Anda di halaman 1dari 6

Arsitektur Barok dan Rokoko

- Budaya: borjuis, sekuleris


- Nilai: manerisme (mengatasi renaisans), proto-sosialisme
- Preseden: arsitektur klasik, seni renaisans, arsitektur gotik
- Contoh: Basilica of Santa Maria degli Angeli, Italia; Queluz National Palace, Portugal; St. Peter Basillica, Italia; San
Giovanni Basilica, Italia; Royal Palace of La Granja de San Ildefonso, Spanyol; Sant'Agnese in Agone, Italy;
Cathedral Metropolitania Mexico; Castello di Racconigi, Italia; Royal Palace Madrid, Spanyol; Santiago de
Compostela Cathedral, Spanyol; Catherine Palace, Rusia
- Keprofesian: arsitek terkenal: Agostino Vallini, Cardinal Vicar, Carlo Maderno, Donato Bramante, Filippo Juvarra,
Francesco Borromini, Giacomo Barozzi da Vignola, Gian Lorenzo Bernini, Johann Friedrich Braunstein, Mateus
Vicente de Oliveira
Orang kaya-orang kaya baru (bukan berdarah bangsawan) muncul akibat era renaisans, agama mulai ditinggalakan
dan masyarakat mulai sibuk dengan urusan sekuler seperti perdagangan. Uang sebagai modal semakin membuat
budaya kapitalisme berkembang dan mulai terjadinya kesenjangan sosial di masyarakat. Orang kaya-orang kaya
baru ini kemudian mulai menguasi masyarakat karena kekuasaan dan gelar kebangsawanpun mulai ditinggalkan.
Orang kaya-orang kaya baru ini memainkan peran yang penting dalam budaya saat itu dan untuk menunjukan
kekuasaannya mereka mulai bermegah-megahan untuk membuat karya arsitektur hasil dari imajinasi dan anganangan mereka baik itu berupa tempat tinggal pribadi sampai tempat peribadatan dengan mencampurkan seluruh
gaya arsitektural yang ada sehingga membuat karya arsitektur tersebut detail dan fantastis.
Arsitektur Barok di atas memeperlihatkan bahwa arsitektur ini mengembangkan arsitektur gotik, dapat dilihat dari
elemen bangunan yang mirip namun memiliki perbedaan dalam segi kerumitan detail dekorasi yang lebih ekstrem
dari arsitektur gotik ditambah elemen patung dan relief.
Perlu dicatat bahwa memang tidak semua arsitektur barok dan arsitektur rokoko dimiliki oleh borjus, bangsawan dan
pemuka agama pun mengikuti tren ini akibat budaya renaisans yang kemudian membaur dengan bias gotik ini
namun memang peran bangsawan dan pemuka agama tidak sebesar borjuis yang banyak memakai langgam
arsitektur ini

Gambar: Mateus Vicente de Oliveira - Queluz National Palace, Portugal

Gambar: Donato Bramante, Michelangelo, Carlo Maderno and Gian Lorenzo Bernini - St. Peter Basillica, Italia
Arsitektur barok dan arsitektur rokoko adalah nama langgam arsitektur hasil imajinasi orang kaya baru (borjuis) ini
memiliki 2 kepribadian yang bergantung pada kepribadian borjuis itu sendiri. Arsitektur barok lebih menitikan pada
elemen bayangan pada karya arsitektur, gelap, mencekam, khidmat. Arsitektur rokoko lebih arogan menitik beratkan
pada detail, cerah, mengagumkan, dan agung. Kedua arsitektur ini bertujuan hal yang sama yakni bermegahan
dengan detail keindahan.
Berikut contoh arsitektur barok:

Gambar: Agostino Vallini, Cardinal Vicar - San Giovanni Basilica, Italia

Gambar Filippo Juvarra - Royal Palace of La Granja de San Ildefonso, Spanyol

Gambar: Francesco Borromini - Sant'Agnese in Agone, Italy

Gambar: Cathedral Metropolitania Mexico


Berikut contoh arsitektur rokoko:

Gambar: Guarino Guarini - Castello di Racconigi, Italia

Gambar Filippo Juvarra - Royal Palace Madrid, Spanyol


Berikut contoh yang mungkin paling eksetrem untuk arsitektur barok yang seperti candi dengan banyak
mencampuradukan gaya arsitektur ditambah warna kelam dan arsitektur rokoko yang sangat mewah ditambah cat
yang mencolok:

Gambar Santiago de Compostela Cathedral, Spanyol

Gambar Johann Friedrich Braunstein - Catherine Palace, Rusia


Arsitektur barok dan arsitektur rokoko ini justru menjadi simbol pergerakan borjuis dalam mengatatasi era renaisans
karena era tersebut cukup mengekang kemerdekaan, keuntungan hanya berputar di golongan para bangsawan yang
melupakan hidup rakyat jelata. Era kemerdekaan inipun ditandai oleh melencengnya gaya arsitektur barok dan
arsitektur rokoko dari arsitektur klasik dan seni renaisans yang umum saat itu dilihat dengan mencampurkan banyak
langgam yang ada. Nampak budaya seperti ini merupakan pengaruh bias arsitektur gotik yang juga banyak
bereksperiman dengan langgam lain dan dianggap melenceng dari kaidah keindahan sesuai dengan arsitektur
klasik. Era kemerdekaan ini juga lagi-lagi ditandai oleh arsitektur barok dan arsitektur rokoko yang dalam
pembuatannya menggunakan sistem guilda dimana tukang-tukang dipekerjakan dalam rangka memperbaiki kondisi
finasial mereka sebagai kepedulian dari borjuis terhadap sesamanya yang bukan bangswan. Budaya ini akan
menjadi embrio budaya sosialisme yang akan selalu menentang budaya kapitalisme.