Anda di halaman 1dari 39

ANTERIOR POSTERIOR

Femur
Trokhanter Tibia
Metatoraks Koksa
Mesotoraks Spirakel
Protoraks

Notum Ovipositor

DORSAL
Kepala

VENTRAL
Toraks Abdomen

Tarsus
STERNUM Pretarsus
Kepala

Antena

Mata: Mata faset


mata faset,
mata tunggal
(oseli) Alat Mulut:
- Menggigit-mengunyah
- Menusuk-menghisap
- Meraut-menghisap
- Mengkait-menghisap
Gejala Kerusakan pada Tanaman

Ditentukan oleh :

Tipe alat mulut


Cara hidup serangga

Tipe Alat Mulut Cara Hidup Gejala Kerusakan pada Tanaman

Menggigit-mengunyah Permukaan tanaman Bekas gigitan, lubang pada bagian


tanaman terserang
Menggerek Gejala gerekan
Mengorok Gejala korokan
Di perakaran Kerusakan pada akar

Menusuk-menghisap Permukaan tanaman Bercak klorosis atau nekrosis


Di dalam jaringan daun Puru pada daun

Meraut-menghisap Permukaan tanaman Bercak keperakan pada bagian


tanaman yang diserang

Mengkait-menghisap Di dalam buah Gejala gerekan di dalam buah


I. Alat Mulut Menggigit-mengunyah
Komponen:
Labrum, Mandibel, Maksila + palpus, Labium + palpus
Bentuk-bentuk Gejala Serangan

1. Habisnya daun-daun pepohonan atau herba


Penyebab:
Serangga pengunyah daun (leaf chewer) dan pelahap
daun (defoliator)

Pohon flamboyan Perycima cruegeri (Noctuidae)


yang mengalami defoliasi
2. Daun berlubang

Penyebab:
Serangga skeletonizer
= Penulang daun

Serangga Shothole
= pembuat lubang tembak
3. Daun Menggulung

Penyebab:
Serangga Leaf roller = Penggulung daun
Serangga Leaf folder = Pelipat daun

Cnaphalocrocis medinalis
Gejala Serangan Penggulung Daun Pisang,
Erionota thrax
4. Terbentuknya jendela-jendela transparan pada daun

Penyebab:
Serangga Windowpaning = Pembentuk gejala
kaca
5. Gejala Korokan pada daun

Penyebab: Serangga leafminer (pengorok daun)


Larva hidup di antara dua lapisan epidermis daun

Jaringan daun yang dikorok


• Parenkima pagar: korokan hanya terlihat pada permukaan
atas daun
• Parenkima spons: korokan hanya terlihat pada permukaan
bawah daun
• Keduanya: korokan terlihat pada permukaan atas dan bawah
Tipe-tipe Korokan
b. Berbentuk Blobor (Blotch)
a. Berbentuk Lorong (Linear)

Larva pengorok
daun
Kelompok Pengorok

Lepidoptera
F. Gracillariidae, tanaman inang dikotil
Contoh: pengorok daun jeruk Phyllocnistis
citrella (lorong), pengorok daun angsana
Phyllonorycter pentadesma (blobor)
Diptera
F. Agromyzidae, tanaman inang dikotil
Contoh: pengorok daun Liriomyza spp.
(lorong)

Coleoptera
F. Chrysomelidae, Hispinae, tanaman inang monokotil
Contoh: pengorok daun bibit kelapa Promecotheca cumingii (blobor)
6. Gejala Gerekan

Penyebab: Serangga penggerek


Bagian yang digerek
• batang
• ranting
• buah
• biji
• akar

Gerekan dilakukan oleh


• Larva: setelah telur menetas
• Imago: untuk makan dan bertelur
Kelompok Penggerek
Lepidoptera
Famili Cossidae: penggerek
batang kakao/kopi Zeuzera
coffeae

Famili Noctuidae:
penggerek buah
tomat/kapas Helicoverpa
armigera
Famili Pyralidae

Hama Penggerek Batang Padi Umumnya tergolong dalam famili ini

• Scirpophaga incertulas = penggerek batang padi kuning


• Scirpophaga innotata = penggerek batang padi putih
• Chilo suppressalis = penggerek batang padi bergaris

