METODE HARGA POKOK PROSES

1. Produksi bertujuan untuk memenuhi atau mengisi persediaan produk selesai yang siap untuk dijual 2. Dasar kegiatan adalah anggaran yang telah dibuat/direncanakan 3. Kegiatannya bersifat kontinyu 4. Produk yang dihasilkan homogen/standar 5. Biaya dihitung setiap satuan waktu 6. Total biaya merupakan akumulasi yang dihitung setiap akhir periode

Aspek Perbedaan • Dasar Kegiatan • Tujuan produksi • Sifat Produk • Pengumpulan Biaya • Menghitung Harga Pokok/unit

Metode HP Pesanan Pesanan Langganan Melayani pesanan Spesifikasi pemesan Setiap pesanan Jumlah unit pesanan

Metode HP Proses Anggaran produksi Mengisi persediaan Homogen dan standar Setiap periode produksi Jumlah hasil produksi

BDP •TENAGA KERJA •BOP Dept III .BDP • BAHAN BAKU • TENAGA KERJA • BOP Dept II .BDP •Bahan Baku •Tenaga Kerja •BOP .BDP Dept IV .Dept I .BDP • TENAGA KERJA • BOP BARANG JADI • BARANG JADI Dept I .BDP •Tenaga Kerja •BOP BARANG JADI Dept III .BDP •Tenaga Kerja •BOP •Tenaga Kerja •BOP Dept VI .BDP •Bahan Baku •Tenaga Kerja •BOP •Tenaga Kerja •BOP Dept V .BDP Dept II.

Dept I . C Dept II . B.BDP •Bahan Baku •Tenaga Kerja •BOP PRODUK A BARANG JADI A.BDP •Tenaga Kerja •BOP PRODUK C .BDP •Tenaga Kerja •BOP PRODUK B Dept III .

Biaya Bahan Yang masuk kategori ini adalah biaya bahan baku dan biaya bahan penolong • Pada saat pembelian barang Persediaan barang xxx Kas/utang dagang xxx • Apabila pengolahan lewat 1 departemen BDP – BBB xxx Persediaan Bahan xxx • Apabila menggunakan 2 Dept. namun hanya 1 Dept yang menggunakan bahan baku: BDP – BBB Dept X xxx Persediaan Bahan xxx • Apabila menggunakan 2 Dept. biaya digolongkan ke dalam 3 kelompok: 1.Dalam Metode HP Proses.dan semua menggunakan bahan baku: BDP – BBB Dept X xxx BDP – BBB Dept Y xxx Persediaan Bahan xxx .

2. Biaya Tenaga Kerja Dalam metode HP Proses tidak ada pemisahan antara BTKL dan BTKTL • Apabila menggunakan 1 Departemen saja maka jurnalnya: BDP – Biaya Tenaga Kerja xxx Gaji dan Upah xxx • Apabila menggunakan 2 Departemen maka harus dipisahkan antara masing-masing Departemen: BDP – Biaya Tenaga Kerja Dept X xxx BDP – Biaya Tenaga Kerja Dept Y xxx Gaji dan Upah xxx .

Pengolahan produk melalui satu tahapan pengolahan 2. Pengolahan produk melalui satu tahapan pengolahan 2. Proses produksi yang menghasilkan beberapa macam produk. dikelompokkan: 1. Pengolahan produk melalui beberapa tahapan pengolahan . Pengolahan produk melalui beberapa tahapan pengolahan 2. proses produksi digolongkan atas: 1. Proses produksi yang menghasilkan 1 macam barang.Atas dasar jenis produk yang dihasilkan. dikelompokkan 1.

Biaya yang dibebankan (BBB. biaya/periode. yaitu: 1. HP dari Dept sebelumnya.Laporan Harga Pokok Produksi akan dibuat setiap akhir periode tertentu. BDP. HP PH/PR/PC . dimana dalam laporan tsb t.d 3 bagian. proses sebelumnya) • Produk selesai dan dikirim ke Dept lainnya/gudang • Produk Hilang. Laporan Produksi Informasinya: • Jumlah produk (awal. tambahan biaya) • Unit Ekuivalen (besarnya unit produk dalam proses yang disetarakan dengan unit produk selesai) • Besarnya HPP per unit (masing-masing/total) 3. Perhitungan HPP Informasinya: HP awal. cacat 2. BOP) Informasinya: • Jumlah biaya yang dibebankan (HPP produk awal. BTK. HP PDP. rusak.

