Anda di halaman 1dari 17

KASUS KONDILOMA AKUMINATA, NURATIQAH ZAINAL ABIDIN, 11-2010-200

PERIODE 15/8/2011-17/9/2011

KEPANITERAAN ILMU PENYAKIT KULIT & KELAMIN


RUMAH SAKIT HUSADA
FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA
2011
STATUS DERMATOLOGIKUS/VENEROLOGIKUS
__________________________________________________________________
Nama

: Nuratiqah binti Zainal Abidin

NIM

: 11-2010-200

Dr.pembimbing

: Dr.Hendrik Sp.KK

I.IDENTIFIKASI
Nama

: Ny.H

Umur

: 37 tahun

Jenis Kelamin

: Perempuan

Suku

: Sunda

Bangsa

: Indonesia

Alamat

: Luar Batang 3

Datang ke RS

: 23 Agustus 2011

Status perkawinan : Menikah


Pekerjaan

: Tidak bekerja

II.ANAMNESIS: Autoanamnesa

Tanggal: 23 Agustus 2008, jam 11.30

A. Keluhan Utama : Gatal pada tonjolan kecil yang terdapat di hujung atas bibir kemaluan sejak empat

tahun SMRS
B. Keluhan Tambahan: Keputihan di alat kelamin sejak 1 tahun SMRS
1

KASUS KONDILOMA AKUMINATA, NURATIQAH ZAINAL ABIDIN, 11-2010-200


PERIODE 15/8/2011-17/9/2011

C. Riwayat Perjalanan Penyakit:


Sejak empat tahun yang lalu, pasien mengaku mempunyai tonjolan kecil di hujung atas
bibir alat kelaminnya yang semakin membesar. Pasien mengira itu adalah bekas jahitan karena ia
baru selesai menjalani operasi untuk melahirkan anaknya jadi ia tidak mempedulikan tentang
benjolan itu. Awalnya hanya sebesar titik saja dan sedikit menonjol serta tidak berasa gatal.
Namun semakin hari pasien merasa tonjolan tersebut semakin membesar hingga sebesar biji
jagung dan semakin terasa gatal. Pasien menyangkal keluar darah, nanah ataupun cairan bening
dari tonjolan tersebut. Pasien juga menyangkal nyeri atau keluar bau yang tidak enak pada
tonjolan tersebut.
Satu tahun yang lalu, pasien mengaku mulai terjadi keputihan yang berbau asam di alat
kelaminnya. Gatal masih dirasakan dan semakin bertambah gatal menyebabkan os sering
menggaruk daerah tersebut. Karena os sering menggaruk daerah kelaminnya menjadi lebih putih
dari daerah sekitarnya.
Selama menikah pasien menyangkal berhubungan suami istri dengan laki laki lain
selain dengan suaminya. Pasien mengaku suaminya mempunyai banyak selingkuhan. Pasien juga
mengaku suaminya suka melakukan hubungan suami istri melalui dubur. Ia juga mengaku
suaminya tidak mempunyai keluhan yang sama sepertinya.
D. Riwayat Penyakit Dahulu :
Riwayat asma, darah tinggi, kencing manis, TBC dan sakit kuning disangkal pasien. Os
pernah mengalami infeksi Toxoplasmosis sewaktu melahirkan anak pertamanya.
E. Stigmata Atopik/Penyakit pada keluarga :
Keluarga pasien tidak ada yang menderita seperti pasien.
III. PEMERIKSAAN
A.STATUS GENERALISATA

Kesadaran

: Compos Mentis

Nadi

: 80 x/ menit

Tensi

: 110/90 mmHg

KASUS KONDILOMA AKUMINATA, NURATIQAH ZAINAL ABIDIN, 11-2010-200


PERIODE 15/8/2011-17/9/2011

Suhu

: 36,8 c

Berat Badan

: 73 kg

Mata

: Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-

Gigi

: Karies gigi -

THT

: Menbran timpani utuh +/+, sekret -/-

B. STATUS LOKALIS

Kelainan Kulit:
Hipopigmentasi, papul, vegetasi

Kelainan Selaput Lendir/ Orifisium:


