Anda di halaman 1dari 25

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar belakang Dalam biologi terdapat bidang kajian yang mengkhususkan diri dalam

mempelajari seluruh aspek biologi tumbuh-tumbuhan yang disebut botani. Dengan demikian, botani mempelajari tumbuh-tumbuhan dari tingkat molekul seperti, genetika dan biokimia melalui organel ,sel, jaringan ,organ, individu, populasi tumbuhan , dan komunitas tumbuhan. Botani juga mempelajari tentang akar, batang, daun, serta bagian-bagian tumbuhan lainnya merupakan bagian-bagian yang secara langsung berguna untuk mempertahankan kehidupan tumbuhan itu sendiri selama pertumbuhannya, oleh sebab itu alat-alat tersebut seringkali dinamakan pula alat-alat pertumbuhan atau alatalat vegetatif. Alat-alat perkembangbiakan tersebut dapat dibedakan dalam dua golongan diantaranya yang bersifat vegetatif dan yang bersifat generatif. Buah merupakan hasil penyerbukan pada bunga yang kemudian diikuti dengan pembuahan yang akan menghasilkan bakal buah (ovarium) dan bakal biji (ovulum) yang kemudian tumbuh menjadi buah dan biji dimana biji inilah yang akan tumbuh menjadi calon tumbuhan baru. Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan fungsi utama buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan. Dari sudut pandang evolusi, biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan. Dengan dihasilkannya buah dan biji, tumbuhan dapat mempertahankan jenisnya, dan dapat pula terpencar ketempat lain.

1.2

Tujuan Tujuan praktikum yang ingin dicapai dalam praktikum adalah, mahasiswa dapat

mengenal struktur bunga, struktur biji dan buah serta type buah secara makroskopis atau dengan mencari atau melihat pustaka.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Umum Benih Yang Digunakan a). Jagung Klasifikasi Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Liliopsida (berkeping satu / monokotil) : Commelinidae : Poales : Poaceae (suku rumput-rumputan) : Zea : Zea mays L.

Deskripsi Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini. Bunga betina jagung berupa "tongkol" yang terbungkus oleh semacam pelepah dengan "rambut". Rambut jagung sebenarnya adalah tangkai putik. Jagung termasuk tanaman bijinya berkeping tunggal monokotil, jagung tergolong berakar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun

sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman. Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin. Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun. Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. b). Kedelai Klasifikasi Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi Kelas Sub Kelas Ordo : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) : Rosidae : Fabales

Famili Genus Spesies

: Fabaceae (suku polong-polongan) : Glycine : Glycine max (L.) Merr

Deskripsi Kedelai dikenal dengan berbagai nama: sojaboon (bahasa Belanda), soja, soja bohne (bahasa Jerman), soybean (bahasa Inggris), kedele (bahasa Indonesia sehari-hari, bahasa Jawa), kacang ramang, kacang bulu, kacang gimbol, retak mejong, kaceng bulu, kacang jepun, dekenana, demekun, dele, kadele, kadang jepun, lebui bawak, lawui, sarupapa tiak, dole, kadule, puwe mon, kacang kuning (Sumatera bagian utara) dan gadelei. Berbagai nama ini menunjukkan bahwa kedelai telah lama dikenal di Indonesia. Kedelai merupakan terna dikotil semusim dengan percabangan sedikit, sistem perakaran akar tunggang, dan batang berkambium. Kedelai dapat berubah penampilan menjadi tumbuhan setengah merambat dalam keadaan pencahayaan rendah. Kedelai, khususnya kedelai putih dari daerah subtropik, juga merupakan tanaman hari-pendek dengan waktu kritis rata-rata 13 jam. Ia akan segera berbunga apabila pada masa siap berbunga panjang hari kurang dari 13 jam. Ini menjelaskan rendahnya produksi di daerah tropika, karena tanaman terlalu dini berbunga

2.2

Tinjauan Umum Buah Yang Digunakan a). Belimbing Klasifikasi Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) : Rosidae : Geraniales : Oxalidaceae (suku belimbing-belimbingan) : Averrhoa : Averrhoa carambola L

