METODE HARGA POKOK PROSES

1. Produksi bertujuan untuk memenuhi atau mengisi persediaan produk selesai yang siap untuk dijual 2. Dasar kegiatan adalah anggaran yang telah dibuat/direncanakan 3. Kegiatannya bersifat kontinyu 4. Produk yang dihasilkan homogen/standar 5. Biaya dihitung setiap satuan waktu 6. Total biaya merupakan akumulasi yang dihitung setiap akhir periode

Aspek Perbedaan • Dasar Kegiatan • Tujuan produksi • Sifat Produk • Pengumpulan Biaya • Menghitung Harga Pokok/unit

Metode HP Pesanan Pesanan Langganan Melayani pesanan Spesifikasi pemesan Setiap pesanan Jumlah unit pesanan

Metode HP Proses Anggaran produksi Mengisi persediaan Homogen dan standar Setiap periode produksi Jumlah hasil produksi

BDP Dept II.BDP •Bahan Baku •Tenaga Kerja •BOP .BDP Dept IV .Dept I .BDP • BAHAN BAKU • TENAGA KERJA • BOP Dept II .BDP •Tenaga Kerja •BOP BARANG JADI Dept III .BDP •Tenaga Kerja •BOP •Tenaga Kerja •BOP Dept VI .BDP •Bahan Baku •Tenaga Kerja •BOP •Tenaga Kerja •BOP Dept V .BDP •TENAGA KERJA •BOP Dept III .BDP • TENAGA KERJA • BOP BARANG JADI • BARANG JADI Dept I .

C Dept II .BDP •Bahan Baku •Tenaga Kerja •BOP PRODUK A BARANG JADI A.BDP •Tenaga Kerja •BOP PRODUK B Dept III . B.Dept I .BDP •Tenaga Kerja •BOP PRODUK C .

dan semua menggunakan bahan baku: BDP – BBB Dept X xxx BDP – BBB Dept Y xxx Persediaan Bahan xxx . biaya digolongkan ke dalam 3 kelompok: 1. Biaya Bahan Yang masuk kategori ini adalah biaya bahan baku dan biaya bahan penolong • Pada saat pembelian barang Persediaan barang xxx Kas/utang dagang xxx • Apabila pengolahan lewat 1 departemen BDP – BBB xxx Persediaan Bahan xxx • Apabila menggunakan 2 Dept.Dalam Metode HP Proses. namun hanya 1 Dept yang menggunakan bahan baku: BDP – BBB Dept X xxx Persediaan Bahan xxx • Apabila menggunakan 2 Dept.

Biaya Tenaga Kerja Dalam metode HP Proses tidak ada pemisahan antara BTKL dan BTKTL • Apabila menggunakan 1 Departemen saja maka jurnalnya: BDP – Biaya Tenaga Kerja xxx Gaji dan Upah xxx • Apabila menggunakan 2 Departemen maka harus dipisahkan antara masing-masing Departemen: BDP – Biaya Tenaga Kerja Dept X xxx BDP – Biaya Tenaga Kerja Dept Y xxx Gaji dan Upah xxx .2.

Pengolahan produk melalui beberapa tahapan pengolahan . dikelompokkan 1. Pengolahan produk melalui satu tahapan pengolahan 2. Proses produksi yang menghasilkan 1 macam barang.Atas dasar jenis produk yang dihasilkan. Pengolahan produk melalui satu tahapan pengolahan 2. dikelompokkan: 1. Pengolahan produk melalui beberapa tahapan pengolahan 2. Proses produksi yang menghasilkan beberapa macam produk. proses produksi digolongkan atas: 1.

dimana dalam laporan tsb t. biaya/periode.Laporan Harga Pokok Produksi akan dibuat setiap akhir periode tertentu. HP PDP. BTK. Perhitungan HPP Informasinya: HP awal. rusak. tambahan biaya) • Unit Ekuivalen (besarnya unit produk dalam proses yang disetarakan dengan unit produk selesai) • Besarnya HPP per unit (masing-masing/total) 3. Laporan Produksi Informasinya: • Jumlah produk (awal. yaitu: 1. cacat 2. Biaya yang dibebankan (BBB. HP dari Dept sebelumnya. BOP) Informasinya: • Jumlah biaya yang dibebankan (HPP produk awal.d 3 bagian. HP PH/PR/PC . BDP. proses sebelumnya) • Produk selesai dan dikirim ke Dept lainnya/gudang • Produk Hilang.

