Anda di halaman 1dari 185

KETENTUAN UMUM DAN TATACARA PERPAJAKAN

A. Kewajiban Memiliki NPWP/NPPKP ( 25030 !


". A#aka$ %an& 'imak()' 'en&an Wajib Pajak *
WP adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan
perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban
perpajakan, termasuk pemungut pajak atau pemotong pajak tertentu.
2. A#a %an& 'imak()' 'en&an N+m+, P+k+k Wajib Pajak
(NPWP! *
NPWP adalah nomor yang diberikan kepada WP sebagai sarana dalam
administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri
atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban Wajib
Pajak.
3. Dimanaka$ -em#a- #en'a.-a,an Wajib Pajak )n-)k
men'a#a-kan NPWP 'an a-a) -em#a- #ela#+,an ba&i Pen&)(a$a
Te,-en-) *
Tempat pendaftaran Wajib Pajak/pelaporan Pengusaha Tertentu:
eluruh WP !"#N dan WP !"#$ di wilayah $%& 'akarta:
di %PP !"#N 'akarta(
WP P#) tidak *o Publi+: di %PP P#), ke+uali yang telah
terdaftar di %PP lama dan WP P#) di %awasan !erikat dengan
permohonan diberikan kemudahan mendaftar di %PP setempat(
WP !adan dan ,rang )sing: di %PP !adora(
WP *o Publi+: di %PP Perusahaan #asuk !ursa -*o
Publi+., ke+uali WP !"#N/!"#$ serta WP P#) yang
berkedudukan di kawasan berikat(
WP !"#$ di luar $%& 'akarta: di %PP setempat(
"ntuk WP !"#N/!"#$, P#), !adora, *o Publi+ di luar
$%& 'akarta, khusus PPh Pemotongan/Pemungutan dan
PPN/PPn!#: di %PP tempat +abang atau kegiatan usaha.
. A#a (aja .)n&(i N+m+, P+k+k Wajib Pajak (NPWP! 'an
N+m+, P+k+k Pen&)(a$a Kena Pajak (NPPKP! *
/ungsi dari Nomor Pokok Wajib Pajak:
- 0 -
"ntuk mengetahui identitas Wajib pajak(
"ntuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam
pengawasan administrasi perpajakan(
"ntuk keperluan yang berhubungan dengan dokumen perpajakan(
"ntuk memenuhi kewajiban perpajakan, misalnya dalam pengisian
P(
"ntuk mendapatkan pelayanan dari instansi-instansi tertentu yang
mewajibkan pen+antuman NPWP dalam dokumen yang diajukan.
#isal : $okumen &mpor -PP"$, P&"$.. etiap WP hanya diberikan
satu NPWP
5. Dalam $al a#aka$ NPWP 'i-e,bi-kan (e/a,a jaba-an *
$irektorat 'enderal Pajak dapat menerbitkan NPWP se+ara jabatan,
apabila Wajib Pajak tidak mendaftarkan diri pada kantor $irektorat
'enderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau
tempat kedudukan Wajib Pajak.
0. A#a (aja #e,(%a,a-an %an& $a,)( 'i#en)$i )n-)k mem#e,+le$
NPWP*
yarat-syarat untuk memperoleh NPWP:
a. "ntuk WP ,rang Pribadi Non-"sahawan:
/oto+opy %TP/%artu %eluarga/&#/Paspor.
b. "ntuk WP ,rang Pribadi "sahawan:
/oto+opy %TP/%artu %eluarga/&#/Paspor(
/oto+opy urat &1in "saha atau urat %eterangan Tempat "saha
dari instansi yang berwenang.
+. "ntuk WP !adan:
/oto+opy akte pendirian(
/oto+opy %TP salah seorang pengurus(
/oto+opy urat &1in "saha atau urat %eterangan Tempat "saha
dari instansi yang berwenang.
d. "ntuk !endaharawan sebagai Pemungut/Pemotong:
/oto+opy surat penunjukan sebagai bendaharawan(
/oto+opy tanda bukti diri %TP/%artu %eluarga/&#/Paspor.
e. )pabila WP pemohon berstatus +abang, maka harus melampirkan
foto+opy kartu NPWP atau !ukti Pendaftaran WP %antor
- 2 -
Pusatnya. )pabila permohonan ditandatangani oleh orang lain,
perlu dilengkapi surat kuasa.
"0. Dalam $al a#a kelen&ka#an .+,m)li, #en'a.-a,an Wajib Pajak
'ian&&a# (a$ *
/oto+opy sebagai kelengkapan formulir pendaftaran WP tersebut
di atas harus disahkan oleh Petugas Pendaftaran WP ke+uali
dalam hal pendaftaran dilakukan melalui pos, maka foto+opy harus
disahkan oleh pejabat/instansi yang berwenang.
"". 1a&aimanaka$ /a,a men'a.-a,kan 'i,i 'an mela#+,kan
)(a$a ba&i Wajib Pajak *
Tata+ara mendaftarkan diri dan melaporkan usaha bagi Wajib Pajak:
a. #engisi formulir pendaftaran dan melampirkan
kelengkapannya(
b. #enyampaikan se+ara langsung atau melalui pos
ke %antor Pelayanan Pajak/%P3 setempat.
"2. Pe,)ba$an 'a-a a#a (aja2 %an& 'a#a- 'ibe,i-a$)kan Wajib Pajak
)n-)k 'a#a- 'ilak)kan #e,)ba$an 'a-a Wajib Pajak *
4al-hal yang yang berkenaan dengan perubahan data Wajib Pajak:
a. Perbaikan data karena kesalahan data hasil
komputer(
b. Perubahan nama WP karena penggantian nama,
disyaratkan adanya keterangan dari instansi yang berwenang(
+. Perubahan alamat WP karena perpindahan tempat
tinggal(
d. Perubahan NPWP karena adanya kesalahan nomor
-misalnya NPWP +abang tidak sama dengan NPWP Pusat.(
e. Perubahan status usaha WP dilampiri pernyataan
tertulis dari WP atau foto+opy akte perubahan(
f. Perubahan jenis usaha karena ada perubahan
kegiatan usaha WP(
g. Perubahan bentuk !adan(
h. Perubahan jenis pajak karena sesuatu hal yang
mengakibatkan kewajiban jenis pajaknya berubah(
i. Penghapusan NPWP dan/atau pen+abutan NPP%P
- 5 -
karena dipenuhinya persyaratan yang ditentukan(
"3. 1a&aimana /a,a #embe-)lan 'a-a Wajib Pajak
Tata+ara pembetulan data Wajib Pajak:
a. #engisi formulir perubahan/mutasi data WP yang diambil
se+ara langsung atau meminta melalui pos dari %PP/%P3 dan
menyampaikan formulir tersebut se+ara langsung atau melalui
pos ke %PP/%P3 yang bersangkutan, atau
b. #elalui formulir PT Tahunan.
". A#aka$ #e,(%a,a-an %an& $a,)( 'i#en)$i Wajib Pajak )n-)k
men&$a#)( 'an men/ab)- NPWP *
yarat penghapusan dan pen+abutan NPWP:
a. WP meninggal dunia dan tidak meninggalkan
warisan, disyaratkan adanya foto+opy akte/laporan kematian dari
instansi yang berwenang(
b. Wanita kawin tidak dengan perjanjian pemisahan harta
dan penghasilan disyaratkan adanya surat nikah/akte perkawinan
dari +atatan sipil(
+. Warisan yang belum terbagi dalam kedudukan sebagai
ubyek Pajak apabila sudah selesai dibagi disyaratkan adanya
keterangan tentang selesainya warisan tersebut dibagi oleh para
ahli waris(
d. WP !adan yang telah dibubarkan se+ara resmi,
disyaratkan adanya akte pembubaran yang dikukuhkan dengan
surat keterangan dari instansi yang berwenang(
e. !entuk "saha Tetap -!"T. yang karena sesuatu hal
kehilangan statusnya sebagai !"T, disyaratkan adanya permohonan
WP yang dilampiri dokumen yang mendukung bahwa !"T tersebut
tidak memenuhi syarat lagi untuk dapat digolongkan sebagai WP(
f. WP ,rang Pribadi lainnya yang tidak memenuhi syarat
lagi sebagai WP.
1. Kewajiban 3e-ela$ Mem#e,+le$ NPWP ( 25030 !
0. A#a (aja kewajiban Wajib Pajak (e-ela$ mem#e,+le$
NPWP/ NPPKP *
- 3 -
%ewajiban yang harus dilaksanakan setelah memperoleh NPWP
oleh Wajib Pajak:
.a %ewajiban sehubungan dengan Pajak Penghasilan
-PPh.(
.b %ewajiban sehubungan dengan Pajak Pertambahan
Nilai/Pajak Penjualan )tas !arang #ewah -PPN 6 PPn!#.(
.+ Pembukuan/Pen+atatan.
2. A#a (aja kewajiban Wajib Pajak 3e$)b)n&an 'en&an
Pajak Pen&$a(ilan *
%ewajiban Wajib Pajak sehubungan dengan Pajak Penghasilan:
a. PT #asa(
b. PT Tahunan -!adan/,rang Pribadi/Pasal 20.(
+. Pelunasan utang pajak yang ter+antum dalam 7surat
ketetapan Pajak8 dan surat keputusan lainnya.
3. Ka#anka$ ba-a( wak-) #emba%a,an 'an #ela#+,an PP$ *
!atas waktu pembayaran :
a. PPh Pasal 29 selambat-lambatnya tanggal 09
bulan berikutnya(
b. PPh Pasal 20 selambat-lambatnya tanggal 0:
bulan berikutnya(
+. PPh Pasal 22:
- &mpor harus dilunasi sendiri oleh Wajib Pajak bersamaan
dengan pembayaran !ea #asuk(
- ;ang pemungutannya dilakukan oleh !ea <ukai disetor dalam
jangka waktu satu hari(
- !endaharawan disetor pada hari yang sama dengan
pelaksanaan pembayaran.
- Penyerahan dari Pertamina, !ulog harus dilunasi sendiri oleh
Wajib Pajak sebelum $eli=ery ,rder ditebus.
- Penyerahan yang dilakukukan selain Pertamina dan !ulog
harus disetor paling lambat tanggal 0: bulan takwim
berikutnya.
- 9 -
!atas waktu untuk pelaporannya, setelab melakukan pembayaran /
penyetoran:
)pabila )nda sudah membayar angsuran PPh, )nda harus melaporkan
pembayaran itu ke %PP sebagai berikut:
a. PPh Pasal 29 selambat-lambatnya tanggal 2:
bulan berikutnya(
b. PPh Pasal 20 selambat-lambatnya tanggal 2:
bulan berikutnya(
+. PPh Pasal 22:
- $irektorat 'enderal !ea dan <ukai selambat-
lambatnya tujuh hari setelah batas waktu penyetoran berakhir.
- $irektorat 'enderal )nggaran, !endaharawan
Pemerintah, !"#N/ !"#$, selambat-lambatnya 03 hari
setelah masa.pajak berakhir.
- !adan usaha yang bergerak di bidang industri
semen, rokok, kertas, baja, dan otomotif yang ditunjuk oleh
%epala %PP atas penjualan hasil produksinya di dalam negeri,
selambat-lambatnya 2: hari setelah masa pajak berakhir.
- Pertamina dan badan usaha lain selain Pertamina
yang bergerak di bidang bahan bakar minyak jenis premi> dan
gas dan atas penyerahan gula pasir dan tepung terigu oleh
!"?,*, selambat-lambatnya tanggal 2: bulan berikutnya.
. A#a (aja %an& menja'i 'a(a, #ena&i$an #ajak*
#a+am-ma+am surat ketetapan yang berkenaan dengan utang
pajak yang harus dilunasi:
"tang pajak yang ter+antum dalam:
a. urat Tagihan Pajak -TP.(
b. urat %etetapan Pajak %urang !ayar -%P%!.(
+. urat %etetapan Pajak %urang !ayar Tambahan
-%P%!T.(
d. urat %eputusan Pembetulan, urat %eputusan
%eberatan, dan urat Putusan !anding yang menyebabkan jumlah
pajak yang harus dibayar bertambah.
5. A#aka$ kewajiban Wajib Pajak %an& be,kai-an 'en&an
Pajak Pe,-amba$an Nilai/Pajak Penj)alan A-a( 1a,an&
- @ -
Mewa$ *
%ewajiban Wajib Pajak sehubungan dengan Pajak Pertambahan
Nilai/Pajak Penjualan )tas !arang #ewah -PPN/PPn!#.:
a. #elakukan pembayaran/penyetoran PPN/PPn!#
yang telah dipungut(
b. #embuat faktur Pajak(
+. #engisi PT masa PPN dan melaporkan ke %PP.
0. 3ia#aka$ %an& wajib melak)kan #emb)k)an *
;ang wajib melakukan pembukuan/pen+atatan:
Wajib Pajak orang pribadi atau Wajib Pajak badan yang melakukan
kegiatan usaha atau pekerjaan bebas di &ndonesia, harus mengadakan
Pembukuan/Pen+atatan menurut ketentuan yang berlaku.
C. 3PT Ta$)nan PP$ ( 25030 !
". A#aka$ #en&e,-ian 3),a- Pembe,i-a$)an (3PT! *
Pengertian dari urat Pemberitahuan -PT.:
urat Pemberitahuan adalah surat yang oleh Wajib Pajak -WP.
digunakan untuk melaporkan penghitungan dan pembayaran pajak yang
terutang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
2. A#a .)n&(i 3PT *
ebagai sarana WP untuk:
a. !agi Wajib
Pajak PPh untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan
perhitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang untuk
melaporkan tentang :
Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri
dan atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam
0 tahun pajak atau bagian tahun pajak(
Penghasilan yang merupakan obyek pajak dan atau bukan obyek
pajak(
4arta dan kewajiban(
b. #empertanggungjawabkan
- A -
penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang(
+. laporan tentang pemenuhan pembayaran
pajak yang telah dilaksanakan sendiri dalam satu Tahun Pajak atau
!agian Tahun Pajak(
d. laporan pembayaran dari pemotong atau
pemungut tentang pemotongan/pemungutan pajak orang atau badan
lain dalam satu #asa Pajak.
3. Dimanaka$ Wajib Pajak 'a#a- mem#e,+le$
3PT *
etiap WP pada dasarnya harus mengambil sendiri PT di %antor
Pelayanan Pajak -%PP. atau %P3.
. 1a&aimana /a,a #en&i(ian 3PT 'an (ia#a %an&
be,wenan& menan'a-an&ani *
<ara pengisian PT dan yang menandatanganinya:
PT harus diisi se+ara benar, jelas, lengkap, dan harus ditandatangani
oleh Wajib pajak. $alam hal PT diisi dan ditandatangani oleh orang lain
bukan WP, harus dilampiri surat kuasa khusus.
5. Ka#anka$ ba-a( wak-) Pel)na(an (e-+,an ak$i,
(PP$ Pa(al 24! *
!atas waktu pelunasan setoran akhir -PPh Pasal 2B.:
%ekurangan pajak yang terutang harus dilunasi selambat-lambatnya
tanggal 29 bulan ke tiga setelah tahun pajak berakhir, sebelum PT
Tahunan disampaikan.
0. 1a&aimana #,+(e'), #en%am#aian 3PT *
Prosedur penyampaian PT:
PT disampaikan se+ara langsung atau melalui Pos se+ara ter+atat ke
%PP/%apenpa setempat.
5. A#a #e,(%a,a-an %an& $a,)( 'i#en)$i +le$ Wajib
Pajak )n-)k men&aj)kan #e,m+$+nan #e,#anjan&an wak-)
#en%am#aian 3PT *
yarat-syarat permohonan perpanjangan waktu penyampaian PT
Tahunan:
- C -
a. Permohonan tersebut harus diajukan se+ara tertulis sebelum batas
waktu penyampaian PT Tahunan berakhir(
b. #emberikan pernyataan tertulis tentang besarnya pajak yang harus
dibayar berdasarkan penghitungan sementara(
+. #elunasi kekurangan penyetoran pajak yang terutang.
6. 3ank(i a#a %an& 'ikenakan #a'a Wajib Pajak
%an& -i'ak/-e,lamba- men%am#aikan 3PT *
PT yang tidak disampaikan atau disampaikan tidak sesuai dengan
batas waktu yang ditentukan , dikenakan sanksi administrasi berupa
denda:
a. Dp9:.:::,- untuk PT #asa(
b. Dp0::.:::,- untuk PT Tahunan.
4. Pe,(%a,a-an a#a (aja %an& $a,)( 'i#en)$i +le$
Wajib Pajak )n-)k 'a#a- membe-)lkan (en'i,i 3PT Ta$)nan *
yarat bagi Wajib Pajak untuk dapat membetulkan sendiri PT
Tahunan PPh:
Wajib Pajak dapat membetulkan PT Tahunan atas kemauan sendiri:
a. ebelum dilakukan tindakan
pemeriksaan dalam jangka waktu dua tahun sesudah saat
terutangnya pajak atau berakhirnya #asa Pajak, !agian Tahun
Pajak, dan Tahun Pajak:
menyampaikan pernyataanse+ara tertulis(
melunasi pajak yang kurang dibayar(
ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga sebesar
2E -dua persen. sebulan atas jumlah pajak yang kurang dibayar,
dihitung sejak saat penyampaian PT berakhir sampai dengan
tanggal pembayaran karena pembetulan PT(
b. esudah dilakukan tindakan
pemeriksaan:
sepanjang belum dilakukan tindakan. penyidikan
mengenai adanya ketidakbenaran yang dilakukan oleh Wajib
Pajak(
mengungkapkan ketidakbenaran perbuatannya tersebut(
melunasi kekurangan pembayaran jumlah pajak yang
sebenarnya terutang(
- B -
ditambah dengan sanksi administrasi berupa denda sebesar
dua kali jumlah pajak yang kurang dibayar(
+. esudah jangka waktu pembetulan PT
berakhir:
belum diterbitkan urat %etetapan Pajak(
mengungkapkan dalam laporan tersendiri tentang
ketidakbenaran pengisian PT yang telah disampaikan, yang
mengakibatkan:
- pajak yang masih harus dibayar menjadi lebih besar( atau
- rugi berdasarkan ketentuan perpajakan menjadi lebih ke+il(
atau jumlah harta menjadi lebih besar( atau jumlah modal
menjadi lebih besar(
melunasi kekurangan pajak yang kurang dibayar(
ditambah dengan sanksi administrasi berupa kenaikan
sebesar 9:E -lima puluh persen. dari pajak yang kurang dibayar.
D. PENETAPAN DAN KETETAPAN PAJAK ( 25030 !
". A#a #en&e,-ian
3),a- Ta&i$an Pajak (3TP!
urat Tagihan Pajak adalah surat untuk melakukan tagihan pajak dan atau
sanksi administrasi berupa denda, dan atau bunga.
2. A#a .)n&(i 3),a-
Ta&i$an Pajak *
/ungsi urat Tagihan Pajak:
a. sebagai koreksi atas jumlah pajak yang terutang menurut
PT Wajib Pajak(
b. sarana untuk mengenakan sanksi berupa bunga dan atau
denda(
+. sarana untuk menagih pajak.
3. Dalam $al a#a 3),a-
Ta&i$an Pajak 'i-e,bi-kan *
ebab diterbitkannya TP:
a. pajak dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar(
- 0: -
b. berdasarkan penelitian PT terdapat kekurangan pembayaran
akibat salah tulis dan atau salah hitung(
+. Wajib Pajak dikenakan sanksi administrasi berupa denda dan
atau bunga(
d. Pengusaha yang dikenakan pajak tidak melapor untuk
dikukuhkan sebagai P%P(
e. Pengusaha yang tidak/bukan P%P membuat /aktur Pajak.
f. P%P tidak membuat faktur pajak atau membuat faktur pajak
tapi tidak tepat waktu atau tidak mengisi faktur pajak dengan lengkap.
. 3ank(i a'mini(-,a(i
a#a (aja %an& 'a#a- 'i-a&i$ 'en&an 3TP *
'enis administrasi yang ditagih dengan urat Tagihan Pajak:
a. denda administrasi Dp. 9:.:::,:: bagi
Wajib Pajak yang tidak atau terlambat menyampaikan PT #asa(
b. denda administrasi Dp. 0::.:::,:: bagi
Wajib Pajak yang tidak atau terlambat menyampaikan urat
Pemberitahuan Tahunan(
+. denda 2E dari $asar Pengenaan Pajak bagi Pengusaha yang tidak
melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai P%P, P%P yang tidak
membuat atau tidak lengkap mengisi /aktur Pajak(
d. bunga, bagi Wajib Pajak membetulkan sendiri PT Tahunan sehingga
mengakibatkan kurarng bayar(
e. bunga, bagi Wajib Pajak yang terlambat atau tidak membayar pajak
yang sudah jatuh tempo pembayarannya
5. A#aka$ %an&
'imak()' 'en&an 3),a- Ke-e-a#an Pajak *
urat %etetapan Pajak adalah surat ketetapan yang meliputi urat
%etetapan Pajak %urang !ayar atau urat %etetapan %urang !ayar
Tambahan atau urat %etetapan Pajak ?ebih !ayar atau urat %etetapan
Pajak Nihil.
0. A#a %an& 'imak()'
3),a- Ke-e-a#an Pajak K),an& 1a%a, *
urat %etetapan Pajak %urang !ayar adalah surat keputusan yang
menentukan besarnya jumlah pajak yang terutang, kredit pajak,
- 00 -
kekurangan pembayaran pokok pajak, sanksi administrasi dan jumlah
yang masih harus dibayar.
5. Dalam $al a#a
3KPK1 'i-e,bi-kan *
%P%! diterbitkan dalam jangka jangka 0: tahun apabila:
- berdasarkan pemeriksaan atau keterangan lain, pajak yang terutang
tidak atau kurang dibayar
- PT tidak disampaikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan
dalam urat Teguran
6. A#a %an& 'imak()'
'en&an 3KPK1T *
urat %etetapan Pajak %urang !ayar Tambahan adalah surat %eputusan
yang menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah ditetapkan.
a. %P%!T diterbitkan dalam jangka
waktu 0: tahun sesudah saat terutang pajak, berakhirnya masa pajak,
bagian tahun pajak atau tahun pajak,
b. urat %etetapan Pajak ?ebih !ayar
adalah surat keputusan yang menentukan jumlah kelebihan
pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih besar dari pajak
yang terutang atau seharusnya tidak terutang(
+. urat %etetapan Pajak Nihil adalah surat
%eputusan yang menentukan jumlah pajak yang terutang sama
besarnya dengan jumlah kredit pajak atau tidak terutang pajak dan
tidak ada kredit pajak.