Deskripsi Belimbing Manis (Averrhoa carambola) tumbuh dalam bentuk pohon, berumur panjang (perenial) dengan tinggi 6 - 9 m. Batang berkayu (lignosus), berbentuk silindris, tumbuh tegak, berwarna coklat tua, kulit kayu tipis, permukaan kasar. Percabangan banyak, arah cabang miring ke atas dan mendatar sehingga membentuk pohon yang rindang. Daun majemuk, bertangkai panjang, warna hijau tua, bentuk bulat telur, panjang 4 - 6 cm, lebar 3 - 4 cm, helaian daun tipis tegar, ujung meruncing (acuminatus), pangkal tumpul (obtusus), tepi rata, susunan pertulangan menyirip (pinnate), tidak memiliki daun penumpu, permukaan atas dan bawah halus. Bunga majemuk, kelopak berbentuk bintang (stellatus), mahkota berwarna merah jingga, panjang mahkota 8 mm, daun mahkota berlekatan (gamopetalus). Buah berlekuk 5 menyerupai bintang, panjang 10 - 12 cm, buah muda berwarna hijau - setelah tua menjadi kuning, bentuk biji pipih - berwarna coklat tua, berbuah setelah berumur 2 - 5 tahun. Akar tunggang. Perbanyakan secara generatif (biji).

Terdapat batang atau daun yang melekat pada buku atau internodus, termasuk daun majemuk menyirip gasal, tidak sempurna. Bunga tumbuh di ketiak, kuncup aksiler yang merupakan bunga sempurna karena terdapat putik dan benang sari sehingga dapat langsung terjadi pembuahan. Bisa juga pada ujung batang terdapat kuncup terminal. System akar: Tunggang atau dikotil.

b). Tomat

Klasifikasi Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) : Asteridae : Solanales : Solanaceae (suku terung-terungan) : Solanum : Solanum lycopersicum L.

Deskripsi Tanaman tomat berasal dari Amerika tropis, ditanam sebagai tanaman buah di ladang, pekarangan, atau ditemukan liar pada ketinggian 1--1600 m dpl. Tanaman ini tidak tahan hujan, sinar matahari terik, serta menghendaki tanah yang gembur dan subur. Terna setahun ini tumbuh tegak atau bersandar pada tanaman lain, tinggi 0,5--2,5 m, bercabang banyak, berambut, dan berbau kuat. Batang bulat, menebal pada buku-bukunya, berambut kasar warnanya hijau keputihan. Daun majemuk menyirip, letak berseling, bentuknya bulat telur sampai memanjang, ujung runcing (acutus), pangkal membulat, helaian daun

yang besar tepinya berlekuk, helaian yang lebih kecil tepinya bergerigi, panjang 10--40 cm, warnanya hijau muda. Bunga majemuk, berkumpul dalam rangkaian berupa tandan, bertangkai, mahkota berbentuk bintang, warnanya kuning. Buahnya buah buni, berdaging, kulitnya tipis licin mengkilap, beragam dalam bentuk maupun ukurannya, warnanya kuning atau merah. Bijinya banyak, pipih, warnanya kuning kecokelatan. Buah tomat bisa dimakan langsung, dibuat jus, saus tomat, dimasak, dibuat sambal goreng, atau dibuat acar tomat. Pucuk atau daun muda bisa disayur. Buah tomat yang umum ada di pasaran bentuknya bulat. Yang berukuran besar, berdaging tebal, berbiji sedikit, dan berwarna merah disebut sebagai tomat buah. Tomat jenis ini biasa disantap segar sebagai buah. Yang berukuran lebih kecil dikenal sebagai tomat sayur karena digunakan di dalam masakan. Yang kecil-kecil sebesar kelereng disebut tomat ceri dan digunakan untuk campuran membuat sambal atau dalam hidangan selada. Habitat: Sebagai tanaman budidaya, sebagai campuran sambal, hidup pada tanah lembab pada dataran rendah hingga 900 M di permukaan laut.

c). Mentimun Klasifikasi Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies

: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) : Dilleniidae : Violales : Cucurbitaceae (suku labu-labuan) : Cucumis : Cucumis sativus L.

