Anda di halaman 1dari 23

perlindungan hukum dalam peraktek keperawatan

Perlindungan Hukum dalam Praktik Keperawatan Hukum adalah seluruh aturan dan undang-undang yang mengatur sekelompok masyarakat . dengan demikian hukum dibuat oleh masyarakat dan untuk mengatur semua anggota masyarakat.

Tujuan hukum dalam keperawatan Tujuan hukum yang mengendalikan cakupan praktek keperawatan, ketentuaan, perizinan bagi perawat, dan standar asuhan adalah melindungi kepentingan masyarakat .perawat yang mengetahui dan menjalankan undang-undang praktik perawat serta standar asuhan akan memberikan layanan keperawatan yang aman dan kompeten.

Fungsi hukum dalam keperawatan Hukum memberikan kerangka kerja untuk menetapkan jenis tindakan keperawatan yang sah dalam asuhan klien. Hokum membedakan tanggung jawab perawat dari tenaga propesional kesehatan lain. Hokum membantu memberikan batasan tindakan keperawatan yang mandiri.

!umber hukum Pedoman legal yang dianut perawat berasal dari hukum perundang-undangan, hukum peraturan, dan hukum umum.

". Hukum Perundang-undangan Hukum yang dikeluarkan oleh badan legislati#. $enggambarkan dan menjelaskan batasan legal praktek keperawatan. %ndang-undang ini melindungi hak-hak penyandang cacat di tempat kerja, institusi pendidikan, dan dalam masyarakat. &. Hukum peraturan atau hukum administrati#

Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh badan administrati#. !alah satu contoh hukum peraturan adalah kewajiban untuk melaporkan tindakan keperawatan yang tidak kompeten atau tidak etis. '. Hukum umum (erasal dari keputusan pengadilan yang dibuat di ruang pengadilan saat kasus hukum indi)idu diputuskan. *ontoh hukum umum adalah in#ormed consent dan hak klien untuk menolak pengobatan.

Tipe Hukum ". Hukum Pidana +criminal laws, mencegah terjadinya kejahatan dalam masyarakat dan memberikan hukuman bagi pelaku tindakan kriminal. *ontohnya antara lain pembunuhan, pembunuhan tidak direncana, dan pencurian. &. Hukum Perdata melindungi hak-hak pribadi indi)idu dalam masyarakat dan mendorong perlakuan yang adil dan pantas di antara indi)idu.

%ndang-undang dan strategi diberlakukan untuk melindungi perawat terhadap litigasi. -ood !amaritan .ct adalah salah satu contoh hukum yang dibuat untuk melindungi perawat saat memberikan bantuan dalam suatu kecelakan. $elakukan praktik yang kompeten dan aman yang sesuai dengan undang-undang dan standar praktik merupakan landasan hukum utama terkait keamanan bagi perawat. /okumentasi yang akurat dan lengkap merupakan komponen perlindungan hukum yang penting bagi perawat.

%ndang-undang dan srategi diberlakukan untuk melindungi perawat terhadap litigasi diantaranya0 -ood !amaritan .ct adalah undang-undang yang ditetapkan untuk melindungi penyediaan layanan kesehatan yang memberikan bantuan pada situasi kegawatan terhadap tuduhan malpraktek kecuali dapat dibuktikan terjadi penyimpangan berat dari standar asuhan normal atau kesalahan yang disengaja di pihak penyedia layanan kesehatan. .suransi tanggung wajib pro#esi seiring meningkatnya tuntutan malpraktik terhadap para propesional kesehatan, perawat dianjurkan mengurus asuransi tanggung wajib mereka. Kebayakan rumah sakit memiliki asuransi pertanggungan bagi semua pegawai, termasuk semua perawat. /okter atau rumah sakit dapat dituntut karena tindak kelalaian yang dilakukan perawat dan perawat juga dapat dituntut dan dianggap bertanggung jawab atas kelalaian atau malpraktik.1umah sakit dapat menuntut balik perawat saat mereka terbukti lalai dan rumah

sakit mengharuskan untuk membayar. 2leh karna itu perawat dianjurkan mengurus sendiri jaminan asuransi mereka dan tidak hanya mengandalkan asuransi yang disediakan oleh rumah sakit saja. $elaksanakan program dokter para perawat diharap mampu menganalisis prosedur dan medikasi yang diprogramkan dokter. Perawat bertanggung jawab mengklari#ikasi program yang tampak rancu atau salah dari dokter yang meminta. $emberikan asuhan keperawatan yang kompeten praktik yang kompeten adalah upaya perlindungan hukum utama bagi perawat. Perawat sebaiknya memberikan asuhan yang tetap berada dalam batasan hokum praktik mereka dan dalam batasan kebijakan instansimaupun prosedur yang berlaku.penerapan proses keperawatan merupakan aspek penting dalam memberikan asuhan klien yang aman dan e#ekti#. $embuat rekam medis rekam medis klien adalah dokumen hukum dan dapat digunakan dipengadilan sebagai barang bukti. 3aporan insiden adalah catatan instantsi mengenai kecelakaan atau kejadian luar biasa.laporan insiden digunakan untuk memberikan semua #akta yang dibutuhkan kepada personel instansi. Peran Perawat (erdasarkan Hukum (erdasarkan hukum, perawat memiliki tiga peran berbeda yang saling bergantung, masingmasing dengan hak dan kewajiban yang terkait, yaitu sebagai penyedia layanan, pegawai atau penerima kontrak sebagai penyedia layanan, dan warga negara.

4 Penyedia 3ayanan Perawat diharapkan memberikan perawatan yang aman dan kompeten. Tersirat dalam peran ini adalah beberapa konsep hukum, yakni tanggung wajib, standar asuhan, dan kewajiban kontrak. Tanggung jawab adalah keadaan atau kondisi untuk bertanggung jawab sesuai hukum terhadap kewajiban dan tindakan seseorang dan pemberian ganti rugi secara #inansial atas tindak pelanggaran. Perawat, contohnya memiliki kewajiban untuk berpraktik dan mengarahkan praktik yang dilakukan orang lain di bawah pengawasan perawat tersebut sehingga bahaya atau cedera pada klien dapat dicegah dan standar asuhan dapat terjaga. !tandar asuhan yang dilakukan atau tidak dilakukan perawat secara hukum dibatasi oloeh undang-undang praktik perawat dan oleh peraturan tindakan yang rasional dan bijaksana, yaitu tindakan yang dilakukan oleh tenaga pro#esional yang rasional dan bijaksana, dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang sama pada situasi yang sama. Kewajiban kontrak adalah tugas perawat yang harus dilakukan perawat, yaitu tugas untuk memberikan asuhan, yang ditetapkan berdasarkan kontrak tersurat dan tersirat.