Bila produk diolah melalui satu tahapan pengolahan • Rekening BDP untuk mencatat semua elemen biaya yang masuk dalam proses produksi di-debit-kan sebesar biaya sesungguhnya dan meng-kredit masing-masing biaya BDP-BBB xxx BDP-BTK xxx BDP-BOP xxx Persediaan Bahan xxx Biaya Gaji dan Upah xxx BOP xxx • Mencatat HPP dengan mendebit rek persediaan produk selesai dan mengkredit rek BDP masing-masing elemen biaya: Persediaan Produk Selesai xxx BDP-BBB xxx BDP-BTK xxx BDP-BOP xxx .1.

• Apabila ada produk yang belum selesai. maka dicatat dengan mendebit rek persediaan produk dalam proses dan mengkredit rek BDP masingmasing elemen biaya: Persediaan Produk Dalam Proses xxx BDP-BBB xxx BDP-BTK xxx BDP-BOP xxx .

000unit.000 unit dan 2.000 unit masih dalam proses penyelesaian dengan tingkat penyelesaian 100% biaya bahan.175juta 3. Produk selesai dan dikirim kegudang sebesar 8. BOP yang dikeluarkan selama bulan Januari 2007 Rp6. Data produksi dan biaya selama bulan Januari 2007 adalah sbb: 1. Gaji yang dibayar untuk karyawan sebesar Rp6. Produk yang diproses selama bulan Januari 2007sebesar 10.Perusahaan ANGKASA menghasilkan 1 jenis barang dan diolah melalui 1 Departemen. 75% biaya konversi (BTK+BOP) Dari data tsb diminta: 1. Selama bulan Januari 2007 perusahaan membeli bahan sebesar Rp10 juta dan yang dipakai dalam proses produksi adalah Rp9juta. Laporan HPP bulan Januari 2007! 2.650juta 4. Jurnal selama bulan Januari 2007! Catatan: Rumus menghitung Unit Ekuivalen Unit Ekuivalen = Produk selesai + (produk dlm proses x tkt penyelesaian) . 2.

500 OP =8.000 x 75% =9.975juta BOP =2.000 unit 8.175 juta Rp6.000+2.250 Total Biaya Rp9 juta Rp6.PERUSAHAAN ANGKASA Laporan Harga Pokok Produksi Januari 2007 Laporan Produksi Produk Masuk Proses Produk selesai dikirim kegudang Produk dalam proses akhir (tkt penyelesaian BB 100% dan BK 75%) 10.825juta Rp21.000+2.000+2.000 x Rp2.000 x 100% x Rp900 = Rp1.050juta Jumlah yang dibebankan Rp3.500 Biaya/u Rp900 Rp650 Rp700 Rp2.000 unit 2.000 unit): Biaya Bahan =2.650juta Rp21.000 unit Biaya yang Dibebankan Elemen Biaya Unit Ekuivalen Biaya Bahan =8.000 unit 10.825juta .8juta Biaya TK =2.250 Produk dalam proses akhir (2.000 x 75% =9.000 x 100% =10.825juta Rp18juta Perhitungan Harga Pokok Produk selesai dikirim kegudang =8.000 x 75% x Rp700 = Rp1.000 Tenaga Kerja =8.000 x 75% x Rp650 = Rp0.

produk yang telah selesai akan dikirim kegudang dengan mendebit rek persediaan produk selesai dan mengkredit BDP sesuai biaya yang telah digunakan untuk menyelesaiakan produk selesai tsb .2. Bila produk diolah melalui lebih dari satu tahapan pengolahan • Setiap Departemen mengadakan rekening BDP untuk masing-masing elemen biaya dan untuk masing-masing departemen • Setiap departemen membuat rek BOP secara terpisah • Produk selesai dari departemen sebelumnya yang ditransfer HP nya dipindahkan dengan mendebit rek BDP-HPP dan mengkredit setiap elemen BDP sesuai biaya yang dibawa dari Dept sebelumnya • Bila ada produk yang belum selesai akan didebit pd rek persediaan PDP dan mengkredit rek BDP sebesar biaya yang telah digunakan oleh produk yang belum selesai tsb • Pada departemen yang terakhir.