E. UTAN7 PAJAK ( 25030 !
". A#a #en&e,-ian U-an& Pajak *
"tang Pajak adalah pajak yang harus dibayar pada suatu saat, dalam #asa
Pajak, dalam Tahun Pajak atau dalam !agian Tahun Pajak menurut
ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
2. A#a %an& 'imak()' 'en&an 3),a- Te&),an *
urat Teguran adalah surat peringatan kepada Wajib Pajak agar segera
melunasi utang pajak.
- 02 -
urat Teguran dikirimkan kepada Wajib Pajak apabila Wajib Pajak tidak
melunasai utang pajak A hari setelah jatuh tempo.
3. A#a %an& 'imak()' 'en&an 3),a- Pak(a *
urat Paksa adalah surat perintah membayar utang pajak dan biaya
penagihan.
urat Paksa diterbitkan apabila Wajib Pajak belum melunasi utang pajak
setelah 20 hari sejak tanggal surat Tegoran.
!ersamaan dengan penyampaian urat Paksa tersebut Wajib Pajak
dibebani biaya penagihan paksa sebesar Dp. 29.:::,-
Wajib Pajak wajib melunasi utang pajak dalam waktu 2 > 23 jam
. A#a kewajiban WajibPajak be,kai-an 'en&an
#elak(anaan (i-a
%ewajiban Wajib Pajak yang berkaitan dengan pelaksanaan sita
- membantu 'uru ita dalam melaksanakan tugasnya
- memperbolehkan 'uru &ta untuk memasuki ruangan,tempat
usaha/tempat tinggal Wajib Pajak
- memberikan keterangan lisan atau tertulis yang diperlukan
- barang yang disita dilarang dipindahtangankan, dihipotikkan atau
disewakan.
5. A#a %an& 'imak()' 'en&an lelan& *
Tindakan lelang dilakukan apabila Wajib Pajak dalam jangka waktu 03
hari setelah tindakan penyitaan dilakukan Wajib Pajak tidak melunasi
utang pajak. Tindakan ?elang dilakukan melalui %antor ?elang Negara.
$alam hal biaya penagihan paksa dan biaya pelaksanaan sita belum
dibayar maka akan dibebankan bersama-sama dengan biaya iklan untuk
pengumumam lelang di surat kabar dan biaya lelang pada saat pelelangan.
0. A#a (aja $ak8$ak Wajib Pajak %an& be,kai-an
'en&an Pel)na(an )-an& #ajak *
4ak-hak Wajib Pajak yang berkaitan dengan pelunasan utang pajak:
a. meminta juru sita memperlihatkan tanda pengenal 'uru ita
Pajak Negara
b. menerima alinan urat Paksa dan alinan !erita )+ara
Penyitaan
- 05 -
+. #enentukan urutan barang yang akan dilelang
d. ebelum Pelaksanaan lelang, mendapat kesempatan
terakhir untuk melunasi utang pajak termasuk biaya penyitaan, iklan,
dan biaya pembatalan lelang dan melaporkan pelunasan tersebut
kepada %epala %PP yang bersangkutan.
9. KEWAJ:1AN MEN;E<EN77ARAKAN PEM1UKUAN DAN
PENCATATAN (25030 !
1. A#a (aja #e,(%a,a-an %an& $a,)( 'i#en)$i +le$ Wajib Pajak
)n-)k 'a#a- men%elen&&a,akan #emb)k)an *
yarat-syarat penyelenggaraan pembukuan/pen+atatan:
a. diselenggarakan dengan memperhatikan itikad baik dan
men+erminkan keadaan atau kegiatan usaha yang sebenarnya(
b. sekurang-kurangnya terdiri dari +atatan yang dikerjakan
se+ara teratur keadaan kas dan bank, daftar utang piutang, daftar
persediaan barang, dan membuat nera+a dan perhitungan laba rugi
pada setiap akhir Tahun Pajak(
+. diselenggarakan di &ndonesia dengan menggunakan huruf
latin, angka arab, satuan mata uang rupiah, dan disusun dalam bahasa
&ndonesia atau dalam bahasa asing yang dii1inkan oleh #enteri
%euangan(
d. Pembukuan atau pen+atatan dan dokumen yang menjadi
dasarnya serta dokumen lain yang berhubungan dengan kegiatan
usaha atau pekerjaan bebas Wajib Pajak harus disimpan selama
sepuluh tahun.
e. !uku-buku, +atatan-+atatan, dokumen-dokumen yang
menjadi dasar pembukuan atau pen+atatan dan dokumen lain wajib
disimpan di &ndonesia.
Wajib Pajak ,arang Pribadi, di tempat kegiatan atau di tempat
tinggal
Wajib Pajak !adan, di tempat kedudukan
2. A#a %an& 'imak()' 'en&an #emb)k)an *
Pembukuan adalah proses pen+atatan se+ara teratur untuk mengumpulkan
data dan informasi tentang:
keadaan harta
- 03 -
kewajiban atau utang
modal
Penghasilan dan biaya
harga perolehan dan penyerahan barang/jasa yang terutang Pajak
Pertambahan Nilai -PPN., yang tidak terutang, yang dikenakan PPN
dengan tariff :E dan dikenakan Pajak Penjualan atas !arang #ewah
;ang ditutup dengan menyusun ?aporan keuangan berupa nera+a dan
Perhitungan laba rugi pada setiap akhir Tahun Pajak.
3. 3ia#a (aja %an& Wajib men%elen&&a,akan
#emb)k)an *
;ang wajib memyelenggarakan pembukuan:
a. Wajib Pajak -WP. !adan
b. WP ,rang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau
pekerjaan bebas
. A#a -)j)an #emb)k)an *
Tujuan pembukuan:
a. mempermudah pengisian PT(
b. mempermudah penghitungan
Penghasilan %ena Pajak(
+. mempermudah penghitungan PPN dan
PPn!#(
d. mengetahui posisi keuangan dan hasil
kegiatan usaha/pekerjaan bebas
5. 3ia#a (aja %an& 'i#e,kenankan me%elen&&a,akan
#emb)k)an 'alam ba$a(a a(in& 'an ma-a )an& (elain ,)#ia$*
;ang dapat melakukan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang
selain rupiah:
a. Wajib Pajak Penanaman #odal )sing(
b. Wajib Pajak dalam rangka kontrak karya pertambangan(
+. Wajib Pajak dalam rangka kontrak bagi hasil(
d. Wajib Pajak yang berafiliasi dengan perusahaan induk di luar
negeri(
e. !entuk "saha tetap -!"T..
- 09 -
0. A#a #e,(%a,a-an ba&i Wajib Pajak )n-)k
'i#e,kenankan men%elen&&&a,akan #emb)k)an 'alam ba$a(a a(in&
'an ma-a )an& (elain ,)#ia$ *
yarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menyelengggarakan pembukuan
dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah:
a. bahasa asing dan mata uang selain rupiah
yang boleh dipergunakan adalah bahasa &nggris dan mata uang $ollar
)merika erikat(
b. mendapat i1in #enteri %euangan(
+. permohonan i1in kepada #enteri
%euangan harus dilampiri dengan:
Wajib Pajak yang telah berdiri lebih dari 0 tahun
/otokopi PT Tahunan PPh !adan tahun terakhir
Wajib Pajak yang baru berdiri dalam tahun berjalan:
- fotokopi NPWP
- fotokopi )kte Pendirian, atau dokumen lain yang serupa
-bagi WP !"T.
'ika telah memnuhi syarat, $irektur 'enderal Pajak atas nama #enteri
%euangan akan menerbitkan urat %eputusan #enteri %euangan dalam
jangka waktu 5: hari sejak permohonan diterima
5. A#a %an& 'imak()' 'en&an #en/a-a-an *
Pen+atatan:
Pen+atatan adalah pengumpulan data se+ar teratur tentang peredaran bruto
dan atau penerimaan Penghasilan sebagai dasar untuk menghitung jumlah
pajak yang terutang.
6. A#a -)j)an #en/a-a-an ba&i Wajib Pajak *
Tujuan pen+atatan:
a. mempermudah pengisian PT
b. mempermudah penghitungan Penghasilan %ena Pajak
+. mempermudah penghitungan PPN dan PPn !#
4. A#a %an& 'imak()' 'en&an N+,ma Pen&$i-)n&an *
Norma penghitungan adalah pedoman untuk menentukan penghasilann
netto Wajib Pajak, karena Wajib Pajak tersebut tidak wajib melakukan
pembukuan.
- 0@ -
Wajib Pajak yang boleh menggunakan Norma Penghitungan :
0. WP ,rang Pribadi yang peredaran brutonya di bawah Dp.
@::.:::.:::,::
2. memberitahukan kepada $irektur 'enderal Pajak dalam jangka
waktu 5 bulan pertama dari tahun buku
5. menyelenggarakan pen+atatan.
Wajib Pajak yang tidak menyampaikan pemberitahuan akan menggunakan
Norma Penghitungan sebagai dasar penghitungan pajaknya kepada
$irektur 'enderal Pajak dianggap memilih untuk menggunakan
pembukuan.
Wajib Pajak yang tidak sepenuhnya menyelenggarakan pen+atatan atau
pembukuan atau tidak memperlihatkan pen+atatan atau pembukuan atau
bukti-bukti pendukungnya, maka Penghasilan nettonya dihitung
berdasarkan Norma Penghitungan Penghasilan Netto atau +ara lain yang
ditetapkan oleh #enteri %euangan. Wajib Pajak ,rang Pribadi yang tidak
wajib menyelenggarakan pembukuan dan pen+atatan adalah Wajib Pajak
,rang Pribadi yang tidak wajib menyampaikan PT Tahunan PPh
7. KE1ERATAN DAN 1AND:N7 ( 25030 !
". A#a %an& 'imak()' 'en&an kebe,a-an *
%eberatan adalah +ara yang ditempuh oleh Wajib Pajak jika merasa
tidak/kurang puas atas suatu ketetapan pajak yang dikenakan kepadanya
atau atas pemotongan/pemungutan oleh pihak ketiga.
2. Dalam $al a#a kebe,a-an 'a#a- 'iaj)kan *
%eberatan dapat diajukan atas :
a. urat %etetapan Pajak %urang !ayar -%P%!.(
b. urat %etetapan Pajak %urang !ayar Tambahan -%P%!T.(
+. urat %etetapan Pajak ?ebih !ayar -%P?!.(
d. urat %etetapan Pajak Nihil -%PN.(
e. Pemotongan atau pemungutan oleh pihak ketiga.
3. 3ia#a (aja %an& 'a#a- men&aj)kan kebe,a-an *
;ang dapat mengajukan keberatan:
a. !agi Wajib Pajak !adan oleh Pengurus(
- 0A -
b. !agi Wajib Pajak ,rang Pribadi oleh Wajib
Pajak yang bersangkutan(
+. Pihak yang dipotong/dipungut pihak ketiga(
d. %uasa yang ditunjuk oleh mereka pada butir a
s.d. + diatas.
. Ke#a'a (ia#a Wajib Pajak men&aj)kan kebe,a-an *
Pengajuan %eberatan diajukan kepada kepada %epala %antor Pelayanan
Pajak -%PP. di tempat Wajib Pajak terdaftar.
5. A#a (aja (%a,a-8(%a,a- %an& $a,)( 'i#en)$i Wajib Pajak
'alam men&aj)kan kebe,a-an *
yarat-syarat mengajukan keberatan:
a. atu %eberatan harus diajukan
untuk satu jenis dan satu tahun/masa pajak(
b. $iajukan se+ara tertulis dalam
bahasa &ndonesia(
+. Wajib menyatakan alasan-alasan
se+ara jelas(
d. Wajib menyebutkan jumlah pajak
yang terutang menurut penghitungan Wajib Pajak.
0. Ka#anka$ Wajib Pajak 'a#a- men&aj)kan kebe,a-an *
'angka waktu pengajuan keberatan:
a. %eberatan harus diajukan dalam jangka waktu 5 bulan sejak
tanggal %P%!, %P%!T, %P?!, %PN atau sejak tanggal
dilakukan pemotongan/pemungutan, ke+uali Wajib Pajak dapat
menunjukkan jangka waktu tersebut tidak dapat dipenuhi karena di
luar kekuasaannya
b. urat keberatan yang diantar langsung ke %antor Pelayanan
Pajak, maka jangka waktu 5 bulan dihitung sejak tanggal %P%!,
%P%!T, %P?!, %PN atau sejak dilakukan
pemotongan/pemungutan oleh pihak ketiga sampai saat keberatan
diterima oleh %antor Pelayanan Pajak.
+. urat keberatan yang dikirim melalui pos -harus dengan pos
ter+atat., maka jangka waktu 5 bulan dihitung sejak tanggal %P%!,
%P%!T, %P?!, %PN atau sejak dilakukan
- 0C -
pemotongan/pemungutan oleh pihak ketiga sampai dengan tanggal
bukti pengiriman melalui %antor Pos dan *iro.
5. Dalam $al Wajib Pajak men&aj)kan kebe,a-an a#aka$
Wajib Pajak ma(i$ -e-a# be,kewajiban mel)na(i )-an& #ajakn%a *
Pengajuan %eberatan tidak menunda kewajiban membayar pajak dan
pelaksanaan penagihan pajak.
6. A#abila Wajib Pajak me,a(a k),an& #)a( 'en&an
P)-)(an Kebe,a-an2 a#a %an& 'a#a- 'ilak)kan +le$ Wajib Pajak
(elanj)-n%a *
'ika Wajib Pajak masih kurang puas juga atas keberatannya maka ia dapat
mengajukan !anding.
4. Ke#a'a (ia#a 1an'in& 'a#a- 'iaj)kan +le$ Wajib
Pajak *
!anding ditujukan ke Pengadilan Pajak.
"0. 3ia#a (aja %an& 'a#a- men&aj)kan #e,m+$+nan
ban'in& *
;ang dapat mengajukan banding ke Pengadilan Pajak:
a. !agi Wajib Pajak !adan oleh Pengurus
b. !agi Wajib Pajak ,rang Pribadi adalah yang bersangkutan
atau ahli warisnya
+. %uasa 4ukum dari butir a dan b
"". A#a (aja #e,(%a,a-an #en&aj)an ban'in& *
yarat-syarat dan tata+ara pengajuan banding:
- urat banding
ditulis dalam bahasa &ndonesia(
- $alam jangka
waktu 5 bulan sejak keputusan yang dibanding diterima(
- Terhadap satu
keputusan diajukan satu surat banding(
- !anding
diajukan dengan disertai alasan-alasan yang jelas dan men+antumkan
tanggal diterima surat keputusan yang dibanding(
- 0B -
- $ilampiri
salinan urat %eputusan yang dibanding(
- 'umlah pajak
yang terutang dimaksud telah dibayar sebesar 9:E.
"2. A#a #en&e,-ian 3),a- U,aian 1an'in& *
urat "raian !anding adalah surat terbanding kepada Pengadilan Pajak
yang berisi jawaban atas alasan banding yang diajukan oleh pemohon
banding.
"3. 1a&aimanaka$ (i.a- kek)a-an $)k)m P)-)(an
1an'in& *
Putusan !anding merupakan putusan akhir dan mempunyai kekuatan
hukum tetap, serta bukan %eputusan Tata "saha Negara.
". Dalam $al a#a imbalan b)n&a 'a#a- 'ibe,ikan ke#a'a
Wajib Pajak *
)pabila pengajuan keberatan atau permohonan banding diterima sebagian
atau seluruhnya, maka kelebihan pembayaran dikembalikan dengan
ditambah imbalan bunga sebesar 2E sebulan, untuk selama-lamanya 23
bulan.
=. :M1A<AN 1UN7A ( 25030 !
". Jeni( ke-e-a#an #ajak a#a (aja %an&
'ibe,ikan imbalan b)n&a (e$)b)n&an 'en&an Ke#)-)(an Kebe,a-an
a-a) P)-)(an 1an'in& *
&mbalan bunga hanya diberikan atas urat %etetapan Pajak %urang !ayar
atau urat %etetapan Pajak %urang !ayar Tambahan.
2. Dalam $al %an& ba&aimana imbalan
b)n&a 'ibe,ikan (e$)b)n&an 'en&an Ke#)-)(an Kebe,a-an 'an
P)-)(an 1an'in& *
)pabila pengajuan keberatan atau banding diterima sebagian atau
seluruhnya, sepanjang utang pajak sebagaimana dimaksud dalam %!%!
atau %P%!T telah dibayar yang menyebabkan kelebihan pembayaran
pajak.
- 2: -
3. 1a&aimana #e,$i-)n&an imbalan b)n&a
'ibe,ikan (e$)b)n&an 'en&an Ke#)-)(an Kebe,a-an 'an P)-)(an
1an'in& *
Perhitungan imbalan bunganya adalah sebesar 2 E -dua persen. sebulan
untuk paling lama 23 -dua puluh empat. dari besarnya kelebihan
pembayaran pajak yang dikembalikan yang dihitung sejak tanggal
pembayaran yang menyebabkan kelebihan pembayaran pajak sampai
dengan diterbitkannya %eputusan %eberatan atau Putusan !anding.
. A#abila Wajib Pajak men&aj)kan
ban'in& a-a( 3KP<1 ke 1a'an Pen%ele(aian Pajak )n-)k Ta$)n
Pajak 200"2 a#aka$ a-a( #)-)(an 1P3P/Pen&a'ilan Pajak %an&
'iba/akan ('i#)-)(! (ejak Ta$)n Pajak 200" )n-)k 3KP<1 %an&
'iaj)kan ban'in& ma(i$ 'ibe,ikan imbalan b)n&a *
Tidak diberikan imbalan bunga, karena dalam Pasal 2A) "ndang-undang
%"P diatur dengan tegas bahwa imbalan bunga atas kelebihan
pembayaran pajak hanya diberikan sepanjang utang pajak tersebut
sebagaimana dimaksud dalam %P%! atau %P%!T.
:. PEN7URAN7AN2 PEN7=APU3AN DAN PEM1ATA<AN (25030!
". Dalam $al ba&aimana Di,ek-),
Jen'e,al Pajak 'a#a- men&),an&kan a-a) men&$a#)(kan (ank(i
a'mini(-,a(i*
$alam hal sanksi administrasi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib
Pajak atau bukan karena kesalahannya, misalnya karena tidaktelitian
petugas pajak.
2. Dalam $al ba&aimana Di,ek-),
Jen'e,al Pajak 'a#a- men&),an&kan a-a) memba-alkan ke-e-a#an
#ajak.
$irektur 'enderal Pajak se+ara jabatan dapat mengurangkan atau
membatalkan ketetapan pajak apabila diketahui bahwa ketetapan pajak
tersebut tidak benar dengan berlandaskan unsur keadilan.
- 20 -
J. T:NDAK P:DANA D: 1:DAN7 PERPAJAKAN ( 25030 !
". 3ank(i a#a %an& 'ikenakan -e,$a'a# Wajib #ajak %an&
melak)kan #elan&&a,an *
Pelanggaran terhadap kewajiban administrasi perpajakan yang dilakukan
Wajib Pajak dapat dikenakan sanksi administrasi. edangkan pelanggaran
yang menyangkut tindak pidana perpajakan dikenakan sanksi pidana.
2. Dalam $al a#a Wajib Pajak 'a#a- 'in%a-akan melak)kan
keal#aan *
Wajib Pajak dinyatakan melakukan kealpaan jika:
a. Tidak menyampaikan urat Pemberitahuan atau (
b. #enyampaiakan urat Pemberitahauan tetapi isinya tidak
benar atau tidak lengkap atau melampirkan keterangan yang tidak
benar,
sehingga menimbulkan kerugian pada negara.
3. Dalam $al a#a Wajib Pajak 'a#a- 'in%a-akan
melak)kan ke(en&ajaan *
Wajib Pajak dinyatakan melakukan kesengajaan jika :
a. Tidak mendaftar diri, atau menyalah gunakan, atau
menggunakan tanpa hak NPWP atau NPP%P(
b. Tidak menyampaikan PT(
+. #enyampaikan PT dan/atau keterangan yang isinya tidak
benar atau tidak lengkap(
d. #emperlihatkan pembukuan, pen+atatan atau dokumen lain
yang palsu atau dipalsukan(
e. Tidak menyelenggarakan pembukuan atau pen+atatan, tidak
memperlihatkan atau tidak meminjamkan buku, +atatan, atau
dokumen lainnya(
f. Tidak menyetor pajak yang telah dipotong
sehingga menimbulkan kerugian pada negara.
- 22 -
4. 1e,a#a lama jan&ka wak-) 'al)wa,(a -in'ak #i'ana 'i
bi'an& #e,#ajakan *
$aluwarsa tindak pidana di bidang perpajakan adalah sepuluh tahun sejak
saat terutangnya pajak, berakhirnya masa pajak, berakhirnya masa pajak,
berakhirnya bagian tahun pajak atau berakhirnya tahun pajak yang
bersangkutan.
5. 3ank(i a#a %an& 'a#a- 'ikenakan -e,$a'a# Pejaba- %an&
melak)kan #elan&&a,an a-a( la,an&an men&)n&ka#kan ke,a$a(iaan
Wajib Pajak *
anksi yang dapat dikenakan terhadap Pejabat yang melakukan
pelanggaran atas larangan mengungkapkan kerahasiaan Wajib Pajak dapat
dian+am sanksi pidana:
a. %ealpaan, dipidana kurungan
selama-lamanya satu tahun dan denda setinggi-tingginya dua juta
rupiah(
b. %esengajaan, dipidana selama-
lamanya dua tahun dan denda setinggi-tingginya dua juta rupiah.
0. 3ank(i a#a (aja %an& 'ikenakan ke#a'a #i$ak ke-i&a
be,kai-an 'en&an -in'ak #i'ana 'i bi'an& #e,#ajakan *
anksi terhadap pihak ketiga berkaitan dengan tindak pidana di bidang
perpajakan :
a. Pihak ketiga yang
dengan sengaja :
- Tidak memberikan keterangan/bukti(
- #emberikan keterangan/bukti yang tidak benar(
dian+am pidana selama-lamanya satu tahun dan denda setinggi-
tingginya sepuluh juta rupiah
b.
Pihak ketiga yang dengan sengaja menghalangi atau mempersulit
penyidikan tindak pidana perpajakan dian+am penjara selama-
lamanya tiga tahun dan denda setinggi-tingginya sepuluh juta rupiah.
