Anda di halaman 1dari 26

KOTA TERNATE, PROVINSI MALUKU UTARA

DIRA SARI PUJI ASTUTI 1102011082 TUGAS PANCASILA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI 2013/2014

Kota Ternate merupakan salah satu kota yang ada di Pulau Ternate, Provinsi Maluku Utara. Luas wilayah Kota Ternate adalah sekitar 547.736 km Kode area telepon untuk wilayah Kota Termate adalah +62 921 atau 0921 Bandar Udara yang ada di Kota ternate yaitu Bandar Udara Sultan Babullah. Sedangkan pelabuhan yang ada di Kota Ternate yaitu pelabuhan laut A. Yani

Wilayah Kota Ternate di bagi menjadi 7 Kecamatan. Sebagai Kota kepulauan, wilayah Kota ternate terdiri atas beberapa pulau, yaitu : Pulau Ternate Pulau Hiri, Pulau Moti Pulau Mayau Pulau Tifure Pulau Maka Pulau Mano dan Pulau Gurida.

Di Kota Ternate terdapat beberapa objek wisata yang layak untuk dikunjungi antara lain: Pantai Sulamadaha, Danau Laguna, Danau Tolire, Pantai Bobane Ici, Batu Angus dan Keraton kesultanan Ternate.

Lambang Kota Ternate

Lambang Kota Ternate bertuliskan Maku Gawene mengandung makna saling menyayangi , cinta dan kasih sayang sesama manusia dengan seluruh makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa . Dasar Lambang Kota Ternate Berbentuk perisai bersudut tiga. Mencerminkan karakteristik , fungsi dan peran kota Ternate sebagai kota budaya , kota Wisata dan Perdagangan , kota Pulau dan Pantai . Bintang dipuncak Kota Ternate. Menggambarkan Regilius , Ketakwaan dan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Lingkaran ditengah dasar Lambang kota Ternate. Merupakan ungkapan rasa persaudaraan dan persahabatan sesama manusia dimuka bumi.

Gerak ikan Pari yang dinamis dengan badannya melebar terbuka. Mengungkapkan daerah kota Ternate yang terus berkembang . Di lambang kota Ternate terdapat bunga Cengkih disisi kanan , dua Pala disisi kiri , serta ikan Pari ditengah yang dirangkai oleh daun cengkih dan daun pala .

Penggunaan Warna dalam Lambang kota Ternate Biru merupakan lambang kecemerlangan, keteguhan, dan kesabaran Kuning merupakan lambang kemakmuran dan kesejahteraan Coklat merupakan lambang sikap tegas dan penuh rasa tabggung jawab Hijau merupakan lambang kesuburan, kedamaian dan religius Putih merupakan lambang kebersihan , ungkapan kesucian , keikhlasan dan kerelaan Hitam merupakan lambang kewaspadaan, kekuatan, kepastian disiplin dan ketegasan

Nama Resmi Ibukota Provinsi

Kota Ternate Ternate MALUKU UTARA Utara: Samudra Pasifik Selatan: Laut Maluku Barat: Laut Maluku Timur: Pulau Halmahera 111,39 Km 207.295 Jiwa

Baras Wilayah

Luas Wilayah Jumlah Penduduk

Wilayah Administrasi

Kecamatan: 7, Kelurahan: 77

Website

http://www.kota-ternate.go.id

Visi dan Misi


VISI MENJADIKAN TERNATE SEBAGAI KOTA BUDAYA MENUJU MASYARAKAT MADANI.
M I S I MEMBANGUN TERNATE MENUJU : KOTA BUDAYA KOTA PERDAGANGAN DAN WISATA KOTA PANTAI

Visi dan Misi Dinas Kesehatan Kota Ternate


Visi : Memandirikan Masyarakat untuk Hidup Bersih, Sehat, dan Berkeadilan.

Pada tahun 2015 keadaan masyarakat di Kota Ternate, ditandai oleh masyarakat yang (1) hidup dalam lingkungan yang sehat, (2) mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta (3) mampu menyediakan dan memanfaatkan (menjangkau) pelayanan kesehatan yang bermutu, sehingga (4) memiliki derajat kesehatan yang optimal guna menunjang visi Kota Ternate yakni terwujudnya Ternate menjadi Kota Berbudaya, Agamais, Harmonis, Mandiri, Berkeadilan dan Berwawasan Lingkungan.

