Anda di halaman 1dari 5

JURNAL

KIMIA ANALITIK II
Penentuan Kadar Klorida 1 April 2014

Disusun Oleh: Nama : Dini Wulandari NIM : 1112016200004

Kelompok 4 1. Aisah 2. Dita Khoerunnisa 3. Ahmad Yandi


4. Fitri Rahmadiani

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1434 H/2014 M

ABSTRACT AND KEYWORDS Klorida dan senyawanya memiliki manfaat yang tak terhitung dalam industri kimia dan yang berhubungan dengannya. Klorida digunakan untuk memurnikan air minum dan anti bakteri untuk kolam renang, limbah kotan, dan limbah industri. Penggunaan ini didasarkan pada daya oksidasi Cl2 dan OCl-, yang terbentuk bila Cl2 dilarutkan dalam larutan basa. Selain itu klorida juga memiliki manfaat bagi tubuh makhluk hidup. Berdasarkan hal tersebut, kiranya penting untuk mengetahui kadar klorida dalam suatu sampel. Pada percobaan ini, sampel yang digunakan ialah MgCl2. Melalui proses titrasi argentometri dan metode gravimetri, kandungan klorida pada sampel MgCl2 ialah 1.9431g. Kata kunci: klorida, titrasi argentometri, proses gravimetri

INTRODUCTION Akhir-akhir ini telah diketahui bahwa sejumlah senyawa klorida yang digunakan secara luas membahayakan lingkungan. Senyawa yang diidentifikasi adalah klorofluorokarbon dan bifenil berklor banyak (PCB). Senyawa ini dulu digunakan dalam tinta, plastik, selubung kertas dan sekarang hanya digunakan dalam transformator listrik dan kapasitor. Zat-zat tersebut dapat bertahan pada suhu tinngi dan tidak mudah rusak secara alami. Hal terebut memperjelas mengenai pengaruh klorinasi pada air. Apabila sumber air kota adalah air sungai, maka dapat diartikan air tersebut mengnadung sisa-sisa industri. Klorinasi air tidak hanya membunuh mikroorganisme tetapi mengklorinasikan pencemar tersebut. (Petrucci, Ralph H, 1985:136) Klorida adalah salah satu ion yang penting bagi tubu karena merupakan anion yang paling berperan dalam mempertahankan keseimbangan elektrolit. Mengingat pentingnya ion klorida, diperlukan suatu metode analisis yang dapat digunakan untuk menentukan kadar klorida dalam sampel yang mengandung klorida. Metode analisis yang umumnya digunakan adalah gravimetri, titrasi argentometri, spektrofotometri UV/Vis, dan spektrofotometri absorbsi atom. Namun pada percobaan ini diguanakan dua metode, yaitu metode gravimetri dan titrasi argentometri. (Badawi, Rachmat, dkk) Metode analisis gravimetri adalah suatu metode analisis yang didasarkan pada pengukuran

berat, yang melibatkan: pembentukan, isolasi dan pengukuran berat dari suatu endapan. Kinerja dari metode gravimetri pun relatif lambat, memerlukan sedikit peralatan, tidak

memerlukan kalibrasi, akurasi 1-2 bagian per seribu, sensitivitas: analit > 1%, selektivitas: tidak terlalu spesifik. Mengenai kelarutan, bila suatu zat terlarut larut sangat sedikit dalam pelarut (kurang dari 0,1 gram zat terlarut dalam 1000 g pelarut) maka zat itu disebut sukar larut (insoluble). (Widiarto, Sonny, 2009: 1) Kemudahan suatu endapan dapat disaring dan dicuci tergantung sebagian besar dan struktur morfologi endapan, yaitu pada bentuk dan ukuran kristal-kristalnya. Makin besar kristalkristal yang terbentuk selama berlangsungnya pengendapan, makin mudah disaring, dan mungkin sekali (meski tak harus) makin cepat kristal-kristal itu akan turun ke bawah keluar dari larutan, yang akan membantu proses penyaringan. (Vogel, 1990: 89)

MATERIAL AND METHODE Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini ialah endapan AgCl, HNO 3 0.05M, HCl 0.1M, AgNO3 0.5M, kertas saring, gelas kimia, cawan porselen, neraca analitik, oven, tang krush, desikator. Cara kerja yang digunakan dalam percobaan ini sebagai berikut: 1. Panaskan kurs porselen dalam oven selama 5 menit dan dinginkan selama 15 menit dalam desikator 2. Masukkan 10mL sampel (MgCl2) kedalam labu erlenmeyer, tambahkan 5-12 tetes indikator (K2CrO4 ) 3. Masukkan larutan AgNO3 0.5M kedalam buret, lakukan proses titrasi hingga endapan berwarna menjelang ungu 4. Panaskan larutan yang mengandung endapan AgCl pada sambil diaduk 5 menit 5. Diamkan pada suhu tersebut selama 2-3 menit sampai terjadi pemisahan endapan dan larutan jernih. 6. Uji kesempurnaan endapan dengan menambahkan 2-3 tetes AgNO3 0.1M, perhatikan bila tida terjadi endapan lagi 7. Simpan ditempat gelap selama 20 menit