Produk masuk proses Dept I sebesar 17.000unit. 2.000 unit dengan tingkat penyelesaian 40% biaya konversi.625juta BTK Rp6. Produk yang belum selesai sebesar 3.795juta Rp4. 2.940juta BOP Rp3.560juta Diminta: Buat laporan HP Produksi dan jurnal yang diperlukan! .500unit masih belum selesai dengan tingkat penyelesaian 100% Biaya bahan dan 60% biaya konversi.500 unit.350juta Rp10.620juta Jumlah Rp20. Pada Dept II dari barang yang diproses tersebut sudah selesai dan dikirim kegudang sebanyak 12.930juta Rp5. Data produksi dan biayanya adl sbb: 1. 3.PT MULIA mengolah hasil produksinya melalui 2 tahapan pengolahan yaitu Departemen I dan Departemen II. Biaya produksi yang terjadi selama bulan Mei 2007 adalah sbb: Elemen biaya Dept I Dept II Biaya Bahan Rp9.000 unit telah selesai dan dikirim ke Dept II untuk diproses lebih lanjut. Dari jumlah tersebut 15.

350juta Rp20.500 unit 15.500 x 60% =16.375juta Biaya TK =2.000 x Rp1.500 17.000+2.000 unit 2.500 x 60% x Rp420 = Rp0.625 juta Rp6.500 x 100% =17. (tkt penyelesaian BB 100% dan BK 60%) Biaya yang Dibebankan Elemen Biaya Unit Ekuivalen Biaya Bahan =15.795juta Rp20.PT MULIA Laporan Harga Pokok Produksi Dept I Mei 2007 Laporan Produksi Produk Masuk Proses Produk selesai ditransfer ke Dept II Produk dalam proses.000+2.500 x 60% x Rp230 = Rp0.200 Total Biaya Rp9.200 Produk dalam proses akhir (2.000+2.630juta BOP =2.500 x 60% =16.500 x 100% x Rp550 = Rp1.500 OP =15.930 juta Rp3.500 unit Biaya/u Rp550 Rp420 Rp230 Rp1.500 Tenaga Kerja =15.345juta Jumlah yang dibebankan Rp2.350juta .500 unit): Biaya Bahan =2.350juta Rp18juta Perhitungan Harga Pokok Produk selesai dikirim ke Dept II =15.500 unit 17.

540juta BOP =3.000 unit 15.000 x Rp2.000 x 100% x Rp1.200 = Rp3.000+3.8 juta Rp5.000 unit): HP dari Dept I =3.560juta Rp28.200 Rp450 Rp350 Rp2.420juta Jumlah yang dibebankan Rp4.940 juta Rp4.000 unit Biaya/u Rp1.000 x 40% =13.000 unit 12.000 x 40% x Rp350 = Rp0.6juta Biaya TK =3.200 15.200 OP =12.000 Produk dalam proses akhir (3.PT MULIA Laporan Harga Pokok Produksi Dept II Mei 2007 Laporan Produksi Produk Masuk Proses Produk selesai ditransfer ke gudang Produk dalam proses.000 x 40% =13.000 Tenaga Kerja =12.560juta Rp24juta Perhitungan Harga Pokok Produk selesai dikirim ke Gudang =12. (BK 40%) Biaya yang Dibebankan Elemen Biaya Unit Ekuivalen HP dari Dept I =15.000+3.560juta .620juta Rp28.000 Total Biaya Rp1.000 unit 3.000 x 40% x Rp450 = Rp0.

