Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

MULA KERJA , PUNCAK EFEK DAN LAMA KERJA OBAT PADA OBAT ANALGETIK

BY:
ADHI CANDRA Q (027) IZZATUSH SHOLIHAH (141) TRI UNIKA RIZKA R (143) LUKMAN BAIHAQI (147) NUR HELMAWATI (149) M. FAHMI CHISBULLAH (152) ACHMAD HAFIDZ A. (153) DITO SAKTI PUTRA (156) TEGAR PAMUNGKAS (158) TASYA FELICIA M. (160) HUSNA IMAN NOVIRA (162) AFINA FITRA F. (167) NURCAHYANI (168) MAHATVIDAR FUTURIEZQA (169) DZIKRULLAH AKBAR (170)

TUJUAN
1 . Mengetahui mula kerja ( onset of action ) analgetik pada pemberian peroral dan intraperitonial . Parameter yang diukur adalah waktu ( menit ) mualai analgetik diberikan sampai terjadi pengurangan rasa nyeri .

2 . Mengetahui puncak efek ( peak effect ) analgetik pada pemberian peroral dan intraperitonial . Parameter yang diukur adalah waktu ( menit ) terjadi pengurangan rasa nyeri terhadap rangsangan nyeri yang maksimal .

3 . Mengetahui lama kerja obat ( duration of action ) analgetic pada pemberian peroral dan intraperitonial . Parameter yang diukur adalah waktu ( menit ) mul;ai terjadi pengurangan rasa nyeri sampai pengurangan rasa nyeri menghilang .

Alat dan Bahan


Alat : Bahan :

1 . Analgetic meter
2 . Spuit 1 ml 3 . Sonde 4 . Stop watch

1 . Tikus
2 . Obat Analgetik Antalgin tablet dan Metampiron Vial ( Xylomidon )

Prosedur Kerja

Rangsangan Nyeri dengan Tekanan


1 . Menentukan ambang nyeri kontrol ( dihitung sebelum pemberian obat analgesik )
Menimbang BB tikus dan mencatat ( dalam gram ) Pegang tikus sedemikian rupa sehingga tikus merasa rileks

Posisikan bagian runcing dari analgesic meter pada sela jari kaki ( antara jari I II ) . Letakkan beban pada analgesi meter tersebut dan geser . Geser sampai tikus mmenunjukkan respon nyeri berupa menjerit , mencicit , atau menarik kakinya . Jika dengan satu beban tikus

Hasil Pengamatan
Tikus I ( Pemberian Per Oral )
- Berat : 127 gram - Ambang nyeri kontrol : 150 gram

Tikus II ( Pemberian Intraperitonial ) - Berat : 160 gram - Ambang nyeri kontrol : 190 gram

Tikus 1 : BB Ambang nyeri kontrol

: 127 gram : 150 gram

Cara / Dosis Per oral I II III IV V VI % Efek

Waktu 5
-

10
-

15
+ +

20
+ +

25
+ +

30
+ +

35
+ + +

40
+ + + +

45
+ + -

50
+ + -

55
+ -

60
+ -

0% 0 %

33 %

33 %

33 %

33 %

50 %

66, 33 67 % %

33 %

16, 16, 67 67 % %

Tikus 2 : BB Ambang nyeri kontrol Penghitungan dosis

: 160 gram : 190 gram : BB/100x25 160/1000x250 = 40mg/tikus 40/250 = 0,16 ml

Cara / Dosis Per Intraperitoneal I II

Waktu 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60

+
+ -

+
+ -

+ +

+ +

+ + +

+ + + +

+ + +

+ +

III
IV V VI % Efek

33 %

50 %

50 %

50 %

66 %

83, 66 3 % %

50 %

16, 0% 0% 0% 67 %

Persen %

menit

KESIMPULAN
Cara pemberian obat berpengaruh terhadap proses absorbsi obat oleh tubuh. Pemberian obat secara peroral menyebabkan onset obat menjadi lambat karena obat mengalami first pass metabolism), sedangkan onset obat menjadi lebih cepat jika diberikan secara intraperitoneal karena tidak melalui saluran cerna sehingga obat tidak melalui first pass metabolism,