Anda di halaman 1dari 21

Fungsi

Pendidikan yang diselenggarakan dengan suatu landasan yang kokoh, maka prakteknya
akan mantap, artinya jelas dan tepat tujuannya, tepat pilihan isi kurikulumnya, efisien dan
efektif cara-cara pendidikan yang dipilihnya, dst. Dengan demikian landasan yang kokoh
setidaknya kesalahan-kesalahan konseptual yang dapat merugikan akan dapat dihindarkan
sehingga praktek pendidikan diharapkan sesuai dengan fungsi dan sifatnya, serta dapat
dipertanggungjawabkan.
Guru adalah titik sentral suatu kurikulum berkat usaha guru, maka timbul kegairahan belajar
siswa. Sehingga memacu belajar lebih keras untuk mencapai tujuan belajar mengajar yang
bersumber dari tujuan kurikulum, untuk itu guru perlu memiliki ketrampilan belajar mengajar.
Penguasaan ketrampilan tersebut bergantung pada bahan yang dimilikinya dan latihan
keguruan yang telah dialaminya.
eberhasilan belajar mengajar antar alain ditentukan oleh kemampuan kepribadiannya.
Guru harus bersikap terbuka dan menyentuh kepribadian siswa. Guru perlu
mengembnagkan gagasan secaa kreatif, memiliki hasrat dan keinginan serta wawasan
intelektual yang luas. Guru harus yakin terhadap potensi belajar yang dimiliki oleh siswa.
!al-hal yang perlu dikuasai guru" guru perlu memahami dan menguasai banyak hal agar
pelaksanaan pengajaran berhasil, guru juga harus mau dan mampu menilai diri sendiri
secara terus menerus dalam kaitannya dengan tingkat keberhasilan dan pelaksanaan
pengajarannya. Guru harus menguasai bahan pengajaran sesuai jenjang kelas yang
diajarnya, menguasai strategi pembelajaran yang berguna untuk menyampaikan
pengetahuan kepada siswa dan guru juga harus menjadi suri tauladan bagi siswanya dan
memberikan hal-hal yang bermakna bagi perkembangannya kelak.
Adapun manfaat calon pendidik mempelajari landasan pendidikan
diantaranya :
1. Mengetahui berbagai konsep, prinsip dan teori pendidikan dalam
melaksanakan praktek pendidikan.
2. Mempunyai sikap kritis terhadap pandangan-pandangan teori pendidikan.
3. Memberiakn kontribusi pada pola pikir dan pola kerja calon pendidikan.
. !ebih meyakini tentang konsep, prinsip dan teori pendidikan dalam
pelaksanaan pendidikan.
". Memiliki kesiapan studi pendidikan lebih lanjut
#uatu gedung dapat berdiri tegak dan kuat apabila dinding-dindingnya,
atapnya, dsb. didirikan dengan bertumpu pada suatu landasan $fundasi% yang
kokoh. Apabila landasannya tidak kokoh, apalagi jika gedung itu didirikan dengan
tidak bertumpu pada fundasi atau landasan yang semestinya, maka gedung
tersebut tidak akan kuat untuk dapat berdiri tegak. Mungkin gedung itu miring dan
retak-retak, sehingga akhirnya runtuh dan berantakan.
&emikian pula pendidikan, pendidikan yang diselenggarakan dengan suatu
landasan yang kokoh, maka prakteknya akan mantap, benar dan baik, relatif tidak
akan terjadi kesalahan-kesalahan yang dapat merugikan, sehingga praktek
pendidikan menjadi efisien, efektif, dan rele'an dengan kebutuhan indi'idu,
masyarakat dan pembangunan. (ontoh: &alam praktek pendidikan, para guru
antara lain dituntut agar melaksanakan peranan sesuai semboyan tut wuri
handayani.
)ntuk itu, para guru idealnya memahami dan meyakini asumsi-asumsi dari
semboyan tersebut. #ebab jika tidak, sekalipun tampaknya guru tertentu berbuat
*seperti+ melaksanakan peranan sesuai semboyan tut ,uri handayani, namun
perbuatan itu tidak akan disadarinya sebagai perbuatan untuk tut ,uri handayani
bagi para sis,anya. -ahkan kemungkinan perbuatan guru tersebut akan lebih
sering bertentangan dengan semboyan tersebut.
Misalnya: guru kurang menghargai bakat masing-masing sis,a. semua sis,a
dipandang sama, tidak memiliki perbedaan indi'idual. guru lebih sering mengatur
apa yang harus diperbuat sis,a dalam rangka belajar, guru tidak menghargai
kebebasan sis,a. dll. /uru berperan sebagai penentu perkembangan pribadi sis,a,
guru berperan sebagai pembentuk prestasi sis,a, guru berperan sebagai
pembentuk untuk menjadi siapa para sis,anya di kemudian hari.
&alam contoh ini, semboyan tinggal hanya sebagai seboyan. #ekalipun guru
hapal betul semboyan tersebut, tetapi jika asumsi-asumsinya tidak dipahami dan
tidak diyakini, maka perbuatan dalam praktek pendidikannya tetap tidak bertitik
tolak pada semboyan tadi, tidak mantap, terjadi kesalahan, sehingga tidak efisien
dan tidak efektif.
#ebaliknya, jika guru memahami dan meyakini asumsi-asumsi dari semboyan
tut ,uri handayani $yaitu: kodrat alam dan kebebasan sis,a%, maka ia akan dengan
sadar dan mantap melaksanakan peranannya. &alam hal ini ia akan relatif tidak
melakukan kesalahan. Misalnya: guru akan menghargai dan mempertimbangkan
bakat setiap sis,a dalam rangka belajar, sekalipun para sis,a memiliki kesamaan,
tetapi guru juga menghargai indi'idualitas setiap sis,a. /uru akan memberikan
kesempatan kepada para sis,a untuk mengatur diri mereka sendiri dalam rangka
belajar, guru menghargai kebebasan sis,a.
/uru membimbing para sis,a dalam rangka belajar sesuai dengan kecepatan
dan kapasitas belajarnya masing-masing, dll. 0endek kata, dengan bertitik tolak
pada asumsi kodrat alam dan kebebasan yang dimiliki setiap sis,a, maka
perbuatan guru dalam praktek pendidikannya bukan untuk membentuk prestasi
belajar tanpa mempertimbangkan bakat atau kecepatan dan kapasitas belajar
masing-masing sis,a. bukan untuk membentuk sis,a agar menjadi siapa mereka
nantinya sesuai kehendak guru belaka. melainkan membimbing para sis,a dalam
belajar sehingga mencapai prestasi optimal sesuai dengan bakat, minat, kecepatan
dan kapasitas belajarnya masing-masing. memberikan kesempatan1kebebasan
kepada sis,a untuk mengembangkan diri sesuai dengan kodrat alamnya masing-
masing melalui interaksi dengan lingkungannya, dan berdasarkan sistem nilai
tertentu demi ter,ujudnya tertib hidupnya sendiri dan tertibnya hidup bersama.
/uru hanya akan *mengatur+ atau mengarahkan sis,a ketika sis,a
melakukan kesalahan atau salah arah dalam rangka belajarnya. -erdasarkan uraian
di atas, jelas kiranya bah,a asumsi atau landasan pendidikan akan berfungsi
sebagai titik tolak atau tumpuan bagi para guru dalam melaksanakan praktek
pendidikan.
Jika kita berbicara tentang esensi landasan pendidikan dalam proses pendidikan,
maka hal itu akan dikaitkan juga dengan study pendidikan dan praktek pendidikan
yang merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam
dunia pendidikan. Praktek tanpa study tidak mungkin berlangsung, demikian pula
study tanpa praktek ibarat hampa tak ada gunanya. Seperti yang disebutkan oleh M. I.
