Anda di halaman 1dari 74

Bab 2

Elektrostatik

2.1 Medan Listrik
2.1.1 Pendahuluan
Permasalahan dasar teori elektromagnetik yang diharapkan dapat dipecahkan
adalah (Gambar 2.1): Kita memiliki beberapa muatan listrik, q
1
, q
2
, q
3
,. (sebut saja
muatan sumber); gaya apakah yang menyebabkan muatan-muatan tersebut saling
mendesak muatan lain, Q (sebut hal ini dengan muatan uji)? Posisi dari muatan
sumber telah ditentukan (sebagai fungsi dari waktu); lintasan dari partikel uji haruslah
dihitung. Pada umumnya, muatan sumber dan muatan uji sedang bergerak.
Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan dengan prinsip superposisi,
dengan syarat bahwa interaksi antara kedua muatan tersebut tidak terpengaruh oleh
keberadaan muatan lainnya. Hal ini berarti bahwa untuk menentukan gaya yang
bekerja pada muatan uji Q, pertama kita dapat menghitung F
1
akibat muatan sumber
q
1
(dengan mengabaikan muatan sumber lainnya), kemudian kita hitung F
2
akibat
muatan sumber q
2
dan seterusnya. Akhirnya, kita gunakan penjumlahan vector dari
masing-masing gaya : F=F
1
+F
2
+F
3
+ Dengan demikian, jika kita mendapatkan
gaya yang bekerja pada muatan uji Q terhadap muatan sumber tunggal q pada
prinsipnya telah terselesaikan. (sisanya hanya soal mengulangi operasi yang sama
berulang-ulang, dan menambahkan semua itu).
1


1
prinsip dari superposisi mungkin terlihat jelas bagi anda, tapi hal ini tidak sesederhana kelihatannya: jika gaya
elektromagnetik sebanding dengan kuadrat dari jumlah total muatan sumber, misalnya, prinsip superposisi tidak
berlaku ketika (q
1
+ q
2
)
2
q
1
2
+ q
1
2
. superposisi bukanlah cara logis tapi berdasarkan eksperimen.


Dari penjelasan di atas sepertinya terlihat mudah: Mengapa saya tidak
menuliskan rumusan untuk gaya yang bekerja pada muatan Q oleh muatan sumber q,
dan semua dapat terselesaikan olehnya? Saya bisa, bahkan pada Bab 10 saya akan,
tapi anda akan terkejut melihatnya pada bagian ini, bukan hanya untuk gaya yang
bekerja pada Q yang bergantung pada jarak r antara dua muatan (Gambar 2.2), selain
itu juga bergantung pada kecepatan kedua muatan dan akselerasi dari q. Lebih lanjut,
hal ini bukanlah mengenai posisi, kecepatan dan akselerasi dari q yang menjadi
masalah saat ini: Surat Kabar elektromagnetik bergerak dengan kecepatan cahaya,
sehingga apa yang menyangkut tentang Q adalah posisi, kecepatan dan percepatan q
sudah lebih awal, ketika pesan tersebut tertinggal.






Oleh karena itu, meskipun faktanya bahwa pertanyaan dasar (berapa gaya
yang bekerja pada Q oleh q?) mudah untuk diselesaikan, ini bukan berarti tanpa ada
kesulitan sama sekali; sebaiknya kita menyelesaikannya secara bertahap. Dalam pada
itu, teori yang akan kita kembangkan akan menghasilkan solusi yang lebih bagus
untuk masalah elektromagnetik dalam bentuk yang agak sederhana. Untuk
memulainya, kita seharusnya memperhatikan keadaan khusus dari elektrostatik yang
mana kesemua muatan sumber diam (anggaplah bahwa muatan uji dapat bergerak).

2.1.2 Hukum Coloumb
Berapakah besar gaya yang bekerja pada muatan uji Q terhadap sebuah mutan titik
tunggal q yang mana terpisah sejauh r? Jawabannya dapat diberikan oleh persamaan
hukum Coloumb:
r
Muatan uji q
2
q
1
Q
Muatan sumber
q
i q

Q
Gambar 2.1
Gambar 2.2



Konstanta

menyatakan permitivitas ruang hampa. Dalam satuan SI, dimana gaya


dinyatakan dalam Newton (N), jarak dalam meter (m), dan muatan dalam couloumb
(C),


Dikatakan bahwa gaya yang bekerja sebanding dengan hasil perkalian dari kedua
muatan dan berbanding terbalik terhadap kuadrat dari jarak pisah kedua muatan.
Sebagaimana (Bagian 1.1.4) r adalah vektor jarak dari r (letak muatan q) hingga r
(letak muatan Q):
r = r r
r adalah besar nilainya, dan adalah arahnya. Gaya yang berada disepanjang garis
dari q hingga Q berupa gaya tolak-menolak, jika q dan Q memiliki tanda (+/-) yang
sama, dan tarik-menarik jika tanda keduanya berbeda.
Hukum Coloumb dan prinsip superposisi merupakan masukan fisis dari
elektrostatistika sisanya, kecuali beberapa sifat khusus dari materi, adalah elaborasi
matematis dari aturan-aturan mendasar.

Soal 2.1
(a) 12 buah muatan identik, q, diletakan pada setiap sudut dari segi-12 beraturan
(misalnya, bayangkan setiap angka yang tertera pada sebuah jam dinding terdapat
satu muatan q). Berapakah gaya yang bekerja pada muatan uji Q yang terletak di
pusat?
(b) Bila satu dari ke-12 muatan q dihilangkan (yang terletak pada angka 6 pada jam
dinding). Berapakah gaya yang bekerja pada Q? Jelaskan alasan anda dengan baik.
(c) Sekarang jika 13 muatan, q, diletakkan pada setiap sudut dari segi-13 beraturan.
Berapakah gaya yang bekerja pada Q yang terletak tepat ditengah?
(d) Jika satu dari ke-13 muatan q dihilangkan, berapakah gaya yang bekerja pada
Q? Jelaskan alasan anda.

(2.1)
(2.2)


2.1.3 Medan Listrik
Jika kita memiliki beberapa titik muatan q
1
,q
2
,...,q
n
, pada jarak r
1
, r
2
, ...., r
n
dari Q,
gaya total yang bekerja pada Q adalah

)

atau
F = QE,
Dimana
()


E disebut dengan medan listrik dari muatan sumber. Perhatikan bahwa E merupakan
fungsi posisi (r), karena jarak vektor (r
i
) bergantung pada lokasi dari medan titik P
(Gambar 2.3). Tapi bukan terhadap muatan uji Q. medan listrik adalah jumlah vektor
yang berubah-ubah dari satu titik ke titik yang lain dan ditentukan oleh konfigurasi
muatan-muatan sumber; secara fisis. E(r) adalah gaya persatuan muatan yang bekerja
pada sebuahmuatan uji Q, jika anda meletakannya pada titik P.

(2.3)
(2.4)
Gambar 2.3
Apakah sebenarnya medan listrik? Saya telah sengaja memulai dengan apa
yang mungkin anda kenal denga interpretasi minimal dari E, sebagai sebuah tahap
menengah dalam perhitungan medan listrik. Namun saya menyarankan anda untuk
menganggap bahwa medan merupakan suatu bentuk fisis yang nyata, mengisi
ruang di sekitar muatan listrik. Maxwell sendiri percaya bahwa medan listrik dan
medan magnet gambaran aktual dari stress dan strain dalam sebuah jelly purba yang
tidak tampak seperti ether. Relativitas khusus telah mendorong kita meninggalkan
gagasan mengenai ether, dan dalam hal ini dengan interpretasi mekanis Maxwell
tentang medan elektromagnetik. (Ini bahkan mungkin, berpikir kurang praktis, untuk
merumuskan elektrodinamik klasik sebagai sebuah teori aksi pada suatu jarak, dan
melepasnya dengan konsep medan secara keseluruhan). Saya tidak dapat menjelaskan
kepada anda tentang apa itu medan hanya menjelaskan bagaimana menghitungnya
dan apa yang dapat anda lakukan ketika anda mendapatkannya.

Soal 2.2
(a) Tentukan medan listrik (besar dan arah) pada jarak z diatas titik tengah antara dua
muatan yang sama, q, yang terpisak sejauh d (Gambar 2.4). Periksa bahwa hasil yang
anda peroleh sesuai dengan yang anda perkirakan ketika z >> d.
(b) Ulangi bagian (a), hanya saja buat bagian kanan menjadi muatan q dan bagian
kirinya muatan +q.



Gambar 2.5
Gambar 2.1

2.1.4 Distribusi Muatan Kontinyu
Definisi kita mengenai medan listrik (Persamaan 2.4), mengasumsikan bahwa sumber
dari medan adalah sebuah kumpulan dari muatan titik diskrit q
i
. Jika muatan
didistribusikan secara kontinyu pada suatu area, bentuk penjumlahan menjadi sebuah
integral (Gambar 2.5a):
()


Jika muatan tersebar di sepanjang garis (Gambar 2.5b), dengan muatan persatuan
panjang , maka dq= dl (dimana dl adalah sebuah elemen dari panjang sepanjang
garis); jika muatan tersebar pada sebuah luasan permukaan (Gambar 2.5c), dengan
muatan persatuan luas , maka dq= da (dimana da merupakan sebuah elemen luas
pada sebuah permukaan); dan jika muatan mengisi sebuah ruang (Gambar 2.5d),
dengan muatan persatuan volum , maka dq = d (dimana d adalah sebuah
elemen volume):
dq dl ~ da ~ d
Maka medan listrik dari muatan garis adalah
()


Untuk muatan luas
()


Dan untuk muatan volum adalah
()



Persamaan 2.8 sendiri sering ditunjukkan sebagai Hukum Coloumb, karean
persamaan itu sendiri merupakan langkah cepat dari aslinya (2.1), dan karena sebuah
volume muatan adalah dalam pengertian paling umum dan kasus realistis. Perhatikan
dengan seksama pengertian dari r pada rumusan ini. Aslinya, pada persamaan 2.4, r
i

menyatakan vektor dari muatan sumber q
i
terhadap titik medan r. dengan selalu
(2.5)
(2.6)
(2.7)

(2.8)
berhubungan, r adalah vektor dari dq (sehingga merpakan vektor dari dl, da, atau
d) terhadap titik medan r.
2



Contoh 2.1
Tentukan medan listrik pada jarak z diatas titik tengah dari sebuah segmen garis lurus
dengan panjang 2L, yang mana membawa muatan garis yang seragam (Gambar 2.6)
Solusi : Hal ini menguntungkan untuk memotong garis menjadi dua dan
menempatkannya secara simetris (pada x), untuk itu medan pada komponen
horizontal akan saling menghilangkan, sehingga medan listrik dari pasangan garis
tersebut adalah

)

Gambar 2.6
Dimana cos = z/r ; r =

, dan x bergerak dari 0 hingga L:




2
Peringatan: Satuan vektor tidak konstan; arahnya bergantung pada titik sumber R, dan karena itu tidak dapat
dikeluarkan dari integral 2.5-2.8. Pada prakteknya anda harus bekerja dengan komponen kartesian (x, y, z konstan
tidak dapat keluar dari integrasi), bahkan jika anda menggunakan koordinat curvilinier untuk melakukan integrasi.


Dan medan menuju arah sumbu z
Untuk titik yang jauh dari garis (z >> L), medan listriknya menjadi


yang masuk akal: pada jarak yang sangat jauh muatan garis terlihat seperti muatan titik q =
2L, maka medan menguranginya dari muatan titik (

). Pada lilim L, di sisi lain,


kita peroleh medan dari kawat dengan panjang tak hingga :


atau secara umum,


dimana s adalah jarak titik medan dari kawat.

Soal 2.3 Tentukan medan listrik yang berada pada jarak z diatas salah satu ujung
kawat dengan panjang L (Gambar 2.7), yang membawa muatan garis seragam .
Periksa apakah formula yang anda peroleh konsisten dengan apa yang anda
perkirakan untuk z >> L.


Soal 2.4 Tentukan medan listrik pada jarak z diatas titik tengah sebuah kawat persegi
dengan sisi a yang membawa muatan garis seragam (Gambar 2.8). [petunjuk:
gunakan hasil dari contoh 2.1]
Gambar 2.9
Gambar 2.8 Gambar 2.7
Soal 2.5 Tentukan medan listrik pada jarak z diatas titik tengah kawat yang
berbentuk lingkaran dengan jari-jari r (gambar 2.9), yang mana membawa muatan
garis seragam .
Soal 2.6 Tentukan medan listrik pada jarak z diatas sebuah piringan tipis dengan jari-
jari R (Gambar 2.10), yang membawa muatan luas seragam . Bagaimanakah
persamaannya untuk limit R ? Periksa untuk z >> R.
Soal 2.7 Tentukan medan listrik pada jarak z diatas permukaan bola denga jari-jari R
(Gambar 2.11), yang mana membawa rapat muatan seragam . Gunakan z < R (di
dalam bola) serta z > R (di luar bola). Tunjukkan jawaban anda dalam bentuk muatan
total q pada bola. [petunjuk: gunakan hukum cosinus untuk menuliskan nilai r dalam
bentuk R dan . Pastikan untuk nilai positif dari akar pangkat kuadrat :

( ) jika R > z, dan (z R) jika R < z.]


Soal 2.8 Gunakan jawaban dari soal 2.7 untuk menentukan medan listrik di dalam
dan luar bola dengan radius R, yang mana membawa rapat muatan volum .
Tunjukkan jawaban anda dalam bentuk muatan total dari bola, q. Gambarkan grafik
dari || sebagai fungsi jarak dari pusat bola.


