Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

Manajemen Operasi
Dosen Pengampu :
Sri Eka Astutiningsih S.E. M.M


Disusun oleh :
Amin Saifudin (2824133011)
KELAS EKONOMI SYARIAH A
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
Institut Agama Islam Negeri
(IAIN) Tulungagung
Tahun ajaran 2014-2015







2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan Rahmat-Nya sehingga
saya dapat menyelesaikan tugas makalah dengan tema Manajemen Operasi.

Makalah ini berisikan tentang Pengertian Manajemen Operasi. Ketika istilah manajemen
banyak diadopsi oleh pihak dalam berbagai bidang kehidupan, orang dengan mudah
menganggap bahwa manajemen merupakan suatu konsep yang sangat sederhana. Akhirnya,
orang dengan mudah merangkai kata manajemen dengan permasalahan yang harus di
pecahkan. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang
manajemen operasi.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan
saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan
makalah ini.

Akhir kata, saya sampaikan terima kasih.





Tulungagung, 28 April 2014


(Penyusun)




3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................... 2
DAFTAR ISI .................................................................................................... 3

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................... 4
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................... 4
1.3 Tujuan ............................................................................................ 4

BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Definisi manajemen operasi .......................................................... 5
2.2 Sistem manajemen operasi ........................................................ 11

BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan .................................................................................... 15

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 16









4

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Seperti di ketahui manajemen pada dasarnya merupakan proses pengambilan
keputusan yang berkaitan dengan perencanaan pengorganisasian pengarahan dan
pengendalian yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Sejalan dengan itu maka
manajemen operasi merupakan proses pengambilan keputusan didalam usaha untuk
menghasilkan barang atau jasa sehingga tepat sasaran yang berupa tepat waktu, tepat
mutu, tepat jumlah dengan biaya yang efisien, oleh karena itu manajemen operasi
mengkaji pengambilan keputusan dalam fungsi operasi.
Melalui kegiatan operasi segala sumber daya masukkan perusahaan diintegrasikan
untuk menghasilkan keluaran yang memiliki nilai tambah. Produk yang dihasilkan dapat
berupa barang jadi, barang setengah jadi dan jasa. Oleh karena itu, kegiatan operasi
menjadi salah satu fungsi utama perusahaan.
Dalam penyusunan makalah ini penulis memiliiki maksud dan tujuan. Adapun
maksud penulis adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Bisnis. Sedangkan
tujuannya, penulis berharap agar makalah ini bisa memberikan sedikit ilmu pengetahuan
mengenai Manajemen Operasi kepada para pembaca.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa definisi manajemen operasi.?
2. Bagaiman Sistem manajemen operasi.?

1.3 Tujuan
1. Untuk Mengetahui Definisi manajemen operasi.?
2. Untuk Mengetahui Sistem manajemen Operasi.?







5


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Manajemen Operasi

Produksi disebut juga dengan istilah operasi merupakan salah satu fungsi pokok bisnis
disamping fungsi pemasaran, keuangan, personalia. Fungsi ini berkaitan dengan penggunaan
sumber daya organisasi untuk mengubah bahan menjadi barang jadi atau jasa.
Istilah "Operasi" (Operations) dalam Production/Operations Management diartikan
sebagai kumpulan dari seluruh kegiatan yang berhubungan dengan produksi barang dan jasa.
Sedangkan "Production" diartikan sebagai proses konversi sumber-sumber yang dimiliki
perusahaan menjadi output. Selanjutnya, istilah "Management" diartikan sebagai pengelolaan
yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan
pengendalian. Dengan demikian, Production/Operations Management didefinisikan sebagai
pengelolaan (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan
pengendalian) semua kegiatan yang secara langsung berhubungan dengan produksi barang
dan jasa (James R Evan, Applied Production and Operations Management).
Menurut Richard B Chase dalam bukunya Production and Operation Management;
Manufacture and Service, 1998, manajemen operasi (MO) didefinisikan sebagai disain,
operasi dan perbaikan sistem produksi yang bertujuan menciptakan barang dan jasa utama
perusahaan. Sama halnya dengan pemasaran dan keuangan, manajemen operasi merupakan
bidang fungsional yang memiliki tanggung jawab sebagai manajemen lini dalam struktur
organisasi bisnis. Ini penting karena manajemen operasi sering kali dicampur-adukkan
dengan Riset Operasi atau Manajemen Sain (Operation Research-OR/ Management Science-
MS) serta Industrial Engineering (IE).
Perbedaan pokok antara Manajemen Operasi dengan OR atau MS atau IE adalah
bahwa MO merupakan bidang manajemen sedang OR/ MS merupakan aplikasi metode
kuantitatif untuk pengambilan keputusan di segala bidang, sementara IE merupakan disiplin
ilmu teknik. Dengan demikian MO menggunakan OR/ MS sebagai alat untuk pengambilan
keputusan seperti misalnya dalam penyusunan skedul dengan menggunakan jalur kritis, dan
dalam beberapa hal memiliki topic bahasan yang sama dengn IE seperti otomatisasi pabrik.
Perbedaan peran manajemen membuat MO menjadi berbeda dengan disiplin ilmu yang lain.
6


