Anda di halaman 1dari 6

http://rinthania-kristi-fisip12.web.unair.ac.

id/
Kata Pengantar

Puji syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat yang diberikan kepada kami sehingga dapat menyusun makalah yang berjudul Estetika Tari Remo. Di dalam makalah saya ini terdapat uraian tentang pengertian tari Remo, asal-usul tari Remo, tata gerak, serta busana-busana khas tari Remo. Ucapan terima kasih saya berikan kepada pihak yang bersangkutan beserta beberapa sumber informasi baik melalui buku, internet, dan dari pengetahuan yang lain juga tak lupa kepada guru seni budaya saya Ibu Pramita Maya Puspita, S.Pd. Saya memohon maaf jika terdapat banyak kekurangan dalam makalah saya ini, saya menyadari bahwa makalah saya jauh dari kesempurnaan. Semoga isi yang disajikan dalam makalah saya dapat bermanfaat bagi pembaca.

Tuban, 20 Oktober 2011 i Daftar Isi Kata Pengantar i Daftar Isi. ii I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang. 1 B. Rumusan Masalah 2 C. Tujuan.. II. KAJIAN TEORI ( ISI ) 1. 2. 3. 4. 5. a) b) c) d) e) Pengertian Tari remo.. Asal-usul Tari Remo...... Tata gerak... Tata Busana 4 4 3 3 2 D. Manfaat 2

Macam-macam Busana Tari Remo. 5

Busana gaya Surabayan. 5 Busana Gaya Sawunggaling Busana Gaya Malang 6 Busana Gaya Jombangan.. 7 Busana Remo Putri 7 6

1. 2.

Pengiring. 8 Upaya Melestarikan Tari Remo.. 8

III. PENUTUP 1. 2. Kesimpulan. 9 Kritik dan Saran . 9

ii KEUNIKAN TARI REMO

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Kebudayaan ialah salah satu aspek yang terpenting dalam kehidupan manusia. Salah satu unsur kebudayaan yaitu Kesenian. Kesenian pada masyarakat Jawa Timur merupakan satu kompleks unsur yang tampak amat digemari oleh warga masyarakatnya, sehingga tampak seolah-olah mendominasi seluruh kehidupan masyarakat Jawa Timur. Atas dasar fungsinya yang demikian, kesenian merupakan satu fokus kebudayaan Jawa Timur, diantaranya ialah seni tari Remo. Seni tari Remo ialah salah satu asset yang dimiliki oleh masyarakat karena merupakan seni tari yang khas dan asli dari daerah tersebut. Oleh karena itu, dalam makalah ini saya ingin mengulas mengenai keunikan tari Remo supaya dapat bermanfaat bagi masyarakat yang masi kurang menaruh perhatian terhadap kebudayaan tradisional tersebut. Di Jawa Timur khususnya, tari Remo sangatlah diandalkan menjadi kebudayaan seni tari unggulan. Tetapi tidak banyak orang yang sadar akan tindakan melestarikan tari Remo tersebut. Sehingga makalah ini perlu sebagai bahan pengetahuan mengenai tari Remo dan bagaimana upaya-upaya untuk melestarikan kebudayaan asi Jawa Timur ini.

Page : 1

B. Rumusan Masalah

1.

Bagaimana cara melestarikan kesenian tari Remo sebagai wujud rasa cinta terhadap seni tradisional di Jawa Timur ?

C. Tujuan

1.

Untuk mengetahui bagaimana cara melestarikan kesenian tari Remo sebagai wujud rasa cinta terhadap seni tradisional di Jawa Timur.

D. Manfaat

1. 2.

Dapat memberikan inspirasi tentang bagaimana cara melestarikan seni tradisional ( Tari Remo ) bagi generasi muda. Menumbuhkan rasa cinta bagi seluruh generasi muda di Indonesia terhadap kesenian tari Remo yang berasal dari Jawa Timur.

Page : 2

II. KAJIAN TEORI ( ISI )

A. Pengertian Tari Remo Tari Remo adalah salah satu tarian untuk penyambutan tamu agung, yang ditampilkan baik oleh satu atau banyak penari. Tarian ini berasal dari ProvinsiJawa Timur.

B. Asal usul Tari Remo Tari Remo berasal dari Jombang, Jawa Timur. Tarian ini pada awalnya merupakan tarian yang digunakan sebagai pengantar pertunjukan ludruk. Namun, pada perkembangannya tarian ini sering ditarikan secara terpisah sebagai

sambutan atas tamu kenegaraan, ditarikan dalam upacara-upacara kenegaraan, maupun dalam festival kesenian daerah. Tarian ini sebenarnya menceritakan tentang perjuangan seorang pangeran dalam medan laga. Akan tetapi dalam perkembangannya tarian ini menjadi lebih sering ditarikan oleh perempuan, sehingga memunculkan gaya tarian yang lain: Remo Putri atau Tari Remo gaya perempuan.