Tidak ada

Kelainan mata
Tidak ada

C. STATUS DERMATOLOGIKUS
Penyebaran

: regional

Kelainan Bentuk

: papula, vegetasi

Bentuk Lesi

: filiformis

UKK PRIMER
(-)

Eritema

(+)

Hipopigmentasi

(-)

Hiperpigmentasi

(+)

Papula

(-)

Nodula

(-)

Vesikula

(-)

Bula

(-)

Pustula

(-)

Bula purulen

(-)

Bula haemoragik
3

KASUS KONDILOMA AKUMINATA, NURATIQAH ZAINAL ABIDIN, 11-2010-200


PERIODE 15/8/2011-17/9/2011

(-)

Scratch mark

(-)

Urtika

(-)

Planus

(-)

Tumor

(-)

Kista

UKK SEKUNDER
(-)

Skuama

(-)

Linkenifikasi

(-)

Fisura

(-)

Rhagaden

(-)

Maserasi

(-)

Erosi

(-)

Krusta

(-)

Ulkus

(-)

Ekskoriasi

(-)

Eksfoliasi

(-)

Plak

(-)

Granulasi

(-)

Fistula

UKK SPESIFIK/ KHUSUS


(-)

Kanalikuli

(+)

Vegetasi

(-)

Tuber

(-)

Infiltrate

(-)

Purpura

(-)

Purpura palpable

(-)

Roseolae

(-)

Teleangiektasis

(-)

Ptekie

(-)

Ekimosis
4

KASUS KONDILOMA AKUMINATA, NURATIQAH ZAINAL ABIDIN, 11-2010-200


PERIODE 15/8/2011-17/9/2011

(-)

Spider Nevi

(-)

Eksantema

(-)

Angio edema

(-)

Flushing

(-)

Sikatriks

(-)

Keloid

(-)

Cafe au lait

Duh Tubuh :
-

Eksudat uretra

: Tidak ada

Discharge vagina

: Ada

Pembengkakan Kelenjar :
-

Tidak ada pembengkakan kelenjar

Gambar 1: Vegetasi ukuran numularis yaitu kondiloma akuminata di hujung atas labia majora
disertai hipopigmentasi di sekitar vulva dan perineum.

KASUS KONDILOMA AKUMINATA, NURATIQAH ZAINAL ABIDIN, 11-2010-200


PERIODE 15/8/2011-17/9/2011

Gambar 2: Kondilomata akuminata yang telah di elektokauterisasi (E.C)

D. PEMERIKSAAN PENUNJANG LAINNYA :


Pemeriksaan Laboratorium

: Preparat Vagina:- 1. Gonore negatif


2. Trichomonas negatif
3. Jamur negatif
4.

Pewarnaan

gram:

bakteri batang gram +ve,


lekosit jarang, epitel +ve
Dilakukan biopsi tanggal

:-

Pemeriksaan Radiologi

:-

Tes imunofluoresens/Pemeriksaan Imunologik

:-

Hasil Tes Sensitivitas

:-

KASUS KONDILOMA AKUMINATA, NURATIQAH ZAINAL ABIDIN, 11-2010-200


PERIODE 15/8/2011-17/9/2011

E. DIAGNOSIS BANDING

Kondiloma akuminata : vegetasi bertangkai, permukaannya berupa tonjolan (filiformis)


seperti bunga kol

Kondiloma lata : sifilis stadium II, klinis berupa plakat yang erosif, biasanya permukaan
rata dan STS positif, ditemukan Spirochaeta pallidum

Moluskum kontagiosum : pada papulnya berisi massa yang mengandung badan


moluskum, dapat dikeluarkan badan badan moluskum

Veruka vulgaris : vegetasi yang tidak bertangkai, kering, berwarna abu abu

F. DIAGNOSIS KERJA
Kondiloma akuminata

G. PENATALAKSANAAN

Tindakan Dermato/venerologik :
(-)