Bila produk diolah melalui satu tahapan pengolahan • Rekening BDP untuk mencatat semua elemen biaya yang masuk dalam proses produksi di-debit-kan sebesar biaya sesungguhnya dan meng-kredit masing-masing biaya BDP-BBB xxx BDP-BTK xxx BDP-BOP xxx Persediaan Bahan xxx Biaya Gaji dan Upah xxx BOP xxx • Mencatat HPP dengan mendebit rek persediaan produk selesai dan mengkredit rek BDP masing-masing elemen biaya: Persediaan Produk Selesai xxx BDP-BBB xxx BDP-BTK xxx BDP-BOP xxx .1.

• Apabila ada produk yang belum selesai. maka dicatat dengan mendebit rek persediaan produk dalam proses dan mengkredit rek BDP masingmasing elemen biaya: Persediaan Produk Dalam Proses xxx BDP-BBB xxx BDP-BTK xxx BDP-BOP xxx .

000 unit dan 2. Gaji yang dibayar untuk karyawan sebesar Rp6. Produk yang diproses selama bulan Januari 2007sebesar 10.000 unit masih dalam proses penyelesaian dengan tingkat penyelesaian 100% biaya bahan.000unit. Jurnal selama bulan Januari 2007! Catatan: Rumus menghitung Unit Ekuivalen Unit Ekuivalen = Produk selesai + (produk dlm proses x tkt penyelesaian) . Laporan HPP bulan Januari 2007! 2. BOP yang dikeluarkan selama bulan Januari 2007 Rp6.175juta 3. 75% biaya konversi (BTK+BOP) Dari data tsb diminta: 1. Data produksi dan biaya selama bulan Januari 2007 adalah sbb: 1.650juta 4. Selama bulan Januari 2007 perusahaan membeli bahan sebesar Rp10 juta dan yang dipakai dalam proses produksi adalah Rp9juta. Produk selesai dan dikirim kegudang sebesar 8. 2.Perusahaan ANGKASA menghasilkan 1 jenis barang dan diolah melalui 1 Departemen.

000+2.000 x 100% x Rp900 = Rp1.050juta Jumlah yang dibebankan Rp3.650juta Rp21.PERUSAHAAN ANGKASA Laporan Harga Pokok Produksi Januari 2007 Laporan Produksi Produk Masuk Proses Produk selesai dikirim kegudang Produk dalam proses akhir (tkt penyelesaian BB 100% dan BK 75%) 10.000 x 75% x Rp650 = Rp0.000 unit Biaya yang Dibebankan Elemen Biaya Unit Ekuivalen Biaya Bahan =8.000 unit 2.000 unit 10.175 juta Rp6.250 Produk dalam proses akhir (2.000 x 75% x Rp700 = Rp1.000+2.000 Tenaga Kerja =8.000+2.250 Total Biaya Rp9 juta Rp6.000 x 75% =9.8juta Biaya TK =2.825juta Rp21.000 x Rp2.500 Biaya/u Rp900 Rp650 Rp700 Rp2.500 OP =8.000 x 100% =10.000 unit 8.825juta .975juta BOP =2.825juta Rp18juta Perhitungan Harga Pokok Produk selesai dikirim kegudang =8.000 unit): Biaya Bahan =2.000 x 75% =9.

