Anda di halaman 1dari 5

Letak Geografis

Agama Kristen lahir dan berkembang di wilayah judea, salah satu propinsi di wilayah timur, dibawa santo petrus dan santo paulus ke roma dan kemudian menjadi pusatnya. Wilayah kekaisaran roma mencakup seluruh wilayah di sekeliling laut mediterania, termasuk siria, asia minor dan afrika utara. Pada wilayah itu berkembang Arsitektur yang mempunyai ciri khas, pada jaman kristen awal (313-800). Aspek geologis berpengaruh pada Arsitektur kristen awal, pada bahan bangunan khususnya bahan galian . Pada umumnya bangunan di dirikan, di situlah bahan bangunan diambil seperti misalnya batu dan marmer, demikian pula bahan bahan lainnya untuk dekorasi termasuk mozaik dan patung Iklim berpengaruh pada sistem penghawaan dan pencahayaan alami,. Pada wilayah yang lebih panas, biasanya lebih banyak membuat jendela

Sejarah
Sejarah kristen awal dimulai dari jaman konstantine. Hingga chelemagne (800 M).Serbuan huns yaitu orang orang orang-orang mongol ke eropa sekitar 376 M, berhasilenguasai wilayah utara hingga italy, pada 410 M roma jatuh ke tangan orang-orang goth di bawah alaric.Peperangan tersebut hanya bagian kecil dari bagian konflik di eropa pada 584 M.Pada 800 M Charlemagne dinobatkan menjadi emperor pleh paus dari Roma, sejak itu kekaisaran menyatu dalam sistem pemerintahan dengan Tahta suci Romawi, berlangsung hingga 1806. Roma tidak lagi mendominasi budaya dan Arsitektur Kristen sejak tahun 800 M hingga 1000 M, karena selain timbul regionalisme, juga pengaruh Romanesque menjadi lebih kuat.

Arsitektur Gereja Basilika dan Gereja


Gereja gereja Basilikan mempunyai kolom kolom berjarak lebar menyangga entablaure ataupun pelengkung untuk mendapatkan bentangan lebih lebar. Ciri lain dari gereja Basilika kerangka atap dari kayu di atas ruang umat utama (Nave ), di kiri kanan terdapat sayap atau disebut aisle. Kolom berderet di kiri kanan membentuk ruang panjang, pada ujungnya terdapat

apse dan biasanya altar di tempatkan pada titik fokus dari apse yang denahnya berbentuk
stengah lingkaran atau setengah segi banyak.

Atrium atau halaman dalam dikelilingi oleh portico, sebagai ruang peralihan dari luar
kedalam gereja, juga merupakan ciri dari Arsitektur jaman kristen awal.

Basilika telah disebut di depan adalah bangunan ada jaman romawi, digunakan untuk
gedung pengadilan. Pada jaman Kristen kemungkinan bentuk bangunannya yang biasanya besar, megah dan indah menjadi inspirasi para arsitek untuk membangun gereja. Jadi istilah

gereja basilika digunakan unuk gereja yang besar biasanya terbesar di lingkungannya.

Makam & Baptistery


A. Makam
Meskipun tidak semuanya, namun bentuk gereja segi empat panjang merupakan kecendrungan dan salah satu ciri Arsitektur Kristen Awal. Sebaliknya bangunan makam pada zaman yang sama lebih banyak denahnya yang lingkaran atau poligonal. Kemungkinan bentuk lingkaran cocok untuk makam karena mempunyai titik fokus sehingga pada titik itulah sangat tepat untuk peletakan makam

B. Baptistery
Baptistery adalah bagian dari sebuah gereja atau kapel, dapat juga berupa bangunan khusus untuk upacara pembaptisan. Baptistery lebih banyak yang berdenah lingkaran atau segi banyak, mungkin karena bentuk bentuk itu mempunayai titik fokus, yaitu ditengah, seperti pada banyak makam. Tempat pembaptisan ditengah pada bagian titik fokus tersebut dapat dirasakan lebih khidmat.

Tata Ruang
Bagian utama terdiri dari Nave yaitu ruang umat utama, di kiri kanan terdapat sayap atau disebut aisle, kolom berderet dikiri kanan yang membentuk ruang panjang, pada ujungnya terdapat apse dan biasanya altar ditempatkan pada titik fokus dari apse yang denahnya berbentuk setengah linbgkaran atu setengah segi banyak. Atrium atau halaman dalam di kelilingi oleh portico, sebagai ruang peralihan dari luar ke dalam gereja.

Bentuk
Bentuk pada Arsitektur Kristen Awal bangunannya tidak terlalu tinggi, Pilar pilarnya sangat besar. Bentuk-bentuk denahnya sangat terikat oleh dalil-dalil yang sistematik, yaitu bentuk simetris, atap dari nave berupa konstruksi kuda kuda kayu berbentuk pelana yaitu atap bersisi miring dua, pada sepanjang dinding bagian dari ats nave, terdapat deretan jendela yang masing masing ambangnya lengkung, khas arsitektur kristen awal. Aisle yang terdiri dari dua lajur konstruksi atapnya setengah kuda kuda ( kuda kuda dengan satu sisi miring), juga disangga oleh deretan kolom penyangga pelengkung pelengkung seperti pada nave.

Ornamen Dalam Arsitektur Yunani, dekorasi hanya dibuat pada bagian bagian tertentu dengan Relief ukiran dll, tidak sebanyak pada ornamen pada zaman romawi ( jaman kelanjutan yunani ). Pada arsitektur zaman kristen awal yang merupakan perkembangan dari gaya romawi, dekorasi lebih banyak dari sebelumnya, antara lain dengan mozaik dan luikisan dinding.

Struktur
Sistem Struktur bangunan pada jaman Kristen awal yaitu struktur kolom dan balok. Pada gereja gereja Basilikan Kolom kolom berjarak lebar menyangga entablaure ataupun pelengkung untuk mendapatkan bentang lebih lebar

Keterlanjutan dari Arsitektur Sebelumnya


Pengaruh Yunani pada Arsitektur Romawi dan Kristen Awal masih sangat jelas

terlihat pada order yaitu konstruksi terdiri dari kolom dan balok yang di hias, yang paling banyak diantarnya adalah order korintien, yang ciri khasnya pada khiaan floral pada kepalanya, hiasan geometrik juga dikembangkan pada jaman kristen awal antara lain pada lantai, dinding, ukiran pada pintu, dan jendela. Basilika adalah gedung pengadilan romawi dengan ciri ruang utama ditengah tinggi, dikelilingi oleh gang (aisle). Pada ujungnya terdapat ceruk (apse) diamana para pejabat pengadilan duduk. Pada jaman Kristen Awal Istilah Basilika juga dipakai untuk menyebut gereja dengan tata ruang identik dengan gedung gedung basilika pada umumnya, bagian tengah untuk umat disebut nave dan apse untuk altar.

Perkembangan Arsitektur 1
Tugas makalah Arsitektur Kristren Awal

Kelompok 3: Anas Yugo Gunadi F 221 11 Wibiangga Widodo F 221 11 Aprilian Angelina Agospina F 221 11 Iin Afriani F 221 11 019