Sundep Beluk
Coleoptera
Famili Cerambycidae
Famili Buprestidae:
contoh penggerek batang Chrysochroa
bicolor

Famili Scolytidae:
contoh hama bubuk buah kopi Hypothenemus
hampei
Kumbang penggerek batang pohon umumnya
hanya
menyerang pohon yang tumbuh merana

Cerambycidae
Buprestidae
Scolytidae
II. Alat Mulut Menusuk-menghisap

Komponen:
Labrum
Stilet mandibel
Stilet maksila
Rostrum
Umumnya terdapat pada Homoptera dan Hemiptera

Pada stilet maksila terdapat dua saluran:

a. Saluran saliva: mengalirkan saliva pada bagian tanaman


yang ditusuk
b. Saluran makanan: mengalirkan cairan tanaman ke dalam
saluran pencernaan

Bagian tanaman yang dihisap


• Daun
• Buah
• Biji
• Batang/ranting
Dua macam saliva:

• Saliva pembentuk seludang sebagai pelindung stilet saat


ditusukkan

• Saliva yang berfungsi mengawali pencernaan di luar saluran


pencernaan (mencerna pati dan dinding sel agar pengisapan
lebih mudah)
Tempat penusukan dan pengisapan:

Parenkima

Pradewasa Coccidae,
sebagian besar
Hemiptera

Floem
Kutudaun, kutu putih, kutu tempurung, kutu loncat,
wereng daun, dan kebanyakan Homoptera lainnya
Xylem

Cercopidae
Cicadidae (Tonggeret)
Bentuk Gejala Serangan Hama Pengisap

1. Bintik-bintik putih pada


permukaan daun
(Tingidae, Cicadellidae)

2. Pucuk layu
Anoplocnemis phasiana
3. Hopperburn: tanaman kering
seperti terbakar; pada
pertanaman padi akibat
serangan wereng coklat
(Nilaparvata lugens)

4. Nekrosis: jaringan di sekitar


tusukan mati, akibat injeksi
saliva yang bersifat toksin.
Kepik Helopeltis antonii
Miridae) pada pucuk teh
dan buah kakao
5. Cendawan jelaga (sooty mold): lapisan berwarna
hitam yang tumbuh pada embun madu
(honeydew) yang dihasilkan serangga pengisap.
Contoh: kutu tempurung Coccus viridis (Coccidae)
pada kopi, jambu, jeruk dll.
III. Alat Mulut Meraut-menghisap

Komponen: Labrum, stilet mandibel (1 buah), stilet maksila (1 pasang),


labium (membentuk rostrum yang pendek)
Umumnya terdapat pada Thysanoptera (Trips)

Karakteristik alat mulut ini:


stiletnya pendek, mengisap cairan sel-sel epidermis; sel-sel akan
terisi udara sehingga menghasilkan gejala yang khas (lapisan
keperakan).
Gejala serangan trips
IV. Alat Mulut Mengkait-menghisap

Komponen:
Kait mulut
Cephalopharingeal skeleton

Contoh: alat mulut pada larva lalat buah


Serangga-serangga dengan Alat Mulut Mengkait-menghisap dan
Gejala Kerusakan yang Ditimbulkannya
PURU (GALL)
Puru : pertumbuhan jaringan tanaman yang tidak
normal
(berlebihan) akibat kehadiran organisme lain
dalam
jaringan
Hipertrofi: pembesaran ukuran sel
Hiperplasia: peningkatan jumlah sel

Secara umum puru memiliki susunan jaringan yang sama


• Jaringan nutrisi: kaya akan protein
• Jaringan pelindung: tersusun dari sel-sel berdinding
tebal, kaya akan lignin dan tanin
• Jaringan yang tersusun dari sel-sel yang normal
Tipe puru

• Puru taktentu (indeterminate): hanya berupa pembengkakan


/pelekukan jaringan dengan bentuk yang sederhana

• Puru tertentu (determinate): bentuk dan warna berbeda


dengan jaringan tanaman, dan memiliki bentuk yang
khas untuk tiap spesies serangga
Kelompok Pembentuk Puru
Homoptera
F. Psyllidae: Megatrioza vitiensis pada daun
jambu bol
F. Aphididae: puru sederhana
Diptera
F. Cecidomyiidae (umum): Hama ganjur (Orseolia
oryzae)
pada padi