Sementara menuruty Agus Ahyari manajemen produksi/ operasi merupakan proses
kegiatan untuk mengadakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian
dari produksi dan proses produksi. Sedang menurut Sukanto, manajemen produksi/ operasi
Merupakan usaha mengelola dengan cara optimal terhadap faktor-faktor produksi atau
sumber seperti manusia, tenaga kerja, mesin dan bahan baku yang ada.
Sejarah Manajemen Operasi
Manajemen operasi (MO) mulai berkembang pesat sejak tahun 1910-an. Pada saat itu
Frederick W Taylor mengembangkan konsep yang terkait dengan efisiensi di bidang produksi
dengan menggunakan pendekatan ilmiah untuk menghitung produktivitas, menggunakan
fungsi manajemen untuk menemukan dan menggunakan aturan dan prosedur dalam operasi
system produksi
Perspektif Manajemen Produksi/Operasi
Ruang lingkup Manajemen Operasi mencakup tiga aspek utama yaitu:
a) Perencanaan Sistem Produksi : Perencanaan Sistem Produksi ini meliputi Perencanaan
Produk, Perencanaan Lokasi Pabrik, Perencanaan Layout Pabrik, Perencanaan Lingkungan
Kerja, Perencanaan Standar Produksi.
b) Sistem Pengendalian Produksi : Meliputi pengendalian proses produksi, bahan, tenaga
kerja, biaya, kualitas dan pemeliharaan.
c) Sistem Informasi Produksi : Aspek ini meliputi struktur organisasi, Produksi atas dasar
pesanan, Mass Production.

Ketiga aspek dan komponen-komponennya tersebut agar dapat berjalan dengan baik
perlu planning, organizing, directing, coordinating, controlling (Management Process).
Dalam perencanaan manajemen produksi/operasi, perencanaan hingga pengambilan
keputusan dilakukan dengan menggunakan pendekatan kalsifikasi hirarkhis (Hierarchical
Classifications). Artinya, perencanaan dan keputusan ditempatkan pada tiga kategori yakni:

a) Strategic Plans and Decisions : Pada tataran ini, perencanaan dan keputusan memiliki
skop yang luas dan meliputi seperti misalnya, penentuan product line, distribution and
marketing channel, new plant and warehouse, dll.

7

b) Tactical Plans and Decisions : Merupakan keputusan-keputusan perencanaan taktis
terutama yang terkait penyusunan skedul operasi, alokasi dana, penggunaan mesin,
perencanaan tingkat produksi , penentuan jumlah tenaga kerja yang diperlukan,
penentuan perlu tidaknya lembur, penentuan perlu tidaknya persediaan dan berapa
banyak.

c) Operational Plans and Decisions : Merupakan keputusan jangka pendek yang terkai
misalnya menetukan pekerjaan yang harus dilakukan hari ini atau minggu ini,
menentukan siapa melakukan tugas apa, menentukan tugas-tugas apa yang harus
diprioritaskan. Perencanaan dan keputusan operasional ini merupakan tingkatan yang
terakhir yang mencakup perencanan dan keputusan tugas-tugas rutin sehari-hari,
nisalnya penjadualan karyawan dan peralatan, penyesuaian tingkat produksi,
keputusan melakukan tindakan-tindakan penyesuaian bila terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan dalam pengoperasian mesin, pengawasan terhadap kualitas produksi.