Soelaiman bahwa praktek tanpa teori tidak jelas arahnya. Study pendidikan
merupakan seperangkat kegiatan yang bertujuan untuk memahami suatu prinsip,
konsep, atau teori pendidikan, sedangkan praktek pendidikan merupakan seperangkat
kegiatan bersama yang bertujuan membantu pihak lain agar mengalami perubahan
tingkah laku yang di harapkan. Berdasarkan hal tersebut maka konsep, prinsip atau
teori pendidikan yang dibutuhkan dalam praktek pendidikan merupakan landasan
bagi berlangsungnya proses pendidikan, dengan demikian landasan yang kokoh dan
terarah merupakan pijakan dalam suatu kegiatan pedidikan.
#.
PE!I!I"# SEB#$#I SIS%EM

$sistem$ diartikan sebagai serangkaian komponen-komponen atau bagian-bagian yang
saling terkait dan berfungsi untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
istilah sistem meliputi spektrum yang luas sekali, misalnya kita dapat menggap sebuah
mobil sebagai suatu sistem. suatu organisme seperti manusia, seekor hewan, ataupun
sebatang pohon, adalah suatu sistem. suatu perkumpulan organisasi atau lembaga adalah
suatu sistem. sebuah sekolah adalah suatu sistem. susunan matahari dengan planet-planet
dan satelit-satelitnya adalah suatu sistem. semua sistem tersebut mempunyai batasan
tersendiri yang berbeda-beda, namun semuanya ada dalam lingkungan yang saling
mempengaruhi. kesamaannya itu adalah dalam cirinya yang meliputi tujuan, fungsi,
komponen, interaksi, penggabungan yang menimbulkan jalinan keterpaduan, proses
transformasi, umpan balik, daerah batasan dan lingkungan.
suatu sistem mempunyai tujuan. tujuan sebuah mobil adalah untuk mengangkut
penumpangnya ketempat yang dituju dengan cepat,aman, dan nyaman. tujuan suatu
organisme adalah untuk hidup dan menunaikan tugas hidupnya.tujuan suatu lembaga
ppendidikan ialah untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada yang membutuhkannya,
demikian seterusnya.
tujuan yang harus dicapai suatu sistem menuntut terlaksananya berbagai fungsi yang
diperlukan untuk menunjang usaha tercapainya tujuan itu. misalnya agar sebuah mobil
dapat mengangkut penumpangnya kesuatu tempat , pengatur arah, pengaman,
pelindung% terhadap angin, panas matahari, hujan tabrakan, dan lain-lain &, pemberi rasa
nyaman dan lain-lain.
demi terlaksananya masing-masing fungsi yang dapat menunjang usaha pencapaian
tujuan, didalam suatu sistem terdapat bagian yang melaksanakan masing-masing fungsi
tersebut . misalnya fungsi penggerak dalam sistem mobil dilaksanakan oleh mesin dan roda-
roda, fungsi pengarah dilaksanakan oleh sopir, fungsi pengaman dilaksanakan oleh rem,
dan seterusnya .
pendidikan menggunakan sistem input - output. adapun komponen tersebut adalah sebagai
berukut :
komponen tujuan yang merupakan perumusan atau perubahan tingkah laku atau
kualitas manusia yang diharapkan dari peserta didik setelah proses pendidikan
berlangsung
komponen peserta didik yang merupakan masukan kasar (raw inpur) untuk diproses
atau dikembangkan potensi dasarnya .
komponen pendidikan, materi, metode, alat pemdidikan merupakan komponen
masukan instrumental bagi terlaksananya proses pendidikan
komponen lingkungan merupakan masukan dalam sistem pendidikan yang berasal
dari luar dapat mempengaruhi proses pendidikan yang terdiri atas : a. keadaan rumah
tangga. b. keadaan sosial lingkungan. c. keadaan ekonomi lingkungan dan d. keadaan
budaya lingkungan .
"&SEP PE!I!I"# SEB#$#I S'#%' SIS%EM Juni (, ()*(
Filed under: Uncategorized !ducation as a system " #:$% pm
*. +ubungan Sistem Pendidikan dengan Sitem ,ain dan Perubahan "edudukan dari
Sistem
&istem pendidikan dapat dilihat dalam ruang lingkup makro. &ebagai subsistem, bidang
ekonomi, pendidikan,dan politik masing-masing-masing sebagai sistem. 'endidikan (ormal,
non(ormal, dan in(ormal merupakan subsistem dari bidang pendidikan sebagai sistem dan
seterusnya.
(. Pemecahan masalah pendidikan secara sistematik.
a. -ara memandang sistem
'erubahan cara memandang suatu status dari komponen menjadi sitem ataupunsebaliknya
suatu sitem menjadi komponen dari sitem yang lebih besar, tidak lain daripada perubahan
cara memandang ruang lingkup suatu sitem atau dengan kata lain ruang lingkup suatu
permasalahan.
b. Masalah berjenjang
&emua masalah tersebut satu sama lain saling berkaitan dalam hubungan sebab akibat,
alternati( maslah, dan latar belakang masalah.
c. #nalisis sitem pendidikan
'enggunaan analisis sistem dalam pendidikan dimaksudkan untuk memaksimalkan
pencapaian tujuan pendidikan dengan cara yang e(esien dan e(ekti(. 'rinsip utama dari
penggunaan analisis sistem ialah: bahwa kita dipersyaratkan untuk berpikir secra sistmatik,
artinya harus memperhitungkan segenap komponen yang terlibat dalam maslah pendidikan
yang akan dipecahkan.
d. Saling hubungan antarkomponen
)omponen-komponen yang baik menunjang terbentuknya suatu sistem yang baik. *etapi
komponen yang baik saja belum menjamin tercapainya tujuan sistem secara optimal,
manakala komponen tersebut tidak berhibungan secra (ungsional dengan komponen lain.
e. +ubungan sitem dengan suprasistem
+alam ruang lingkup besar terlihat pula sistem yang satu saling berhubungan dengan sistem
yang lain. ,al ini wajar, oleh karena pada dasarnya setiap sistem itu hanya merupakan satu
aspek dari kehidupan. &dangkan segenap segi kehidupan itu kita butuhkan, sehingga
semuanya memerlukan pembinaandan pengembangan.
.. "eterkaitan antara pengajaran dan pendidikan
)esimpulan yang dapat ditarik dari persoalan pengajaran dan pendidikan adalah:
a) 'engajaran dan pendidikan dapat dibedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
-asing-masing saling mengisis.
b) 'embedaan dilakukan hanya untuk kepentingan analisis agar masing-masing dapat
dipahami lebih baik.
c) 'endidikan modern lebih cenderung mengutamakan pendidikan, sebab pendidikan
membentuk wadah, sedangkan pengajaran mengusahakan isinya. .adah harus menetap
meskipun isi ber/ariasi dan berubah.
/. Pendidikan prajabatan 0preser1ice education2 dan pendidikan dalam jabatan
0inser1ice education2 sebagai sebuah sistem.
'endidikan prajabatan ber(ungsi memberikan bekal secara (ormal kepada calon pekerja
dalam bidang tertentu dalam periode waktu tertentu. &edangkan pendidikan dalam jabatan
bermaksud memberikan bekal tambahan kepada oramg-orang yang telah bekerja berupa
penataran, kursus-kursus, dan lain-lain. +engan kata lain pendidikan prajabatan hanya
memberikan bekal dasar, sedangkan bekal praktis yang siap pakai diberikan oleh pendidikan
dalam jabatan.