250juta Rp6.795juta Rp2.345juta Rp18juta Rp8.Dept I BDP-Biaya Bahan Dept I BDP-BTK Dept I BDP-BOP Dept I Mencatat Produk Selesai Dept I BDP-HP Dept I ke II BDP-Biaya Bahan Dept I BDP-BTK Dept I BDP-BOP Dept I Rp9.930juta Rp3.300juta Rp3.350juta Rp1.795juta Rp9.450juta .375juta Rp0.• • • Mencatat pembebanan Biaya ke Dept I BDP-Biaya Bahan Dept I BDP-BTK Dept I BDP-BOP Dept I Persediaan Bahan Biaya Gaji dan Upah BOP Mencatat Produk yang belum selesai Dept I Persediaan PDP.930juta Rp3.625juta Rp6.625juta Rp6.630juta Rp0.

620juta Biaya Gaji dan upah Rp5.200juta Perhitungan: .540juta BDP-BOP Dept II Rp0.560juta BDP-HP Dept I ke II Rp3.450juta • Mencatat Pembebanan Biaya Dept II BDP-BTK Dept II Rp5.250juta BDP-BTK Dept I =15.000 x Rp320 = Rp3.300juta BDP-BOP Dept I =15.940juta BOP Dept II Rp4.400juta BDP-BTK Dept II Rp5.Perhitungan: BDP-Biaya Bahan Dept I =15.620juta • Mencatat Produk yang Belum selesai Dept II Persediaan PDP Dept II Rp4.600juta BDP-BTK Dept II Rp0.940juta BDP-BOP Dept II Rp4.000 x Rp550 = Rp8.400juta BDP-BOP Dept II Rp4.420juta • Mencatat Produk selesai Dept II Persediaan Produk Selesai Dept II Rp24juta BDP-HP Dept I ke II Rp14.000 x Rp420 = Rp6.

200 = Rp14.200juta .450juta =12.000 x Rp350 = Rp4.000 x Rp450 = Rp5.400juta =12.000 x Rp1.Perhitungan: BDP-HP dari Dept I ke II BDP-BTK Dept II BDP-BOP Dept II =12.

Terjadinya Produk Hilang biasanya sulit untuk ditelusuri. . yang ada hanyalah membuat asumsi bahwa barang tersebut hilang diawal atau diakhir. oleh karena itu tidak perlu diperhitungkan unit ekuivalennya » Produk hilang awal proses tidak dibebani HPP » Dilakukan penyesuaian HPP pada dept lanjutan.1. • Pembukuan Produk Hilang Awal Proses Karakteristiknya: » Produk yang hilang diawal belum menikmati biaya produksi pada dept yang bersangkutan. bila terjadi produk hilang diawal.

Biaya produksi yang terjadi selama bulan Juli 2007 adalah sbb: Elemen biaya Dept I Dept II Biaya Bahan Rp7.600 unit hilang pada awal proses.000 unit.600 unit telah selesai dan dikirim ke Dept Y untuk diproses lebih lanjut.992juta Rp1. 1.920juta BTK Rp3.680juta Diminta: Buat laporan HP Produksi dan jurnal yang diperlukan! . Data produksi dan biaya yang terjadi selama bulan Juli 2007 adl sbb: 1.120juta Rp2.200 unit.032juta Rp4.PT INDRA memproduksi 1 jenis barang dan diolah melalui 2 departemen. Produk masuk proses pada Dept X sebesar 8. Produk yang belum selesai sebesar 800unit dengan tkt penyelesaian 40% biaya konversi. Dari jumlah tersebut 5. Sedangkan 1. 3.600unit masih belum selesai dengan tingkat penyelesaian biaya bahan 100% dan biaya konversi 40%. 800 unit hilang pada awal proses. 2. Pada Dept Y dari barang yang diproses sudah selesai dan dikirim ke gudang sebanyak 3.980juta Jumlah Rp16.7juta BOP Rp4.