Deskripsi Ketimun, Mentimun atau Timun dibudidayakan dimana-mana, baik di ladang, halaman rumah atau di rumah kaca. Tanaman ini tidak tahan terhadap hujan yang terus menerus. Pertumbuhannya memerlukan kelembaban udara yang tinggi, tanah subur yang gembur dan mendapat sinar matahari penuh dengan drainage yang baik. Ketimun sebaiknya dirambatkan ke para-para dan tumbuh baik dari dataran rendah sampai 1.300 m dpl. Tanaman ini diduga berasal dari daerah pegunungan Himalaya di India Utara. Tanaman semusim, merayap atau merambat, berambut kasar, berbatang basah, panjang 0,5-2,5 m. Tanaman ini mempunyai sulur dahan berbentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai panjang, bentuknya bulat telur lebar, bertaju 3-7, dengan pangkal berbentuk jantung, ujung runcing, tepi bergerigi. Panjang 718 cm, lebar 7-15 cm, warnanya hijau. Bunganya ada yang jantan berwarna putih kekuningan, dan bunga betina yang bentuknya seperti terompet. Buah bulat panjang, tumbuh bergantung, warnanya hijau berlilin putih, setelah tua warnanya kuning kotor, panjang 1030 cm, bagian pangkal berbintil, banyak mengandung cairan. Bijinya banyak, bentuknya lonjong meruncingi pipih, warnanya putih kotor. Daun dan tangkai muda bisa dimakan sebagai lalab mentah atau dikukus. Buahnya bisa dimakan mentah, direbus, dikukus atau disayur. Bisa juga dibuat acar atau dimakan bersama rujak. Banyak jenis ketimun yang ada di pasar, seperti ketimun biasa, ketimun krai, ketimun wuku, ketimun poan dan ketimun watang.

2.3

Morfologi Buah Dan Biji Buah dan biji adalah dua bagian dalam tumbuhan yang masing-masing saling bersinergi. Apa yang terjadi pada biji, adalah sebuah proses menuju terciptanya buah. Sehingga, hubungan antara kedua elemen tumbuhan ini cukup erat. Semua proses biji menjadi buah bermula dari apa yang terjadi pada bunga. Setelah bunga mengalami penyerbukan, beberapa waktu kemudian perhiasan bunga, khususnya mahkota, akan layu. Sementara beberapa bagian bunga, khususnya yang terdapat di dalam putik, akan berkembang menjadi buah dan biji. Bakal buah (ovarium) akan berkembang menjadi buah, sementara bakal biji (ovulum) akan tumbuh menjadi biji. Bakal buah merupakan bagian putik bunga yang membesar. Biasanya terletak di bagian dasar bunga. Di dalam bakal buah ini ditemukan satu atau lebih calon-calon biji yang kemudian dikenal dengan sebutan bakal biji. Bakal biji ini di dalam bakal buah terletak pada bagian khusus yang menjadi tempat duduknya. Bagian yang menjadi tempat duduk bakal biji ini kemudian dikenal dengan sebutan tembuni (placenta). Jadi, dari keterangan ini dapatlah diketahui bahwa bakal biji berada di dalam bakal buah yang merupakan badan tertutup. Sehingga bakal biji tidak tampak dari luar. Pada perkembangan selanjutnya, bakal buah akan berkembang menjadi buah, sementara bakal biji berkembang menjadi biji. Posisi biji akan tetap berada dalam bakal buah yang sudah berkembang menjadi buah. Biji baru bisa terlepas dari buah jika dikeluarkan, pecah atau kulit buah sudah menjadi busuk. Namun, ternyata tidak semua biji memiliki posisinya demikian, yaitu berada di dalam bakal buah. Pada beberapa tanaman, bakal biji tidak diselimuti oleh bakal buah, karena daun bakal buah tidak berkembang menjadi bakal buah. Sehingga, bakal biji tumbuh menjadi biji yang tidak terlindung oleh buah. Contohnya pada tanaman pakis haji.