- 25 -
PAJAK PEN7=A3:<AN
A. 3U1JEK PAJAK (25030 !
". 3ia#a 3)bjek Pajak *
ubjek Pajak terdiri dari ubjek Pajak dalam negeri dan ubjek Pajak
luar negeri.
ubjek Pajak dalam negeri adalah :
orang pribadi yang bertempat tinggal di &ndonesia(
orang pribadi yang berada di &ndonesia lebih dari 0C5 hari
dalam jangka waktu 02 bulan(
orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di
&ndonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di
&ndonesia(
warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan,
menggantikan yang berhak.
badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di &ndonesia(
ubjek Pajak luar negeri adalah :
orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di &ndonesia(
orang pribadi yang berada di &ndonesia tidak lebih dari 0C5
hari dalam jangka waktu 02 bulan(
badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di
&ndonesia,
yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk
usaha tetap di &ndonesia(
orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di &ndonesia(
orang pribadi yang berada di &ndonesia tidak lebih dari 0C5
hari dalam jangka waktu 02 bulan(
badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di
&ndonesia,
yang yang dapat menerima atau memperoleh penghasilan dari
&ndonesia bukan dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan
melalui bentuk usaha tetap di &ndonesia.
- 23 -
"" Pajak Penghasilan menganut ,e(i'en- #,in/i#le untuk Wajib
Pajak dalam negeri dan (+),/e #,in/i#le untuk Wajib Pajak luar
negeri, yang terlihat dari perlakuan pajaknya, yakni sebagai berikut :
a. Wajib Pajak dalam negeri :
0.. dikenakan pajak atas penghasilan baik yang diterima atau
diperoleh dari &ndonesia dan dari luar &ndonesia(
2.. berdasarkan penghasilan neto dengan tarif umum(
5.. wajib menyampaikan urat Pemberitahuan Tahunan.
b. Wajib Pajak luar negeri yang menjalankan usaha atau melakukan
kegiatan melalui !"T :
pemenuhan kewajiban perpajakannya dipersamakan dengan
pemenuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak dalam negeri,
namun terbatas pada penghasilan yang bersumber dari &ndonesia.
+. Wajib Pajak luar negeri non-!"T :
0.. dikenakan pajak hanya atas penghasilan yang berasal dari
sumber penghasilan di &ndonesia(
2.. berdasarkan penghasilan bruto dengan tarif pajak sepadan(
5.. tidak wajib menyampaikan urat Pemberitahuan Tahunan,
karena kewajiban pajaknya dipenuhi melalui pemotongan
pajak yang bersifat final.
2. Ka#an be,m)la 'an be,ak$i,n%a kewajiban #ajak ()bjek-i. *
Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri :
dimulai pada saat orang pribadi tersebut dilahirkan, berada,
atau berniat untuk bertempat tinggal di &ndonesia(
berakhir pada saat meninggal dunia atau meninggalkan
&ndonesia untuk selama-lamanya.
Wajib Pajak badan dalam negeri :
dimulai pada saat badan tersebut didirikan atau bertempat
kedudukan di &ndonesia(
berakhir pada saat dibubarkan atau tidak lagi bertempat
kedudukan di &ndonesia.
Warisan yang belum terbagi :
dimulai pada saat timbulnya warisan yang belum terbagi
tersebut(
berakhir pada saat warisan tersebut selesai dibagi.
- 29 -
Wajib Pajak orang pribadi atau badan luar negeri yang
menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui !"T :
dimulai pada saat orang pribadi atau badan tersebut
menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui !"T(
berakhir pada saat tidak lagi menjalankan usaha atau
melakukan kegiatan melalui !"T.
Wajib Pajak ,rang pribadi atau badan luar negeri non-!"T :
dimulai pada saat orang pribadi atau badan tersebut menerima
atau memperoleh penghasilan dari &ndonesia(
berakhir pada saat tidak lagi menerima atau memperoleh
penghasilan tersebut.
3. 3ia#a %an& b)kan 3)bjek Pajak *
!adan perwakilan negara asing.
Pejabat-pejabat perwakilan diplomatik, dan konsulat atau pejabat-
pejabat lain dari negara asing, dan orang-orang yang
diperbantukan kepada mereka yang bekerja pada dan bertempat
tinggal bersama-sama mereka, dengan syarat :
bukan warga negara &ndonesia( dan
di &ndonesia tidak menerima atau memperoleh penghasilan
lain di luar jabatan atau pekerjaannya tersebut( serta
negara yang bersangkutan memberikan perlakuan timbal
balik.
,rganisasi-organisasi internasional yang ditetapkan dengan
%eputusan #enteri %euangan, dengan syarat :
&ndonesia menjadi anggota organisasi tersebut( dan
tidak menjalankan usaha atau kegiatan lain untuk
memperoleh penghasilan dari &ndonesia selain pemberian
pinjaman kepada pemerintah yang dananya berasal dari iuran
para anggota.
Pejabat-pejabat perwakilan organisasi internasional yang
ditetapkan dengan %eputusan #enteri %euangan, dengan syarat :
bukan warga negara &ndonesia( dan
tidak menjalankan usaha atau kegiatan atau pekerjaan lain
untuk memperoleh penghasilan dari &ndonesia.
- 2@ -
1. >1JEK PAJAK (25030 !
". A#a %an& menja'i >bjek Pajak *
,bjek Pajak adalah penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan
ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal
dari &ndonesia maupun dari luar &ndonesia, yang dapat dipakai untuk
konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang
bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun, meliputi antara
lain :
&mbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa, seperti : gaji,
upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi, uang
pensiun, atau imbalan dalam bentuk lainnya.
4adiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan, dan
penghargaan.
?aba usaha.
%euntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta,
seperti :
keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan,
persekutuan, dan badan lainnya sebagai pengganti saham atau
penyertaan modal(
keuntungan yang diperoleh perseroan, persekutuan dan badan
lainnya karena pengalihan harta kepada pemegang saham,
sekutu, atau anggota(
keuntungan karena likuidasi, penggabungan, peleburan,
pemekaran, peme+ahan, atau pengambilalihan usaha(
keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah, bantuan
atau sumbangan, ke+uali yang diberikan kepada keluarga
sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat, dan badan
keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau
pengusaha ke+il termasuk koperasi yang ditetapkan oleh
#enteri %euangan, sepanjang tidak ada hubungan dengan
usaha, pekerjaan, kepemilikan atau penguasaan antara pihak-
pihak yang bersangkutan.
Penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan
sebagai biaya.
- 2A -
!unga termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan
pengembalian utang.
$i=iden, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk
di=iden dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan
pembagian sisa hasil usaha koperasi.
Doyalti.
ewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta.
Penerimaan atau perolehan pembayaran berkala.
%euntungan karena pembebasan utang, ke+uali sampai dengan
jumlah tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.
%euntungan karena selisih kurs mata uang asing.
elisih lebih karena penilaian kembali akti=a.
Premi asuransi.
&uran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya
yang terdiri dari Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau
pekerjaan bebas.
Tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang
belum dikenakan pajak.
Pengertian ?b)n&a@ termasuk pula premium, diskonto dan imbalan
sehubungan dengan jaminan pengembalian utang. Premium terjadi
apabila misalnya surat obligasi dijual di atas nilai nominalnya
sedangkan diskonto terjadi apabila surat obligasi dibeli di bawah nilai
nominalnya. Premium tersebut merupakan penghasilan bagi yang
menerbitkan obligasi dan diskonto merupakan penghasilan bagi yang
membeli obligasi.
Pengertian ?'iAi'en@ termasuk pula :
a. Pembagian laba baik se+ara langsung ataupun tidak langsung,
dengan nama dan dalam bentuk apapun(
b. Pembayaran kembali karena likuidasi yang melebihi jumlah
modal yang disetor(
+. Pemberian saham bonus yang dilakukan tanpa penyetoran
termasuk saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham(
d. Pembagian laba dalam bentuk saham(
e. Pen+atatan tambahan modal yang dilakukan tanpa
penyetoran(
- 2C -
f. 'umlah yang melebihi jumlah setoran sahamnya
yang diterima atau diperoleh pemegang saham karena pembelian
kembali saham-saham oleh perseroan yang bersangkutan(
g. Pembayaran kembali seluruhnya atau sebagian dari
modal yang disetorkan, jika dalam tahun-tahun yang lampau
diperoleh keuntungan, ke+uali jika pembayaran kembali itu
adalah akibat dari penge+ilan modal dasar -statuter. yang
dilakukan se+ara sah(
h. Pembayaran sehubungan dengan tanda-tanda laba,
termasuk yang diterima sebagai penebusan tanda-tanda laba
tersebut(
i. !agian laba sehubungan dengan pemilikan obligasi(
j. !agian laba yang diterima oleh pemegang polis(
k. Pembagian berupa sisa hasil usaha kepada anggota
koperasi(
l. Pengeluaran perusahaan untuk keperluan pribadi
pemegang saham yang dibebankan sebagai biaya perusahaan.
Pengertian ?,+%al-i@ adalah imbalan sehubungan dengan
penggunaan :
a. hak atas harta tak berwujud, misalnya hak pengarang, paten,
merek dagang, formula, atau rahasia perusahaan(
b. hak atas harta berwujud, misalnya hak atas alat-alat industri,
komersial, dan ilmu pengetahuan. ;ang dimaksud dengan alat-
alat industri, komersial dan ilmu pengetahuan adalah setiap
peralatan yang mempunyai nilai intelektual, misalnya peralatan-
peralatan yang digunakan di beberapa industri khusus seperti
anjungan pengeboran minyak -drilling rig., dan sebagainya(
+. informasi, yaitu informasi yang belum diungkapkan se+ara
umum, walaupun mungkin belum dipatenkan, misalnya
pengalaman di bidang industri, atau bidang usaha lainnya. <iri
dari informasi dimaksud adalah bahwa informasi tersebut telah
tersedia sehingga pemiliknya tidak perlu lagi melakukan riset
untuk menghasilkan informasi tersebut. Tidak termasuk dalam
pengertian informasi di sini adalah informasi yang diberikan
oleh misalnya akuntan publik, ahli hukum, atau ahli teknik sesuai
dengan bidang keahliannya, yang dapat diberikan oleh setiap
orang yang mempunyai latar belakang disiplin ilmu yang sama.
- 2B -
2. A#a %an& b)kan >bjek Pajak *
!antuan sumbangan, termasuk 1akat yang diterima oleh badan
amil 1akat atau lembaga amil 1akat yang dibentuk atau disahkan
oleh Pemerintah dan para penerima 1akat yang berhak.
4arta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis
keturunan lurus satu derajat, dan oleh badan keagamaan atau
badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha ke+il
termasuk koperasi yang ditetapkan oleh #enteri %euangan.
sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan,
atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan.
Warisan.
4arta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai
pengganti saham atau sebagai pengganti penyertaan modal.
Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa
yang diterima atau diperoleh dalam bentuk natura dan atau
kenikmatan dari Wajib Pajak atau Pemerintah.
Pembayaran dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi
sehubungan dengan asuransi kesehatan, asuransi ke+elakaan,
asuransi jiwa, asuransi dwiguna, dan asuransi bea siswa.
$i=iden atau bagian laba yang diterima atau diperoleh perseroan
terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri, koperasi, !adan
"saha #ilik Negara, atau !adan "saha #ilik $aerah, dari
penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat
kedudukan di &ndonesia dengan syarat :
di=iden berasal dari +adangan laba yang ditahan( dan
bagi perseroan terbatas, !"#N / !"#$ yang menerima
di=iden, kepemilikan saham pada badan yang memberikan
di=iden paling rendah 29E dari jumlah modal yang disetor
dan harus mempunyai usaha aktif di luar kepemilikan saham
tersebut(
&uran yang diterima atau diperoleh dana pensiun yang
pendiriannya telah disahkan oleh #enteri %euangan, baik yang
dibayar oleh pemberi kerja maupun pegawai.
- 5: -
Penghasilan dari modal yang ditanamkan oleh dana pensiun
dalam bidang-bidang tertentu yang ditetapkan dengan %eputusan
#enteri %euangan.
!agian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan
komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham,
persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi.
!unga obligasi yang diterima atau diperoleh reksa dana selama
lima tahun pertama sejak tanggal pendirian atau tanggal kontrak.
Penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal
=entura berupa bagian laba dari badan pasangan usaha yang
didirikan dan menjalankan usaha atau kegiatan di &ndonesia,
dengan syarat badan pasangan usaha tersebut :
merupakan perusahaan ke+il, menengah, atau yang
menjalankan kegiatan dalam sektor-sektor usaha yang
ditetapkan dengan %eputusan #enteri %euangan. dan
sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek di &ndonesia.
3. A#a %an& menja'i >bjek Pajak 1UT *
Penghasilan dari usaha atau kegiatan !"T tersebut dan dari harta
yang dimiliki atau dikuasai
Penghasilan kantor pusat dari usaha atau kegiatan, penjualan
barang, atau pemberian jasa di &ndonesia yang sejenis dengan
yang dijalankan atau yang dilakukan oleh !"T di &ndonesia -
.+,/e +. a--,a/-i+n ,)le ..
Penghasilan tersebut dalam Pasal 2@ "" Pajak Penghasilan yang
diterima atau diperoleh kantor pusat, sepanjang terdapat
hubungan efektif antara !"T dengan harta atau kegiatan yang
memberikan penghasilan dimaksud - e..e/-iAe /+nne/-i+n ,)le ..
C. PEN7=:TUN7AN PEN7=A3:<AN KENA PAJAK (25030 !
". A#a %an& b+le$ 'ik),an&kan *
Penghasilan %ena Pajak Wajib Pajak dalam negeri dan !"T, dihitung
berdasarkan penghasilan bruto dikurangi :
- 50 -
!iaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara
penghasilan, termasuk biaya pembelian bahan, biaya berkenaan
dengan pekerjaan atau jasa termasuk upah, gaji, honorarium,
bonus, gratifikasi, dan tunjangan yang diberikan dalam bentuk
uang, bunga, sewa, royalti, biaya perjalanan, biaya pengolahan
limbah, premi asuransi, biaya administrasi, dan pajak ke+uali
Pajak Penghasilan.
Penyusutan atas harta berwujud dan amortisasi atas hak dan biaya
lain yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun
&uran kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh
#enteri %euangan
%erugian karena penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki
dan digunakan dalam perusahaan atau yang dimiliki untuk
mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan.
%erugian dari selisih kurs mata uang asing.
!iaya penelitian dan pengembangan perusahaan yang dilakukan
di &ndonesia.
!iaya bea siswa, magang, dan pelatihan.
Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih, dengan syarat :
0.. telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba-rugi
komersial( dan
2.. telah diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan
Negeri atau $irektorat 'enderal Piutang dan ?elang Negara
-$'P?N. atau adanya perjanjian tertulis mengenai
penghapusan piutang / pembebasan utang antara kreditur dan
debitur yang bersangkutan( dan
5.. telah dipublikasikan dalam penerbitan umum atau khusus(
dan
3.. Wajib Pajak harus menyerahkan daftar piutang yang tidak
dapat ditagih kepada $'P,
yang pelaksanaannya diatur lebih lanjut dengan %eputusan
$irektur 'enderal Pajak.
$alam menentukan besarnya laba suatu !"T, biaya administrasi
kantor pusat yang boleh dikurangkan adalah biaya yang berkaitan
- 52 -
dengan usaha atau kegiatan !"T, yang besarnya ditetapkan oleh
$irektur 'enderal Pajak.
!agi Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri diberikan
pengurangan berupa Penghasilan Tidak %ena Pajak - PT%P ..
"ntuk dapat dikurangkan atau dibebankan dalam penghitungan
Penghasilan %ena Pajak, biaya atau pengeluaran tersebut harus
mempunyai hubungan langsung dengan usaha atau kegiatan untuk
mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang merupakan
,bjek Pajak $engan demikian biaya atau pengeluaran untuk
mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang bukan
merupakan ,bjek Pajak, tidak boleh dikurangkan atau dibebankan.
!iaya bunga atas pinjaman yang dipergunakan untuk membeli saham
tidak boleh dikurangkan atau dibebankan, apabila di=iden yang
diterimanya bukan merupakan ,bjek Pajak. )kan tetapi dalam hal ini
biaya bunga pinjaman tersebut dapat dikapitalisasi sebagai penambah
harga perolehan saham.
2. 1e,a#a be(a,n%a PTKP *
Dp 2.CC:.:::,:: untuk diri Wajib Pajak ybs.
Dp 0.33:.:::,:: tambahan untuk Wajib Pajak yang berstatus
kawin.
Dp 2.CC:.:::,:: tambahan untuk seorang isteri yang
penghasilannya digabung dengan penghasilan suami.
Dp 0.33:.:::,:: tambahan untuk setiap anggota keluarga
sedarah / semenda dalam garis keturunan lurus serta anak
angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak
tiga orang.
!esarnya PT%P disesuaikan dari waktu ke waktu dengan %eputusan
#enteri %euangan.
3. 1a&aimana #e,lak)an #ajak ba&i wani-a %an& be,(-a-)( kawin
'an anak %an& bel)m 'ewa(a *
Penghasilan wanita yang berstatus kawin digabung dengan
penghasilan suaminya, ke+uali penghasilan yang berasal dari satu
pemberi kerja yang telah dipotong PPh Pasal 20 dan pekerjaan
- 55 -
tersebut tidak ada hubungannya dengan usaha atau pekerjaan
bebas suaminya.
Penghasilan suami-isteri dikenakan pajak se+ara terpisah dalam
hal :
suami-isteri telah hidup berpisah(
dikehendaki oleh suami-isteri yang bersangkutan berdasarkan
perjanjian tertulis.
Penghasilan anak yang belum dewasa digabung dengan
penghasilan orang tuanya, ke+uali penghasilan yang berasal dari
pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan usaha atau
pekerjaan bebas orang tuanya.
. A#a %an& -i'ak b+le$ 'ik),an&kan *
$alam menghitung besarnya Penghasilan %ena Pajak Wajib Pajak
dalam negeri dan !"T, tidak boleh dikurangkan :
Pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun, seperti :
di=iden, di=iden yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi
kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi.
!iaya atau pengeluaran untuk kepentingan pribadi pemegang
saham, sekutu, atau anggota.
Pembentukan atau pemupukan dana +adangan, ke+uali +adangan
piutang tak tertagih untuk usaha bank dan sewa guna usaha
dengan hak opsi, +adangan untuk usaha asuransi, dan +adangan
biaya reklamasi untuk usaha pertambangan, yang ketentuan dan
syarat-syaratnya ditetapkan dengan %eputusan #enteri
%euangan.
Premi asuransi kesehatan, asuransi ke+elakaan, asuransi jiwa,
asuransi dwiguna, dan asuransi bea siswa, yang dibayar oleh
Wajib Pajak orang pribadi, ke+uali jika dibayar oleh pemberi
kerja dan premi tersebut dihitung sebagai penghasilan bagi Wajib
Pajak yang bersangkutan.
Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa
yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan, ke+uali
penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai serta
penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan di
- 53 -
daerah tertentu dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan
yang ditetapkan dengan %eputusan #enteri %euangan.
'umlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada
pemegang saham atau kepada pihak yang mempunyai hubungan
istimewa sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang
dilakukan.
4arta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan
yang bukan merupakan ,bjek Pajak, ke+uali 1akat atas
penghasilan yang dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi
pemeluk agama &slam dan atau Wajib Pajak badan dalam negeri
yang dimiliki oleh pemeluk agama &slam kepada badan amil 1akat
atau lembaga amil 1akat yang dibentuk atau disahkan oleh
Pemerintah.
Pajak Penghasilan.
!iaya atau pengeluaran pribadi Wajib Pajak yang bersangkutan
atau orang yang menjadi tanggungannya.
gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan, firma, atau
perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham.
anksi administrasi berupa bunga, denda, dan kenaikan serta
sanksi pidana berupa denda yang berkenaan dengan pelaksanaan
perundang-undangan di bidang perpajakan.
$alam menentukan besarnya laba suatu !"T, pembayaran kepada
kantor pusat yang tidak boleh dikurangkan adalah :
royalti atau imbalan lainnya sehubungan dengan penggunaan
harta, paten, atau hak-hak lainnya(
imbalan sehubungan dengan jasa manajemen dan jasa
lainnya(
bunga, ke+uali bunga yang berkenaan dengan usaha
perbankan.
5. 1a&aimana #e,lak)an #ajak -e,$a'a# ke,)&ian .i(kal *
$alam hal penghasilan bruto setelah pengurangan menghasilkan
kerugian, maka kerugian tersebut dikompensasikan dengan
Penghasilan %ena Pajak mulai tahun pajak berikutnya berturut-turut
sampai dengan lima tahun.
- 59 -
D. PEN:<A:AN =ARTA DAN PER3ED:AAN 1ARAN7 (250304 )
". 1a&aimana /a,a #enilaian $a,&a #e,+le$an a-a) $a,&a j)al /
#en&ali$an $a,-a 'an /a,a #enilaian #e,(e'iaan ba,an& *
4arga perolehan atau harga penjualan dalam hal terjadi jual beli
harta yang tidak dipengaruhi hubungan istimewa adalah jumlah
yang sesungguhnya dikeluarkan atau diterima, sedangkan apabila
terdapat hubungan istimewa adalah jumlah yang seharusnya
dikeluarkan atau diterima.
Nilai perolehan atau nilai penjualan dalam hal terjadi tukar-
menukar harta adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau
diterima berdasarkan harga pasar.
Nilai perolehan atau pengalihan harta yang dialihkan dalam
rangka likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran,
peme+ahan, atau pengambilalihan usaha adalah jumlah yang
seharusnya dikeluarkan atau diterima berdasarkan harga pasar,
ke+uali ditetapkan lain oleh #enteri %euangan.
$asar penilaian harta yang dialihkan dalam rangka bantuan
sumbangan atau hibah :
yang memenuhi syarat sebagai bukan ,bjek Pajak bagi yang
menerima pengalihan, sama dengan nilai sisa buku dari pihak
yang melakukan pengalihan atau nilai yang ditetapkan oleh
$irektur 'enderal Pajak(
yang tidak memenuhi syarat sebagai bukan ,bjek Pajak bagi
yang menerima pengalihan, sama dengan nilai pasar dari
harta tersebut.
$asar penilaian harta yang dialihkan dalam rangka penyetoran
modal - inb,en& . bagi badan yang menerima pengalihan, sama
dengan nilai pasar dari harta tersebut.
Persediaan dan pemakaian persediaan untuk penghitungan harga
pokok dinilai berdasarkan harga perolehan yang dilakukan se+ara
rata-rata atau dengan +ara mendahulukan persediaan yang
diperoleh pertama - 9:9> ..
