Anda di halaman 1dari 18

BAB IV

1. Sebutkan pihak-pihak potensial yang berkepentingan dengan suatu perusahaan atau badan usaha dan jelaskan
kepentingan nya.
Owners. Lenders, supplier, potential, inestor and kreditor, e!ployess, !an age !an, direktur, "usto!er, #inan"ial,
analiyts and adisor, broker, under, writer, sto"k, e$"hanges, lauyer, e"ono!is, ta$ing, authorities, regulatory,
legislator, #inan"ial prees and reporting, agen"ies, labor, union, trade, asso"iation, business, resear"her, tea"her and
student, and the publi".
%ertanggung jawaban, keber!an#aatan, keputusan, riset keuangan dan pasar, penentuan tari##, penentuan pajak,
pengendalian so"ial, pengendalian alokasi su!ber daya e"ono!i", dan pengukuran kerja entitas.
&. Apakah se!ua pihak yang berkepentingan harus dilayani kebutuhan in#or!asionalnya !elalui pelaporan keuangan'
Iya, karena karakteristik pe!akai !e!punyai kedudukan terhadap entitas pelapor (akses terhadap in#or!asi) dan
tingkat pengetahuan pe!akai tentang bisnis dan ekono!i.*ala! artian pe!akai !enyusun dan !engolah ke!bali
data akuntansi tersebut !enjadi in#or!asi yang relean untuk !enga!bil suatu keputusan atau kepentingannya.
+. karena pemakaian potensi informasi keuangan perusahaan banyak dan beragam,
bagaimanakah pendekatan dalam penentuan tujuan pelaporan keuangan?
Dengan pendekatan pelaporan keuangan diarahkan untuk menghasilkan iset data (iset
statemen keuangan) untuk berbagai pemakaian dan kepentingan. Pemakeian
penyusun dan pengelola kembali data tsb menjadi informasi yang relevan untuk
keputusan atau kepentingan dengan kata lain, pemakaian harus melakukan analisis
untuk menyerap informasi sematik yang ada di balik data akuntansi.
,. %elaporan keuangan diarahkan untuk !enghasilkan satu set data (satu set state!en keuangan) untuk berbagai
pe!akai dan kepentingan. %e!akai !enyusun dan !engolah ke!bali data tersebut !enjadi in#or!asi yang relean
untuk keputusan atau kepentingannya. *engan kata lain, pe!akai harus !elakukan analisis untuk !enyerap
in#or!asi se!anti" yang ada dibalik data akuntansi. %endekatan inilah yang sekarang banyak dite!puh dan
!enghasilkan apa yang dikenal dengan state!en keuangan u!u! (-eneral purpose #inan"ial state!ent). .arena
bersi#at u!u!, seperangkat state!en keuangan akan bersi#at ringkasan u!u! yang tidak terlalu rin"i dengan
konsekuensi bahwa kepentingan spesi#ik atau kelo!pok tertentu harus dikorbankan. /alaupun bersi#at u!u!,
!asih perlu diidenti#ikasi kelo!pok yang dianggap !enjadi #o"us atau sasaran in#or!asi. 0al ini perlu dilakukan
karena perekayasaan akuntansi harus !enentukan apa isi seperangkat state!en keuangan sehingga !an#aat dan
releansi in#or!asi dapat diealuasi yang dijadikan #o"us biasanya adalah kelo!pok do!inan dala! kegiatan
ekono!i dan bisnis di suatu 1egara. Bila #o"us tidak ditentukan, perekayasaan akuntansi tidak dapat !enentukan
isi, bentuk dan susunan state!en keuangan dan akuntansi akan !en"iptakan data akuntansi dasar dala! bentuk
statisti" keuangan.
2. Apakah sebagai kegiatan sosial akuntansi !e!punyai tujuan #ungsional' *apatkah tujuan #ungsional !asyarakat
sejalan dengan tujuan akuntansi'
3awab 4 5a, sebagai kegiatan sosial akuntansi !e!punyai tujuan #ungsional dan tujuan #ungsional dala! !asyarakat
dapat sejalan dengan tujuan akuntansi. .arena tujuan #ungsional !erupakan tujuan nor!ati# yang !enjadi pedo!an
dala! pe!buatan kebijakan di tingkat organisasi.
6. Sebut dan jelaskan tujuan pelaporan keuangan ersi ASOBA7 dan ko!ite trueblood. 3elaskan tujuan tersebut dengan
!enunjukan in#or!asi tentang apa, siapa yang dituju, dan untuk kepentingan apa'
1. ersi ASOBA7
a. 8e!buat keputusan yang berkaitan dengan penggunaan su!ber daya (ala!, #isis, !anusia, dan #inan"ial) yang
terbatas
b. !engarahkan dan !engendalikan su!berdaya #isis dan !anusia suatu organisasi yang e#ekti#.
". !e!elihara dan !elaporkan pengelolaan su!ber daya yang diper"ayakan pada !anaje!ent.
d. !e!ber ke!udahan berjalannya #ungsi dan pengendalian so"ial.
&. ersi ko!ite trueblood.
In#or!asi tentang 4
- Aspek perusahaan yang ber!an#aat
- .egiatan ekono!ik perusahaan
- Aliran kas potensial
- *aya !elaba (earning power)
- .e!a!puan !anaje!ent
- *eskripsi dan analisis kejadian
- %osisi keuangan
- Laba periodi"
- .egiatan perusahaan
- Aspek perusahaan
- Aspek organisasi kepada pe!erintah dan nonlaba
- .egiatan perusahaan tertentu
5ang dituju 4
- yang !enggantungkan pada state!en keuangan dan !e!punyai akses terbatas untuk !endapatkan in#or!asi
- inestor dan kreditur
- u!u! (publik) dan pe!erintah
*igunakan untuk 4
- keputusan ekono!i
- prediksi, ko!parasi dan ealuasi aliran laba untuk keputusan inestasi kredit.
- ealuasi daya !elaba
- proses predikti# dala! penga!bilan keputusan
- kee#ekti#an !anaje!ent dala! pengelolaan su!berdaya
- da!pak dan peran so"ial perusahaan.
9. Sebut dan jelaskan beberapa hal yang harus diperti!bangkan dala! penetapan tujuan pelaporan keuangan.
1. 7ujuan laporan keuangan ditentukan oleh lingkungan ekono!ik, huku!, pilitis, dan so"ial te!pat akuntansi
diterapkan.
. pelaporan keungan dipengaruhi oleh karakteristik dan keterbatasan in#or!asi yang dapat disa!paikan !elalui
!ekanis!e pelaporan keuangan.