Gambar 2.10 Gambar 2.11


2.2 Divergen dan Curl dari Medan elektrostatik
2.2.1 Garis Medan, Flux, dan Hukum Gauss
Prinsipnya, kita telah menyelesaikan masalah elektrostatik. Persamaan 2.8
menjelaskan kepada kita bagaimana menghitung medan dari distribusi muatan, dan
Persamaan 2.3 menjelaskan kepada kita bagaimana gaya pada muatan Q akan
dipindahkan pada medan tersebut. Sayangnya, sebagaimana yang mungkin akan anda
temukan pada Soal 2.7, integral yang terlibat dalam perhitungan E sulit ditentukan,
meskipun untuk distribusi muatan yang sederhana. Banyak elektrostatik khusus
diberikan untuk merangkai sebuah kantung peralatan dan cara-cara untuk
menghindari integral ini. Semua itu bermula dengan divergensi dan curl dari E. Saya
akan menghitung divergensi dari E secara langsung dari Persamaan 2.8, pada Bagian
2.2.2, namun pertama-tama saya ingin menunjukkan kepada anda dengan lebih
kualitatif, dan mungkin lebih jelas, pendekatan intuitif.
Mari kita mulai dengan kasus kemungkinan yang paling sederhana: titik
tunggal muatan q, yang terletak pada sumber:
E (r) =

(2.10)

Untuk mendapatkan rasa dalam medan ini, saya mungkin menggambar sedikit
vektor representatif, sebagaimana pada Gambar. 2.12a. karena medan turun 1/r
2
,
vektor dapat menjadi lebih pendek sebagaimana anda pergi menjauh dari sumber;
titik itu akan menjauh secara radial. Namun terdapat langkah yang lebih baik untuk
menjelaskan medan tersebut, dan hal tersebut menghubungkan tanda panah tersebut,
untuk membentuk garis medan (Gambar. 2.12b). Anda mungkin berpikir bahwa saya
memberikan informasi tentang daya dari medan, yang mana terkandung dalam
panjang panah. Tapi sebenarnya tidak. Magnitudo dari medan ditunjukkan dengan
densitas dari garis medan: yang kuat di dekat pusat dimana garis medan tersebut
tertutup semua, dan melemah saat jauh keluar, dimana garis medan tersebut terpisah
relatif jauh.
Sebenarnya, diagram garis medan itu tidak dapat dipercaya, ketika saya
menggambarnya pada permukaaan dua dimensi, untuk densitas dari garis melewati
lingkaran dengan jari-jari r adalah angka total yang terbagi oleh lingkaran (n/2 r),
sebagaimana (1/r), bukan (1/r
2
). Namun jika anda membayangkan model dari tiga
dimensi (sebuah bantal peniti dengan jarum pelekat luar pada semua arah), kemudian
densitas dari garis adalah total nilai yang dipisahkan dengan daerah bola (n/4r
2
).
Sebagaimana (1/r
2
).

Gambar 2.12

Sama namun berbeda muatan
Gambar 2.13
Diagram tersebut mudah untuk menjelaskan medan yang lebih rumit. Tentu
saja, nilai dari garis yang anda gambar tergantung pada seberapa enerjik anda (dan
seberapa lancip pensil anda), meskipun anda seharusnya cukup memasukkan untuk
mendapatkan perasa akurasi medan, dan anda harus konsisten: Jika muatan q diisi 8
garis, maka 2q diisi 16. Dan anda harus meletakkannya dengan benar- muatan
muncul dari titik sumber muatan secara simetris di semua arah. Garis medan dimulai
pada muatan positif dan berakhir pada muatan negatif; hal tersebut tidak dapat
selesai, walaupun hal itu mungkin diperpanjang tak hingga. Selain itu, garis medan
tidak melewati pada perpotongan, medan akan memiliki dua arah pada satu medan!
Dengan semuanya itu dalam pikiran, hal itu mudah untuk menggambar medan
dengan titik muatan yang komfigurasinya sederhana: dimulai dengan menggambar
baris pada muatan lainnya, dan kemudian memperpanjangnya hingga tak hingga
(Gambar. 2.13 dan 2.14).

Muatan yang sama
Gambar 2.14

Gambar 2.15
Pada model ini fluks E melewati permukaan S,

(2.11)
adalah besar nilai garis muatan yang melewati S. Saya mengambil rumusan ini
karena tentu saya hanya dapat menggambarcontoh representatif dari garis medan
total nilai akan menjadi tak hingga. Namun untuk pemberian samping rate contoh
fluks itu proporsional untuk nilai garis yang ditarik, karena kuat medan, ingat,
proporsional untuk densitas garis medan (nilai per satuan luas) dan karenanya E.da
proporsional untuk nilai dari garis yang menembus melewati daerah tak hingga da .
(Hasil dot dari komponen dari da sepanjang arah E , seperti pada Gambar 2.15. itu
hanyalah daerah dalam bidang tegak lurus pada E yang kita pikirkan ketika kita
mengatakan bahwa densitas garis medan adalah nilai per satuan luas).
Ini menjelaskan bahwa fluks melewati semua permukaan tertutup adalah nilai
dari total muatan. Untuk garis medan yang sumbernya pada muatan positif harus
salah satu melewati permukaan atau yang lainnya berakhir pada muatan negatif
(Gambar. 2.16a). Di sisi lain, sebuah muatan pada bagian luar permukaan akan tidak
berkontribusi pada total fluks, dari garis medannya melewati satu sisi dan keluar pada
bagian lainnya (Gambar. 2.16b). Inilah inti dari Hukum Gauss. Sekarang kita buat
kuantitatifnya.

Gambar 2.16
Dalam kasus titik muatan q pada sumber, fluks E melewati bola dengan jari-
jari r adalah:

) (

(2.12)
Perhatikan bahwa jari-jari bola diabaikan, untuk permukaan luas naik r
2
, medan turun
1/r
2
, dan sehingga hasilnya konstan. Pada gambar garis medan, hal ini membuat
perasaan yang baik, dari nilai garis medan yang sama menembus melewati seluruh
pusat bola sebagai sumbernya, tergantung ukurannya. Faktanya, hal itu bukanlah
bola-beberapa permukaa tertutp, apapun bentuknya, akan menunjukkan nilai garis
medan yang sama. Jelasnya fluks melewati permukaan muatannya adalah q/
0
.
Sekarang misalkan muatan tunggal pada sumber, kita memiliki kumpulan
muatan yang menyebar. Berdasarkan prinsip superposisi, total medan adalah vektor
jumlah dari semua muatan tunggal:
E =


Fluks melewati permukaan yang menutupi seluruhnya, selanjutnya adalah
(

) (

)
Untuk semua permukaan tertutup


dimana Q
enc
adalah total muatan tertutup di dalam permukaan. Ini adalah pernyataan
kuantitatif dari Hukun Gauss. Walaupun tidak berisi informasi yang tidak dijelaskan
pada Hukum Coulomb dan prinsip superposisi, hal tersebut merupakan kekuatan
yang ajaib, seperti yang anda lihat pada Bagian 2.2.3. Perhatikanlah bahwa semua
engsel pada 1/ r
2
karakter Hukum Coulomb; tanpa hal tersebut pembatalan krusial
dari rs pada Persamaan 2.12 tidak akan terjadi, dan total fluks E akan tergantung
pada permukaan yang dipilih, tidak hanya pada total muatan tertutup. Gaya lain 1/ r
2

(saya berpikir secara rinci gravitasi umum Hukum Newton) akan memenuhi Hukum
Gauss, dan praktiknya kami mengembangkannya secara langsung.
Seperti bentuknya, Hukum Gauss adalah persamaan integral, tapi kita dapat
dengan segera mengintegralkan: dengan menerapkan teorema divergensi:

( )


Tulis kembali Q
enc
dalam persamaan densitas muatan , kita mendapat:


Sehingga Hukum Gauss menjadi:
( )


Dan karena hal ini untuk volume, integran dapat dirumuskan:

(2.14)
Rumus 2.14 memiliki maksud yang sama seperti 2.13; ini adalah Hukum Gauss
untuk persamaan differensial. Versi differensial lebih ringkas, tapi persamaan
integral memiliki keuntungan mencakup titik, garis, dan muatan permukaan lebih
natural.

Soal 2.9 Misalkan medan listrik suatu bidang dinyatakan E = kr
3
, pada koordinat bola
(k merupakan konstanta)
(a) Tentukan rapat muatan
(b) Tentukan total muatan pada bola dengan jari-jari R, terpudat pada sumber.
(lakukan dengan dua langkah yang berbeda)
Soal 2.10 Suatu muatan q berada pada sudut belakang dari kubus, sebagaimana yang
ditunjukkan pada Gambar 2.17. apakah fluks E melewati daerah bayangan ?

Gambar 2.17

2.2.2 Divergensi E
Mari kita kembali, sekarang, dan hitung divergensi dari E langsung dari Persamaan
2.8:
()

) (2.15)
(Mula-mula integrasi volume terisi oleh muatan, tapi saya mungkin
memperpanjangnya ke semua ruang, karena = 0 pada permukaan luar). Tidak ada r
tergantung yang termuat dalam r = r r, kita dapat

) (

)
Hal ini akurat dengan divergensi yang kita hitung pada persamaan 1.100:
(

()
Jadi

( ) (

() (2.16)
yang mana Hukum Gauss pada persamaan differensial (2.14). untuk mendapat
kembali persamaan integral (2.13), kita jalankan pernyataan sebelumnya dalam
kebalikan-integral dari volume dan menerapkan teorema divergen.

.

2.2.3 Aplikasi Hukum Gauss
Saya harus menunda perkembangan pada titik ini untuk menunjukkan anda
keluarbiasaan dari hukum Gauss, dalam bentuk integral. Ketika simetri
memungkinkan, hai ini menghasilkan cara yang paling cepat dan paling mudah
untuk menghitung medan listrik. Saya akan mengilustrasikan metode tersebut dengan
beberapa contoh.
Contoh 2.2
Tentukan medan listrik diluar sebuah bola bermuatan seragam dengan jari-jari R
muatan total q.
Solusi: Gambarlah sebuah permukaan bola pada r > R (Gambar 2.18); hal ini
disebut dengan permukaan Gaussian. Hukum Gauss mengatakan bahwa untuk
permukaan ini (sebagimanayang lain)


dan

. Sepintas hal ini tampaknya tidak membuat kita terlalu jauh, karena
kuantitas yang kita inginkan (E) dibumikan dalam integral permukaan. Untunglah,
simetris mengijinkan kita untuk mengutip E dari bawah tanda integral: E secara
pasti titik radial keluar,
3
seperti halnya da, sehingga kta dapat meletakkan hasil dot.

||




Gambar 2.18
dan besarnya magnitudo E adalah konstan di atas permukaan Gaussian, sehingga
magnitudo Edatang di di luar integral:
|| ||

||


Sehingga

5
Jika anda ragu bahwa E itu radial, pikirkanlah alternatifnya. Anggaplah, katakan, bahwa titik tersebut menuju
ke timur, pada katulistiwa. Namun orientasi dari katulistiwa benar-benars embarangtidak ada perputaran di
sini, jadi tidak ada sumbu utara-selatan alamisetiap penjelasan mempunyai inti untuk menunjukkan bahwa
titik-titik timur E dapat digunakan dengan baik untuk menunjukkan titik-titik baratnya, atau utara, atau arah
lainnya. Arah yang unik pada bola hanyalah radial.

||


atau


Perhatikan keistimewaan yang luar biasadari hasil ini: Medan listrik di luar bola
sama dengan hal tersebut akan terjadi jika semua muatan berkonsentrasi di pusat.

Hukum Gauss selalu benar, namun tidak selalu berguna. Jika tidak seragam
(atau, pada setiap suku, tidak simetris berbentuk bola), atau jika saya telah memilih
beberapa bentuk lain untuk permukaan Gaussian saya, hal tersebut akan tetap benar
bahwa fluks dari E adalah (

), namun saya tidak yakin bahwa E dalam arah


yang sama seperti da dan konstan dalam magnitudo melebihi permukaan, dan tanpa
hal tersebut saya tidak dapat menarik || keluar dari integral. Kesimetrisan penting
untuk dalam penerapan hukum Gauss ini. Sebagaimana yang saya ketahui, hanya
terdapat tiga macam simetri yang bekerja:
1. Simetris bola. Membuat permukaan Gaussian anda menjadi sebuah bola
konsentris.
2. Simetris silindris. Membuat permukaan Gaussian anda menjadi silindris
dengan sumbu yang sama (Gambar 2.19).
3. Simetris bidang. Gunakanlah sebuah Gaussian pillbox, yang terangkat
permukaannya (Gambar 2.20).
Meskipun (2) dan (3) secara teknis membutuhkan panjang silindris tak berhingga, dan
perpanjangan bidang tak berhingga ke segala arah, kita akan sering menggunakan hal
tersebut untuk memperoleh jawaban yang mendekati pada silindris panjang atau
permukaan bidang yang luas pada titik-titik yang jauh dari tepinya.

Gambar 2.19 Gambar 2.20
Contoh 2.3
Sebuah silindris panjang (Gambar 2.21) membawa sebuah rapat muatan yang yang
sebanding dengan jarak dari sumbunya: , untuk beberapa konstanta .
Tentukan medan listrik di dalam silindris.
Solusi: Gambarkan silindris Gaussian dengan panjang dan jari-jari . Untuk
permukaan ini, hukum Gaussnya, yaitu:


Muatan yang tercakupi adalah

)(


(Saya gunakan elemen volume yang cocok untuk koordinat silindris, persamaan
1.78, dan integralkan dari 0 sampai , dari 0 sampai . Diuraikan yang
terbaik pada variabel intergrasi

, untuk membedakannya dari jari-jari permukaan


Gauss.)