600+1.512juta Jumlah yang dibebankan Rp2.760juta Biaya TK =1.600+1.600+1.440juta Perhitungan Harga Pokok Produk selesai dikirim ke Dept II =5.600 x Rp2.240 8.600 x 40% x Rp800 = Rp0.992juta Rp16.320juta BOP =1.600 x 100% =7.592juta Rp16.600 x 40% =6.032juta .032juta Rp13.100 = Rp1.400 Total Biaya Rp7.000 unit 5.100 Rp500 Rp800 Rp2.120 juta Rp4.200 Tenaga Kerja =5.PT INDRA Laporan Harga Pokok Produksi Dept X JULI 2007 Laporan Produksi Produk Masuk Proses Produk selesai ditransfer ke Dept II Produk dalam proses.600 unit 800 unit 8. (tkt penyelesaian BB 100% dan BK 40%) Produk Hilang Awal proses Biaya yang Dibebankan Elemen Biaya Unit Ekuivalen Biaya Bahan =5.600 x 100% x Rp1.000 unit Biaya/u Rp1.240 OP =5.920 juta Rp3.600 x 40% x Rp500 = Rp0.600 unit 1.600 unit): Biaya Bahan =1.400 Produk dalam proses akhir (1.600 x 40% =6.

98juta Rp4.PT INDRA Laporan Harga Pokok Produksi Dept Y JULI 2007 Laporan Produksi Produk Masuk Proses Produk selesai ditransfer ke gudang Produk dalam proses.440 juta Rp18.200 unit 800 unit 1.400 =1.200+800 x 50% =3.000 Rp3.600 Rp2.600 unit 5.600 Rp750 Rp2.600 =4.7 juta =3.12juta .660 Total Biaya Rp13. (BK 50%) Produk Hilang Awal Proses Biaya yang Dibebankan Elemen Biaya HP dari Dept X Produk Hilang HP disesuaikan Tenaga Kerja OP 5.360 =3.600 unit Unit Ekuivalen Biaya/u =5.600 unit 3.440 juta Rp13.200+800 x 50% =3.600 Rp550 Rp1.

360 = Rp2.208juta Rp18.912juta Rp3.Perhitungan Harga Pokok HP Produk selesai =3.660 HP Produk dalam proses (800 unit): HP dari Dept X =800 x Rp3.200 x Rp4.688juta Tambahan pada Dept Y Biaya TK =800 x 50% x Rp750 = Rp0.120juta .300juta BOP =800 x 50% x Rp550 = Rp0.220juta Jumlah yang dibebankan Rp14.

440juta Rp6.592juta Rp1.760juta Rp0.992juta Rp7.160juta Rp2.Dept X BDP-Biaya Bahan Dept X BDP-BTK Dept X BDP-BOP Dept X Mencatat Produk Selesai Dept X BDP-HP Dept X ke Y BDP-Biaya Bahan Dept X BDP-BTK Dept X BDP-BOP Dept X Rp7.920juta Rp3.992juta Rp2.120juta Rp4.• • • Mencatat pembebanan Biaya ke Dept X BDP-Biaya Bahan Dept X BDP-BTK Dept X BDP-BOP Dept X Persediaan Bahan Biaya Gaji dan Upah BOP Mencatat Produk yang belum selesai Dept X Persediaan PDP.120juta Rp4.480juta .800juta Rp4.320juta Rp0.920juta Rp3.512juta Rp13.

600 x Rp1.160juta BDP-BTK Dept X =5.4juta BDP-BOP Dept Y Rp1.208juta BDP-HP Dept X ke Y Rp2.500 = Rp2.7juta BOP Dept Y Rp1.220juta • Mencatat Produk selesai Dept Y Persediaan Produk Selesai Dept Y Rp14.760juta Perhitungan: .100 = Rp6.Perhitungan: BDP-Biaya Bahan Dept X =5.688juta BDP-BTK Dept Y Rp0.8juta BDP-BOP Dept X =5.980juta • Mencatat Produk yang Belum selesai Dept Y Persediaan PDP Dept Y Rp3.912juta BDP-HP Dept I ke Y Rp10.600 x Rp800 = Rp4.980juta Biaya Gaji dan upah Rp2.7juta BDP-BOP Dept Y Rp1.600 x Rp.300juta BDP-BOP Dept Y Rp0.480juta • Mencatat Pembebanan Biaya Dept Y BDP-BTK Dept Y Rp2.752juta BDP-BTK Dept Y Rp2.

