Anda di halaman 1dari 19

LARUTAN NON

ELEKTROLIT
Oleh: Erindyah RW., PhD., Apt.
Tujuan:
Memahami larutan ideal dan larutan real
Memahami Hk. Raoult dan Hk. Henry dan deviasinya
Memahami berbagai sifat colligative larutan
Menghitung penurunan tekanan uap, kenaikan titik
didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik
Menentukan BM dengan sifat2 colligative

Larutan ideal
Hk. Raoult : dalam larutan ideal berisi campuran
komponen, tekanan parsial dari tiap komponen di
permukaan cairan adalah:


Pi= tekanan uap murni dari komponen,
xi = fraksi mol komponen,
Pi = tekanan uap parsial dari komponen
Hk tersebut berlaku jika interaksi molekul A-A, B-
B, dan A-B sama kuat (tidak ada gaya tarik antar
komponen)
p
i
= x
i
p
i


Kurva komposisi-tekanan uap dari
sistem biner ideal
Berapakah tekanan uap parsial
benzena dan etilen klorida dalam
larutan jika fraksi mol benzena
adalah 0,6? Diketahui tekanan uap
murni benzena dan etilen klorida
pada 50C masing2 adalah 268 mm
dan 236 mm.
Jawab:
p
B
= 268 x 0.6 = 160.8 mm
p
A
= 236 x 0.4 = 94.4 mm
Tekanan uap total=
P = p
A
+ p
B

= 160.8+94.4 = 255.2
Tidak mengikuti Hk. Raoult menunjukkan
deviasi positif or negatif

Larutan real/non ideal
Deviasi
positif
Deviasi negatif
Deviasi negatif dari Hk Raoult
jika A-B > A-A atau B-
B (adhesi > kohesi)
Contoh: campuran
kloroform & aseton
ikatan hidrogen
menurunkan escaping
tendency tiap
komponen
penurunan tekanan
uap.


Deviasi positif dari Hk Raoult
jika A-B < A-A atau B-B
(adhesi < kohesi)
Contoh: campuran
benzena & etanol, CS
2

dan aseton, kloroform &
etanol perbedaan
polaritas/tekanan
internal
meningkatkan escaping
tendency tiap komponen
kenaikan tekanan
uap.


p
solven
= p
solven
X
solven
Hk. Henry
Berlaku utk solut dalam larutan real dg
konsentrasi rendah.
Dlm larutan ideal, Hk. Henry identik dg Hk.
Raoult, di mana k p
Penggunaan: kelarutan gas
p
solut
= k
solut
X
solut
Destilasi sistem biner
Hubungan antara tekanan uap
(titik didih) dan komposisi sistem
biner merupakan prinsip destilasi.
Gambar tsb menunjukkan
campuran A (t
D
tinggi) dan B (t
D

rendah).
Jika dilakukan destilasi pada t
D
b,
akan menghasilkan destilat
dengan komposisi v
1
(kaya akan
B), dst, bisa diperoleh B murni
Agar lebih efektif: destilasi
fraksional
Sifat colligative
Sifat larutan yang lebih ditentukan oleh jumlah molekul
daripada tipe/jenis molekul dalam larutan.
Termasuk sifat colligative:
Penurunan tekanan uap
Kenaikan titik beku
Penurunan titik didih
Tekanan osmotik
Aplikasi : menentukan BM molekul
Penurunan tekanan uap

Contoh soal:
Hitung penurunan tekanan
uap relatif larutan yang
mengandung sukrosa 171,2 g
dalam 100 g air pada 20C.
Diket. BM sukrosa 342,3 dan
BM air 18,02 g/mol.
Hitung tekanan uap jika 0,5
mol sukrosa ditambahkan ke
dalam 1000 g air pada 20C.
Diket. Tek uap air pada 20C
adalah 17,54 mm Hg.
Pengukuran tekanan uap larutan
1. Alat: manometer
Penurunan tekanan uap selisih dari tekanan uap
larutan dan solven.
2. Isopiestic method
3. Peralatan Hill-Baldes
4. Wescor vapour pressure osmometer
Kenaikan titik didih
Titik didih (T
b
) normal : temperatur di mana tekanan uap cairan
sama dengan tekanan luar yaitu 760 mm Hg.
T
b
larutan > T
b
solven murni, sebab penambahan solut akan
menurunkan tek uap larutan.

T
b
= k X
2
Persamaan Clapeyron:
Penurunan titik beku
Titik beku (T
f
) atau titik leleh (T
m
) normal: temperature di mana padatan
dan cairan berada dalam kesetimbangan pada tekanan 1 atm.

T
f
= K
f
m
T
f
: penurunan titik beku
Kf : konstanta krioskopik/konstanta
penurunan molal
Penentuan T
f
: metoda Beckmann
& metoda equilibrium



Tekanan osmotik
Osmosis: perpindahan solven ke
dalam larutan melalui membran
semipermeabel.
Escaping tendency equal
tekanan osmotik
Vant Hoff:


Morse:


V = n R T
= R T m
Penentuan BM dengan sifat
colligative
Sifat koligatif tgt fraksi mol solut dalam
larutan dpt digunakan untuk menghitung
BM

Soal latihan:
1. Larutan suatu obat dalam air dengan konsentrasi 0,200 m
mempunyai kenaikan titik didih 0,103C. Hitung konstanta kenaikan
molal solven (air)!
2. Hitung titik beku suatu larutan yang mengandung 3,42 g sukrosa dan
500 g air! Diket. BM sukrosa 342, K
f
1,86.
3. Hitung penurunan titik beku larutan sukrose 1,3 m dalam air. Diket.
Konstanta cryoscopic air pada konsentrasi tersebut adalah 2,1.
4. Titik beku air pada termometer Beckmann adalah 1,112C dan titik
beku larutan dengan solut tertentu adalah 0,120C. Hitung harga K
f

jika konsentrasi larutan adalah 0,5 m!
5. Satu gram sukrosa , BM 342, dilarutkan dalam 100 ml larutan pada
25C. Berapakah tekanan osmotik larutan tersebut?
6. Hitung tekanan osmotik larutan sukrosa 1 m. Diket tekanan uap
larutan adalah 31,207 mm Hg dan tekanan uap air adalah 31,824 mm
Hg pada 30C. Volume molar air pada temperatur tsb adalah 18,1
cm
3
/mol atau 0,0181 liter/mol.



Latihan soal:
7. Suatu larutan mengandung 10,0 gram sukrosa dalam 100,0 g air
mempunyai titik didih 100,149C. Berapakah BM sukrosa?
8. Penurunan titik beku larutan 2,0 gram 1,3-dinitrobenzena dalam
100,0 g benzena ditentukan dengan metode equilibrium
didapatkan 0,6095C. Hitung BM 1,3-dinitrobenzena.
9. 15 gram obat baru dilarutkan dalam air hingga 1000 ml, pada suhu
25C didapatkan tekanan osmotiknya 0,6 atm. Berapakah BM obat
baru tersebut?