4 Pegawai atau Penerima Kontrak !ebagai Penyedia 3ayanan Perawat yang diperkerjakan oleh suatu lembaga bekerja sebagai perwakilan lembaga tersebut dan kontrak perawat dengan klien merupakan bentuk kontrak tersirat. 5amun perawat yang diperkerjakan secara langsung oleh klien, contohnya perawat pribadi, mungkin memiliki kontrak tertulis dengan klien tersebut berisi persetujuan perawat untuk memberikan layanan pro#esional dengan biaya imbalan tertentu. Perawat dapat tidak memenuhi ketentuan dalam kontrak bila ia sakit atau meninggal dunia. 5amun kendala dan masalah pribadi, seperti mobil perawat mogok, bukan alasan yang diterima untuk melanggar kontrak 4 6arga 5egara Hak dan kewajiban perawat sebagai warga negara sama dengan setiap indi)idu yang berada di bawah sistem hukum. Hak-hak kewarganegaran melindungi klien dari bahaya dan menjamin pemberian hak atas harta pribadi mereka, hak atas pri)asi, kerahasian, dan hak-hak lain. Hak ini juga berlaku bagi perawat.

.spek 3egal dalam Praktik Keperawatan Perawat perlu memahami dan menerapkan banyak aspek legal pada berbagai peran mereka. *ontohnya, sebagai ad)okat klien, perawat memastikan klien mendapatkan haknya untuk menyetujui atau menolak tindakan setelah diberikan in#ormasi yang benar, serta mengidenti#ikasi dan melaporkan perilaku kekerasan dan pengabaian terhadap pasien yang rentan. .spek legal juga mencakup tanggung jawab untuk melaporkan perawat yang diduga melakukan penyalahgunaan zat kimia.

!tandar Pelayanan !tandar pelayanan + standard o# care , merupakan pedoman legal bagi praktik keperawatan dan memberikan batasan minimum pelayanan keperawatan yang dapat diterima. !tandar tersebut mencerminkan nilai-nilai dan prioritas pro#esi. /alam sebuah tuntutan malpraktek, standar pelayanan keperawatan mengukur tindakan keperawatan dan menentukan apakah perawat melakukan tindakan yang layak dan bijaksana seperti yang dilakukan perawat lainnya dalam situasi yang sama. Pelanggaran terhadap standar pelayanan keperawatan merupakan salah satu elemen yang harus dibuktikan dalam kasus kelalaian atau malpraktik keperawatan.

/alam tuntutan malpraktek atau kelalaian perawat, seorang ahli keperawatan memberikan kesaksian kepada juri tentang standar pelayanan keperawatan. 7uri menggunakan standar pelayanan sebagai dasar untuk menentukan apakah perawat telah melakukan tindakan yang sesuai.

Persetujuan c 8n#ormed *onsent 8n#ormed consent adalah persetujuan indi)idu terhadap pelaksanaan suatu tindakan, seperti operasi atau prosedur diagnostik in)asi#, berdasarkan pemberitahuan lengkap tentang risiko, man#aat, alternati#, dan akibat penolakan. 8n#ormed consent merupakan kewajiban hukum bagi penyelengara pelayanan kesehatan untuk memberikan in#ormasi dalam istilah yang dimengerti oleh klien sehingga klien dapat membuat pilihan. Persetujuan ini harus diperoleh pada saat klien tidak berada dalam pengaruh obat seperti narkotika.

".

Pengertian malpraktek.

malpraktek dide#inisikan merupakan 9kelalaian dari seseorang dokter atau perawat untuk mempergunakan tingkat kepandaian dan ilmu pengetahuan dalam mengobati dan merawat pasien, yang lazim dipergunakan terhadap pasien atau orang yang terluka menurut ukuran dilingkungan yang sama: .

%ntuk malpraktek hukum dibagi dalam ' kategori sesuai bidang hukum yang dilanggar, yakni *riminal malpractice, *i)il malpractice dan .dministrati)e malpractice.

".*riminal malpractice

Perbuatan seseorang dapat dimasukkan dalam kategori criminal malpractice manakala perbuatan tersebut merupakan kesengajaan,kelalaian, kecerobohan. *riminal malpractice yang bersi#at sengaja misalnya melakukan euthanasia +pasal ';; K%HP,, melakukan aborsi tanpa indikasi medis pasal &<< K%HP,. *riminal malpractice yang bersi#at ceroboh +recklessness, misalnya melakukan tindakan medis tanpa persetujuan pasien in#ormed consent.

*riminal malpractice yang bersi#at lalai misalnya kurang hati-hati mengakibatkan luka, cacat atau meninggalnya pasien, ketinggalan klem dalam perut pasien saat melakukan operasi. Pertanggung jawaban didepan hukum pada criminal malpractice adalah bersi#at indi)idual=personal dan oleh sebab itu tidak dapat dialihkan kepada orang lain atau kepada rumah sakit=sarana kesehatan.

&. *i)il malpractice

!eorang tenaga kesehatan akan disebut melakukan ci)il malpractice apabila tidak melaksanakan kewajiban atau tidak memberikan prestasinya sebagaimana yang telah disepakati +ingkar janji,. Tindakan tenaga kesehatan yang dapat dikategorikan ci)il malpractice antara lain0 a. Tidak melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan. b. $elakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan tetapi terlambat melakukannya. c. $elakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan tetapi tidak sempurna. d. $elakukan apa yang menurut kesepakatannya tidak seharusnya dilakukan. Pertanggung jawaban ci)il malpractice dapat bersi#at indi)idual atau korporasi dan dapat pula dialihkan pihak lain berdasarkan principle o# )icarius liability. /engan prinsip ini maka rumah sakit=sarana kesehatan dapat bertanggung gugat atas kesalahan yang dilakukan karyawannya +tenaga kesehatan, selama tenaga kesehatan tersebut dalam rangka melaksanakan tugas kewajibannya.

'. .dministrati)e malpractice Tenaga perawatan dikatakan telah melakukan administrati)e malpractice manakala tenaga perawatan tersebut telah melanggar hukum administrasi. ketentuan di bidang kesehatan, misalnya tentang persyaratan bagi tenaga perawatan untuk menjalankan pro#esinya +!urat 8jin Kerja, !urat 8jin Praktek,, batas kewenangan serta kewajiban tenaga perawatan. .pabila aturan tersebut dilanggar maka tenaga kesehatan yang bersangkutan dapat dipersalahkan melanggar hukum administrasi.

