Anda di halaman 1dari 15

BOILER APAKAH ITU

Boiler dalam berbagai bentuk dan ukuran menghasilkan uap yang digunakan untuk bermacam-macam operasi termasuk : 1. Pembangkit tenaga listrik melalui turbin 2. Proses Kimia 3. Pemanasan Boiler beroperasi atas dasar bila dipanaskan akan berubah menjadi uap. Boiler dipanaskan dengan berbagai bahan bakar seperti : 1. Gas alam 2. Minyak 3. Batu Bara

4. Gas-gas pembuangan penyulingan minyak 5. Panas yang terbuang 6. Sampah yang diabukan 7. Kayu 8. Energi nuklir Ada bermacam-macam type dari boiler. Beberapa boiler menghasilkan uap dengan tekanan 15 psi, sementara yang lain dirancang uap dengan tekanan lebih besar dari 2500 psi.

UAP

BOILER

AIR UMPAN
BOILER BLOWDOWN

Gambar diagram sederhana boiler

Dalam boiler, air diubah menjadi uap. Panas diserapa air didalam boiler dan uap dihasilkan secara kontinyu. Air umpan boiler disedot ke boiler untuk menggantikan kehilangan air didalam boiler yan berubah menjadi uap. Ketika uap meninggalkan air yang mendidih, padatan yang terlarut yang berasal dari air umpan boiler tertinggal didlam air boiler, padatan-padatan yang tertinggal bertambah kepekatannya dan bahkan dapat mencapai ke suatu tingkat dimana kepekatan lebih lanjut bias menyebabakan timbulnya kerak dan deposit didalam boiler.

Jenis-jenis boiler

Boiler pipa api Adalah boiler dimana gas panas ada didalam pipa dan air menyelubungi pipa. Boiler pipa air Adalah boiler dimana air berada didalam pipa dan gas panas menyelubungi pipa tersebut.

Sirkulasi boiler

Pada boiler pipa api , panas menyebabkan air mengalami sirkulasi. Air dalam boiler naik dekat ke pipa-pipa api dan turun sepanjang boiler. Pada boiler pipa air , air dalam boiler naik kedalam pipa-pipa yang dekat dengan dapur ( pipa naik ) dan naik didalam pipapipa dimana gas panas keluuar dari dapur akan turun ( pipa turun ).

Prinsip kerja dari boiler

Dalam boiler, air diubah menjadi uap. Panas diserap air di dalam boiler dan uap dihasilkan secara kontinyu. Air umpan boiler disedot ke boiler untuk menggantikan kehilangan air di dalam boiler yang akan diubah menjadi uap. Peralatan pemisahan uap dirancang untuk memisahkan air boiler dari uap. Ini dilakukan dengan cara memasang baffle untuk menimbulkan gaya yang kuat bagi perubahan arah atau dengan cara centrifugal. Butiran air akan pecah dan jatuh ke bawah dan mentebabkan uap kering keluar dari boiler secara kontinyu. Proses blowdown Air boiuler yang kepekatannya tinggi harus diganti untuk mencegah terbentuknya kerak didalam air boiler. Proses ini dikenal dengan blowdown. Air boiler yang pekat ini biasanya dikeluarkan secara konyinyu dari boiler. Kadang-kadang blowdown dibagian bawah drum digunakan sewaktu katup blowdown dibuka dalam waktu yang singkat untuk mengeluarkan air boiler yang pekat.

Pengaruh boiler Terhadap Industri


Boiler adalah jantung dari kebanyakan proses. Uap yang dihasilkan digunakan untuk pemanasan pada proses kimia, menghasilkan listrik dan menggerakkan pompa via turbin, dan sebagai sumber panas dalam berbagai area. Shutdown pada boiler dapat mengakibatkan hal-hal berikut : 1. Produksi berkurang 2. Biaya perawatan meningkat Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengoperasikan boiler 1. Harus mengerti prosedur pengoperasian boiler 2. Pertahankan level air pada level sesuai dengan yang dirancang. Terlalu tinggi level air dapat menyebabkan steam basah. Terlalu rendah level air dapat menyebabkan pipa boiler rusak. 3. Kontrol blowdown untuk mendapatkan spesifikasi padatan terlarutnya

Internal Boiler Water Treatment

Problem-problem yang sering dijumpai pada boiler : a. Pembentukan kerak (scaling) b. Korosi (corrosion) c. Deposit d. Carry over

Kerak dapat terbentuk akibat : 1. Pengendapan dari hardness ( Ca, Mg ) pada air umpan. 2. Peristiwa lewat jenuh (supersaturation) atau kristalisasi dari zat-zat terlarut dalam air umpan pada permukaan dimana perpindahan panas terjadi (CaSO4 , SiO2 )
Kerak dapat menyebabkan : 1. Menghambat proses perpindahan panas dari dinding ke air pada boiler 2. Menurunkan efisiensi boiler 3. Terjadinya overheating (pemanasan yang berlebih) pada metal boiler. 4. Pecahnya pipa boiler. Pencegahan terjadinya pembentukan kerak : 1. Menjaga kualitas air umpan dengan cara pengolahan air umpan yang baik (menghilangkan hardness). 2. Melakukan pengolahan air boiler secara internal dengan program kimia yang cocok (phosfat dan polimer dispersant)

Kerak

Korosi

Peristiwa korosi adalah suatu proses elektrokimia dimana logam/metal berubah sifat kembali ke bentuk alamnya yang mula-mula sebagai suatu oksida (campuran dengan oksigen) Jenis-jenis peristiwa korosi : 1. Korosi secara merata pada permukaan metal dan terjadi agak lambat (general corrosion) 2. Korosi pada lokasi tertentu pada permukaan metal dan terjadi agak cepat (localized corrosion/pitting corrosion) Penyebab utama terjadinya korosi : 1. Oksigen (O2) 2. Carbon dioksida (CO2)/ Asam Carbonat (H2CO3) 3. Alkalinity (OH-) yang berlebihan pada suatu tempat Akibat terjadinya peristiwa korosi : 1. Penipisan dinding logam pada pipa dan drum boiler. 2. Pecah/bocornya pipa boiler Pencegahan korosi : Menghilangkan/mengurangi jumlah oksigen pada air umpan boiler secara mekanik (dengan deaerator) dan secara kimia (dengan oksigen scavenger/pengikat oksigen)

Deposit

Deposit merupakan endapan yang menempel pada dinding pipa dan drum boiler dan berasal dari : 1. Oksida metal yang terjadi karena korosi pada system aliran air umpan dan kondensat. 2. Zat organic yang terikut masuk dengan aliran air umpan. Deposit dapat menyebabkan : 1. Terhambatnya proses perpindahan panas dari dinding ke air pada boiler. 2. Menurunnya efisiensi dari boiler. 3. Terjadinya overheating (pemanasan yang berlebih) pada metal boiler. 4. Pecahnya pipa boiler.

Pencegahan terjadinya deposit : 1. Mengurangi korosi pada system kondensat dengan condensat corrosion inhibitor. 2. Menggunakan dispersant untuk mencegah pengendapan dan penempelan oksida metal pada boiler. 3. Melakukan pengolahan air umpan untuk mengurangi zat organic yang masuk dengan cara pengendapan secara kimia dan penyaringan.

Carry Over

Carry over adalah peristiwa terikutnya air boiler pada steam. Jenis-jenis carry over : Priming Priming adalah peristiwa terikutnya sejumlah besar air pada steam karena kesalahan kondisi operasi (beban uap yang berlebih, batas permukaan air boiler yang terlampau tinggi, sirkulasi air yang tidak lancar) Foaming Foaming adalah peristiwa terjadinya lapisan gelembung-gelembung udara kecil yang stabil pada permukaan air boiler. Foaming terjadi karena adanya kontaminasi dari zat-zat terlarut dan tidak terlarut dalam air yang menyebabkan stabilnya lapisan tipis (film) air disekeliling gelembung uap. Misting Misting adalah peristiwa terjadinya lapisan kabut basah pada permukaan air boiler. Misting terjadi karena pecahnya gelembung-gelembung udara pada permukaan air yang memercikkan partikel-partikel air ke ruang steam.. Selective carry over Peristiwa menguap dan terlarutnya zat-zat tertentu yang ada dalam air boiler pada steam, seperti silica. Selective carry over dapat terjadi pada temperatur dan tekanan operasi yang tinggi, dimana kandungan zat-zat tertentu seperti silica melampaui batas yang diijinkan. Peristiwa menguap dan terlarutnya silica pada steam dikenal sebagai selective silica carry over. Selective silica carry over sangat berbahaya pada system yang memakai turbin untuk pembangkit listrik karena deposit silica akan menempel pada sirip turbin dan menyebabkan rusaknya turbin.

Akibat terjadinya peristiwa carry over :


- Terbentuknya deposit pada pipa superheater, menyebabkan peristiwa overheating dan pecahnya pipa. - Terbentuknya deposit pada sirip turbin, menyebabkan turunnya efisiensi mesin dan rusaknya komponen motor pemutar turbin. - Terjadinya korosi dan erosi serta kerusakan mekanis pada pipa superheter, steam valve, komponen turbin dan jaringan alat-alat yang menggunakan aliran steam. Cara-cara mencegah terjadinya carry over : 1. Menjaga kondisi operasi boiler secara baik seperti : a. Tidak mengoperasikan melewati kapasitas uap yang dibebankan. b. Mengontrol tinggi permukaan air pada drum boiler. c. Menjaga proses pembakaran yang terjadi sehingga sirkulasi air pada pipa boiler tetap lancar. d. Menjaga tekanan operasi boiler pada batas yang sesuai. 2. Menjaga konsentrasi dari zat-zat terlarut dan non terlarut (dissolved dan suspended solid) serta silica dalam air boiler 3. Menggunakan bahan kimia anti foam untuk air boiler.

CHEMICAL INTERNAL TREATMENT


Bahan kimia yang digunakan pada boiler : a. Phosphate Polymer b. Alkalinity & PH Control c. Sulfite

Phosphate Polymer
Adalah produk yang mengandung campuran dari polimer organik, poliphosphat dan anti foam.

Berfungsi untuk mencegah pembentukan kerak dari hardness, besi dan partikel lainnya. Juga membantu dalam passivasi permukaan metal dalam boiler sampai tekanan sekitar 80 kg/cm2. Dosis dikontrol dengan mengontrol residual phosphate dalam air boiler harus sesuai dengan batas yang dianjurkan.
Total hardness dalam air umpan boiler juga mempengaruhi dosis bahan kimia. Semakin tinggi T. Hardness dalam air umpan maka semakin tinggi dosis bahan kimia yang digunakan, demikian juga sebaliknya.