2. Bila produk diolah melalui lebih dari satu tahapan pengolahan • Setiap Departemen mengadakan rekening BDP untuk masing-masing elemen biaya dan untuk masing-masing departemen • Setiap departemen membuat rek BOP secara terpisah • Produk selesai dari departemen sebelumnya yang ditransfer HP nya dipindahkan dengan mendebit rek BDP-HPP dan mengkredit setiap elemen BDP sesuai biaya yang dibawa dari Dept sebelumnya • Bila ada produk yang belum selesai akan didebit pd rek persediaan PDP dan mengkredit rek BDP sebesar biaya yang telah digunakan oleh produk yang belum selesai tsb • Pada departemen yang terakhir. produk yang telah selesai akan dikirim kegudang dengan mendebit rek persediaan produk selesai dan mengkredit BDP sesuai biaya yang telah digunakan untuk menyelesaiakan produk selesai tsb .

Dari jumlah tersebut 15.000 unit telah selesai dan dikirim ke Dept II untuk diproses lebih lanjut.560juta Diminta: Buat laporan HP Produksi dan jurnal yang diperlukan! . Pada Dept II dari barang yang diproses tersebut sudah selesai dan dikirim kegudang sebanyak 12.625juta BTK Rp6.620juta Jumlah Rp20.500 unit.500unit masih belum selesai dengan tingkat penyelesaian 100% Biaya bahan dan 60% biaya konversi.930juta Rp5.350juta Rp10.000 unit dengan tingkat penyelesaian 40% biaya konversi. Produk yang belum selesai sebesar 3.PT MULIA mengolah hasil produksinya melalui 2 tahapan pengolahan yaitu Departemen I dan Departemen II. 2. 3. Biaya produksi yang terjadi selama bulan Mei 2007 adalah sbb: Elemen biaya Dept I Dept II Biaya Bahan Rp9.940juta BOP Rp3.795juta Rp4. Produk masuk proses Dept I sebesar 17. Data produksi dan biayanya adl sbb: 1. 2.000unit.

000 unit 2.795juta Rp20.630juta BOP =2.500 x 100% x Rp550 = Rp1.500 unit Biaya/u Rp550 Rp420 Rp230 Rp1.625 juta Rp6.500 x 60% =16. (tkt penyelesaian BB 100% dan BK 60%) Biaya yang Dibebankan Elemen Biaya Unit Ekuivalen Biaya Bahan =15.500 OP =15.345juta Jumlah yang dibebankan Rp2.PT MULIA Laporan Harga Pokok Produksi Dept I Mei 2007 Laporan Produksi Produk Masuk Proses Produk selesai ditransfer ke Dept II Produk dalam proses.000 x Rp1.350juta Rp20.000+2.500 x 60% x Rp420 = Rp0.500 x 60% x Rp230 = Rp0.000+2.500 unit 15.200 Total Biaya Rp9.930 juta Rp3.500 unit 17.375juta Biaya TK =2.500 unit): Biaya Bahan =2.000+2.350juta .200 Produk dalam proses akhir (2.350juta Rp18juta Perhitungan Harga Pokok Produk selesai dikirim ke Dept II =15.500 x 100% =17.500 x 60% =16.500 Tenaga Kerja =15.500 17.

8 juta Rp5.000 x 40% =13.000 unit Biaya/u Rp1.000 unit 3.000 x Rp2.420juta Jumlah yang dibebankan Rp4.000 Total Biaya Rp1.200 Rp450 Rp350 Rp2.540juta BOP =3.000 x 40% x Rp350 = Rp0.200 15.200 OP =12.000 Produk dalam proses akhir (3.000 unit 15.PT MULIA Laporan Harga Pokok Produksi Dept II Mei 2007 Laporan Produksi Produk Masuk Proses Produk selesai ditransfer ke gudang Produk dalam proses.560juta Rp28.620juta Rp28.000 x 100% x Rp1. (BK 40%) Biaya yang Dibebankan Elemen Biaya Unit Ekuivalen HP dari Dept I =15.000 unit 12.000+3.000 x 40% =13.6juta Biaya TK =3.000 unit): HP dari Dept I =3.000 Tenaga Kerja =12.560juta Rp24juta Perhitungan Harga Pokok Produk selesai dikirim ke Gudang =12.940 juta Rp4.560juta .000+3.000 x 40% x Rp450 = Rp0.200 = Rp3.

