Anda di halaman 1dari 6

Nama Kelompok:

1.) Al Furgan Dani S 2.) Cindy Afida Larasati 3.) Denis Aprilio 4.) Dewi Ratnasari 5.) Kunto Satrio 6.) Sindi Alawiyah 7.) Sri Laras Setiasih 8.) Yoga Eka Lesmana

Anekdot Hukum Peradilan X.1 Kimia Analis

Sudah adilkah?
Pada suatu hari di sebuah Negara yang memiliki hukum peradilan yang sangat adil ada seorang Tukang Pedati yang sangat rajin. Setiap pagi ia membawa dagangan ke Pasar dengan pedatinya. Untuk menuju ke Pasar si Tukang Pedati harus melewati jembatan panjang untuk menyebrangi sungai.

Suatu pagi Si Tukang Pedati telah siap untuk menuju ke Pasar dengan perasaan yang sangat gembira. Namun sayangnya, tiba-tiba jembatan yang ia biasa lewati salah satu kayunya rapuh dan seketika patah. Barang dagangan Si Tukang Pedati jatuh ke sungai.

Tukang pedati

: Aduhh, seluruh tubuhku sakit semua, dasar jembatan pembawa sial. Kemudian si tukang pedati menyadari bahwa dagangannya jatuh. loh loh kemana barang daganganku Astaga jatuh semua kesungai. Bagaimana nasibku ini.

Si Tukang Pedati tidak terima dagangannya jatuh semua ke sungai, iapun langsung pergi menuju Hakim untuk mengadukan kejadian tersebut.

Tukang Pedati Hakim Tukang Pedati

: PAK HAKIMMMMM : Ada apa ini pak, tolong tenangkan hati terlebih dulu : Halah kebanyakan omong, gimana ini nasib saya, barang dagangan saya jatuh semua kesungai. Habis tak tersisa.

Hakim Tukang pedati

:Loh memangnya ada apa Pak? : Tadi pagi jembatan yang saya lewati kayunya ada yang patah. Barang dagangan saya jatuh semua kesungai. Saya tidak mau tahu, Pak Hakim harus ganti rugi.

Hakim Tukang pedati Hakim Tukang pedati Hakim Tukang pedati

: Loh kenapa jadi saya : Iyalah, salah siapa lagi kalau begitu. : Ya mana saya tahu, saya kan tidak tahu apa apa. Coba Bapak fikir sendiri. : Ya mana saya tahu, menurut Bapak siapa : Loh ya saya tidak tahu, kan bapak yang jatuh, jadi siapa yang salah : Hmmm, saya tahu nih. Ini pasti ulah si pembuat jembatan. Ia harus dihukum Pak. Karena dia, dagangan saya jadi hanyut. Saya tidak mau tahu, ia harus diadili.

Hakim

: Baiklah bapak tenang saja

Lalu sang Hakimpun memanggil si Pembuat Jembatan . Ia menyuruh asistennya untuk membawa si pembuat jembatan untuk mengahadapnya.

Hakim

: Asisten, tolong panggilkan si pembuat jembatan yang membuat bapak ini kesal

Asisten Hakim

: Baik pak

Asisten Hakimpun pergi menuju rumah si pembuat jembatan.

Pembuat jembatan

: Weh, ada apaan nih tumben ada orang penting dating kesini. Mau ngapain Pak? Bikin Jembatan?

Asisten Hakim Pembuat Jembatan Asisten Hakim kamu bau. Pembuat jembatan Asisten Hakim

: Bikin jembatan nenek moyangmu itu bikin jembatan. Ayo ikut saya. : Bapak mau ngajak saya kawin? Oalah Pak Pak, jeruk kok makan jeruk toh : Halah halah, Udah ayo ikut saya jangan banyak ngomong, berisik kamu nafas

: wangi gini dibilang bau. Kita beneran mau kawin pak? : Bawel, Liat saja nanti

Asisten Hakimpun akhirnya berhasil membawa si pembuat jembatan menghadap Hakim.

Asisten Hakim Hakim

: Nih Pak orangnya. : Bagus, terimakasih.

Hakimpun langsung memaki si pembuat jembatan.

Hakim Pembuat Jembatan Hakim Pembuat Jembatan Hakim

: Kamu ini, kerja kok nggak benar. : Lah salah saya apaan pak : Salah kamu? Banyak salah kamu : Apaan coba sebutin : Gara gara kamu, tukang pedati jatuh. Barang dagangannya jatuh semua ke sungai. Kamu sih buat jembatan nggak benar

Pembuat Jembatan

: Loh jangan salahi saya, salahin tuh Tukang Kayu. Kan dia yang memasok Kayu buat saya bikin jadi jembatan.

Hakim Pembuat Jembatan

: Oh gitu yaa. Yaudah deh. : Untung saya nggak jadi nikah sama asisten bapak

Hakimpun Kembali memanggil Asistennya dan menyuruhnya memanggil tukang kayu. Dan sesampainnya di rumah si tukang kayu..

