Anda di halaman 1dari 8

ANEMIA

PENGERTIAN
Anemia menurut Depkes RI adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb)
dalam darah kurang dari normal, yang berbeda untuk setiap kelompok umur dan jenis
kelamin. Sedangkan menurut WHO, anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin
(Hb) lebih rendah dari keadaan normal untuk kelompok yang bersangkutan. WHO telah
menggolongkan penetapan kadar normal hemoglobin dalam berbagai kelompok seperti
dibawah ini:
Kelompok Hemoglobin (%)
Dewasa Wanita
Wanita hamil
Laki-laki
12
11
13
Anak-anak 6 bulan - 6 tahun
6 tahun - 14 tahun
11
12

ETIOLOGI
Anemia merupakan suatu kumpulan gejala yang disebabkan oleh berbagai jenis
penyakit, namun semua kerusakan tersebut secara signifikan akan mengurangi banyaknya
oksigen yang tersedia untuk jaringan. Penyebab anemia tersebut bisa Acquired atau
Inherited. Beberapa penyebab anemia secara umum antara lain :
1. Produksi sel darah merah yang tidak mencukupi.
Untuk memproduksi hemoglobin dan eritrosit yang sehat, tubuh membutuhkan besi (Fe),
vitamin B12, asam folat, sedikit vitamin lain dan mineral, dan juga protein. Semua hal
tersebut didapatkan dari makanan yang kita makan. Selain itu, tubuh juga membutuhkan
hormon penyeimbang yang tepat, terutama eritropoietin yang membantu dalam proses
produksi eritrosit. Kemampuan tubuh untuk memproduksi eritrosit bisa dipengaruhi karena
kondisi Acquired atau Inherited.

Penyebab Acquired Penyebab Inherited
Defisiensi asam folat atau besi
karena diet yang kurang
Beberapa kanker (Ex: leukemia,
lymphoma)
Toxin (Ex: Pestisida)
Radiasi dan kemoterapi pada
kanker
Beberapa infeksi virus (Ex:
hepatitis, epstein-barr)
Beberapa antibiotik dan obat
untuk rheumatoid arthritis
Kelainan autoimun (Ex: SLE)
Kehamilan
Anemia fanconi
Shwachman-Diamond syndrome
Dyskeratosis Congenital
Diamond-blackfan anemia
Amegakaryocytic
thrombocytopenia


2. Sel darah merah yang prematur atau penghancuran sel darah merah yang berlebihan.
Terkadang, eritrosit dihancurkan sebelum mencapai akhir masa hidup dalam sirkulasi
darah yang berkisar antara 120 hari, hal ini yang disebut dengan hemolysis. Eritrosit
dihancurkan dalam jumlah yang banyak sehingga sumsum tulang tidak dapat memproduksi
eritrosit baru untuk menyeimbanginya. Hemolysis bisa disebabkan karena kondisi
Acquired atau Inherited.

Penyebab Acquired Penyebab Inherited
Anemia hemolitik imun
Paroxysmal nocturnal
hemoglobinuria
Infeksi (Ex: Malaria)
Sickle cell anemia
Thalasemia
Hereditary spherocytosis
Hereditary elliptocytosis
Defisiensi G6PD
Defisiensi piruvat kinase


3. Kehilangan banyak darah
Penderita yang mengalami pendarahan baik yang akut ataupun kronis walaupun
pembentukan eritrosit dalam batas normal, namun karena pengeluaran eritrosit yang
berlebihan, maka jumlah eritrosit yang beredar dalam sirkulasipun menjadi berkurang,
sehingga hal inilah yang menyebabkan anemia.

Kasus Kronik Kasus mendadak
Pendarahan menstruasi yang
berat
Pendarahan hidung yang berat
dan sering
Pendarahan di saluran
pencernaan dan saluran kencing
Ulkus
Beberapa kanker (Saluran
pencernaan, saluran kencing,
dan kandung kemih)
Trauma
Proses kelahiran
Pembuluh darah pecah
Pendarahan hebat selama operasi