Gambar 2.21
Sekarang, simetris mendektekan bahwa E harus titik keluar secara radial,
sehingga untuk bagian garis dari Gaussian silindris kita memiliki:
|| || ||

ketika keduanya berhenti medistribusikan ketidakadaan (E tegak lurus terhadap da).
Sehingga,
||



Atau akhirnya


Contoh 2.4
Sebuah bidang tak berhingga membawa muatan permukaan seragam . Tentukan
medan magnetnya.
Solusi: Gambarkan sebuah Gaussian pillbox, perluasan sama dengan jarak di atas
dan dibawah bidang (Gambar 2.22). Terapkan hukum Gauss untuk permukaan ini:


Dalam ha lini

, dimana A adalah luas penutup dari pillbox. Karena


simetris, titik-titik E menjauh dari bidang (ke arah atas untuk titik-titik di bagian atas,
ke arah bawah untuk titik-titik yang berada di bagian bawah). Sehingga, pemukaan
atas dan bawah menghasilkan
||

Gambar 2.22
dimana seperti sisi-sisinya tidak berkonstribusi, sehingga
||


atau

(2.17)
Dimana adalah sebuah vektor pointing satuan yang jauh dari permukaan. Pada Soal
2.6 anda memperoleh hasil yang sama dengan metode yang jauh lebih sulit.
Tampaknya mengejutkan, pada awalnya, medan listrik dari suatu bidang tak
terbatas tergantung terhadap seberapa jauh anda berada. Bagaimana dengan


pada hukum Coulomb? Intinya adalah bahwa ketika anda bergerak lebih jauh dan
lebih jauh dari bidang, muatan semakin banyak datang kedalam bidang pandang
anda (bentuk kerucut memanjang keluar dari mata anda), dan ini mengimbangi untuk
mengurangi pengaruh dari setiap bagian tertentu. Medan listrik sebuah bola terjatuh
dari

; medan sebuah garis tak terbatas terjatuh pada ; dan medan listrik dari
sebuah bidang tak terbatas tidak jatuh sama sekali.
Meskipun penggunaan langsung dari hukum Gauss untuk menghitung medan
listrik terbatas pada kasus simetri bola, silinder, dan planar, kita bisa menyatukan
kombinasi obyek memiliki simetri seperti itu, meskipun pengaturan secara
keseluruhan tidak simetris. Sebagai contoh, menerapkan prinsip superposisi, kita bisa
menemukan medan listrik di sekitar dua silindris paralel bermuatan seragam, atau
bola di dekat bidang dengan muatan tak terbatas.
Contoh 2.5
Dua bidang sejajar tak berhingga membawa rapat muatan seragam yang sama namun
berlawanan (Gambar 2.23). Tentukan medan listrik di tiga tempat: (i) di sebelah
kiri keduanya, (ii) di antara keduanya, (iii) di sebelah kanan keduanya.
Solusi: Pelat kiri menghasilkan medan (

) yang titik-tiknya jauh dari itu


(Gambar2.24)kekiri di daerah(i) dan ke kanan di daerah (ii) dan (iii). Pelat kanan,
yang bermuatan negatif, menghasilkan medan (

) , yang titik-titiknya kearah


itukekanan didaerah (i) dan (ii) dan ke kiri didaerah (iii). Dua medan listrik
membatalkan pada daerah yaitu (i) dan (iii), kedua medan tersebut bergerak
bersamaan pada daerah (ii). Kesimpulan: Medan listriknya adalah (

) , dan
menunju ke kanan, antara bidang-bidangnya; dimana pun sama dengan nol.

Gambar 2.23 Gambar 2.24

Soal 2.11 Gunakan hukum Gauss untuk mencari medan listrik di dalam dan diluar
kulit bola dari jari-jari R, yang membawa rapat muatan permukaan seragam.
Bandingkan jawaban Anda dengan Soal 2.7.
Soal 2.12 Gunakan hukum Gauss untuk mencari medan listrik dalam bola muatan
seragam (rapat muatan ). Bandingkan jawaban anda untuk Soal 2.8.
Soal 2.13 Cari medan listrik suatu jarak s dari kawat panjang lurus tak berhingga,
yang membawa muatan garis seragam . Bandingkan Persamaan 2.9.
Soal 2.14 Tentukan medan listrik di dalam bola yang membawa rapat muatan
sebanding dengan jarak dari asal, , untuk beberapa konstanta k. [Petunjuk:
Rapat muatan ini tidak seragam, dan anda harus mengintegrasikan untuk
mendapatkan muatan yang terlingkupi.]
Soal 2.15 Sebuah kulit bola berongga membawa rapat muatan


di daerah (Gambar2.25). Tentukan medan listrik di tiga tempat: (i)
, (ii) , (iii) . Gambarkan ||sebagai fungsi dari r.
Soal 2.16 Sebuah kabel koaksial panjang (Gambar 2.26) membawa rapat muatan
volume seragam pada silindris bagian dalamnya (jari-jari a), dan rapat muatan
permukaan seragam pada kulit silindris luar (jari-jari b). Muatan permukaan ini
negatif dan hanya besaran kanannya sehingga sepanjang kabelnya netral. Tentukan
medan listrik di setiap tempat dari tiga itu: (i) di dalam silinder (s < a), (ii) di antara
silinder (a < s < b), (iii) di luar kabel (s > b). Gambarkan || sebagai fungsi s.
Soal 2.17 Sebuah lempengan bidang tak berhingga, dengan ketebalan 2d, mebmbawa
rapat muatan volume (Gambar 2.27). Tentukan medan listrik, sebagai fungsi y,
dimana y = 0 di pusatnya. Gambarkan E terhadap y, E positif ketika titik-titiknya
berada pada arah +y dan negatif ketika titik-titiknya berada pada arah y.
Soal 2.18 Dua bola, masing-masing dengan jari-jari R dan membawa rapat muatan
seragam + dan , ditempatkan sehingga mereka sebagian tumpang tindih (Gambar
2.28). Anggaplah vektor dari pusat positif kepusat negatif dengan d. Tunjukkan
bahwa medan di daerah yang saling melingkupi adalah konstan, dan tentukan
nilainya. [Petunjuk: gunakanjawabandarisoal 2.12.]

Gambar 2.25 Gambar 2.26

Gambar 2.27 Gambar 2.28

2.2.4 Curl dari E
Kita akan menentukan curl dari E, seperti divergensi padabagian 2.2.1, dengan
terlebih dahulu mempelajari konfigurasi yang paling sederhana mungkin: sebuah
muatan titik pada titik asal. Padabentuk ini


Sekarang, perhatikan Gambar 2.12 yang menunjukkan bahwa curl dari medannya
harus nol, tetapi saya pikir kita harus memunculkan sesuatu yang lebih teliti daripada
itu. Bagaimana jika kita menghitung integral garis dari medan ini dari beberapa titik a
ke beberapa titik b lainnya (Gambar 2.29):


Pada koordinat bola,

, jadi


Oleh karena itu,

) (2.18)
Di mana

adalah jarak dari titik asal ke titik a dan

, adalah ke b. Integral sekitar


lintasan tertutup terbukti adalah nol (kemudian untuk

):
(2.19)

Gambar 2.29
Dan oleh karena itu, terapkan teorema stokes,
(2.20)
Sekarang, terbukti bahwa Persamaan 2.19 dan 2.20 hanya untuk medan dari muatan
titik tunggal pada titik asal, tetapi hasil ini membuat tidak ada acuan untuk
digunakan, bagaimanapun juga, sebuah pilihan sembarang yang benar dari koordinat;
tidak masalah juga dimana pun muatan itu berada.Selain itu, jika terdapat banyak
muatan, prinsip superposisi menyatakan bahwa jumlah medan merupakan
penjumlahan vektor dari masing-masing medannya:


Jadi,
(

) (

) (

)
Dengan demikian, persamaan 2.19 dan 2.20 berlaku untuk setiap distribusi muatan
statis apapun.

Soal 2.19 Tentukan langsung dari Persamaan 2.8 dengan metode bagian
2.2.2. Lihat Soal 1.62 jika mengalami kesulitan.
2.3 Potensial Listrik
2.3.1 Pendahuluan untuk Potensial
Medan listrik (E) tidak hanya beberapa fungsi vektor saja, namun juga merupakan
jenis fungsi vektor yang khusus, salah satunya yang mana curl selalu nol. Sebagai
contoh, tidak mungkin dapat menjadi medan listrik: jika tidak mengandung
muatan, tidak memperhitungkan ukuran dan posisi, dengan begitu dapat
menghasilkan sebuah medan. Pada bagian ini, kita akan memanfaatkan properti
khusus dari medan listrik untuk mereduksi sebuah persoalan vektor (menentukan E)
menjadi persoalan skalar yang lebih sederhana. Teorema pertama pada bagian 1.6.2
menerangkan bahwa pada vektor yang mana curl adalah nol sama dengan gradien
dari sejumlah skalar.

Gambar 2.30
Karena , integral garis E yang mendekati disekitar loop adalah nol
(mengikuti teorema Stoke). Karena , integral garis E dari titik a ke titik b
adalah sama untuk semua lintasan garis (dengan kata lain anda dapat keluar batas
garis (i) dan kembali ke garis semula (ii)-Gambar 2.30-dan memperoleh ).
karena integral garis tersebut terlepas dari garis, kita dapat menjelaskan sebuah
fungsi
4

()


Dimana 0 adalah titik penunjuk standar dimana sebelumnya sudah kita setujui; V
hanya bergantung pada titik r saja.Ini disebut potensial listrik.
Dengan jelas, perbedaan potensial diantara dua titik a dan b adalah
() ()


= -




4
Untuk menghindari setiap ambiguitas yang mungkin saya mungkin akan meletakkan sebuah pokok
variabel integral:
() (


Namun hal ini untuk membuat notasi tidak praktis, dan saya menyukai apapun yang memungkinkan
untuk menjadi pokok dari titik sumber. Bagaimanapun, ketika (seperti pada contoh 2.6) kita
menghitungbeberapa integral secara terpisa, saya akan meletakkan intinya
(2.22)
(2.21)
Dasar teorema untuk menyatakan gradien yakni
() () ()


Menjadi
()


Karena, akhirnya hasilnya sesuai untuk setiap titik a dan b, integral harus sama
dengan :

Persamaan 2.23 bentuk turunan dari Persamaan 2.21, menyatakan bahwa medan
listrik merupakan gradien dari potesial skalar, dimana kita bermaksud untuk
membuktikan.
Perhatikan yang disamarkan namun yang berperan penting dengan garis bebas
(dengan sama, ) pada pembuktian ini. Apabila integral garis E bergantung
pada garis yang diambil, kemudian pengertian dari V, Persamaan 2.21 tidak akan
berarti apa-apa. Persamaan tersebut tidak akan menjelaskan sebuah fungsi dengan
sederahana, karena merubah garis itu akan merubah nilai V (r). Jangan biarkan tanda
minus membuat anda bingung pada Persamaan 2.23; hal ini membawa dari 2.21 dan
sebagian besar masalah pembicaraan.
Soal 2.20 Salah satu dari ini merupakan medan elektrostatis yang tak mungkin. Yang
manakah itu?
a) [ ]
b) [

) ]
Dimana k merupakan konstanta dengan unit yang sesuai. Untuk salah satu
kemungkinannnya, tentukan potensial, gunakan titik referensi anda. Periksakan
jawaban anda dengan menghitung [Petunjuk : anda harus memilih garis khusus
(2.23)
untuk sepanjang integral. Tidak masalah dengan garis apa yang anda pilih, karena itu
jawabannya adalah garis bebas, tetapi dengan mudah anda tidak dapat mengintegralkan
walaupun anda mempunyai garis istimewa di pikiran anda.]

2.3.2 Ulasan mengenai Potensial
(i) Penamaan. Kata potensial merupakan penamaan yang salah karena dapat
mengingatkan anda pada energi potensial. Ini memusingkan, karena ada hubungan
antara potensial dan energi potensial, seperti yang akan anda lihat pada Bagian 2.4.
hal terbaik yang dapat saya lakukan adalah menyatakan dengan tegas sekali lagi dan
potensial serta energi potensial sebenarnya berbeda dan seharusnya dengan kebenaran
yang ada, keduanya memiliki nama yang berbeda. Secara kebetulan, seluruh
permukaan dimana potensialnya konstan dinamakan sebuah potensial
keseimbangan.
(ii) Keuntungan dari rumus potensial. Jika anda mengetahui V, maka
dengan mudah anda akan mendapatkan E-hanya dengan menggunakan gradien:
. Untuk E merupakan jumlah vektor (tiga komponen), tetap V adalah
skalar (satu komponen). Bagaimana mungkin sebuah fungsi dapat menbawa tiga
fungsi bebas? Jawabannya adalah tiga komponen dari E tidak benar-benar bebas;
kenyataannya dengan jelas dikaitkan dengan keadaan dimana dalam
bentuk komponennya,


Ini membawa kita kembali pada bagian 2.3.1: E merupakan vektor khusus. Apa yang
rumusan potensial berikan adalah untuk memanfaatkan bentuk ini ke keuntungan
maksimal, mengurangi sebuah masalah vektor ke arah sebuah skalar, dimana disana
tidak diperlukan untuk mepermasalahkankan komponennya.
(iii) Titik 0 referensi. Ada beberapa dasar-dasar yang ambigu dalam definisi
potensial, karena pemilihan titik 0 referensi berubah-ubah. Perubahan titik referensi
sama dengan menambahkan konstanta K pada potensial :
()

()


dimana K adalah integral garis E dari titik 0 referensi yang sebelumnya ke 0 yang
sekarang. Menambahkan konstanta V tidak akan mempengaruhi perbedaan potensial
antara dua titik :

()

() () ()
karena K tidak jadi dikeluarkan. (Sebenarnya sudah dijelaskan dari Persamaan 2.22
bahwa perbedaan potensial adalah 0 bebas, karena itu dapat dituliskan sebagai
integral garis E dari a ke b, tidak ada referensi ke 0.) Juga tidak mempengaruhi
gradient dari V :