Perencanaan dan keputusan pada tataran strategic diambil oleh mereka yang berada
pada tingkatan tertinggi dalam organisasi, yang kemudian perencanaan dan keputusan pada
tingkat strategic tersebut perlu diterjemahkan dan dijadikan pedoman atau batasan dalam
perencanaan dan keputusan taktis. Selanjutnya perencanaan dan keputusan taktical, yang
dibuat berdasarkan perecanaan dan keputusan stratejik, dijadikan pedoman bagi perencanaan
dan keputusan operational.
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa produksi adalah proses konversi
sumber-sumber yang ada dalam perusahaan menjadi produk (output). Dengan demikian,
system produksi didefinisikan sebagai kumpulan dari semua kegiatan dan operasi yang saling
berkaitan dalam rangka menghasilkan barang dan jasa.
Sistem produksi terdiri dari lima komponen dasar yang utama, yaitu:
a) Input and Output
Input pada sistem produksi adalah sumber-sumber utama , dan sumber-sumber lain yang
diperlukan untuk mendukung keseluruhan proses produksi, yang ditransformasi menjadi
produk yang diinginkan. Diambil contoh misalnya, bahan baku dan bahan penolong, mesin,
tenaga kerja, energi, informasi mengenai permintaan, kondisi ekonomi, dan strategi bersaing,
dll. Semua input tersebut masuk dalam proses transormasi atau kreasi menjadi produk.
Produk di sini bisa berupa barang, bisa juga berupa jasa.
b) Conversion and Creation Processes
8

Proses konversi merupakan istilah yang dipakai untuk proses manufaktur yang mengubah
bahan baku menjadi barang. Proses perubahan tersebut ada beberapa jenis, antara lain: (i)
perubahan ketajaman bahan baku, misalnya proses membuat pisau. (ii) Perubahan komposisi
atau bentuk input misalnya obat-obatan. (iii) Assembly, merupakan proses merangkai
beberapa komponen menjadi suatu produk.
Pada organisasi jasa, istilah yang dipakai bukan proses konversi tetapi proses penciptaan.
Proses penciptaan ini meliputi misalnya menyediakan jasa pada waktu dan tempat
tertentu,atau bila misalnya organisasi tersebut adalah rumah sakit, staf yang ahli dan trampil
yakan menciptakan kepuasan.
c) Managers
Manajer merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem produksi. Agar sistem
produksi dapat berjalan efektif, diperlukan manajer yang trampil merencanakan dan
mengambil keputusan. Manajer harus menyediakan input, mengendalikan proses konversi
dan kreasi, dan menjamin tersedianya output pada waktu dan tempat yang tepat untuk
memenuhi permintaan. Untuk itu manajer dalam sistem produksi harus memiliki kemampuan
teknis dan perilaku.
d) Feedback
Merupakan proses monitoring output sistem produksi dan penggunakan informasi untuk
mengendalikan proses produksi. Feedback yang efektif memerlukan ukuran-ukuran kinerja
dan kemampuan organisasi untuk memperbaiki produk yang ditawarkan
agar dapat lebih memuaskan permintaan pasar. Sebagai catatan, bila perencanaan dan
keputusan mengalir dari atas ke bawah, maka lain halnya dengan feedback. Feedback
mengalir dari bawah ke atas sehingga memberikan keterkaitan antar tingkatan hirarkhis.











9

Pendekatan Five P.S
Menurut pendekatan Five Ps, sistim produksi/ operasi didefinisikan sebagai proses
penggunaan sumber-sumber untuk mengubah/ mentransformasi input menjadi output yang
diinginkan.
Bagan Sistem Produksi/ Operasi berdasarkan pendekatan Five Ps

Five Ps dalam konteks Manajemen Operasi:
1) People meliputi tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung.
2) Plant mencakup pabrik atau kantor cabang dimana produksi dilakukan.
3) Parts meliputi bahan-bahan. Sumber daya yang diolah dalam sistim.
4) Process meliputi prosedur, dan tahap-tahap pelaksanaan produksi.
5) Planning dan Control Sysem merupakan prosedur dan manajemen informasi yang
digunakan untuk mengoperasikan sistem.