E. PEN:<A:AN KEM1A<: AKT:BA TETAP PERU3A=AAN (25030 !
- 5@ -
". A#a 'an ba&aimana ke-en-)an #enilaian kembali ak-iAa -e-a#
#e,)(a$aan )n-)k -)j)an #e,#ajakan *
#enteri %euangan berwenang untuk menetapkan peraturan
tentang penilaian kembali akti=a dan faktor penyesuaian apabila
terjadi ketidaksesuaian antara unsur-unsur biaya dengan
penghasilan karena perkembangan harga.
9. PEN;U3UTAN DAN AM>RT:3A3: (25030 !
". 1a&aimana /a,a #en%)()-an $a,-a be,w)j)'
Penyusutan atas pengeluaran harta berwujud, ke+uali tanah yang
berstatus hak milik, hak guna bangunan, hak guna usaha, dan hak
pakai, yang dimiliki dan digunakan untuk mendapatkan, menagih,
dan memelihara penghasilan dilakukan dengan metode garis lurus
- (-,ai&$-8line me-$+' . dan atau metode saldo menurun
- 'e/linin& balan/e me-$+' . se+ara taat a1as.
%husus bangunan hanya dapat disusutkan dengan metode garis
lurus.
Penyusutan untuk pertama kali dimulai pada bulan dilakukannya
pengeluaran, ke+uali untuk harta yang masih dalam proses
pengerjaan dimulai pada bulan selesainya pengerjaan harta
tersebut.
$engan persetujuan $irektur 'enderal Pajak, Wajib Pajak
diperkenankan melakukan penyusutan mulai pada bulan harta
tersebut digunakan untuk mendapatkan, menagih, dan
memelihara penghasilan atau pada bulan harta yang bersangkutan
mulai menghasilkan.
$asar penyusutan atas harta yang telah dilakukan penilaian
kembali - re=aluasi . adalah nilai setelah dilakukan penilaian
kembali akti=a tersebut.
#enteri %euangan menetapkan jenis-jenis harta yang termasuk
dalam %elompok 4arta !erwujud dan ketentuan khusus
mengenai penyusutan atas harta berwujud yang dimiliki dan
digunakan dalam usaha tertentu.
- 5A -
)pabila terjadi pengalihan atau penarikan harta, maka jumlah
nilai sisa buku harta tersebut dibebankan sebagai kerugian dan
jumlah harga jual atau penggantian asuransinya yang diterima
atau diperoleh dibukukan sebagai penghasilan pada tahun
terjadinya penarikan harta atau pada tahun terjadinya penggantian
asuransi atas persetujuan $irektur 'enderal Pajak.
)pabila terjadi pengalihan harta dalam rangka bantuan
sumbangan atau hibah yang memenuhi syarat sebagai bukan
,bjek Pajak, maka jumlah nilai sisa buku harta tersebut tidak
boleh dibebankan sebagai kerugian bagi pihak yang mengalihkan.
2. 1a&aimana /a,a am+,-i(a(i $a,-a -ak be,w)j)' *
)mortisasi atas pengeluaran harta tak berwujud dan pengeluaran
lainnya termasuk biaya perpanjangan hak guna bangunan, hak
guna usaha, dan hak pakai yang dipergunakan untuk
mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan, dilakukan
dengan metode garis lurus - (-,ai&$-8line me-$+' . dan atau
metode saldo menurun - 'e/linin& balan/e me-$+' . se+ara taat
a1as.
Pengeluaran untuk biaya pendirian dan biaya perluasan modal
suatu perusahaan dibebankan pada tahun terjadinya pengeluaran
atau diamortisasi sesuai dengan table masa manfaat dan tarif
amortisasi.
)mortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak dan
pengeluaran lain di bidang penambangan minyak dan gas bumi
dilakukan dengan menggunakan metode satuan produksi.
Pengeluaran sebelum operasi komersial dikapitalisasi dan
diamortisasi sesuai dengan table masa manfaat dan tarif
amortisasi.
)pabila terjadi pengalihan harta tak berwujud atau hak-hak
lainnya, maka nilai sisa buku harta atau hak-hak tersebut
dibebankan sebagai kerugian dan jumlah yang diterima sebagai
penggantian merupakan penghasilan pada tahun terjadinya
pengalihan tersebut.
)pabila terjadi pengalihan harta dalam rangka bantuan
sumbangan atau hibah berupa harta tak berwujud yang memenuhi
- 5C -
syarat sebagai bukan ,bjek Pajak, maka jumlah nilai sisa buku
harta tersebut tidak boleh dibebankan sebagai kerugian bagi pihak
yang mengalihkan.
7. N>RMA PEN7=:TUN7AN PEN7=A3:<AN KENA PAJAK
(25030 !
". A#a %an& 'imak()' 'en&an N+,ma Pen&$i-)n&an Pen&$a(ilan
Ne-+ *
Norma Penghitungan Penghasilan Neto adalah persentase tertentu
dari peredaran atau penghasilan bruto usaha atau pekerjaan bebas
yang merupakan standar umum besarnya penghasilan neto yang
dianggap normal atau wajar, yang dibuat dan disempurnakan
terus-menerus serta diterbitkan oleh $irektur 'enderal Pajak.
2. 3ia#a %an& 'a#a- men&&)nakan N+,ma Pen&$i-)n&an
Pen&$a(ilan Ne-+ *
Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi yang melakukan kegiatan
usaha atau pekerjaan bebas, yang peredaran atau penghasilan
brutonya dalam satu tahun kurang dari Dp @::.:::.:::,::.
!esarnya batasan peredaran bruto dapat diubah dengan
%eputusan #enteri %euangan.
Wajib Pajak yang bersangkutan wajib memberitahukan kepada
$irektur 'enderal Pajak dalam jangka waktu tiga bulan pertama
dari tahun pajak yang bersangkutan.
Wajib Pajak yang bersangkutan wajib menyelenggarakan
pen+atatan sebagai pengganti tidak menyelenggarakan kewajiban
pembukuan.
)pabila Wajib Pajak tidak memberitahukan kepada $irektur
'enderal Pajak, maka dianggap memilih menyelenggarakan
kewajiban pembukuan.
)pabila ternyata Wajib Pajak tidak atau tidak sepenuhnya
menyelenggarakan kewajiban pen+atatan atau pembukuan atau
tidak memperlihatkan pen+atatan atau pembukuan atau bukti-
bukti pendukungnya, maka penghasilan netonya dihitung
- 5B -
berdasarkan Norma Penghitungan Penghasilan Neto atau +ara lain
yang ditetapkan dengan %eputusan #enteri %euangan.
3. A#a %an& 'imak()' 'en&an N+,ma Pen&$i-)n&an K$)()( *
Norma Penghitungan %husus adalah persentase tertentu dari
peredaran atau penghasilan bruto usaha untuk menghitung
penghasilan neto dari Wajib Pajak tertentu yang tidak dapat
dihitung berdasarkan ketentuan umum penghitungan Penghasilan
%ena Pajak. Norma Penghitungan %husus Wajib Pajak tertentu
ditetapkan dengan %eputusan #enteri %euangan.
. Wajib Pajak -e,-en-) mana (aja %an& 'ikenakan #ajak 'en&an
N+,ma Pen&$i-)n&an K$)()( *
Perusahaan pelayaran dan penerbangan internasional.
Perusahaan asuransi luar negeri.
Perusahaan pengeboran minyak, gas dan panas bumi.
Perusahaan dagang asing.
Perusahaan yang melakukan in=estasi dengan pola Fbangun-guna-
serahG - b)il'8+#e,a-e8-,an(.e, ..
Wajib Pajak tertentu lainnya.
=. PE<UNA3AN PAJAK DA<AM TA=UN 1ERJA<AN (25030 !
Pem+-+n&an PP$ Pa(al 2"
". A#a +bjek #em+-+n&an #ajak *
Penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan
dengan nama dan dalam bentuk apapun.
2. 3ia#a %an& 'ikenakan #em+-+n&an #ajak *
Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri.
3. A#a 'an (ia#a %an& -i'ak 'ikenakan #em+-+n&an #ajak *
- 3: -
Penghasilan yang diterima oleh :
Pejabat Negara, berupa gaji kehormatan dan tunjangan lain
yang terkait atau imbalan tetap sejenisnya(
Pegawai Negeri ipil dan )nggota TN& / P,?D&, berupa gaji
dan tunjangan-tunjangan lain yang sifatnya tetap dan terkait
dengan gaji(
Pensiunan termasuk janda atau duda dan atau anak-anaknya,
berupa uang pension dan tunjangan-tunjangan lain yang
sifatnya tetap dan terkait dengan uang pensiun,
yang dibebankan kepada %euangan Negara atau %euangan
$aerah, PPh Pasal 20 ditanggung oleh Pemerintah.
Penghasilan berupa honorarium dan imbalan lain dengan nama
apapun selain gaji, tunjangan, dan uang pensiun, yang dibebankan
kepada %euangan Negara atau %euangan $aerah, yang diterima
oleh Pegawai Negeri ipil *olongan &&/d ke bawah dan )nggota
TN& / P,?D& berpangkat Pembantu ?etnan atu ke bawah.
Penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak orang pribadi dalam
negeri berupa uang pesangon, uang tebusan pension yang dibayar
oleh dana pensiun, dan Tunjangan 4ari Tua atau 'aminan 4ari
Tua yang dibayarkan sekaligus oleh !adan Penyelenggara
Pensiun atau !adan Penyelenggara 'aminan osial Tenaga %erja,
sampai dengan sejumlah Dp.29.:::.:::,::.
Penghasilan berupa gaji, upah, serta imbalan lainnya dari
pekerjaan yang diberikan dalam bentuk uang sampai dengan
sejumlah Dp.0.:::.:::,:: sebulan, yang diterima oleh pekerja
yang bekerja sebagai pegawai tetap atau pegawai tidak tetap pada
satu pemberi kerja dengan gaji, upah, serta imbalan lainnya dalam
bentuk uang tidak melebihi Dp.2.:::.:::,:: sebulan, PPh Pasal
20 ditanggung oleh Pemerintah .
. 3ia#a #em+-+n& #ajak *
Pemberi kerja yang membayar gaji, upah, honorarium, tunjangan,
dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan
pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai atau bukan pegawai.
- 30 -
bendaharawan pemerintah yang membayar gaji, upah,
honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain, sehubungan dengan
pekerjaan, jasa, atau kegiatan.
dana pensiun atau badan lain yang membayarkan uang pensiun
dan pembayaran lain dengan nama apapun dalam rangka pensiun.
!adan yang membayar honorarium atau pembayaran lain sebagai
imbalan sehubungan dengan jasa termasuk jasa tenaga ahli yang
melakukan pekerjaan bebas.
penyelenggara kegiatan yang melakukan pembayaran sehubungan
dengan pelaksanaan suatu kegiatan.
5. 3ia#a b)kan #em+-+n& #ajak *
!adan perwakilan negara asing dan organisasi-organisasi
internasional.
0. 1e,a#a be(a,n%a -a,i. #em+-+n&an #ajak *
Pada umumnya berlaku tarif umum, ke+uali ditetapkan lain
dengan Peraturan Pemerintah.
5. Pen&$a(ilan a#a (aja %an& 'ikenakan PP$ Pa(al 2" %an&
be,(i.a- .inal 'an be,a#a -a,i.n%a *
Penghasilan berupa honorarium dan imbalan lain yang
dibebankan kepada %euangan Negara atau %euangan $aerah,
yang diterima oleh Pejabat Negara, Pegawai Negeri ipil
- ke+uali *olongan &&/d ke bawah ., )nggota TN& / P,?D&
- ke+uali berpangkat Pembantu ?etnan atu ke bawah . dan
pensiunan, dikenakan tarif sebesar 09E.
Penghasilan berupa hadiah undian, dikenakan tarif sebesar 29E.
Penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak orang pribadi dalam
negeri berupa uang pesangon, uang tebusan pensiun yang dibayar
oleh dana pensiun, dan Tunjangan 4ari Tua atau 'aminan 4ari
Tua yang dibayarkan sekaligus oleh !adan Penyelenggara
Pensiun atau !adan Penyelenggara 'aminan osial Tenaga %erja,
dikenakan tarif progresif sebesar 9E sampai dengan 29E.
Pem)n&)-an PP$ Pa(al 22
- 32 -
". A#a +bjek #em)n&)-an #ajak *
Pembelian barang oleh Pemerintah.
&mpor barang.
Pembelian / penjualan barang di bidang usaha tertentu.
2. 3ia#a %an& 'ikenakan #em)n&)-an #ajak *
Pemasok barang kepada Pemerintah.
&mportir / pengimpor barang.
Pemasok / pembeli barang dari badan-badan tertentu.
3. A#a %an& -i'ak 'ikenakan #em)n&)-an #ajak *
&mpor dan atau penyerahan barang yang berdasarkan "" Pajak
Penghasilan tidak terutang pajak.
&mpor barang yang dibebaskan dari !ea #asuk dan atau PPN - 0C
jenis ..
&mpor barang sementara yang nyata-nyata akan diekspor kembali.
Pembayaran yang berjumlah tidak lebih dari Dp.0.:::.:::,::.
Pembayaran untuk pembelian !!#, listrik, gas, air minum /
P$)#, dan benda pos.
Hmas batangan untuk diproses menjadi perhiasan dan ditujukan
untuk ekspor.
Pembayaran dana 'aring Pengaman osial - '' . oleh %P%N.
&mpor kembali barang yang sama yang sebelumnya telah diekspor
dan barang yang telah diekspor untuk tujuan perbaikan,
pengerjaan dan pengujian.
Pembayaran untuk pembelian gabah dan atau beras oleh Perum
!"?,*.
. 3ia#a #em)n&)- #ajak *
!ank de=isa dan $'!<, atas impor barang.
$'), !endaharawan Pemerintah Pusat / $aerah, atas pembelian
barang.
- 35 -
!"#N / !"#$, atas pembelian barang dengan dana )P!N /
)P!$.
!ank &ndonesia, Perum !"?,*, PT. TH?%,#, PT.P?N, PT.
*aruda &ndonesia, PT. &ndosat, PT. %rakatau teel, PT.
PHDT)#&N), dan bank-bank !"#N, atas pembelian barang
dengan dana baik dari )P!N / )P!$ maupun dari non-)P!N /
)P!$.
!adan usaha industri semen, rokok, kertas, baja - hulu ., dan
otomotif, yang ditunjuk oleh %epala %PP, atas penjualan hasil
produksi di dalam negeri.
PT. PHDT)#&N) dan badan usaha lainnya di bidang industri
produk bahan bakar migas - premi> / pertama>, super TT /
pertama> plus, dan gas ., atas penjualan hasil produksinya.
&ndustri dan eksportir di sektor perhutanan, perkebunan,
pertanian, dan perikanan, yang ditunjuk oleh $irektur 'enderal
Pajak, atas pembelian bahan-bahan dari pedagang pengumpul
untuk keperluan diolah / diekspor.

5. 1e,a#a be(a,n%a -a,i. #em)n&)-an #ajak *
)tas impor barang :
;ang menggunakan )P&, sebesar 2,9E dari nilai impor(
;ang tidak menggunakan )P&, sebesar A,9E dari nilai impor(
;ang tidak dikuasai, sebesar A,9E dari harga jual lelang.
Penjelasan :
Nilai impor adalah nilai yang menjadi dasar penghitungan !ea
#asuk yaitu <ost, &nsuran+e and /reight - <&/ . ditambah !ea
#asuk dan pungutan impor lainnya berdasarkan peraturan
perundang-undangan pabean.
)tas pembelian barang oleh Pemerintah dan !"#N / !"#$,
sebesar 0,9E dari harga pembelian.
)tas penjualan hasil produksi tertentu :
)tas penjualan hasil produksi PT. PHDT)#&N) dan badan usaha
lainnya di bidang !!# :
- 33 -
)tas pembelian bahan-bahan dari pedagang pengumpul untuk
keperluan diolah / diekspor, sebesar 0,9E dari harga pembelian.
Pem+-+n&an PP$ Pa(al 23
". A#a +bjek #em+-+n&an #ajak *
$i=iden.
!unga.
Doyalti.
4adiah dan penghargaan, selain yang telah dipotong PPh Pasal
20.
bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi.
sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta(
imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa manajemen, jasa
konstruksi, jasa konsultan, dan jasa lain selain jasa yang telah
dipotong PPh Pasal 20.
2. 3ia#a %an& 'ikenakan #em+-+n&an #ajak *
Wajib Pajak dalam negeri dan !"T.
3. A#a 'an (ia#a %an& -i'ak 'ikenakan #em+-+n&an #ajak *
Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank.
ewa yang dibayarkan atau terutang sehubungan dengan sewa
guna usaha dengan hak opsi.
$i=iden. - in-e,8/+,#+,a-e 'iAi'en' . yang diterima oleh PT,
!"#N / !"#$, dan koperasi yang memenuhi persyaratan
tertentu
!unga obligasi yang diterima reksa dana selama lima tahun
pertama sejak tanggal pendirian atau tanggal kontrak.
!agian laba yang diterima anggota <I yang modalnya tidak
terbagi atas saham, persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi.
isa hasil usaha koperasi yang dibayarkan oleh koperasi kepada
anggotanya.
- 39 -
!unga simpanan yang tidak melebihi batas yang ditetapkan
dengan %eputusan #enteri %euangan yang dibayarkan oleh
koperasi kepada anggotanya.
. 3ia#a #em+-+n& #ajak *
!adan Pemerintah, ubjek Pajak badan dalam negeri,
penyelenggara kegiatan, !"T, atau perwakilan perusahaan luar
negeri lainnya.
Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri yang ditunjuk oleh
$irektur 'enderal Pajak.
sebagai pihak yang wajib membayarkan penghasilan.
5. 1e,a#a be(a,n%a -a,i. #em+-+n&an #ajak *
ebesar 09E dari jumlah bruto, atas di=iden, bunga, royalti, serta
hadiah dan penghargaan.
ebesar 09E dari jumlah bruto dan bersifat final, atas bunga
simpanan yang dibayarkan oleh koperasi.
ebesar 09E dari perkiraan penghasilan neto, atas :
sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan
harta(
imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa manajemen,
jasa konstruksi, jasa konsultan, dan jasa lain selain jasa yang
telah dipotong PPh Pasal 20.
:. KRED:T PAJAK <UAR NE7ER: ( PP= PA3A< 2 ! (25030 !
". 1a&aimana ke-en-)an #en&k,e'i-an Pajak Pen&$a(ilan %an& 'iba%a,
a-a) -e,)-an& 'i l)a, ne&e,i *
Pajak Penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri atas
penghasilan dari luar negeri yang diterima atau diperoleh Wajib
Pajak dalam negeri dapat dikreditkan dengan pajak yang terutang
berdasarkan "" Pajak Penghasilan dalam tahun pajak yang sama.
!esarnya kredit pajak yang dapat diperhitungkan adalah sebesar
Pajak Penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri tetapi
tidak boleh melebihi penghitungan pajak yang terutang
- 3@ -
berdasarkan "" Pajak Penghasilan - +,'ina,% -aC /,e'i- #e,
/+)n-,% ba(i( ..
umber penghasilan - (+),/e +. in/+me . :
"ntuk keperluan pengkreditan Pajak Penghasilan luar negeri, sumber
penghasilan ditentukan sebagai berikut :
Penghasilan dari saham dan sekuritas lainnya, adalah negara
tempat badan yang menerbitkan saham atau sekuritas tersebut
bertempat kedudukan(
Penghasilan berupa bunga, royalti, dan sewa sehubungan dengan
penggunaan harta gerak, adalah negara tempat pihak yang
membayar atau dibebani bunga, royalti, atau sewa tersebut
bertempat kedudukan atau berada(
Penghasilan berupa sewa sehubungan dengan penggunaan harta
tak gerak, adalah negara tempat harta tersebut terletak(
Penghasilan berupa imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan,
dan kegiatan, adalah negara tempat pihak yang membayar atau
dibebani imbalan tersebut bertempat kedudukan atau berada(
Penghasilan !"T, adalah negara tempat !"T tersebut
menjalankan usaha atau melakukan kegiatan(
Penentuan sumber penghasilan lainnya menggunakan prinsip
yang sama.
J. PEM1A;ARAN 3END:R: AN73URAN 1U<ANAN DA<AM
TA=UN 1ERJA<AN ( PP= PA3A< 25 ! (25030 !
". 1a&aimana ke-en-)an #emba%a,an an&(),an b)lanan +le$ Wajib
Pajak (en'i,i *
!esarnya angsuran bulanan dalam tahun pajak berjalan yang
harus dibayar sendiri oleh Wajib Pajak adalah sebesar Pajak
Penghasilan yang terutang atas penghasilan teratur menurut PT
Tahunan Pajak Penghasilan tahun pajak yang lalu, dikurangi
dengan kredit pajak PPh Pasal 20 - khusus bagi WP orang
pribadi ., PPh Pasal 22, PPh Pasal 25, dan PPh Pasal 23 atas
penghasilan teratur tahun pajak yang lalu tersebut, dibagi 02 atau
banyaknya bulan dalam bagian tahun pajak.
%husus besarnya angsuran pajak yang harus dibayar untuk bulan-
bulan - dua bulan pertama . sebelum batas waktu penyampaian
- 3A -
PT Tahunan Pajak Penghasilan, ditetapkan sama dengan
besarnya angsuran pajak untuk bulan terakhir tahun pajak yang
lalu.
)pabila dalam tahun pajak berjalan diterbitkan surat ketetapan
pajak untuk tahun pajak yang lalu, maka besarnya angsuran pajak
dihitung kembali berdasarkan surat ketetapan pajak tersebut dan
berlaku mulai bulan berikutnya setelah bulan penerbitan surat
ketetapan pajak.
$alam hal-hal tertentu, yaitu :
Wajib Pajak berhak atas kompensasi kerugian(
Wajib Pajak memperoleh penghasilan tidak teratur(
PT Tahunan Pajak Penghasilan tahun yang lalu disampaikan
setelah lewat batas waktu yang ditentukan(
Wajib Pajak diberikan perpanjangan jangka waktu
penyampaian PT Tahunan Pajak Penghasilan(
Wajib Pajak membetulkan sendiri PT Tahunan Pajak
Penghasilan yang mengakibatkan angsuran bulanan lebih
besar dari angsuran bulanan sebelum pembetulan(
terjadi perubahan keadaan usaha atau kegiatan Wajib Pajak,
+ara penghitungan besarnya angsuran bulanan diatur lebih lanjut oleh
$irektur 'enderal Pajak.
%husus bagi Wajib Pajak baru, bank, !"#N / !"#$, dan Wajib
Pajak tertentu lainnya termasuk Wajib Pajak orang pribadi
pengusaha tertentu, +ara penghitungan besarnya angsuran bulanan
diatur dengan %eputusan #enteri %euangan.