TANDA DAN GEJALA ANEMIA
Tanda dan gejala dari anemia bisa ringan maupun berat. Hal ini tergantung seberapa
berat anemia tersebut dan seberapa cepat perkembangannya. Secara umum, tanda dan gejala
anemia meningkat ketika anemia semakin memberat. Beberapa tanda dan gejala anemia juga
muncul pada penyakit dan kondisi tertentu.
Anemia ringan bisa tidak menunjukkan tanda dan gejala. Jika tanda dan gejala semakin
berkembang, bisa didapatkan mudah lelah, lesu, mata berkunang-kunang ataupun pucat.
Tanda dan gejala tersebut juga muncul pada anemia berat dan terlihat lebih jelas.
Jika anemia semakin memberat, gejala yang timbul bisa pingsan ataupun pusing, rasa
haus, berkeringat, lemah dan peningkatan denyut nadi ataupun nafas cepat. Anemia berat bisa
menyebabkan kram kaki saat berolahraga, nafas pendek, ataupun kerusakan saraf.
Kekurangan erirosit juga bisa menyebabkan gejala yang berhubungan dengan jantung karena
jantung berkerja lebih keras untuk membawa darah yang kaya oksigen keseluruh tubuh.
Gejala tersebut seperti aritmia, murmur jantung, pembesaran jantung, atau gagal jantung.

KLASIFIKASI ANEMIA
Klasifikasi berdasarkan pendekatan fisiologis:
1. Anemia hipoproliferatif, yaitu anemia defisiensi jumlah sel darah merah disebabkan
oleh defek produksi sel darah merah, meliputi:
a. Anemia aplastik
Penyebab:
agen neoplastik/sitoplastik
terapi radiasi, antibiotic tertentu
obat anti konvulsan, tyroid, senyawa emas, fenilbutason
benzene
infeksi virus (khususnya hepatitis)

Penurunan jumlah sel eritropoitin (sel induk) di sumsum tulang
Kelainan sel induk (gangguan pembelahan, replikasi, deferensiasi)
Hambatan humoral/seluler

Gangguan sel induk di sumsum tulang

Jumlah sel darah merah yang dihasilkan tak memadai

Pansitopenia

Anemia aplastik

Gejala-gejala:
Gejala anemia secara umum (pucat, lemah, dll)
Defisiensi trombosit: ekimosis, petekia, epitaksis, perdarahan saluran cerna, perdarahan
saluran kemih, perdarahan susunan saraf pusat.
Morfologis: anemia normositik normokromik

b. Anemia pada penyakit ginjal
Gejala-gejala:
Nitrogen urea darah (BUN) lebih dari 10 mg/dl
Hematokrit turun 20-30%
Sel darah merah tampak normal pada apusan darah tepi
Penyebabnya adalah menurunnya ketahanan hidup sel darah merah maupun defisiensi
eritopoitin
c. Anemia pada penyakit kronis
Berbagai penyakit inflamasi kronis yang berhubungan dengan anemia jenis normositik
normokromik (sel darah merah dengan ukuran dan warna yang normal). Kelainan ini
meliputi artristis rematoid, abses paru, osteomilitis, tuberkolosis dan berbagai keganasan
d. Anemia defisiensi besi
Penyebab:
Asupan besi tidak adekuat, kebutuhan meningkat selama hamil, menstruasi
Gangguan absorbsi (post gastrektomi)
Kehilangan darah yang menetap (neoplasma, polip, gastritis, varises oesophagus,
hemoroid, dll.)

gangguan eritropoesis

Absorbsi besi dari usus kurang

sel darah merah sedikit (jumlah kurang)
sel darah merah miskin hemoglobin

Anemia defisiensi besi
Gejala-gejalanya:
Atropi papilla lidah
Lidah pucat, merah, meradang
Stomatitis angularis, sakit di sudut mulut
Morfologi: anemia mikrositik hipokromik

e. Anemia megaloblastik
Penyebab:
Defisiensi defisiensi vitamin B12 dan defisiensi asam folat
Malnutrisi, malabsorbsi, penurunan intrinsik faktor (aneia rnis st gastrektomi) infeksi
parasit, penyakit usus dan keganasan, agen kemoterapeutik, infeksi cacing pita, makan ikan
segar yang terinfeksi, pecandu alkohol.

Sintesis DNA terganggu

Gangguan maturasi inti sel darah merah

Megaloblas (eritroblas yang besar)

Eritrosit immatur dan hipofungsi

2. Anemia hemolitika, yaitu anemia defisiensi jumlah sel darah merah disebabkan oleh
destruksi sel darah merah:
Pengaruh obat-obatan tertentu
Penyakit Hookin, limfosarkoma, mieloma multiple, leukemia limfositik kronik
Defisiensi glukosa 6 fosfat dihidrigenase
Proses autoimun
Reaksi transfusi
Malaria

Mutasi sel eritrosit/perubahan pada sel eritrosit

Antigesn pada eritrosit berubah

Dianggap benda asing oleh tubuh

sel darah merah dihancurkan oleh limposit

Anemia hemolisis