3. Pendidikan 4ormal, non54ormal, dan in4ormal sebagai sebuah sistem.
'endidikan (ormal yang sering disebut pendidikan persekolahan, berupa rangkaian jenjang
pedidikan yang telah baku, misalnya &+,&-',&-0, dan '*. 'endidikan non(ormal lebih
di(okuskan pada pemberian keahlian atau skill guna terjun ke masyarakat. 'endidikan
in(ormal adalah suatu (ase pendidikan yang berada di samping pendidikan (ormal dan
non(ormal.
+apat disimpulkan bahwa pendidikan (ormal, non(ormal, dan in(ormal ketiganya hanya dapat
dibedakan tetapi sulit dipisah-pisahkan karena keberhasilan pendidikan dalam arti
terwujudnya keluaran pendidikan yang berupa sumberdaya manusia sangat bergantung
kepada sejauh mana ketiga sub-sistem tersebut berperanan.
1stilah sistem berasal dari bahasa yunani 2systema3 yang berarti sehimpunan bagian atau
komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan.
1stilah sistem digunakan secara luas. 1stilah itu secara umum berarti benda, peristiwa,
kejadian atau cara yang terorganisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang lebih kecil dan
seluruh bagian tersebut bersama-sama ber(ungsi untuk mencapai tujuan tertentu
$
4$5. 6ahara
1driz ($789) mengemukakan bahwa sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas-atas
komponen-komponen atau elemen-elemen sebagai sumber-sumber yang mempunyai
hubungan (ungsional yang teratur, tidak sekadar acak, yang saling membantu untuk mencapai
suatu hasil (product).
&edangkan menurut :emar ,amalik istilah sistem adalash suatu konsep yang abstrak yakni
seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu
tujuan.
;
4;5 &enada dengan pendapat di atas, <uestiyah berpendapat bahwa sistem merupakan
gabungan dari beberapa komponen untuk mencapai tujuan yag telah di tentukan.
1stilah sistem tidak berdiri sendiri tetapi terbagi ke dalam sub sistem, sistem, dan supra
sistem.
&ub sistem adalah bagian dari system yang terdiri dari berbagai komponen dari system itu
tersendiri. -isalnya silabus adalah suatu sistem, sedangkan sub sistemnya adalah komponen-
komponen yang berhubungan dengan silabus seperti &), )+ dan materi pokok.
&istem adalah suatu peristiwa, benda, atau prosedur yang mempunyai ruang luas, lebih luas
dari sub system. &eperti sepeda motor dianggap sistem yang terdiri dari berbagai sub sistem
seperti, ban, tempat duduk, dan sebagainya.
&edangkan luas dari suatu sistem dikenal dengan suprasistem seperti sarana transportasi yang
salah satu kumpulan sistemnya adalah sepeda motor, karena sepeda motor itu termasuk salah
satu dari sarana transportasi.
=erdasarkan pengertian di atas, dapat dipahami bahwa sistem adalah>
0danya berbagai komponen (unsur)>
=erbagai kegiatan (menunjuk (ungsi dari berbagai komponen), saling hubugan serta
ketergantungan antar komponen>
0danya keterpaduan (kesatuan organis-integrasi) antar komponen>
0danya keluasan sistem (ada kawasan di dalam dan di luar sistem)>
0danya gerak dinamis semua (ungsi dari semua komponen tersebut mengarah ketercapayan
tujuan sistem yang telah di tetapkan lebih dahulu.
+engan demikian sistem dapat diartikan sebagai suatu kesatuan integral dari sejumlah
komponen yang saling berpengaruh dengan (ungsinya masing-masing, tetapi secara (ungsi
komponen-komponen itu terarah pada pencapaian satu tujuan.
'endidikan sebagai suatu sistem
mc0hsan ($78?) mende(inisikan sistem sebagai strategi yang menyeluruh atau rencana
dikomposisi, oleh satu set elemen, yang harmonis, merepresentasikan kesatuan unit, masing-
masing elemen mempunyai tujuan sendiri yang semuanya berkaitan terurut dalam bentuk
yang logis.
?
4?5
&istem itu adalah sebagai suatu strategi, cara berpikir, atau model berpikir. 1ni berarti ada
model berpikir sistem dan ada berpikir nonsistem.&emua yang ada di dunia bisa dipandang
sebagai suatu sistem mulai dari yang besar seperti tata surya, bumi, @egara, orang, peredaran
darah, sampai dengan satu biji gigi dapat dipandang atau dipikir sebagai suatu sistem.=egitu
pula pendidikan dapat dilaksanakan sebagai sistem, kalau suatu sekolah dipandang sebagai
sistem, maka sistem-sistem lain yang ada di sekitarnya seperti perumahan, pasar, sungai, dan
sebagainya disebut suprasistem.0ntara sistem dengan suprasistem ada kalanya berhubungan
dan ada kalanya tidak.=ila tidak berhubungan maka disebut sistem tertutup seperti jam, kipas,
'
#
(
dan lain sebagainya.&ebaliknya =ila sistem itu berhubungan, maka disebut sistem terbuka
&eperti pasar manusia, dan sebagainya.
Airi-ciri sistem terbuka adalah sebagai berikut:
-emiliki de(erensiasi, yaitu spesialisasi-spesialisasiB
0da kestabilan yang dinamis
0da prinsip equifinalty, yaitu banyak jalan untuk mencapai tujuan
-engimpor energi, materi, dan in(ormasi dari luar.
-emiliki pemproses. 'endidikan memproses peserta didik dalam proses belajar mengajar.
-enghasilkan output atau mengekspor materi, energi, dan in(ormasi. 'endidikan disamping
menghasilkan lulusan, juga memberi pengaruh positi( terhadap pembangunan masyarakat.
-erupakan kejadian yang berantai.
-emproses input pendidikan (peserta didik) merupakan kegiatan yang berulang-ulang dan
berkaitan. 'endidikan merupakan sistem terbuka, sebab tidak mungkin pendidikan dapat
melaksanakan (ungsinya dengan baik bila ia mengisolasi diri dengan lingkungannya.
'endidikan berada di masyarakat, ia adalah milik masyarakat. 1tulah sebabnya pemerintah
menegaskan bahwa pendidikan adalah menjadi tanggung jawab pemerintahBsekolah, orang
tua, dan masyarakat. -odelBsistem terbuka:

Cambar di atas, mengilustrasikan apa yang biasanya di sebut 2model sistem terbuka3
%
4$5.
+isebut terbuka karena menggambarkan model sistem pada umumnya yang berlaku atau
terdapat pada berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. +alam bidang pendidikan:
&isterm baru merupakan masukan mentah (raw input) yang akan diproses menjadi tamatan
(output)
Curu dan tenaga non guru, administrasi, sekolah, kurikulum, anggaran pendidikan, sarana
dan prasarana merupakan instrumental (instrumental input) yang memungkinkan
dilaksanakannya pemrosesan masukan mentah menjadi tamatan.
Aorak budaya dan kondisi ekonomi masyarakat sekitar, kependudukan, politik, dan
keamanan @egara merupakan (actor lingkugan atau masukan lingkugan (environmental
input) yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap berperannya masukan
instrumenl dalam pemrosesan masukan mentah.
Dang sudah banyak ditulis dalam kepustakaan tentang pendidikan sebagai sistem adalah
sistem pengembangan input menjadi output atau pengembangan peserta didik baru masuk
sampai keluar adalah sebagai berikut:
$. &ubsistem input
;. &ubsistem proses
?. &ubsistem output
)
'roses pendidikan merupakan kegiatan mobilisasi segenap komponen pendidikan oleh
pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan. )ualitas proses pendidikan
menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolaannya. )edua segi
tersebut satu sama lain saling bergantung.