Karena konstanta derivatif adalah nol. Oleh karena itu, V berbeda pada pilihan titik
referensi, cocok untuk medan E yang sama.
Dengan jelas, potensial sebagai pembawa tiada nilai fisik yang signifikan,
untuk setiap titik yang diberikan, kita dapat menyesuaikan nilai yang akan diperoleh
dengan mencocokan penempatan kembali dari 0. Hal ini lebih seperti suatu
ketinggian : Jika saya bertanya kepada anda mengenai tinggi Denver, anda tentu saja
akan menjelaskan kepada saya pada diatas ketinggian laut, karena itu merupakan
suatu titik referensi yang sesuai. Namun kita dapat menghitung ketinggian diatas
Washington DC, Greenwich atau dimana pun itu. Hanya dengan menambahkan
jumlah dari semua ketinggian laut. Tetapi hal ini tidak akan mengubah apapun
mengenai kata sebenarnya. Jumlah dari daya tarik intrinsik ini berbeda pada
ketinggian diantara dua titik, dan hal ini akan berlaku sama bagaimana pun tingkat
referensi anda.
Dengan mengatakan hal ini, walaupun titik natural digunakan untuk O dalam
elektrostatis-analogi ke untuk ketinggian level laut-dan ini merupakan sebuah titik
dengan jauhnya tidak terbatas dari muatan. Seperti biasa, kita susun potensial nol di
tak terhingga.(karena V(O) = 0, memilih sebuah titik referensi sebanding dengan
memilih kedudukan dimana V menjadi nol.) tetapi saya harus mengingatkan anda,
bahwa terdapat sebuah dasar khusus dimana jika dasar ini gagal : jika muatan
terdistribusi meluas sendiri ke tak terhingga. Permasalahan gejala, dalam sejumlah
kasus, apakah potensial meledak? Untuk singkatnya, sebuah medan secara seragam
dimuati bidang datar sebesar (

). Seperti yang kita temukan pada Contoh 2.4;


jika dengan sederhana kita masukkan O = , maka potensial saat tinggi z diatas
bidang menjadi
()

( )

.
Pembenarannya sederhana untuk memilih beberapa titik referensi (pada persoalan ini,
anda sebaiknya menggunakan sumbernya). Perhatikan bahwa kesulitanbterjadi hanya
pada problem textbook ; pada real life disini tidak ada sebuah penyaluran muatan
yang berlangsung terus menerus, dan kita selalu dapat menggunakan tak hingga
sebagai titik referensi kita.
(iv) Potensial mengikuti prinsip superposisi. Sumber prinsip superposisi pada
elektrodinamis berhubungan pada sebuah muatan uji Q. Menyatakan bahwa total
gaya pada Q merupakan jumlah vektor gaya sebagai akibat dari sumber muatan
secara individu:


Sepanjang membagi dengan Q, kita juga tentukan medan listrik, ikuti prinsip
superposisi :


Integralkan dari titik referensi yang sesuai ke r, ini akan mengikuti potensial dan
memenuhi prinsip:


Oleh karena itu, potensial pada setiap titik yang diberikan merupakan jumlah dari
potensial yang sesuai pada semua sumber muatan secara terpisah. Hanya pada waktu
ini, hal tersebut merupakan penjumlahan biasa, bukan sebuah penjumlahan vektor,
yang membuat hal tersebut lebih mudah untuk dikerjakan.
(v) Satuan potensial. Dalam satuan yang kita miliki, gaya merupakan
perhitungan dalam newton dan muatan dalam coulombs, sehingga medan listrik
adalah newton per coulomb. Oleh sebab itu, potensial merupakan perhitungan dalam
newton-meter per coulomb atau joule per coulomb.Satu joule per coulomb disebut
satu volt.
Contoh 2.6
Tentukan potensial di dalam dan di luar sebuah bola berongga dengan jari-jari R
(Gambar 2.31), yang membawa muatan permukaan seragam. Pasangkanlah titik
referensi pada tak hingga.

Gambar 2.31
Penyelesaian: Untuk hukum Gauss, medan diluar bola berongga


Dimana q adalah muatan total didalam bola. Medan di dalam bola adalah nol. Untuk
titik di luar bola (r > R),
()


Untuk menentukan potensial didalam bola (r > R), kita harus memecah integral
menjadi dua bagian, dengan menggunakan disetiap wilayahnya nilai medan yang
tersebar:
()=

()


Ingatlah bahwa potensial tidak sama dengan nol di dalam rongga, walaupum itu
merupakan medan. V adalah konstan dalam daerah ini, pastinya, sehingga -
itulah masalahnya. Pada jenis masalah ini anda dapat selalu mengerjakannya dengan
cara anda dari titik referensi; itu dimana potensial dipakukan. Hal ini mencoba untuk
menduga bahwa anda dapat menggambarkan potensial di dalam bola dalam basis
medan tersendiri, tetapi ini salah: Potensial di dalam bola adalah sensitif dengan apa
yang terjadi di luar bola semestinya. Jika saya tempatkan muatan seragam kedua bola
diluar jari-jari R > R, potensial di dalam R akan berubah, walaupun medannya tetap
nol. Hukum Gauss menunjuk muatan luar ke titik yang diberikan (lebih besar r) tidak
menghasilkan jaringan medan pada titik tersebut, asalkan berbentuk bola atau silinder
simetris, tetapi disini tidak terdapat aturan untuk potensial, jika tak hingga digunakan
sebagai titik referensi.

Soal 2.21 Tentukanlah potensial di dalam dan di luar sebuah bola pejal yang
muatannya terdistribusi secara seragam dimana jari-jarinya adalah R dan total
muatannya adalah q. Gunakanlah tak hingga sebagai titik referensi anda. Hitunglah
gradient dari V di setiap daerah, dan periksalah apakah menghasilkan medan yang
benar. Gambar V(r).
Soal 2.22 Tentukan jarak potensial s dari dari sebuah garis lurus yang tidak terbatas
yang membawa muatan garis seragam . Hitunglah gradien potensialnya dan
periksalah apakah menghasilkan medan yang benar.
Soal 2.23 Untuk konfigurasi muatan Soal 2.15, tentukan potensial di bagian tengah,
gunakanlah tak hingga sebagai titik referensi anda.
Soal 2.24 Untuk konfigurasi Soal 2.16, tentukanlah perbedaan potensial antara sebuah
titik porosnya dan sebuah titik di luar silinder. Catatan : yakinkan diri anda bahwa hal
ini tidak perlu untuk sebuah titik referensi istimewa jika anda menggunakan Persamaan
2.22.

2.3.3 Poissons Equaation and Laplaces Equation
Kita temukan pada Bagian 2.3.1 bahwa medan listrik dapat dituliskan sebagai
gradien dari sebuah potensial skalar.
.
Petanyaan muncul : Apakah persamaan dasar untuk E,

dan
terlihat seperti V ? ()

, sehingga bagian yang mulai dari tanda


minus, divergensi E merupakan laplasian dari V. Hukum Gauss menyatakan bahwa


Ini dikenal sebagai persamaan Poisson. Di daerah dimana tidak ada muatan, maka
, persamaan Poisson mereduksi ke persamaan Laplace,


(2.24)
(2.25)
Kita akan meneliti persamaan ini dengan lebih lengkap pada bab 3.
Lebih banyak tentang hukum Gauss. Bagaimana dengan hukum curl? Hal ini
mengatakan bahwa
()
harus sama dengan nol. Namun hal tersebut bukan pada kondisi V-curl pada gradien
selalu nol. Tentu saja, kami sudah menggunakan hukum curl untuk membuktikan
bahwa E dapat dinyatakan sebagai gradien dari sebuah skalar, sehigga hal ini tidak
terlalu mengejutkan jika ini dapat dipecahkan: mengizinkan ;
kembali ke menjamin . Ini hanya menggunakan satu persamaan
diferensial (milik Poisson) untuk menentukan V, karena V adalah sebuah skalar;
untuk E kita membutuhkan dua, yakni divergensi dan curl.

2.3.4 Potensial Sebuah Distribusi Muatan Lokal
Saya mendefinisikan V dalam bentuk E (Persamaan 2.21). Biasanya, kita
mencari E (jika kita sudah mengetahui E tidak perlu menghitung V), akan lebih
mudah mendapatkan V pertama, dan dari menghitung E dengan mengambil gradien.
Biasanya, jika diketahui di mana muatan adalah (yaitu, kita tahu ), dan kita ingin
mencari V. Sekarang, persamaan Poisson yang berhubungan V dan , namun
sayangnya itu "cara yang salah: itu akan memberi kita , jika kita mengetahui V,
dimana seperti yang kita inginkan V, diketahui. Yang harus kita lakukan, persamaan
poisson dibalik. Itu program untuk bagian ini, meskipun saya akan melakukannya
dengan sekelilingnya berarti, awal, seperti biasa, dengan muatan titik asal.

Gambar 2.32
Mengatur titik acuan di tak terhingga, potensial dari titik asal muatan q adalah
()


(Anda lihat disini keutamaan khusus penggunaan tak terbatas untuk titik acuan:
memotong batas bawah pada integral). Perhatikan tanda dari V; mungkin tanda minus
konvensional dalam definisi dari V (Persamaan 2.21) dipilih justru untuk membuat
potensi dari muatan positif keluar positif. Hal ini berguna untuk diingat bahwa daerah
muatan positif adalah potensial "bukit", daerah muatan negatif yang potensial
"lembah", dan titik medan listrik "menurun", dari plus ke minus.
Secara umum potensial muatan titik q adalah
()

()

dimana r adalah jarak dari muatan ke r (Gambar.2.32). Meminjam prinsip
superposisi, potensial dari kumpulan muatan adalah
()

()
atau, untuk distribusi yang kontinu,
()

()
Secara khusus, untuk muatan volume
()

()
Ini merupakan persamaan yang kita cari, memberitahu kita bagaimana untuk
menghitung V ketika kita tahu : itu jika anda suka, "solusi" untuk persamaan
Poisson, karena distribusi muatan lokal.
5
Saya mengundang Anda untuk

5
Persamaan 2.29 merupakan sebuah contoh dari theorema Helmholtz (Lampiran B), dalam konteks
elektrostatistik, dimana curl dari E adalah nol dan divergensinya adalah /
0
membandingkan Persamaan 2.29 dengan formula yang sesuai untuk medan listrik
dengan nilai (Persamaan 2.8):
()



Titik utama yang perlu diperhatikan adalah bahwa vektor satuan sekarang
menghilang, jadi tidak perlu khawatir tentang komponen. Kebetulan, potensial garis
dan muatan-muatan permukaan:

()
Saya harus mengingatkan Anda bahwa segala sesuatu di bagian ini
didasarkan pada asumsi bahwa titik referensi di tak terhingga. Ini tidak jelas dalam
Persamaan 2.29, tapi ingatlah bahwa kita mempunyai persamaan dari potensial
muatan titik asal, (1/4

) (q/r), yang berlaku hanya jika 0 = . Jika Anda mencoba


menerapkan formula ini ke salah satu masalah buatan di mana muatan itu sendiri
meluas hingga tak terbatas, integral akan menyimpang.
Contoh 2.7
Cari potensial kulit bola bermuatan seragam dengan jari-jari R (gambar 2.33).

Solusi: Ini merupakan masalah yang sama dalam Contoh 2.6, tapi kali ini kita akan
melakukannya dengan menggunakan Persamaan 2.30:
()


Mari kita tetapkan titik r pada sumbu z dan menggunakan hukum cosinus untuk
mengekspresikan r dengan nilai sudut polar :




Gambar 2.33
Sebuah luas permukaan elemen pada bidang ini adalah R
2
sin

, sehingga

()

) |

)

Pada tahap ini kita harus hati-hati untuk mengambil akar positif. Daya titik di luar bola, z
lebih besar dari R, dan karenanya ( )

, karena titik di dalam bola,


( )

. Dengan demikian,
()

[( ) ( )]


()

[( ) ( )]



Dalam hal jumlah yang dibebankan pada lapisan luar, q = 4 R
2
, V (z) = (1/4

) (q /
z) (atau, secara umum, V (r) = (1/4

) (q / r) ) untuk titik-titik di luar bola, dan


(1/4

) (q / R) untuk titik di dalam.


Tentu saja, dalam kasus khusus ini, lebih mudah untuk mendapatkan V dengan
menggunakan Persamaan 2.21 daripada 2.30, karena hukum Gauss yang memberi E
dengan usaha sedikit. Tetapi jika Anda membandingkan Contoh 2.7 dengan Masalah
2,7, anda akan menghargai kekuatan dari potensial formulasi.

Soal 2.25 Menggunakan Persamaan 2.27 dan 2.30, tentukan potensial pada jarak z di
atas pusat distribusi muatan pada Gambar 2.34. Dalam setiap kasus, menghitung E = -
V, dan bandingkan jawaban Anda dengan Soal 2.2a, Contoh 2.1, dan Soal 2.6,
masing-masing. Misalkan kita mengubah muatan sebelah kanan pada gambar 2.34a ke
q; berapa potensial di P? medan apa yang ditunjukan? Bandingkan jawaban Anda
dengan Soal 2.2b dan jelaskan dengan hati-hati kejanggalannya.

Gambar 2.34
Soal 2.26 Sebuah permukaan kerucut (sebuah kerucut es krim kosong) membawa
muatan permukaan seragam . Tinggi kerucut adalah h, seperti jari-jari bagian atas.
Tentukan beda potensial antara titik a (puncak) dan b (tengah atas).
Soal 2.27 Tentukan potensial pada sumbu dari silinder padat seragam bermuatan,
sebuah jarak z dari pusat. Panjang silinder adalah L, jari-jari R, dan kerapatan muatan
adalah . Gunakan hasil Anda untuk menghitung medan listrik pada saat ini.
(Menganggap bahwa z > L/2.)

