Anda di halaman 1dari 3

Abses Apendiks

Petogenesis
Abses apendiks adalah salah satu komplikasi dari apendisitis akut. Abses
apendiks merupakan kumpulan pus yang terletak di area peri-apendikular (fossa
illiaca kanan) yang merupakan akibat lanjutan dari apendisitis dan perforasinya.
Terbentuknya massa akibat inflamasi berupa phlegmon maupun abses terjadi pada
2%-% penderita apendisitis.
!erbagai penyebab apendisitis seperti mucus dan feses yang mengeras akan
membentuk seperti batu (fecalith) yang akan menutup akses antara apendiks
dengan caecum. "bstruksi tersebut kemudian mnyebabkan gangguan resistensi
mukosa apendiks terhadap in#asi mikroorganisme. "bstruksi ini akan meningkatkan
tekanan di dalam apendiks yang menghasilkan peningkatan tekananan perforasi
kapiler$ gangguan pada drainase limfa dan #ena yang dapat menyebabkan iskemia.
%skemi dinding apendiks menyebabkan hilangnya keutuhan epitel yang
mempermudah in#asi bakteri ke dinding apendiks. !akteri intestinal yang ada di
dalam apendiks akan bermutiplikasi yang menyebabkan rekruitmen leukosit$
pembentukan pus dan tekanan intraluminal yang tinggi. &alam 2'-( jam$ kondisi ini
dapat makin parah karena thrombosis dari arteri maupun #ena apendiks
mnyebabkan perforasi dan gangrene apendiks.
)aat inflamasi tersebut mengalami perforasi$ akan terjadi reaksi fibroblastic yang
bertahap pada area di sekelilingnya untuk melokalisir infeksi. *al ini terjadi saat daya
tahan host baik atau organisme penginfeksi memiliki daya #irulensi yang rendah.
+alu akan terbentuk massa akibat inflamasi tersebut yang terdiri dari apendiks$ yang
dikelilingi oleh lapisan omentum$ sebagian usus yang ada di sekitarnya bersama-
sama dengan eksudat serofibrineous. ,assa ini bisa hilang pada beberapa keadaan
tertentu. -amun bila hal itu gagal$ dalam . atau 2 hari pus akan terbentuk dan
terakumulasi di bagian tengah dan disekelilingnya akan terbentuk fibrin yang akan
membentuk suatu abses.
/tiologi
/tiologi dari terbentuknya abses apendiks tentunya berhubungan dengan
penyebab terjadinya radang apendiks atau apendisitis. Akan tetapi keterlambatan
dalam mengetahui a0al peradangan apendiks adalah sebab mengapa radang
apendiks masih sering dilaporkan.
1aktor-faktor yang berpengaruh antara lain 2
Tanda dan 3ejala
.. -yeri
!iasa nyeri muncul di fosa iliaca kanan. A0alnya tidak begitu parah namun
akan melanjut menjadi nyeri yang lebih hebat secara bertahap. -yeri menjadi
semakin berat saat abses terbentuk
2. ,assa 1ossa %lliaca 4anan
Terbentuk massa yang lembut atau empuk bila disentuh. 4ulit yang berada di
atasnya biasanya normal. )uhu lokal bisa meningkat atau tidak. 5kuran
massa bisa membesar dan terasa lebih nyeri.
(. &emam
&emam terjadi berhubungan dengan gejala lain. %ni mempunyai pola yang
khas dimana terjadi peningkatan yang progresif saat temperature memuncak
(s0inging temperature).
)aat pasien dengan massa apendiks mengalami kenaikan suhu dapat
dipastikan bah0a abses apendiks juga terbentuk.
'. ,assa yang empuk (Tenderness)
,assa menjadi terasa empuk tidak hanya saat disentuh tapi juga saat terjadi
gerakan respirasi. )aat pemeriksaan$ palpasi yang lembut pun dapat
menimbulkan nyeri yang hebat.
6. 3angguan miksi
3angguannya berupa kesulitan untuk kencing$ frekuensi kencing$ retensi urin
yang akut serta hematuria. *al ini terjadi karena terbentuknya massa dan
abses dekat dengan ureter kanan bagian ba0ah serta #esica urinaria.
&iagnosis !anding
o +imfadenitis mesenterica terutama pada anak-anak.
o Penyakit pel#is pada 0anita 2 inflamasi pel#is$ %)4$ kehamilan ektopik$ ruptur
kista korpus luteum$ endometriosis e7terna.
o +ebih jarang 2 penyakit 8rohn$ kolesistitis$ perforasi ulkus duodenum$
pneumonia kanan ba0ah.
o 9arang 2 perforasi karsinoma caecum$ di#erkulitis sigmoid.
%nsidensi
)atu dari .6 orang pernah mengalami apendisitis dalam hidupnya. %nsidens
tertinggi terdapat pada laki-laki usia .:-.' tahun dan 0anita usia .6-.; tahun. +aki-
laki lebih banyak menderita apendisitis daripada 0anita pada usia pubertas dan 26
tahun. Pada penderita apendisitis 2-% terbentuk massa berupa phlegmon atau
abses.