10

Tumbuhan yang berbiji tersembunyi di dalam buah ini kemudian dikelompokkan dalam satu golongan yang dikenal dengan nama kelompok tumbuhan biji tertutup (Angiospermae). Sementara tumbuhan berbiji tampak dari luar, tidak terlindungi oleh buah digolongkan dalam kelompok tumbuhan biji telanjang atau tumbuhan berbiji terbuka yang kemudian dikenal dengan istilah (Gymnospermae). A. Buah (Fructus) Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa buah merupakan hasil

perkembangan dari bakal buah yang merupakan bagian dari putik dalam sebuah bunga. Setelah terjadinya proses penyerbukan pada bunga, umumnya bagianbagian bunga lain selain putik akan segera layu dan gugur. Bagian putik yang berkembang pun hanya bakal buahnya, sementara tangkai dan kepala putik juga ikut layu dan gugur. Namun, pada pembentukan buah ada kalanya beberapa bagian bunga, selain bakal buah, yang ikut tumbuh. Pada perkembangnnya, bagian-bagian ini akan tumbuh menjadi bagian-bagian buah. Namun perlu diingat, hal ini tidak berlaku untuk semua buah. Beberapa bagian tersebut di antaranya yaitu: a. Daun-daun pelindung Hal ini bisa ditemukan pada buah jagung misalnya. Pada jagung, daundaun pelindung bunga betina tidak gugur setelah penyerbukan. Daun-daun pelindung bunga ini kemudian beralih fungsi menjadi pelindung buah dan kemudian dikenal sebagai pembungkus tongkol jagung (klobot). b. Daun-daun kelopak Pada beberapa jenis buah terkadang masih ditemukan daun-daun kelopak yang tetap ada setelah terbentuk buah. Ia kemudian ikut menjadi bagian dari buah. Hal ini bisa ditemukan pada buah jambu, terong, manggis dan masih banyak lagi. c. Tangkai kepala putik Pada beberapa tanaman, bagian tangkai putik ini pun masih tetap ditemukan hingga buah dewasa. Ia tidak layu dan gugur sebagaimana pada

11

bunga/buah tanaman lain. Contohnya pada bunga jagung. Tangkai kepala putik pada jagung adalah rambut-rambut jagung. Dan bagian ini tetap ada hingga buah dewasa. Selain itu, tangkai kepala putik juga sering ditemukan pada beberapa jenis jambu seperti jambu air. d. Kepala putik Salah satu buah yang masih mempertahankan kepala putik pada perkembangannya adalah buah manggis. Melekat pada bagian ujung badan buah. Selain itu, ternyata pembangun buah tidak selalu bakal buah. Pada beberapa jenis tumbuhan sering juga ditemukan beberapa bagian buah yang lain yang ikut membangun buah. Fungsi Buah Secara umum fungsi buah bagi tumbuhan adalah: a. b. lingkungan. c. Karena di dalamnya terdapat biji, buah juga sering disebut Sebagai tempat penimbunan hasil fotosintesis Daging buah berfungsi melindungi biji dari pengaruh buruk

sebagai alat perkembangbiakan yang berfungsi untuk mempertahankan jenisnya atau melanjutkan keturunannya. Macam-macam buah Berdasarkan proses dan bagian-bagian yang ikut membentuknya buah dibagi menjadi dua macam, yaitu: a. Buah sejati (fructus nudus) Buah sejati adalah buah yang semata-mata terbentuk dari bakal buah. Buah jenis ini biasanya tidak terbungkus, sehingga sering juga disebut dengan buah telanjang. Buah sejati ini kemudian dibagi lagi menjadi tiga golongan, yaitu: 1. Buah sejati tunggal, yaitu buah yang terbentuk dari satu bunga dengan satu bakal buah saja. Terkadang satu bakal buah berisi satu biji, sehingga menghasilkan buah dengan biji tunggal, misalnya buah mangga. Namun

12

terkadang satu bakal buah juga berisi banyak bakal biji, sehingga menghasilkan buah dengan banyak biji, misalnya buah pepaya. Selain itu, ada juga buah yang tersusun atas beberapa daun buah yang membentuk ruang, dan menempatkan biji-bijinya pada ruang tersebut, misalnya buah durian. 2. Buah sejati ganda, terjadi apabila satu bunga memiliki beberapa bakal buah yang tidak saling berlekatan satu sama lain. Dan masing-masing bakal buah berkembang menjadi satu buah, misalnya pada cempaka. 3. Buah sejati majemuk, yaitu terjadi dari suatu bunga majemuk. Setiap bunga memiliki satu bakal buah, namun setelah menjadi buah tetap berkumpul berdekatan. Sehingga, secara keseluruhan tampak seperti satu buah saja. Contohnya pada buah nanas (Ananas comosus Merr).