!agi Wajib Pajak orang pribadi yang bertolak ke luar negeri,
wajib membayar pajak - /iskal ?uar Negeri . yang ketentuannya
diatur dengan Peraturan Pemerintah.
!agi Wajib Pajak orang pribadi pengusaha tertentu, angsuran
bulanan merupakan pelunasan pajak yang terutang untuk tahun
pajak yang bersangkutan - menjadi bersifat final pada akhir
tahun ., ke+uali apabila Wajib Pajak yang bersangkutan menerima
atau memperoleh penghasilan lain yang tidak dikenakan PPh
final.
- 3C -
K. PER=:TUN7AN PAJAK PEN7=A3:<AN PADA AK=:R TA=UN
1A7: WAJ:1 PAJAK DA<AM NE7ER: DAN 1UT (25030 !
". 1a&aimana ke-en-)an #en&$i-)n&an Pajak Pen&$a(ilan %an&
-e,)-an& #a'a ak$i, -a$)n *
Pajak Penghasilan yang terutang pada akhir tahun dihitung
berdasarkan Penghasilan %ena Pajak dikalikan tarif umum,
dikurangi dengan kredit pajak dan angsuran bulanan yang telah
dibayar atau telah ditetapkan untuk tahun pajak yang
bersangkutan, berupa :
PPh Pasal 20 - khusus WP orang pribadi .(
PPh Pasal 22(
PPh Pasal 25(
PPh Pasal 23 - kredit Pajak ?N .(
PPh Pasal 29(
PPh Pasal 2@ ayat -9., yaitu PPh final yang berubah sifat
menjadi kredit pajak karena perubahan status ubjek Pajak
luar negeri menjadi Wajib Pajak dalam negeri.
)pabila pajak yang terutang pada akhir tahun pajak lebih ke+il
dari kredit Pajak dan angsuran bulanan, maka kelebihan
pembayaran pajak dikembalikan setelah dilakukan pemeriksaan.
)pabila pajak yang terutang pada akhir tahun pajak lebih besar
dari kredit pajakdan angsuran bulanan, maka kekurangan pajak
yang terutang harus dilunasi selambat-lambatnya tanggal 29 bulan
ke tiga setelah tahun pajak berakhir, sebelum PT Tahunan
disampaikan.
<. PEN7=A3:<AN TERTENTU ;AN7 D:KENAKAN PAJAK
TER3END:R: ( PA3A< A;AT 2 ! (25030 !
" 1a&aimana ke-en-)an #en&enaan #ajak a-a( #en&$a(ilan -e,-en-)
%an& 'ia-), -e,(en'i,i *
- 3B -
Pengenaan pajak atas penghasilan tertentu tidak didasarkan atas
ketentuan umum penghitungan Penghasilan %ena Pajak maupun
penerapan Norma Penghitungan, melainkan berdasarkan penerapan
tarif efektif atas peredaran atau penghasilan bruto atau dasar
pengenaan pajak lainnya - #,e()m#-iAe -aC . yang diatur tersendiri
dengan Peraturan Pemerintah.
2 Pen&$a(ilan -e,-en-) a#a (aja %an& #en&enaan #ajakn%a 'ia-),
-e,(en'i,i 'an be,a#a -a,i.n%a *
!unga deposito dan tabungan lainnya serta diskonto !&. Tarif
sebesar 2:E dari jumlah bruto dan bersifat final.
Penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya di bursa
efek. Tarif sebesar :,0E dari harga jual yang bersifat final, dan
tambahan pembayaran pajak untuk saham pendiri sebesar :,9E
dari harga saham perdana yang bersifat final atau dapat memilih
perlakuan berdasarkan ketentuan "" Pajak Penghasilan.
Penghasilan dari pengalihan harta berupa tanah dan atau
bangunan. Tarif sebesar 9E dari harga jual dan bersifat final bagi
Wajib Pajak orang pribadi, tidak bersifat final bagi Wajib Pajak
badan.
Penghasilan dari persewaan harta berupa tanah dan bangunan.
Tarif sebesar 0:E dari jumlah bruto dan bersifat final.
M. PEM>T>N7AN PAJAK ATA3 PEN7=A3:<AN 3U1JEK PAJAK
<UAR NE7ER: N>N81UT ( PP$ PA3A< 20 ! (25030 !
". A#a +bjek #em+-+n&an #ajak *
di=iden(
bunga, termasuk premium, diskonto, premi swap dan imbalan
sehubungan dengan jaminan pengembalian utang(
royalti, sewa, dan penghasilan lain sehubungan dengan
penggunaan harta(
imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiatan(
hadiah dan penghargaan(
- 9: -
pensiun dan pembayaran berkala lainnya.
Penghasilan dari penjualan harta di &ndonesia.
Premi asuransi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi luar
negeri.
Penghasilan %ena Pajak sesudah dikurangi pajak dari suatu
bentuk usaha tetap di &ndonesia - b,an/$ #,+.i- -aC ., ke+uali
penghasilan tersebut ditanamkan kembali di &ndonesia.
2. 3ia#a #em+-+n& #ajak *
!adan pemerintah, ubjek Pajak dalam negeri, penyelenggara
kegiatan, !"T, atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya.

3. 1e,a#a be(a,n%a -a,i. #em+-+n&an #ajak *
2: E atau sesuai ketentuan / tarif khusus P5! - -aC -,ea-% . yang
berlaku, dari jumlah bruto yang terutang atau dibayarkan, ke+uali
untuk penghasilan dari penjualan harta dan premi asuransi dihitung
dari perkiraan penghasilan neto.
. 1a&aimana (i.a- #em+-+n&an #ajak *
Pemotongan pajak bersifat final, ke+uali:
pemotongan atas penghasilan kantor pusat yang menjadi
penghasilan !"T di &ndonesia(
pemotongan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh ubjek
Pajak luar negeri yang berubah status menjadi Wajib Pajak dalam
negeri atau !"T.
Penjelasan :
Perlu diperhatikan bahwa dalam penerapan ketentuan PPh Pasal 2@ ini,
ketentuan yang diatur dalam P5! yang berlaku mempunyai kedudukan
yang lebih tinggi. $engan perkataan lain, ketentuan PPh Pasal 2@ berlaku
sepanjang menurut P5! yang berlaku hak pemajakannya ada pada pihak
&ndonesia sebagai negara sumber - (+),/e /+)n-,% ..
N. KETENTUAN K=U3U3 ANT: PEN7=:NDARAN PAJAK ( ANT:
AB>:DANCE RU<E3 ! (25030 !
- 90 -
". A#a (aja ke-en-)an k$)()( an-i #en&$in'a,an #ajak *
#enteri %euangan berwenang untuk menetapkan besarnya
perbandingan antara utang dan modal perusahaan - 'eb- -+ eD)i-%
,a-i+ / DER ,)le ..
#enteri %euangan berwenang untuk menetapkan saat
diperolehnya di=iden oleh Wajib Pajak dalam negeri dari
penyertaan modal pada badan usaha di luar negeri selain badan
usaha yang menjual sahamnya di bursa efek - /+n-,+lle' .+,ei&n
/+,#+,a-i+n / C9C ,)le ..
$irektur 'enderal Pajak berwenang
untuk menentukan kembali besarnya penghasilan dan
pengurangan - -,an(.e, #,i/in& ,)le . serta menentukan utang
sebagai modal - $%b,i' l+an ,e/$a,a/-e,iEa-i+n ,)le . untuk
menghitung besarnya Penghasilan %ena Pajak bagi Wajib Pajak
yang mempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak lainnya
sesuai dengan kewajaran dan kela1iman usaha yang tidak
dipengaruhi oleh hubungan istimewa.
$irektur 'enderal Pajak berwenang
untuk melakukan perjanjian dengan Wajib Pajak - a'Aan/e
#,i/n& a&,eemen- / APA . dan bekerja sama dengan pihak
otoritas pajak negara lain untuk menentukan harga transaksi antar
pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
- 92 -
PAJAK PERTAM1A=AN N:<A:2
PAJAK T:DAK <AN73UN7 <A:NN;A
A. :3T:<A= ;AN7 UMUM
D:7UNAKAN D: 1:DAN7 PPN F PT<< (25030 !
". A#aka$ %an& 'imak()' 'en&an Pajak Pe,-amba$an Nilai (PPN!*
Pajak Pertambahan Nilai adalah Pajak atas konsumsi !arang %ena Pajak
-!%P. dan atau 'asa %ena Pajak -'%P. yang dilakukan di dalam $aerah
Pabean.
2. Kem)'ian (ia#aka$ %an& 'imak()' 'en&an Pen&)(a$a 'alam UU
PPN*
Pengusaha adalah orang pribadi atau badan yang dalam kegiatan usaha
atau pekerjaannya menghasilkan barang, mengimpor barang, mengekspor
barang, melakukan usaha perdagangan, memanfaatkan barang tidak
berwujud dari luar $aerah Pabean, melakukan usaha jasa, atau
memanfaatkan jasa dari luar $aerah Pabean.
3. A#aka$ %an& 'imak()' 'en&an Kawa(an 1e,ika- (K1!*
%awasan !erikat adalah suatu kawasan dengan batas-batas tertentu, di
wilayah $aearah Pabean &ndonesia yang di dalamnya diberlakukan
ketentuan-ketentuan khusus di bidang pabean terhadap barang yang
dimasukkan dari luar $aerah Pabean atau dari dalam $aerah Pabean
lainnya tanpa terlebih dahulu dikenakan pungutan bea, +ukai, dan/atau
pungutan lainnya sampai barang tersebut dikeluarkan untuk tujuan impor,
ekspor atau reekspor.
. A#aka$ #)la %an& 'imak()' 'en&an 7)'an& 1e,ika- (71!*
*udang !erikat adalah suatu bangunan atau tempat dengan batas-batas
tertentu yang di dalamnya dilakukan kegiatan usaha penimbunan,
pengemasan, penyortiran, pengepakan, pemberian merek/label,
pemotongan, atau kegiatan lain dalam rangka fungsinya sebagai pusat
distribusi barang-barang asal impor untuk tujuan dimasukkan ke $aerah
- 95 -
Pabean &ndonesia lainnya, %awasan !erikat atau reekspor tanpa adanya
pengolahan.
1. PEN7U3A=A KENA PAJAK
(25030 !
". 3ia#aka$ %an& 'imak()' 'en&an Pen&)(a$a Kena Pajak (PKP!*
Pengusaha %ena Pajak -P%P. adalah Pengusaha yang melakukan
penyerahan !%P dan atau penyerahan '%P dan atau ekspor !%P yang
dikenakan pajak berdasarkan "" PPN yang wajib melaporkan usahanya
untuk dikukuhkan sebagai P%P, tidak termasuk Pengusaha %e+il ke+uali
Pengusaha %e+il tersebut memilih untuk dikukuhkan sebagai P%P.
2. 3ia#aka$ %an& 'imak()' 'en&an Pen&)(a$a Ke/il*
Pengusaha %e+il adalah Pengusaha yang selama satu tahun buku
melakukan penyerahan !%P dan atau '%P dengan jumlah peredaran bruto
dan atau penerimaan bruto tidak lebih dari Dp @::.:::.:::,- -enam ratus
juta rupiah..
3. A#a kewajiban 'a,i PKP*
e+ara umum kewajiban P%P adalah :
a. #embuat /aktur Pajak untuk setiap penyerahan !%P dan
'%P(
b. #emungut, menghitung, dan menyetorkan PPN 6 PPn
!# yang terutang atas penyerahan !%P atau '%P atau ekspor !%P (
+. #engisi dan menyampaikan PT #asa -paling lambat 2:
hari setelah berakhirnya #asa Pajak..
C. >1JEK PPN (25030 !
". A#a %an& -e,ma()k ke 'alam +bjek PPN*
,bjek PPN dapat dikelompokan ke dalam 2 -dua. ma+am, yaitu :
a. !arang %ena Pajak -!%P.(
b. 'asa %ena Pajak -'%P..
2. A#aka$ %an& 'imak()' 'en&an 1a,an& Kena Pajak (1KP!*
- 93 -
!arang %ena Pajak adalah barang berwujud yang menurut sifat atau
hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak, dan
barang tidak berwujud yang dikenakan PPN.
3. A#aka$ %an& 'imak()' 'en&an Ja(a Kena Pajak (JKP!*
'asa %ena Pajak adalah setiap kegiatan pelayanan yang berdasarkan suatu
perikatan atau perbuatan hukum yang menyebabkan suatu barang atau
fasilitas atau kemudahan atau hak tersedia untuk dipakai, termasuk jasa
yang dilakukan untuk menghasilkan barang karena pesanan atau
permintaan dengan bahan dan atas petunjuk dari pemesan yang dikenakan
PPN.
. Dalam $al a#aka$ PPN 'ikenakan*
PPN dikenakan dalam hal :
a. penyerahan !%P/'%P di dalam $aerah Pabean -$P. yang
dilakukan oleh Pengusaha(
b. impor !%P(
+. pemanfaatan !%P tidak berwujud dari luar $P di dalam $P(
d. pemanfaatan '%P dari luar $P di dalam $P( atau
e. ekspor !%P oleh P%P.
5. A#aka$ %an& -e,ma()k ke 'alam #en&e,-ian #en%e,a$an 1KP*
;ang termasuk ke dalam pengertian penyerahan !%P adalah :
a. penyerahan hak atas !%P karena suatu perjanjian(
b. pengalihan !%P oleh karena suatu perjanjian sewa beli dan
perjanjian leasing(
+. penyerahan !%P kepada pedagang perantara atau melalui
juru lelang(
d. pemakaian sendiri dan atau pemberian +uma-+uma atas !%P(
e. persediaan !%P dan akti=a yang menurut tujuan semula tidak
untuk diperjualbelikan, yang masih tersisa pada saat
pembubaran perusahaan, sepanjang Pajak Pertambahan Nilai atas
perolehan akti=a tersebut menurut ketentuan dapat dikreditkan(
f. penyerahan !%P dari Pusat ke <abang atau sebaliknya dan
penyerahan !%P antar <abang(
g. penyerahan !%P se+ara konsinyasi.
- 99 -
0. A#aka$ -e,'a#a- ke&ia-an #en%e,a$an 1a,an& Kena Pajak %an&
'ike/)alikan 'a,i #en&enaan PPN*
)da. %egiatan yang tidak termasuk dalam pengertian penyerahan !%P
yang dikenakan PPN adalah :
a. penyerahan !%P kepada makelar sebagaimana dimaksud dalam %itab
"ndang-undang 4ukum $agang(
b. penyerahan !%P untuk jaminan utang piutang(
+. penyerahan !%P dari Pusat ke <abang atau sebaliknya dan
penyerahan !arang %ena Pajak antar +abang dalam hal P%P
memperoleh ijin pemusatan tempat pajak terutang.
5. A#aka$ -e,'a#a- #)la jeni( ba,an& 'an jeni( ja(a %an& 'ike/)alikan
'a,i #en&enaan PPN*
)da. 'enis barang yang tidak dikenakan PPN adalah G
0. barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil
langsung dari sumbernya, yaitu :
a. minyak mentah -+rude oil.(
b. gas bumi(
+. panas bumi(
d. pasir dan kerikil(
e. batubara sebelum diproses menjadi briket batubara(
f. bijih besi, bijih timah, bijih emas, bijih tembaga, bijih nikel, dan
bijih perak( dan
g. barang hasil pertambangan dan pengeboran lainnya yang diambil
langsung dari sumbernya.
2. barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat
banyak, yaitu :
a. beras(
b. gabah(
+. jagung(
d. sagu(
e. kedelai( dan
f. garam baik yang berjodium maupun yang tidak berjodium.
5. makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan,
warung, dan sejenisnya(
3. uang, emas batangan, dan surat-surat berharga.
- 9@ -
6. A#aka$ #)la jeni( ja(a %an& b)kan me,)#akan +bjek PPN*
'enis jasa yang tidak dikenakan PPN adalah :
0. jasa di bidang pelayanan kesehatan medik, meliputi :
a. 'asa dokter umum, dokter spesialis, dan dokter gigi(
b. 'asa dokter hewan(
+. 'asa ahli kesehatan seperti akupuntur, ahli gigi, ahli gi1i, dan
fisioterapi(
d. 'asa kebidanan dan dukun bayi(
e. 'asa paramedis dan perawat( dan
f. 'asa rumah sakit, rumah bersalin, klinik kesehatan, laboratorium
kesehatan, dan sanatorium
2. jasa di bidang pelayanan sosial, meliputi :
a. 'asa pelayanan Panti )suhan dan Panti 'ompo(
b. 'asa pemadam kebakaran ke+uali yang bersifat komersial(
+. 'asa pemberian pertolongan pada ke+elakaan(
d. 'asa ?embaga Dehabilitasi ke+uali yang bersifat komersial(
e. 'asa pemakaman termasuk krematorium(
f. 'asa di bidang olah raga ke+uali yang bersifat komersial( dan
g. 'asa pelayanan sosial lainnya ke+uali yang bersifat komersial.
5. jasa di bidang pengiriman surat dengan perangko(
3. jasa di bidang perbankan, asuransi, dan sewa guna usaha
dengan hak opsi(
9. jasa di bidang keagamaan, meliputi :
a. 'asa pelayanan rumah ibadah(
b. 'asa pemberian khotbah atau dakwah( dan
+. 'asa lainnya di bidang keagamaan.
@. jasa di bidang pendidikan, meliputi :
a. 'asa penyelenggaraan pendidikan sekolah, seperti jasa
penyelenggaraan pendidikan umum, pendidikan kejuruan,
pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan, pendidikan
keagamaan, pendidikan akademik dan pendidikan profesional(
dan
b. 'asa penyelenggaraan pendidikan luar sekolah, seperti kursus-
kursus
A. jasa di bidang kesenian dan hiburan yang telah dikenakan
pajak tontonan(
- 9A -
C. jasa di bidang penyiaran yang bukan bersifat iklan(
B. jasa di bidang angkutan umum di darat dan di air.
0:. jasa di bidang tenaga kerja, meliputi :
a. 'asa tenaga kerja(
b. 'asa penyediaan tenaga kerja sepanjang Pengusaha penyedia
tenaga kerja tidak bertanggung jawab atas hasil kerja dari tenaga
kerja tersebut( dan
+. 'asa penyelenggaraan latihan bagi tenaga kerja
00. jasa di bidang perhotelan(
02. jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka
menjalankan pemerintahan se+ara umum.
D. DA3AR PEN7ENAAN PAJAK (DPP! (25030 !
". A#aka$ %an& 'imak()' 'en&an Da(a, Pen&enaan
Pajak (DPP!*
$asar Pengenaan Pajak adalah Nilai berupa uang yang dijadikan dasar
untuk menghitung Pajak yang terutang, dapat berupa 4arga 'ual,
Penggantian, Nilai &mpor, Nilai Hkspor, atau Nilai ?ain yang ditetapkan
dengan %eputusan #enteri %euangan.
2. A#aka$ %an& 'imak()' 'en&an =a,&a J)al*
4arga 'ual adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta
atau seharusnya diminta oleh penjual karena penyerahan !%P, tidak
termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut menurut "ndang-
"ndang PPN dan potongan harga yang di+antumkan dalam /aktur Pajak.
3. A#aka$ %an& 'imak()' 'en&an Pen&&an-ian*
Penggantian adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta
atau seharusnya diminta oleh pemberi jasa karena penyerahan '%P, tidak
termasuk pajak yang dipungut menurut "ndang-undang PPN dan
potongan harga yang di+antumkan dalam /aktur Pajak.
. A#aka$ %an& 'imak()' 'en&an Nilai :m#+,*
Nilai &mpor adalah nilai berupa uang yang menjadi dasar penghitungan
bea masuk ditambah pungutan lainnya yang dikenakan pajak berdasarkan
ketentuan dalam peraturan perundang-undangan Pabean untuk impor
- 9C -
!arang %ena Pajak, tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang
dipungut menurut "ndang-undang PPN.
5. A#aka$ %an& 'imak()' 'en&an Nilai Ek(#+,*
Nilai Hkspor adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang
diminta atau seharusnya diminta oleh eksportir.
0. A#aka$ %an& 'imak()' 'en&an DPP Nilai <ain*
;ang dimasud dengan $PP Nilai lain adalah suatu Nilai yang ditetapkan
sebagai $PP karena kesulitan dalam menetapkan 4arga 'ual atau Nilai
Penggantian yang sebenarnya. $PP Nilai ?ain ditetapkan oleh #enteri
%euangan untuk :
a. Pemakaian sendiri !%P dan atau '%P : 4arga 'ual atau penggantian
setelah dikurangi laba kotor(
b. Pemberian +uma-+uma !%P dan atau '%P : 4arga 'ual atau
Penggantian setelah dikurangi laba kotor(
+. Penyerahan media rekaman suara atau gambar : perkiraan 4arga 'ual
rata-rata(
d. Penyerahan film +erita : perkiraan hasil rata-rata per judul film(
e. Persediaan !%P yg masih tersisa pd saat pembubaran perusahaan :
harga pasar wajar(
f. )kti=a yg menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan
sepanjang PPN atas perolehan akti=a tersebut menurut ketentuan
dapat dikreditkan : harga pasar wajar(
g. %endaraan bermotor bekas : 0:E dari 4arga 'ual(
h. Penyerahan jasa biro perjalanan/biro pariwisata: 0:E dari jumlah
tagihan atau jumlah yang seharusnya ditagih(
i. 'asa pengiriman paket : 0:E dari jumlah tagihan atau jumlah yang
seharusnya ditagih.
j. 'asa anjak piutang : 9E dari jumlah seluruh imbalan yang diterima,
berupa ser=i+e +harge, pro=isi dan diskon(
k. penyerahan !%P dan atau '%P dari Pusat ke <abang atau sebaliknya
dan penyerahan !%P dan atau '%P antar +abang : 4arga 'ual atau
Penggantian setelah dikurangi laba kotor(
- 9B -
l. Penyerahan !%P kepada pedagang perantara atau melalui juru lelang:
adalah harga lelang.
E. TAR:9 PPN F PPn1M (25030 !
". 1e,a#aka$ be(a,n%a -a,i. PPN*
istem PPN menganut tarif tunggal yaitu sebesar 0:E. Namun demikian,
mengingat "" PPN menganut a1as Jdestination prin+iple8 dalam
pengenaan pajaknya maka untuk kegiatan ekspor dikenakan tarif :E.