• • • Mencatat pembebanan Biaya ke Dept I BDP-Biaya Bahan Dept I BDP-BTK Dept I BDP-BOP Dept I Persediaan Bahan Biaya Gaji dan Upah BOP Mencatat Produk yang belum selesai Dept I Persediaan PDP.930juta Rp3.300juta Rp3.795juta Rp2.450juta .930juta Rp3.625juta Rp6.250juta Rp6.Dept I BDP-Biaya Bahan Dept I BDP-BTK Dept I BDP-BOP Dept I Mencatat Produk Selesai Dept I BDP-HP Dept I ke II BDP-Biaya Bahan Dept I BDP-BTK Dept I BDP-BOP Dept I Rp9.345juta Rp18juta Rp8.350juta Rp1.630juta Rp0.795juta Rp9.625juta Rp6.375juta Rp0.

200juta Perhitungan: .250juta BDP-BTK Dept I =15.000 x Rp420 = Rp6.620juta Biaya Gaji dan upah Rp5.000 x Rp320 = Rp3.Perhitungan: BDP-Biaya Bahan Dept I =15.600juta BDP-BTK Dept II Rp0.450juta • Mencatat Pembebanan Biaya Dept II BDP-BTK Dept II Rp5.400juta BDP-BOP Dept II Rp4.300juta BDP-BOP Dept I =15.540juta BDP-BOP Dept II Rp0.400juta BDP-BTK Dept II Rp5.420juta • Mencatat Produk selesai Dept II Persediaan Produk Selesai Dept II Rp24juta BDP-HP Dept I ke II Rp14.940juta BOP Dept II Rp4.620juta • Mencatat Produk yang Belum selesai Dept II Persediaan PDP Dept II Rp4.940juta BDP-BOP Dept II Rp4.000 x Rp550 = Rp8.560juta BDP-HP Dept I ke II Rp3.

200juta .000 x Rp450 = Rp5.400juta =12.200 = Rp14.000 x Rp350 = Rp4.000 x Rp1.Perhitungan: BDP-HP dari Dept I ke II BDP-BTK Dept II BDP-BOP Dept II =12.450juta =12.

. bila terjadi produk hilang diawal. • Pembukuan Produk Hilang Awal Proses Karakteristiknya: » Produk yang hilang diawal belum menikmati biaya produksi pada dept yang bersangkutan. yang ada hanyalah membuat asumsi bahwa barang tersebut hilang diawal atau diakhir. Terjadinya Produk Hilang biasanya sulit untuk ditelusuri.1. oleh karena itu tidak perlu diperhitungkan unit ekuivalennya » Produk hilang awal proses tidak dibebani HPP » Dilakukan penyesuaian HPP pada dept lanjutan.

Dari jumlah tersebut 5. Pada Dept Y dari barang yang diproses sudah selesai dan dikirim ke gudang sebanyak 3.920juta BTK Rp3.992juta Rp1.032juta Rp4. 800 unit hilang pada awal proses.200 unit.000 unit.7juta BOP Rp4.120juta Rp2. 1. Biaya produksi yang terjadi selama bulan Juli 2007 adalah sbb: Elemen biaya Dept I Dept II Biaya Bahan Rp7. Sedangkan 1. Produk masuk proses pada Dept X sebesar 8.600 unit hilang pada awal proses.600 unit telah selesai dan dikirim ke Dept Y untuk diproses lebih lanjut.980juta Jumlah Rp16. Data produksi dan biaya yang terjadi selama bulan Juli 2007 adl sbb: 1. Produk yang belum selesai sebesar 800unit dengan tkt penyelesaian 40% biaya konversi.680juta Diminta: Buat laporan HP Produksi dan jurnal yang diperlukan! .600unit masih belum selesai dengan tingkat penyelesaian biaya bahan 100% dan biaya konversi 40%.PT INDRA memproduksi 1 jenis barang dan diolah melalui 2 departemen. 2. 3.