Pungsi Lesi

(-)

Enukleasi/ Kuretase

(-)

Insisi/ Eksisi

(-)

Khemo-kauterisasi

(-)

Elektro-fulgurasi

( +)

Elektro-kauterisasi

(-)

Bedah Beku

(-)

Biopsi Intoto/ekstirpasi lesi

(-)

Debridement

(-)

Nekrotomi

(-)

Reserplasti/Ekstraksi

(-)

Bedah Skalpel lainnya

KASUS KONDILOMA AKUMINATA, NURATIQAH ZAINAL ABIDIN, 11-2010-200


PERIODE 15/8/2011-17/9/2011

UMUM :
-tidak berganti ganti pasangan dalam berhubungan suami istri
-saling setia dengan pasangan masing masing
-pasangannya juga harus diobati
-meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT

KHUSUS :

Medikamentosa oral :
1.

Interferon alfa : 4 6 mU i.m 3x seminggu selama 6 minggu

2.

Vitamin C 3x1

Aplikasi lokal/topical
1. Tingtura podofilin 25%
2. Elektrokauterisasi

H. PROGNOSIS
Ad vitam

: Bonam

Ad functionam

: Bonam

Ad Sanationam

: Bonam

I.KONSULTASI KE BAGIAN LAIN


Tidak ada
J. PEMERIKSAAN SELANJUTNYA

Pemeriksaan serologi darah untuk sifilis

Kontrol kembali setelah obat habis

KASUS KONDILOMA AKUMINATA, NURATIQAH ZAINAL ABIDIN, 11-2010-200


PERIODE 15/8/2011-17/9/2011

KONDILOMA AKUMINATUM
PENDAHULUAN
Kondiloma akuminata merupakan salah satu penyakit menular seksual selain Gonore
(GO), Sifilis, Chlamydia, Herpes Genitalis, kutu kemaluan (pubic lice), Vaginitis. Penularan
penyakit menular seksual umumnya adalah melalui hubungan seksual, sedangkan cara lainnya
yaitu melalui transfusi darah, jarum suntik, ibu hamil kepada bayi yang dikandungnya, dan lainlain.1 Di Amerika Serikat cenderung meningkat 4-5 kali lipat dalam dua dekade terakhir,
insidensi tertinggi pada wanita usia 20-30 tahun. Setiap tahun ada 500.000-1.000.000 kasus baru
yang ditemukan di Amerika Serikat.1 Laporan dari klinik penyakit menular seksual (PMS) di
Inggris, bahwa jumlah kasus baru meningkat dua kali lipat dalam dekade terakhir ini. Di negara
Hongkong penyakit ini menduduki peringkat kedua PMS, dan akhir-akhir ini insidensi penyakit
ini meningkat terus. Data rumah sakit di Indonesia menunjukkan bahwa penyakit ini menduduki
peringkat ketiga diantara penyakit penular seksual, sesudah uretritis gonore dan non gonore. 1
Kondiloma akuminata juga dikenal sebagai kutil kelamin, kutil kemaluan, kutil genital
(kutil genitalia), genital warts, veruka akuminata, venereal wart dan jengger ayam. 1,2
Kondiloma akuminatum (KA) adalah penyakit vegetasi akibat hubungan seksual, yang
disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV) tipe tertentu, dengan lesi bertangkai dan
permukaannya berjonjot.1,2

EPIDEMIOLOGI
Penyakit ini termasuk penyakit akibat hubungan seksual (PHS).2 Tersebar secara
kosmopolit dan akibat adanya transmisi melalui kontak langsung. Frekuensinya pada pria dan
wanita adalah sama. 1,2