0dapun komponen-komponen yang saling berkesinambungan pada proses pendidikan adalah
sebagai berikut:
1.Pendidik dan Non Pendidik
'endidik ialah orang yang memikul tanggung jawab untuk membimbing. 'endidik berbeda
dengan pengajar sebab pengajar berkewajiban untuk menyampaikan materi pelajaran kepada
murid, sedangkan pendidik tidak hanya bertanggung jawab menyampaikan materi
pengajaran, tetapi juga membentuk kepribadian anak didik.
@on pendidik yang sering disebut sebagai tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat
yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. (UU @o.
;E *ahun ;EE? 'asal $, =0= $ )etentuan Umum). 0tau juga bisa diartikan merupakan
tenaga yang bertugas merencanakan dan melaksanakan administrasi, pengelolaan,
pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada
satuan pendidikan. (UU @o.;E *,@ ;EE?, '&F ?7 ($)).
2.Kurikulum (Materi Pendidikan)
-ateri pendidikan yang sering juga disebut dengan istilah kurikulum karena kurikulum
menunjukkan makna pada materi yang disusun secara sistematika guna mencapai tujuan yang
telah ditetapkan. Fester +. Arow dan 0lice Arow, yang melakukan penelitian tentang hasil
studi terhadap anak menyarankan hubungan salah satu komponen pendidikan, yaitu
kurikulum dengan anak didik adalah sebagai berikut:
)urikulum hendaknya disesuaikan dengan keadaan perkembangan anak.
1si kurikulum hendaknya mencakup keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dapat
digunakan anak dalam pengalamannya sekarang dan berguna untuk menghadapi
kebutuhannya pada masa yang akan datang.
0nak hendaknya didorong untuk belajar, karena kegiatannya sendiri dan tidak sekadar
menerima pasi( apa yang dilakukan oleh guru.
-ateri yang dipelajari anak harus mengikuti minat dan keinginan anak sesuai dengan
tara( perkembangannya dan bukan menurut keputusan orang dewasa tentang minat
mereka.
. Prasarana dan !arana
'rasarana pendidikan adalah segala macam alat yang tidak secara langsung digunakan dalam
proses pendidikan sedangkan sarana pendidikan adalah segala macam alat yang digunakan
secara langsung dalam proses pendidikan. 'rasarana pendidikan dapat juga diartikan segala
macam peralatan, kelengkapan, dan benda-benda yang digunakan guru dan murid untuk
memudahkan penyelenggaraan pendidikan dan sarana pendidikan dapat juga diartikan segala
macam peralatan yang digunakan guru untuk memudahkan penyampaian materi pelajaran.
'erbedaan sarana pendidikan dan prasarana pendidikan adalah pada (ungsi masing-masing,
yaitu sarana pendidikan untuk 2memudahkan penyampaian (mempelajari) materi pelajaran3,
sedangkan prasarana pendidikan untuk 2memudahkan penyelenggaraan pendidikan3.
". #dministrasi
0dministrasi pendidikan adalah segenap kegiatan yang berkenaan dengan penataan sumber,
penggunaan, dan pertanggungjawaban dana pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan.
)egiatan yang ada dalam administrasi pembiayaan meliputi tiga hal, yaitu: penyusunan
anggaran, pembukuan, dan pemeriksaan.
$. #n%%aran
0nggaran adalah biaya yang dipersiapkan dengan suatu rencana terperinci. &ecara lebih
khusus dapat dikatakan bahwa anggaran adalah rencana yang disusun secara terorganisasikan
untuk menerima dan mengeluarkan dana bagi suatu periode tertentu.
).
P#-#SI,# SEB#$#I ,#!#S# 6I,S#6#% SIS%EM PE!I!I"#
#SI&#,
=angsa 1ndonesia memiliki (ilsa(at umum atau (ilsa(at @egara ialah 'ancasila sebagai
(alsa(ah @egara, 'ancasila patut menjadi jiwa bangsa 1ndonesia, menjadi semangat dalam
berkarya pada segala bidang.
'asal ; UU-<1 @o. ; *ahun $787 menetapkan bahwa pendidikan @asional berdasarkan
'ancasila dan Undang-Undang +asar $7%#. <incian selanjutnya tentang hal itu tercantum
dalam penjelasan UU-<1 @o. ; *ahun $787, yang menegaskan bahwa pembangunan
nasioanal termasuk dibidang pendidikan adalah pengamalan pancasila, dan untuk itu
pendidikan nasional mengusahakan antara lain: & Pem'entukan manusia Pancasila se'a%ai
manusia pem'an%unan yan% tin%%i kualitasnya dan mampu mandiri&.
&edangkan ketetapan -'<-<1 @o.11B-'<B$798 tentang 'edoman 'enghayatan 'engamalan
'ancasila menegaskan pula bahwa pancasila itu adalah jiwa seluruh rakyat 1ndonesia,
kepribadian bangsa 1ndonesia, pandangan hidup bangsa 1ndonesia, dan dasar @egara
<epublik 1ndonesia. 'ancasila sebagai sumber dari segala gagasan mengenai wujud bangsa
manusia dan masyarakat yang dianggap baik, sumber dari segala sumber nilai yang menjadi
pangkal serta bermuara dari setiap keputusan dan tindakan dalam pendidikan dengan kata
lain, 'ancasila sebagai sumber sistem nilai dalam pendidikan
#jaran Pancasila tentang Pendidikan
.awasan kependidikan dalam Filsa(at 'endidikan 'ancasila adalah sebagai berikut:
$. 'endidikan adalah proses pembudayaan manusia, yakni usaha sadar untuk
mengembangkan kemampuan dan kepribadian manusia, yang dilakukan baik dalam keluarga,
di sekolah maupun di masyarakat dan berlaku seumur hidup. 'endidikan adalah proses
regenerasi untuk melangsungkan eksistensi manusia budaya yang lebih maju.
;. *ujuan pendidikan adalah menumbuhkan -anusia 1ndonesia &eutuhnya (-1&). -1& yaitu
manusia pembangunan yang berkembang secara integral, selaras, serasi, seimbang antara
cipta, rasa, karsa dan karya serta jasmani-rohani yang sehat.
?. )urikulum pendidikan, melaksanakan kurikulum yang komprehensi(, memadukan antara
teori dan praktek. .awasan kurikulum yang dikembangkan adalah: ($) .awasan budaya
bangsa berdasar pada kondisi sosio-budaya masyarakat dan negara 1ndonesia, (;) .awasan
ideologi dan pandangan hidup 'ancasila, (?) .awasan kemajuan 1lmu dan *eknologi, (%)
.awasan religius dan keimanan, (#) .awasan 'embangunan @asional, (G) .awasan
ketahanan bangsa, (9) 'roses belajar dan mengajar, mengembangkan proses komunikasi
diagonal (interaksi akti(). -engembangkan Aara =elajar &iswa 0kti(.
%. ,akekat proses belajar dan mengajar, ($) dalam proses belajar mengajar terjadi interakti(
antara siswa dengan lingkungan belajar yang diatur oleh guru, (;) proses belajar mengajar
yang e(ekti( memerlukan strategi dan media atau teknologi pendidikan yang tepat guna, (?)
kegiatan belajar mengajar direncanakan dan diimplementasikan menjadi suatu sistem, (%)
materi dan sistem penyajian bersi(at dinamis selalu berkembang
#. ,akekat lembaga pendidikan, sekolah dan perguruan tinggi adalah ($) lembaga pendidikan
pro(esional yang melaksanakan pendidikan untuk meningkatkan kualitas manusia, (;)
menyelenggarakan program-program pendidikan yang rele/an dengan kebutuhan masyarakat
baik kuantitati( dan kualitati(.