Pengenaan tarif :E atas ekspor !%P adalah dimaksudkan agar dalam
harga barang yang diekspor tidak terkandung PPN.
a. Tarif PPN 0:E untuk:
- &mpor !%P(
- Penyerahan !%P dan atau '%P(
- Pemanfaatan !%P tidak berwujud dan atau '%P dari ?uar $aerah
Pabean di $alam $aerah Pabean.
b. Tarif PPN :E untuk ekspor !%P
2. 1e,a#aka$ be(a,n%a -a,i. PPn 1M*
Tarif PPn !# paling rendah adalah 0:E dan paling tinggi A9E. Tarif PPn
!# dibagi menjadi 2 -dua. kelompok yaitu :
a. %endaraan !ermotor, 0:E, 2:E, 5:E, 3:E, 9:E, @:E dan A9E
b. Non %endaraan !ermotor, 0:E, 2:E, 5:E, 3:E, 9:E dan A9E
3. 1a&aimanaka$ /a,a men&$i-)n& PPN 'an PPn
1M %an& -e,)-an&*
<ara menghitung PPN dan PPn !# yang terutang adalah tarif > $PP
9. PAJAK MA3UKAN (25030 !
". A#aka$ %an& 'imak()' 'en&an Pajak Ma()kan *
Pajak #asukan adalah PPN yang seharusnya sudah dibayar oleh P%P
karena perolehan !%P dan atau penerimaan '%P dan atau pemanfaatan
!%P tidak berwujud dari luar $aerah Pabean dan atau pemanfaatan '%P
dari luar $aerah Pabean dan atau impor !%P.
2. Ka#an Pajak Ma()kan 'ik,e'i-kan*
- @: -
Pajak #asukan dikreditkan pada #asa Pajak diterbitkannya /aktur Pajak
#asukan tersebut.
3. 1ila Pajak Ma()kan bel)m 'ik,e'i-kan 'en&an Pajak Kel)a,an 'alam
Ma(a Pajak %an& (ama2 A#aka$ ma(i$ 'a#a- Pajak Ma()kan -e,(eb)-
'ik,e'i-kan 'alam Ma(a Pajak %an& lain*
$alam hal /aktur Pajak lambat diterima atau belum dikreditkan dengan
Pajak %eluaran dalam #asa Pajak yang sama, masih dapat dikreditkan
pada #asa Pajak yang tidak sama paling lambat 5 -tiga. bulan setelah
berakhirnya #asa Pajak yang bersangkutan sepanjang P# tersebut tidak
dibebankan sebagai biaya.
. 1a&aimana a#abila (am#ai 'en&an 3 (-i&a! b)lan (e-ela$
be,ak$i,n%a Ma(a Pajak2 9ak-), Pajak bel)m 'i-e,ima a-a) bel)m
'ik,e'i-kan. A#aka$ ma(i$ 'a#a- 'ik,e'i-kan*
/aktur Pajak tersebut masih dapat dikreditkan dengan +ara pembetulan
PT #asa PPN #asa Pajak diterbitkannya /aktur Pajak tersebut
sepanjang P# tersebut tidak dibebankan sebagai biaya dan #asa Pajak
tersebut belum dilakukan pemeriksaan.
5. 1a&aimana Pen&k,e'i-an Pajak Ma()kan2 a#abila 'alam ()a-) Ma(a
Pajak, Pen&)(a$a Kena Pajak (elain melak)kan #en%e,a$an %an&
-e,)-an& #ajak j)&a melak)kan #en%e,a$an %an& -i'ak -e,)-an&
#ajak*
epanjang bagian penyerahan yang terutang pajak dapat diketahui dengan
pasti dari pembukuan, maka jumlah Pajak #asukan yang dapat
dikreditkan adalah Pajak #asukan yang berkenaan dengan penyerahan
yang terutang pajak.
0. 1a&aimana #en&k,e'i-an Pajak Ma()kan2 a#abila 'alam ()a-) Ma(a
Pajak Pen&)(a$a Kena Pajak (elain melak)kan #en%e,a$an %an&
-e,)-an& #ajak j)&a melak)kan #en%e,a$an %an& -i'ak -e,)-an& #ajak2
-e-a#i Pajak Ma()kan )n-)k #en%e,a$an %an& -e,)-an& #ajak -i'ak
'a#a- 'ike-a$)i 'en&an #a(-i*
a. Pengkreditan Pajak #asukan bagi P%P yang menggunakan
!arang #odal untuk kegiatan usaha yang menghasilkan !%P dan atau
'%P yang atas penyerahannya terutang PPN dan kegiatan lain yang
- @0 -
tidak terutang atau dibebaskan dari pengenaan PPN adalah sebanding
dengan prosentase penggunaan !arang #odal yang digunakan untuk
kegiatan usaha yang menghasilkan !%P dan atau '%P yang
penyerahan yang terutang PPN( atau
b. Pengkreditan Pajak #asukan yang dibayar atas perolehan !arang
%ena Pajak dan atau 'asa %ena Pajak yang digunakan untuk unit atau
kegiatan usaha yang atas penyerahannya terutang PPN maupun yang
tidak terutang PPN adalah :
- $alam hal Pajak #asukan tersebut dapat diketahui dengan pasti
dari pembukuan maka yang dapat dikreditkan adalah hanya atas
perolehan !%P dan atau '%P yang nyata-nyata digunakan untuk
unit atau kegiatan yang atas penyerahannya terutang PPN(
- $alam hal Pajak #asukan tersebut tidak dapat diketahui dengan
pasti dari pembukuan maka yang dapat dikreditkan adalah
sebanding dengan jumlah peredaran yang terutang PPN terhadap
peredaran seluruhnya.
5. A#aka$ %an& -e,ma()k ke 'alam Pajak Ma()kan %an& -i'ak 'a#a-
'ik,e'i-kan*
Pajak #asukan ;ang Tidak $apat $ikreditkan adalah Pajak #asukan atas
:
a. Perolehan !%P atau '%P sebelum pengusaha dikukuhkan sbg P%P.
b. Perolehan !%P atau '%P yg tdk mempunyai hubungan langsung dgn
kegiatan usaha.
+. Perolehan 6 pemeliharaan kendaraan bermotor sedan, jeep, station
wagon, =an dan +ombi ke+uali merupakan barang dagang atau
disewakan.
d. Pemanfaatan !%P tdk berwujud atau '%P dr luar $P sebelum
pengusaha dikukuhkan sbg P%P
e. Perolehan !%P atau '%P yg bukti pungutannya /P ederhana.
f. Perolehan !%P atau '%P yg /P-nya tdk memenuhi ketentuan.
g. Pemanfaatan !%P tdk berwujud atau '%P dr luar $P yg /P-nya tdk
memenuhi ketentuan.
h. Perolehan !%P atau '%P yg P#-nya ditagih dgn penerbitan ketetapan
pajak.
- @2 -
i. Perolehan !%P atau '%P yg P#-nya tdk dilaporkan dlm PT #asa
PPN, yg ditemukan pd waktu dilakukan pemeriksaan.
7. RE3T:TU3: ( 25030 !
Destitusi terjadi apabila dalam suatu #asa Pajak, Pajak #asukan yang
dapat dikreditkan lebih besar daripada Pajak %eluaran, maka selisihnya
merupakan kelebihan pajak yang dapat dimintakan kembali.
". 1e,a#a lama jan&ka wak-) #en%ele(aian ,e(-i-)(i*
- "ntuk Wajib Pajak %egiatan Tertentu yaitu P%P eksportir dan P%P yang
melakukan penyerahan kepada Pemungut PPN adalah 2 -dua. bulan
sejak permohonan diterima lengkap. ke+uali permohonan restitusi yang
penyelesaiannya dilakukan melalui pemeriksaan untuk semua jenis
pajak, maka permohonan restitusi harus diselesaikan paling lambat 02
-dua belas. bulan.
- "ntuk P%P yang merupakan Wajib Pajak Patuh berhak mendapatkan
pengembalian pendahuluan paling lambat 0 -satu. bulan sejak
permohonan diterima lengkap. %epala %PP harus menerbitkan urat
%eputusan Pengembalian Pendahuluan %elebihan Pajak -%PP%P.
paling lambat A -tujuh. hari sejak permohonan diterima lengkap.
- "ntuk P%P lainnya selain Wajib Pajak Patuh dan Wajib Pajak %egiatan
Tertentu sesuai dengan Pasal 0A! "" %"P, jangka waktu penyelesaian
restitusinya adalah 02 -dua belas. bulan %epala %PP harus
menyelesaikan restitusi paling lambat @ -enam. bulan sejak permohonan
diterima lengkap.
- $alam hal permohonan restitusi oleh P%P sehubungan dengan adanya
Pajak #asukan yang dapat dikreditkan atas perolehan atau impor barang
modal yang tidak mendapat fasilitas dibebaskan atau tidak dipungut
PPN maka atas /aktur Pajak #asukan karena impor/pembelian !arang
#odal tersebut dapat dimintakan restitusi dan diselesaikan paling
lambat 0 -satu. bulan sejak permohonan diterima lengkap
- @5 -
2. 3ia#aka$ %an& 'imak()' 'en&an Wajib Pajak Pa-)$ 'an a#a k,i-e,ia
-e,-en-) Wajib Pajak Pa-)$*
Wajib Pajak Patuh adalah Wajib Pajak yang memenuhi kriteria tertentu
sebagaimana ditetapkan dengan #enteri keuangan yang dapat diberikan
pembayaran pendahuluan pengembalian kelebihan pajak.
%riteria Tertentu Wajib Pajak Patuh adalah:
a. Tepat waktu dalam menyampaikan PT untuk semua jenis pajak
dalam 2 tahun terakhir
b. Tidak mempunyai tunggakan pajak untuk semua jenis pajak ke+uali
telah memperoleh ijin untuk mengangsur atau menunda pembayaran
pajak
+. Tidak pernah dijatuhi hukuman karena tindak pidana dibidang
perpajakan dalam jangka waktu 0: tahun terakhir
d. $alam hal ?aporan %euangan diaudit oleh akuntan publik atau !P%P
harus dengan pendapat wajar tanpa penge+ualian atau dengan
pendapat wajar dengan penge+ualian sepanjang penge+ualian tersebut
tidak mempengaruhi rugi fiskal.
)pabila ?aporan %euangan diaudit oleh )kuntan Publik, maka laporan
audit harus:
a. disusun dalam bentuk panjang -long form report.
b. menyajikan rekonsialiasi laba rugi komersial dan fiskal
)pabila ?aporan %euangan tidak diaudit oleh )kuntan Publik, Wajib
Pajak dapat mengajukan permohonan kepada untuk ditetapkan sebagai
Wajib Pajak Patuh sepanjang memenuhi persyaratan huruf a sampai
dengan + di atas dan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. menyelenggarakan pembukuan(
b. dalam hal Wajib Pajak pernah dilakukan pemeriksaan koreksi pada
pemeriksaan yang terakhir untuk masing-masing jenis pajak yang
terutang paling banyak 9E -lima persen..
=. 3AAT DAN TEMPAT PPN TERUTAN7 ( 25030 !
". Ka#an (aa- -e,)-an& PPN 'an PPn 1M*
Pada dasarnya pemungutan PPN dan PPn !# menganut prinsip akrual.
a. aat terutang PPN adalah pada saat :
- @3 -
- Penyerahan !%P atau '%P(
- &mpor !%P(
- Pemanfaatan !%P tidak berwujud dari luar $aerah
Pabean(
- Pemanfaatan '%P dari luar $aerah Pabean(
- Pembayaran, dalam hal pembayaran diterima
sebelum penyerahan !%P atau sebelum pemanfaatan !%P tidak
brewujud atau '%P dari luar $aerah Pabean.
- aat lain yang ditetapkan dengan %eputusan $irektur
'enderal Pajak
b. aat terutangnya PPn !# adalah pada saat:
- impor !%P yang tergolong mewah( atau
- penyerahan kepada pembeli dilakukan oleh produsen !%P yang
tergolong mewah tersebut.
Perlu diingat bahwa pengenaan PPn !# hanya satu kali, sesuai
dengan saat terutangnya PPn !# tersebut.
+. Terutangnya PPN atas penyerahan !%P dalam rangka perubahan
bentuk usaha atau penggabungan usaha atau pemekaran usaha atau
pengalihan seluruh akti=a perusahaan yang diikuti dengan perubahan
pihak yang berhak atas !%P tersebut, adalah terjadi pada saat
ditandatanganinya akte yang berkenaan oleh Notaris
2. Dimana -em#a- -e,)-an& PPN*
a. Tempat terutang pajak bagi P%P yang melakukan penyerahan !%P,
'%P dan ekspor !%P terutang pajak adalah:
- tempat tinggal atau tempat kedudukan dan
- tempat kegiatan usaha dilakukan atau
- tempat lain yang ditetapkan dengan %eputusan $irektur 'enderal
Pajak.
b. $alam hal impor, terutangnya pajak terjadi di tempat !%P
dimasukkan dan dipungut melalui $irektorat 'enderal !ea dan <ukai.
+. ,rang pribadi atau badan yang memanfaatkan !%P tidak berwujud
dan atau '%P dari luar $aerah Pabean di dalam $aerah Pabean
terutang pajak adalah:
- tempat tinggal atau tempat kedudukan dan
- tempat kegiatan usaha.
d. tempat lain yang ditetapkan dengan $irektur 'enderal Pajak, yaitu:
- @9 -
- bagi P%P yg terdaftar di %PP Wajib Pajak !esar dan yang terdaftar
di %PP !"#N ditetapkan tempat terutang pajak hanya di tempat
P%P terdaftar -otomatis terpusat di %PP WP !esar dan %PP
!"#N..
:. PEMU3ATAN TEMPAT TERUTAN7 PAJAK (3ENTRA<:3A3:
PPN! ( 25030 !
". A#abila PKP -e,)-an& #ajak #a'a lebi$ 'a,i (a-) -em#a- ke&ia-an
)(a$a2 'a#a-ka$ PKP mem+$+n )n-)k memili$ (ala$ (a-) -em#a-
ke&ia-an )(a$a a-a) lebi$ (eba&ai -em#a- -e,)-an& #ajak (#em)(a-an
PPN!*
$apat
2. 1a&aimana /a,an%a )n-)k men'a#a-kan iEin #em)(a-an PPN*
"ntuk mendapatkan i1in sentralisasi PPN, P%P harus mengajukan
permohonan tertulis kepada %epala %anwil yang membawahi %PP lokasi
tempat kegiatan usaha yang akan dipilih sebagai tempat terutangnya pajak.
$alam permohonan agar di+antumkan tempat kegiatan usaha yang dipilih
sebagai tempat terutang pajak serta tempat-tempat kegiatan usaha yang
akan dipusatkan.

3. A#aka$ (el),)$ -em#a- ke&ia-an )(a$a 'a#a- 'imin-akan iEin )n-)k
'i#)(a-kan* 'an PKP mana %an& 'a#a- men&aj)kan iEin )n-)k
#em)(a-an *
emua tempat kegiatan usaha dapat dimintakan untuk dipusatkan ke+uali
pabrik. $alam hal P%P mempunyai tempat kegiatan usaha yang terdiri
dari pabrik, gudang, tempat pemasaran, dan +abang-+abang lainnya maka
pabrik hanya dapat menjadi tempat kegiatan usaha yang dipilih untuk
menjadi tempat terutang pajak, sedangkan tempat kegiatan lainnya
merupakan tempat kegiatan usaha yang dipusatkan ke pabrik.
P%P yang dapat mengajukan permohonan untuk pemusatan tempat
terutang pajak adalah semua P%P ke+uali P%P yang tempat terutang
pajaknya telah ditetapkan %eputusan $irektur 'enderal Pajak -antara lain
P%P yang terdaftar di %PP WP !esar, %PP !"#N.
!agi P%P yang menyampaikan PT #asa dengan e-filling dapat
melakukan Pemusatan PPN dengan +ara memberitahukan kepada %PP
- @@ -
yang membawahi lokasi tempat terutang pajak yang akan dipilih sebagai
tempat terutang pajak
. 3%a,a-8(%a,a- a#a (aja %an& $a,)( 'i#en)$i )n-)k #ene-a#an (ala$
(a-) -em#a- )(a$a (eba&ai -em#a- #em)(a-an PPN ba&i PKP (elain
Pe'a&an& E/e,an 'an Pen&)(a$a Kena Pajak %an& men%am#aikan
3PT Ma(a PPN 'an PPn 1M 'en&an Me'ia Elek-,+nik (e8.ilin&! G
- Tempat Pajak Pertambahan Nilai terutang yang dipusatkan tidak
menyelenggarakan administrasi penjualan dan administrasi
pembelian, semua administrasi dilakukan di tempat pemusatan Pajak
Pertambahan Nilai terutang(
- /ungsi tempat kegiatan usaha yang dipusatkan hanya melakukan
penyerahan !arang %ena Pajak atau 'asa %ena Pajak kepada pembeli
barang atau penerima jasa atas perintah tempat pemusatan Pajak
Pertambahan Nilai(
- emua /aktur Pajak dan atau /aktur Penjualan diterbitkan oleh tempat
pemusatan Pajak Pertambahan Nilai terutang(
- Tempat kegiatan usaha yang dipusatkan tidak membuat /aktur Pajak
dan atau /aktur Penjualan, ke+uali /aktur Pajak dan atau /aktur
Penjualan yang di+etak berdasarkan data yang diinput se+ara on line
dari %antor Pusat atau tempat pemusatannya( dan
- %antor <abang "nit yang dipusatkan hanya mengadministrasi
persediaan dan administrasi kegiatan perolehan !arang %ena Pajak
atau 'asa %ena Pajak untuk keperluan operasional kantor atau unit
bersangkutan yang dananya berasal dari kas-ke+il -petty +ash..
J. 9AKTUR PAJAK DAN N>TA RETUR (25030 !
". A#a %an& 'imak()' 'en&an 9ak-), Pajak*
/aktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh P%P yang
melakukan penyerahan !%P atau penyerahan '%P.
2. A'a be,a#a jeni( 9ak-), Pajak men),)- UU PPN*
Terdapat 5 -tiga. jenis /aktur Pajak menurut "" PPN, yaitu:
a. /P tandar, termasuk dokumen-dokumen tertentu yang
diperlakukan sebagai /aktur Pajak tandar(
b. /P *abungan(
- @A -
+. /P ederhana.
3. 3%a,a-8(%a,a- a#aka$ %an& $a,)( 'i#en)$i 9ak-), Pajak 3-an'a,*
/aktur Pajak harus memenuhi syarat formal maupun material. ;ang
dimaksud dengan syarat formal, bahwa /aktur Pajak tandar paling
sedikit harus memuat keterangan:
a. Nama, alamat, NPWP yang melakukan penyerahan atau pembeli !%P
atau '%P(
b. 'enis !arang atau 'asa, jumlah harga jual atau penggantian, dan
potongan harga(
+. PPN yang dipungut(
d. PPn !# yang dipungut(
e. %ode, nomor seri dan tgl pembuatan /P( dan
f. Nama, jabatan dan tanda tangan yang berhak.
edangkan yang dimaksud dengan syarat material, bahwa barang yang
diserahkan benar baik se+ara nilai maupun jumlah. $emikian juga
pengusaha yang melakukan dan yang menerima penyerahan !%P tersebut
sesuai dengan keterangan yang ter+antum pada /aktur Pajak.
. A#aka$ %an& 'imak()' 'en&an 9ak-), Pajak 7ab)n&an*
/aktur Pajak *abungan adalah satu /aktur Pajak yang dibuat oleh P%P
yang meliputi semua penyerahan !%P atau penyerahan '%P yang terjadi
selama satu bulan takwim kepada pembeli yang sama atau penerima '%P
yang sama.

4al ini diperkenankan untuk meringankan beban administrasi P%P. /aktur
Pajak *abungan yang merupakan /aktur Pajak tandar harus dibuat
paling lambat pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan !%P
dan atau '%P.
5. A#aka$ %an& 'imak()' 'en&an 9ak-), Pajak 3e'e,$ana*
/aktur Pajak ederhana adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh
P%P untuk menampung kegiatan penyerahan !%P dan atau '%P yang
- @C -
dilakukan se+ara langsung kepada konsumen akhir dan pembeli !%P atau
penerima '%P yang tidak diketahui identitasnya.
/aktur Pajak ederhana tidak dapat digunakan oleh pembeli !%P atau
penerima '%P sebagai dasar untuk pengkreditan Pajak #asukan.
0. A#aka$ %an& $a,)( -e,/an-)m 'alam 9ak-), Pajak 3e'e,$ana*
/aktur Pajak ederhana paling sedikit harus memuat :
a. Nama, alamat, dan NPWP yang menyerahkan !%P atau '%P(
b. 'enis dan kuantum !%P atau '%P yang diserahkan(
+. 'umlah 4arga 'ual atau Peggantian yang sudah termasuk pajak atau
besarnya pajak di+antumkan se+ara terpisah(
d. Tanggal pembuatan /aktur Pajak ederhana.
5. D+k)men8'+k)men -e,-en-) %an& 'i#e,lak)kan (eba&ai 9ak-), Pajak
3-an'a,*
a. P&! yang dilampiri P dan atau bukti pungutan pajak oleh $irjen
!ea dan <ukai untuk impor !%P(
b. PH! yang telah difiat muat oleh pejabat yang berwenang dari $irjen
!ea dan <ukai dan dilampiri dengan in=oi+e yang merupakan satu
kesatuan yang tidak terpisahkan dengan PH! tersebut(
+. urat Perintah Penyerahan !arang -PP!. yang dibuat/ dikeluarkan
oleh !"?,*/ $,?,* untuk penyaluran tepung terigu(
d. Paktur Nota !on Penyerahan -PN!P. yang dibuat/ dikeluarkan oleh
Pertamina untuk penyerahan !!# dan atau bukan !!#(
e. Tanda pembayaran atau kuitansi untuk penyerahan jasa
telekomunikasi(
f. Ti+ket, Tagihan urat #uatan "dara -)irway !ill., atau $eli=ery !ill,
yang dibuat/ dikeluarkan untuk penyerahan jasa angkutan udara dalam
negeri(
g. P untuk pembayaran Pajak Pertambahan Nilai atas pemanfaatan
!%P tidak berwujud atau '%P dari luar $aerah Pabean(
h. Nota Penjualan 'asa yang dibuat/ dikeluarkan untuk penyerahan jasa
kepelabuhan(
i. Tanda pembayaran atau kuitansi listrik.
6. Ka#an (aa- #emb)a-an/#ene,bi-an 9ak-), Pajak 3-an'a,*
- @B -
/aktur Pajak tandar harus dibuat paling lambat :
a. pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan !%P dan atau
penyerahan keseluruhan '%P dalam hal pembayaran diterima setelah
bulan penyerahan !%P dan atau penyerahan keseluruhan '%P, ke+uali
pembayaran terjadi sebelum akhir bulan berikutnya maka /aktur
Pajak tandar harus dibuat paling lambat pada saat penerimaan
pembayaran( atau
b. pada saat penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan pembayaran
terjadi sebelum penyerahan !%P dan atau sebelum penyerahan '%P(
atau
+. pada saat penerimaan pembayaran termijn dalam hal penyerahan
sebagian tahap pekerjaan( atau
d. pada saat P%P rekanan menyampaikan tagihan kepada Pemungut
Pajak Pertambahan Nilai.