8. Saring endapan dan cuci residu dengan 10mL HNO 3 0.05M sebanyak tiga kali sampai bebas AgNO3 (cek dengan HCl 0.1M) 9. Pindahkan endapan kedalam cawan porselen yang telah diketahu massanya 10. Panaskan cawan tersebut didalam oven dinginkan dalam desikator selama 20 menit, timbang dan catat massanya. 11. Lakukan step 10 sampai berat konstan (3x penimbangan)

RESULT AND DISCUSSION Tabel 1.1 Hasil Pengamatan Uraian Hasil titrasi Titer dipanaskan Cawan porselen kosong (g) Berat pemanasan 1 (g) Berat pemanasan 2 (g) Berat pemansan 3 (g) Berat rata-rata (g) Persamaan rekasi Cl- + AgNO3 AgCl + NO3Hasil Pengamatan larutan bening, awalnya terbentuk endapan putih setelah mencapai titik ekuivalen endapanya berwarna menjelang ungu larutan menjadi lebih bening, gumpalan endapan semakin besar 61.6226 3.3720 1.2186 1.2117

Pada metode gravimetri, pengukuran klorida berdasarkan penimbangan dalam bentuk garam perak klorida. Kelemahan metode ini yaitu kelarutan endapan perak klorida dalam air akan meningkat dengan adanya garam amonium, logam alkali, dan asam konsentrasi besar. Perak klorida peka terhadap cahaya, terurai menjadi perak dan klor. Endapan perak klorida yang diperoleh kemurniannya tidak selalu sempurna, mungkin mengandung berbagai jumlah zat pengotor. Sementara untuk hasil penentuan klorida berdasarkan metode ini, yaitu 1.9431g.

Hasil yang cukup signifikan dalam suatu sampel jika mengandung klorida. Namun hasil ini bukanlah hasil akhir yang pasti, walaupun telah melakukan setiap tahap dari pengendapan,

penyaringan, pencucian, pemijaran, hingga penimbangan. Karena beberapa faktor X yang sangat memungkinkan untuk mempengaruhi kemurnian hasil dari suatu sampel. Seperti dalam proses pencucian dengan HNO3 yang berfungsi untuk menghilangkan ion NO 3 - dalam sampel tersebut. Kekurang telitian praktikan terjadi pada proses pengecekkan dengan HCl, endapan yang tidak diinginkan pada filtrat masih ada walau sampai delapan kali pencucian. Selain itu, massa yang tidak konstan yang didapat dari hasil pemijaran, membuat hasil dari penentuan kadar klorida menjadi tidak tentu, karena kadar air yang masih terkandung pada residu tersebut mempengaruhi pada proses selanjutnya, yaitu proses penimbangan. Berdasarkan Badan Standar Nasional Indonesia, kadar klorida yang baik bagi lingkungan sebesar 50-100mg/L.

CONCLUSSION 1. Kadar klorida pada MgCl2 diidentifikasikan sebesar 1.9431g, artinya melebihi kadar yang telah ditetapkan oleh BNSP 2. Metode titrasi argentometri dan titrasi gravimetri merupakan dua dari beberapa metode lain untuk memperoleh kadar klorida dalam suatu sampel. 3. Hasil dari yang diperoleh, belum dapat dipastikan hasil sesungguhnya.

REFERENCE LIST Badawi, Rachmat., Ismulawardi., Noegraha, Agoes dan Subroto. .... Jurnal: Pemanfaatan Grafit Pensil Sebagai Elektrode Selektif Ion bermembran AgCl/Ag 2S untuk Analisa Ion Klorida. Universitas Airlangga Petrucci, Ralph H. 1985. Kimia Dasar Edisi keempat Jilid 2 (Penerjemah: Suminar Achmadi, Ph.D IPB). Jakarta: Erlangga Vogel. 1990. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro Edisi kelima Bagian 1 (Penerjemah: Ir. L. Setiono dan Dr. Hadayana Pudjaatmaka, direvisi oleh G. Shelva). Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka Widiarto, Sonny. 2009. Kimia Analitik. Universitas Lampung