!. 7ujuan pelaporan keuangan !e!erlukan suatu #o"us untuk !enghindari terlalu u!u!nya in#or!asi akibat terlalu
banyaknnya pihak pe!akai yang ingin dipenuhi kebutuhan in#or!asinya.
:. Sebut dan jelaskan karakteristik lingkungan yang !elandasi penge!bangan ;. <ASB.
Sisten ekono!i pasar yang !aju
Syste! produksi, keuangan, dan perbankan yang "anggih
%e!isah anatara pe!ilik dan !anaje!ent, kegiatan perusahaan dijalankan !elalui perusahaan = badan usaha !ilik
inestor.
%asar !odal sebagai sarana !e!enuhi kebutuhan sarana !odal uta!a selain le!baga keuangan.
%e!ilikan pribadi su!ber keuangan diakui dan dilindungi pe!erintah, su!ber daya produkti# lebih banyak dikelola
oleh swasta daripada pe!erintah hanya sebagai regulator.
%e!erintah !e!bantu kegiatan bisnis ekono!ik dengan !enyediakan in#or!asi publi" yang sebagian berasal dari
in#or!asi pelaporan keaungan ynag disediakan oleh badan usaha.
;eabilitas atau kredibilitas
In#or!asi keuangan di"apai !elalui audit independent.
1>. eka
11. karena inestor dan kreditor !enjadi pokus pelaporan, apakah pihak lain tidak terlayani oleh pelaporan
keuangan
1&. -a!barkanlah kaitan antara tujuan-tujuan pelaporan keuangan ;. <ASB dala! bentuk tabel seperti pada -a!bar
,.+
7ujuan %elaporan .euangan ;. <ASB
Butir In#or!asi 7entang Apa Siapa *ituju ?ntuk Apa 0ierarki
1. aspek perusahaan yang ber!an#aat u!u! keputusan

1 ekono!ik
&. .egiatan ekono!ik perusahaan yang !enggantungkan keputusan 1.1
%ada state!en keuangan
ekono!ik dan !e!punyai akses
terbatas untuk
!endapat in#or!asi
+.
aliran kas potensial inestor dan kreditor prediksi, ko!parasi dan 1.&
ealuasi aliran kas dari
inestasi dan pinja!an
,.
*aya !elaba (earning power) inestor dan kreditor prediksi, ko!parasi dan 1.&.1
ealuasi aliran laba untuk
inestasi dan pinja!an
2. .e!a!puan !anaje!en inestor dan kreditor kee#ekti#an !anaje!en 1.&.&
dala! pengelolaan
su!ber daya
@. *eskripsi dan analisi transaksi dan inestor dan kreditor prediksi, ko!parasi dan 1.&.&.1
kejadian ealuasi daya !elaba
6.
%osisi keuangan inestor dan kreditor prediksi, ko!parasi dan 1.&.&.&
ealuasi daya !elaba
9.
Laba periodik inestor dan kreditor prediksi, ko!parasi dan 1.&.&.+
ealuasi daya !elaba
:.
.egiatan perusahaan inestor dan kreditor prediksi, ko!parasi dan 1.&.&.,
ealuasi daya !elaba
1>.
Aspek perusahaan u!u! proses predikti# dala! 1.+
penga!bilan keputusan
11.
Aspek organisasi kepe!erintahan u!u!, pe!erintah, kee#ekti#an !anaje!en 1.,
dan nonlaba inestor dan kreditor dala! pengelolaan su!ber
daya
1&. .egiatan perusahaan tertentu u!u! (publik) da!pak dan peran sosial 1.2
perusahaan

1+. 3ean
1,. "arakteristik organisasi dan implementasinya
a. penerimaan sumber ekonomik yang #ukup besar dari penyedia dana yang tidak mengharapkan untuk
menerima imbalan atau manfaat yang proporsional dengan sumber ekonomik yang diserahkan.
b. tujuan operasi selain menyediakan $ menjual barang dan jasa untuk mendatangkan laba $ setara laba.
#. tidak terdapatnya haka pemilikan dengan proporsi tertentu $ pasti yang dapat dijual dipindahtangankan
atau ditarik, atau yang mengandung hak yuridis atau bagian dari sisa kekayaan dalam hal organisasi
dilikuidasi $ dibubarkan.
%mpelemntasinya adalah
12. <ASB berargu!en bahwa karakteristik kedua kategori organisasi (entitas bisnis dan entitas nonbisnis) !engandung
persa!aan dan perbedaan tetapi tidak perlu disusun dua kerangka konseptual terpisah untuk !asing-!asing
kategori organisasi.
.arena, %elaporan keuangan organisasi nonbisnis harus !enyediakan in#or!asi yang ber!an#aat bagi para penyedia
dana dan pe!akai lain, baik berjalan !aupun potensial, dala! !e!buat keputusan-keputusan rasional tentang
alokasi dana ke organisasi tersebut.
%ada !ulanya, <ASB !e!perti!bangkan organisasi-organisasi berikut sebagai nonbisnis4
1. ?nit-unit kepe!erintahan
&. Organisasi a!al dan keaga!aan
+. Institusi so"ial
,. Organisasi swasta nonpro#it
*ala! perke!bangannya, unit-unit kepe!erintahan dipisahkan dari lingkup organisasi nonbisnis dan pelaporan
keuangannya ditangani oleh -oern!ental A""ounting Standards Board (-ASB).
Oleh karena itu, organisasi atau entitas tidak lagi dikategori !enjadi bisnis dan nonbisnis tetapi !enjadi
nonkepe!erintahan dan kepe!erintahan. Antitas nonkepe!erintahan !eliputi entitas bisnis dan nonbisnis yang
pelaporan keuangannya berada dibawah jurisdiksi <ASB sedangkan entitas kepe!erintahan !eliputi pe!erintah
pusat dan daerah yang berada di bawah jurisdiksi -ASB.
<ASB !engidenti#ikasi "iri-"iri nonbisnis yang !enjadikan tujuan peleporan organisasi nonbisnis berbeda dengan
organisasi bisnis. Biri-"iri tersebut adalah (S<AB 1o. ,, prg. @)4
a) %eneri!aan su!ber ekono!ik yang "ukup besar dari penyedia dana yang tidak !engharapkan untuk !eneri!a
i!balan atau !an#aat yang proporsional dengan su!ber ekono!ik yang diserahkan.
b) 7ujuan operasi selain !enyediakan=!enjual barang dan jasa untuk !endatangkan laba atau setara laba.
