Anda di halaman 1dari 38

EVOLUSI dan AGAMA

Presented by: Anissa Puspitawangi Dian Puspita Dewi Rizqy Amalia Ananda

EVOLUSI dan AGAMA

Pendahuluan

Pembahasan

Penutup

Pendahuluan

Latar Belakang

Herbert Spencer 1850Social Static

Charles R. Darwin

Al-Jaiz
Struggle of the existence

Survival of the fittest

Latar Belakang Rumusan masalah

Apakah yang di maksud evolusi? Bagaimanakah teori evolusi menurut beberapa ilmuwan? Bagaimanakah kaitan teori evolusi dengan agama?

Pembahasan

Evolusi adalah konsep terpenting dalam biologi


Dobzhansky Anaximander

Pengertian Evolusi

Aristoteles

Evolusi pada prinsipnya adalah perubahan frekuensi gen dalam suatu populasi.
Pengertian Evolusi

Evolusi 1-2 gen dalam jangka pendek seperti ini disebut mikroevolusi

Pengertian Evolusi

Dalam mikroevolusi ras tidak berubah, apalagi spesies. Perubahan frekuensi gen itu terjadi karena mutasi gen, seleksialam, arus gen dan pewarisan acak. Dalam mikroevolusi kita dapat melihat prosesnya dengan terkendali, bahkan dapat membuat eksperimen pada makhluk-makhluk dengan masa generasi yang singkat seperti lalat buah, bakteri dan Iain-lain. Kalau terjadi perubahan frekuensi gen besar-besaran dalam jangka waktu sangat panjang barulah terjadi makroevolusi.

Darwin struggle for life Organisme hidup terdiri dari tiga komponen: informasi genetis, organisasi dan lingkungan
Pengertian Evolusi Teori Evolusi menurut Para Ilmuwan

Teori Evolusi Darwin

menjelaskan evolusi melalui garis keturunan yang sama sebagai penjelasan ilmiah yang dominan mengenai keanekaragaman di dalam alam.

Teori Evolusi Menurut Douglas Futuyma

Pengertian Evolusi Teori Evolusi menurut Para Ilmuwan

Biology Evolution, menjelaskan teori evolusi melalui seleksi alam.Contohnya yang paling terkenal adalah mengenai warna populasi ngengat, yang tampak menjadi lebih gelap selama Revolusi Industri di Inggris.

Menurut B.G. Ranganathan, Gordon Taylor, dan Michael Pitman


Perubahan-perubahan akibat mutasi hanya akan berupa kematian, cacat dan abnormalitas, seperti yang dialami oleh penduduk Hiroshima, Nagasaki dan Chernobyl. B.G. Ranganathan menyatakan: Mutasi bersifat kecil, acak dan berbahaya.Mutasi pun jarang terjadi dan kalau-pun terjadi, kemungkinan besar mutasi itu tidak berguna.Empat karakteristik mutasi ini menunjukkan bahwa mutasi tidak dapat mengarah pada perkembangan evolusioner.Suatu perubahan acak pada organisme yang sangat terspesialisasi bersifat tidak berguna atau membahayakan. Perubahan acak pada sebuah jam tidak dapat memperbaiki, malah kemungkinan besar akan merusaknya atau tidak berpengaruh sama sekali. Gempa bumi tidak akan memperbaiki kota, tetapi menghancurkannya.

Pengertian Evolusi Teori Evolusi menurut Para Ilmuwan

Menurut B.G. Ranganathan, Gordon Taylor, dan Michael Pitman

Pengertian Evolusi Teori Evolusi menurut Para Ilmuwan

Banyak orang akan tercengang oleh pernyataan bahwa hampir semua gen mutan yang diketahui ternyata membahayakan. Jika mutasi adalah bagian penting dalam proses evolusi, bagaimana mungkin sebuah efek yang baik - evolusi ke bentuk kehidupan lebih tinggi berasal dari mutasi yang hampir semuanya berbahaya?