/asar Perlindungan Hukum

". Pasal >' +", %% &' tahun "<<& tentang Kesehatan

", Tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan pro#esinya. &, Tenaga kesehatan dalam melaksanakan tugasnya berkewajiban untuk mematuhi standar pro#esi dan menghormati hak pasien. ', Tenaga kesehatan untuk kepentingan pembuktian dapat melakukan tindakan medis terhadap seseorang dengan memperhatikan kesehatan dan keselamatan yang bersangkutan. ;, Ketentuan mengenai standar pro#esi dan hak-hak pasien diatur dalam peraturan pemerintah. &. Pasal >; ", Terhadap tenaga kesehatan yang melakukan kesalahan atau kelalaian dalam melaksankan tugas pro#esinya dapat dikenakan tindakan sangsi &, Penentuan ada tidaknya kesalahan atau kelalaian sebagaimana dimaksud dalam ayat +", ditentukan oleh $ajelis /isiplin Tenaga Kesehatan ', Ketentuan mengenai pembentukan, tugas, #ungsi, dan tata kerja $ajelis /isiplin Tenaga Kesehatan ditetapkan dengan keputusan presiden '. Pasal &; +", PP '& tahun "<<? tentang Tenaga Kesehatan Perlindungan hukum diberikan kepada tenaga kesehatan yg melakukan tugasnya sesuai dengan standar pro#esi tenaga kesehatan.

;. Pasal ';; K%HP 9(arang siapa menghilangkan jiwa orang lain atas permintaan orang itu sendiri, yang disebutkannya dengan nyata @ sungguh-sungguh dihukum penjara selamalamanya duabelas tahun.:

>.

Pasal &<< K%HP

+", (arangsiapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruh supaya diobati, dengan memberitahukan atau menimbulkan harapan bahwa dengan pengobatan itu kandungannya dapat digugurkan, diancam pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat puluh lima ribu rupiah. +&, (ila yang bersalah berbuat demikian untuk mencari keuntungan, atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pekerjaan atau kebiasaan, atau bila dia seorang dokter, bidan atau juru-obat, pidananya dapat ditambah sepertiga. +', (ila yang bersalah melakukan kejahatan tersebut dalam menjalankan pekerjaannya, maka haknya untuk melakukan pekerjaan itu dapat dicabut.

perlindungan hukum dalam praktik keperawatan

!elasa, && 7anuari &A"'

PB1T.5--%5-7.6.(.5

Pengertian pertanggung jawab 91esponsibility: +(arbara kozier dalam Fundamental o# nursing "<C'0&>, 1esponsibility means 0 1eliability and thrustworthiness. This attribute indicates that the pro#essional nurse carries out reDuired nursing acti)ities conscientiously and that nurseEs actions are honestly reported +Koziers, "<C'0&>, Tanggung jawab perawat berarti keadaan yang dapat dipercaya dan terpercaya. !ebutan ini menunjukan bahwa perawat pro#essional menampilkan kinerja secara hati-hati, teliti dan kegiatan perawat dilaporkan secara jujur. Klien merasa yakin bahwa perawat bertanggung jawab dan memiliki kemampuan, pengetahuan dan keahlian yang rele)an dengan disiplin ilmunya. Kepercayaan tumbuh dalam diri klien, karena kecemasan akan muncul bila klien merasa tidak yakin bahwa perawat yang merawatnya kurang terampil, pendidikannya tidak memadai dan kurang berpengalaman. Klien tidak yakin bahwa perawat memiliki integritas dalam sikap, keterampilan, pengetahuan +integrity, dan kompetensi. (eberapa cara dimana perawat dapat mengkomunikasikan tanggung jawabnya 0 ". $enyampaikan perhatian dan rasa hormat pada klien +sincere intereset,

*ontoh 0 9$ohon maa# bu demi kenyamanan ibu dan kesehatan ibu saya akan mengganti balutan atau mengganti spreinya:. &. (ila perawat terpaksa menunda pelayanan, maka perawat bersedia memberikan penjelasan dengan ramah kepada kliennya +eFplanantion about the delay,. $isalnya 09$ohon maa# pak saya memprioritaskan dulu klien yang gawat dan darurat sehingga harus meninggalkan bapak sejenak:. '. $enunjukan kepada klien sikap menghargai +respect, yang ditunjukkan dengan perilaku perawat. misalnya mengucapkan salam, tersenyum, membungkuk, bersalaman dsb. ;. (erbicara dengan klien yang berorientasi pada perasaan klien +subjects the patiens desires, bukan pada kepentingan atau keinginan perawat. $isalnya 9*oba ibu jelaskan bagaimana perasaan ibu saat ini:. !edangkan apabila perawat berorientasi pada kepentingan perawat 0 9 .pakah bapak tidak paham bahwa pekerjaan saya itu banyak, dari pagi sampai siang, mohon pengertiannya pak, jangan mau dilayani terus: >. Tidak mendiskusikan klien lain di depan pasien dengan maksud menghina +derogatory,.

$isalnya 9 pasien yang ini mungkin harapan sembuhnya lebih kecil dibanding pasien yang tadi:

?. $enerima sikap kritis klien dan mencoba memahami klien dalam sudut pandang klien +see the patient point o# )iew,. $isalnya perawat tetap bersikap bijaksana saat klien menyatakan bahwa obatnya tidak cocok atau diagnosanya mungkin salah.

(.

Pengertian Tanggung jawab perawat menurut .5.

1esponsibility adalah 0 Penerapan ketentuan hukum +eksekusi, terhadap tugas-tugas yang berhubungan dengan peran tertentu dari perawat, agar tetap kompeten dalam Pengetahuan, !ikap dan bekerja sesuai kode etik +.5., "<C>,. $enurut pengertian tersebut, agar memiliki tanggung jawab maka perawat diberikan ketentuan hukum dengan maksud agar pelayanan perawatannya tetap sesuai standar. $isalnya hukum mengatur apabila perawat melakukan kegiatan kriminalitas, memalsukan ijazah, melakukan pungutan liar dsb. Tanggung jawab perawat ditunjukan dengan cara siap menerima hukuman +punishment, secara hukum kalau perawat terbukti bersalah atau melanggar hukum.

*.