") 7idak terdapatnya hak pe!ilikan dengan proporsi tertentu=pasti yang dapat dijual, dipindahtangankan, atau ditarik,
atau yang !engandung hak yuridis atas bagian dari sisa kekayaan dala! hal organisasi dilikuidasi=dibubarkan.
1@. Apakah yang di!aksud organisasi syariah dan apakah diperlukan kerangka konseptual tersendiri untuk pelaporan
keuangan organisasi syariah '
Organisasi syariah adalah suatu organisasi ekono!i *i!ana standar yang dia!bil dala! setiap #ungsi !anaje!en
terikat dengan huku!-huku! syaraC (syariat Isla!).
Organisasi syariah !e!iliki kerangka konseptual tersendiri untuk pelaporan keuangan. 8enurut Baydoun dan willet
(&>>>) bentuk keuangan perusahaan yang lebih "o"ok dengan akuntansi isla! adalah alue added .
Value added disajikan !eliputi laba bersih yang diperoleh perusahaan sebagai nilai ta!bah yang ke!udian
didistribusikan se"ara adil kepada kelo!pok yang terlibat dengan perusahaan dala! !enghasilkan nilai ta!bah.
*ala! %SA. 1>1 dijelaskan, bahwa laporan keungan !enyajikan in#or!asi !engenai entitas syariah yang
!eliputi 4 asset, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan beban ter!asuk keuntungan dan kerugian, arus kas, dan Dakat.
16. Apakah yang di!aksud dengan kebijakan akuntansi' 3elaskan tataran penentu kebijakan akuntansi'
.ebijakan Akuntansi !erupakan pelaporan prinsip-prinsip akuntansi yang spesi#ik dan !etode-!etode
penerapan prinsip-prinsip tersebbut yang dinilai oleh !anaje!en dari entitas tersebut sebagai yang paling sesuai
dengan kondisi yang ada untuk !enyajikan se"ara wajar posisi keuangan, perubahan yang terjadi pada posisi
keuangan, dan hasil operasi sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku u!u! dan karena itu telah
diadopsi untuk pe!buatan laporan keuangan.
.ebijakan akuntansi !eliputi pilihan prinsip-prinsip, dasar-dasar, konensi, peraturan dan prosedur yang digunakan
!anaje!en dala! penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Beberapa jenis kebijakan akuntansi dapat
digunakan untuk subjek yang sa!a. %erti!bangan dan atau pe!ilihan perlu disesuaikan dengan kondisi perusahaan.
Sasaran pilihan kebijakan yang paling tepat akan !engga!barkan realitas ekono!i perusahaan se"ara tepat dala!
bentuk keadaan keuangan dan hasil operasi.
7iga perti!bangan pe!ilihan untuk penerapan kebijakan akuntansi yang paling tepat dan penyiapan laporan
keuangan oleh !anaje!en4
1. %erti!bangan Sehat
.etidakpastian !elingkupi banyak transaksi. 0al tersebut harusnya diakui dala! penyusunan laporan keuangan.
Sikap hati-hati tidak !e!benarkan pen"iptaan "adangan rahasia atau dise!bunyikan.
&. Substansi 8engungguli Bentuk
7ransaksi dan kejadian lain harus dipertanggungjawabkan dan disajikan sesuai dengan hakekat transaksi dan realitas
kejadian, tidak se!ata-!ata !enga"u bentuk huku! transaksi atau kejadian.
+. 8aterialitas
Laporan keuangan harus !engungkapkan se!ua ko!ponen yang "ukup !aterial yang !e!pengaruhi ealuasi atau
keputusan-keputusan.
Laporan keuangan harus jelas dan dapat di!engerti, berdasar pada kebijakan akuntansi yang berbeda di
antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain, dala! satu negara !aupun antar negara. %engungkapan kebijakan
akuntansi dala! laporan keuangan di!aksudkan agar laporan keuangan tersebut dapat di!engerti. %engungkapan
kebijakan tersebut !erupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. %engungkapan hal ini sangat
!e!bantu pe!akai laporan keuangan, karena kadang-kadang perlakuan yang tidak tepat atau salah digunakan untuk
suatu ko!ponen nera"a, laporan laba rugi, laporan arus kas, atau laporan lainnya terbias dari pengungkapan
kebijakan terpilih.
Tataran Kebijakan Akuntansi :
a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan !enggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku
u!u! di Indonesia, yakni %ernyataan Standar Akuntansi .euangan dan %eraturan Badan %engawas %asar 8odal
(Bapepa!) (sekarang Bapepa! dan L.)
*asar pengukuran laporan keuangan konsolidasi ini adalah konsep biaya perolehan (histori"al "ost), ke"uali
beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagai!ana diuraikan dala! kebijakan akuntansi
!asing-!asing akun tersebut, antara lain persediaan yang dinyatakan sebesar nilai uang lebih rendah antara biaya
perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower o# "ost or net realiDable alue). Laporan keuangan konsolidasi ini
disusun dengan !etode akrual, ke"uali laporan arus kas.
Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan !enggunakan !etode langsung dengan !engelo!pokkan arus
kas dala! aktiitas operasi, inestasi dan pendanaan.
8ata uang pelaporan yang digunakan dala! penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah !ata uang
;upiah (;p).
b. Prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi !eliputi laporan keuangan %erusahaan dan anak perusahaan yang
dikendalikannya, di!ana %erusahaan !e!iliki lebih dari 2> E, baik langsung !aupun tidak langsung, hak suara di
anak perusahaan dan dapat !enentukan kebijakan keuangan dan operasi dari anak perusahaan untuk !e!peroleh
keuntungan dari aktiitas anak perusahaan tersebut. Sebuah anak perusahaan tidak dikonsolidasikan apabila si#at
pengendaliannya adalah se!entara karena anak perusahaan tersebut diperoleh dengan tujuan akan dijual ke!bali
dala! waktu dekatF atau jika ada pe!batasan jangka panjang yang !e!pengaruhi ke!a!puan anak perusahaan
untuk !e!indahkan dananya ke %erusahaan.
Saldo atas transaksi ter!asuk keuntungan atau kerugian yang belu direalisasi atas transaksi antar
perusahaan dieli!inasi untuk !en"er!inkan posisi keuangan dan hasil usaha %erusahaan dan anak perusahaan
sebagai satu kesatuan usaha.
Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan !enggunakan kebijakan akuntansi yang sa!a untuk
peristiwa dan transaksi sejenis dala! kondisi yang sa!a. Apabila anak perusahaan !enggunakan kebijakan
akuntansi yang berbeda dari kebijakan akuntansi yang digunakan dala! laporan keuangan konsolidasi, !aka
dilakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap laporan keuangan anak perusahaan tersebut.
