Anda di halaman 1dari 3

Pemerintah Sebagai Pusat Segala Pasar

Nama : Amin saifudin


NIM : 2824133011
Kelas : ES 4A

Pemerintah Sebagai Ibu Segala Pasar


A. Kemampuan serta perilaku pemerintah dalam membelanjakan dan menabung
uangnya sangat besar termasuk dari sisi jumlah. Contoh kita lihat pada RAPBN 2005,
pemerintah akan membelanjakan uang yang dimilikinya sebesar Rp 394,8 Triliun dan akan
menerima uang sebesar Rp 377,9 Triliun.Setiap tahunya pemerintah membuat anggaran
pendapatan belanja negara yang berisi kebijakana-kebijakan tahun mendatang.
1. Barang dan Pasar jika kita menelaah teori ekonomi konvesional, kebijakan fiskal
dibuat karena terjadinya kegagalan mekanisme pasar. Jika terus berlanjut maka akan
memicu timbulnya distorsi (gangguan terhadap permintaan dan penawaran) yang dapat
mengganggu keseimbanagan dari permintaan Agregatif (AS), Penawaran Agregatif (AD)
pada perekonomian tersebut. Ilmu ekonomi dibedakan berdasarkan sifatnya yaitu: a.
Private goods adalah barang yang dapat di produksi secara lebih efisien (mobil, rumah,
pakaian, dan lain-lain) b. Public goods adalah barang yang cenderung tidak dapat
diproduksi secara efisien. Public goods dibagi menjadi dua kategori yaitu :
a) Non-Excludable Goods adalah barang dimana orang lain tidak dilarang
dari melihat atau menikmatinya. Contoh ketika ada pertunjukan konser,
bukan hanya yang membeli tiket yang dapat menyaksikan, yang tidak
membelipun bisa menyaksikan dari luar gedung dan pihak
penyelenggara tidak dapat melarangnya.
b) Non-Rivalrous Goods adalah barang yang dapat dinikmati tanpa
menganggu orang lain. Contoh ketika kita menonton TV.
2. Distribusi Equity adalah keadilan dalam mendistribusikan sumber daya
(resource). Pemerintah dapat membantu masyarakat yang kurang beruntung dari
masyarakat yang beruntung melalui pajak, hibah, sumbangan, dan lain-lain.
3. Transfer Tunai Barang Dan Jasa
Pemerintah dapat melakukan dengan dua cara yaitu, dengan melakukan transfer
tunai dan melalui bantuan secara langsung

B. Kebijakan Instrumen Fiskal Pemerintahan Islam Yang dikenal pada zaman


pertengahan (pada zaman Rasulullah SAW) yang memberikan dampak pada tingkat inflasi
dan pertumbuhan ekonomi. Ciri kebijakan fiskal Baitul Mall pada zaman Nabi SAW
adalah sebagai berikut.
1. Sangat Jarang Terjadi Anggaran Defisit Anggaran defisit akan menimbulkan
persoalan yaitu melemahnya nilai uang yang beredar pada zaman Rasulullah SAW, yang
hanya sekali terjadi yaitu ketika jatuhnya kota Mekkah.
2. Sistem Pajak Proposional (Propotional Tax) Merupakan salah satu kontribusi
Islam dalam instrumen fiskal. Keunggulannya adalah terbentuknya aotomatoc stabilizer
yang digambarkan dengan amplitudo diperkecil, artinya jika kondisi ekonomi memuncak
(booming) maka tidak terjadi bubble, jika turun maka tidak terjadi crash.
3. Besarnya Rate Kharaj Ditentukan Berdasarkan Produktivitas Lahan, bukan
Berdasarakan Zona Produktivitas lahan diukur berdasar kesuburan tanah, jumlah produk,
marketability produk pertanaian yang ditanam di lahan tersebut dan metode irigasinya,
sangatlah mungkin lahan yang bersebelahan di kenakan kharaj yang berbeda yang
menyebabkan pengusaha kecil yang kurang produktif dapat tetap berusaha di lokasi yang
baik dan tidak terpinggirkan menjadi pedagang kaki lima.
4. Berlakunya Regressive Rate untuk Zakat Peternakan Adalah penurunan rate
karena jumlah hewan ternak yang dipelihara semakin banyak yang mendorong peternak
untuk memperbesar skala usahanya dengan biaya produksi rendah yang mengakibatkan
supply hewan ternak dengan harga yang relatif murah.
5. Perhitungan Zakat Perdagangan Berdasarkan Besarnya Keuntungan, Bukan atas
Harga jual.
Sistem ini berdasarkan keuntungan (profit atau quasi-rent) tidak berpengaruh
terhadap kurva penawaran sehingga barang yang ditawarkan tidak berkurang dan tidak
terjadi kenaikan harga jual. Yang menjadi insentif bagi pedagang untuk mencari
keuntungan sejalan dengan kewajiban membayar zakat. Jumlah zakat yang diterima akan
meningkat seiring meningkatnya keuntungan pedagang.
6. Porsi Besar untuk Pembangunan Infrastrutkur Pada zaman Rasulullah SAW
pembangunan infrastruktur berupa sumur umum, pos, jalan raya, jembatan, dan lain-lain.
7. Managemen Yang Baik Untuk Hasil yang Baik Managemen yang baik akan
berdampak baik. Ini terlihat pada zaman Umar bin Khattab dimana penerimaan di Baitul
Mall mencapai 180 juta dirham sehingga mampu mengatur pemerintahan dengan baik,
hingga tiap kota memberikan pajaknya ke pemerintah

8. Jaringan Kerja antar Baitul Mall Daerah


9. Dengan semakin meluasnya wilayah Islam maka pada zaman Khalifah Ali r.a
dibuatlah struktur anggaran pendapatan yaitu : a. Peningkatan Pendapatan nasional dan
Prtisipasi Kerja Nabi SAW menerapakn kebijakan sbb:
1) Mempersaudarakan kaum muhajirin dan anshar
2) Mendorong terjalinnya kerjasama kaum muhajirin dan anshar
3) Membagikan tanah dan membangun perumahan untuk kaum muhajirin
4) Membagikan 80% Harta rampasan perang b. Pemungutan Pajak Pada saat
stagnasi dan menurunyna permintaan agregatif (AD) dan penawarn agregatif(AS), pajak
(khususnya khums) mendorong stabilitas pendapatan dan produksi total. Kebijakan ini
juga tidak menyebabkan penurunan harga maupun jumlah produk. c. Pengaturan Anggaran
Dengan mengatur keseimbanagan sehingga tidak terjadi budget deficit d. Penerapan
Kebijakan Fiskal khusus