G. ,akekat anak didik adalah bertanggung jawab atas pendidikannya sendiri selaras dengan
wawasan pendidikan sepanjang hayat
9. ,akekat guru sebagai pendidik adalah agen perubahan, ber(ungsi sebagai pemimpin dan
pendukung serta pengembang nilai-nilai hidup di masyarakat, sebagai (asilitator dan
bertanggung jawab atas tujuan belajar.
8. ,akekat masyarakat adalah sebagai lingkungan pendidikan.
Pancasila sebagai ,andasan 6iloso4is Sistem Pendidikan asional
&ebagaimana yang tercantum dalam 'asal ; UU <1 @o.; *ahun $787 bahwa pendidikan
nasional berdasarkan pancasila dan UU+ $7%#. ,al tersebut sejalan dengan )etetapan -'<
<1 @o. 11B-'<B$798 tentang '% menegaskan pula bahwa 'ancasila adalah jiwa seluruh
rakyat indonesia, kepribadian bangsa 1ndonesia, pandangan hidup bangsa 1ndonesia, dan
dasar negara 1ndonesia. =erdasarkan peraturan perundangan tersebut jelaslah bahwa
pancasila adalah Fandasan Filoso(i &istem 'endidikan @asional.
'endidikan nasional merupakan suatu sistem yang memuat teori praktek pelaksanaan
pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh (ilsa(at bangsa yang bersangkutan
guna diabdikan kepada bangsa itu untuk merealisasikan cita-cita nasionalnya.
&edangkan 'endidikan @asional 1ndonesia adalah suatu sistem yang mengatur dan
menentukan teori dan pratek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan
dijiwai oleh (lisa(at bangsa 1ndonesia yang diabdikan demi kepentingan bangsa dan negara
1ndonesia guna memperlancar mencapai cita-cita nasional 1ndonesia.
&ehingga Filsa(at pendidikan nasional 1ndonesia dapat dide(inisikan sebagai suatu sistem
yang mengatur dan menentukan teori dan praktek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas
landasan dan dijiwai oleh (ilsa(at hidup bangsa 2'ancasila3 yang diabdikan demi kepentingan
bangsa dan negara 1ndonesia dalam usaha merealisasikan cita-cita bangsa dan negara
1ndonesia.4$E5
'okok-pokok (ikiran 'endidikan @asional adalah:
$. 'endidikan @asional berdasarkan 'ancasila dan UU+ $7%# dan disebut sistem 'endidikan
'ancasila
;. *ujuan pendidikan nasional adalah untuk meningkatkan ketakwaan terhadap *uhan Dang
-aha !sa, kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian
dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat memperkuat kepribadian dan
mempertebal semangat kebangsaan
?. Fungsi pendidikan nasional 1ndonesia adalah untuk mengembangkan warga negara
1ndonesia, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat, mengembangkan bangsa
1ndonesia dan mengembangkan kebudayaan 1ndonesia
%. Unsur-unsur pokok pendidikan nasional adalah pendidikan pancasila, pendidikan agama,
pendidikan watak dan kepribadian, pendidikan bahasa, pendidikan kesegaran jasmani,
pendidikan kesenian, pendidikan ilmu pengetahuan, pendidikan keterampilan, pendidikan
kewarganegaraan dan pendidikan kesadaran bersejarah.
#. 0sas-asas pelaksanaan pendidikan nasional 1ndonesia adalah asas semesta, asas pendidikan
seumur hidup, asas tanggung jawab bersama, asas pendidikan, asas keselarasan dan
keterpaduan dengan ketahanan nasional dan wawasan nasional, asas =hineka *unggal 1ka,
0sas keselarasan, keseimbangan dan keserasian, asas man(aat adil dan merata.
Pancasila sebagai Landasan Filosofis Sistem Pendidikan Nasional
#* '* #*'*






+ ,otes

'asal ; UU @o. ; *ahun $787 menetapkan bahwa 'endidikan @asional berdasarkan
'ancasila dan Undang Undang +asar $7%#. <incian selnjutnya tentang hal itu tercantum
dalam 'enjelasan UU-<1 @o. ; *ahun $7887, yang menegaskan bahwa pembangunan
nasional termasuk di bidang pendidikan, adalah pengamalan 'ancasila, dan untuk itu
pendidikan nasional mengusahakan antara lain : 'embentukan manusia 'ancasila sebagai
manusia pembangunan yang tinngi kualitasnya dan mampu mandiri (Undang-Undang, $77;:
;%). &edangkan )etetapan -'< <1 @o. 11B-'<H$798 tentang '% menegaskan pula bahwa
'ancasila itu adalah jiwa seluruh rakyat 1ndonesia, kepribadian bangsa 1ndonesia, pandangan
hidup bangsa 1ndonesia, dan dasar negara <epublik 1ndonesia. 'ancasila sebagai sumber dari
segala gagasan mengenai wujud manusia dan masyarakat yang dianngap baik,sumber dari
segala sumber nilai yang menjadi pangkal serta muara dari setiap keputusan dan tindakan
dalam pendidikan, dengan kata lain: 'ancasila sebagai sumber nilai dalam pendidikan.
'% atau !kaprasetya 'ancakarsa sebagai petunjuk operasional pengamalan 'ancasila dalam
kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bidang pendidikan. 'erlu ditegaskan bahwa
pengalaman 'ancasila itu haruslah dalam arti keseluruhan dan keutuhan kelima sila dalam
'ancasila itu, sebagai yang dirumuskan dalam pembukaan UU+ $7%#, yakni )etuhanan
Dang -aha !sa, )emanusiaan yang adil dan beradab, 'ersatuan 1ndonesia, )erakyatan yang
dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratanBperwakilan, dan )eadilan
sosial bagi seluruh rakyat 1ndonesia. +alam =uku 1 =ahan 'enataran '% dikemukakan bahwa
*ap -'< @o. 11B-'<B$798 tersebut di atas memberi petunjuk nyata dan jelas wujud
pengamalan kelima sila 'ancasila. =agi bidang pendidikan, hal ini sangat penting karena
akan terdapat kepastian nilai yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan pendidikan. 'etunjuk
pengamalan 'ancasila tersebut terdapat pula disebut sebagai ?G butir nilai-nilai 'ancasila
sebagai berikut.
-
,akikat pendidikan tidak akan terlepas dari hakikat manusia, sebab urusan utama
pendidikan adalah manusia .awasan yang dianut oleh pendidik dalam hal ini guru, tentang
manusia akan mempengaruhi strategi atau metode yang digunakan dalam melaksanakan
tugas-tugasnya. +isamping itu konsep pendidikan yang dianut saling berkaitan erat dengan
hakikat pendidikan.
=eberapa asumsi dasar yang berkenaan dengan dengan hakikat pendidikan tersebut
dinyatakan oleh <aka Ioni sebagai berikut.
$. 'endidikan merupakan proses interaksi manusia yang ditandai oleh keseimbangan antara
kedaulatan subjek didik dengan kewibawaan pendidikan.
;. 'endidikan merupakan usaha penyiapan subjek didik menghadapi lingkungan hidup yang
mengalami perubahan yang semakin pesat.
?. 'endidikan meningkatkan kualitas kehidupan pribadi dan masyarakat.
%. 'endidikan berlangsung seumur hidup.
#. 'endidikan merupakan kiat dalam menerapkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan
teknologi bagi pembentukan manusia seutuhnya.
'ada dasarnya pendidikan harus dilihat sebagai proses dan sekaligus sebagai tujuan.