0ak !inoritas atas laba bersih dan ekuitas anak perusahaan dinyatakan sebesar proporsi pe!egang saha!
!inoritas atas laba bersih dan ekuitas anak perusahaan tersebut sesuai dengan presentase kepe!ilikan pe!egang
saha! !inoritas pada anak perusahaan tersebut.
.erugian yang !enjadi bagian pe!egang saha! !inoritas pada suatu anak perusahaan dapat !elebihi
bagiannya dala! !odal disetor. .elebihan tersebut dan kerugian lebih lanjut yang !enjadi bagian pe!egang saha!
!inoritas, harus dibebankan kepada pe!egang saha! !ayoritas, ke"uali terdapat kewajiban yang !engikat
pe!egang saha! !inoritas untuk !enutupi kerugian tersebut dan pe!egang saha! !inoritas !a!pu !e!enuhi
kewajibannya. Apabila pada periode selanjutnya, anak perusahaan !elaporkan laba, !aka laba tersebut harus
terlebih dahulu dialokasikan kepada pe!egang saha! !ayoritas sa!pai seluruh bagian kerugian pe!egang saha!
!inoritas yang dibebankan pada pe!egang saha! !ayoritas dapat ditutup.
%ada saat akuisisi, aktia dan kewajiban anak perusahaan diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal
akuisisi. 3ika biaya perolehan lebih rendah dari bagian perusahaan atas nilai wajar aktia dan kewajiban yang dapat
diidenti#ikasi yang diakui pada tanggal transaksi, !aka nilai wajar aktia non !oneter yang diakuisisi harus
diturunkan se"ara proporsional, sa!pai seluruh selisih tersebut tereli!inasi. Sisa selisih lebih setelah penurunan
nilai wajar aktia dan kewajiban non!oneter tersebut diakui sebagai goodwill negatie, dan diperlakukan sebagai
pendapatan ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan dengan !enggunakan garis lurus sela!a &> tahun.
c. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing
%e!bukuan %erusahaan dan anak perusahaan, ke"uali Mayora Nederland B.V, diselenggarakan dala! !ata
uang ;upiah. 7ransaksiGtransaksi sela!a tahun berjalan dala! !ata uang asing di"atat dengan kurs yang berlaku
pada saat terjadinya transaksi. %ada tanggal nera"a, aktia dan kewajiban !oneter dala! !ata uang asing
disesuaikan untuk !en"er!inkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. .euntungan dan kerugian kurs yang
ti!bul dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi tahun yang bersangkutan.
d. Transaksi Hubungan stime!a
%ihak-pihak yang !e!punyai hubungan isti!ewa adalah4
1. %erusahaan yang !elalui satu atau lebih perantara, !engendalikan atau dikendalikan oleh atau berada
dibawah pengendalian bersa!a, dengan %erusahaan (ter!asuk holding "o!panies, subsidiaries, dan #ellow
subsidiariesF
&. %erusahaan asosiasi
+. %erorangan yang !e!iliki, baik se"ara langsung !aupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara
di perusahaan pelapor yang berpengaruh se"ara signi#ikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut
(yang di!aksudkan dengan keluarga dekat adalah !ereka yang dapat diharapaka !e!pengaruhi atau
dipengaruhi perorangan tersebut dala! transaksinya dengan perusahaan pelapor)F
,. .aryawan kun"i, yaitu orang-orang yang !e!pengaruhi wewenang dan tanggungjawab untuk
!eren"anakan, !e!i!pin, dan !engendalikan kegiatan %erusahaan yang !eliputi anggota dewan ko!isaris,
direksi dan !anager dari %erusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebutF dan
2. %erusahaan di!ana suatu kepentingan substansial dala! hak suara di!iliki baik se"ara langsung
!aupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dala! butir (+) atau (,), atau setiap orang tersebut
!e!punyai pengaruh signi#ikan atas perusahaan tersebut
e. Pajak Peng"asilan
%ajak tangguhan diukur dengan !enggunakan tari# pajak yang berlaku atau se"ara substansial telah berlaku
pada tanggal nera"a. %ajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dala! laporan laba rugi, ke"uali pajak tangguhan
yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.
#. Laba per Lembar
Laba perle!bar dasar dihitung dengan !e!bagi laba bersih dengan ju!lah rata-rata terti!bang saha! yang
beredar pada tahun yang bersangkutan.
g. n#ormasi $egmen
In#or!asi seg!en disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dala! penyusunan dan penyajian laporan
keuangan konsolidasi. Bentuk pri!er pelaporan seg!en adalah seg!en usaha sedangkan sege!en sekunder adalah
seg!en geogra#is.
Keanekaragaman Kebijakan Akuntansi dan Pengungkapannya
7ugas interpretasi laporan keuangan sulit dilaksanakan jika !enggunakan berbagai kebijakan beberapa
bidang (akuntansi keuangan, akuntansi !anaje!en, dan lain-lain) atau wilayah akuntansi yang berbeda (wilayah
akuntansi per negara, ku!pulan negara dan lain-lain).
*i dunia belu! ada sebuah da#tar tunggal kebijakan akuntansi dapat digunakan bersa!a-sa!a, sehingga para
pe!akai dapat !e!ilih dari da#tar tunggal itu, sehingga perbedaan pilihan kebijakan berdasar perti!bangan
kejadian, syarat dan kondisi yang serupa.