KASUS KONDILOMA AKUMINATA, NURATIQAH ZAINAL ABIDIN, 11-2010-200


PERIODE 15/8/2011-17/9/2011

ETIOLOGI
Penyebab kondiloma akuminata adalah Human Papilloma Virus (HPV).1,2,3 Virus ini
adalah virus DNA yang tergolong dalam keluarga virus Papova.1,2 Terdapat sekitar 70 tipe HPV,
namun tidak seluruhnya dapat menyebabkan kondiloma akuminata. 2 Tipe yag pernah ditemukan
pada kondiloma akuminata adalah tipe 6, 11, 16, 18, 30, 31, 33, 35, 39, 41, 42, 44, 51, 52 dan 56.
Beberapa tipe HPV tertentu memiliki sifat onkologik yg tinggi, yaitu tipe 16 dan 18. Tipe
ini sering dijumpai pada kanker serviks.1,2 Sedangkan tipe 6 dan 11 lebih sering dijumpai pada
kondiloma akuminata & neoplasia intraepitelial serviks derajat ringan.2
PATOGENESIS
HPV merupakan kelompok virus DNA double-strand. Infeksi HPV terjadi melalui
kontak langsung yaitu hubungan seksual. Faktor pencetus terjadinya kondiloma akuminata
adalah higiene buruk, fluor albus, kelembaban, banyak keringat dan pria yang tidak sirkumsisi.1
Sel dari lapisan basal epidermis diinvasi oleh HPV. Hal ini berpenetrasi melalui kulit dan
menyebabkan mikro abrasi mukosa. Fase virus laten dimulai dengan tidak ada tanda atau gejala
dan dapat berakhir hingga bulan dan tahun.1 Mengikut fase laten, produksi DNA virus, kapsid
dan partikel dimulai. Sel host menjadi terinfeksi dan timbul atipikal morfologis koilocytosis dari
kondiloma akuminata. Area yang paling sering terkena adalah penis, vulva, vagina, serviks,
perineum dan perineal.1,2 Lesi mukosa yang tidak biasa adalah di oropharynx, larynx, dan trachea
telah dilaporkan. HPV-6 bahkan telah dilaporkan di area lain yang tidak biasa (ekstremitas). Lesi
simultan multiple juga sering dan melibatkan keadaan subklinis sebagaimana anatomi yang
berdifferensiasi dengan baik. Infeksi subklinis telah ditegakkan dalam membawa keadaan infeksi
dan potensi akan onkogenik.1
Kondiloma akuminata dibagi dalam 3 bentuk:1,4
1. Bentuk akuminata
Terutama dijumpai pada daerah lipatan dan lembab. Terlihat vegetasi bertangkai dengan
permukaan berjonjot seperti jari. Beberapa kutil dapat bersatu membentuk lesi yang lebih
10

KASUS KONDILOMA AKUMINATA, NURATIQAH ZAINAL ABIDIN, 11-2010-200


PERIODE 15/8/2011-17/9/2011

besar sehingga tampak seperti kembang kol. Lesi yang besar ini sering dijumpai pada
wanita yang mengalami fluor albus dan pada wanita hamil, atau pada keadaan imunitas
terganggu.
2. Bentuk papul
Lesi bentuk papul biasanya didapati di daerah dengan keratinisasi sempurna, seperti
batang penis, vulva bagian lateral, daerah perianal dan perineum. Kelainan berupa papul
dengan permukaan yang halus dan licin, multipel dan tersebar secara diskret.
3. Bentuk datar
Secara klinis, lesi bentuk ini terlihat sebagai makula atau bahkan sama sekali tidak
tampak dengan mata telanjang, dan baru terlihat setelah dilakukan tes asam asetat. Dalam
hal ini penggunaan kolposkopi sangat menolong.
GEJALA KLINIS 1,2,4
a. Terdapat papul atau tumor (benjolan), dapat soliter (tunggal) atau multipel (banyak)
dengan permukaan yang verukous atau mirip jengger ayam.
b. Terkadang penderita mengeluh nyeri. Jika timbul infeksi sekunder berwarna
kemerahan akan berubah menjadi keabu-abuan dan berbau tidak sedap.
c. Umumnya di daerah lipatan yang lembab pada genitalia eksterna. Pada pria, misalnya
di: perineum dan sekitar anus, sulkus koronarius, gland penis, muara uretra eksterna,
prepusium, korpus dan pangkal penis. Pada wanita, misalnya di vulva dan sekitarnya,
introitus vagina, labia mayor, labia minor, terkadang pada porsio uteri.

