar, menerima gadai, menerima sebagai hadiah, atau untuk meraih untung, menjual, menyewakan, menukarkan, menggadaikan, mengangkut, menyimpang atau menyembunyikan sesuatu barang; 3. Unsur diperoleh dari kejahatan penadahan. Ad.1. Unsur Barang Siapa. • Yang dimaksud barang siapa adalah setiap orang/siapa saja, ia adalah subyek hukum, subyek hukum mana harus mampu bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya. Unsur ini bersifat subyektif dari orang yang diduga sebagai pelaku tindak pidana itu. • Dipersidangan telah dihadapkan terdakwa, berdasarkan keterangan saksi-saksi dan terdakwa, bahwa terdakwa sebagaimana identitasnya dalam berkas perkara, benar sebagai orang yang diduga sebagai pelaku tindak pidana itu. Bahwa dipersidangan terdakwa dapat menjawab dengan tegas dan terang segala sesuatu yang ditanyakan sehubungan dengan dakwaannya tersebut dan terbukti dipersidangan terdakwa tidak sedang terganggu jiwanya.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut diatas maka menurut Majelis Hakim terdakwa terbukti sebagai subyek hukum dan terdakwa akan mampu bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya, bila perbuatan itu terbukti dilakukannya, sehingga

berdasarkan hal tersebut maka unsure kesatu barang siapa terpenuhi terhadap diri terdakwa menurut hukum. Ad. 2. Unsur Membeli, menyewa, menukar, menerima gadai, menerima sebagai hadiah, atau untuk meraih untung, menjual, menyewakan, menukarkan, menggadaikan, mengangkut, menyimpang atau menyembunyikan sesuatu barang. • Dari keterangan saksi-saksi dan keterangan terdakwa diperoleh pula fakta, Unsur ini telah terpenuhi bersifat alternative, dimana apabila salah satu unsurnya terpenuhi, maka unsur yang lain tidak perlu dibuktikan. • Fakta dipersidangan, dimana para saksi menerangkan bahwa pada hari dan tanggal

yang sudah tidak dapat dipastikan lagi, pada bulan Desember 2011 terdakwa telah membeli 1 (satu) buah sepeda motor jenis suzuki satria FU 150 warna hitam abu abu DA 4612 SU No.ka. MH88G48118426 dan No.Sin. G420ID181531dengan harga Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu Rupiah ), dan terdakwa setuju untuk membeli sepeda motor tersebut meskipun tanpa diiengkapi surat surat kepemilikan atas sepeda motor dimaksud yaitu Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), bahwa keterangan para saksi telah dibenarkan oleh terdakwa, maka menurut Majelis Hakim, unsur kedua mengambil sesuatu barang menjadi terpenuhi menurut hukum. Ad. 3. Unsur diperoleh dari kejahatan penadahan lain • Dari keterangan saksi-saksi dan keterangan terdakwa diperoleh pula fakta, Unsur ini telah terpenuhi bersifat alternative, dimana apabila salah satu unsurnya terpenuhi, maka unsur yang lain tidak perlu dibuktikan. • Fakta dipersidangan, dimana para saksi menerangkan bahwa terdakwa seharusnya

mengetahui 1 (satu) buah sepeda motor jenis suzuki satria FU 150 warna hitam abu abu DA 4612 SU No.ka. MH88G48118426 dan No.Sin. G420ID181531 dengan harga Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu Rupiah ), dan terdakwa setuju untuk membeli sepeda motor tersebut meskipun tanpa diiengkapi surat-surat kepemilikan atas sepeda motor dimaksud yaitu Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), namun oleh terdakwa tetap dibeli sepeda motor tersebut;

Dari fakta tersebut maka menurut Majelis Hakim, maksud terdakwa untuk menerima 1 (satu) buah sepeda motor jenis suzuki satria FU 150 warna hitam abu - abu DA 4612 SU No.ka. MH88G48118426 dan No.Sin. G420ID181531dengan harga Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu Rupiah) sehingga berdasarkan hal tersebut maka unsur keempat terpenuhi menurut hukum.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas maka Menurut Majelis Hakim, semua unsure yang terkandung dalam dakwaan tunggal Penuntut Umum tersebut terpenuhi menurut hukum.