Bontoh berikut adalah bidang yang !eni!bulkan perbedaan kebijakan akuntansi dan karena itu diperlukan
pengungkapan atas perlakuan akuntansi terpilih4
Umum
.ebijakan konsolidasi
.onersi atau penjabaran !ata uang asing !eliputi pengakuan keuntungan dan kerugian pertukaran
.ebijakan penilaian !enyeluruh seperti harga perolehan, daya beli u!u!, nilai penggantian
%eristiwa setelah tanggal nera"a
Sewa guna usaha, sewa beli atau transaksi "i"ilan dan bung
%ajak
.ontrak jangka panjang
<ran"hise atau waralaba
Akti%a
%iutang
%ersediaan (persediaan dan barang dala! proses) dan beban pokok penjualannya
Aktia dapat disusutkan dan penyusutan
7ana!an belu! !enghasilkan
7anah yang di!iliki untuk pe!bangunan dan biaya pe!bangunan
Inestasi pada anak perusahaan, inestasi dala! perusahaan asosiasi dan inestasi lain
%enelitian dan penge!bangan
%aten dan !erek dagang
-oodwill
Ke!ajiban dan Penyisi"an
3a!inan
.o!it!en dan kontinjensi
Biaya pensiun dan tunjangan hari tua
%esangon dan uang penggantian
Keuntungan dan kerugian
8etode pengakuan pendapatan
%e!eliharaan, reparasi-perbaikan (repairs), dan penye!purnaanGpena!bahan (i!proe!ent)
?ntung-rugi penjualan aktia
Akuntansi *ana, wajib atau tak wajib, ter!asuk pe!bebanan dan pengkreditan langsung ke perkiraan
surplus
.ebijakan akuntansi dewasa ini tidak se"ara teratur dan tidak se"ara penuh diungkapkan dala! se!ua
laporan keuangan. Perbedaan besar !asih terjadi dala! bentuk, kejelasan dan kelengkapan pengungkapan yang ada
dala! suatu negara !aupun antar negara atas kebijakan akuntansi harus diungkapkan. *ala! sebuah laporan
keuangan, beberapa kebijakan akuntansi yang penting telah diungkapkan se!entara kebijakan akuntansi yang
penting lain tidak diungkapkan.
Bahkan pada negara-negara yang !ewajibkan pengungkapan atas kebijakan akuntansi penting, tak selalu
tersedia pedo!an yang !enja!in keseraga!an !etode pengungkapan. %ertu!buhan perusahaan !ultinasional dan
pertu!buhan teknologi keuangan internasional telah !e!perbesar kebutuhan keseraga!an laporan keuangan
!elewati batas negara.
Laporan keuangan seharusnya !enunjukkan hubungan angka-angka dengan periode sebelu!nya. 3ika
perubahan kebijakan akuntansi berpengaruh !aterial, perubahan kebijakan perlu diungkapkan, da!pak perubahan
se"ara kuantitati# harus dilaporkan.
%erubahan kebijakan akuntansi yang tidak !e!punyai pengaruh !aterial dala! tahun perubahan juga harus
diungkapkan jika berpengaruh se"ara !aterial terhadap tahun-tahun yang akan datang.
19. 1urul
1:. 3elaskan proses perti!bangan dala! penentuan kebijakan akuntansi'
a. Pertimbangan Sehat
.etidakpastian !elingkupi banyak transaksi. 0al tersebut harusnya diakui dala! penyusunan laporan keuangan.
Sikap hati-hati tidak !e!benarkan pen"iptaan "adangan rahasia atau dise!bunyikan.
b. Substansi Mengungguli Bentuk
7ransaksi dan kejadian lain harus dipertanggungjawabkan dan disajikan sesuai dengan hakekat transaksi dan realitas
kejadian, tidak se!ata-!ata !enga"u bentuk huku! transaksi atau kejadian.
c. Materialitas
Laporan keuangan harus !engungkapkan se!ua ko!ponen yang "ukup !aterial yang !e!pengaruhi ealuasi atau
keputusan-keputusan.
Laporan keuangan harus jelas dan dapat di!engerti, berdasar pada kebijakan akuntansi yang berbeda di antara suatu
perusahaan dengan perusahaan lain, dala! satu negara !aupun antar negara. %engungkapan kebijakan akuntansi
dala! laporan keuangan di!aksudkan agar laporan keuangan tersebut dapat di!engerti. %engungkapan kebijakan
tersebut !erupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. %engungkapan hal ini sangat !e!bantu
pe!akai laporan keuangan, karena kadang-kadang perlakuan yang tidak tepat atau salah digunakan untuk suatu
ko!ponen nera"a, laporan laba rugi, laporan arus kas, atau laporan lainnya terbias dari pengungkapan kebijakan
terpilih.
&>. *ea
&1. Apakah yang di!aksud dengan nilai in#or!asi'
5aitu in#or!asi harus ber!an#aat bagi para pe!akai, ada juga yang !engatakan bahwa in#or!asi harus !e!punyai
nilai, dala! artian in#or!asi dikatakan !e!punyai nilai (keber!an#aatan keputusan) apabila in#or!asi tersebut4
8ena!bah pengetahuan pe!buat keputusan tentang keputusannya di!ana lalu, sekarang atau !asa datang
8ena!bah keyakinan para pe!akai !engenai probabilitas realisasinya suatu harapan dala! kondisi ketidakpastian
8engubah keputusan atau perilaku para pe!akai
&&. 8aryadi
&+. <aris
&,. ;a!adani
&2. apa beda kee#ekti#an dan keterandalan' Berilah "ontoh sebagai analogi.
.ee#ekti#an yaitu Suatu kegiatan, proses, progra!, dan hal lainnya yang dianggap e#ekti# jika dapat !en"apai hasil
akhir yang diren"anakan yang dapat terus berjalan (sustainable).
Keterandalan (Realiability) adalah ke!a!puan in#or!asi untuk !e!berikan keyakinan bahwa in#or!asi
tersebut benar atau alid. In#or!asi akan !e!punyai nilai yang tinggi kalau pe!akai !e!punyai keyakinan yang
tinggi terhadap kebanaran in#or!asi.
Bontoh Efisiensi dan Keefektifan dalam Manajemen :
H %a"kard-Bell dapat !e!produksi ko!puter-ko!puter yang !ahal dengan "iri-"iri ko!putasi tingkat atas yang
sangat hebat seandainya perusahaan itu !engabaikan biaya-biaya !asukan bahan dan tenaga kerja. *an seju!lah
le!baga pe!erintah #ederal telah dikritik terus-!enerus berdasarkan alasan bahwa !ereka itu "ukup e#ekti# tetapi
sangat tidak e#isien. Artinya !ereka !e!ang !enyelesaikan tugas-tugas !ereka tetapi dengan biaya a!at tinggi.
Oleh karena itu !anaje!en !enaruh perhatian bukan pada pera!pungan kegiatan-kegiatan dan !en"apai sasaran-
sasaran organisasi ( e#ekti#itas atau hasil guna ). I
Bontohnya 4
%A1-A;7IA1 7AO;I A.?17A1SI
Akuntansi keuangan !e!bahas tentang bagi!ana prosedur, !etoda, dan teknik pen"atatan transaksi keuangan
dilakukan untuk !en"apai tujuan pelaporan keuangan yang telah ditetapkan. Standar akuntansi !e!beri pedo!an
( pende#inisian, pengukuran, penilaian, pengakuan, dan pengungkapan ele!en G ele!en atau pos G pos laporan
keuangan ) perlakuan akuntansi terhadap suatu kejadian.