4. A#abila 9ak-), Pajak %an& 'ib)a-/'i-e,bi-kan -i'ak -e#a- wak-)2
a#aka$ ma(i$ me,)#akan 9ak-), Pajak 'an a#aka$ (ank(in%a*
/aktur Pajak yang diterbitkan sebelum melewati 5 -tiga. bulan sejak
berakhirnya batas waktu penerbitan /aktur Pajak -%epdirjen Nomor-%HP-
93B/P'./2:::., dianggap sebagai /aktur Pajak tandar.
/aktur Pajak yang diterbitkan setelah melewati batas waktu tersebut di
atas tidak dapat dianggap sebagai /aktur Pajak tandar. $engan demikian,
bagi P%P yang menerima /aktur Pajak tersebut tidak dapat mengkreditkan
PPN yang dibayarnya sebagai Pajak #asukan
P%P yang menerbitkan /aktur Pajak terlambat dikenakan sanksi 2E dari
$PP.
"0. A#aka$ %an& 'imak()' 'en&an N+-a Re-),*
Nota Detur adalah Nota yang dibuat oleh penerima !%P karena adanya
pengembalian atas !%P yang telah dibeli/diterimanya. $engan adanya
Nota Detur tersebut maka P%P penjual dapat mengurangkan PPN dan PPn
!# -P%. atas penyerahan !%P yang dikembalikan, sedangkan bagi P%P
pembeli harus mengurangkan PPN dan PPn !# -P#. yang telah
dikreditkan atau biaya, dan harta. Nota Detur diterbitkan dan dilaporkan
- A: -
baik oleh P%P penjual maupun P%P pembeli pada #asa Pajak terjadinya
pengembalian !%P tersebut.
Nota Detur sekurang-kurangnya hrs men+antumkan :
a. Nomor urut(
b. Nomor dan tanggal /aktur Pajak dari !%P yang dikembalikan(
+. Nama, alamat, dan NPWP pembeli(
d. Nama, alamat, NPWP, yang menerbitkan /aktur Pajak(
e. 'enis barang dan harga jual !%P yang dikembalikan(
f. PPN atas !%P yang dikembalikan(
g. PPn !# atas !%P yang tergolong mewah yang dikembalikan(
h. Tanggal pembuatan Nota Detur(
i. Tanda tangan pembeli.
$alam hal Nota Detur tidak selengkapnya men+antumkan keterangan-
keterangan di atas maka tidak dapat diperlakukan sebagai Nota Detur,
sehingga tidak dapat mengurangi Pajak %eluaran bagi penjual atau Pajak
#asukan atau biaya, dan harta bagi pembeli.
$alam hal pengembalian !%P terjadi masih dalam #asa Pajak yang sama
dengan terjadinya penyerahan !%P tersebut, tidak perlu dibuatkan Nota
Detur, melainkan dapat dilakukan dengan pembatalan atau perbaikan
/aktur Pajak atas penyerahan !%P tersebut.
K. PEMUN7UT PPN DAN PPn 1M (25030 !
". 3ia#aka$ #em)n&)- PPN 'an PPn 1M*
Pemungut PPN 6 PPn!# adalah:
a. !endaharawan Pemerintah yang melakukan pembayaran yang
dananya berasal dari )P!N/)P!$.
b. %antor Perbendaharaan dan %as Negara.
PPN dan PPn!# yang terutang atas penyerahan !%P dan atau '%P oleh
P%P kepada Pemungut PPN, dipungut, disetor dan dilaporkan oleh
Pemungut PPN atas nama P%P yang melakukan penyerahan !%P/'%P
tersebut -P%P Dekanan..
- A0 -
2. Ka#an PPN $a,)( 'i#)n&)-2 'i(e-+, 'an 'ila#+,kan +le$ Pem)n&)-
PPN*
PPN harus 'i#)n&)- adalah pada saat dilakukan pembayaran oleh
Pemungut PPN kepada P%P Dekanan, 'i(e-+, ke kas negara melalui
kantor penerima pembayaran paling lambat A hari setelah berakhirnya
bulan terjadinya pembayaran tagihan, kemudian 'ila#+,kan dalam PT
#asa Pemungut PPN pada #asa Pajak paling lambat 2: -dua puluh. hari
setelah berakhirnya bulan dilakukan pembayaran tagihan.
3. Ka#an PKP Rekanan mela#+,kan PPN %an& 'i#)n&)- +le$ Pem)n&)-
PPN*
P%P Dekanan melaporkan PPN yang dipungut oleh Pemungut PPN pada
PT #asa PPN #asa Pajak diterimanya pembayaran dari Pemungut PPN.
. Dalam $al a#aka$ PPN 'an PPn 1M -i'ak 'i#)n&)- +le$ Pem)n&)-
PPN*
PPN dan PPn!# tidak dipungut oleh Pemungut PPN dalam hal :
a. Pembayaran yang jumlahnya tidak melebihi Dp. 0.:::.:::,:: yang
tidak merupakan pembayaran yang terpe+ah-pe+ah. PPN dan PPn!#
yang terutang untuk jumlah pembayaran tersebut disetor sendiri oleh
Dekanan yang bersangkutan.
b. Pembayaran untuk pembebasan tanah.
+. Pembayaran atas penyerahan !arang %ena Pajak dan atau 'asa %ena
Pajak yang menurut ketentuan perundnag-undangan yang berlaku,
PPN yang terutang tidak dipungut dan atau dibebaskan dari
pengenaan PPN.
d. Pembayaran atas penyerahan !!# dan !ukan !!# oleh Pertamina
e. Pembayaran atas rekening telepon
f. Pembayaran atas jasa angkutan udara yang diserahkan oleh
perusahaan penerbangan
g. Pembayaran lainnya untuk penyerahan barang atau jasa yang menurut
ketentuan perundang-undangan yang berlaku tidakdikenakan PPN
<. 9A3:<:TA3 D: 1:DAN7 PPN DAN PPn 1M (25030 !
". A#a (ajaka$ .a(ili-a( PPN 'an PPn 1M*
- A2 -
/asilitas di bidang PPN dan PPn !# adalah PPN dan PPn !# yang
terutang dibebaskan atau tidak dipungut, baik sebagian atau seluruhnya,
sementara waktu atau selamanya.
2. Ke#a'a (ia#aka$ .a(ili-a( PPN 'an PPn 1M -e,)-an& -i'ak 'i#)n&)-
a-a) 'ibeba(kan 'ibe,ikan*
/asilitas PPN dan PPn !# terutang tidak dipungut atau dibebaskan,
diberikan terhadap :
a. %egiatan di kawasan tertentu atau tempat tertentu di dalam $aerah
Pabean, seperti %awasan !erikat, %)PHT
b. Penyerahan !%P/'%P Tertentu
+. &mpor !%P Tertentu
d. Pemanfaatan !%P tdk berwujud tertentu dari luar $aerah Pabean di
dalam $aerah Pabean
e. Pemanfaatan '%P tertentu dari luar $aerah Pabean di dalam $aerah
Pabean
3. A#aka$ a-a( #en%e,a$an 1KP/JKP men'a#a- .a(ili-a( PPN F PPn1M
-e,)-an& -i'ak 'i#)n&)- Pajak Ma()kan (e$)b)n&an 'en&an
#en%e,a$an -e,(eb)- 'a#a- 'ik,e'i-kan*
Pajak #asukan yang dibayar untuk perolehan !arang %ena Pajak dan atau
perolehan 'asa %ena Pajak yang atas penyerahannya tidak dipungut Pajak
Pertambahan Nilai, dapat dikreditkan sepanjang Pajak #asukan tersebut
tidak termasuk dalam Pajak #asukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
B ayat -C. atau telah dibebankan sebagai biaya.
. A#aka$ a-a( #en%e,a$an 1KP/JKP men'a#a- .a(ili-a( PPN F PPn1M
-e,)-an& 'ibeba(kan Pajak Ma()kan (e$)b)n&an 'en&an #en%e,a$an
-e,(eb)- 'a#a- 'ik,e'i-kan*
Pajak #asukan yang dibayar untuk perolehan !arang %ena Pajak dan atau
perolehan 'asa %ena Pajak yang atas penyerahannya dibebaskan dari
pengenaan Pajak Pertambahan Nilai, tidak dapat dikreditkan.
5. A-a( ke&ia-an a#aka$ PPN F PPn 1M -e,)-an& -i'ak 'i#)n&)- 'i
Kawa(an 1e,ika- (elain Kawa(an 1e,ika- P. 1a-am*
PPN dan PPn !# yang terutang tidak dipungut di %awasan !erikat atas :
- A5 -
a. &mpor barang modal atau peralatan perkantoran yang semata-mata
dipakai oleh Penyelenggara %awasan !erikat -P%!. termasuk P%!
merangkap P$%! -Pengusaha $i %awasan !erikat.(
b. &mpor barang modal dan peratan pabrik yang berhubungan langsung
dengan kegiatan produksi P$%! yang semata-mata dipakai di P$%!(
+. &mpor barang dan/atau bahan untuk diolah di P$%!(
d. Pemasukan !%P dari $aerah Pabean &ndonesia ?ainnya -$P&?. ke
P$%! untuk diolah lebih lanjut(
e. Pengiriman barang hasil produksi P$%! ke P$%! lainnya untuk
diolah lebih lanjut(
f. Pengeluaran barang dan atau bahan dari P$%! ke perusahaan industri
di $P&? atau P$%! lainnya dalam rangka subkontrak(
g. Penyerahan kembali !%P hasil pekerjaan subkontrak oleh P%P di
$P&? atau P$%! kepada perusahaan industri di $P&? atau P$%!
lainnya kepada P%P P$%! asal(
h. Peminjaman mesin dan/atau peralatan pabrik dalam rangka
subkontrak dari P$%! kepada perusahaan industri di $P&? atau
P$%! lainnya dan pengembaliannya ke P$%! asal(
i. Pengeluaran barang dari %awasan !erikat yang ditujukan kepada
orang yang memperoleh fasilitas pembebasan atau penangguhan !ea
#asuk, <ukai, dan Pajak dalam rangka impor
0. A#aka$ a-a( #en%e,a$an Ja(a Kena Pajak ke Kawa(an 1e,ika-
men'a#a- .a(ili-a( PPN -e,)-an& -i'ak 'i#)n&)-*
Penyerahan 'asa %ena Pajak ke %awasan !erikat baik yang dilakukan
oleh Pengusaha di $aerah Pabean &ndonesia ?ainnya maupun oleh
Pengusaha di %awasan !erikat lainnya tidak diberikan fasilitas PPN
terutang tidak dipungut. $engan demikian, Pengusaha yang melakukan
penyerahan 'asa %ena Pajak kepada pengusaha di %awasan !erikat wajib
memungut PPN yang terutang atas penyerahan 'asa %ena Pajak tersebut.
5. A-a( ke&ia-an a#aka$ PPN F PPn 1M -e,)-an& -i'ak 'i#)n&)- 'i
Kawa(an 1e,ika- P)la) 1a-am*
PPN dan PPn !# yang terutang tidak dipungut di %! Pulau !atam atas :
a. penyerahan !%P antar Pengusaha di %! $aerah &ndustri P. !atam
sepanjang !%P tersebut akan digunakan untuk menghasilkan !%P
yang diekspor(
- A3 -
b. penyerahan !%P dari P%P di luar P. !atam kepada Pengusaha di %!
$aerah &ndustri P. !atam sepanjang !%P tersebut akan digunakan
untuk menghasilkan !%P yang diekspor(
+. impor !%P oleh Pengusaha di %! $aerah &ndustri P. !atam
sepanjang !%P tersebut akan digunakan untuk menghasilkan !%P
yang diekspor.
P%P yang melakukan penyerahan wajib membuat /aktur Pajak dengan
dibubuhi +ap 8PPN dan atau PPn !# Tidak $ipungut
)tas impor !%P, $irjen !< membubuhkan +ap JPPN dan atau PPn !#
Tidak $ipungut pd setiap lembar P&! pada saat penyelesaian dokumen.
6. 1a&aimanaka$ #ene,a#an PPN 'an PPn 1M 'i Kawa(an 1e,ika-
:n')(-,i P. 1a-am*
PPN dan PPn !# yang terutang tidak dipungut atas :
0 penyerahan !%P antar Pengusaha di %! $aerah
&ndustri P. !atam sepanjang !%P tersebut akan digunakan untuk
menghasilkan !%P yang diekspor(
2 penyerahan !%P dari P%P di luar P. !atam
kepada Pengusaha di %! $aerah &ndustri P. !atam sepanjang !%P
tersebut akan digunakan untuk menghasilkan !%P yang diekspor(
5 impor !%P oleh Pengusaha di %! $aerah
&ndustri P. !atam sepanjang !%P tersebut akan digunakan untuk
menghasilkan !%P yang diekspor.
)tas penyerahan !%P dan atau impor !%P selain yang dimaksud di atas,
dan atas penyerahan '%P di/ke/dari %awasan !erikat $aerah &ndustri
Pulau !atam terutang PPN dan atau PPn !# dan pengenaannya dilakukan
se+ara bertahap, yaitu :
0 Tahap Pertama, mulai 0 'anuari 2::3, PPN dan
PPn !# dikenakan atas :
a. kendaraan bermotor segala jenis(
b. rokok dan hasil tembakau lainnya(
+. minuman yang mengandung alkohol.
2 Tahap %edua, mulai 0 #aret 2::3, PPN dan PPn
!# dikenakan atas barang elektronik segala jenis.
- A9 -
5 Pertahapan selanjutnya, akan ditetapkan oleh
#enteri %euangan.
4. A#a %an& 'imak()' 'en&an 7)'an& be,ika-* 'an a-a( ke&ia-an
a#aka$ .a(ili-a( PPN F PPn 1M -e,)-an& -i'ak 'i#)n&)- %an&
'ibe,ikan 'i 7)'an& 1e,ika-*
*udang berikat adalah suatu bangunan atau tempat dengan batas-batas
tertentu yang di dalamnya dilakukan kegiatan usaha penimbunan,
pengemasan, penyortiran, pengepakan, pemberian merek/label,
pemotongan, atau kegiatan lain dalam rangka fungsinya sebagai pusat
distribusi barang-barang asal impor untuk tujuan dimasukkan ke $aerah
Pabean &ndonesia lainnya, %awasan !erikat atau reekspor tanpa adanya
pengolahan.
/asilitas PPN dan PPn !# yang terutang tidak dipungut diberikan atas
kegiatan:
a. impor barang dan peralatan oleh Pengusaha *! dalam rangka
pembangunan dan kegiatan *udang !erikat(
b. impor barang dan bahan oleh Pengusaha *!.
"0. Jeni( ke&ia-an PPN 'an PPn 1M a#aka$ %an& men'a#a- .a(ili-a(
'ibeba(kan*
PPN 6 PPn!# terutang dibebaskan dari pengenaan atas :
a. &mpor dan atau penyerahan !%P tertentu dan atau '%P tertentu,
seperti
b. &mpor dan atau penyerahan !%P strategis
+. &mpor dan atau penyerahan !%P/'%P %epada Perwakilan Negara
)sing/!adan &nternational serta Pejabat/Tenaga )hlinya berdasarkan
a1as timbal balik.
"". 1a&aimanaka$ #ene,a#an PPN 'i Kawa(an Pe,'a&an&an 1eba( 'an
Pelab)$an 1eba( 3aban&*
%awasan Perdagangan !ebas dan Pelabuhan !ebas abang dinyatakan
bukan merupakan $aerah Pabean menurut "" %epabeanan. $engan
demikian "" PPN tidak dapat diterapkan di %awasan Perdagangan !ebas
dan Pelabuhan !ebas abang.

- A@ -
M. KETENTUAN K=U3U3 (25030 !
". A#aka$ %an& 'imak()' 'en&an ke&ia-an memban&)n (en'i,i 'an
a#aka$ a-a( ke&ia-an memban&)n (en'i,i 'ikenakan PPN*
%egiatan membangun sendiri adalah kegiatan membangun sendiri
bangunan yang diperuntukkan bagi tempat tinggal atau tempat usaha
dengan luas bangunan 2:: m2 atau lebih. )tas kegiatan membangun
sendiri tersebut dikenakan PPN.
2. 1a&aimanaka$ /a,a #en&$i-)n&an2 (aa- 'an -em#a- -e,)-an& PPN a-a(
ke&ia-an memban&)n (en'i,i*
- PPN yang terutang dan disetor ke kas negara K 0:E > 3:E > jumlah
seluruh biaya yang dikeluarkan dan atau dibayarkan setiap bulannya
- aat terutangnya PPN adalah pada saat mulai dilaksanakannya
pembangunan -menggali fondasi, memasang tiang pan+ang, dan lain-
lain.
- Tempat pajak terutang adalah di tempat bangunan didirikan.
3. A#aka$ a-a( ke&ia-an memban&)n (en'i,i PPN -e,)-an& %an& -ela$
'i(e-+, $a,)( 'ila#+,kan* 1ila %a kemana*
PPN atas kegiatan membangun sendiri yang telah disetor harus dilaporkan
dengan +ara sebagai berikut :
- bagi pengusaha -,P atau !adan. yang bukan Pengusaha %ena Pajak
melaporkan bukti setoran pajak -urat etoran Pajak. ke %antor
Pelayanan Pajak lokasi bangunan didirikan.
- edangkan bagi P%P dapat dilaporkan di %antor Pelayanan Pajak
ditempat P%P dikukuhkan melalui PT #asa PPN setiap #asa Pajak
pelaksanaan kegiatan membangun sendiri
. 1a&aimana #en&$i-)n&an PPN a-a( #en&)(a$a ema(*
Penghitungan PPN atas pengusaha emas, yaitu:
a. ,rang Pribadi
$apat menggunakan $PP Nilai ?ain sebagai $PP PPN.
PPN yg terutang adl sebesar 0:E > harga jual emas
perhiasan
PPN yg hrs disetor K 0:E > 2:E > jml slrh penyerahan
emas
- AA -
P# tidak dpt dikreditkan
b. !adan
menggunakan $PP sebesar harga jual
PPN yg terutang 0:E > harga jual
PPN disetor K P% L P#
P# dapat dikreditkan
5. 1a&aimanaka$ #en&$i-)n&an PPN a-a( #en&)(a$a #e'a&an& e/e,an*
Penghitungan PPN atas pengusaha pedagang e+eran, yaitu:
a. Pedagang H+eran ;ang #enggunakan Norma Penghitungan
Penghasilan Netto
P% K 0:E > jml peredaran dan atau penerimaan bruto
P# yg dpt dikreditkanK C:E > P%
PPN disetor K 2:E > P%
b. Pedagang H+eran elain ;ang #enggunakan Norma
Penghitungan Penghasilan Netto
P% menggunakan $PP sebesar harga jual
PPN terutang sebesar 0:E > harga jual
PPN disetor K P% - P#
P# dapat dikreditkan
0. 1a&aimana #e,lak)an PPN a-a( ja(a %an& 'i(e'iakan +le$ Peme,in-a$
'alam ,an&ka menjalankan #eme,in-a$an (e/a,a )m)m*
)tas penyerahan 'asa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka
menjalankan pemerintahan se+ara umum :
a. terutang PPN, jika :
'asa yang disediakan oleh instansi pemerintah yang juga dapat
dilakukan oleh bentuk usaha lain, sepanjang tidak termasuk jasa yang
tidak dikenakan atau dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan
Nilai sesuai ketentuan yang berlaku
b. tidak terutang PPN, jika :
emua jenis jasa yang berasal dari semua kegiatan pelayanan yang
hanya bisa dilakukan oleh instansi pemerintah meliputi $epartemen
- AC -
dan ?embaga Non $epartemen dan tidak dapat dilakukan oleh bentuk
usaha lain.
5. 1a&aimana #e,lak)an PPN a-a( #en%e,a$an ja(a 'i bi'an& -ena&a
ke,ja*
Perlakuan PPN atas penyerahan jasa di bidang tenaga kerja:
a. tidak terutang PPN
Penyerahan jasa di bidang tenaga kerja meliputi : 'asa tenaga kerja,
'asa penyediaan tenaga kerja, dan 'asa penyelenggaraan latihan bagi
tenaga kerja.
b. terutang PPN
'asa penyediaan tenaga kerja yang dilakukan oleh Pengusaha di
mana :
- Pengusaha penyedia tenaga kerja melakukan pembayaran gaji,
upah, honorarium, tunjangan dan sejenisnya kepada tenaga kerja(
atau
- Pengusaha penyedia tenaga kerja bertanggung jawab atas hasil
kerja dari tenaga kerja tersebut.
- Tenaga kerja dimaksud termasuk dalam struktur kepegawaian
pemberi jasa tenaga kerja.
6. 1a&aimanaka$ #e,lak)an PPN a-a( #en%e,a$an ja(a #en%elen&&a,aan
ke&ia-an*
Penyerahan jasa penyelenggaraan kegiatan adalah :
a. 'asa Penyelenggara %egiatan -H=ent ,rgani1er. adalah kegiatan
usaha yang dilakukan oleh Pengusaha 'asa Penyelenggara %egiatan
antara lain meliputi kegiatan-kegiatan seperti penyelenggaraan
pameran, pameran kon=ensi, pagelaran musik, pesta, seminar,
pelun+uran produk, konferensi pers, dan kegiatan lainnya yang
memanfaatkan 'asa Penyelenggara %egiatan termasuk di dalamnya
kegiatan-kegiatan yang mendukung kegiatan-kegiatan tersebut baik
atas permintaan dari Pengguna 'asa Penyelenggara %egiatan
maupun diselenggarakan sendiri oleh Pengusaha 'asa
Penyelenggara %egiatan(
- AB -
b. %egiatan lainnya adalah kegiatan-kegiatan lain dalam bentuk
apapun yang memanfaatkan 'asa H=ent ,rgani1er seperti talk show,
penarikan undian, fashion show, ajang lomba, dan sejenisnya( atau
+. %egiatan-kegiatan yang mendukung terselenggaranya suatu
kegiatan adalah suatu kegiatan baik sebelum, sesudah atau pada saat
terselenggaranya kegiatan seperti pemesanan gedung, penyediaan
ruangan, persiapan interior, penyediaan sound system, penyediaan
penari latar, dan sebagainya yang memanfaatkan 'asa
Penyelenggara %egiatan.