Oleh karena semua unsur dari dakwaan tunggal Penuntut Umum tersebut terpenuhi menurut hukum maka terhadap terdakwa haruslah dinyatakan telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pencurian melanggar ketentuan pasal 480 ke- 1 KUHP.

Bahwa oleh karena terdakwa terbukti bersalah dan selama proses persidangan tidak ditemukan hal-hal yang dapat menghapus kesalahannya, baik alasan pemaaf maupun pembenar maka kepada terdakwa haruslah dijatuhkan pidana sesuai dengan kesalahannya tersebut.

Sebelum menjatuhkan pidana terhadap terdakwa maka untuk adilnya perlu pula dipertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan sebagaimana dibawah ini : Hal-hal yang memberatkan : Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Hal-hal yang meringankan : Terdakwa sopan dipersidangan mengakui terus terang perbuatannya sehingga memperlancar jalannya sidang. Terdakwa sangat menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulanginya. Terdakwa mengaku belum pernah dihukum.

Oleh karena terdakwa terbukti bersalah dan terdakwa telah menjalani tahanan Rutan maka lamanya terdakwa ditahan tersebut dikurangkan seluruhnya dari Pidana yang dijatuhkan.

Oleh karena terdakwa terbukti bersalah dan tidak ada alasan yang sah untuk mengeluarkannya dari tahanan maka diperintahkan agar terdakwa tetap ditahan.

Terhadap barang bukti oleh Majelis akan dikembalikan kepada pemiliknya yaitu 1 (satu) buah sepeda motor jenis suzuki satria FU 150 warna hitam abu - abu DA 4612 SU No.ka. MH88G48118426 dan No.Sin. G420ID181531dengan harga Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu Rupiah),Dikembalikan kepada saksi M. TAMSIR.

Oleh karena terdakwa terbukti bersalah maka biaya perkara dibebankan kepada terdakwa yang besarnya sebagaimana amar putusan ini.

G. Amar Putusan 1. Menyatakan terdakwa RUSMADI alias IYUH bin M. ALIANSYAH telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana PENADAHAN ; 2. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan ; 3. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan; 4. Memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan; 5. Menetapkan barang bukti berupa : 1 (satu) buah sepeda motor jenis Suzuki Satria FU 150 warna hitam abu - abu DA 4612 SU No.ka. MH88G48118426 dan No.Sin. G420ID181531 dikembalikan kepada saksi M. TAMSIR ; 6. Membebankan biaya perkara kepada terdakwa sebesar Rp 2. 000,- (dua ribu rupiah)

H. Analisis Definisi Tindak Pidana Penadahan Tindak pidana penadahan telah diatur didalam Bab XXX Buku II KUHP sebagai tindak pidana pemudahan. Tindak pidana penadahan disebut tindak pidana pemudahan, yakni karena perbuatan menadah telah mendorong orang lain untuk melakukan kejahatan-kejahatan yang mungkin saja tidak akan ia lakukan, seandainya tidak ada orang yang bersedia menerima hasil kejahatan.1 Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Hukum dan HAM RI dalam Bab XXXI dari usulannya mengenai buku II KUHP yang baru ternyata telah bermaksud untuk memasukan tindak pidana pendahan ke dalam pengertian suatu jenis tindak pidana baru yang disebutnya sebagai pertolongan jahat.2 Unsur-unsur Tindak Pidana Penadahan Tindak pidana penadahan dalam bentuk pokok oleh pembentuk undang-undang telah diatur dalam Pasal 480 angka 1 KUHP terdiri atas: a. 1. 2. b. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Unsur-unsur subjektif, yang terdiri dari: Yang ia ketahui atau waarvan hij weet Yang secara patut harus dapat ia duga atau warn hij redelijkerwujs moet vermoeden Unsur-unsur objektif, terdiri dari: Kopen atau membeli Buren atau menyewa Inruilen atau menukar In pand nemen atau menggadai Als geschenk aannemen atau menerima sebagai hadiah atau sebagai pemberian Uit winstbejag atau didorong oleh maksud untuk memperoleh keuntungan