Soal 2.28 Gunakan Persamaan 2.29 untuk menghitung potensial dalam bola padat
seragam bermuatan dengan jari-jari R dan muatan total q. Bandingkan jawaban Anda
untuk Masalah 2.21.
Soal 2.29 Buktikan Persamaan 2.29 memenuhi persamaan Poisson, dengan
menerapkan Laplacian dan menggunakan Persamaan 1.102.

2.3.5 Ringkasan; Kondisi Batas elektrostatik
Dalam masalah elektrostatik anda diberi sumber muatan distribusi , dan anda ingin
mencari medan listrik E yang dihasilkan. Kecuali simetrisitas dari masalah
memberikan solusi oleh hukum Gauss, biasanya ini merupakan keuntungan anda
untuk menghitung potensial pertama, sebagai langkah menengah. Ini adalah tiga
jumlah dasar elektrostatika; , E, dan V. Kita, dalam diskusi kita, berasal keenam
formula yang saling berhubungan dengan mereka. Persamaan-persamaan ini rapi
diringkas pada Gambar. 2.35. Kami mulai dengan hanya dua pengamatan
eksperimen: (1) prinsip superposisi - aturan umum yang luas berlaku untuk semua
gaya elektromagnetik, dan (2) hukum Coulomb - hukum dasar elektrostatika. Dari ini,
semuanya diikuti.

Gambar 2.35

Gambar 2.36
Anda mungkin telah menyadari, dalam mempelajari Contoh 2.4 dan 2.5, atau
penyelesaian soal seperti 2.7, 2.11 dan 2.16, bahwa medan listrik selalu mengalami
diskontinuitas ketika melintasi permukaan muatan . Bahkan, itu adalah masalah
sederhana untuk menemukan jumlah dimana perubahan pada seperti batas E.
Misalkan kita menggambar kotak obat Gaussian sangat tipis, memperluas hanya
nyaris di tepi di setiap arah (Gambar 2.36). Hukum Gauss menyatakan bahwa


di mana A adalah luas pada tutup kotak obat. (Jika bervariasi dari titik atau
permukaan melengkung, kita harus memilih A menjadi sangat kecil). Sekarang, sisi-
sisi kotak obat itu tidak memberi kontribusi apapun untuk fluks, dalam batas sebagai
ketebalan ke nol, jadi:

(2.31)
dimana

menunjukkan komponen dari E yang tegak lurus ke permukaan tepat


di atas, dan

adalah sama, hanya saja di bawah permukaan. Untuk


konsistensi, kita membiarkan "ke atas" menjadi arah positif untuk keduanya.
Kesimpulan: komponen normal E adalah diskontinu oleh setiap banyaknya /

pada
batas apapun. Secara khusus, di mana tidak ada permukaan muatan,

kontinu,
seperti misalnya pada permukaan sebuah bola padat muatan seragam.
Komponen tangensial dari E, sebaliknya, selalu kontinu. Sebab jika kita
menerapkan Persamaan. 2.19,
E.dl = 0,
untuk loop persegi panjang tipis pada Gambar 2.37, 0 e , dan sisi memberikan
(

), sehingga

(2.32)

Gambar 2.37
dimana

singkatan komponen E paralel ke permukaan. Kondisi batas di E


(Persamaan 2.31 dan 2.32) dapat dikombinasikan menjadi sebuah rumus tunggal:

(2.33)
dimana adalah vektor satuan tegak lurus ke permukaan, menunjuk dari "bawah" ke
"atas".
6

Potensial, sementara itu, kontinu di setiap batas (Gambar 2.38), karena


Panjang jalur menyusut ke nol, demikian juga integral:

6
Catatan bahwa hal ini tidaklah bermasalah dimana sisi yang anda sebut atas dan yang bawah
karena kebalikan akan menukar arah dari . Secara kebetulan, jika anda hanya tertarik pada medan
yang dikarenakan (sangat esensial datar) potongan lokal dari muatan permukaan itu sendiri,
jawabannya adalah ( / 2
0
) secara langsung berada diatas permukaan, dan - ( / 2
0
) secara
langsung berada dibawah. Hal ini mengikuti Persamaan 2.4, jika kamu terlalau dekat dengan potongan
tersebut maka terlihat seperti sebuah bidang tak hingga. Dengan jelas keseluruhan diskonuitas dalam
E adalah dikaitkan pada potongan lokal dari muatan.





(2.34)

Gambar 2.38
Namun demikian, gradien dari V mewarisi diskontinuitas dalam E; karena E = - V,
Persamaan. 2.33 menunjukkan bahwa

(2.35)
atau, lebih nyaman,

(2.36)
dimana

(2.37)
menandakan turunan normal dari V (yaitu, tingkat perubahan dalam arah tegak lurus
ke permukaan).
Harap dicatat bahwa kondisi batas hubungan medan dan potensial tepat di atas
dan di bawah permukaan. Sebagai contoh, turunan dalam Persamaan 2.36 adalah nilai
batas seperti kita mendekati permukaan dari kedua sisi.

Soal 2.30
a) Buktikan hasil Contoh 2.4 dan 2.5, dan Masalah 2.11, konsisten dengan Persamaan.
2.33.
b) Gunakan hukum Gauss untuk mencari medan di dalam dan di luar tabung silinder
panjang berongga, yang pembawa muatan permukaan seragam. Buktikan hasil anda
konsisten dengan Persamaan 2.33.
c) Buktikan apakah hasil dari Contoh 2.7 konsisten dengan kondisi batas 2.34 dan
2.36.

2.4 Kerja Dan Energi Di Elektrostatik
2.4.1 Kerja Yang Dilakukan untuk Memindahkan Muatan
Misalkan anda memiliki konfigurasi stasioner sumber muatan, dan anda ingin
memindahkan muatan tes q dari titik a ke titik b (Gambar 2.39). Pertanyaan: Berapa
banyak pekerjaan yang harus anda lakukan? Pada setiap titik sepanjang jalur, gaya
listrik yang bekerja pada Q adalah F = QE; gaya yang anda harus kerahkan,
bertentangan dengan gaya listrik ini, adalah -QE. (Jika tanda mengganggu anda,
pikirkanlah bagaimana mengangkat sebuah bata: Gravitasi memberikan gaya mg ke
bawah, tapi anda mengerahkan gaya mg ke atas. Tentu saja, anda dapat menerapkan
lebih besar gaya kemudian bata tersebut akan mempercepat, dan bagian

Gambar2.39
dari usaha anda akan terbuang menghasilkan energi kinetik . Apa yang menarik
disini adalah minimumnya gaya yang harus anada kerahkan untuk melakukan tugas
tersebut.) Pekerjaan tersebut yakni
} }
= = =
b
a
b
a
a)] ( b) ( [ l E l F V V Q d Q d W
Perhatikan bahwa jawabannya berdiri sendiri dari jalur anda mengambil dari a ke b;
dalam mekanika, kemudian, kita dapat menyebut gaya elektrostatik konservatif.
Terbagi melalui Q, kita memiliki
V (b) V (a) =
Q
W
(2.38)
Dalam kalimat, perbedaan potensial antara titik a dan b sama dengan pekerjaan per
satuan biaya yang diperlukan untuk membawa partikel dari a sampai b. Khususnya,
jika anda ingin membawa muatan Q dari jauh dan memasukkannya pada titik r ,
pekerjaan yang harus kamu lakukan adalah
W = Q [V (r) V ()]
Jadi, jika anda telah menetapkan titik acuan pada tak hingga
W = QV (r) (2.39)
Dalam hal ini potensial adalah energi potensial (kerja yang dibutuhkan untuk
menciptakan sistem) per satuan muatan (sama seperti medan adalah kekuatan per
satuan muatan).
2.4.2 Energi Distribusi Muatan Titik
Berapa banyak pekerjaan yang akan terambil untuk merakit seluruh kumpulan titik
muatan? Bayangkan bagaimana membawa muatan, satu per satu, dari jauh (Gambar
2,40). Muatan pertama, q
1
, ambillah tiada kerja, karena tidak ada medan yang
bekerja. Sekarang bawalah q
2
. Menurut Persamaan 2.39, ini akan memberikan anda
q
2
V
1
(r2), dimana V
1
adalah potensial yang dikarenakan q
1
, dan r2 adalah tempat
menempatkan q
2
:
W
2
=
|
|
.
|

\
|
e
12
1
2
0
4
1
v t
q
q


Gambar 2.40
(r
12
adalah jarak antara q
1
dan q
2
setelah mereka berada dalam posisi). Sekarang
bawalah q
3
; hal ini memerlukan kerja q
3
V
1, 2
(r
3
), dimana V
1,2
adalah potensi yang
dikarenakan muatan q
1
dan q
2
, bernama, (1/4te
0
)(q
1
/r
13
+ q
2
/r
23
). Dengan demikian
W
3
=
|
|
.
|

\
|
+
e
23
2
13
1
3
0
4
1
r
q
r
q
q
t

Dengan cara yang sama, kerja tambahan untuk membawa q
4
akan menjadi
W
4
=
|
|
.
|

\
|
+ +
e
34
3
24
2
14
1
4
0
4
1
r
q
r
q
r
q
q
t

Total kerja yang diperlukan untuk mengumpulkan muatan empat yang pertama,
kemudian, adalah
W =
|
|
.
|

\
|
+ + + + +
e
34
4 3
24
4 2
23
3 2
14
4 1
13
3 1
12
2 1
0
4
1
r
q q
r
q q
r
q q
r
q q
r
q q
r
q q
t

Anda melihat aturan umum: Ambillah hasil dari masing-masing pasangan muatan,
bagilah dengan pemisahan jarak mereka, dan tambahkanlah kesemuanya:
W =

=
>
=
e
n
i
n
i j
j
ij
j i
r
q q
1 1
0
4
1
t
(2.40)
Ketentuan j > i akan mengingatkan anda untuk tidak menghitung pasangan
yang sama dua kali. Cara yang lebih baik untuk mencapai tujuan yang sama akan
secara intuisi menghitung setiap pasangan dua kali, dan kemudian membagi dengan
2:
W =

=
>
=
e
n
i
n
i j
j ij
j i
r
q q
1 1 0
8
1
t
(2.41)
(kita masih harus menghindari i = j, tentu saja). Perhatikan bahwa dalam bentuk ini
jawabannya jelas tidak tergantung pada urutan dimana anda mengumpulkan muatan,
karena setiap pasangan terjadi dalam jumlah. Biarkanlah saya keluarkan berikutnya
faktor q
i
:
W =
|
|
|
.
|

\
|
e

=
= =
n
i j
j ij
j
n
i
i
r
q
q
1 0 1
4
1
2
1
t

Istilah dalam tanda kurung adalah potensi pada saat r
i
(posisi dari q
i
) dikarenakan
kesemua muatan lainnya kesemuanya , sekarang , bukan hanya yang hadir pada
suatu tahap dalam proses pembuatan. Dengan demikian :
W = ) r (
2
1
1
i
n
i
i
V q

=
(2.42)
Itulah berapa banyak kerja yang diperlukan untuk mengumpulan konfigurasi titik
muatan; itu juga merupakan jumlah pekerjaan yang anda dapatkan kembali jika anda
membongkar sistem. Sementara itu, hal ini mewakili energi yang tersimpan dalam
konfigurasi (potensial energi, jika anda suka, walaupun untuk alasan yang jelas
saya lebih suka untuk menghindari kata tersebut dalam konteks ini).


Soal 2.31
(a) Tiga buah muatan terletak pada sudut-sudut segi empat (sisi a), seperti ditampilkan
dalam Gambar 2.41. Berapa banyak kerja yang dibutuhkan untuk membawa muatan
lain, +q, dari jauh dan meletakkannya di keempat sudut?
(b) Berapa banyak kerja yang dibutuhkan untuk mengumpulkan konfigurasi seluruh
empat muatan?

Gambar 2.41

2.4.3 Energi dari sebuah Distribusi Muatan Kontinyu
Untuk sebuah muatan volume berat jenis , Persamaan 2.42 menjadi
W =
}
t d V
2
1
(2.43)
(Integral yang sesuai untuk baris dan muatan permukaan akan menjadi } V dl dan }
oV da, berturut-turut.) Ada cara yang baik untuk menulis ulang hasil ini, dimana
dan v dihilangkan karena E. Pertama menggunakan hukum Gauss untuk
menunjukkan dalam bentuk E:
= e
0
V E, sehingga W =
2
0
e
} (V E) V dt
Sekarang gunakanlah integrasi oleh bagian (Persamaan 1.59) untuk memeindahkan
turunan dari E ke V:
W = | |
} }
+ V
e
a ) (
2
0
d VE d V E t
Namun VV = - E,sehingga :
W =
|
|
.
|

\
|
+
e
} }
S
d V d E a E
2
2 0
t
v
(2.44)
Namun volum apa yang kita integrasikan? Marilah kembali ke rumus yang kita
mulai, Persamaan 2.43. Dari turunannya, jelaslah bahwa kita harus mengintegralkan
wilayah di mana muatan berada. Namun sebenarnya , setiap volume yang lebih besar
akan melakukan hal yang sama: Tambahan area kita berikan akan menghasilkan
apapun pada integral, karena = 0 disana. Karena hal tersebut, marilah kembali pada
Persamaan 2.44 . Apa yang terjadi disini, sebagaimana kita memperluas volume
dibawah minimum yang diperlukan untuk menjerat kesemua muatan? Baiklah,
integral dari E
2
hanya dapat bertambah (integran akan menjadi positif) , dengan jelas
integral permukaan harus berkurang secara secara berhubungan untuk membiarkan
penjumlahan utuh. Pada kenyataannya, pada jarak yang jauh dari muatan, E menjadi
seperti 1/ r
2
dan V seperti 1/r, sementara area permukaan tumbuh menjadi r
2
. Secara
kasar dapat dikatakan kemudian, integral permukaan turun seperti 1/r. Harap
mengerti bahwa Persamaan 2.44 memberikan anda energi W yang tepat, volume
apapun yang anda gunakan (selama itu memnutup kesemua muatan), namun
kontribusi dari integral volume naik, dan bahwa integral permukaan turun, saat anda
mengambil volume yang lebih besar dan lebih besar. Secara khusus, mengapa tidak
mengintegrasi kesemua ruang? Kemudian integral permukaan menjadi nol, dan kita
dihadapkan dengan
W = t d E
2
Space all
0
2
}
e
(2.45)