b. Buah semu (fructus spurius) Pada buah semu, selain bakal buah, bagian bunga yang lain juga ikut berperan sebagai pembangun buah. Peran bagian bunga selain bakal buah ini sangat menonjol. Sehingga, seringkali ia menjadi bagian buah yang paling menarik perhatian. Dan, buah yang sebenarnya justru seringkali tidak dikenal lagi. Bagian-bagian bunga yang seringkali tumbuh menjadi buah semu ini antara lain adalah: a. Tangkai bunga Hal ini bisa ditemukan pada jambu monyet. Bagian yang tampak seperti buah sebenarnya bukan perkembangan bakal buah. Akan tetapi tangkai bunga yang menebal sehingga tampak seperti buah. Dan bagian ini juga yang dapat dimakan seperti buah. Buah yang sebenarnya (buah yang tumbuh dari bakal buah) adalah bagian yang terdapat pada ujung bagian yang membesar. Bentuknya lebih kecil, keras dan mirip tampang lembaga. b. Dasar bunga bersama pada bunga majemuk Dasar bunga yang umumnya berbentuk seperti periuk akan membesar, menyelubungi beberapa buah yang sesungguhnya. Sehingga buah tidak tampak

13

dari luar karena tertutupi oleh bagian yang berbentuk seperti periuk tadi. Bagian ini berdaging tebal dan bisa dimakan. Sehingga, orang-orang seringkali mengira bahwa bagian ini merupakan buah yang sesungguhnya. Contohnya bunga lo (Ficus glomerata Roxb). c. Dasar bunga pada bunga tunggal Buah aslinya berukuran kecil, sementara buah semunya berukuran lebih besar dan terbentuk dari penebalan dasar bunga tunggal. Bagian ini juga merupakan bagian yang bisa dimakan. Contohnya pada buah arbe (Fragraria vesca L.) d. Kelopak bunga Hal ini bisa ditemukan pada tanaman ciplukan (Physalis minima L.). Kelopak bunga terus tumbuh menyelubungi bakal buah hingga tumbuh menjadi buah. Sehingga, buah aslinya terlindungi oleh kelopak yang menutupi seluruh bagian buah, sehingga tidak tampak dari luar. e. Tenda bunga. Tenda bunga juga bisa berkembang seakan-akan menjadi buah yang sebenarnya. Misalnya pada buah nangka. Bunga semu ini kemudian digolongkan lagi menjadi 3 kelompok, yaitu: a. Buah semu tunggal, yaitu buah semu yang terbentuk dari satu bunga

dengan satu bakal buah. Contohnya jambu monyet. b. Buah semu ganda yaitu apabila satu bunga memiliki lebih dari satu

bakal buah. Kemudian masing-masing bakal buah ini berkembang menjadi buah. Namun di samping itu ada bagian lain dari bunga yang ikut berkembang membesar membentuk layaknya buah yang tampak lebih mencolok. Sehingga bagian ini yang sering dikira sebagai buah. Karena selain bentuknya yang mirip buah, bagian ini juga bisa dimakan. Misalnya buah arbe. c. Buah semu majemuk, yaitu buah semu dari bunga majemuk yang

terbentuk sedemikian rupa. Sehingga dari luar buah ini tampak seperti satu buah saja. Misalnya buah nangka.