Akuntansi yang dipraktikkan dala! suatu negara sebenarnya tidak terjadi begitu saja se"ara il!iah na!un praktik
yang dijalankan diran"ang dan dike!bangkan se"ara sengaja untuk !en"apai tujuan sosial tertentu. *an praktik
akuntansi dipengaruhi oleh #aktor lingkungan ( sosial, ekono!i, politis). .arena itu, struktur dan praktik akuntansi
akan berbeda antara negara yang satu dengan yang lainnya ( perbedaan !un"ul dikarenakan struktur dan praktik
tersebut disesuaikan dengan kondisi negara, te!pat di!ana akuntansi tersebut dijalankan ).
&@. 3elaskan bagai!ana ketelitian, ketidak pastian, bias dan kelengkapan dapat !e!pengaruhi reliabilitas in#or!asi'
;eliabilitas atan reliability (keterandalan) adalah ke!a!puan in#or!asi untuk !e!ber keyakinan bahwa in#or!asi
tersebut benar atau alid. In#or!asi akan !enjadi berkurang nilainya jika orang yang !enggunakan in#or!asi
!eragukan kebenaran atau aliditas in#or!asi tersebut. In#or!asi akan !e!punyai nilai tinggi jika pe!akai
!e!punyai keyakinan yang tinggi terhadap kebenaran in#or!asi.
.etepatan penyi!pulan adalah kesesuaian atau ke"o"okan antara pengukur atau deskripsi dan #eno!ena yang
diukur ataudideskripsi. .etepatan penyi!bolan dala! akuntansi !enyangkut & hal yaitu ketepatan deskripsi dan
aliditas pengukuran. .etidaktepatan akan !engurangi atau !enghilangkan ketepatan in#or!asi. <a"tor lain yang
!e!pengaruhi keterandalan in#or!asi !elalui ketepatan penyi!bolan adalah ketelitian (pre"ision), ketidak pastian
(un"ertainly), pengaruh bias (bias), dan kelengkapan ("o!pleteness),karena #a"tor dab konteks !enentukan
keterandalan in#or!asin keterandalan harus dipandang sebagai suatu kualitas yang relatie.
&6. 8enurut saya tidak netral
*ikarenakan, !akna kenetralan dan sikap netral adalah sa!a untuk kedua pihak tersebut. .enetralan berarti bahwa
baik dala! !eru!uskan atau !engi!ple!a!entasikan standar, perhatian uta!a adalah releansi dan reliabitasi
yang dihasilkan bukan pengaruh standar tersebut terhadap pihak pe!akai tertentu.Apakah kenetralan !erupakan
karakteristik yang harus diperti!bangkan pada tataran perekayasaan akuntansi pada suatu wilayah (negara)'
tidak, karena apabila kenetralan diterapkan pada tataran perekayasaan akuntansi, perekayasaan akan terhalangi
untuk bekerja de!i kepentingan yang lebih luas. 5aitu, untuk !e!bantu pen"apaian tujuan 1egara. Bila akuntansi
harus netral terhadap tujuan nasional, hilanglah peran akuntansi sebagai kegiatan sosiaal yang harus !engandung
tujuan #ungsional guna !e!bantu ter"apainnya tujuan so"ial dan ekono!ik 1egara. .alau akuntansi dapat !e!i"u
terjadinya alokasi su!ber ekono!ik se"ara e#isien, !asalahnya buka lagi netral atau tidak !elainkan relean atau
tidak. *engan kata lain ber!an#aat atau tidak ber!an#aat bagi !asyarakat luas.
&9. Ida
&:. %erlukan suatu pedo!an autoritati# yang !e!uat angka !aterialitas untuk pengabaian, kesalahan, atau salah saji'
5a, karena auditor sangan berkepentingan dengan !aterialitas karena kewajaran dala! laporan auditor di!yatakan
dala! batas-batas dalam semua "al yang material. Oleh karena itu, ada kebutuhan akan adanya pedo!an
!aterialitas kuantitati# yang diterbitkan oleh perekayasa atau penyusun standart.
+>. 0ani#ah
+1. sebut dan jelaskan ele!en-ele!en state!ent keuangan yang dide#inisikan oleh <ASB apa antara ele!en dan pos'
Asset
Adalah !an#aat ekono!ik !asa dating yang "ukup pasti yang diperoleh= dikuasai oleh suatu etitas sebagai hasil
transaksi=kejadian !asa lalu.
.ewajiban
Adalah pengorbanan !an#aat ekono!ik !asa dating yang "ukup pasti yang ti!bul dari keharusan sekarang suatu
entitas untuk !entrans#er asset atau !enyerahkan jasa kepada entitas lain di!asa datang sebagai akibat dari sebagai
akibat dari transaksi !asa lalu.
Akuitas atau asset bersih
Adalah hak residual terhadap asset suatu entitas yang !asih tersisa setelah !engurangi asset dengan kewajibannya.
Inestasi oleh pe!ilik
Adalah kenaikan dala! ekuitas suatu badan usaha sebagai akibat dari trans#er ke entitas lain, sesuatu yang bernilai
untuk !endapatkan atau !enaikkan hak pe!ilik didala!nya.
*istribusi ke pe!ilik
Adalah penurunan dala! ekuitas suatu badan usaha sebagai akibat pentran#eran asset, penyerahan jasa, dan
peni!bula kewajiban oleh badan usaha tersebut kepada pe!ilik.
Laba ko!prehensi#
Adalah perubahan dala! ekuitas suatu badan usaha sela!a suatu periode yang beasal dari transaksi dan kejadian
lain dan kondisi dari su!ber non pe!ilik.
%endapatan
Adalah aliran !asuk asset = kenaikan asset lainnya pada suatu entitas = penyelesaian kewajiban entitas tersebut dari
penyerahan, pe!berian jasa atau kegiatan lain yang !e!bentuk operasi sentral=uta!a dan berlanjut dari entitas
tersebut.
Biaya
Adalah aliran keluar asset= penyerapan asset lainnya pada suatu entitas= peni!bulan kewajiban dari penyerahan,
pe!berian jasa yang !e!bentuk operasi sentral
?ntung
Adalah kenaikan dala! ekuitas yang berasal dari transaksi peripheral=in"idental suatu entitas dan se!ua
transaksiyang !e!pengaruhi entitas tersebut, ke"uali kenaikan akibat dari pendapatan= inestasi pe!ilik.