Menurut B.G. Ranganathan, Gordon Taylor, dan Michael Pitman


Pada ribuan percobaan pengembangbiakan lalat yang dilakukan di seluruh dunia selama lebih dari 50 tahun, tidak ada spesies baru yang muncul... bahkan satu enzim baru pun tidak.
Morgan, Goldschmidt, Muller, dan ahli-ahli genetika lain telah menempatkan beberapa generasi lalat buah pada kondisi ekstrem seperti panas, dingin, terang, gelap dan perlakuan dengan zat kimia dan radiasi. Segala macam jenis mutasi, baik yang hampir tak berarti maupun yang positif merugikan, telah dihasilkan.Inikah evolusi buatan manusia?Tidak juga.Hanya sebagian kecil monster buatan ahli-ahli genetika tersebut yang mungkin mampu bertahan hidup di luar botol tempat mereka dikembangbiakkan.Pada kenyataannya, mutan-mutan tersebut mati, mandul, atau cenderung kembali ke bentuk asal.

Pengertian Evolusi Teori Evolusi menurut Para Ilmuwan

Menurut B.G. Ranganathan, Gordon Taylor, dan Michael Pitman

Pengertian Evolusi Teori Evolusi menurut Para Ilmuwan


Alasan utama evolusi tdk dpt dijadikan bukti yg mendukung pernyataan evolusionis

Efek langsung dari mutasi membahayakan.


Mutasi tidak menambahkan informasi baru pada DNA suatu organisme. Agar dapat diwariskan pada generasi selanjutnya, mutasi harus terjadi pada sel-sel reproduksi organisme tersebut.

Prof. Michaael Denton

H. Enoch
Pengertian Evolusi Teori Evolusi menurut Para Ilmuwan

Menentang teori Organ peninggalan Evolusi adalah teori dalam krisis

Sejarah asal mula manusia menurut teori evolusi

Hominid Australopithecus africanus Homo habilis Homo Erectus Homo Neanderthalensis Homo sapiens

Menurut agama Islam Teori Evolusi


Menurut Agama Kristen Menurut Agama Budha

hal ini bertolak belakang dengan yg telah tertulis dalam Al-Qur'an. Allah berfirman dalam (QS. Al Hijr (15): 28-29)

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud" (QS. Al Hijr (15) : 28-29)

Tahap kejadian manusia menurut Islam

Proses Kejadian Manusia Pertama (Adam)

Proses Kejadian Manusia Kedua (Hawa)

Proses Kejadian Manusia Ketiga

Proses Kejadian Manusia Pertama (Adam)


Di dalam Al Quran dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup

Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah". (QS. As Sajdah (32) : 7)

Proses Kejadian Manusia Kedua (Hawa)

Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu dalam keadaan berpasangpasangan.

"Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui" (QS. Yaasiin (36) : 36)

Proses Kejadian Manusia Ketiga

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah , Pencipta Yang Paling Baik." (QS. Al Muminuun (23) : 12-14).

Bukti manusia modern ada sejak 430,000 tahun lalu sebagai titik tolak manusia awal melalui desain canggih yang ditemukan diwilayah utara, Jerman. Pendukung teori Darwin menyatakan bahwa Homo Sapiens modern hidup sejak 50 ribu tahun yang lalu.

Sementara peneliti modern nenek moyang manusia sudah hidup sekitar 100 ribu tahun, bahkan sekarang banyak peneliti yang sepakat bahwa manusia mulai berkembang sejak 275 ribu tahun lalu

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Lalu apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. (QS.Al-Hijr : 28-29)

EVOLUSI DAN AGAMA KRISTEN

Paus Yohanes Paulus II menggaris-bawahi keselarasan antara bukti-bukti ilmiah dengan kebenarankebenaran iman, dan antara ilmu pengetahuan dengan teologi

Yang terpenting dalam bab-bab pertama dari kitab Kejadian adalah hubungan-hubungan asasi alam semesta: hubungan Tuhan dengan alam; hubungan Tuhan denganmanusia; hubungan manusia dengan alam; dan hubungan manusia dengan manusia.

kita menemukan Tuhan yang mahakuasa, mahatahu, mahapengasih, kekal dan tak terbatas. Ia menciptakan dengan bebas menurut kebijaksanaan ilahi-Nya

Ayat ini menekankan bahwa hanya laki-laki dan perempuan yang diciptakan seturut gambar dan citra Tuhan. Jadi, keduanya baik laki-laki maupun perempuan, meski berbeda, sama-sama merupakan gambar dan citra Tuhan.