4juta =3.760juta .200 x Rp3.200 x Rp550 = Rp1.360 = Rp10.200 x Rp750 = Rp2.Perhitungan: BDP-HP dari Dept I ke II BDP-BTK Dept II BDP-BOP Dept II =3.752juta =3.

Produk hilang diperhitungkan sebagai HPP yang nantinya dibebankan pada produk selesai 3.Karakteristiknya: 1. . sehingga rumus yang digunakan adalah: Produk selesai+produk hilang+produk dalam proses x tkt penyelesaian 2. sehingga unit ekuivalen ikut diperhitungkan. Karena HPP produk hilang ikut diperhitungkan maka nantinya HPP produk selesai per unitnya akan lebih tinggi. Produk hilang diakhir sudah menikmati biaya produksi.

665juta BOP Rp20.500unit dengan tkt penyelesaian 60% biaya konversi. Sedangkan 2. 1.000 unit. Produk yang belum selesai sebesar 2. 3. Dari jumlah tersebut 22.000 unit hilang pada akhir proses.PT BAYU mempunyai data produksi dan biaya yang terjadi selama bulan Februari 2007 adl sbb: 1.500 unit hilang pada akhir proses.165juta Diminta: Buat laporan HP Produksi dan jurnal yang diperlukan! . Produk masuk proses pada Dept I sebesar 25.500juta Jumlah Rp60. 2.934juta Rp18.140juta BTK Rp18. Biaya produksi yang terjadi selama bulan Februari 2007 adalah sbb: Elemen biaya Dept I Dept II Biaya Bahan Rp22.000 unit.000unit masih belum selesai dengan tingkat penyelesaian biaya bahan 80% dan biaya konversi 40%.230juta Rp10.000 unit telah selesai dan dikirim ke Dept II untuk diproses lebih lanjut.564juta Rp7. Pada Dept II dari barang yang diproses sudah selesai dan dikirim ke gudang sebanyak 18. 1.

000 unit Total Biaya Biaya/u Rp22.800 Jumlah Penyesuaian Produk Hilang HP/unit roduk selesai ditransfer ke Dept II Perhitungan Harga Pokok HPP selesai Produk selesai =22.800 OP =22.PT BAYU Laporan Harga Pokok Produksi Dept I Februari 2007 Laporan Produksi Produk Masuk Proses Produk selesai ditransfer ke Dept II Produk dalam proses.000+1.000 x 40% =23.000 x 80% =24.190juta .530 juta Rp58.000 x Rp2.000 unit 25.000+1.000 unit 22.000 x Rp2.564juta Rp780 Rp20.530 Produk Hilang =1.000 x 40% =23. (tkt penyelesaian BB 80% dan BK 40%) Produk Hilang Awal proses Biaya yang Dibebankan Elemen Biaya Unit Ekuivalen Biaya Bahan =22.934juta Rp2.530 *) Rp115 Rp2645 Rp55.000 unit 1.14juta Rp900 Rp18.600 Tenaga Kerja =22.000 unit 2.530 HPP selesai =22.660juta Rp2.000+1.230juta Rp850 Rp60.645 25.000 x Rp2.

530 HPP selesai =22.645 = 2.530 Produk Hilang =1.645 – 2.934juta .680juta Jumlah yang dibebankan Rp55.190 juta: 22.440juta Biaya TK =2.624juta BOP =2.000 x Rp2.000 x Rp2.000 x 80% x Rp900 = Rp1.190juta Rp2.744juta Rp60.000 x Rp2.000 unit): Biaya Bahan =2.000 x 40% x Rp850 = Rp0.645 Produk dalam proses akhir (2.530 = 115 Perhitungan Harga Pokok HPP selesai Produk selesai =22.*) Rp115= 58.530 juta Rp58.000 = 2.660juta Rp2.000 x 40% x Rp780 = Rp0.

