Anda di halaman 1dari 2

B.

Dasar Teori Pewarnaan Gram Pewarnaan secara gram adalah pewarnaan yang sangat berguna dan paling banyak digunakan dalam laboratorium mikrobiologi dan klasifikasi bakteri, karena merupakan tahapan penting dalam langkah awal identifikasi. Pewarnaan ini didasarkan pada tebal atau tipisnya lapisan peptidoglikan di dinding sel dan banyak sedikitnya lapisan lemak pada membran sel bakteri. Jenis bakteri berdasarkan pewarnaan gram dibagi menjadi dua yaitu gram positif dan gram negatif. Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tebal dan membran sel selapis. Sedangkan baktri gram negatif mempunyai dinding sel tipis yang berada di antara dua lapis membran sel (Jawetz,2008). Karena kemampuannya membedakan suatu kelompok bakteri tertentu dari kelompok lainnya, maka pewarnaan ini juga disebut pewarnaan diferensial. Mikroorganisme terutama bakteri sulit dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya, karena tidak mengasorbsi ataupun membiaskan cahaya (Jawetz,2008). Tehnik pewarnaan merupakan cara yang banyak dipergunakan untuk melihat struktur dan morfologi bakteri. Terdapat beberapa tehnik pewarnaan diantaranya, pewarnaan sederhana merupakan pewarnaan yang hanya menggunakan satu macam larutan warna contohnya pewarnaan sederhana dan pewarnaan negative, kemudian pewarnaan diferensial, merupakan pewarnaan yang menggunakan lebih dari satu macam larutan warna, contohnya pewarnaan gram, pewarnaan tahan asam, pewarnaan kapsul, dan pewarnaan spora (Jawetz,2008). Sebelum melakukan prosedur pewarnaan terhadap bakteri, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti gelas objek dibersihkan dengan menggunakan alcohol 70% untuk menghilangkan debu atau lemak, kemudian pewarnaan diferensial terlebih dahulu dibuat preparat, dan fiksasi dapat dilakukan dengan melewatkan preparat ulas diatas nyala api, adapun tujuan dilakukan fiksasi antara lain untuk melekatkan sel bakteri pada objek glass, mematikan sel bakteri dan lain sebagainya (Jawetz,2008). Pewarnaan yang dilakukan merupakan pewarnaan gram. Dimana pewarnaan gram merupakan pewarnaan yang menggunakan pewarna lebih dari satu macam yaitu kristal ungu dan

safranin. Pada pewarnaan gram apabila bakteri berakhir dengan warna merah maka bakteri tersebut merupakan bakteri gram negative, dan sebaliknya apabilah tidak bewarna merah atau bewarna ungu berarti merupakan bakteri gram positive (Jawetz,2008). Pada pewarnaan gram ini, ditemukan bahwa bakteri Salmonella thyphii setelah diamati dengan menggunakan mikroskop, terlihat bewarna merah, berbentuk batang dan tidak berspora dimana hal ini dikarenkan Salmonella thyphii memang tergolong bakteri gram negative (Jawetz,2008).
DAPUS Jawetz M; Adelbergs. 2008. Mikrobiologi Kedokteran edisi 23. Alih Bahasa: Huriwati Hartanto dkk. Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran ECG.