;ugi
Adalah penurunan dala! ekuitas yang berasal dari transaksi peripheral=in"idental suatu entitas dan se!ua
transaksiyang !e!pengaruhi entitas tersebut, ke"uali penurunan sebagai akibat dari biaya= distribusi kepe!ilik.
+&. In#or!asi si!entik apa yang terkandung seperangkat state!en keuangan penuh'
In#or!asi tentang karakteristik kualitati# dan ele!en state!en keuangan yang akan !enentukan jenis state!en yang
!e!bentuk seperangkat penuh state!en keuangan (a #ull set o# #inan"ial state!ents). *ala! artian in#or!asi
tersebut dikaitkan se"ara spesi#ik dengan seperangkat state!en keuangan sebagai satu kesatuan penuh (lengkap).
7iap in#or!asi tersebut harus dituangkan dala! satu jenis state!en keuangan (indiidual #inan"ial state!en).
&&. 'enis $tatemen Keuangan ( n#ormasi $imentik yang Terkandung
n#ormasi $imentik 'enis $tatemen Keuangan
%osisi .euangan State!en .euangan (nera"a)
Laba %erioda State!en L=;
Laba .o!prehensi# State!en Laba=%enghasilan .o!prehensi#
Aliran .as State!en Aliran .as
Inestasi oleh J *istribusi .epe!ilik State!en %erubahan Akuitas=Laba *itahan
!&. 'elaskan proses penalaran dalam menentukan elemen ( elemen statemen
keuangan
)lemen ( elemen statemen keuangan harus diukur untuk membentuk informasi sematik
yaitu elemen (onjek), ukuran (si*e), dan hubungan (relationship). +tribut elemen harus
diidentifikasi dan atribut pengukuran yang sesuai dipilih untuk mendapatkan ketepatan
penyimbolan.
+2. Apa yang di!aksud transaksi, kejadian, dan keadaan. Berikan "ontohK
1. kejadian, adalah terjadinya suatu perkara atau urusan yang !e!punyai konsekuensi terhadap suatu
entitas.Bontoh pengaruh aset,kewajiban dan ekuitas
&. keadaan, adalah suasana atau seperangkat kondisi yang berke!bang dari suatu kejadian atau
serangkaian kejadian yang berkul!inasi pada situasi tak terduga atau sulit diduga. Bontoh pengaruh
aset,kewajiban dan ekuitas
+. transaksi, adalah salah satu bentuk kejadian eksternal yang !elibatkan trans#er sesuatu yang bernilai
( !an#aat ekono!i !asa datang ) antara dua entitas atau lebih. Bontoh pengaruh aset,kewajiban dan ekuitas
+@. ir!ina
+6. 3elaskan pengertian laba ko!prehensi# dan apa bedanya dengan laba'
3awab 4 Laba ko!prehensi# adalah total perubahan aktia bersih (ekuitas) perusahaan sela!a satu periode yang
berasal dari se!ua transaksi dan kegiatan lain dari su!ber selain su!ber yang berasal dari pe!ilik, atau dengan kata
lain, laba ko!prehensi# terdiri atas seluruh perubahan aktia bersih yang berasal dari transaksi operasi.
%erbedaan antara laba ko!prehensi# dengan laba adalah terdapat beberapa ko!ponen tertentu yang !enjadi ele!en
laba ko!prehensi# tidak di!asukkan dala! perhitungan laba periode. .o!ponen tersebut !eliputi 4
a. %engaruh penyesuaian akuntansi tertentu untuk periode lalu diala!i dala! berjalan diperlukan sebagai penentu
besarnya laba bersih.
b. %erubahan aktia bersih tertentu lainnya (holding gains and losses) yang diakui dala! periode berjalan seperti
untung rugi perusahaan harga pasar inestasi saha! se!entara dan untung atau rugi penjabaran !ata uang asing.
+9. 8engapa posisi keuangan tidak direkayasa untuk !enunjukkan nilai perusahaan'
.arena jika posisi keungan direkayasa !aka akan terjadi suatu perkara atau urusan yang !e!punyai konsekuensi
terhadap suatu entitas.
+:. apakah yang di!aksut dengan pengukuran dan apa bedanya dengan penilaian,'
%engukuran adalah penentuan besarnyaa unit pengukur yang akan dilekatkan pada suatu objek (ele!en=pos) yang
terlibat dala! suatu transaksi, kejadian, atau keadaan untuk !erepresentasi !akna (atribut) objek tersebut sehingga
& objek atau lebih dapat dibedakan dan dibandingkan atas dasar !akna tersebut.
%enilaian sering digunakan pula untuk !enunjuk pengukuran yang ju!lah rupiahnya tidak dapat dia!ati !elalui
transaksi atau pasar, untuk selanjutnya pengukuran digunakan dala! arti luas= u!u! !eliputi penilaian.
,>. apa yang di!aksud dengan atribut suatu pos dan atribut pengukuran' Sebut berbagai atribut pengukuran dan berilah
"ontoh pos yang !enggunakan atribut tersebut.
Atribut pengukuran adalah dasar pengukuran (ju!lah rupiah) yang harusdilekatkan pada suatu ele!en=pos untuk
!e!presentasikan se"ara tepat atribut yang ingin diungkapkan dari ele!ent pos tersebut dala! pelaporan keuangan.
Bontohnya seperti tujuan pelaporan pos !esin adalah untuk !enunjukkan sisa potensi jasa !esin (bukan harga jual
!esin).
,1. eka
,&. herlina
,+. Apakah perbedaan antara kriteria pengakuan dan saat pengakuan'
%engakuan adalah penyajian suatu in#or!asi !elalui state!en keuangan sebagai "iri sentral pelaporan keuangan.
Se"ara teknis pengakuan berarti pen"atatan se"ara res!i (penjurnalan) suatu kuantitas (ju!lah rupiah) hasil
pengukuran kedala! siste! akuntansi sehingga ju!lah rupiah tersebut akan !e!pengaruhi suatu pos dan tere#leksi
dala! state!en keuangan.
.riteria pengakuan u!u! digunakan (#unda!ental) untuk dijadikan dasar penyusunan standar untuk !enentukan
teknik atau prosedur pengakuan dala! bentuk standar akuntansi.
<ASB !enetapkan e!pat pengakuan kriteria #unda!ental (konseptual) sebagai berikut 4
- *e#inisi 4 suatu pos harus !e!enuhi de#inisi ele!en state!en keuangan.
- .eterukuran 4 suatu pos harus !e!punyai atribut yang berpaut dengan keputusan dan dapat diukur dengan tingkat
keterandalan yang "ukup.