1 P.A.F.Lamintang, Theo Lamintang, Delik-delik Khusus Kejahatan Terhadap Harta Kekayaan, Jakarta, Sinar Grafika, 2009, hlm.362 2 Ibid, hlm.363

7. 8. 9. 10. 11. 12.

Verkopen atau menjual Verhuren atau menyewakan In pand geven atau mengadaikan Vervoeren atau mengangkut Bewaren atau menyimpang Verbergen atau menyembunyikan Dari penjabaran ke dalam unsur-unsur mengenai tindak pidana penadahan seperti

yang diatur dalam Pasal 480 angka 1 KUHP tersebut dapat diketahui bahwa unsur subjektif pertama dari tindak pidana penadahan ialah unsur waarven hij weet atau yang ia ketahui. Tindak pidana penadahan yang diatur dalam Pasal 480 angka 1 KUHP mempunyai dua macam unsur subjektif, masing-masing yakni unsur kesengajaan( dolus) dan unsur ketidaksengajaan (culpa), dengan kata lain dalam pasal 480 angka 1 KUHP mempunyai unsur subjektif yang pro parte dolus dan pro parte culpa.3 Unsur-unsur tindak pidana yang diatur dalam pasal 480 angka 2 KUHP terdiri atas: a. Unsur-unsur subjektif yang terdiri dari: 1. Yang ia ketahui 2. Yang secara patut harus dapat diduga b. Unsur-unsur objektif, terdiri dari: 1. Barangsiapa 2. Mengambil keuntungan dari hasil suatu benda 3. Yang diperoleh karena kejahatan Terhada tindak pidana pencurian maupun penadahan terhadap pelakunya secara umum selalu dijatuhkan salah satu jenis pidana pokok yakni pidana penjara, sesuai dengan yang diancam terhadap tindak pidana yang dianggap terbukti, sedangkan terhadap lamanya masa hukuman yang dijatuhkan tergantung penilaian hakim terhadap fakta-fakta yang terungkap dipersidangan, maupun terhadap hal-hal yang memberatkan maupun yang meringankan atas perbuatan terdakwa tersebut.

3

Ibid,hlm.369

Penjatuhan salah satu jenis pidana pokok ini adalah merupakan suatu keharusan, artinya imperatif, sedangkan pernjatuhan jenis pidana tambahan bersifat fakultatif artinya bukan merupakan keharusan, artinya hakim tidak boleh menjatuhkan pidana tambahan tersebut. Mengenai keputusan apakah perlu atau tidaknya dijatuhkan suatu pidana tambahan, selain dari menjatuhkan suatu tindak pidana pokok kepada seorang terdakwa, hal ini sepenuhnya diserahkan kepada pertimbangan hakim.4 Sehingga, terhadap tindak pidana pencurian maupun pendahan jarang sekali dan bahkan hampir tidak pernak dijatuhkan pidana tambahan oleh hakim terhadap terdakwa. ANALISIS KASUS Dalam kasus ini terdakwa Rusmadi alias Iyuh bin Aliansyah dinyatakan bersalah telah melakukan tindak pidana penadahan seperti dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum. Disini Rusmadi diancam dengan pasal 480 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang berbunyi : “Diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Sembilan ratus rupiah : Barang siapa membeli, menyewa, menukar, menerima gadai, menerima hadiah, atau untuk menarik keuntungan, menjual, menyewakan, menukarkan, menggadaikan, mengangkut, menyimpan atau menyembunyikan sesuatu barang, yang diketahui atau sepatutnya harus diduga bahwa diperoleh dari kejahatan penadahan.” Dalam hal ini, ada beberapa unsur yang harus diperhatikan dari rumusan pasal 480 ayat (1) ini, yaitu : 1. 2. Barang siapa membeli, menyewa, menukar, menerima gadai, menerima hadiah, atau untuk menarik