Pengertian 1esponsibility menurut (erten , +"<<'0"'',

1esponsibility 0 Keharusan seseorang sebagai mahluk rasional dan bebas untuk tidak. $engelak serta memberikan penjelasan mengenai perbuatannya, secara retros#ekti# atau pros#ekti# +(ertens, "<<'0"'',. (erdasarkan pengertain di atas tanggung jawab diartikan sebagai kesiapan memberikan jawaban atas tindakan-tindakan yang sudah dilakukan perawat pada masa lalu atau tindakan yang akan berakibat di masa yang akan datang. $isalnya bila perawat dengan sengaja memasang alat kontrasepsi tanpa persetujuan klien maka akan berdampak pada masa depan klien. Klien tidak akan punya keturunan padahal memiliki keturunan adalah hak semua manusia. Perawat secara retrospekti# harus bisa mempertanggung-jawabkan meskipun tindakan perawat tersebut diangap benar menurut pertimbangan medis.

/.

7enis tanggung jawab perawat

Tanggung jawab +1esponsibility, perawat dapat diidenti#ikasi sebagai berikut 0 ". &. 1esponsibility to -od +tanggung jawab utama terhadap Tuhannya, 1esponsibility to *lient and !ociety +tanggung jawab terhadap klien dan masyarakat,

'. 1esponsibility to *olleague and !uper)isor +tanggung jawab terhadap rekan sejawat dan atasan,

B.

Tanggung jawab perawat terhadap Tuhannya saat merawat klien

/alam sudut pandang etika 5ormati#, tanggung jawab perawat yang paling utama adalah tanggung jawab di hadapan Tuhannya. !esungguhnya penglihatan, pendengaran dan hati akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Tuhan. /alam sudut pandang Btik pertanggung jawaban perawat terhadap Tuhannya terutama yang menyangkut hal-hal berikut ini 0 ". .pakah perawat berangkat menuju tugasnya dengan niat ikhlas karena .llah G

&. .pakah perawat mendoEakan klien selama dirawat dan memohon kepada .llah untuk kesembuhannya G '. ;. >. ?. H. .pakah perawat mengajarkan kepada klien hikmah dari sakit G .pakah perawat menjelaskan ma#aat doEa untuk kesembuhannya G .pakah perawat mem#asilitasi klien untuk beribadah selama di 1!G .pakah perawat melakukan kolaborasi dalam pemenuhan kebutuhan spiritual klienG .pakah perawat mengantarkan klien dalam sakaratul maut menuju Khusnul khotimahG

F.

Tanggung 7awab +1esponsibility, perawat terhadap klien.

Tanggung jawab merupakan aspek penting dalam etika perawat. Tanggung jawab adalah kesediaan seseorang untuk menyiapkan diri dalam menghadapi resiko terburuk sekalipun, memberikan kompensasi atau in#ormasi terhadap apa-apa yang sudah dilakukannya dalam melaksanakan tugas. Tanggung jawab seringkali bersipat retrospekti#, artinya selalu berorientasi pada perilaku perawat di masa lalu atau sesuatu yang sudah dilakukan. Tanggung jawab perawat terhadap klien ber#okus pada apa-apa yang sudah dilakukan perawat terhadap kliennya.

Perawat dituntut untuk bertanggung jawab dalam setiap tindakannya khususnya selama melaksanakan tugas di rumah sakit, puskesmas, panti, klinik atau masyarakat. $eskipun tidak dalam rangka tugas atau tidak sedang meklaksanakan dinas, perawat dituntut untuk bertangung jawab dalam tugas-tugas yang melekat dalam diri perawat. Perawat memiliki peran dan #ungsi yang sudah disepakati. Perawat sudah berjanji dengan sumpah perawat bahwa ia akan senantiasa melaksanakan tugas-tugasnya.

*ontoh bentuk tanggung jawab perawat selama dinasI mengenal kondisi kliennya, melakukan operan, memberikan perawatan selama jam dinas, tanggung jawab dalam mendokumentasikan, bertanggung jawab dalam menjaga keselamatan klien, jumlah klien yang sesuai dengan catatan dan pengawasannya, kadang-kadang ada klien pulang paksa atau pulang tanpa pemberitahuan, bertanggung jawab bila ada klien tiba-tiba tensinya drop tanpa sepengetahuan perawat. dsb. Tanggung jawab perawat erat kaitanya dengan tugas-tugas perawat. Tugas perawat secara umum adalah memenuhi kebutuhan dasar. Peran penting perawat adalah memberikan pelayanan perawatan +care, atau memberikan perawatan +caring,. Tugas perawat bukan untuk mengobati +cure,. /alam pelaksanaan tugas di lapangan adakalanya perawat melakukan tugas dari pro#esi lain seperti dokter, #armasi, ahli gizi, atau #isioterapi. %ntuk tugas-tugas yang bukan tugas perwat seperti pemberian obat maka tanggung jawab tersebut seringkali dikaitkan dengan siapa yang memberikan tugas tersebut atau dengan siapa ia berkolaborasi. /alam kasus kesalahan pemberian obat maka perawat harus turut bertanggung-jawab, meskipun tanggung jawab utama ada pada pemberi tugas atau atasan perawat, dalam istilah etika dikenal dengan 1espondeath !uperior. 8stilah tersebut merujuk pada tanggung jawab atasan terhadap perilaku salah yang dibuat bawahannya sebagai akibat dari kesalahan dalam pendelegasian. !ebelum melakukan pendelegasian seorang pimpinan atau ketua tim yang ditunjuk misalnya dokter harus melihat pendidikan, skill, loyalitas, pengalaman dan kompetensi perawat agar tidak melakukan kesalahan dan bisa bertanggung jawab bila salah melaksanakan pendelegasian. /alam pandangan Btika penting sekali memahami tugas perawat agar mampu memahami tanggung jawabnya. Perawat perlu memahami konsep kebutuhan dasar manusia.

(erdasarkan konsep kebutuhan dasar tersebut, perawat memegang tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan dasar klien. Perawat diharapkan memandang klien sebagai mahluk unik yang komprehensi# dalam memberikan perawatan. Komprehensi# artinya dalam memenuhi kebutuhan dasar klien, tidak hanya ber#okus pada pemenuhan kebutuhan #isiknya atau psikologisnya saja, tetapi semua aspek menjadi tanggung jawab perawat. sebagai contoh ketika merawat klien #raktur perawat tidak hanya memenuhi kebutuhan istirahat, rasa nyaman dan terhindar dari nyeri +sleep and comport need,, tetapi memandang klien sebagai mahluk utuh yang berdampak pada gangguan psikologisnya seperti cemas, takut, sedih, terasing sebagai dampak dari #raktur, atau masalah-masalah sosial seperti +tidak bisa bekerja, rindu pada keluarga, terpisah dari teman, sampai masalah spiritual seperti berburuk sangka pada .llah, tidak mau berdoEa dan perasaan berdosa. Btika perawat melandasi perawat dalam melaksanakan tugas-tugas tersebut. /alam pandangan etika keperawatan perawat memilki tanggung jawab +responsibility, terhadaptugastugasnya terutama keharusan memandang manusia sebagai mahluk yang utuh dan unik.