11

KASUS KONDILOMA AKUMINATA, NURATIQAH ZAINAL ABIDIN, 11-2010-200


PERIODE 15/8/2011-17/9/2011

Gambar 1: Pada wanita misalnya di vulva dan sekitarnya, introitus vagina, labia
mayor, labia minor, terkadang pada porsio uteri.

Gambar 2: Pada pria, misalnya di perineum dan sekitar anus, sulcus coronaries, gland
penis, muara uretra eksterna, preputium, corpus dan pangkal penis.
GAMBARAN HISTOPATOLOGI
Histopatologi lesi kondiloma akuminata:1

Stratum korneum

: sedikit menebal dan terdiri dari sel-sel parakeratosis

Stratum malphigi : papilomatosis & akantosis disertai dengan penebalan dan


perpanjangan rete ridge

Gambaran paling khas untuk penegakan diagnosis adalah adanya daerah-daerah sel
epitelnya mengalami vakuolisasi jelas

Dermis : edematus dengan kapiler-kapiler melebar dan adanya infiltrat peradangan padat

DIAGNOSIS
Penegakan Diagnosis 1
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis. Dapat dilakukan pemeriksaan penunjang
dengan:
1. Tes asam asetat

12

KASUS KONDILOMA AKUMINATA, NURATIQAH ZAINAL ABIDIN, 11-2010-200


PERIODE 15/8/2011-17/9/2011

Bubuhkan asam asetat 5% dengan lidi kapas pada lesi yang dicurigai. Dalam beberapa
menit lesi akan berubah warna menjadi putih (acetowhite). Perubahan warna pada lesi di
daerah perianal perlu waktu lebih lama (sekitar 15 menit).
2. Kolposkopi
Merupakan tindakan yang rutin dilakukan di bagian kebidanan. Pemeriksaan ini terutama
berguna untuk melihat lesi kondiloma akuminata subklinis, dan kadang-kadang dilakukan
bersama dengan tes asam asetat.
3. Histopatologi
Pada kondiloma akuminata yang eksofitik, pemeriksaan dengan mikroskop cahaya akan
memperlihatkan gambaran papilomatosis, akantosis, rete ridges yang memanjang dan
menebal, parakeratosis dan vakuolisasi pada sitoplasma.
DIAGNOSIS BANDING1-4

Veruka vulgaris : vegetasinya tidak bertangkai, kering dan berwarna keabu-abuan atau
berwarna kulit

Kondiloma latum : Lesi sifilis stadium II. Lesi berupa plakat erosif dan banyak kuman
Treponema pallidum

Karsinoma sel skuamosa : Lesi vegetasi menyerupai kembang kol, mudah berdarah dan
berbau.