5 .000+1.000 unit 2.355juta Penyesuaian Produk Hilang HPP Selesai setelah penyesuaian Biaya/u Rp2.500 x 60% =21.5juta Rp500 Jumlah Rp76.000 unit 18.500+2.000 unit Biaya yang Dibebankan Elemen Biaya Unit Ekuivalen Jumlah HP dari Dept I Rp58.000+1.645 Rp3. (BK 60%) Produk Hilang Awal Proses 22.500 x 60% =21.000 Rp7.PT BAYU Laporan Harga Pokok Produksi Dept II FEBRUARI 2007 Laporan Produksi Produk Masuk Proses Produk selesai ditransfer ke gudang Produk dalam proses.802.500+2.665juta Rp365 OP =18.190juta BTK =18.500 unit 22.500 unit 1.510 *) Rp292.5 Rp3.000 Rp10.

645 = Rp6.355juta .445 : 18.5 – 3.510 = 292.000 = 3.500 x 60% x Rp500 = Rp0.000 x Rp3.5 Produk dalam proses akhir (2.180juta Rp5.510 Produk Hilang =1.500 x Rp2.*) Rp292.9juta Rp76.547juta BOP =2.750juta Jumlah yang dibebankan Rp63.6125juta Biaya TK =2.500 x Rp3.5 Perhitungan Harga Pokok HPP selesai Produk selesai =18.802.000 x Rp3.5 = 3.802.510 HPP selesai =18.802.5 = 68.500 x 60% x Rp365 = Rp0.265 juta Rp68.500 unit): HP dari Dept I =2.445juta Rp7.

940juta Rp19.• • • Mencatat pembebanan Biaya ke Dept I BDP-Biaya Bahan Dept I BDP-BTK Dept I BDP-BOP Dept I Persediaan Bahan Biaya Gaji dan Upah BOP Dept I Mencatat Produk yang belum selesai Dept I Persediaan PDP.Dept I BDP-Biaya Bahan Dept I BDP-BTK Dept I BDP-BOP Dept I Mencatat Produk Selesai Dept I BDP-HP Dept I ke II BDP-Biaya Bahan Dept I BDP-BTK Dept I BDP-BOP Dept I Rp22.230juta Rp2.564juta Rp20.564juta Rp20.624juta Rp0.440juta Rp0.550juta .744juta Rp1.680juta Rp58.190juta Rp20.140juta Rp18.140juta Rp18.230juta Rp22.700juta Rp17.

645 = Rp58.4455juta BDP-HP Dept I ke II Rp51.140juta = Rp20.550juta • Mencatat Pembebanan Biaya Dept II BDP-BTK Dept II Rp7.665juta BDP-BOP Dept II Rp10.070juta BDP-BTK =Rp18.5775juta BDP-BTK Dept II Rp7.750juta • Mencatat Produk selesai Dept II Persediaan Produk Selesai Dept Y Rp68.190juta BDP-Biaya Bahan =Rp22.000 x Rp2.624juta = Rp17.Perhitungan: BDP-HP Dept I =22.Rp0.Rp1.140juta .500juta • Mencatat Produk yang Belum selesai Dept II Persediaan PDP Dept II Rp7.6125juta BDP-BTK Dept II Rp0.5475uta BDP-BOP Dept II Rp0.564juta .940juta BDP-BOP =Rp20.750juta .500juta Biaya Gaji dan upah Rp7.230juta – Rp0.1175juta BDP-BOP Dept II Rp9.665juta BOP Dept II Rp10.900juta BDP-HP Dept X ke II Rp6.680juta = Rp19.

000 x Rp3.6125 = Rp51.190juta – Rp6.1175juta =Rp10.665 – Rp0.5juta – Rp0.750juta .750 = Rp9.5775juta =Rp7.4455juta =Rp58.Perhitungan: Persediaan Produk selesai BDP-HP dari Dept I BDP-BTK Dept II BDP-BOP Dept II =18.5 = Rp68.547juta = Rp7.802.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful