Anda di halaman 1dari 14

BAB III TONGKONAN Rumah adat di Toraja, selain berfungsi sebagai tempat tinggal, juga mempunyai fungsi dan

peranan serta arti yang sangat penting dan bernilai tinggi dalam kehidupan masyarakat Toraja. Rumah yang bernama Tongkonan dianggap sebagai pusaka warisan dan hak milik turun temurun dari orang yang pertama kali membangun Tongkonan tersebut. Kata Tongkonan berasal dari kata Tongkon (duduk) mengandung arti bahwa rumah Tongkonan itu ditempati duduk untuk mendengarkan serta tempat untuk membicarakan dan menyelesaikan segala permasalahan penting dari anggota masyarakat dan keturunannya. Dahulu kala, seseorang yang memegang kekuasaan serta menjabat suatu tugas dat selalu menjadi narasumber bagi masyarakat sekitar yang datang meminta petunjuk, keterangan, dan perintah karena permasalahan di daerah !enguasa tersebut tinggal, dimana orang yang datang itu akan duduk dengan tertib mendengar dan menerima petunjuk atau perintah. "nilah permulaan kata Tongkonan ini digunakan, karena duduk berkumpul disebut Ma Tongkon dan tempat berkumpul adalah Tongkonan yang merupakan kediaman penguasa adat. #ama kelamaan, rumah dari penguasa tersebut menjadi pusat kekuasaan dan pemerintahan adat. $ika !enguasa dat tersebut meninggal, maka ia digantikan oleh dat tersebut sebagai dat keturunannya dan tetap menjadikan rumah !enguasa

pusat kekuasaan dan pemerintahan adat. Rumah dari sang !enguasa dan duduk bersama secara turun%temurun. &angsawan ' !enguasa

tersebut masih dinamakan Tongkonan karena selalu menjadi tempat berkumpul dat juga menjadikan Tongkonan sebagai "stananya lengkap dengan pusaka%pusaka dan kekayaan yang seterusnya dimiliki oleh keturunan yang mewarisi tugas dan kewajiban dari !enguasa dat yang pertama tersebut. (emua keturunan dari Tongkonan itu mempunyai kewajiban yang sama untuk memelihara serta

bersama%sama mempertahankan kekuasaan dan peranan dari Tongkonan tersebut. (eiring dengan kehidupan dan kemajuan pada masyarakat yang makin meningkat, maka muncullah rumah ) rumah yang baru di kalangan keluarga si !enguasa dat, yang disebut juga Tongkonan sebagai tempat tinggal dari dat tersebut. *al ini yang kemudian membawa kita keturunan !enguasa

mengetahui ada Tongkonan sebagai pemegang kekuasaan dan peranan adat yang menjadi stabilisator sosial dan ada pula Tongkonan sebagai pusat perikatan keluarga, yang tidak memiliki peranan adat tetapi hanya semata%mata sebagai tempat tinggal dan sebagai tempat menyimpan harta benda serta sebagai pangkal lahirnya persatuan serta kekeluargaan yang erat dan kegotong %royongan. Dengan demikian, awal berdirinya Tongkonan adalah sebagai pusat kekuasaan dan sumber pemerintahan adat serta sebagai tempat pembinaan kesatuan dan kekeluargaan serta kegotongroyongan sehingga dalam segala hal kehidupan, Tongkonan mempunyai peranan yang sangat penting. Kehidupan yang terbina pada jalur Tongkonan seperti di atas, telah membentuk manusia ) manusia penganut kehidupan Tongkonan mempunyai bentuk kepribadian tertentu yaitu Kesatuan Keluarga dan kegotongroyongan yang juga merupakan kepribadian masyarakat Toraja. +asyarakat Toraja mengenal rumah dalam , golongan yang besar yaitu &anua Tongkonan yaitu rumah adat keluarga Toraja dan &anua &arung % &arung yaitu rumah pribadi setiap orang Toraja. a) Banua Tongkonan -) Rumah Tongkonan ini berbentuk seperti perahu, dimana bentuk ini memiliki sejarah yang tertentu pada waktu datangnya !enguasa dat pertama di Toraja yaitu orang yang datangnya dari (elatan menggunakan perahu yang disebut #embang melalui sungai (a.dan. Ketika perahu mereka tidak bisa lagi berlayar, maka mereka menambatkannya di tepi sungai dan kemudian berjalan kaki menuju pegunungan. dapula di antara mereka yang membongkar perahunya dan memindahkan ke

gunung untuk dijadikan tempat tinggal sehingga bentuk rumah mereka seperti perahu. ,) Terjadinya peranan dan kekuasaan dari penghuni perahu yang telah berubah menjadi tempat tinggal, adalah pada saat penguasa ) penguasa baru itu datang dan memilih tempat ) tempat yang tinggi (bukit). Kemudian masyarakat sekitar datang meminta petunjuk untuk membina masyarakat dan kehidupannya. Dengan jalan demikian, maka mulailah tempat tinggal penguasa itu menjadi sumber perintah dan kekuasaan adat. Demikian seterusnya setelah rumah pertama (yang merupakan bekas perahu) hancur, maka dibangun kembali dengan tetap mengikuti bentuk pertama (seperti perahu) dan peranannya tetap berkembang dan kuat karena dukungan dari semua penduduk di sekitarnya sebagai sumber perintah dan kekuasaan. /leh karena itu, umumnya Tongkonan yang berkuasa dahulu kala terletak di atas puncak ) puncak gunung'bukit yang sampai sekarang masih terkenal dengan nama Tongkonan Layuk atau Tongkonan Pesio' Aluk artinya Tongkonan tempat membuat peraturan dan pembinaan agama atau keyakinan yang disebarkan ke masyarakat. !elaksana tugas dari Tongkonan harus tinggal di Tongkonan tersebut untuk membina kewibawaan dari kekuasaan adat serta perintah adat serta membina kesatuan perintah yang sangat susah dipatahkan namun sering ada Tongkonan yang bersaing satu dengan yang lain. &egitu pula untuk memperkuat peranan dan kedudukan dari suatu Tongkonan yang berkuasa, maka seluruh keluarga yang memiliki garis keturunan, akan diajak oleh pemangku jabatan adat untuk memikirkan kelangsungan dari peranan Tongkonan yang selalu melibatkan masalah martabat dan kesatuan keluarga. 0ntuk membuktikan kebenaran hak setiap anggota keluarga yang memiliki garis keturunan, maka setiap anggota keluarga yang meninggal selalu diusahakan untuk dibawa ke Tongkonan untuk diupacarakan pemakamannya, atau persoalan dalam keluarga diselesaikan di Tongkonan.

b) Banua Barung - Barung -) Barung - Barung adalah rumah yang merupakan hak perorangan atau pribadi yang bentuknya tidak mengikat tidak seperti Tongkonan di atas. da pula rumah pribadi yang berbentuk perahu (banua longa) tetapi tidak dinamakan Tongkonan. ,) &arung % &arung dapat pula meningkat statusnya menjadi Tongkonan bagi turunannya di kemudian hari setelah melalui persetujuan seluruh turunan yang ingin bersatu dalam garis keturunan itu dengan alasan yang kuat serta harus dengan upacara peresmian dari keluarga yang akan menjadikan rumah itu sebagai Tongkonan. Dasar yang menyebabkan rumah pribadi menjadi Tongkonan adalah 1 Karena rumah itu mempunyai peninggalan harta benda yang perlu dipelihara oleh seluruh keturunan dari Tongkonan tersebut Karena mempunyai kedudukan baru dalam masyarakat dan menduduki satu peranan adat karena jasa Tongkonan tersebut Karena dari rumah itu ada sesuatu hal yang telah menguntungkan keluarga umpamanya menang perang dalam mempertahankan kedaulatan keluarga dari rumah itu. Di Toraja sekarang ini dikenal beberapa tingkatan Tongkonan sesuai dengan peranan dan fungsi dalam masyarakat antara lain 1 -) Tongkonan Layuk (layuk2maha tinggi2agung) yaitu Tongkonan yang pertama ) tama menjadi sumber perintah dan kekuasaan dengan peraturan tertentu. Tongkonan yang dimaksud adalah Tongkonan sebagai tempat penyusunan peraturan dalam masyarakat dan agama. Tongkonan ini dinamakan pula Tongkonan !esiok luk. ,) Tongkonan Pekaindoran / Pekamberan atau lasim dikenal dengan nama Tongkonan Kaparengngesan, Tongkonan Kabarasan, Tongkonan Anak Patalo yaitu Tongkonan yang didirikan oleh !enguasa Tongkonan !esio3 luk atau Tongkonan #ayuk. dat pada masing % masing daerah untuk membangun pemerintahan berdasarkan aturan dari

4) Tongkonan Batu Ariri adalah Tongkonan sebagai tiang batu keluarga, hanya sebagai tempat persatuan keluarga yang kuat dan tempat pembinaan warisan keluarga. Tongkonan ini tidak mempunyai kekuasaan atau peranan adat. 5) Banua Parapuan adalah Tongkonan &atu a.riri dari keluarga turunan kasta rendah atau Tana. Karurung dan Tana. Kua ) kua. 6ungsinya sama dengan Tongkonan &atu .riri. Ketiga bentuk Tongkonan di atas adalah sama dengan bentuk perahu yaitu mempunyai longa tetapi &anua !a.rapuan tidak memiliki longa, akan tetapi semuanya menghadap ke utara. Tongkonan #ayuk dan Tongkonan .riri tidak !ekaindoran ' !ekamberan atau Tongkonan Kaparengngesan mempunyai tiang tengah yang dinamakan Ariri Posi sedang Tongkonan &atu menggunakan tiang jenis ini karena .riri !osi. mempunyai arti tertentu sebagai

pemegang kekuasaan adat. Di samping itu, Tongkonan #ayuk dan Tongkonan !ekaindoran ' !ekamberan memakai lambang kepala kerbau ( Kabongo) dan kepala ayam (Katik) di depannya sedang Tongkonan &atu .riri dan &anua !a.rapuan tidak ada karena kedua peralatan ini mempunyai arti sebagai pemimpin dan penyebar aturan masyarakat dimana kekuasaan dan hak ini tidak dimiliki oleh Tongkonan &atu adalah Tongkonan !esio3 mempunyai daerah Tongkonan !esio3 .riri dan &anua !a.rapuan. !erbedaan lainnya adat tertentu sekalipun bangunan dari luk atau Tongkonan !ekaindoran ' !ekamberan

kekuasaan

luk dan Tongkonan !ekaindoran ' !ekamberan sudah tidak

ada (naba uai), peranan dan jabatannya masih tetap disebut dan dihormati oleh masyarakat sedang Tongkonan &atu .riri tidak demikian. Aturan aturan dalam membangun Tongkonan 1. Arah bangunan rumah Tongkonan. (emua Tongkonan dan &anua !a.rapuan harus menghadap ke 0tara sesuai dengan pandangan dan keyakinan luk Todolo yang menentukan bahwa Tongkonan harus menghadap utara karena semua bagian luar dan dalamnya masing % masing mempunyai peranan dan fungsi dalam kegiatan manusia

serta pelaksanaan dari ajaran pengertian tentang

luk Todolo tersebut. *al ini jelas dengan luk Rampe +atampu. yang

luk Rampe +atallo dan

salah satu pengertiannya adalah tempat upacara Rambu Tuka3 di sebelah timur Tongkonan dan Rambu (olo3 di sebelah barat Tongkonan serta upacara +erok di depan Tongkonan. /leh karena terikat dengan hukum upacara baik Rambu Tuka3 maupun Rambu (olo3,maka letak bangunan Tongkonan tidak dapat diubah ) ubah. 2. Acara dan proses pembangunan (etiap proses pekerjaan dalam pembangunan Tongkonan harus didahului dengan kurban persembahan babi atau ayam dan susunannya adalah sebagai berikut 1 a. angr!mpung +angrimpung adalah suatu acara permulaan dalam menghajatkan suatu pembangunan Tongkonan menurut keyakinan luk Todolo dengan memotong seekor babi sebagai kurban persembahan utama yang maksudnya memperingati seluruh nenek moyang dari keluarga yang akan mendirikan Tongkonan. b. assu"duk (ebelum memulai pekerjaan yang pertama dalam membangun ' reno7asi Tongkonan, terlebih dahulu menjatuhkan atap ) atap rumah Tongkonan yang tua sebagai tanda bahwa bangunan itu tidak dapat lagi dipakai dan harus diganti. !ada tahap ini dipotong seekor babi. c. anglelleng Keesokan hari setelah +assu.duk, diadakan acara menebang kayu yang akan dipakai untuk mendirikan Tongkonan. !ada acara ini dipotong seekor babi sebagai kurban persembahan. d. angrampun ka#u (etelah seluruh bahan ramuan tersedia, maka mulai dikumpulkan ke tempat pembangunan Tongkonan dengan didahului kurban seekor babi. +angrampun kayu dibantu oleh masyarakat setempat. e. anglo"po"

!ada tahap ini diadakan kurban seekor babi untuk memulai pekerjaan mengukur, memotong dan memberi lubang pada kayu ramuan yang dilakukan oleh ahli bangunan (To Manarang) dengan memperhatikan syarat penempatan ujung tiap kayu. $. a" %abendan (etelah seluruh ramuan ) ramuan selesai disusun dengan syarat memperhatikan pangkal dan ujung masing % masing potongan kayu, maka dipersiapkan acara +a. !abendan dengan memperhatikan syarat pendirian Tongkonan seperti waktu'jam, hari baik, peredaran bulan di langit dimana biasanya ahli bangunan menggunakan Karua Sombona Bulan ! "ari bulan mun#ul$ , serta mencari hari misalnya hari (enin pagi'subuh. !ada acara ini dikurbankan seekor babi. g. a" A"r!r! %os!" Ariri Posi (Tiang Tengah) adalah tiang yang diperuntukkan bagi Tongkonan #ayuk dan Tongkonan Kaparengngesan. !ada saat dipasang, dikurbankan seekor babi. h. a" %alumbang %ata" cara ini adalah pemasangan kayu yang melintang di atas tiang bagian tengah yang dinamakan Pata dengan kurban persembahan seekor babi disamping sebagai tanda simbolis bahwa semua kayu yang membujur 0tara (elatan telah diselamati. !. a" Kemun &!nd!ng 8aitu pemasangan semua dinding dengan memasang tempat peletakan dinding yaitu Sangkinan %in&ing dengan kurban seekor babi yang mengartikan pula bahwa semua macam kayu yang terpotong ) potong pendek dan tidak terikat pada syarat letak ujung dan pokoknya telah diselamati. '. a" %etuo 8aitu mendirikan tiang raja pada bagian tengah rumah tempat kayu untuk bubungan diletakkan. !ada tahap ini dikurbankan seekor babi atau ayam

yang mengartikan pula bahwa semua kayu yang berdiri di atas badan rumah telah diselamati secara simbolis. k. a" Baba (eko" 0ntuk rumah Tongkonan yang memegang kekuasaan dan sudah ditahbiskan dengan upacara tertinggi yang dinamakan Mangrara 'i Tallu %arai serta sudah melaksanakan upacara pengucapan syukur tertinggi yaitu +a. &ua. atau #a.pa, harus memasang pintu kecil pada bagian timur tempat mengatur sesaji setiap adanya upacara pengucapan syukur. !ada acara ini dipotong seekor babi. l. a" (untean 8aitu memasang satu tiang di atas Tongkonan tempat Tominaa berpegang'berdiri pada waktu pengucapan doa dalam upacara tertinggi serta upacara penahbisan Tongkonan dgn kurban seekor babi atau ayam. m. angono" 8aitu mengatur dan merampungkan atap ) atap kecil yang dinamakan Tarampak dan merampungkan atap besar dan sisa dipasang pada waktunya dengan kurban seekor babi disamping itu juga sebagai tanda bahwa semua bambu yang dipasang pada Tongkonan telah diselamati. Tahapan acara di atas adalah tahapan pada pembangunan Tongkonan yang memegang peranan adat dalam daerah, Tongkonan &atu oleh tahapan acara di atas. ). Acara * acara mengakh!r! pembangunan rumah Tongkonan cara mengakhiri pembangunan Tongkonan sebagai tanda pembangunan sudah selesai dan tinggal menunggu waktu untuk upacara penahbisan yaitu +angrara Tongkonan, maka perlu dilakukan suatu pengucapan syukur dan terlebih dahulu diadakan upacara khusus sebagai pendahuluan sesuai dengan ketentuan a. Ma Pallin luk Todolo dalam luk &angunan &anua. cara ) acara tersebut adalah sebagai berikut 1 .riri tidak terikat

0pacara kecil yang artinya mengakui bahwa selama pembangunan Tongkonan sering terjadi kekeliruan dari pekerja%pekerja. !ada upacara ini dipotong sekor ayam. b. Sitama 8aitu mengadakan upacara kurban persembahan dengan kurban seekor ayam yang maksudnya mengakui dan memaafkan seluruh kesalahan dan silang sengketa seluruh keluarga jika terjadi sejak perencanaan sampai penyelesaian Tongkonan tersebut. c. Ma Garuga 8aitu mengadakan upacara kurban dengan seekor ayam untuk menyelamati tempat mengatur dan mengurus makanan pekerja%pekerja dalam pembangunan. 0mumnya tempat ini di depan Tongkonan yang sedang dibangun dengan membuat satu pondok kecil sebagai simbolis tempat bekerja tersebut. d. Massuru Alang 0pacara kecil dengan kurban seekor ayam untuk menyelamati tempat mengatur jalannya upacara dan jalannya pembangunan yang terus dilakukan dan akan dikerjakan yaitu lantai #umbung padi yang dinamakan lang e. Mangrimpung 8aitu mengadakan peringatan serta persaksian kepada leluhur yang lahir dari Tongkonan tersebut bahwa pembangunan sudah selesai dan kini akan menghadapi upacara penahbisannya. !ada upacara ini dipotong seekor babi. f. Tammui Lalanna Sukaran Aluk 8aitu upacara kecil dengan kurban seekor ayam dengan maksud bersyukur atas terciptanya luk Todolo sebagai agama masyarakat Toraja dan terciptanya aturan%aturan serta adat pembangunan Tongkonan. g. Tammui Lalanna Tagari Sanguyun cara ini memperingati dan mensyukuri semua bentuk kurban persembahan kepada ketiga /knum yang dipija dan disembah karena

kurban persembahan itu diterima oleh yang dipuja mulai dari permulaan pembangunan. cara ini dilaksanakan dengan kurban seekor ayam. . Tammui Lalanna !alimbuang Boba 8aitu syukuran atas semua sumber mata air yang digunakan oleh manusia dalam pembangunan Tongkonan karena air adalah faktor utama dalam kehidupan manusia. !ada upacara ini dipotong seekor ayam i. Tammui Lalanna Tetean Bori sola Bulaan Tasak 8aitu syukuran atas semua sumber harta benda termasuk emas sebagai sumber kekayaan yang banyak digunakan untuk membiayai pembangunan Tongkonan ini. !ada acara ini dikurbankan seekor ayam. Dengan selesainya acara%a9r tersebut di atas, maka dipersiapkanlah upacara penahbisan Tongkonan yang dinamakan +angrara &anua'Tongkonan dimana hal ini merupakan syarat dan keharusan dari seluruh keluarga yang memiliki garis keturunan dan lahir dari Tongkonan tersebut. +ereka turut serta mengadakan upacara syukuran tanda selesainya rumah pusaka tanpa seorangpun yang dikecualikan sekalipun berada di luar daerah atau di rantau orang. Kewajiban orang Toraja dalam penahbisan Tongkonan merupakan pengabidan yang berpangkal pada pengabdian orang tua dan pengabdian keluarga sebagai salah satu pangkal memperkuat kesatuan dan kekeluargaan serta kerukunan dari semua keluarga Tongkonan. !embinaan Tongkonan bagi masyarakat Toraja adalah kewajiban mutlak, sehingga penahbisan itu tidak sama tingkatannya tetapi sesuai dengan peranan Tongkonan dalam kampung. dapun upacara +angrara ini bertujuan 1 -) (ebagai tanda syukur atas selesainya pembangunan Tongkonan yang dikerjakan secara gotong royong oleh seluruh keluarga yang lahir dari Tongkonan itu, rkn Tongkonan itu adalah lambang dari keluarga itu. ,) (ebagai tempat perkenalan semua keluarga yang memiliki garis keturunan dari Tongkonan itu dimana mereka datang berbondong%bondong membuktikan kesetiaan dan kerukunan mereka. Disamping itu arti dari +angrara &anua ini adalah +a. Toding Rara (memberi tanda darah) pada

dahi masing % masing keluarga yang tanpa berkenalan dapat mengetahui bahwa orang itu masih memiliki hubungan kekeluargaan. 4) &ahwa keluarga yang memiliki garis keturunan dari Tongkonan itu mengadakan kurban babi sesuai dengan kemampuan. da kalanya babi yang dipotong sangatlah banyak yang bertujuan sebagai tanda kegembiraan dan untuk menunjukkan prestise mereka. Daging babi kemudian dibagi kepada masyarakat sesuai dengan dat. dapun tingkatan upacara !enahbisan Rumah'Tongkonan di Toraja adalah 1 -) Ma Padao Para, yaitu acara sebagai syarat selesainya bangunan rumah pribadi. !ada saat selesai diberi atap, maka pada saat itu dikurbankan satu atau dua ekor babi sebagai lauk pauk saja bagi pekerja mengatapi rumah tersebut. (ajian kurban persembahan tidak khusus tetapi hanya sebagai persyaratan. ,) Mangrara Banua "isangalloi , yaitu syukuran atas selesainya bangunan Tongkonan &atu .riri dari satu rumpun keluarga yaitu Tongkonan yang hanya sebagai pusat pertalian dan persaudaraan kekeluargaan.upc ini hanya dilaksanakan sehari saja, dimana seluruh keluarga pada saat itu datang mengurbankan babinya sebagai tanda syukur. Daging babi itu kemudian dibagikan kepada masyarakat sesuai dat yang berlaku, serta untuk semua orang yang hadir mengatapi rumah tersebut. 4) Mangrara Tongkonan "itallung Alloi, yaitu penahbisan Tongkonan !ekaindoran'!ekamberan yang dilaksanakan tiga hari berturut%turut. Tahapan acara dalam +angrara &anua jenis ini adalah 1 a) +a. tarampak (*ari ") yaitu secara resmi pemasangan atap kecil yang disebut Tarampak dianggap selesai dipasang karena baru ps saat itu diadakan kurban persembahan +a. tarampak walau sudah lama dipasang. b) +a. !apa (*ari "") yaitu secara resmi semua atap dinyatakan selesai dipasang karena baru pada saat itu diadakan kurban persembahan +a. papa &anua, yang sebenarnya sudah lama dipasang. *ari kedua ini

disebut juga Allo

atanna (hari "nti) karena pada hari kedua inilah

sebagai puncak upacara dan paling banyak babi yang dikurbankan. c) +a. bubung (*ari """) yaitu secara resminya atap bubungan dipasang karena baru pada hari itu diadakan upacara kurban persembahan +a. &ubung walau kenyataannya bubungan sudah lama terpasang. !ada hari ketiga ini semua keluarga tidak diharuskan untuk hadir tetapi yang dekat saja dan pada hari itu dipotong , atau 4 ekor babi. 5) Ma Bua atau Lapa, yaitu upacara penahbisan Tongkonan #ayuk atau Tongkonan !esiok aluk atau Tongkonan !ekaindoran'!ekamberan yang telah berjasa dan telah mengadakan upacara tertinggi yaitu 0pacara +a.&ua. atau #a.pa. 0pacara ini dilaksanakan dgn upacara +angrara banua Ditallu Rarai dengan tiga macam hewan kurban yaitu ayam, babi, dan kerbau yang juga dilakukan 4 hari berturut%turut hanya saja mangrara &anua Ditallung alloi tidak memotong kerbau.!ada 0pacara +angrara banua Ditallu Rarai dikurbankan sedikitnya seekor kerbau dan maksimal 4 ekor serta babi yang tidak terbatas sesuai kemampuan yang ada. da sebagian daerah yang menyebut upacara ini dengan nama +erok mangrara banua. !ada semua Tongkonan di atas ada sebagian Tongkonan yang seluruh dindingnya diukir, dan ada yang tidak tergantung pada pemilik Tongkonan tetapi sebenarnya ada ukiran yang tak dapat dihilangkan pada pembangunan Tongkonan yang memegang peranan terutama Tongkonan #ayuk. 0kiran tersebut adalah :aronto. !assura. yaitu !a. &arre allo, !a. +anuk #ondong, !a.tedong atau !a. Tikke. dan !a. (ussuk. !emakaian ukiran%ukiran tersebut tidak sama untuk setiap Tongkonan tetapi berdasarkan pada peranan dan fungsi Tongkonan itu. Di samping perbedaan pemakaian ukiran untuk Tongkonan &atu a.riri dan Tongkonan #ayuk masih terdapat pula perbedaan antara lain dalam hal 1 a) (yarat pembangunan Tongkonan &atu Tongkonan !ekamberan ' !ekaindoran. .riri dan Tongkonan #ayuk serta

b) Tongkonan #ayuk dan Tongkonan !ekamberan'!ekaindoran sekalipun bangunannya sudah tidak ada tetapi peranannya masih tetap dihormati dan tetap memegang jabatan dalam masyarakat. c) Tongkonan #ayuk dan Tongkonan !ekamberan'!ekaindoran mempunyai daerah kekuasaan adat tertentu dengan tugas dan kewajiban dalam masyarakat. d) $ika Tongkonan #ayuk dan Tongkonan !ekamberan'!ekaindoran selesai dibangun maka masih terikat dengan untuk Tongkonan &atu a.riri tidak terikat. &erdasarkan hal tersebut di atas maka jelas bahwa pembangunan Tongkonan bagi masyarakat Toraja sangat penting karena Tongkonan sangat menentukan dalam beberapa segi kehidupan masyarakat Toraja yaitu 1 a) Tongkonan sebagai lambang dan sumber kekuasaan adat dan pusat pemerintahan !ekaindoran. b) Tongkonan sebagai lambang dan tempat pembinaan kesatuan dan kekeluargaan yang erat dari seluruh keluarga. c) Tongkonan adalah tempat bermusyawarah keluarga. d) Tongkonan sebagai tempat menyelesaikan dan mengadakan setiap kegiatan adat untuk semua keluarga yang memiliki garis keturunan dari Tongkonan. e) Dengan terpeliharanya Tongkonan di Toraja,maka rasa hubungan kekeluargaan di antara masyarakat tetap terpupuk dan terbina dan inilah dasar yang kuat dari ciri Kepribadian +asyarakat Toraja,karena setiap anggota masyarakat mengenal dan mempunyai Tongkonan serta mempunyai kewajiban mengabdi kepada Tongkonannya. Demikianlah terjadinya Tongkonan dan fungsi serta peranan Tongkonan bagi masyarakat di Toraja yang merupakan masalah yang tidak bisa diabaikan begitu saja karena merupakan lambang persatuan dan tempat pembinaan kekeluargaan yang kuat di antara masyarakat Toraja. Dahulu kala setiap Tongkonan mempunyai kuburan tersendiri yaitu #iang karena menurut luk Todolo, kematian merupakan perubahan status dari alam adat bagi Tongkonan layuk, Tongkonan !ekamberan' dat !enahbisan Tongkonan tetapi

nyata ke alam gaib. Tongkonan di atas dipakai pada saat masih hidup, sedangkan pada saat mati maka digunakan Tongkonan Tangmerambu yaitu #iang sehingga Tongkonan dan #iang adalah warisan keluarga yang berpasangan.