KOMPLIKASI 1

Infeksi sekunder

Degenerasi maligna

PENGOBATAN
1. Kemoterapi - sitostatika topikal
a. Tingtura podofilin 25 %. 1,2,4

13

KASUS KONDILOMA AKUMINATA, NURATIQAH ZAINAL ABIDIN, 11-2010-200


PERIODE 15/8/2011-17/9/2011

Sebelum pengolesan dilakukan, oleskan salep vaselin atau pasta untuk melindungi kulit
daerah sekitar lesi agar tidak terjadi reaksi iritasi. Pengolesan tingtura podofilin 25 % pada
lesi vegetatif, biarkan 4 - 6 jam setelah itu dicuci bersih. Bila belum sembuh, pengolesan
diulang 3 hari kemudian. Setiap kali pengolesan tingtura podofilin 25 % jangan melebihi
0,3ml karena obat ini akan diserap dan bersifat toksik.
Gejala toksik akibat tingtura podofilin adalah mual, muntah, nyeri abdomen, gangguan
saluran pernafasan, berkeringat banyak disertai dengan kulit dingin, supresi sumsum tulang
disertai dengan trombositopenia dan leukopenia.
Pengobatan podofilin sebaiknya tidak diberikan kepada wanita hamil karena dapat
menyebabkan kematian fetus atau anak lahir mati akibat adanya severe neuropathy
b. 5 fluorourasil (5 FU) 1,2,4
Konsentrasi 5 FU antara 1 5 % dalam bentuk krim. Obat ini teruatama untuk lesi di meatus
uretra. Terapi 1 kali sehari, setiap hari sampai lesi hilang. Setelah pengolesan 5 FU, pasien
dianjurkan tidak miksi selama 2 jam. Terapi ini tidak dianjurkan diberikan kepada wanita
hamil.
c.Asam triklorasetat 1,2,4
Digunakan larutan dengan konsentrasi 50 %, dioleskan 1 kali seminggu. Terapi ini harus
hati-hati, karena dapat menimbulkan ulkus dalam. Dapat diberikan kepada wanita hamil.
2. Bedah listrik (elektrokauterisasi) 1-4
3. Bedah beku (Cryosurgery) dengan N2 dan N2O cair. 1-4
Terapi ini dapat diberikan pada lesi besar dan wanita hamil.
4. Bedah skalpel untuk mengeksisi lesi 1,2,4
5. Bedah laser 1,2

Laser karbondioksida

Kelebihan terapi laser adalah kesembuhan luka lebih cepat dan lebih sedikit jaringan
parut bila dibandingkan dengan elektrokauterisasi.

6. Interferon 1,2

Terapi interferon dilakukan suntikan yaitu i.m atau intralesi dan topikal yaitu dalam
bentuk krim

14

KASUS KONDILOMA AKUMINATA, NURATIQAH ZAINAL ABIDIN, 11-2010-200


PERIODE 15/8/2011-17/9/2011

Dosis interferon alfa adalah 4 6 mU i.m.3 kali seminggu selama 6 minggu / 1 5 mU


i.m. selama 6 minggu

Dosis interferon beta adalah 2 x 106 unit i.m. selama 10 hari berturut-turut.

7. Imunoterapi 1,2

Untuk lesi luas dan resisten terhadap pengobatan, dapat diberikan terapi bersama dengan
imunostimulator.

PROGNOSIS
Lesi ini sering mengalami residif, namun pada umumnya prognosisnya baik.2 Penyakit ini
dapat disembuhkan total, namun kadang kadang dapat kambuh setelah pengobatan karena
adanya infeksi ulang atau timbulnya penyakit yang masih laten. 1,4 Mengingat virus ini juga
meningkatkan resiko terjadinya penyakit kanker serviks [kanker mulut rahim], maka jika
memang seseorang sudah positif terkena kondiloma akuminata sebaiknya dilakukan test pap
smear juga. Test ini juga dianjurkan bagi wanita paling tidak setiap 1 tahun setelah aktif secara
seksual.1

15

KASUS KONDILOMA AKUMINATA, NURATIQAH ZAINAL ABIDIN, 11-2010-200


PERIODE 15/8/2011-17/9/2011

DAFTAR PUSTAKA
1. Kondiloma Akuminata. Dinduh dari http://bidanshop.blogspot.com/2010/01/kondilomaakuminata-si-jengger-ayam.html, 31 Agustus 2011
2. Kondiloma Akuminata. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Ronny P. Hanoko, 113-4.
Edisi kelima. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
3. Sexually Transmitted Infection. Fritzpatricks Color Atlas & Synopsis of Clinical
Dermatology, Edisi Kelima.
4. Condyloma

Acuminata.

Diunduh

dari

http://meliamedika.blogspot.com/2010/06/condyloma-acuminata.html, 31 Agustus 2011.

16

KASUS KONDILOMA AKUMINATA, NURATIQAH ZAINAL ABIDIN, 11-2010-200


PERIODE 15/8/2011-17/9/2011

17