%tuh artinya memiliki kebutuhan dasar yang kompleks dan saling berkaitan antara kebutuhan satu dengan lainnya, unik artinya setiap indi)idu bersipat khas dan tidak bisa disamakan dengan indi)idu lainnya sehingga memerlukan pendekatan khusus kasus per kasus, karena klien memiliki riwayat kelahiran, riwayat masa anak, pendidikan, hobby, pola asuh, lingkungan, pengalaman traumatik, dan cita-cita yang berbeda. Kemampuan perawat memahami riwayat hidup klien yang berbeda-beda dikenal dengan .bility to know 3i#e span History dan kemampuan perawat dalam memandang indi)idu dalam rentang yang panjang dan berlainan dikenal dengan Holistic.

-.

Tanggung jawab perawat terhadap rekan sejawat dan atasan

.da beberapa hal yang berkaitan dengan tanggung jawab perawat terhadap rekan sejawat atau atasan. /iantaranya adalah sebagai berikut 0 ". $embuat pencatatan yang lengkap +pendokumentasian, tentang kapan melakukan tindakan keperawatan, berapa kali, dimana dengan cara apa dan siapa yang melakukan. $isalnya perawat . melakuan pemasangan in#us pada lengan kanan )ena brchialis, dan pemberian cairan 13 sebanyak > labu, in#us dicabut malam senin tanggal 'A juni &AAH jam &".AA. keadaan umum klien *ompos $entis, TJ"&A=CA mmHg, 5JCAF=m, 1J&CF=m !J'H*.kemudian dibubuhi tanda tangan dan nama jelas perawat. &. $engajarkan pengetahuan perawat terhadap perawat lain yang belum mampu atau belum mahir melakukannya. $isalnya perawat belum mahir memasang BK- diajar oleh perawat yang sudah mahir. %ntuk melindungi masyarakat dari kesalahan, perawat baru dilatih oleh perawat senior yang sudah mahir, meskipun secara akademik sudah dinyatakan kompeten tetapi kondisi lingkungan dan lapangan seringkali menuntut adaptasi khusus. '. $emberikan teguran bila rekan sejawat melakukan kesalahan atau menyalahi standar. Perawat bertanggung jawab bila perawat lain merokok di ruangan, memalsukan obat, mengambil barang klien yang bukan haknya, memalsukan tanda tangan, memungut uang di luar prosedur resmi, melakukan tindakan keperawatan di luar standar, misalnya memasang 5-T tanpa menjaga sterilitas. ;. $emberikan kesaksian di pengadilan tentang suatu kasus yang dialami klien. (ila terjadi gugatan akibat kasus-kasus malpraktek seperti aborsi, in#eski nosokomial, kesalahan diagnostik, kesalahan pemberian obat, klien terjatuh, o)erhidrasi, keracunan obat, o)er dosis dsb. Perawat berkewajiban untuk menjadi saksi dengan menyertakan bukti-bukti yang memadai.

&.&. T.5--%5- -%-.T +.**2%5T.(838TK, .kontabiliti dapat diartikan sebagai bentuk partisipasi perawat dalam membuat suatu keputusan dan belajar dengan keputusan itu konsekuensi-konsekunsinya. Perawat hendaknya memiliki

tanggung gugat artinya bila ada pihak yang menggugat ia menyatakan siap dan berani menghadapinya. Terutama yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan pro#esinya. Perawat harus mampu untuk menjelaskan kegiatan atau tindakan yang dilakukannya. Hal ini bisa dijelaskan dengan mengajukan tiga pertanyaan berikut 0 ". &. '. Kepada siap tanggung gugat itu ditujukan .pa saja dari perawat yang dikenakan tanggung gugatG /engan kriteria apa saja tangung gugat perawat diukur baik buruknyaG

..

Kepada siapa tanggung gugat itu ditujukanG

!ebagai tenaga perawat kesehatan prawat memiliki tanggung gugat terhadap klien, sedangkan sebagai pekerja atau karyawan perawat memilki tanggung jawab terhadap direktur, sebagai pro#esional perawat memilki tanggung gugat terhadap ikatan pro#esi dan sebagai anggota team kesehatan perawat memiliki tanggung gugat terhadap ketua tim biasanya dokter sebagai contoh perawat memberikan injeksi terhadap klien. 8njeksi ditentukan berdasarkan ad)is dan kolaborasi dengan dokter, perawat membuat da#tar biaya dari tindakan dan pengobatan yang diberikan yang harus dibayarkan ke pihak rumah sakit. /alam contoh tersebut perawat memiliki tanggung gugat terhadap klien, dokter, 1! dan pro#esinya.

(.

.pa saja dari perawat yang dikenakan tanggung gugatG

Perawat memilki tanggung gugat dari seluruh kegitan pro#essional yang dilakukannya mulai dari mengganti laken, pemberian obat sampai persiapan pulang. Hal ini bisa diobser)asi atau diukur kinerjanya.

*.

/engan kriteria apa saja tangung gugat perawat diukur baik buruknyaG

8katan perawat, PP58 atau .sosiasi perawat atau .sosiasi 1umah sakit telah menyusun standar yang memiliki krirteria-kriteria tertentu dengan cara membandingkan apa-apa yang dikerjakan perawat dengan standar yang tercantum.baik itu dalam input, proses atau outputnya. $isalnya apakah perawat mencuci tangan sesuai standar melalui > tahap yaitu. $encuci kuku, telapak tangan, punggung tangan, pakai sabun di air mengalir selama ' kali dsb.

&.'. $.!.3.H BT8K /.5 $21.3 /.3.$ KBPB1.6.T.5 $enurut 1osdahal, "<<<0 ;>-;?, masalah isu etik dan moral yang sering terjadi dalam praktek keperawatan pro#essional meliputi 0

..

2rgan transplantation +transplantasi organ,.