Asisten Hakim Tukang kayu Asisten Hakim Tukang kayu Asisten Hakim Tukang Kayu

: Ayo ikut saya Sambil menarik tangan Tukang kayu. : enak aja main tarik tarik tangan saya dikira saya kambing : Banyak omong kamu, udah ikut saja dengan saya : tunggu dulu, saya mau dibawa kemana Pak : udah jangan banyak nanya ikut aja : Nggak mau, enak aja

Dan akhirnya asisten hakimpun berhasil membawa si tukang kayu meghadap hakim setelah besusah payah menggeret geret si tukang kayu.

Tukang kayu

: Pak hakim, apa salah saya sampai saya harus digeret geret kesini. Saya tidak terima.

Hakim

: Gara gara kamu memasok kayu yang jelek ke pembuat jembatan, jembatan yang dibuat si pembuat jembatan mencelakakan tukang pedati hingga dagangannya jatuh semua ke sungai.

Tukang kayu

: Loh enak aja, jangan salahih saya lah. Saya kan Cuma memasok kayu ke pembuat jembatan. Salahin tuh Pembantu saya. Dia yang mastiin kayu itu bagus apa nggak. Kalo kayunya jelek ya salah dia bukan salah saya.

Hakim Tukang kayu Hakim

: jadi ini salah Pembantu kamu? : IYA BAPAK HAKIM : Oh yaudah. Biasa aja dong buu

Hakimpun Kembali memanggil Asistennya dan menyuruhnya memanggil Pembantu si tukang kayu. Dan sesampainnya di rumah Pembantu si tukang kayu..

Asisten Hakim

: Ayo kamu ikut saya ke Hakim

Pembantu tukang kayu: Mau ngapain pak Asisten Hakim : Udah ikut saya aja

Pembantu tukang kayu: Ah nggak mau ah Asisten Hakim : udah ayo ikut buruan

Pembantu tukang kayu: mau ngapain emangnya Pak? Asisten Hakim : udah jangan banyak tanya, ikut aja udah

Pembantu Tukang kayu: yaudah deh ayo

Dan akhirnya asisten hakimpun berhasil membawa Pembantu si tukang kayu meghadap hakim setelah besusah payah bernegosisasi dengan Pembantu si tukang kayu.

Hakim

: Akhirnya dating jugaa

Pembantu Tukang Kayu: Loh Bapak nunggu saya? Hakim : Yailah, pokoknya kali ini harus dipenjara.

Pembantu Tukang kayu: Loh pak emangnya saya salah apa? Dengan muka Muram. Hakim : Gara gara kamu, tukang pedati jatuh. Barang dagangannya jatuh semua ke sungai. Kamu sihh. Udah, Pokoknya kamu harus masuk penjara Pembantu Tukang kayu: Tapi kan paaak

Hakim

: Tidak ada tapi tapi. Pokonya kamu harus masuk penjara.

Pembantu tukang kayu: Yaudah deeeh iya. Hakim : Nah gitu kek daritadi kan enak saya jadi nggak pusing Hakimpun memanggil Asistennya. Hakim Asisten Hakim : Nih, kamu penjarakan sekarang juga. : Baik Pak

Akhirnya pembantu si tukang kayu dipenjarakan. Tetapi ia tidak diborgol didalam penjara, ia diborgol di pintu penjara. Hingga suatu ketika sang hakim berkeliling area penjara untuk melihat para pelaku kejahatan hukum.

Hakim

: Loh loh, ASISTEN! Ini kenapa diborgol didepan penjara. Kenapa kamu tidak masukkan dia saja kedalam penjara?

Asisten Hakim

: Susah Pak, penjaranya nggak muat, dia telalu tinggidan gemuk sedangkan penjara kita kan sempit. Dia juga nggak punya duit buat disita

Hakim

: Kamu ini gimana sih begini aja kok ngga bisa diselesaikan. Masa harus saya juga yang berfikir. Pakai otakmu itu dong.

Asisten Hakim Hakim

: Iya pak maafkan saya : Udah mending sekarang kamu cari pembantu si tukang kayu yang lebih

pendek, kurus dan punya uang.

Kemudian Asisten Hakimpun mencari pembantu si tukang kayu lain yang pendek kurus dan punya uang. Sesampainya dirumah di pembantu tukang kayu..

Pembantu tukang kayu: Ada apa Pak datang kesini? Asisten Hakim : Saya mau, kamu ikut saya sekarang. Ada hal penting yang harus diselesaikan

Pembantu tukang kayu: Loh pak sebentar, hal penting apa? Asisten Hakim : Udah ikut saja dengan saya, nanti juga kamu tahu

Asisten Hakimpun berhasil membawa pembantu si tukang kayu yang lebih pendek, kurus dan punya uang tersebut menghadap Hakim.

Pembantu tukang kayu: Pak Hakim, apa salah saya. Saya tidak merasa melanggar hukum atau melakukan kesalahan Hakim : Kesalahan kamu sangat fatal

Pembantu tukang kayu: Apa memangnya Pak? Hakim : Kesalahanmu adalah PENDEK, KURUS, DAN PUNYA BANYAK UANG!

Pembantu tukang kayu langsung diborgol oleh Asisten Hakim dan dibawa menuju ruang tahanan. Uang miliknya disita habis.

Hakim bertanya pada Khalayak yang menyaksikan Pengadilan tersebut. Hakim : Saudara sekalian, bagaimana menurut kalian, apakah ini semua sudah adil?

Masyakarat serempak menjawab: ADILLLLL