14

B. Biji (Semen) Biji tumbuh dari bakal biji yang umumnya terletak di dalam bakal buah. Ia tumbuh setelah terlebih dahulu terjadi proses penyerbukan pada bunga. Biji merupakan organ perkembangbiakan (organum reproductivum) yang penting untuk menjaga kelestarian spesies. Setiap biji mengandung kehidupan atau calon tumbuhan baru yang sering disebut dengan istilah lembaga. Fungsi Biji Fungsi utama biji adalah sebagai alat atau organ perkembangbiakan. Ia menjadi tempat bersemayamnya calon tumbuhan baru. Sebagaimana rahim yang menjadi tempat bersemayamnya janin pada manusia. Bagian-bagian Biji Biji umumnya terdiri atas tiga bagian, yaitu: a. Kulit biji (spermodermis) Kulit biji merupakan bentuk perkembangan dari selaput bakal biji (integumentum). Biji tumbuhan berbiji tertutup dan biji tumbuhan berbiji terbuka memiliki lapisan yang berbeda. Biji tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) terdiri atas dua lapisan, yaitu: 1. lapisan kulit luar (testa). Lapisan ini merupakan pelindung utama bagi biji. Bentuknya bermacam-macam, ada yang tipis, kaku dan ada juga yang keras seperti kayu. Lapisan ini juga memperlihatkan warna dan bentuk permukaan yang berbeda-beda. Misalnya kehijau-hijauan, pirang, kemerahan, licin rata dan ada juga yang keriput. Bentuk dan warna biji yang terlihat dari luar sebenarnya dicitrakan oleh bentuk dan warna permukaan kulit biji lapisan luar ini. 2. Lapisan kulit dalam (tegmen), lebih dikenal dengan sebutan kulit ari. Berbentuk tipis seperti selaput. Ada yang berwarna bening dan ada juga yang keruh. Sementara itu, pada tumbuhan Gymnospermae, kulit biji terdiri atas tiga lapisan, yaitu lapisan kulit luar (sarcotesta), lapisan kulit tengah (sclerotesta) dan lapisan kulit dalam (endotesta). Lapisan kulit luar umumnya lebih tebal. Lapisan ini, pada usia muda berwarna hijau, dan kemudian seiring waktu berubah menjadi kuning dan akhirnya merah. Lapisan kulit tengah umumnya lebih kuat,

15

keras dan berkayu. Sementara lapisan kulit dalam umumnya lebih tipis dan melekat pada inti biji. b. Tali pusar (funiculus) Tali pusar disebut juga dengan tangkai biji. Ia merupakan bagian yang menghubungkan antara biji dengan tembuni (tempat menempelnya biji pada buah). Jika biji telah masak, biji akan terlepas dari tali pusarnya dan menimbulkan bekas yang disebut dengan pusar biji. c. Inti biji (nucleus seminis) Inti biji adalah bagian biji yang terletak paling dalam. Inti biji diselimuti oleh kulit biji. Inti biji terdiri atas dua bagian, yaitul embaga (embryo) dan putih lembaga (albumen). Lembaga merupakan calon tumbuhan baru yang nantinya jika bertemu dengan tempat yang sesuai ia akan tumbuh menjadi individu baru. Lembaga umumnya sudah menunjukkan tiga bagian utama penyusun tubuh tumbuhan yaitu akar lembaga (radicula) yang nantinya akan berkembang menjadi akar, daun lembaga (cotyledo) yang nantinya akan berkembang menjadi daun pertama pada tumbuhan dan batang lembaga (cauliculus) yang nantinya akan berkembang menjadi batang. Sementara putih lembaga adalah bagian biji yang tersusun atas jaringan yang berfungsi sebagai cadangan makanan pada lembaga. Namun tidak semua biji memiliki putih lembaga. Pada beberapa jenis biji tumbuhan, cadangan makanan terletak pada daun lembaga yang menebal. Contohnya pada tanaman polong-polongan. Mengetahui morfologi pada buah dan biji membuat Anda semakin mengerti tentang bagaimana proses sebuah buah dapat tercipta hanya dari biji. Semoga dengan ini, Anda bisa lebih membedakan buah berdasarkan morfologi bijinya. Sehingga, Anda tidak akan heran jika suatu hari menemukan buah dengan bentuk yang cukup aneh. Karena bisa jadi itu adalah buah dengan salah satu ciri di atas

16

2.4

Morfologi Biji Yang Digunakan 1). kedelai

Biji kedelai berkeping dua, terbungkus kulit biji dan tidak mengandung jaringan endospperma. Embrio terletak diantara keping biji. Warna kulit biji kuning, hitam, hijau, coklat. Pusar biji (hilum) adalah jaringan bekas biji melekat pada dinding buah. Bentuk biji kedelai umumnya bulat lonjong tetapai ada pula yang bundar atau bulat agak pipih.
b.) Jagung

Biji jagung merupakan jenis serealia dengan ukuran biji terbesar dengan beratrata-rata 250-300 mg. Biji jagung memiliki bentuk tipis, dan bulat melebar yangmerupakan hasil pembentukan dari pertumbuhan biji jagung. Biji jagung diklasifikasikansebagai kariopsis. Hal ini disebabkan biji jagung memiliki struktur embrio yangsempurna, serta nutrisi yang dibutuhkan oleh calon individu baru untuk pertumbuhan dan perkembangan menjadi tanaman jagung.