600+1. (tkt penyelesaian BB 100% dan BK 40%) Produk Hilang Awal proses Biaya yang Dibebankan Elemen Biaya Unit Ekuivalen Biaya Bahan =5.920 juta Rp3.320juta BOP =1.240 OP =5.240 8.600 unit 1.400 Produk dalam proses akhir (1.120 juta Rp4.100 = Rp1.600 x 40% =6.992juta Rp16.600 x 100% x Rp1.600+1.760juta Biaya TK =1.PT INDRA Laporan Harga Pokok Produksi Dept X JULI 2007 Laporan Produksi Produk Masuk Proses Produk selesai ditransfer ke Dept II Produk dalam proses.440juta Perhitungan Harga Pokok Produk selesai dikirim ke Dept II =5.600 x 40% x Rp500 = Rp0.600 unit 800 unit 8.200 Tenaga Kerja =5.592juta Rp16.032juta Rp13.600 x 40% =6.600 x Rp2.000 unit Biaya/u Rp1.400 Total Biaya Rp7.032juta .600 unit): Biaya Bahan =1.100 Rp500 Rp800 Rp2.600 x 100% =7.600+1.600 x 40% x Rp800 = Rp0.512juta Jumlah yang dibebankan Rp2.000 unit 5.

360 =3.400 =1.600 unit 3.000 Rp3.440 juta Rp13.440 juta Rp18.200+800 x 50% =3.600 unit Unit Ekuivalen Biaya/u =5.PT INDRA Laporan Harga Pokok Produksi Dept Y JULI 2007 Laporan Produksi Produk Masuk Proses Produk selesai ditransfer ke gudang Produk dalam proses.600 =4.600 Rp550 Rp1.200 unit 800 unit 1.98juta Rp4.200+800 x 50% =3.600 unit 5.7 juta =3.12juta .660 Total Biaya Rp13.600 Rp2.600 Rp750 Rp2. (BK 50%) Produk Hilang Awal Proses Biaya yang Dibebankan Elemen Biaya HP dari Dept X Produk Hilang HP disesuaikan Tenaga Kerja OP 5.

360 = Rp2.688juta Tambahan pada Dept Y Biaya TK =800 x 50% x Rp750 = Rp0.220juta Jumlah yang dibebankan Rp14.208juta Rp18.Perhitungan Harga Pokok HP Produk selesai =3.200 x Rp4.660 HP Produk dalam proses (800 unit): HP dari Dept X =800 x Rp3.912juta Rp3.120juta .300juta BOP =800 x 50% x Rp550 = Rp0.

160juta Rp2.320juta Rp0.592juta Rp1.992juta Rp7.920juta Rp3.800juta Rp4.992juta Rp2.512juta Rp13.920juta Rp3.Dept X BDP-Biaya Bahan Dept X BDP-BTK Dept X BDP-BOP Dept X Mencatat Produk Selesai Dept X BDP-HP Dept X ke Y BDP-Biaya Bahan Dept X BDP-BTK Dept X BDP-BOP Dept X Rp7.• • • Mencatat pembebanan Biaya ke Dept X BDP-Biaya Bahan Dept X BDP-BTK Dept X BDP-BOP Dept X Persediaan Bahan Biaya Gaji dan Upah BOP Mencatat Produk yang belum selesai Dept X Persediaan PDP.120juta Rp4.120juta Rp4.440juta Rp6.480juta .760juta Rp0.

7juta BOP Dept Y Rp1.100 = Rp6.300juta BDP-BOP Dept Y Rp0.912juta BDP-HP Dept I ke Y Rp10.4juta BDP-BOP Dept Y Rp1.8juta BDP-BOP Dept X =5.7juta BDP-BOP Dept Y Rp1.980juta • Mencatat Produk yang Belum selesai Dept Y Persediaan PDP Dept Y Rp3.600 x Rp800 = Rp4.220juta • Mencatat Produk selesai Dept Y Persediaan Produk Selesai Dept Y Rp14.500 = Rp2.688juta BDP-BTK Dept Y Rp0.Perhitungan: BDP-Biaya Bahan Dept X =5.160juta BDP-BTK Dept X =5.760juta Perhitungan: .208juta BDP-HP Dept X ke Y Rp2.480juta • Mencatat Pembebanan Biaya Dept Y BDP-BTK Dept Y Rp2.980juta Biaya Gaji dan upah Rp2.752juta BDP-BTK Dept Y Rp2.600 x Rp1.600 x Rp.