(anyak sekali kasus dimana tim kesehatan berhasil mencangkokan organ terhadap klien yang membutuhkan. /alam kasus tumor ginjal, truma ginjal atau gagal ginjal *1F +chronic 1enal Failure,, ginjal dari donor ditransplantasikan kepada ginjal penerima +recipient,. $asalah etik yang muncul adalah apakah organ donor bisa diperjual-belikanG, bagaimana dengan hak donor untuk hidup sehat dan sempurna, apakah kita tidak berkewajiban untuk menolong orang yang membutuhkan padahal kita bisa bertahan dengan satu ginjal. .pakah si penerima berhak untuk mendapatkan organ orang lain, bagaiman dengan tim operasi yang melakukanya apakah sesuai dengan kode etik pro#esiG, bagaimana dengan organ orang yang sudah meninggal, apakah diperbolehkan orang mati diambil organnyaG. !emua penelaahan donor organ harus diteliti dengan kajian majelis etik yang terdiri dari para ahli di bidangnya. $ajelis etik bisa terdiri atas pakar terdiri dari dokter, pakar keperawatan, pakar agama, pakar hukum atau pakar ilmu sosial. !ecara medis ada persyaratan yang harus dipenuhi untuk melakukan donor organ tersebut. /iantaranya adalah memiliki /5., golongan darah, jenis antigen yang cocok anatara /onor dan resipien, tidak terjadi reaksi penolakan secara antigen dan antibodi oleh resipien, harus dipastikan apakah sirkulasi, per#usi dan metabolisme organ masih berjalan dengan baik dan belum mengalami kematian +nekrosis,. Hal ini akan berkaitan dengan isu mati klinis dan in#ormed consent. Perlu adanya saksi yang disahkan secara hukum bahwa organ seseorang atau keluarganya didonorkan pada keluarga lain agar dikemudian hari tidak ada masalah hukum. (iasanya ada serti#ikat yang menyertai bahwa organ tersebut sah dan legal. Pada kenyataannya perangkat hokum dan undang-undang mengenai donor organ di 8ndonesia belum selengkap di luar negeri sehingga operasi donor organ untuk klien 8ndonesia lebih banyak dilakukan di !ingapur, *hina atau Hongkong. $enurut *holil %man +"<<;,, Pencangkokan adalah pemindhan organ tubuh yang mempunyai daya hidup yang sehat untuk menggantikan organ tubuh yang tidak sehat dan tidak ber#ungsidengan baik, yangapabila apabila diobati dengan prosedur medis biasa. Harapan klien untuk bertahan hidupnya tidak ada lagi.

.da ' tipe donor organ tubuh I ". /onor dalam keadaan hidup sehat 0 tipe ini memrlukan seleksi yang cermat dan pemeriksaan kesahatan yang lengkap, baik terhadap donor maupun resipien untuk menghindari kegagalan karena penolakan trubuh oleh resipien dan untk mencegah resiko bagi donor. &. /onor dalam keadaan koma atau diduga akan meninggal dengan sege0 %ntuk tipe ini pengambilan organ donor memrlukan alat control kehidupan misalnya alat (antu perna#asan khusus . .lat (antu akan dicabut setelah pengambilan organ selesai. Penentuan kriteria mati secara yuridis dan medis harus jelas. .pakah kriteria mati itu ditandai dengan berhentinya denyut jantung dan perna#asan atau berhentinya #ungsi otakG, masalah etik ini harus jelas

menjadi pegangan dokter agar di kemudian hari dokter tidak digugat ssebagi pembunuh berencana oleh keluarga bersangkitan sehubugan dengan praktek transplantasi itu. '. /onor dalam keadaan matiI Tipe ini merupakan tipe yang ideal, sebab secara medis tinggal menunggu penentuan kapan donor dianggap meninggal secra medis dan yuridis. /alam pandangan etik normatik +yang bersumber dari agam,, transplantasi organ tubuh termasuk masalah ijtihad, karena tidak terdapat hukumnya secra eksplisit dalam .l-LurEan dan !unah. $asalah ini termasuk masalah kompleks yang harus ditanmgani oleh multidisipliner +kedokteran, biologi, hokum, etika, agama,. Pandangan keperawatan 8slam terhadap tipe " dimana donor dalam keadaan hidup sehat seperti mata, ginjal, jantung, korne mata, sangat dilarang hal ini sesuai dengan #irman .llah surat .l-baDarah ayat "<> 9/an janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. $enghindari kerusakan harus didahulukan daripada mengambil keman#aatan:. .rtinya menolong orang dengan cara mengorbankan dirinya sendiri yang berakibat #atal bagi dirinya tidak diperbolehkan. Pandangan keperawatan islam terhadap donor tipe & I apabila pencangkokan pada mata, ginjal, jantung, dari donor dalam keadaan koma atau hampir meninggal, hal ini juga dilarang karena ia telah membuat mudarat kepada donor yang menyebebakan mempercepat kematiannya. Hal ini sesuai dengan Hadit 1iwayat malik 0 9Tidak boleh ,membuat mudarat pada dirinya dan tidak boleh membikin mudarat pada orang lain:. .pabila pencangkokan mata, ginjal atau jantung dari donor yang telah meninggal atau tipe ', secara yuridis dan klinis, maka 8slam membolehkan dengan syarat 0 a, 1esipien +penerima organ, berada dalam keadaan darurat yang mengancam dirinya setelah menmpuh berbagai upaya pengobatan yang lama b, Pencangkokan tidak akan menimbulkan akibat atau komplikasi yang lebih gawat

c, Telah disetujui oleh wali atau keluarga korban dengan niat untuk menolong bukan untuk memperjual-belikan.

(.

/etermination o# clinical death +perkiraan kematian klinis,

$asalah etik yang sering terjadi adalah penentuan meninggalnya seseorang secara klinis. (anyak kontro)ersi cirri-ciri dalam menentukan mati klinis. Hal ini berkaitan dengan peman#aatan organorgan klien yang dianggap sudah meninggal secra klinis. $enurut rosdahl +"<<<,, criteria kematian klinis +brain death, di beberapa 5egara .merika ditentukan sebagai berikut 0 ". Penghentian na#as setlah berhentinya perna#asan arti#isalselama ' menit +inspirasiekspiorsai, &. (erhentinya denyut jantung tanpa stikulus eksternal

'. ;. >. ?.

Tidak ada respon )erbal dan non )erbal terhadap sti,ulus eksternal Hilangnya re#leks-re#leks +cephalic re#leFes, Pupil dilatasi Hilangnya #ungsi seluruh otak yang bisa dibuktikan dengan BB-

*.