Contoh 2.8
Carilah energi dari sebuah kulit bola bermuatan seragam dari muatan total q dan jari-
jari R.
Solusi 1: Gunakanlah Persamaan 2.43, dalam versi yang sesuai untuk muatan
permukaan:
W =
}
da V o
2
1

Sekarang, potensial di permukaan bola ini adalah (1/4te
0
)q/R (konstan), jadi
W =
R
q
da
R
q
2
0 0
8
1
8
1
e
=
e
}
t
o
t

Solusi 2: Gunakanlah persamaan 2.45. Di dalam bola E = 0; di luar
E = r
4
1
2
0
r
q
e t
sehingga E
2
=
4 2
0
2
) 4 ( r
q
e t

oleh karena itu
W
tot
= ) sin (
) 4 ( 2
2
4
2
outside
2
0
0
| u u
t
d d dr r
r
q
|
|
.
|

\
|
e
e
}

=
R
q
dr
r
q
R
2
0
2
2
0
2
8
1 1
4
32
1
e
=
e
}

t
t
t


Soal 2.32 Carilah energi yang tersimpan dalam bola padat bermuatan seragam dengan
jari-jari R dan muatan q. Lakukanlah dengan tiga cara yang berbeda:
(a) Gunakanlah Persamaan 2.43. Anda temukan potensial dalam Soal 2.21.
(b) Gunakanlah Persamaan 2.45. Jangan lupa untuk mengintegrasikan kesemua ruang.
(c) Gunakanlah Persamaan 2.44. Ambillah sebuah volume bola dengan jari-jari a.
Perhatikanlah apa yang terjadi bila a .
Soal 2.33 Disini terdapat keempat cara menghitung energi dari sebuah bola bermuatan
seragam: Rangkailah bola lapisan perlapisan, setiap kali membawa muatan sangat kecil
dq dari jarak yang jauh dan menodainya secara seragam pada permukaan, sehingga
meningkatkan jari-jarinya. Berapa banyak kerja dW yang dibutuhkan untuk
membangun jari-jari oleh sebuah jumlah dr? Ingrasikanlah hal ini untuk menemukan
kerja yang diperlukan untuk membuat keseluruhan bola dengan jari-jari R dan muatan
total q.

2.4.4 Ulasan mengenai Energi Elektrostatik
(i) Inkonsistensitas yang membingungkan. Persamaan 2.45 jelas
menyisaratkan bahwa energi distribusi muatan stasioner selalu positif. Di sisi lain,
Persamaan 2.42 (dari mana 2.45 telah diturunkan), dapat menjadi positif atau negatif.
Misalnya, menurut 2.42, energi dari dua muatan yang sama dengan jarak r terpisah
akan menjadi (1/4te
0
)(q
2
/r) Apakah yang salah? Persamaan mana yang benar?
Jawabannya adalah bahwa kedua persamaan benar, namun mereka berkaitan
dengan situasi yang sedikit berbeda. Persamaan 2.42 tidak memperhitungkan kerja
yang diperlukan untuk membuat muatan titik pada tempat pertama; Kami memulai
dengan muatan titik dan secara mudah menemukan kerja yang dibutuhkan untuk
membawa muatan-muatan tersebut bersama-sama. Ini merupakan hal yang bijaksana,
karena Persamaan 2.44 mengindikasikan bahwa energi dari sebuah titik muatan pada
kenyataannya merupakan tak hingga:
W = =
e
=
|
|
.
|

\
|
e
e
} }

dr
r
q
d d dr r
r
q
0
2
0
2
2
4
2
2
0
0
1
8
) sin (
) 4 ( 2 t
| u u
t


Persamaan 2.45 lebih lengkap, dalam arti bahwa hal tersebut memberitahu anda
total energi yang tersimpan dalam konfigurasi muatan, namun Persamaan 2.42 lebih
tepat ketika anda berhadapan dengan muatan-muatan titik, karena kita lebih memilih
(untuk alasan yang baik!) meninggalkannya sebagian dari total energi yang berkaitan
dengan fabrikasi muatan titik itu sendiri. Dalam prakteknya, setelah semua, muatan
titik (elektron, katakanlah) diberikan kepada kita yang telah siap pakai; kesemua yang
kita lakukan adalah menggerakkannya. Karena kita tidak menempatkannya bersama-
sama, dan kita tidak bisa mengambilnya secara terpisah, hal tersebut tidaklah penting
berapa banyak kerja yang akan melibatkan proses. (Namun, energi yang tak terbatas
dari muatan titik adalah sumber dari keadaan yang memalukan untuk teori
elektromagnetik, menimpa versi kuantum maupun klasik. Kita sebaiknya kembali ke
soal dalam Bab 11.)
Sekarang, anda mungkin bertanya-tanya di mana ketidaktetapan merambat
kedalam sebuah turunan water-tight secara terpisah. Kekurangan terletak diantara
persamaan 2.42 dan 2.43: Pada sebelumnya, V(ri) mewakili potensial dikarenakan
kesemua muatan yang lain namun bukan qi, sedangkan lainnya, V (r) adalah
potensial penuh. Untuk distribusi kontinyu ada tidak terdapat perbedaan, karena
jumlah muatan tepat di titik r semakin kecil, dan kontribusinya terhadap potensial
adalah nol.
(ii) Dimana energi tersimpan? Persamaan 2.43 dan 2.45 menawarkan dua
cara berbeda untuk menghitung hal yang sama. Yang pertama adalah integral atas
distribusi muatan; yang kedua adalah integral keseluruh medan. Ini dapat melibatkan
secara sempurna daerah yang sama sekali berbeda. Sebagai contoh, dalam kasus dari
kulit bulat (Contoh 2.8) muatan ini dibatasi pada permukaan, sedangkan medan listrik
yang terdapat diseluruh permukaan luar. Di mana kemudian energi? Energi tersimpan
dalam medan, sebagaimana Persamaan 2.45 menyarankan, atau energi tersimpan
dalam muatan, sebagaimana Persamaan 2.43 menyiratkan? Pada tingkat saat ini, hal
ini hanya merupakan sebuah pertanyaan yang tak terjawab: Saya dapat memberitahu
anda apakah total energi tersebut, dan saya dapat membantu anda dengan beberapa
cara yang berbeda untuk menghitung, namun sangatlah tidak perlu untuk khawatir
tentang dimana energi terletak. Dalam konteks teori radiasi (Bab 11) sangatlah
berguna (dan dalam Relativitas Umum sangatlah penting) untuk menganggap energi
tersimpan dalam, dengan kepadatan

2 0
2
E
e
= energi per satuan volume (2,46)
Namun dalam elektrostatik salah satu dapat juga dikatakan bahwa energi tersimpan
dalam muatan, dengan kepadatan
2
1
V. Perbedaannya adalah murni masalah
pembukuan.
(iii) Prinsip Superposisi. Karena energi elektrostatik adalah bilangan kuadrat
didalam medan, tidak mematuhi prinsip superposisi . Energi dari senyawa sistem ini
bukanlah jumlah dari energi-energi yang bagian-bagiannya dianggap terpisah
terdapat juga bentuk cross :
W
tot
= t t d d E
} }
+
e
=
e
2
2 1
0 2 0
) E E (
2 2

= t d E E
}
+ +
e
) E E 2 (
2
2 1
2
2
2
1
0

= W
1
+ W
2
+ e
0
} E
1
E
2
dt (2.47)
Sebagai contoh, jika anda mendualipatkan muatan disegala penjuru, anda melipat
empatkan total energi.
Soal 2.34 Pertimbangkan dua kulit bola konsetris, dengan jari-jari a dan b Andaikan
salah inti membawa muatan q, dan luaran membawa satu muatan -q (keduanya
didistribusikan seragam ke seluruh permukaan). Hitunglah energi dari konfigurasi ini,
(a ) Gunakanlah Persamaan 2.45 , dan (b) Gunakanlah Persamaan 2.47 dan hasil dari
Persamaan 2.8

2.5 Konduktor
2.5.1 Sifat-sifat Dasar
Pada suatu insulator, seperti halnya kaca atau karet, setiap elektron terikat pada
sebuah atom tertentu. Pada sebuah konduktor metalik, berbeda, satu elektron atau
lebih per atom bebas bergerak di dalam materi. (Pada konduktor-konduktor cair
seperti air garam ion-ionlah yang bergerak). Sebuah konduktor sempurna akan
menjadi sebuah materi yang terdiri dari pasokan tak terbatas dari muatan-muatan
bebas. Pada kehidupan nyata tidak ada konduktor sempurna, namun banyak
substansi-substansi yang secara menarik hampir menyerupainya. Dari definisi ini
sifat-sifat dasar dari konduktor ideal mengikuti:
(i) E=0 Didalam sebuah konduktor. Mengapa? Karena jika terdapat suatu
medan, muatan-muatan bebas tersebut akan bergerak. Dan itu tidak akan menjadi
elektrostatik lagi. Baiklah hal itu sangat sulit untuk sebuah penjelasan yang
memuaskan. Kita memiliki penjelasan lebih baik tentang hal yang terjadi ketika anda
meletakkan sebuah konduktor kedalam sebuah medan elektrik eksternal E
0
(gambar
2.42). Pada awalnya, hal ini akan menuntun setiap muatan positif bebas ke arah kanan
dan yang negatif kearah kiri. (Pada prakteknya hanya muatan-muatan
negatif(elektron-elektron) yang bergerak, namun ketika mereka bergerak, sisi kanan
adalah sisi kiri dengan sebuah muatan net positif-inti tetap- jadi tidak bermasalah
muatan mana yang bergerak, efeknya akan sama). Ketika mereka tibapada tepi
materi, muatan akan tersusun : positif di kanan, negatif di kiri. Saat ini, muatan
terinduksi ini menghasilkan sebuah medan dari mereka sendiri, E
1
, dimana, seperti
yang anda lihat pada gambar, adalah pada arah yang berlawanan dengan E
0
. Itulah
titik kritis, hai ini berarti bahwa medan muatan yang terinduksi cenderung untuk
meniadakan medan aslinya. Muatan akan terus mengalir hingga peniadaaan ini
berakhir, dan medan resultan didalam konduktor dipastikan bernilai nol.
7

Keseluruhan proses secara praktek berjalan seketika itu juga.

Gambar 2.42
(ii) = 0 didalam konduktor. Hal ini mengikuti hukum gauss: .
Jika E = 0 , begitu pula . Didalamnya masih terdapat muatan, namun dapat
dipastikan muatan positif sebanyak negatif, sehingga densitas muatan net padabagian
dalam adalah nol.
(iii) Setiap muatan net terletak pada permukaan. Hanya disanalah tempat
yang mungkin.
(iv) Sebuah konduktor adalah sebuah ekuipotensial. Untuk jika a dan b
adalah 2 titik didalam (atau pada permukaan dari) sebuah konduktor, ()
()

dan oleh sebab itu V (a) = V (b).



7
Diluar konduktor nilai medan tidak nol, untuk disini E
0
dan E
1
tidak ditiadakan.

Gambar 2.43
(v) E adalah tegak lurus dengan permukaan, hanya diluar sebuah
konduktor. Sebaliknya, sebaimana pada (i), muatan akan secara seketika mengalir ke
sekitar permukaan hingga ia menghilangkan komponen tangensial (Gambar 2.43). (
Tegak lurus pada permukaan, muatan tidak dapat bergerak, tentu saja, karena ia
terkurung pada obyek pengdaya hantar.
Saya mengangap ini merupakan hal yang janggal bahwa muatan pada sebuah
konduktor mengalir ke permukaan. Karena daya saling tolak mereka, muatan secara
alami menyebar sebanyak mungkin, namun untuk kesemuanya ke permukaan seperti
sebuah pemborosan pada ruang bagian dalam.. Secara pasti kita dapat melakukan
lebih baik, dari pandangan untuk membuat setiap muatan sejauh mungkin dari
tetangganya, untuk menghamburkan beberapa dari mereka melalui volume
Baiklah, hal ini mudah tapi tidak begitu juga. Anda dapat melakukan hal terbaik
untuk meletakkan kesemua muatan pada permukaan, dan hal ini dibenarkan tanpa
menghiraukan ukuran maupun bentuk dari konduktor.
8

Masalah dapat juga berasal pada keadaan energi. Seperti halnya sistem dinamis
bebas, muatan pada sebuah konduktor akan mencari konfigurasi yang meminimalkan
potensial energinya. Apa yang sifat (iii) nyatakan adalah bahwa energi elektrostatistik
dari sebuh obyek padat (dengan bentuk spesifik dan muatan total) adalah minimum

8
Bagaimanapun, analogi satu maupun dua dimensi sangatlah berbeda: Muatan pada piringan pengdaya
hantar tidak kesemuanya mendekati pinggiran (R. Friedberg, Am. J. of Phys. 61, 1084 (1993)), maupun
yang terjadi pada muatan pada jarum pengdaya hantar berakhiir (D.J. Griffiths dan Y. Li, Am. J. Phys.
64, 706 (1996)). Lihat soal 2.52.

ketika muatan tersebut tersebar keseluruh permukaan. Misalnya, energi sebuah
bidang adalah (1/8 0) (q
2
/ R) jika muatan terdistribusi secara seragam keseluruh
permukaan, seperti yang kita temukan pada persamaan 2.8, namun itu lebih besar,
(3/200) (q
2
/R), jika muatan terdistribusi seragam diseluruh volume. (Soal 2.32)
2.5.2 Muatan Induksi
Jika anda memegang sebuah muatan +q dekat dengan sebuah konduktor tanpa
muatan (gambar 2.44), keduanya akan menarik satu sama lain. Alasan dari hal ini
yakni q akan mendorong muatan-muatan negatif ke sisi terdekat dan menolak
muatan-muatan positif ke sisi terjauh. (Cara lain untuk memahami yakni bahwa
muatan bergerak dalam suatu bentuk tertentu untuk meniadakan medan q pada titik di
dalam konduktor, dimana medan total harus nol). Karena muatan induksi negatif
medekati q, terdapatlah gaya tarikan net. (Pada Bab 3 kita akan menghitung gaya ini
secara terpisah, untuk kasus pada sebuah konduktor bola.)