- .eberpautan 4 in#or!asi yang dikandung suatu pos !e!punyai daya untuk !e!buat perbedaan dala! keputusan
pe!akai.
- .eterandalan 4 in#or!asi yang dikandung suatu pos se"ara tepat !enyi!bolkan suatu #eno!ena,
teruji(tereri#ikasi), dan netral.
.ee!pat kriteria di atas harus diperti!bangkan dala! konteks karakteristik kualitati# in#or!asi yaitu batas antara
batas atas (bene#it L kos) dan batas bawah !aterialitas. .arena pengakuan sangat penting dala! penentuan laba,
pos-pos yang biasanya dikenal kriteria pengakuan adalah pos-pos pe!bentuk state!ent laba rugi dan laba
ko!prehensi# teruta!a pendapatan dan untung serta biaya dan rugi. Bila kee!pat kriteria dipenuhi, !asalah
berikutnya adalah kapan kriteria di atas dipenuhi atau kapan suatu hasil pengukuran dapat di akui. Saat pengakuan
itulah kriteria pengakuan dapat diakui.
,,. jean
,2. Pengertian dari ,
a. Pengakuan mula-mula , pengukuran pada saat suatu elemen atau pos timbul dan di#atat pertama kali
akibat transaksi, kejadian atau keadaan. -ontoh penentuan dan pen#atatan jumlah rupiah yang melekat
pada saat diperoleh.
b. Pengakuan baru-mulai , pengukuran dalam periode-periode setelah pengakuan mula-mula untuk
menentukan jumlah rupiah ba.aan baru yang tidak berkaitan dengan jumlah-jumlah rupiah sebelumnya.
/isalnya kos historis atau atribut pengukuran lain yang telah tera#atat dalam ssistem akuntansi.
#. )stimat terbaik , jumlah rupiah tunggal yang paling-boleh jadi dalam suatu kisar $ rentang beberapa jumlah
rupiah estimasian yang mungkin terjadi, dalam statistika, julah rupiah ini merupakan modus suatu
distribusi variable.
d. +liran kas estimasian , julah rupiah tunggal yang akan diterima atau dibayar di masa datang . Penerimaan
atau pembayaran dalam aliran kas estimasian dapat terdiri atas beberapa jumlah rupiah tunggal.
e. +liran kas harapan , gunggung (sum) beberapa jumlah rupiah berbobot probabilitas dalam suatu kisar
jumlah rupiah estimasian yang mungkin terjadi.
f. 0ilai sekarang harapan , gunggung beberapa nilai sekarang berbobot probabilitas suatu kisar aliran kas
estimasian yang mungkin terjadi, yang semuanya didiskusi dengan tingkat bunga yang sama.
g. 0ilai .ajar , jumlah rupiah yang disepakati untuk suatu objek dalam suatu transaksi antara pihak-pihak
yang berkehendak bebas tanpa tekanan $ keterpaksaan. 0ilai .ajar sering diukur, ditandingkan atau
disamakan dengan harga pasar (market pri#e) objek pada saat pengukuran.
,@. 7ujuan nilai sekarang dala! pengukuran akuntansi, adalah untuk !enangkap=!ere#leksikan sedapat !ungkin
perbedaan ekono!ik antara sehi!punan aliran kas !asa datang untuk !engisti!asi nilai wajar.
8an#aat nilai sekarang dala! pengukuran akuntansi, adalah nilai sekarang dapat digunakan untuk !enentukan nilai
wajar.
,6. Sebut dan jelaskan prinsip-prinsip u!u! dala! !enggunakan nilai sekarang untuk pengukuran serta berilah
"ontohnya.
prinsip-prinsip u!u! yang !enjadi pedo!an penerapan nilai sekarang 4
1. Sedapat-dapatnya aliran kas dan tingkat bunga harus !ere#leksi asu!si-asu!si tentang kejadian dan ketidakpastian
!asa datang yang diperti!bangkan dala! !e!utuskan apakah !e!peroleh atau tidak suatu asset atau sekelo!pok
asset dala! suatu transaksi tunai yang bebas.
&. 7ingkat bunga yang digunakan untuk aliran kas harus !ere#leksi asu!si-asu!si yang konsisten dengan asu!si yang
!elekat pada aliran kas agar pengaruh asu!si tidak berganda atau terabaikan.
+. Aliran kas esti!asian dan tingkat bunga harus bebas dari #aktor yang tidak berkaitan dengan asset atau kewajiban
yang bersangkutan .
,. Aliran kas esti!asian dan tingkat bunga harus !ere#leksi kisar !un"ulan yang !ungkin terjadi daripada ju!lah
rupiah tunggal.
Bontoh 4 dala! perhitungan nilai waktu uang
%V M <Vn (%VI<i,n)
%V M nilai sekarang dari seju!lah uang di !asa !endatang
<Vn M nilai inestasi pada akhir tahun ke-n
%VI<i,n M the present alue interest #a"tor
'ika dijanjikan mendapat uang sebesar 1233,333 pada .aktu &3 tahun mendatang, dengan
asumsi bunga 45, berapa nilai sekarang dari uang yang dijanjikan?
P6 7 86n (P6%8i,n)
P6 7 1233,333 (P6%845, &3thn)
P6 7 1233,333 (.39:)
%V M N,9,2>>
,9. 8aria goreti
,:. 1urul
2>. Apakah rerangka konseptual dapat disebut sebagai teori akuntansi' Apakah akuntansi !anaje!en juga !e!erlukan
rerangka konseptual'
5a , karena .erangka konseptual !ungkin dapat dipandang sebagai teori akuntansi yang terstruktur (Belkoui, 1:9+).
0al ini disebabkan struktur kerangka konseptual sa!a dengan struktur teori akuntansi yang didasarkan pada proses
penalaran logis. Atas dasar penalaran ini, teori !erupakan proses pe!ikiran !enurut kerangka konseptual tentu
untuk !enjelaskan kenyataan yang terjadi dan !enjelaskan apa yang harus dilakukan apabila ada #akta atau ada
#eno!ena baru. .erangka konseptual dapat diga!barkan dala! bentuk hierarki yang !e!iliki beberapa tingkatan.
5a, akuntansi !anaje!en juga !e!erlukan rerangka konseptual karena ;erangka konseptual (conceptual
framework) akuntansi !anaje!en adalah seperangkat tujuan,konsep-konsep,tanggung jawab,tugas,teknik,dan
etika yang !enjadi pedo!an bagi akuntan !anaje!en dala! !elaksanakan tugasnya dan !enjadi pengarah
dala! penge!bangan pengetahuan akuntansi !anaje!en.