1. Membangun Ternate Menuju Kota Budaya , Terbangunnya masyarakat yang berbudaya, mempunyai: Harga diri Jati diri Menunjang tinggi nilai keagamaan dan kemanusiaan, beradab dalam keserasian dengan lingkungan perkotaan sehingga bernuansa budaya Ternate. 2. Membangun Ternate Menuju Kota Perdagangan & Wisata, Terbangunnya masyarakat kota yang terberdaya secara ekonomi: Adanya keseimbangan sektor informal dengan formal. Pemerataan kemakmuran kota - desa melalui penyediaan infrastruktur perkotaan. 3. Membangun Ternate Menuju Kota Pantai / Kota Pulau:, Terbangunnya kota yang memiliki keseimbangan : Ekologis, geologis dan topografi sesuai kondisi geografis menuju terciptanya kawasan pesisir pantai yang tertata indah, bersih dan sehat

Sejarah Pemerintahan Kota Ternate


1) 1257 1486, berdirinya Kerajaan-Kerajaan dengan beberapa Kepala Pemerintahan Kerajaan tertentu di Ternate dan Tidore 2) 1486 18 17, masuknya agama Islam dan tampilnya sultan pertama sampai berakhirnya pemerintahan sementara Inggris. 3) 1817 1888, peralihan kekuasaan Belanda

Wilayah Administrasi Ternate adalah sebuah kota otonom yang dibentuk dengan Undang Undang Nomor 11 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kotamadya Ternate dan diresmikan pada tanggal 27 April 1999. Secara Administrasi Pemerintahan , Kota Ternate merupakan Ibukota sementara Propinsi Maluku Utara , terbagi atas 4 Kecamatan dan 60 kelurahan masing masing : >> Kecamatan Kota Ternate Utara membawahi 18 kelurahan dengan luas wilayah 22,06 km2 >> Kecamatan Kota Ternate Selatan membawahi 19 kelurahan dengan luas wilyh. 28,96 km2 >> Kecamatan Pulau Ternate membawahi 17 keluarahan dengan luas wilayah 174,13 km2 >> Kecamatan Moti membawahi 6 kelurahan dengan luas wilayah 24,60 km2

Geografis dan Topografi Ternate terletak antara 1273 Bujur Timur dan 124 Bujur Barat serta 3-3 Lintang Selatan berbatasan dengan Sebelah Utara : Samudera Pasifik Sebelah Selatan : Laut Maluku Sebelah Barat : Laut Maluku Sebelah Timur : Pulau Halmahera

Ekonomi Perdagangan Dibidang perekonomian , Ternate mengalami pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,64 % pertahun ( 1994-1998 ) Saat ini Ternate memiliki sejumlah kelengkapan infra struktur ekonomi dan jasa termasuk 11 Bank Pemerintah dan Swasta yang dalam sehari terjadi perputaran uang sebesar Rp. diatas 7 Milyar belum termasuk perputaran uang diluar proses kliring Bank.

Letaknya yang berdampingan dengan Pulau halmahera yang kaya akan sumber daya alam telah memposisikan Ternate sebagai nadi ekonomi Maluku Bagian Utara . Letaknya yang sangat strategis telah menjadikan Ternate sebagai multi gate pintu keluar masuk jalur perdagangan dan pelayaran umum dan parawisata kawasan timur Indonesia sangat menopang pertumbuhan ekonomi . Pelabuhan Ternate telah membuka peluang menjadi pelabuhan transito yang melayani route Nasional Jawa Sulawesi Maluku dan Papua serta perdagangan dan wisata internasional hingga Manila , Jepang , Hongkong dan beberapa negara eropa dan tepi barat Amerika Serikat .