Gambar 2.44 Gambar 2.45

Bagaimanapun, ketika saya berbicara mengenai medan, muatan, ataupun
potensial didalam sebuah konduktor, yang saya maksud dalam isi dari konduktor;
jika terdapat beberapa rongga didalam konduktor, dan bersama rongga tersebut
terdapat beberapa muatan, maka medan didalam rongga tidak akan menjadi nol.
Namun dalam cara yang baik rongga dan kontennya terkurung dengan listik dari
dunia luar dengan konduktor disekelilingnya (Gambar 2.45). Tidak ada medan
eksternal yang menekan konduktor: mereka ditiadakan pada permukaan terluar oleh
muatan induksi yang berada disana. Dengan cara yang sama, medan dikarenakan
muatan didalam rongga dihilangkan, untuk semua titik ekterior, oleh muatan induksi
pada permukaan dalam. (Bagaimanapun, muatan kompensasi yang tersissa pada
permukaan terluar konduktor secara efektif berhubungan dengan kehadiran q
dengan dunia luar, sebagiamana kita akan lihat pada contoh 2.9.) Pada awalnya,
muatan total induksi dalam dinding rongga adalah sama dan berlawanan dengan
muatan dalam, jika kita mengelilingi rongga dengan sebuah permukaan Gaussian,
kesemua titik yang didalam konduktor (Gambar 2.45), dan oleh sebab
itu (oleh hukum Gauss) muatan net terdekat harus bernilai 0. Namun Q
enc
= q +
q
induksi
, sehingga q
induksi
= -q.
Contoh 2.9
Sebuah konduktor bola tanpa muatan berpusat pada awalnya memiliki sebuah rongga
dengan bentuk tak beraturan tergores (Gambar 2.46). Disuatu tempat didalam rongga
terdapat muatan q. Pertanyaan: Berapa medan di luar bola?

Gambar 2.46
Solusi: Pada pandangan pertama akan terlihat bahwa jawaban tergantung pada bentuk
rongga dan peletakkan muatan. Namun hal tersebut salah: Jawabannya adalah


Bagaiamanapun juga. Konduktor menyembunyikan dari kita informasi mengenai sifat dasar
rongga, hanya menunjukkan muatan total yang terkandung. Bagaimana itu dapat terjadi?
Baiklah, muatan +q menginduksi sebuah muatan berlawanan q pada dinding rongga, yang
terdistribusi olehnya dengan cara tertentu kemudian medannya meniadakan q, untuk
kesemua titik diluar rongga. Karena konduktor tidak membawa muatan net, hal ini
meninggalkan +q terdistribusi sendiri secara beraturan kesemua permukaan bola. (Hal
tersebut beraturan dikarenakan pengaruh assimetris dari titik muatan +q ditiadakan oleh
muatan induksi q pada permukaan dalam). Untuk titik diluar bola, kemudian, satu hal yang
tersisa yakni medan yang ditinggalkan +q, secara beraturan terdistribusi keseluruhan
permukaan luar.
Hal ini dapat terjadi pada anda bahwa dalam suatu hal argumen ini secara terbuka dapat
diragukan: Sesungguhnya terdapat tiga medan yang bekerja disana, E
q
, E
induksi
, dan E
sisa
.
Kesemua yang kita tahu untuk hal tertentu bahwa jumlah dari ketiga nya adalah nol didalam
konduktor, meskipun saya mengklaim bahwa yang kedua yang pertama ditiadakan didalam
konduktor, siapa yang mengatakan meraka tetap ditiadakan untuk titik diluar? Mereka tidak
ditiadakan, pada akhirnya, peniadaan untuk titik didalam rongga. Saya tidak dapat
memberikan anda sebuah jawaban lengkap yang memuaskan pada saat ini, namun hal ini
setidaknya benar: Masih terdapat sebuah jalan untuk mendistribuskan q keseluruh
permukaan dalam sehingga untuk meniadakan medan q pada titik luar ruangan. Untuk
rongga yang sama yang telah tergores sebuah konduktor bola yang besar dengan radius 27
mil tahun cahaya atau apapun. Pada kasus demikian sisa +q pada permukaan luar secara
sederhana terlalu jauh untuk memproduksi sebuah medan signifikan, dan kedua medan
lainnya akan telah berhasil meniadakan sendiri. Jadi kita tahu mereka bisa melakukannya
namun apakah kita yakin mereka yang terpilih? Mungkin untuk bola kecil pada dasarnya
memilih beberapa tiga cara peniadaan yang sukar. Tidak: seperti yang kita lihat dalam
theorema keunikan pada Bab 3, elektrostatik sangat sedikit dengan pilihannya: selalu ada
suatu cara yang tepat-tidak ada lagi-pendistribusian muatan pada sebuah konduktor seperti
halnya membuat medan didalam bernilai nol. Menemukan sebuah cara yang mungkin, kita
dapat menjamin bahwa tidak ada alternatif tersisa bahkan dalam prinsip.

Jika sebuah rongga yang dikelilingi oleh materi yang berdaya hantar maka
dengan sendirinya muatan akan kosong, kemudian medan didalam rongga menjadi
nol. Untuk setiap garis medan akan berawal dan berakhir pada dinding rongga,
bergerak dari muatan positif ke sebuah muatan negatif (Gambar 2.47). Biarkanlah
garis medan menjadi bagian dari sebuah loop tertutup, sisanya secara keseluruhan
berada didalam konduktor (dimana E = 0), integral

Gambar 2.47
dipastikan positif, pada penyimpangan Persamaan 2.19. Hal ini sesuai bahwa E = 0
didalam sebuah rongga kosong, dan disana terbukti tidak ada muatan pada
permukaan rongga. (Hal inilah mengapa anda secara relative aman berada didalam
sebuah mobil metal selama badai petir-anda mungkin saja terpanggang, jika petir
menyambar, namun anda tidak akan terlistriki. Prinsip yang sama berlaku pada
penempatan apparatus sensitif didalam sebuah Faraday cage, untuk melindungi
medan elektrik yang menyimpang keluar. Pada prakteknya, lingkupan tidak harus
menjadi sebuah konduktor padat-sebuah kurungan akan mencukupi.
Soal 2.35 Sebuah bola metal dengan radius R, membawa muatan q, yang dikelilingi dengan
sebuah kulit konsetrik metal tebal (radius dalam a, radius b, sebagaimana Gambar 2.48)
kulitnya tidak membawa muatan net.
(a) Carilah kepadatan muatan permukaan pada r, pada a dan pada b.
(b) Carilah potensial pada titik pusat, gunakanlah tak hingga sebagai titik rekomendasi
(c) Saat ini permukaan terluar tersentuh dengan kabel grounding, yang menurunkan nilai
potensial menjadi no (mendekati tak hingga). Bagaimana jawaban anda berubah pada
pertanyaan (a) dan (b)?


Soal 2.36 Dua rongga bola, dengan radius a dan b, melubangi ruang dalam a (netral)
mengdaya hantarkan bola dengan radius R (Gambar 2.49) pada pusat dari setiap rongga
ditempatkan muatan-dinamakan muatan q
a
dan q
b
.
(a) Carilah muatan permukaan
a
,
b
dan
R
.
(b) Berapakah medan diluar konduktor?
(c) Berapakah medan disetiap rongga?
(d) Berapakah gaya pada q
a
dan q
b
?
(e) Mana saja dari jawaban ini akan berubah jika sebuah muatan q
c
, dibawa mendekati
konduktor?

Gambar 2.48 Gambar 2.49

2.5.3 Muatan Permukaan dan Gaya pada sebuah Konduktor
Dikarenakan medan didalam sebuah konduktor adalah nol, syarat batas 2.33
memerlukan bahwa medan yang seketika berada diluar adalah
E =

. (2.48)
konsisten dengan hasil sebelumnya bahwa medan adalah normal pada permukaan.
Dalam bentuk potensial, Persamaan 2.36 menghasilkan
= -
0

(2.49)
Persamaan ini memungkinkan anda untuk menghitung muatan permukaan pada
konduktor, jika anda dapat menentukan E atau V; kita sebaiknya menggunakannya
dalam bab selanjutnya.
Dalam kehadiran medan elektrik, sebuah muatan permukaan akan, secara lami,
menghasilkan sebuah gaya; gaya persatuan luas, f, adalah E. Namun terdapatlah
sebuah permasalahan disini, medan elektrik adalah tidak kontinyu pada muatan
permukaan, sehingga nilai mana yang sebaiknya digunakan: E
atas
, E
bawah
, atau sesuatu
diantaranya? Jawabannya adalah bahwa kita sebaiknya menggunakan rata-rata dari
keduanya:
f = E
rata-rata
=

(E
atas
+ E
bawah
). (2.50)
Mengapa rata-rata? Alasannya sangatlah sederhana, meskipun memberitahunya
membuatnya terasa rumit: Marilah perhatian kita fokus pada potongan kesil dari
permukaan yang menyelimuti titik dalam pertanyaan (Gambar 2.50). buatlah hal
tersebut sedikitnya cukup sehingga hal tersebut sangatlah datar dan muatan
permukaan dalamnya sangatlah konstan. Medan total terdiri dari dua bagian-
diakibatkan oleh potongannya sendiri, dan dikarenakan hal lainnya (area lain dari
permukaan, sebagaimana setiap sumber eksternal yang mungkin ada):
E = E
potongan
+ E
lainnya
Sekarang, potongan tidak dapat mendesak gaya padanya, lebih lagi anda dapat
menaikkan diri anda dengan berdiri dalam sebuah keranjang dan mendorong
pegangannya. Gaya dalam potongan, kemudian, secara ekslusif dikarenakan E
lainnya
,
dan hal ini mengakibatkan tiadanya diskontinuitas (jika kita menghilangkan
potongan, medan dalam lubang akan menjadi halus dengan sempurna).
Diskpntinuitas dikarenakan secara keseluruhan oleh muatan dalam potongan,

Gambar 2.50
yang terletak diluar sebuah medan (/2
0
) dalam sisi lainnya, menunjuk jauh dari
permukaan (Gambar 2.50).Oleh karena itu,
E
atas
= E
lainnya
+


E
bawah
= E
lainnya
-


dan sehingga
E
lainnya
=

(E
atas
+ E
bawah
) = E
rata-rata
Perata-rataan hanyalah sebuah alat untuk menghilangkan kontribusi dari potongan itu
sendiri.
Argumen tersebut menggunakan setiap muatan permukaan; pada kasus khusu
dari sebuah konduktor, medannya nol didalam dan ( /
0
) diluar (Persamaan 2.48),
sehingga rata-ratanya adalah ( /
0
) dan gaya per satuan luasnya adalah
f =


2
(2.51)
Ini adalah jumlah dari sebuah tekanan elektrostatik kearah luar pada permukaan,
lebih baik gambarlah konduktor kedalam medan, tanpa menghiraukan tanda dari .
Menjelaskan tekanan dalam bentuk medan dilaur dari permukaan,
P =

E
2
. (2.52)
Soal 2.37 Dua buah metal besar (dengan masing-masing luas A) memiliki jarak d.
Misalkan kita letakkan sebuah muatan Q pada setiap piringan; berapakah tekanan
elektrostatistik pada piringan?
Soal 2.38 Sebuah bola metal dengan jari-jari R membawa total muatan Q. Berapakah
gaya repulsi diantara belahan utara dan selatan?