10

Fungsi transformasi meliputi bentuk-bentuk seperti:


salnya transportasi





Fungsi transformasi di atas tidak bersifat mutually exclusive. misalnya department store.
Fungsi tranformasi di department store melibatkan tiga bentuk yakni informasional,
penggudangan, dan pertukaran. Contoh hubungan Input-Transformasi-Output tersaji dalam
tabel di bawah ini.
Tabel Input Transformasi Output

No Sistim Input
Utama
Sumber
daya
Fungsi
transforma
si utama
Output
yang
diinginkan
1 Departemen
t Store
Shoppers Display,
persediaan
barang,
pelayan
toko
pertukaran Penjualan
yang
memuaskan
pelanggan
2 Pabrik
otomotif
Plat baja,
komponen
mesin
Peralatan,
perlengkapa
n, pekerja
Fabrikasi
dan
assembling
Kendaraan
berkualitas
tinggi







11


2.2 Sistem Manajemen Operasi
Sistem operasi merupakan sistem yang mengacu pada sistem transformasi yang
menghasilkan barang dan jasa. Gambaran sistem ini tidak hanya menjadi pijakan untuk
definisi jasa dan manufaktur sebagai sistem transformasi, tetapi juga dasar yang kuat untuk
rancangan dan analisis operasi.
Dalam sistem operasi, yang menjadi masukan adalah energi, material, tenaga kerja,
modal dan informasi. Sedangkan sistem operasi yang disandarkan pada kendali syariat akan
memastikan berjalannya proses transformasi yang amanah, disamping jaminan halal atas
segala masukan yang digunakan serta semua keluaran yang dihasilkan.
Lingkungan eksternal mempengaruhi ketiga subsistem manajemen operasi. Sebagai
contoh, lingkungan eksternal menyediakan tenaga kerja, bahan mentah yang menjadi input.
Perubahan teknologi dapat mengubah proses transformasi. Produk yang dihasilkan oleh
organisasi dilempar kelingkungan eksternal, tetapi lingkungan eksternal juga mempengaruhi
output yang dihasilkan. Sebagai contoh, perubahan preferensi konsumen akan mengubah
produk yang dihasilkan organisasi menjadi produk yang lebih sesuai dengan preferensi
konsumen tersebut. Alat dan metode dapat mempengaruhi dan membantu proses
transformasi.
Penentuan lokasi perusahaan
Terdapat 2 kriteria dalam menentukan lokasi produksi:
Kriteria subyektif, keputusan lokasi produksi berdasarkan pertimbangan subyektif
pemilik perusahaan dimana keputusan subyektif ini akan sangat membantu tercapainya
keberhasilan dalam bisnis sekiranya keputusan subyektif ini didukung oleh berbagai faktor
yang memperkuat keputusan subjektif.
Kriteria obyektif, mempertimbangkan berbagai faktor yang akan mendukung
tercapainya keberhasilan. Seperti regulasi pemerintah seputar bisnis yang dijalankan, budaya
masyarakat, akses terhadap pasar dan pemasok, tingkat persaingan, akses transportasi dan
lain-lain.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan lokasi kerja:
1) Biaya ruang kerja
Biaya untuk membeli ruang kerja dapat berbeda dari satu lokasi ke lokasi lain
tergantung dari letak tanah.
2) Ketersediaan dan biaya tenaga kerja
12

Perusahaa dapat memilih lokasi dimana terdapat banyak tenaga kerja dengan keahlian
khusus yang diperlukan. Biaya tenaga kerja sangat bervariasi tergantung dari lokasi
perusahaan.
3) Insentif pajak
Insentif pajak diberikan untuk menambah lapangan kerja dan memperbaiki kondisi
ekonomi di daerah-daerah yang menawarkan kridit pajak.
4) Sumber permintaan
Biaya trasportasi dan jasa produk dapat dikurangi dengan memproduksi di lokasi yang
dekat sumber permintaan dari konsumen.
5) Akses trasportasi
Perusahaan lebih memilih lokasi dekat sumber utama transportasi agar para konsumen
lebih mudah mengakses perusahaan.
Bagaimana menentukan lokasi bisnis manufaktur dan jasa.

Lokasi bisnis Manufaktur (penghasil barang)
Model-model penghitungannya:
* Dengan penghitungan biaya angkut dan jarak yang paling rendah
Contoh: perusahaan konveksi, lebih memilih lokasi didaerah kudus yang dekat dengan pasar
kliwon, untuk memasarkan produknya, bahan bakunya pun didaerah kudus banyak tersedia.
* Metode perbandingan biaya operasi
Memilih beberapa alternatif lokasi, kemudian diperbandingkan dan dipilih alternatif lokasi
dengan biaya operasi paling rendah.


* Dengan pendekatan kualitatif
Contoh: pabrik semen dan minyak, memilih lokasi yang dekat dengan bahan baku.