Sejak dahulu kala Ternate telah dikenal karena potensi dan posisi geografisnya yang sangat strategis sejak tahun 1512 , ketika Antonio dAbreaudan Faransisco Serrao , Kapten kapal dan rombongan Ferdinand Magelland , menyinggahi Bandar Ternate. Bahkan sebelumnya pada abad ke . , pernah menjadi unggulan dalam kanca Globalisasi tradiosional di zaman keemasan Jalur Sutra di Cina dengan membangun hubungan perdagangan internasional karena hasil buminya yang sangat terkenal yaitu pala dan Cengkih (Cengki Afo adalah bukti Cengkih Tertua di dunia terdapat di Ternate).

Wisata Sejarah
Bidang parwisata , disamping social culture masyarakat yang kaya akan budaya dan adat istiadat, juga terdapat asset asset histories peninggalan masa lalu seperti : o Kedaton Sultan Ternate , yang dibangun oleh Sultan Muhammad Ali pada tanggal 24 Nopember 1810, terletak di atas bukit Limau Santosa dan di dalamnya menyimpan benda-benda yang bernilai sejarah cukup tinggi. o Masjid Sultan Ternate, di bangun yang oleh Sultan Hamzah pada tahun 1633 dengan kombinasi arsitektur Cina dan Jawa kuno. o Benteng Toloco peninggalan bangsa Portugis , dibangun pada tahun 1512 oleh Gubernur Jendral Francisco Seereo dan direstorasi pada tahun 1610 oleh Jan Peter Booth. o Benteng Orange ( Benteng Malayu ), peninggalan Belanda , yang dibangun oleh Corneles De Jongoe pada tahun 1607 . o

Benteng Kalamata ( Benteng Santa Lucia ) yang dibangun bangsa Portugis tahun 1540 dan dianeksasi Belanda tahun 1609. o Benteng Gamlamo ( Benteng Kastela ),yang dibangun oleh bangsa Portugis tahun 1521 oleh Antonio de Brito, dimana Sultan Khairun dibunuh oleh Antonio Pimentel atas perintah pamannya Capitao Diego Lopez de Mesquita o Benteng kota Janji ( Benteng Santo Pedro ), dibangun oleh bansa Portugis kemudian di duduki spanyo tahun 1606 dan dikuasai bangsa Belanda tahun 1612. o Makam Sultan babullah,yang terletak di Kelurahan Foramadiyahi,dikakai Gunung Gamalama yang memiliki daya tarik wisata. o Makam Sultan Badaruddin, Sultan asal Palembang yang diasingkan di Ternate pada tahun 1821 oleh bangsa Belanda.

Wisata Alam dan Budaya Sedangkan potensi Wisata alam diantaranya : Danau Laguna, Danau Tolire, Cengkeh Afo yang berusia 3,5 abad , Batu Angus akibat letusan Gunung Gamalama tahun 1673 yang di dalamnya terdapat tugu makam tentara Jepang, dan sejumlah wisata pantai lainnya. Adapun potensi Wisata adat dan wisata budaya, adat istiadat diantaranya : o Upacara Adat Kulano Uci Sabea ( Upacara keagamaan ) o Upacara pengobatan Kapita Fanyira ( Upacara Adat ) o Tarian Soya-soya ( Tarian adat penjemputan tamu ) o Tarian cakalele ( Tarian permainan rakyat )

Tarian Lego dan Dansa ( Tarian kesenain klasik ) o Tarian / ronggeng Tide ( Kesenian rakyat ) o Tarian / ronggeng Gala ( Kesenian Rakyat ) o Tarian Baramasuwen ( Tarian adat Ritual ) o B a d a b u s ( Tarian adat ritual ) o Jokokaha ( Tarian adat penjemputan tamu ) o Ige segonofu ( Upacara adat dalam rangka pelantikan tamu / keselamatan ) o Pembacaan Tamsil o Atraksi perahu Kora-kora.

Penduduk

Jumlah penduduk Kota Ternate berdasarkan data statistic tahun 2002 berjumlah 120.865 jiwa dengan kepadatan 708,9 jiwa/km2.Kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Kecamatan Kota Ternate Utara yaitu 2110,7 jiwa / km .

Sumber : http://www.kotaternate.go.id/Sekilas%20Ternate.htm