Page : 3

C. Tata Gerak Karakteristika yang paling utama dari Tari Remo adalah gerakan kaki yang rancak dan dinamis. Gerakan ini didukung dengan adanya lonceng-lonceng yang dipasang di pergelangan kaki. Lonceng ini berbunyi saat penari melangkah atau menghentak di panggung. Selain itu, karakteristika yang lain yakni gerakan selendang atau sampur, gerakan anggukan dan gelengan kepala, ekspresi wajah, dan kuda-kuda penari membuat tarian ini semakin atraktif. D. Tata Busana Busana dari penari Remo ada berbagai macam gaya, di antaranya: Gaya Sawunggaling, Surabayan, Malangan, dan Jombangan. Selain itu terdapat pula busana yang khas dipakai bagi Tari Remo gaya perempuan

Page : 4 E. Macam macam Busana Tari Remo

a) Busana gaya Surabayan


Terdiri atas ikat kepala merah, baju tanpa kancing yang berwarna hitam dengan gaya kerajaan pada abad ke-18, celana sebatas pertengahan betis yang dikait dengan jarum emas, sarung batik Pesisiran yang menjuntai hingga ke lutut, setagen yang diikat di pinggang, serta keris menyelip di belakang. Penari memakai dua selendang, yang mana satu dipakai di pinggang dan yang lain disematkan di bahu, dengan masing-masing tangan penari memegang masing-masing ujung selendang. Selain itu, terdapat pula gelang kaki berupa kumpulan lonceng yang dilingkarkan di pergelangan kaki.

Page : 5

b) Busana Gaya Sawunggaling


Pada dasarnya busana yang dipakai sama dengan gaya Surabayan, namun yang membedakan yakni penggunaan kaus putih berlengan panjang sebagai ganti dari baju hitam kerajaan

c) Busana Gaya Malann


Busana gaya Malangan pada dasarnya juga sama dengan busana gaya Surabayan, namun yang membedakan yakni pada celananya yang panjang hingga menyentuh mata kaki serta tidak disemat dengan jarum.

Page : 6

d) Busana Gaya Jombangan


Busana gaya Jombangan pada dasarnya sama dengan gaya Sawunggaling, namun perbedaannya adalah penari tidak menggunakan kaus tetapi menggunakan rompi.

e) Busana Remo Putri


Remo Putri mempunyai busana yang berbeda dengan gaya remo yang asli. Penari memakai sanggul, memakai mekak hitam untuk menutup bagian dada, memakai rapak untuk menutup bagian pinggang sampai ke lutut, serta hanya menggunakan satu selendang saja yang disemat di bahu. Page : 7 F. Pengiring Musik yang mengiringi Tari Remo ini adalah gamelan, yang biasanya terdiri atas bonang barung/babok, bonang penerus, saron, gambang, gender, slentem siter, seruling, kethuk, kenong, kempul, dan gong. Adapun jenis irama yang sering dibawakan untuk mengiringi Tari Remo adalah Jula-Juli dan Tropongan, namun dapat pula berupa gending Walangkekek, Gedok Rancak, Krucilan atau gending-gending kreasi baru. Dalam pertunjukan ludruk, penari biasanya menyelakan sebuah lagu di tengah-tengah tariannya. G. Upaya Upaya Melestarikan Kesenian Tari Remo bagi Generasi Penerus Turut serta mempelajari tentang Tari Remo baik itu sejarah tantang tari Remo maupun mempelajari cara menari tari Remo yang baik dan benar. Mencintai tari tradisional yaitu tari Remo dengan selalu menjunjung tinggi

kebudayaan tradisional khas daerah. Tidak mempelajari tarian modern yang berasal dari Barat secara berlebihan Tidak mengandalkan tarian modern dan menjadikannya tolok ukur keindahan seni tari Mengadakan pertunjunkan seni yang mengunggulkan kesenian tradisional yaitu seni tari Remo Page : 8 III. PENUTUP A. Kesimpulan Dari pembahasan di atas, dapat diketahui mengenai keunikan tari Remo yang telah dikaji, diantaranya ialah pengertian, asal-usul, tata gerak dan macam-macam busana tari Remo dari daerah masing-masing. Serta diuraikan mengenai upaya-upaya melestarikan kesenian tari tradisional tersebut. Begitu pentingnya kesenian tradisional tari Remo bagi generasi muda dan tidak hanya di Jawa Timur saja generasi muda melestarikannya melainkan juga kewajiban seluruh masyarakat Indonesia karena tari Remo merupakan salah satu kekayaan budaya seni tari di Indonesia. Sehingga, alangkah baiknya apabila kita menjaga kekayaan bangsa Indonesia, dan menjunjunganya hingga ke kancah internasional sebagai wujud rasa cinta dan kebanggaan terhadap kesenian tradisioanal kita. B. Kritik dan Saran Kami sangat menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam makalah Keunikan Tari Remo ini, oleh karena itu kami mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kesempurnaan makalah ini.

( Sumber : www.wikipedia.org ) Page : 9 Written by Thania Kristi