17

2.5 Morfologi Buah Yang Digunakan a. Belimbing Buah muda berwarna hijau - setelah tua menjadi kuning, bentuk biji pipih - berwarna coklat tua, berbuah setelah berumur 2 - 5 tahun. Akar tunggang. Perbanyakan secara generatif (biji). b. Tomat Bentuk buah tomat bervariasi, tergantung varietasnya ada yang berbentuk bulat, agak bulat, agak lonjong dan bulat telur (oval). Ukuran buahnya juga bervariasi, yang paling kecil memiliki berat 8 gram dan yang besar memiliki berat 180 gram. Buah yang masih muda berwama hijau muda, bila telah matang menjadi merah. c. Mentimun Buah berwarna hijau ketika muda dengan larik-larik putih kekuningan. Semakin buah masak warna luar buah berubah menjadi hijau pucat sampai putih. Bentuk buah memanjang seperti torpedo. Daging buahnya perkembangan dari bagian mesokarp, berwarna kuning pucat sampai jingga terang. Buah dipanen ketika masih setengah masak dan biji belum masak fisiologi. Buah yang masak biasanya mengering dan biji dipanen, warnanya hitam.

18

BAB III BAHAN DAN METODE 3.1 Waktu dan Tempat Praktikum Teknologi Benih (Struktur Buah dan Biji dilaksanakan pada 21 Maret 2013, pukul 14.00 15.00 WIB di Labolatorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. 3.2 Alat dan Bahan Bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah benih jagung, benih kedelai, buah tomat, mentimun dan belimbing, Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah silet/cutter dan alat tulis. 3.3 Cara Kerja 1. Gambar buah dan biji sesuai dengan struktur luarnya. 2. Potong buah dan biji secara vertikal dan horizontal. 3. Amati bagian-bagiannya (gambar dan beri keterangan)

19

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengamatan No 1. Gambar Belimbing (Averrhoa carambola L) Keterangan 1. Kulit buah 2. Buah 3. Selaput biji (arillus) 4. Embrio 5. Endosperm 6. Kulit biji 7. Tali pusar 8. Daging buah

2.

Tomat (Solanum lycopersicum L.)

1. Kulit buah 2. Selaput buah (arillus) 3. Biji 4. Daging buah 5. Kulit biji 6. Tali pusar 7. Endosperm

3.

Mentimun

1. Daging buah 2. Biji 3. Kulit buah

20

4. Endosperm 5. Tali pusar 6. Kulit biji

4.

Jagung (Zea mays)

1. Kulit biji 2. Endosperm 3. Koleoptil 4. Embrio 5. Selaput biji 6. Kotiledon 7. Plumula

5.

Kedelai (Glycine max (L.) Merr)