Lokasi bisnis jasa
Bisnis jasa lebih diprioritaskan yang lokasinya setrategis, karena tidak ada biaya angkut. Namun
bisnis jasa yang mendatangi konsumen seperti jasa sedot WC, tidak perlu strategis yang
terpenting adalah sarana komunikasinya kepada konsumen, cukup dengan menempel nomor
telephon.
Pengaturan Proses Produksi atau Operasi
13

Keputusan mengenai proses produksi menjadi keputusan yang penting dalam
melakukan desain sistem produksi. Proses produksi diatur sesuai dengan keinginan dan
keadaan prusahaan,dengan memilih dari berbagai alternatif proses produksi sebagai berikut:
1. Secara umum,terdapat dua jenis proses produksi :
Pertama,sistem Produksi Intermiten
Sistem prosuksi dimana pengelolaan kegiatan produksi bersifat tidak terus
menerus, berkelanjutan dan menggunakan pola mulai selesai. Artinya,kepastian mengenai
kapan memulai proses produksi dan kapan menyelesaikan proses produksi jelas. Terdapaat
dua jenis pola produksi yang menggunakan sistem intermiten :
a. Produksi massal ( mass production)
Umumnya berlaku pada prusahaan manufaktur. Dilakukan melalui standar
produksi tertentu, prosedur tertentu dan jumlah unit produk tertentu yang secara rutin
diproduksi.
b. Pilihan masal (mass customization)
Bahwa produk yang dihasilkan oleh prusshaan memberikasn keleluasaan kepada
konsumen untuk memilih sesuai selera dan daya beli masing-masing. Perusahaan
memproduksi variasi produk yang lebih banyak,seperti HP,Komputer.
Kedua,sistem proses produksi yang terus menerus (continous production system)
Sistem produksi dimana pengelolaan kegiatan produksi bersifat terus menerus dan
untuk jangka waktu yang relatif panjang kemudian disimpan dalam gudang, disalurkan ke
penyalur dan dijual kepada konsumen. Contoh perusahaan manufaktur seperti perusahaan
kimia, minyak bumi dan tambang, sedangkan perusahaan jasa seperti ttransportasi
transportasi yang terus menerus memberatkan penumpang dari terminal.
2. Proses produksi Pelayanan
Produksi yang standar
Proses produksi yang didasarkan pada standar perusahaan. Standar tersebut di desain dari
informasi konsumen. Konsemen membeli sebagaimana barang yang distandardisasikan
tersebut.
Produksi menurut pesanan
Proses produksi dilakukan untuk membuat barang sebagaimana yang dipesan oleh konsemen.
Jadi bentuknya tidak distandardisasikan tetapi sangat bervariasi.



14

Sifat dan Teknis Produksi
Teknik produksi pada perusahaan manufaktur ada beberapa jenis yaitu:
1. Proses Ekstraktif merupakan proses produksi yang haanya mengambil dari alam dan sudah
terjadi produksi akhir, misalnya emas, batu bara, dan sebagainya.
2. Proses Analitis merupakan kegiatan produksi yang memisah misahkan bahan alam menjadi
produk akhir, misalnya minyak, semen dan sebagainya.
3. Proses sintetis merupakan kegiatan produksi dengan mencampur bahan-bahan kemudian
diolah menjadi produk akhir, misalnya makanan, minuman, dan obat-obatan.
4. Proses Pengubahan yaitu kegiatan produksi dengan mengubah bahan baku menjadi produk
akhir, misalnya elektronik.
























15

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Istilah "Operasi" (Operations) dalam Production/Operations Management diartikan
sebagai kumpulan dari seluruh kegiatan yang berhubungan dengan produksi barang dan jasa.
Sedangkan "Production" diartikan sebagai proses konversi sumber-sumber yang dimiliki
perusahaan menjadi output. Selanjutnya, istilah "Management" diartikan sebagai pengelolaan
yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan
pengendalian. Dengan demikian, Production/Operations Management didefinisikan sebagai
pengelolaan (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan
pengendalian) semua kegiatan yang secara langsung berhubungan dengan produksi barang
dan jasa (James R Evan, Applied Production and Operations Management).




















16

DAFTAR PUSTAKA

https://sites.google.com/site/operasiproduksi/mo_reading_01 , diakses pada tanggal 28 april 2014
pukul 17.05 WIB

Muhammad Husni Mubarok, M.M. Pengantar Bisnis. Kudus:Sekolah Tinggi Agama Islam
Negeri(STAIN). 2010

http://www.scribd.com/doc/88095053/MAKALAH-MANAJEMEN-OPERASIONAL ,
diakses pada tanggal 28 april 2014 pukul 20.30 WIB