360 = Rp10.752juta =3.200 x Rp750 = Rp2.200 x Rp550 = Rp1.Perhitungan: BDP-HP dari Dept I ke II BDP-BTK Dept II BDP-BOP Dept II =3.200 x Rp3.4juta =3.760juta .

sehingga unit ekuivalen ikut diperhitungkan. sehingga rumus yang digunakan adalah: Produk selesai+produk hilang+produk dalam proses x tkt penyelesaian 2. Produk hilang diakhir sudah menikmati biaya produksi. . Produk hilang diperhitungkan sebagai HPP yang nantinya dibebankan pada produk selesai 3.Karakteristiknya: 1. Karena HPP produk hilang ikut diperhitungkan maka nantinya HPP produk selesai per unitnya akan lebih tinggi.

000 unit telah selesai dan dikirim ke Dept II untuk diproses lebih lanjut.500juta Jumlah Rp60.000 unit.500 unit hilang pada akhir proses. 1. Sedangkan 2.000unit masih belum selesai dengan tingkat penyelesaian biaya bahan 80% dan biaya konversi 40%. Produk yang belum selesai sebesar 2. Pada Dept II dari barang yang diproses sudah selesai dan dikirim ke gudang sebanyak 18. Dari jumlah tersebut 22.000 unit.934juta Rp18.665juta BOP Rp20. Produk masuk proses pada Dept I sebesar 25.PT BAYU mempunyai data produksi dan biaya yang terjadi selama bulan Februari 2007 adl sbb: 1. 2. Biaya produksi yang terjadi selama bulan Februari 2007 adalah sbb: Elemen biaya Dept I Dept II Biaya Bahan Rp22.165juta Diminta: Buat laporan HP Produksi dan jurnal yang diperlukan! .500unit dengan tkt penyelesaian 60% biaya konversi.140juta BTK Rp18. 1.564juta Rp7.230juta Rp10. 3.000 unit hilang pada akhir proses.

000 x 40% =23.530 Produk Hilang =1.000+1. (tkt penyelesaian BB 80% dan BK 40%) Produk Hilang Awal proses Biaya yang Dibebankan Elemen Biaya Unit Ekuivalen Biaya Bahan =22.000+1.000 x Rp2.14juta Rp900 Rp18.190juta .000 x 80% =24.530 *) Rp115 Rp2645 Rp55.600 Tenaga Kerja =22.000 x Rp2.800 OP =22.530 HPP selesai =22.230juta Rp850 Rp60.000 unit 2.000 x 40% =23.000 unit Total Biaya Biaya/u Rp22.PT BAYU Laporan Harga Pokok Produksi Dept I Februari 2007 Laporan Produksi Produk Masuk Proses Produk selesai ditransfer ke Dept II Produk dalam proses.800 Jumlah Penyesuaian Produk Hilang HP/unit roduk selesai ditransfer ke Dept II Perhitungan Harga Pokok HPP selesai Produk selesai =22.000 x Rp2.000 unit 25.530 juta Rp58.000 unit 22.564juta Rp780 Rp20.645 25.000 unit 1.000+1.934juta Rp2.660juta Rp2.

*) Rp115= 58.934juta .000 x 80% x Rp900 = Rp1.190juta Rp2.440juta Biaya TK =2.000 x 40% x Rp780 = Rp0.624juta BOP =2.000 x Rp2.744juta Rp60.530 Produk Hilang =1.530 = 115 Perhitungan Harga Pokok HPP selesai Produk selesai =22.000 unit): Biaya Bahan =2.530 HPP selesai =22.000 x Rp2.680juta Jumlah yang dibebankan Rp55.000 x Rp2.000 = 2.000 x 40% x Rp850 = Rp0.190 juta: 22.530 juta Rp58.660juta Rp2.645 – 2.645 Produk dalam proses akhir (2.645 = 2.