Luality o# 3i#e +kualitas dalam kehidupan,

$asalah kulitas kehidupan sering kali menjadi masalah etik. Hal ini mendasari tim kesehatan untuk mengambil keputusan etis. .pakah seorang klien harus mendapatkan inter)ensi atau tidak. !ebagai contoh bagaiamana bila di suatu tempat tidak ada donor yang bersedia dan tidak ada tenaga ahli yang dapat memberikan tindakan tertentuG. !iapa yang berhak memutuskan tindakan keperawatan pada klien yang mengalami koma. !iapa boleh memutuskan untuk menghentikan resusitasiG. (eberapa hal berikut dapat dijadikan pertimbngan misalnya apabila klien sudah mampu untuk bekerja, apabila klien sudah ber#ungsi secra #isik, berdasarkan usia, berdasarkan man#aat terhadap masyarakat, berdasarkan kepuasaan atau kegembiraan klien, kemaampuan untuk menolong dirinya sendiri, pendapat keluarga klien terdekat atau penaggung jawab klien.

*ontoh kasus apakah klien T(* tetap klita (antu untuk minum obat padahal ia masih mampu untuk bekerjaG, kalau ada dua klien bersamaan yang membutuhkan satu alat siapa yang didahulukan G, .pabila banyak klien lain membutuhkan alat tetapi alat tersebut sedang digunakan oleh klien orang kaya yang tidak ada harapan sembuh apa yang harus dilakukan perawatG. .pabila klien kanker merasa gembira untuk tidak meneruskan pengobatan bagaiaman sikap perawatG. (ila klien harus segera amputasi tetapi klien tidak sadar siapakah yang harus memutuskanG.

/.

Bthical issues in treatment +isu masalah etik dalam tindakan keperawatan,

.pabila ada tindakan yang membutuhkan biaya besar apakah tindakan tersebut tetap dilakukan meskipun klien tersebut tidak mampu dan tidak mau G, apabila tim kesehatan yang memutuskan maka hal ini dikenal dengan mencari keuntungan atau berbuat kerusakan +(ene#icience,. .pabila klien yang memutuskan maka hal ini mungkin termasuk hak otonomi klien +autonomy,, dapatkah klien menolak sesuatu. $asalah-masalah etik yang sering muncul seperti 0

". Klien menolak pengobatan atau tindakan yang direkomendasikan +re#usal o# treatment, misalnya menolak #ototerapi, menolak operasi, menolak 5-T, menolak dipasang kateter. &. Klien menghentikan pengobatan yang sedang berlangsung +withdrawl o# treatment, misalnya /2 berobat pada T(*, /2 kemoterapi pada kanker. '. 6itholding treatment misalnya menunda pengobatan karena tidak akada donor atau keluarga menolak misalnya transplantasi ginjal atau cangkok jantung.

B.

Buthanasia +masalah mengakhiri kehidupan dengan maksud menolong,

Buthanasia sering disebut dengan 9$ercy Killing: yang diartikan sebagai sutu cara mengambil kehidupan klien untuk menghentikan penderitaan yang dihadapi klien tersebut. Hal ini dapat pula diartikan sebagai proses pengunduran diri atau menghentikan inter)ensi tertentu dalan keadan kritis dengan maksud untuk mengurangi penderitaan klien. Terminology lain yang digunakan adalah 9assited suicide: dimana pandangan hokum di negara barat terhadap kasus ini berbedabeda. /i 8ndonesia euthanasia killing mutlak tidak diperbolehkan dengan alas an apapun. !ebenaranya dalam pandangan etika normati#, kelahiran, kematian, jodoh, rezeki adalah ketetapan .llah. Hal ini sesuai dengan #irman .llah dalam surat .l-(aDarah +&, 0 &C 9$engapa kamu ingkar kepada .llah, padahal kamu tadinya benda mati, lalu .llah menghidupkanmu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-5ya kembali, selanjutnya kepada-5ya lah kamu dikembalikan: .s-!ajdah +'&, 0 < 93alu disempurnakan-5ya kejadiannya, ditiupkan-5ya ruh ciptaan-5ya kepada tubuh dan dilengkapi-5ya kamu dengan pendengaran, penglihatan dan pemikiran. 5amun sedikit sekali kamu yang bersyukur: /alam pandangan etika normati)e, $asalah kematian dan hidup manusia telah diprogram oleh .llah. $anusia asalnya segumpal darah kemudian berubah sebagai janin hidup dalam kandungan ibu sampai mencapai waktu lahir +'?='H minggu,. Kemudian .llah menetapkan kelahirannya. !elanjutnya dipelihara dan dibesarkan +diberi rizki, oleh .llah, ditetapkan jodohnya menjadi orang tua menuju kematian. $elakukan bunuh diri atau mengakhiri hidup di luar ketentuan .llah adalah dosa besar yang bertentangan dengan etika #ormal dan etika normati#.

F.

$asalah etik secara umum

$enurut Taylor +"<<H,, masalah etik yang sering terjadi secara umum dapat dibagai menjadi tiga kelompok ". $asalah etik perawat-klien +nurses and clients,

Paternalism +masalah budaya paternal, $asalah etik perawat klien sering terjadi karena #aktor paternalism. $isalnya pada saat klien harus diisolasi atau dilakukan restrain terjadi kon#lik karena klien lansia menolak untuk didampingi perawat. padahal keluarnya klien dari kamar dianggap mengancam jiwa dan dan keselamatan #isiknya. Tetapi dalam hal ini perawat menganggap penghormatan kepada klien sebagai orang tua adalah lebih utama terutama dalam budaya paternalistik. /eception +membohongi klien, $isalnya pada saat klien post op bertanya kepada siwa tentang siapa yang akan memberikan injeksi intramuscular penghilang sakit, maka siswa menjadi cemas karena hal ini pertama kali ia lakukan. Tetapi perawat mengatakan bahwa siswa tersebut sering melakukan injeksi pada klien post op. *on#identiality +masalah kepercayaan klien, Klien menangis dan menyatakan bahwa ia sudah tidak punya uang untuk membayar pengobatan karena ia masuk 1! dibawa polisi, apabila perawat percaya dan menolong klien untuk membebaskan dari biaya pengobatan apakah ini sesuai dengan kaidah etikG, kalau perawat membiarkan tidak menolong apapakah sesuai dengan kaidah etik G

.llocation o# !carce 5ursing resources +masalah membagi perhatian perawat,. !aat dinas malam jam "'.AA perawat sedang sibuk memasang in#us klien dehidrasi berat dan memberikan injeksi !ul#as atropine tiap "> menit kepada klien keracunan pestisida. !aat bersamaan datang klien *a mammae kesakitan dank lien serangan jantung kepada klien manakah tenaga dan pikiran perawat di #okuskanG

8n#ormed *onsent +masalah pemberian in#ormasi pada klien, !eorang dokter res diden menganjurkan perawat untuk segera menyuntikan analgetik pada pada spinal klien karena klien sangat kesakitan, sementara dokter tersebut sedang sibuk melakukan punksi pada tulang belakang klien, apakah perawat akan melakukan ini tanpa memberikan in#ormed consent terlebih dahulu G

*on#licts betweent the clientEs and nursesEs interest +$asalah kon#lik klien dan tata nilai perawat,

!aat perawat melakukan test H8M .8/s pada klien, perawat menolak karena ia sedang hamil dan takut bayinya tertular H8M .8/!.