1. Kulit biji 2. Embrio 3. Mikropil

21

4.2

Pembahasan Praktikum Teknologi benih Struktur Buah dan Biji menyatakan bahwa hasil pengamatan pada buah belimbing memperlihatkan kenampakan endosperm, kulit biji, selaput biji dan tali pusar. Semua kenampakan ini terlihat tanpa menggunakan mikroskop. Adapun kenampakan pada bahan praktikum yang lain, yaitu pada buah tomat yang memperlihatkan kenampakan yang tidak jauh berbeda dengan bahan praktikum buah belimbing, terlihat tali pusar, kulit buah, kulit biji ataupun selaput biji dan kenampakan endosperm. Pada bahan praktikum yang menggunakan buah sebagai bahan uji, sama seperti pada bahan praktikum sebelumnya yaitu pada tomat dan pada buah belimbing. Buah memiliki bagian yang disebut sebagai perikarp, yaitu dinding buah yang berasal dari perkembangan dinding bakal buah pada bunga. Perikarp ini dibagi ke dalam beberapa lapisan yaitu, lapisan paling luar yang disebut exocarp atau epikarp, lapisan pada bagian tengah yang disebut mesocarp, dan lapisan paling dalam yang disebut endocarp dan placenta (Tali pusar). Pada bahan praktikum yang menggunakan buah sebagai bahan uji, placenta terlihat jelas pada buah belimbing, pada buah tomat placenta terlihat jelas walaupun tidak sejelas yang diperlihatkan bahan praktikum buah belimbing. Namun pada buah mentimun, placenta tidak terlihat. Pada praktikum kali ini, kenampakan placenta dapat mudah terlihat jika warna bahan uji yang kontras untuk placenta. Pada umumnya placenta berwarna putih hingga bening, oleh karenanya buah dengan warna yang segar akan memperlihatkan placenta yang jelas. Oleh karena itu pula pada bagian dalam buah mentimun yang pada dasarnya berwarna mirip dengan warna placenta, membuat placenta itu sendiri tidak terlihat. Adapun mungkin faktor lain yang menyebabkan kenampakan placenta, yaitu adanya kandungan tertentu yang mendorong placenta nampak ke bagian permukaan dalam buah. Penulis memiliki hipotesis bahwa pada buah dengan kandungan asam yang tinggi akan membuat placenta timbul ke

22

permukaaan, hal ini terlihat dari bahan praktikum yang telah diuji. Ini hanya sebuah hipotesis kecil yang mungkin dapat dikatakan benar dan dapat dikatakan salah karena penulis hanya sebatas tahu dalam hal sederhana yang memainkan logika sebagai acuan. Pada benih jagung maupun kedelai kenampakan placenta tidak terlihat, hal ini dikarenakan ukuran pada benih jagung dan kedelai yang cukup mini sehingga indera penglihatan tak cukup mampu dalam membaca kenampakan placenta, Warna kedua benih yang pucat pun membuat penglihatan semakin terbatas. Epikarp pada bahan praktikum memiliki perbedaan yang signifikan, misal pada contoh buah belimbing dan buah tomat, epikarp pada buah belimbing tersusun kompleks bertekstur kasar dan agak keras sedangkan pada bahan uji buah tomat, epikarp bertekstur halus dan terkesan lembek, hal ini juga dapat disebabkan oleh anatomi serta gen yang membentuk morfologi bahan praktikum. Kandungan dalam buah mempengaruhi terbentuknya epikarp, faktor abiotik ekologi pun dapat mempengaruhi epikarp yang terbentuk pada bahan praktikum.

23

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan Biji dan buah mamiliki struktur yang berbeda-beda yang menjadi ciri dari masing-masing bagian tumbuhan tersebut. Dari berbagai jenis buah, memiliki perbedaan struktur penyusun sehingga dapat di bedakan berdasarkan type buah.Pada biji umumnya dapat dibedakan bagian-bagiannya yaitu : Kulit biji (spermodarmis), Tali pusar (funiculus), inti biji (nucleus seminis). Pada buah dapat dibedakan bagian-bagiannya yaitu : exocarp (lapisan luar), mesocarp (lapisan tengah),dan endocarp (lapisan dalam). 5.2 Saran Pada praktikum Teknologi Benih Struktur Buah dan Biji penulis mempunyai saran agar dalam praktikum, praktikan perlu memperhatikan bagianbagian buah dan biji secara detail, karena terdapat perbedaan yang sangat tipis antar bagian pada tanaman uji. Adapun saran lain, yaitu agar praktikan mempunyai cara khusus dalam pemotongan secara vertikal maupun horizontal, karena cara memotong yang tepat akan mempermudah praktikan dalam pengamatan

24

DAFTAR PUSTAKA

Syafruddin. 2002. Tolok ukur dan konsentrasi Al untuk penapisan tanaman jagung terhadap ketenggangan Al. Berita Puslitbangtan 24: 3-4. Tjitrasam, 1983. BOTANI UMUM I. Angkasa: Bandung. Tjitrosoepomo, Gembong. 2000. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta Tjitrosoepomo, Gombang, 1985, Morfologi Tumbuhan Cetakan kedua. Yogyakarta: Gajah Mada University. Yuniarsih, 1996. KEDELAI. Kanisius: Yogyakarta.

25