Teori Evolusi Menurut Agama Hindu

Agama Hindu mengenal adanya Dasa Awatara yang diyakini sebagai penjelmaan material Dewa Wisnu dalam misi penyelamatan dunia.

Kajian Agama Hindu selaras dengan Teori Lamarck yang menyatakan makhluk hidup tercipta dari bentuk yang sederhana menjadi lebih kompleks dan sesuai dengan teori Lehninger bahwa makhluk hidup pertama ada di laut

Matsya Awatara merupakan lambang bahwa kehidupan yang terjadi pertama kali di bumi berawal dari air. Kurma Awatara memiliki makna bahwa adanya perkembangan lebih lanjut dari peralihan hewan air menjadi hewan darat. Artinya ada perkembangan lebih lajut, munculnya hewan amphibia. Wahara Awatara memiliki makna bahwa terjadi kehidupan yang lebih lanjut terjadi di darat. Narasimba Awatara mengandung makna bahwa dimulainya evolusi mammalia. Wamana Awatara mengadung makna bahwa melambangkan perkembangan makhluk yang disebut manusia namun belum sempurna.

Parashurama Awatara melambangkan bahwa terjadi perkembangan manusia ke tingkat yang lebih manusia. Rama Awatara melambangkan bahwa sudah mulai terjadinya peradaban manusia untuk memulai pemerintahan. Krishna Awatara melambangkan terjadinya kecakapan hidup manusia yang lebih kompleks yang memajukan peradaban manusia, yang mahir dalam pengetahuan dan kesenian. Balarama Awatara melambangkan adanya peradaban ke arah bidang pertanian. Budha Awatara melambangkan terjadi kemajuan di bidang sosial dalam hubungan manusia.

EVOLUSI DAN BUDDHA


paling banyak akan terlahir 7 kali lagi
Sotapanna

paling banyak akan terlahir 1 kali lagi


SAKADAGAMI

ANAGAMI

Tidak lagi terlahir di alam manusia tetapi langsung akan dilahirkan kembali di salah satu dari 5 alam Buddha Vamsa

ARAHAT

jika kelakuan manusia tersebut tidak tambah baik, setelah meninggal dia turun ke alam yg lebih rendah misalnya ke alam binatang

Menurut Dhanariyo (2008) Buddhis memandang teori evolusi berdasarkan Buddha Vamsa, Aganna Sutta dan Cakkavati Sihanada Sutta dari Digha Nikaya.

Menurut Buddha Vamsa manusia masa lampau tinggi besar, pernah suatu ketika tinggi manusia mencapai lebih dari sepuluh meter. ukuran rata-rata dan usia rata-rata manusia berubah sejalan dengan waktu dan juga sejalan dengan tinggi atau rendahnya tingkat moral rata-rata manusia.

Dalam Cakkavati Sihanada Sutta bahwa umur manusia pada titik terendah moralnya hanya berusia sepuluh tahun, mungkin ukuran tubuh mereka juga akan semakin mengecil, mungkin tidak lebih tinggi dari setengah meter

manusia raksasa dari Heidelberg vs Pithecantropus erectus

Dalam Aganna Sutta, Sang Buddha mengatakan bahwa bumi kita ini terbentuk bukan untuk yang pertama kali. Artinya bumi kita ini dulu pernah terbentuk kemudian kiamat, terbentuk kiamat, dan seterusnya sampai puluhan bahkan ratusan dan jutaan kali.

THANX :D