2.5.4 Kapasitor
Misalkan kita memiliki dua konduktor, dan kita letakkan muatan +Q pada satu sisi
dan Q pada sisi lainnya (Gambar 2.51). Karena V konstan pada sebuah konduktor,
kita dapat katakan secara jelas perbedaan potensial diantaranya:
V = V
+
- V
-
=
()
()

Kita tidak tahu berapa dsitribusi muatan itu sendiri pada kedua konduktor, dan
menghitung medan akan menjadi kacau, jika bentuknya rumit, namun ini sudah lebuh
kita ketahui: E adalah proporsional untuk Q. Untuk E telah diberikan oleh Hukum
Coulomb:
E =

d

Gambar 2.51
Sehingga jika anda melipat duakan , anda melipat duakan E. (Tunggu sebentar!
Bagaiamana kita tahu jika melipat duakan Q (dan juga -Q) secara sederhana melipat
duakan ? Mnugkin muatan bergerak disekitar sehingga sebuah konfigurasi yang
benar-benar berbeda, melipat empatkan dalam beberapa tempat dan membagi dua
lainnya, jadi sehingga muatan total pada setiap konduktor terlipat duakan. Faktanya
bahwa masalah ini adalah tidak menjamin-melipat duakan Q serta merta melipat
duakan dimanapun; hal tersebut tidaklah memperngaruhi muatan sekitar. Buktinya
dari hal ini akan datang pada Bab 3; untuk saat ini anda akan mempercayai saya.)
Karena E adalah proporsional pada Q, sama halnya dengan V. konstan dari
proporsionalitas disebut kapasitansi dari susunan:
C

(2.53)
Kapasitansi adalah kuantitas geometri yang murni, ditentukan oleh ukuran, bentuk
dan pemisahan dari kedua konduktornya. Dalam satuan SI, C dihitung dalam farad
(F); satu farad adalah satu coulomb per volt. Sebenarnya, hal ini merubahnya menjadi
sangatlah besar;
9
lebih satuan praktik lagi yakni mikrofarad (10
-6
F) dan pikofarad
(10
-12
F).
Perhatikan bahwa V, oleh pengertiannya, potensial dari konduktor positif lebih
kurang dari negatifnya: seperti halnya. Q adlah muatan dari konduktor positif. Sesuai

9
Pada edisi kedua saya mengeklaim anda akan membutuhkan sebuah forklift untuk membawa sebauh
kapasitor 1 F. Hal ini tidaklah lagi menjadi masalah-anda dapat membeli sebuah kapasitor 1 F secara
nyaman dalam sendok sup.
dengan itu, kapasitansi adalah kuantitas positif secara intrinsik. (Lebih lanjut, anda
akan adakalanya mendengar seseorang berbicara mengenai kapasitansi dari sebuah
konduktor tunggal. Dalam kasus ini konduktor kedua, dengan muatan negatif,
adalah sebuah kulit bola bayangan dari jari-jari tak hingga disekitar konduktor
tersebut. Hal tersebut tidak menghasilkan apapun pada medan, sehinggaa kapasitansi
yang diberikan Persamaan 2.53, dimana V adalah potensial dengan tak hingga sebagai
titik referensinya,)
Contoh 2.10
Temukan kapasitansi dari sebuah kapasitor piringan pararel yang tediri atas dua buah
permukaan metal dari luas A dengan jarak d (Gambar 2.52)

Gambar 2.52
Solusi: Jika kita meletakkan +Q pada puncak dan Q pada dasar, keduanya akan
menyebar secara seragam keseluruh kedua permukaannya, termasuk luasan yang
meungkin luas dan pemisahan jarak yang kecil.
10
Rapat muatan permukaan, kemudian,
= Q/A pada piringan puncak dan juga medan, menurut Persamaan 2,5 adalah (1/
0
)
Q/A. Perbedaan potensial diantara piringan adalah sebagai berikut
V =


dan karena itu
C =

(2.54)

10
Solusi yang tepat tidaklah mudah-bahkan untuk soal mudah dari piringan sirkuler. Lihatlah G.T
Carlson dan B.L Illman, Am, J. Phys. 6solusi2. 1099 (1994)
Jika, sebagai contoh, piringan adalah kotak dengan sisi sepanjang 1 cm, dan berjarak 1
mm satu sama lain, kemudian kapasitansinya adalah 9 x 10
-13
F.

Contoh 2.11
Temukanlah kapasitansi dari dua buah kulit bola metal konsentris, dengan jarak a dan
b.
Solusi: Letakkan muatan +Q dalam sisi dalam bola, dan Q dalam sisi luar bola.
Medan anatara bola adalah
E =


sehingga perbedaan potensial diantaranya adalah
V = -

= -

).
Sebagaiman telah ditentukan, V proporsional pada Q: kapasitansinya adalah
C =

= 4

()
,
Untuk mengisi sebuah kapasitor, anda harus menghilangkan elektron dari
piringan positif dan membawanya ke piringan negatif. Dalam mengerjakan hal ini
anada akan menghadapi medan elektrik, dimana mendorong mereka medekati
konduktor positif dan menjauhkan mereka dari yang negatif. Berapa banyak kerja
yang dibutuhkan, kemudian, untuk mengisi kapasitor pada jumlah akhir Q? Misalkan
bahwa beberapa tingkat menengah dalam proses, muatan dalam piringan positif
adalah q, sehingga perbedaan potensial adalah q/C. Menurut persamaaan 2.38, kerja
yang harus dilakukan untuk memindahkan potongan muatan selanjutnya,dq, adalah
dW = (

) dq.
Nilai kerja total yang dibuthkan, kemudian, untuk berpindah dari q = 0 ke q =
Q, adalah
W = (

dq =

,
atau, karena Q = CV,
W =

CV
2
, (2.55)
Dimana V adalah potensial akhir dari kapasitor.
Soal 2.39 Temukanlah kapasitansi per satuan panjang dari dau tabung silindris
koaksial metal, dengan radius a dan b (Gambar 2.53).

Gambar 2.53
Soal 2.40 Misalkan sebuah piringan dari kapasitor piringan-paralel mendekat secara
bersama-sama dengan jarak tak hingga desimal , sebagian hasil dari daya tarik
mutualnya.
(a) Gunakanlah Persamaan 2.52 untuk menyatakan total dari kerja yang telah
dilakukan oleh gaya elektrostatik, dalam bentuk medan E, dan luasan dari piringan,
A.
(b) Gunakanlah Persamaan 2.46 untuk meyatakan energi yang hilang oleh medan saat
proses.
(Soal ini sangatlah mudah, namun soal ini mengandung awal dari turunan alternatif
dari Persamaan 2.52, gunakanlah konservasi dari energi)
Lebih Banyak Soal pada Bab 2

Soal 2.41 Carilah medan elektrik pada ketinggian z diatas pusat lembaran kotak (sisi
a) membawa muatan permukaan seragam . Ceklah hasil anda untuk membatasi
keadaan a dan z a.
[Jawaban: (/20){(4/) tan-1 (

) - 1}]

Soal 2.42 Jika medan elektrik pada suatu area diberikan (pada koordinat dalam bola)
oleh pernyataan
E(r) =


dimana A dan B konstan, berapakah rapat muatannya? [Jawaban:
0
(A B sin )/r
2
]

Soal 2.43 Carilah gaya bersih dari bagian selatan sebuah bola bermuatan seragam yang
mendesak pada bagian utaranya. Nyatakan jawaban anda dalam bentuk jari-jari R dan
total muatan Q. [Jawaban: (1/4
0
)(3Q
2
/16R
2
)]

Soal 2.44 Sebuah bagian mangkuk terbalik dengan radius R membawa sebuah rapat
muatan permukaan seragam . Carilah perbedaan potensial diantara kutub utara dan
pusat. [Jawaban: (R/2
0
)( )]

Soal 2.45 Sebuah bola dengan jari-jari R membawa rapat muatan (r) = kr (dimana k
konstan). Carilah energi dari konfigurasi. Periksalah jawaban anda dengan
menghitungnya pada minimal dua cara yang berbeda. [Jawaban: k
2
R
7
/7
0
]

Soal 2.46 Potensial elektrik dari beberapa konfigurasi diberikan dengan pernyataan
V(r) = A


dimana A dan konstan. Carilah medan elektrik E(r), rapat muatan (r), dan total
muatan Q. [Jawaban: =
0
A(4
3
(r)
2
e
- r
/r)]

Soal 2.47 Dua buah kabel panjang tak hinggaberjalan secara pararel pada sumbu axis x
membawa rapat muatan seragam + dan (Gambar. 2.54).
(a) Carilah potensial pada setiap titik (x,y,z) gunakanlah titik asal sebagai referensi
anda.
(b) Perlihatkan bahwa permukaan ekuipotensial silindris sirkular, dan berada pada
sumbu axis dan radius silendris sesuai dengan potensial V
0
yang diberikan.

Soal 2.48 Dalam sebuah vakum dioda, elektron dipanaskan dengan sebuah katoda
panas, pada potensial nol, dan percepatan melintasi sebuah gap ke anoda, dimana hal
tersebut berlangsung pada potensial positif V
0
. Awan dari elektron bergerak bersama
dengan gap (disebut muatan ruang) secara cepat membangun pada sebuah titik
dimana hal tersebut mengurangi medan pada permukaan dari katoda ke nol. Kemudian
pada sebuah keadaan stabil saya mengalirkan nya diantara piringan.
Misalkan piringan yang lebih luas berhubungan dengan pemisahan (A d
2
dalam
Gambar 2.55), sehingga efek tepi dapat dipantulkan. Kemudian V, , dan v (kecepatan
dari elektron-elektron) merupakan kesemua fungsi dari x itu sendiri.

Gambar 2.54 Gambar 2.55
(a) Tulislah persamaan Poisson untuk daerah diantara piringan.
(b) Asumsikan elektron bermula pada katoda, berapakah kecepatannya pada titik x,
dimana potensial adalah V(x)?
(c) Pada keadaan stabil, I berdiri sendiri terhadap x, Apakah, kemudian, hubungan
antara dan v?
(d) Gunakanlah ketiga hasil ini untuk meperoleh sebuah persamaan differensial untuk
V, dengan mengeleminasi dan v.
(e) Pecahkan persamaan ini untuk V sebagai sebuah fungsi x, V
0
, dan d. Plotlah V(x),
dan bandingkanlah hasil tersebut pada potensial tanpa muatan-ruang. Juga, carilah
dan v sebagai fungsi dari x.
(f) Tunjukkan bahwa
I = K V
0
3/2
, (2.56)
dan carilah Konstan, (Persamaan 2.56 disebut hukum Child-Langmuir. Hal tersebut
berada pada geometri lainnya, meskipun muatan-ruang membatasi arus. Perhatikan
bahwa muatan-ruang dibatasi dioda adalah nonlinier-hal tersebut tidak mengikuti
hukum Ohm.)

Soal 2.49 Bayangkanlah bahwa pengukuran baru dan yang luar biasa telah
mengungkapkan sebuah error dalam hukum Coulomb. Gaya aktual dari interaksi
antara kedua muatan titik ditemukan menjadi
F =

) e
r/
,
dimana adalah sebuah konstan baru yang alami ( memiliki dimensi panjang, secara
pasti, dan adalah angka yang besar-katakanlah setengah dari jari-jari dari seluruh
bidang yang telah diketahui-sehingga koreksi tersebut kecil, dimana mengapa tidak
pernah diperhatikan ketidaksesuaian sebelumnya). Anda dibebankan dengan tugas
untuk merumuskan kembali elektrotastik untuk mengakomodasi penemuan baru.
Asumsikan hukum dari superposisi masih bertahan.
(a) Apakah medan elektrik dari distribusi muatan (gantilah Persamaan 2.8)?
(b) Apakah medan elektrik ini merupakan sebuah potensial skalar? Jelaskan secara
jelas bagaimana anda meraih penjelasan anda. (tidak dibutuhkan bukti yang
formal-hanya sebuah penjelasan persuasif.)
(c) Carilah potensial pada muatan titik q-analog ke Persamaan 2.26. (Jika jawaban
anda (b) tidak, sebaiknya kembali dan gantilah!) Gunakanlah sebagai titk
referensi anda.
(d) Untuk sebuah titik muatan q pada sumber, perlihatkan bahwa

q.
dimana S adalah permukaan, V volum, dari setiap bola berpusat dari q.
(e) Perlihatkan bahwa hasil ini menyamaratakan:
(f)

Q
enc
.
untuk setiap distribusi muatan. (Hal ini merupakan hal yang tebaik pada Hukum
Gauss, dalam elektrostatik baru.)
(g) Gambarlah diagram segitiga (seperti Gambar 2.35) untuk dunia ini, meletakkan
kesemua rumusan yang sesuai. (Pikirkanlah persamaan Poisson sebagai rumusan
dari dalam bentuk V, dan hukum Gauss (bentuk differensial) sebagai sebuah
persamaan untuk dalam bentuk E.)

Soal 2.50 Misalkan sebuah medan elektrik E(x,y,z) memiliki bentuk
E
x
= ax, E
y
= 0, E
z
= 0
dimana a adalah konstan. Berapakah rapat muatannya? Bagaimana anda
mempertanggungjawabkan sebagai bukti bahwa medan titik pada sebuah arah khusus,
ketika rapat muatan seragam? [Hal ini lebih masalah tak kentara daripada yang terlihat,
dan layak dipikirkab.]

Soal 2.51 Kesemua elektrostatik mengikuti dari karakter 1/r
2
hukum Coulomb,
bersama dengan hukum superposisi. Sebuah teori dapat disamakan dapat selanjutnya
terkonstruksi untuk hukum Newton dari gravitasi universal. Berapakah energi gravitasi
dari sebuah bola, dari massa M dan jari-jari R, asumsikan densitas adalah seragam?
Gunakan hasil anda untuk mengestimasi energi gravitasi dari matahari (lihatlah angka
yang relevan). Radiasi matahari pada sebuah ukuran 3.86 x 10
26
W; jika kesemua ini
datang dari energi gravitasi yang tersimpan, berapa lama matahari akan bertahan?
[Matahari dalam kenyataan lebih tua dari hal tersebut, sehingga dengan jelas hal ini
bukanlah merupakan sumber dari tenaganya.]

Soal 2.52 Kita ketahui bahwa muatan pada konduktor bergerak ke permukaan, namun
bagaimana muatan tersebut mendistribusikan dirinya disana bukanlah hal yang mudah
untuk ditentukan. Satu contoh yang terkenal bagaimana rapat muatan permukaan dapat
dihitung secara terpisah adalah elipsoid:

= 1 ,
Pada kasus ini
11

=

, (2.57)
dimana Q adalah total muatan. Dengan memilih nilai-nilai yang tepat untuk a, b, dan c,
mendapatkan (dari Persamaan 2.57); (a) rapat muatan permukaan bersih (r)(kedua
sisi) dalam sebuah piringan sirkular dari jari-jari R; (b) rapat muatan bersih (x) pada
sebuah pita terkonduksi tak hingga pada bidang x y, yang mengikat sumbu axis y dari
x = -a ke x = a (biarkan A menjadi muatan total per satuan panjang pita); (c) muatan
bersih per satuan panjang (x) pada sebuah jarum berkonduksi, bergerak dari x = -a
ke x = a. pada setiap kasus, sketsalah grafik dari hasil anda.



11
Untuk turunan (dimana sebuah perjalanan gaya) lihatlah W. R. Smythe, Static and Dynamic
Electricity, 3
rd
ed. (New York; Hemisphere, 1989), Sect, 5.02.