keuntungan, menjual, menyewakan, menukarkan, menggadaikan, mengangkut, menyimpan atau menyembunyikan sesuatu barang 3. diketahui atau sepatutnya harus diduga bahwa diperoleh dari kejahatan penadahan Rusmadi memenuhi semua unsur tersebut sehingga ia dikatakan telah melakukan suatu tindak pidana Penadahan seperti yang dimaksud dalam pasal ini. Pertama, Rusmadi adalah

4

P.A.F.Lamintang, Hukum Penitensier Indonesia, Bandung, Armico, 1984, hlm.34

subyek hukum yang mengemban hak dan kewajiban sehingga Rusmadi sebagai seorang manusia dewasa dikatakan dapat bertanggung jawab atas tindakannya. Kemudian, melalui proses pembuktian di pengadilan, yaitu berdasarkan barang bukti dan saksi-saksi, Rusmadi terbukti memang telah membeli sepeda motor yang dimaksud, maka ia juga telah memenuhi unsur kedua. Pembelian sepeda motor yang dilakukan oleh Rusmadi tersebut tidak disertai dengan surat surat kepemilikan atas sepeda motor yang dimaksud, yaitu Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Oleh karena itu, seharusnya Rusmadi mengetahui, atau paling tidak dapat menduga bahwa sepeda motor yang hendak dibelinya itu merupakan barang yang diperoleh dari kejahatan. Akan tetapi Rusmadi tetap melakukan pembelian tersebut. Oleh karena itu, Rusmadi juga memenuhi unsur ke-3. Karena Rusmadi memenuhi semua unsur-unsur seperti yang tertera dalam pasal 480 ayat (1) KUHP , maka Rusmadi dikatakan bersalah telah melakukan tindak pidana penadahan

I.

KESIMPULAN

Tindak pidana penadahan telah diatur didalam Bab XXX Buku II KUHP sebagai tindak pidana pemudahan. Tindak pidana penadahan disebut tindak pidana pemudahan, yakni karena perbuatan menadah telah mendorong orang lain untuk melakukan kejahatan-kejahatan yang mungkin saja tidak akan ia lakukan, seandainya tidak ada orang yang bersedia menerima hasil kejahatan.5 Unsur-usnur penadahan tercantum dalam pasal 480 ayat (1) ini, yaitu : Barang siapa Membeli, menyewa, menukar, menerima gadai, menerima hadiah, atau untuk menarik

keuntungan, menjual, menyewakan, menukarkan, menggadaikan, mengangkut, menyimpan atau menyembunyikan sesuatu barang Diketahui atau sepatutnya harus diduga bahwa diperoleh dari kejahatan penadahan

Dalam kasus ini terdakwa RUSMADI als IYUH bin M. ALIANSYAH memenuhi keseluruhan unsur tersebut, dengan barang bukti 1 (satu) buah sepeda motor jenis Suzuki Satria FU 150 warna hitam abu - abu DA 4612 SU No.ka. MH88G48118426 dan No.Sin. G420ID181531 milik M.Tamsir. J. SARAN Seharusnya tindak pidana tentang penadahan ini perlu penjelasan yang amat rinci klasifikasinya di dalam KUHP, baik itu penjatuhan hukuman bagi unsur yang bersifat kesengajaan atau tidak, hukuman pidananya, dan lain sebagainya sehingga tercapainya asas kepastian hukum.

DAFTAR PUSTAKA
5

Op,cit , hlm.362

P.A.F.Lamintang, Theo Lamintang, Delik-delik Khusus Kejahatan Terhadap Harta Kekayaan, Jakarta, Sinar Grafika, 2009 P.A.F.Lamintang, Hukum Penitensier Indonesia, Bandung, Armico, 1984

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->