000+1.5 .500 unit 1.500 x 60% =21. (BK 60%) Produk Hilang Awal Proses 22.PT BAYU Laporan Harga Pokok Produksi Dept II FEBRUARI 2007 Laporan Produksi Produk Masuk Proses Produk selesai ditransfer ke gudang Produk dalam proses.500 unit 22.000 Rp7.665juta Rp365 OP =18.000+1.500+2.500 x 60% =21.000 Rp10.802.5 Rp3.500+2.000 unit 18.190juta BTK =18.510 *) Rp292.355juta Penyesuaian Produk Hilang HPP Selesai setelah penyesuaian Biaya/u Rp2.000 unit 2.645 Rp3.5juta Rp500 Jumlah Rp76.000 unit Biaya yang Dibebankan Elemen Biaya Unit Ekuivalen Jumlah HP dari Dept I Rp58.

510 = 292.500 x Rp3.9juta Rp76.5 Produk dalam proses akhir (2.000 x Rp3.5 Perhitungan Harga Pokok HPP selesai Produk selesai =18.510 HPP selesai =18.355juta .500 x 60% x Rp365 = Rp0.500 x Rp2.500 x 60% x Rp500 = Rp0.445juta Rp7.180juta Rp5.750juta Jumlah yang dibebankan Rp63.000 = 3.5 = 68.510 Produk Hilang =1.265 juta Rp68.000 x Rp3.645 = Rp6.802.500 unit): HP dari Dept I =2.445 : 18.6125juta Biaya TK =2.5 – 3.547juta BOP =2.*) Rp292.802.5 = 3.802.

940juta Rp19.230juta Rp22.564juta Rp20.190juta Rp20.140juta Rp18.230juta Rp2.744juta Rp1.140juta Rp18.550juta .700juta Rp17.Dept I BDP-Biaya Bahan Dept I BDP-BTK Dept I BDP-BOP Dept I Mencatat Produk Selesai Dept I BDP-HP Dept I ke II BDP-Biaya Bahan Dept I BDP-BTK Dept I BDP-BOP Dept I Rp22.680juta Rp58.440juta Rp0.• • • Mencatat pembebanan Biaya ke Dept I BDP-Biaya Bahan Dept I BDP-BTK Dept I BDP-BOP Dept I Persediaan Bahan Biaya Gaji dan Upah BOP Dept I Mencatat Produk yang belum selesai Dept I Persediaan PDP.564juta Rp20.624juta Rp0.

6125juta BDP-BTK Dept II Rp0.665juta BDP-BOP Dept II Rp10.230juta – Rp0.624juta = Rp17.Rp0.750juta • Mencatat Produk selesai Dept II Persediaan Produk Selesai Dept Y Rp68.500juta Biaya Gaji dan upah Rp7.5475uta BDP-BOP Dept II Rp0.665juta BOP Dept II Rp10.Rp1.500juta • Mencatat Produk yang Belum selesai Dept II Persediaan PDP Dept II Rp7.645 = Rp58.564juta .070juta BDP-BTK =Rp18.000 x Rp2.680juta = Rp19.140juta .750juta .190juta BDP-Biaya Bahan =Rp22.Perhitungan: BDP-HP Dept I =22.940juta BDP-BOP =Rp20.550juta • Mencatat Pembebanan Biaya Dept II BDP-BTK Dept II Rp7.140juta = Rp20.5775juta BDP-BTK Dept II Rp7.1175juta BDP-BOP Dept II Rp9.4455juta BDP-HP Dept I ke II Rp51.900juta BDP-HP Dept X ke II Rp6.

665 – Rp0.4455juta =Rp58.802.5 = Rp68.547juta = Rp7.750 = Rp9.5juta – Rp0.1175juta =Rp10.6125 = Rp51.000 x Rp3.5775juta =Rp7.750juta .190juta – Rp6.Perhitungan: Persediaan Produk selesai BDP-HP dari Dept I BDP-BTK Dept II BDP-BOP Dept II =18.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.