0sumsi dasar pendidikan tersebut memandang pendidikan sebagai kegiatan kehidupan dalam
masyarakat untuk mencapai perwujudan manusia seutuhnya yang berlangsung sepanjang
hayat. 'endidikan sebagai kegiatan kehidupan dalam masyarakat mempunyai arti penting
baik bagi indi/idu maupun masyarakat. &ebab antara masyarakat dan indi/idu saling
berkaitan.
1ndi/idu menjadi manusia seperti sekarang ini adalah karena proses belajar atau
proses interaksi manusiawi dengan manusia lainnya. 1ni berarti bahwa manusia tidak akan
menjadi manusia tanpa dimanusiakan. +engan kata lain perkembangan manusia yang
manusiawi hanya dapat terjadi dalam lingkungan masyarakatnya. @amun sebaliknya
masyarakat sebagai wujud kehidupan bersama tidak mungkin berkembang kalau tidak
didukung oleh kemajuan indi/idu-indi/idu anggotanya.
0pa sih hakikat pendidikanH 0pakah tujuan yang hendak dicapai oleh institusi pendidikanH
0gak miris lihat kondisi saat ini. 1nstitusi pendidikan tidak ubahnya seperi pencetak mesin
ijazah. 0gar laku, sebagian memberikan iming-iming : lulus cepat, status disetarakan, dapat
ijazah, absen longgar, dsb. 0pa yang bisa diharapkan dari pendidikan kering idealisme seperti
itu. )i hajar dewantoro mungkin bakal menangis lihat kondisi pendidikan saat ini. =ukan lagi
bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa (seperti yang masih tertulis di UU+ %?, bahJ), tapi
lebih mirip mesin usang yang mengeluarkan produk yang sulit diandalkan kualitasnya.
'endidikan lebih diarahkan pada menyiapkan tenaga kerja KburuhK saat ini. =ukan lagi
pemikir-pemikir handal yang siap menganalisa kondisi. )arena pola pikir KburuhK lah, segala
macam hapalan dijejalkan kepada anak murid. +an semuanya hanya demi satu kata :
1I060,J ya, ijazah, ijazah, ijazah yang diperlukan untuk mencari pekerjaan. &angat minim
idealisme untuk mengubah kondisi bangsa yang morat-marit ini, sangat minim untuk
mengajarkan (iloso(i kehidupan, dan sangat minim pula dalam mengajarkan moral.
0pa sebaiknya hakikat pendidikanH saya setuju dengan kata mencerdaskan kehidupan
bangsa. *api, ini masih harus diterjemahkan lagi dalam tataran strategisBtaktis. kata
mencerdsakan kehidupan bangsa mempunyai ? komponen arti yang sangat penting : ($)
cerdas (;) hidup (?) bangsa.
($) tentang cerdas
Aerdas itu berarti memiliki ilmu yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan real.
Aerdas bukan berarti hapal seluruh mata pelajaran, tapi kemudian terbengong-bengong saat
harus menciptakan solusi bagi kehidupan nyata. Aerdas bermakna kreati( dan ino/ati(. Aerdas
berarti siap mengaplikasikan ilmunya.
(;) tentang hidup
,idup itu adalah rahmat yang diberikan oleh 0llah sekaligus ujian dari-@ya. ,idup itu
memiliki (iloso(i untuk menghargai kehidupan dan melakukan hal-hal yang terbaik untuk
kehidupan itu sendiri. ,idup itu berarti merenungi bahwa suatu hari kita akan mati, dan
segala amalan kita akan dipertanggungjawabkan kepada-@ya. 'atut dijadikan catatan, bahwa
jasad yang hidup belum tentu memiliki ruh yang hidup. =isa jadi, seseorang masih hidup tapi
nurani kehidupannya sudah mati saat dengan snatainya dia menganiaya orang lain,
melakukan tindak korupsi, bahkan saat dia membuang sampah sembarangan. Filoso(i hidup
ini sangat sarat akan makna indi/idualisme yang artinya mengangkat kehidupan seseorang,
memanusiakan seorang manusia, memberikannya makanan kehidupan berupa semangat, nilai
moral dan tujuan hidup.
(?) tentang bangsa
-anusia selain sesosok indi/idu, dia juga adalah makhluk sosial. +ia adalah komponen
penting dari suatu organisme masyarakat. &osok indi/idu yang agung, tapi tidak mau
menyumbangkan apa-apa apa-apa bagi masyarakatnya, bukanlah yang diajarkan agama
maupun pendidikan. &etiap indi/idu punya kewajiban untuk menyebarkan pengetahuannya
kepada masyarakat, berusaha meningkatkan derajat kemuliaan masyarakat sekitarnya, dan
juga berperan akti( dalam dinamika masyarakat. &iapakah masyarakat yang dimaksud disiniH
&aya setuju bahwa masyarakat yang dimaksud adalah identitas bangsa yang menjadi ciri
suatu masyarakat. !ra globalisasi memang mengaburkan nilai-nilai kebangsaan, karena
segala sesuatunya terasa dekat. &aat terjadi perang 1rak misalnya, seakan-akan kita bisa
melihat 1rak di dalam rumah. *api masalahnya, apakah kita mampu berperan akti( secara
nyata untuk 1rak (selain dengan doa ataupun aksi)H 'eran akti( kita dituntut untuk masyarakat
sekitar...dan siapakah masyarakat sekitarH tidak lain adalah indi/idu sebangsa.
./01213 P40D40G40 P442 50D60/S54
!akikat pendidikan itu dapat dikategorisasikan dalam dua pendapat yaitu pendekatan
epistemologis dan pendekatan ontologi atau metafisik. edua pendekatan tersebut tentunya
dapat melahirkan jawaban yang berbeda-beda mengenai apakah hakikat pendidikan itu.
Di dalam pendidikan epistemologis yang menjadi masalah adalah akar atau kerangka ilmu
pendidikan sebagai ilmu. Pendekatan tersebut mencari makna pendidikan sebagai ilmu yaitu
mempunyai objek yang akan merupakan dasar analisis yang akan membangun ilmu
pengetahuan yang disebut ilmu pendidikan. Dari sudut pandang pendidikan dilihat sebagai
sesuatu proses yang interen dalam konsep manusia. 4rtinya manusia hanya dapat
dimanusiakan melalui proses pendidikan.
7erbagai pendapat mengenai hakikat pendidikan dapat digolongkan atas dua kelompok
besar yaitu 8
9 Pendekatan reduksionisme
Pendekatan-pendekatan reduksionisme melihat proses pendidikan peserta didik dan
keseluruhan termasuk lembaga-lembaga pendidikan, menampilkan pandangan ontologis
maupun metafisis tertentu mengenai hakikat pendidikan. 3eori-teori tersebut satu persatu
sifatnya mungkin mendalam secara ,ertikal namun tidak melebar secara hori:ontal.
Peserta didik, anak manusia, tidak hidup secara terisolasi tetapi dia hidup dan berkembang
di dalam suatu masyarakat tertentu, yang berbudaya, yang mempunyai ;isi terhadap
kehidupan di masa depan, termasuk kehidupan pasca kehidupan.
9 Pendekatan holistik integrati;e
9 Pendekatan 2edaksional
3eori-teori < pendekatan redaksional sangat banyak dikemukakan di dalam kha:anah ilmu
pendidikan. Dalam hal ini akan dibicarakan berbagai pendekatan reduksionaisme sebagai
berikut8
'. Pendekatan pedagogis < pedagogisme
3itik tolak dari teori ini ialah anak yang akan di besarkan menjadi manusia dewasa.
Pandangan ini apakah berupa pandangan nati;isme schopenhouer serta menganut
penganutnya yang beranggapan bahwa anak telah mempunyai kemampuan-kemampuan
yang dilahirkan dan tinggal di kembangkan saja.
#. Pendekatan Filasofis < religionisme
4nak manusia mempunyai hakikatnya sendiri dan berada dengan hakikat orang dewasa.