&.

$asalah etik perawat-dokter +nurses and physicians,

/isagreement about proposed medical regiment +Tidak setuju dengan pengobatan yang dilaksanakan dokter, /alam pengalaman klien bahwa obat penicillin yang diresepkean dokter seringkali menimbulkan alergi pada sebagaian besar klien, saat dokter memebrikan terapi yang sama maka perawat menolak memberikan karena biasanya klien akan komplain kepada perawat.

+The nurse 1ole con#licts, Kon#lik masalah peran dan #ungsi perawat /ibalai pengobatan perawat biasa melakukan sirkumsisi, operasi kecil dan pemberian cairan in#use, padahal menurut undang-undang kesehatan dokter memklaim bahwa tibdakan tersebut hanya boleh dilakukan oleh dokter. Padahal dokter jarng ada di tempat saat terapi harus diberikan.

Physician incompetence +/okter yang tidak kompeten, /alam suatu 1umah !akit ditempatkan seprang dokter yang belum mahir mengambil darah dan memasang in#us, hal ini menyebabkab ketidaknyamanan pada klien. /alam kasus lain dokter bedah baru menyebabkan lambanya proses operasi sehingga klien mengajukan komplain kepada perawat.

'. Perawat dengan institusi dan kebijakan public +nurses and institusional, public policy, short sta##ing +terbatasnya tenaga perawat, Terbatasnya tenaga perawat di puskesmas pembantu atau di wilayah terpencil menyebabkan perawat melakukan semua akti)itas sendirian, mulai dari anamnesa, diagnosa, pengobatan, perawatan, rehabilitasi sampai penyuluhan. healthcare rationing +rasio tenaga keshatan, Terbatasnya tenaga kesehatan menyebabkan ternbatasnya pelayanan perawat kepada masyarakat daerha terpencil, terutama bila terjadi wabah atau bencana alam, di sisi lain peran perawat untuk menjamin kesehatan masyarakat harus dilaksanakan secra optimal.

;.

$asalah etik perawat dengan komisi etik +nuses and Bthics *ommittees,

Fungsi komisi etik adalah untuk pendidikan, membuat keputusan, melakukan peninjauan kasus, dan sebagai konsultasi atau rujukan akhir. Komisi ini sangat penrting sebab beranggotakan para ahli dari berbagai disiplin ilmu dan ahli di bidangnya masingmasing. mereka memilki kemampuan untuk berdiskusi dan melakukan sharing. (anyak peran perawat sebagai client ad)ocate bersuara secra unik dalam #orum ini dengan maksud untuk membela kepentingan klien.

&.;. P.!.3-P.!.3 Pasal-pasal yag di mana mencakup perlindungan hokum yang terdapat pada perawat yaitu0 a. Pasal >' +", %% &' tahun "<<& tentang Kesehatan ", Tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan pro#esinya. &, Tenaga kesehatan dalam melaksanakan tugasnya berkewajiban untuk mematuhi standar pro#esi dan menghormati hak pasien. ', Tenaga kesehatan untuk kepentingan pembuktian dapat melakukan tindakan medis terhadap seseorang dengan memperhatikan kesehatan dan keselamatan yang bersangkutan. ;, Ketentuan mengenai standar pro#esi dan hak-hak pasien diatur dalam peraturan pemerintah. b. Pasal >;

", Terhadap tenaga kesehatan yang melakukan kesalahan atau kelalaian dalam melaksankan tugas pro#esinya dapat dikenakan tindakan sangsi &, Penentuan ada tidaknya kesalahan atau kelalaian sebagaimana dimaksud dalam ayat +", ditentukan oleh $ajelis /isiplin Tenaga Kesehatan ', Ketentuan mengenai pembentukan, tugas, #ungsi, dan tata kerja $ajelis /isiplin Tenaga Kesehatan ditetapkan dengan keputusan presiden. c. Pasal &; +", PP '& tahun "<<? tentang Tenaga Kesehatan Perlindungan hukum diberikan kepada tenaga kesehatan yg melakukan tugasnya sesuai dengan standar pro#esi tenaga kesehatan. d. Pasal ';; K%HP 9(arang siapa menghilangkan jiwa orang lain atas permintaan orang itu sendiri, yang disebutkannya dengan nyata @ sungguh-sungguh dihukum penjara selama-lamanya duabelas tahun.: e. Pasal &<< K%HP ", (arangsiapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruh supaya diobati, dengan memberitahukan atau menimbulkan harapan bahwa dengan pengobatan itu kandungannya dapat digugurkan, diancam pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat puluh lima ribu rupiah. &, (ila yang bersalah berbuat demikian untuk mencari keuntungan, atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pekerjaan atau kebiasaan, atau bila dia seorang dokter, bidan atau juru-obat, pidananya dapat ditambah sepertiga. ', (ila yang bersalah melakukan kejahatan tersebut dalam menjalankan pekerjaannya, maka haknya untuk melakukan pekerjaan itu dapat dicabut.

/.FT.1 P%!T.K.

(arbara kozier, "<C', Fundamental o# nursing (ertens, "<<', Btika 3ucie Koung Kelly, "<C", /imension o# pro#essional 5ursing, #ourth edition, $acmillan publishing 3ondon

*aroline (unker 1osdahal, "<<<, TeFt (ook o# (asic 5ursing, 3ippincot, Philadelphia, 5ewyork, (altimore *holil %man, "<<;, .gama menjawab tentang berbagai masalah .bad modern, .mpel !uci !urabaya Taylor, 3ilis, 3e$one, "<<H, #undamental o# nursing the .rt and !ciences o# 5ursing care, 3ippincott Philadelphia 5ewyork