6leh sebab itu, proses pendewasaan anak bertitik-tolak dari anak sebagai anak manusia
yang mempunyai tingkat-tingkat perkembangan sendiri.
(. Pendekatan religius < religionisme
Pendekatan religius < religionisme dianut oleh pemikir-pemikir yang melihat hakikat manusia
sebagai makhluk yang religius. 0amun demikian kemajuan ilmu pengetahuan yang sekuler
tidak menjawab terhadap kehidupan yang bermoral.
). Pendekatan psikologis < psikologisme
Pandangan-pandangan pedagogisme seperti yang telah diuraikan telah lebih memacu
masuknya psikologi ke dalam bidang ilmu pendidikan hal tersebut telah mempersempit
pandangan para pendidik seakan-akan ilmu pendidikan terbatas kepada ilmu mengajar saja.
-. Pendekatan negati;is < negati;ism
Pendidikan ialah menjaga pertumbuhan anak. Dengan demikian pandangan negati;isme ini
melihat bahwa segala sesuatu seakan-akan telah tersedia di dalam diri anak yang
bertumbuh dengan baik apabila tidak dipengaruhi oleh hal-hal yang merugikan pertumbuhan
tersebut.
=. Pendekatan sosiologis < sosiologismu
Pandangan sosiologisme cenderung berlawanan arah dengan pedagogisme. 3itik-tolak dari
pandangan ini ialah prioritas kepada kebutuhan masyarakat dan bukan kepada kebutuhan
indi;idu.
Peserta didik adalah anggota masyarakat. Dalam sejarah perkembangan manusia kita lihat
bahwa tuntutan masyarakat tidak selalu etis. ,ersi yang lain dari pandangan ini ialah
de;elop mentalisme. Proses pendidikan diarahkan kepada pencapaian target-target tersebut
dan tidak jarang nilai-nilai kemanusiaan disubordinasikan untuk mencapai target
pembangunan.
Pengalaman pembangunan 5ndonesia selama 6rde 7aru telah mengarah kepada paham
de;elopmentalisme yang menekan kepada pencapaian pertumbuhan yang tinggi, target
pemberantasan buta huruf, target pelaksanaan wajib belajar > dan '# tahun.
Salah satu pandangan sosiologisme yang sangat populer adalah konsiensialisme yang
dikumandangkan oleh ahli pikir pendidikan Ferkenal Paulo Freire.
Pendidikan yang dikumandangkan oleh Freire ini yang juga dikenal sebagai pendidikan
pembebasan pendidikan adalah proses pembebasan. onsiensialisme yang
dikumandangkan Freire merupakan suatu pandangan pendidikan yang sangat mempunyai
kadar politis karena dihubungkan dengan situasi kehidupan politik terutama di negara-
negara 4merika ?atin. Paulo Freire di dalam pendidikan pembebasan melihat fungsi atau
hakikat pendidikan sebagai pembebasan manusia dari berbagai penindasan. Sekolah
adalah lembaga sosial yang pada umumnya mempresentasi kekuatan-kekuatan sosial
politik yang ada agar menjaga status @uo hukum membebaskan manusia dari tirani
kekuasaan. Aua atau di dalam istilah Polo Freire. Bkapitalisme yang licikC. Sekolah harus
berfungsi membangkitkan kesadaran bahwa manusia adalah bebas.
!akekat .anusia
'. epustakaan hindu %Diwa& menyatakan bahwa atman manusia datang langsung dari
3uhan %7athara Diwa& dan sekaligus menjadi penjelmaannya.
#. epustaan agama 7udha menggambarkan bahwa manusia adalah mahluk samsara,
merupakan wadah dari the absolute yang hidupnya penuh dengan kegelapan.
(. Pendapat kaum pemikir kuno yang bercampur dengan mistik menyatakan bahwa manusia
adalah manifestasi yang paling komplit dan paling sempurna dari 3uhan Eang .aha /sa,
intisari dari semua mahluk yang memiliki kecerdasan.
). Filosof Socrates menyatakan bahwa hakekat manusia terletak pada budinya yang
memungkinkan untuk menentukan kebenaran dan kebaikan. Plato dan 4ristoteles
menyatakan hakikat manusia terletak pada pikirnya.
-. 3okoh Dunia 7arat melanjutkan pendapat Plato F 4ristoteles tentang hakekat kebaikan
manusia yg selanjutnya bergeser ke pandangan humanistik yg menyatakan manusia
merupakan kemenyuluruhan dari segala dimensinya. %'&, Spino:a berpandangan pantheistik
menyatakan hakekat manusia sama dengan 3uhan dan sama pula dengan hakekat alam
semesta. %#&, ,oltaire mengatakan hakekat manusia sangat sulit untuk diketahui dan butuh
waktu yang sangat panjang untuk mengungkapkannya.
=. 0otonagoro mengatakan manusia pada hakekatnya adalah mahluk mono-dualis yang
merupakan kesatuan dari jiwa dan raga yg tak terpisahkan.
G. Para ahli biologi memandang hakekat manusia titik beratnya pada segi jasad, jasmani,
atau wadag dengan segala perkembangannya. Pandangan ini dipelopori oleh Darwin
dengan teori e;olusinya.
+. Para ahli psikologi sebaliknya menyatakan bahwa hakekat manusia adalah rokhani, jiwa
atau psikhe.
>. 4hli teori kon;ergensi antara lain Hilliam Stern berpendapat bahwa hakekat manusia
merupakan paduan antara jasmani dan rokhani.
'*. Pandangan dari segi agama, 5slam, risten, dan atolik menolak pandangan hakekat
manusia adalah jasmani dengan teori e;olusi. !akekat manusia adalah paduan menyeluruh
antara akal, emosi dan perbuatan. Dengan hati dan akalnya manusia terus menerus
mencari kebenaran dan dianugerahi status sebagai khalifah 4llah.
''. Pancasila memandang hakekat manusia memiliki sudut pandang yg monodualistik F
monopluralistik, keselarasan, keserasian, dan keseimbangan, integralistik, kebersamaan
dan kekeluargaan
!akekat dan 3eori Pendidikan
.udyahardjo % #**'8>' & menegaskan bahwa sebuah teori berisi konsep-konsep, ada yang
berfungsi sebagai 8
a. asumsi atau konsep-konsep yang menjadi dasar<titik tolak pemikiran sebuah teori
b. definisi konotatif atau denotatif atau konsep-konsep yang menyatakan makna dari istilah-
istilah yang dipergunakan dalam menyusun teori.
4sumsi pokok pendidikan adalah 8
a. pendidikan adalah aktual, artinya pendidikan bermula dari kondisi-kondisi aktual dari
indi;idu yang belajar dab lingkungan belajarnya.
b. pendidikan adalah normatif, artinya pendidikan tertuju pada mencapai hal-hal yan baik
atau norma-norma yang baik, dan
c. pendidikan adalah suatu proses pencapaian tujuan, artinya pendidikan berupa
serangkaian kegiatan bermula dari kondisi-kondisi aktual dan indi;idu yang belajar, tertuju
pada pencapaian indi;idu yang diharapkan.
Pendidikan dipandang dari sudut keilmuan tertentu seperti 8
a. Sosiologik memandang pendidikan dari aspek sosial, yaitu mengartikan pendidikan
sebagai usaha pewarisan dari generasi ke generasi.
b. 4ntrophologik memandang pendidikan adalah enkulturasi yaitu proses pemindahan
budaya dari generasi ke generasi.
c. Psikologik memandang pendidikan dari aspek tingkah laku indi;idu, yaitu mengartikan
pendidikan sebagai perkembangan kapasitas indi;idu secar optimal. Psikologi menurut
Hoodward dan .a@uis % '>-- 8 ( & adalah studi tentang kegiatan-kegiatan atau tingkah laku
indi;idu dalam keseluruhan ruang hidupnya.
d. /konomi, yaitu memandang pendidikan sebagai usaha penanaman modal insani % human
capital & yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa.
e. Politik yang melihat pendidikan adalah proses menjadi warga negara yang diharapkan
% ci;ilisasi & sebagai usaha pembinaan kader bangsa yang tangguh.
Pendidikan selalu dapat dibedakan menjadi teori dan praktek, teori pendidikan adalah
pengetahuan tentang makna dan bagaimana soyogyanya pendidikan itu dilaksanakan,
sedangkan praktek adalah tentang pelaksanaan pendidikan secara konkretnya. 3eori
pendidikan disusun seperti latar belakang yang hakiki dan sebagai rasional dari praktek
pendidikan serta pada dasarnya bersifat direktif. 5stilah direktif memberi makna bahwa
pendidikan itu mengarah pada tujuan yang pada hakekatnya untuk mencapai kesejahteraan
bagi subjek didik.
3ujuan
&!=0C01-0@0 termaktub dalam Undang-Undang @omor ;E tahun ;EE? tentang &istem
'endidikan @asional, 'asal ? menyebutkan tujuan pendidikan nasional adalah
mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada *uhan Dang -aha !sa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreati(, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab
Bagaimana tujuan pendidikan nasional di republik ini7 ''! *8/3 01ersi #mendemen2,
Pasal .*, ayat . menyebutkan, K'emerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu
sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.K
Pasal .*, ayat 3 menyebutkan, K'emerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi
dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban
serta kesejahteraan umat manusia.K
Iabaran UU+ $7%# tentang pendidikan dituangkan dalam Undang-Undang @o. ;E, *ahun
;EE?. 'asal ? menyebutkan, K'endidikan nasional ber(ungsi mengembangkan kemampuan
dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada *uhan Dang -aha !sa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreati(, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab.K
Bila dibandingkan dengan undang5undang pendidikan sebelumnya, yaitu 'ndang5
'ndang o. (9*8:8, ada kemiripan kecuali berbeda dalam pengungkapan.
Pada pasal / ditulis, K'endidikan @asional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan
mengembangkan manusia 1ndonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaLwa
terhadap *uhan Dang -aha !sa dan berbudi-pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan
ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa
tanggung-jawab kemasyarakatan dan
kebangsaan.K
Pada Pasal *3, Undang-undang yang sama, tertulis, K'endidikan menengah diselenggarakan
untuk melanjutkan dan meluaskan pendidikan dasar serta menyiapkan peserta didik menjadi
anggota masyarakat yang memiliki kemampuan mengadakan hubungan timbal balik dengan
lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan lebih
lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi.K
Bila dipelajari, di atas kertas tujuan pendidikan nasional masih sesuai dengan
substansi Pancasila, yaitu menjadikan manusia
yang beriman dan berta;wa kepada
%uhan yang Maha Esa
Tujuan Pendidikan (Kemdiknas): $1ndang-1ndang 0omor #* tahun #**( tentang Sistem
Pendidikan 0asional, Pasal (, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada 3uhan Eang .aha
/sa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara
yang demokratis serta bertanggung jawab.
Sejalan dengan itu, pada periode #*'*-#*'), ementerian Pendidikan 0asional
menetapkan ;isi 3erselenggaranya ?ayanan Prima Pendidikan 0asional untuk .embentuk
5nsan 5ndonesia Derdas omprehensif. 5nsan 5ndonesia cerdas komprehensif adalah insan
yang cerdas spiritual, cerdas emosional, cerdas sosial, cerdas intelektual dan cerdas
kinestetis.
1ntuk mewujudkan ;isi tersebut, ementerian Pendidikan 0asional menetapkan lima misi
yang biasa disebut lima %-& , yaitu" ketersediaan layanan pendidikan" keterjangkauan
layanan pendidikan" kualitas<mutu dan rele;ansi layanan pendidikan" kesetaraan
memperoleh layanan pendidikan" kepastian<keterjaminan memperoleh layanan pendidikan.
Sebagai organisasi yang berkedudukan di bawah ementerian Pendidikan 0asional,
Direktorat Ienderal Pendidikan Dasar bertugas menjabarkan ;isi dan misi ementerian
Pendidikan 0asional di atas, baik saat perumusan dan atau pelaksanaan kebijakan dan
standarisasi teknis di bidang pendidikan dasar. Dengan demikian, secara umum tujuan
Direktorat Ienderal Pendidikan Dasar adalah .enjamin 3erselenggaranya ?ayanan
Pendidikan Dasar untuk 7angsa 5ndonesia secara Prima
Pendidilan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, yang berakar pada nilai-nilai agaa, kebudayaan nasional Indonesia dan !anggap
!erhadap !un!u!an perubahan "aan# Un!uk e$u%udkan ci!a-ci!a ini, diperlukan per%uangan seluruh lapisan
asyaraka!#
Tu%uan Pendidikan Nasional
Pendidikan erupakan pilar !egaknya bangsa& 'elalui pendidikanlah bangsa akan !egak apu en%aga
ar!aba!# Dala UU ()*())+ !en!ang ,is!e Pendidikan Nasional, Pasal +, disebu!kan -Pendidikan nasional
ber.ungsi engebangkan keapuan dan eben!uk $a!ak ser!a peradaban bangsa yang berar!aba!
dala rangka encerdaskan kehidupan bangsa, ber!u%uan un!uk berkebangnya po!ensi peser!a didik agar
en%adi anusia yang berian dan ber!ak$a kepada Tuhan /ang 'aha 0sa, berakhlak ulia, seha!, berilu,
cakap, krea!i., andiri, dan en%adi $arga negara yang deokra!is ser!a ber!anggung %a$ab#
Rumusan tujuan pendidikan menurut UU No. 4 tahun 1950, tecatum
daam !a! "" pasa # $an% !er!un$i &tujuan pendidikan dan
pen%ajaran mem!entuk manusia susia $an% cakap dan 'ar%a
ne%ara $an% demokratis serta !ertan%%un% ja'a! tentan%
kesejahteraan mas$arakat dan tanah air.(. Rumusan tujuan
pendidikan menurut ketetapan )*R No. "" tahun 19+0 $an%
!er!un$i tujuan pendidikan iaah mendidik anak ke arah
ter!entukn$a manusia $an% !erji'a pancasia dan !ertan%%un%
ja'a! atas terseen%%aran$a mas$arakat sosiais "ndonesia
$an% adi dan makmur materia dan spiritua.#. Rumusan tujuan
pendidikan menurut sistem pendidikan nasiona pancasia
den%an penetapan *residen no. 19 tahun 19+5 $an% !er!un$i
tujuan pendidikan nasiona kita, !aik $an% diseen%%arakan oeh
pemerintah maupun s'asta, dari pendidikan prasekoah sampai
pendidikan tin%%i, supa$a meahirkan 'ar%a ne%ara sosiais
"ndonesia $an% susia, $an% !erta%%un% ja'a! atas
terseen%%aran$a mas$arakat sosiais "ndonesia, adi dan
makmur !aik spiritua maupun materia $an% !erji'a
pancasia.4. Rumusan tujuan pendidkan menurut ketetapan
)*R, No. ( tahun 19+0 $an% !er!un$i tujuan pendidikan iaah
mem!etuk manusia pancasiais sejati !erdasarkan ketentuan-
ketentuan $an% dikehendaki oeh pem!ukaan Undan%-Undan%
.asar 1945 dan isi Undan%-Undan% .asar 1945. 5