)tas penyerahan 'asa Penyelenggara %egiatan di dalam $aerah Pabean
dan atas pemanfaatan 'asa Penyelenggara %egiatan yang berasal dari luar
$aerah Pabean, di dalam $aerah Pabean dikenakan Pajak Pertambahan
Nilai.
$asar pengenaan Pajak untuk menghitung Pajak Pertambahan Nilai yang
terutang atas penyerahan 'asa Penyelenggara %egiatan adalah meliputi :
a. biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh Pengusaha 'asa
Penyelenggara %egiatan kepada Pengguna 'asa Penyelenggara
%egiatan(
b. imbalan yang diperoleh dari kegiatan tersebut termasuk bagi hasil( dan
+. biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh Pengusaha 'asa
Penyelenggara %egiatan kepada Pengguna 'asa Penyelenggara
%egiatan karena pembatalan pemesanan kegiatan oleh Pengguna 'asa
Penyelenggara %egiatan.
4. 1a&aimana .a(ili-a( PPN 'an PPn 1M a-a( P,+%ek Peme,in-a$ %an&
'ibia%ai 'en&an $iba$ a-a) 'ana #injaman l)a, ne&e,i*
Proyek Pemerintah yang dibiayai dengan hibah atau dana pinjaman luar
negeri, mendapat fasilitas PPN dan PPn !# tidak dipungut yang
dilakukan oleh %ontraktor "tama. $alam hal proyek tersebut didanai
sebagian oleh dana )P!N/)P!$/lainnya dan sebagian lagi oleh pinjaman
luar negeri/hibah maka fasilitas tersebut hanya berlaku atas bagian Proyek
Pemerintah yang dananya dibiayai dengan hibah atau pinjaman luar
negeri.
- C: -
)pabila kontraktor utama meminta kontraktor lain untuk melakukan
sebagian atau seluruh pekerjaan proyek pemerintah tersebut maka atas
penyerahan !%P/'%P yang dilakukan oleh kontraktor lain kepada
kontraktor utama tidak diberikan fasilitas sehingga PPN yang terutang
tetap dipungut.
PPN dan PPn !# yang tidak dipungut, yaitu:
a. &mpor !arang %ena Pajak -!%P.(
b. Pemanfaatan 'asa %ena Pajak -'%P. dari luar $aerah Pabean(
+. Pemanfaatan !%P tidak berwujud dari luar $aerah Pabean(
d. Penyerahan !%P dan/atau '%P.
)tas PPN dan PPn !# yang tidak dipungut sehubungan dengan impor
oleh %ontraktor "tama tidak perlu dibuatkan urat etoran Pajak.
)tas penyerahan !%P dan/atau '%P yang tidak dipungut tersebut,
%ontraktor "tama wajib membuat /aktur Pajak yang dibubuhi +ap 7PPN
dan PPn !# tidak dipungut7
"0. 1a&aimana #e,lak)an PPN a-a( #en%e,a$an ja(a kea&enan -ike-
ke#a'a #e,)(a$aan #ene,ban&an*
Perlakuan PPN atas penyerahan jasa keagenan tiket kepada perusahaan
penerbangan:
a. PPN terutang adalah 0:E > $PP.
b. $asar Pengenaan Pajak atas jasa keagenan adalah jumlah imbalan jasa
keagenan yang diterima atau seharusnya diterima oleh perusahaan
jasa keagenan.
+. ;ang bertanggung jawab atas pemungutan PPN terutang atas
penyerahan jasa keagenan adalah :
- )tas penyerahan jasa keagenan oleh perusahaan jasa keagenan
kepada Pemungut PPN -!adan-badan Tertentu dan !endaharawan
Pemerintah serta %P%N., pajak yang terutang dipungut, disetor
dan dilaporkan oleh Pemungut PPN.
- )tas penyerahan jasa keagenan oleh Pemungut PPN kepada
Pemungut PPN, pajak yang terutang dipungut, disetor dan
dilaporkan oleh Pemungut PPN yang melakukan penyerahan 'asa
%ena Pajak.
- C0 -
- )tas penyerahan jasa keagenan kepada perusahaan angkutan yang
bukan Pemungut PPN, pajak yang terutang dipungut, disetor dan
dilaporkan oleh perusahaan jasa keagenan.
Namun dengan berlakunya sejak tanggal 23 $esember 2::5 dengan
diterbitkannya %eputusan #enteri %euangan Nomor 9@5/%#%.:5/2::5,
!adan-badan tertentu bukan lagi merupakan Pemungut PPN. ehingga
hanya %P%N dan !endaharawan Pemerintah saja sebagai Pemungut PPN.
"". 1a&aimana #e,lak)an PPN a-a( Ja(a 1+&a (Ca-e,in&!* Dan A#a %an&
'imak()' 'en&an +bjek #ajak ,e(-+,an 'an ja(a b+&a*
a. atas penyerahan 'asa !oga -<atering. dikenakan PPN. $PP atas
penyerahan jasa boga atau katering adalah sebesar semua biaya yang
diminta atau seharusnya diminta oleh Pengusaha 'asa !oga atau
%atering. $engan demikian, PPN terutang atas penyerahan jasa boga
atau katering 0:E > $PP.
b. ,bjek Pajak Destoran adalah pelayanan yang disediakan restoran
dengan pembayaran. Tidak termasuk Pelayanan usaha jasa boga atau
katering.
+. ,bjek 'asa !oga atau %atering adalah penyediaan makanan dan atau
minuman lengkap dengan atau tanpa peralatan dan petugasnya, untuk
keperluan tertentu berdasarkan kontrak atau perjanjian tertulis atau
tidak tertulis.
d. %eperluan tertentu adalah :
- pesta, resepsi, atau
perayaan(
- perjamuan(
- rapat atau pertemuan(
- makan karyawan pada
instansi Pemerintah atau !adan "saha Pemerintah, perusahaan
swasta maupun perusahaan perseorangan(
- makan untuk pelanggan
perseorangan(
- perlombaan atau
pertandingan( atau
- a+ara-a+ara lain yang
sejenis.
- C2 -
"2. 1a&aimana #e,lak)an PPN a-a( (e,Ai/e /$a,&e 'alam ,an&ka ke&ia-an
#e,(ewaan ,)an&an*
a. atas ser=i+e +harge dalam rangka kegiatan persewaan ruangan
dikenakan PPN. )da -2. dua elemen utama dalam kegiatan jasa
persewaan ruangan yaitu ewa dan er=i+e <harge.
b. er=i+e +harge adalah balas jasa yang menyebabkan ruangan yang
disewa tersebut dapat dihuni sesuai dengan tujuan yang diinginkan
oleh penyewa. er=i+e +harge dapat terdiri dari biaya listrik, air,
keamanan, kebersihan dan biaya administrasi.
+. $asar Pengenaan Pajak atas ser=i+e +harge dalam rangka kegiatan
persewaan ruangan sejak bulan 5 'uni 2::5 -/aktur Pajak tandar
yang dibuat/diterbitkan setelah 5 'uni 2::5. adalah sebesar nilai
penggantian, yakni sebesar nilai tagihan ser=i+e +harge yang diminta
atau seharusnya diminta oleh pemberi jasa.
d. PPN Terutang adalah 0:E > $PP.
"3. 1a&aimana #e,lak)an PPN a-a( ke&ia-an .,ei&$- .+,wa,'in&*
a. atas kegiatan freight forwarding dikenakan PPN.
b. /reight /orwarding -'asa Pengurusan Transportasi. adalah kegiatan
usaha yang ditujukan untuk mewakili kepentingan pemilik barang
untuk mengurus semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya
pengiriman dan penerimaan barang melalui transportasi darat, laut dan
atau udara yang dapat men+akup kegiatan penerimaan, penyimpanan,
sortasi, pengepakan, penandaan, pengukuran, penimbangan,
pengurusan penyelesaian dokumen, penerbitan dokumen angakutan,
perhitungan biaya angkutan, klaim, asuransi atas pengiriman barang
serta penyelesaian tagihan dan biaya-biaya lainnya berkenaan dengan
pengiriman barang-barang tersebut sampai dengan diterimanya barang
oleh yang berhak menerimanya.
+. $asar Pengenaan Pajak :
$alam hal dokumen-dokumen pabean -dokumen. untuk menagih
biaya freight dan biaya lainnya dari shipping line atau airline atau
supplier dibuat langsung atas nama
- Penerima jasa -konsumen perusahaan forwarder., maka biaya
freight dan biaya lainnya dapat dikurangkan dari $asar
Pengenaan Pajak, karena dianggap sebagai reimbursement( atau
- C5 -
- Pemberi jasa -perusahaan forwader. dan bukan atas nama
penerima jasa -konsumen perusahaan forwarder., maka biaya
freight dan biaya lainnya tidak dapat dianggap sebagai
reimbursement, sehingga merupakan bagian dari $asar
Pengenaan Pajak yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai.
". A#abila :n(-an(i Peme,in-a$ membe,ikan Ja(a Kena Pajak ke#a'a
:n(-an(i Peme,in-a$ <ainn%a a#aka$ PPN %an& -e,)-an& $a,)(
'i#)n&)- +le$ :n(-an(i Peme,in-a$ %an& melak)kan #en%e,a$an*
)tas penyerahan '%P oleh &nstansi Pemerintah kepada &nstansi Pemerintah
?ainnya yang pembayarannya melalui %P%N atau !endaharawan
Pemerintah tidak dipungut PPN sepanjang :
- pembayaran tersebut berasal dari )P!N atau )P!$( dan
- &nstansi Pemerintah yang menyerahkan '%P memasukkan
pembayaran yang diterima ke dalam mata anggaran Penerimaan
Negara !ukan Pajak -PN!P. dari &nstansi Pemerintah tersebut.
"5. 1a&aimana #e,lak)an PPN a-a( #eman.aa-an 1KP -i'ak be,w)j)' 'an
a-a) JKP 'a,i <)a, Dae,a$ Pabean *
Perlakuan PPN atas pemanfaatan !%P tidak berwujud dan atau '%P dari
?uar $aerah Pabean:
a. )tas pemanfaatan !%P tidak berwujud dan atau 'asa %ena Pajak dari
?uar $aerah Pabean di dalam $aerah Pabean yang dilakukan oleh
orang pribadi -Non-P%P. atau badan -P%P. dikenakan PPN.
b. PPN yang terutang atas pemanfaatan !%P tidak berwujud dan atau
'%P dari luar $aerah Pabean dipungut oleh orang pribadi atau badan
yang memanfaatkan !%P tidak berwujud atau '%P dari luar $aerah
Pabean, pada saat dimulainya pemanfaatan !%P tidak berwujud dan
atau '%P dari luar $aerah Pabean.
+. PPN yang dipungut harus disetorkan seluruhnya ke %as Negara
melalui %antor Pos atau !ank Persepsi paling lambat tanggal 09 bulan
berikutnya setelah bulan terjadinya pemungutan dan dilaporkan dalam
urat Pemberitahuan #asa Pajak Pertambahan Nilai pada #asa Pajak
yang sama dengan bulan penyetoran.
- C3 -
"0. A#aka$ a-a( #en%e,a$an ak-iAa be,)#a -ana$/ban&)nan %an&
'i#e,+le$ (ebel)m be,lak)n%a UU PPN Ta$)n "46 a-a) 'ibeli 'a,i
n+n8PKP*
Perlakuan PPN atas akti=a berupa tanah/bangunan yang diperoleh sebelum
berlakunya "" PPN Tahun 0BC3 atau dibeli dari non-P%P
a. )tas penyerahan akti=a oleh Pengusaha %ena Pajak -P%P. yang
menurut tujuan semula akti=a tersebut tidak untuk diperjualbelikan,
sepanjang PPN yang dibayar pada saat perolehannya menurut
ketentuan dapat dikreditkan, dikenakan Pajak Pertambahan Nilai
berdasarkan Pasal 0@$ "ndang-undang No. 0C Tahun 2::: -""
PPN..
b. $engan demikian, )tas penyerahan akti=a oleh Pengusaha %ena
Pajak -P%P. yang menurut tujuan semula akti=a tersebut tidak untuk
diperjualbelikan, tidak terutang PPN apabila :
- )tas penyerahan akti=a tersebut dilakukan oleh bukan P%P( atau
- Pajak #asukan pada waktu perolehan akti=a tersebut tidak dapat
dikreditkan sesuai dengan Pasal B ayat -C. "" PPN atau akti=a
tersebut diperoleh sebelum berlakunya "ndang-undang PPN 0BC3
-sebelum 0 )pril 0BC9., sepanjang selama memiliki akti=a
tersebut tidak ada PPN yang dibayar dikreditkan sebagai Pajak
#asukan -misalnya dalam rangka perawatan, perbaikan dari
kerusakan, reno=asi dll.
"5. 1a&aimana #e,lak)an a-a( PPN %an& 'i#)n&)- lebi$ be(a, a-a) lebi$
ke/il 'a,i %an& (e$a,)(n%a -e,)-an&2 a-a) -i'ak (e$a,)(n%a -e,)-an&*
Perlakuan atas PPN yang dipungut lebih besar atau lebih ke+il atau tidak
seharusnya terutang:
a. Pajak yang dipungut lebih besar dari yang seharusnya terutang atau
tidak seharusnya terutang dimana Pajak yang salah dipungut tersebut
telah disetorkan dan dilaporkan, maka P%P yang memungut Pajak
tersebut tidak dapat meminta kembali Pajak yang salah dipungut
tersebut. ;ang dapat meminta kembali pajak yang salah dipungut
tersebut adalah pihak yang terpungut dengan syarat Pajak yang salah
dipungut tersebut belum dikreditkan atau belum dibebankan sebagai
biaya.
- C9 -
b. Pihak yang terpungut adalah importir, pembeli barang, penerima jasa,
atau pihak yang memanfaatkan barang tidak berwujud atau jasa dari
luar $aerah Pabean.
+. $alam hal pajak yang dipungut lebih ke+il dari yang seharusnya
terutang maka pihak yang melakukan penyerahan harus memungut
kekurangan pajak tersebut. Pemungutan kekurangan pajak tersebut
dapat dilakukan dengan +ara perbaikan /aktur Pajak -untuk
penyerahan !%P/'%P. dengan menggunakan P -untuk impor dan
pemanfaatan !%P tidak berwujud/'%P dari ?uar daerah Pabean di
dalam $aerah Pabean..
"6. Dalam $al -e,ja'i ,e-), Ja(a Kena Pajak* A#aka$ a-a( PPn %an& -ela$
'i(e-+, 'an 'ila#+,kan 'a#a- 'ik),an&kan a-a) 'ikembalikan*
$alam hal terjadi retur 'asa %ena Pajak, maka PPN yang telah terlanjur
dipungut, disetor dan dilaporkan oleh P%P yang melakukan penyerahan
dapat dikurangkan dengan +ara perbaikan /aktur Pajak atas yang
berkenaan dengan penyerahan '%P tersebut. ebagai konsekuensinya baik
P%P yang melakukan penyerahan maupun P%P yang menerima
penyerahan '%P harus memperbaiki PT #asa PPN #asa Pajak /aktur
Pajak yang diperbaiki tersebut dilaporkan.
"4. 1a&aimana Pe,lak)an PPN :m#+, %an& 'i-a&i$ 'en&an 3PKP1M*
Perlakuan PPN &mpor yang ditagih dengan P%P#! :
a. urat %etetapan Pajak adalah surat ketetapan yang meliputi urat
%etetapan Pajak %urang !ayar atau urat %etetapan Pajak %urang
!ayar Tambahan atau urat %etetapan Pajak ?ebih !ayar atau urat
%etetapan Pajak Nihil.
b. )tas pembayaran PPN &mpor -Pajak #asukan. yang ditagih dengan
P%P!# dapat dikreditkan, sepanjang pembayaran PPN &mpor
belum diterbitkan %P-nya oleh $itjen Pajak tersebut dan tidak
termasuk dalam pembayaran -pengeluaran. yang Pajak #asukannya
tidak dapat dikreditkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal B ayat -C.
"" PPN serta belum dibebankan sebagai biaya.
+. )tas pembayaran PPN tersebut dilaporkan pada PT #asa PPN pada
#asa Pajak dilakukan pembayaran.
- C@ -
20. 1a&aimana #e,lak)an PPN a-a( #en%e,a$an ka,')( a-a) #emb)n&k)(
ke Kawa(an 1e,ika-*
)tas penyerahan kardus atau pembungkus ke %awasan !erikat tidak
diberikan fasilitas tidak dipungut PPN dan PPn !# karena
kardus/pembungkus bukan untuk diproses lebih lanjut.
2". 1a,an&8ba,an& a#a (aja %an& -e,ma()k 1KP Te,-en-) %an& 1e,(i.a-
3-,a-e&i( %an& a-a( im#+,n%a 'ibeba(kan 'a,i #en&enaan PPN*
!arang-barang yang termasuk !%P Tertentu yang !ersifat trategis yang
atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah:
a. barang modal berupa mesin dan peralatan pabrik, baik dalam keadaan
terpasang maupun terlepas, tidak termasuk suku +adang(
b. makanan ternak, unggas, dan ikan dan atau bahan baku untuk
pembuatan makanan ternak, unggas, dan ikan(
+. bibit dan atau benih dari barang pertanian, perkebunan, kehutanan,
peternakan, penangkaran, atau perikanan.
22. 1a,an&8ba,an& a#a (aja %an& -e,ma()k 1KP Te,-en-) %an& 1e,(i.a-
3-,a-e&i( %an& a-a( #en%e,a$ann%a 'ibeba(kan 'a,i #en&enaan PPN*
!arang-barang yang termasuk !%P Tertentu yang !ersifat trategis yang
atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah:
a. barang modal berupa mesin dan peralatan pabrik, baik dalam keadaan
terpasang maupun terlepas, tidak termasuk suku +adang(
b. makanan ternak, unggas, dan ikan dan atau bahan baku untuk
pembuatan makanan ternak, unggas, dan ikan(
+. barang hasil pertanian oleh petani atau kelompok petani(
d. bibit dan atau benih dari barang pertanian, perkebunan, kehutanan,
peternakan, penangkaran, atau perikanan(
e. air bersih yang dialirkan melalui pipa oleh Perusahaan )ir #inum(
f. listrik, ke+uali untuk perumahan dengan daya di atas @.@:: watt.
23. A#a %an& 'imak()' 'en&an bibi- 'an a-a) beni$ %an& 'ibeba(kan 'a,i
#en&enaan PPN*
!ibit dan atau benih yang dibebaskan dari pengenaan PPN adalah bibit
dan atau benih sebagaimana didefenisikan dalam %eputusan #enteri
%euangan Nomor 059/%#%.:9/0BBA, bahwa yang dimaksud dengan bibit
dan benih adalah segala jenis tumbuhan atau hewan yang nyata-nyata
- CA -
untuk dikembangbiakan lebih lanjut dalam rangka pengembangan bidang
pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan.
2. A#aka$ ba-a(an ba$an bak) makanan -e,nak %an& 'ibeba(kan 'a,i
#en&enaan PPN*
!ahan baku makanan ternak yang dibebaskan dari pengenaan PPN tidak
termasuk Pelengkap #akanan Ternak -/eed uplement. dan &mbuhan
#akanan Ternak -/eed )dditi=e..
25. A#aka$ 'e.eni(i ba,an& $a(il #e,-anian %an& 'ibeba(kan 'a,i
#en&enaan PPN*
!arang hasil pertanian adalah barang yang dihasilkan dari kegiatan usaha
di bidang :
a. pertanian, perkebunan dan kehutanan(
b. peternakan, perburuan atau penangkapan, maupun penangkaran( atau
+. perikanan baik dari penangkapan atau budidaya.
;ang diserahkan oleh petani atau kelompok petani. Petani adalah orang
yang melakukan kegiatan usaha di bidang pertanian, perkebunan,
kehutanan, peternakan, perburuan atau penangkapan, penangkaran,
penangkapan atau budidaya perikanan.
20. 1KP Te,-en-) a#a (aja %an& a-a( im#+,n%a 'ibeba(kan 'a,i #en&enaan
PPN*
!%P Tertentu yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN
adalah:
a. enjata, amunisi, alat angkutan di air, alat angkutan di bawah air, alat
angkutan di udara, alat angkutan di darat, kendaraan lapis baja,
kendaraan patroli, dan kendaraan angkutan khusus lainnya, serta suku
+adangnya yang diimpor oleh $epartemen Pertahanan, Tentara
Nasional &ndonesia -TN&. atau %epolisian Negara Depublik &ndonesia
-P,?D&. atau oleh pihak lain yang ditunjuk oleh $epartemen
Pertahanan, TN& atau P,?D& untuk melakukan impor tersebut, dan
komponen atau bahan yang belum dibuat di dalam negeri, yang
diimpor oleh PT -PHDHD,. P&N$)$, yang digunakan dalam
pembuatan senjata dan amunisi untuk keperluan $epartemen
Pertahanan, TN& atau P,?D&(
- CC -
b. Iaksin Polio dalam rangka pelaksanaan Program Pekan &munisasi
Nasional -P&N.(
+. !uku-buku pelajaran umum, kitab su+i dan buku-buku pelajaran
agama(
d. %apal laut, kapal angkutan sungai, kapal angkutan danau dan kapal
angkutan penyeberangan, kapal pandu, kapal tunda, kapal penangkap
ikan, kapal tongkang, dan suku +adang serta alat keselamatan
pelayaran atau keselamatan manusia yang diimpor dan digunakan
oleh Perusahaan Pelayaran Niaga Nasional, Perusahaan Penangkapan
&kan Nasional, Perusahaan Penyelenggara 'asa %epelabuhan
Nasional, atau Perusahaan Penyelenggara 'asa )ngkutan ungai,
$anau dan Penyeberangan Nasional, sesuai dengan kegiatan
usahanya(
e. Pesawat udara dan suku +adang serta alat keselamatan penerbangan
atau alat keselamatan manusia, peralatan untuk perbaikan atau
pemeliharaan yang diimpor dan digunakan oleh Perusahaan
)ngkutan "dara Niaga Nasional, dan suku +adang serta peralatan
untuk perbaikan atau pemeliharaan pesawat udara yang diimpor oleh
pihak yang ditunjuk oleh Perusahaan )ngkutan "dara Niaga Nasional
yang digunakan dalam rangka pemberian jasa perawatan atau reparasi
pesawat udara kepada Perusahaan )ngkutan "dara Niaga Nasional(
f. %ereta api dan suku +adang serta peralatan untuk perbaikan atau
pemeliharaan serta prasarana yang diimpor dan digunakan oleh PT
-PHDHD,. %ereta )pi &ndonesia, dan komponen atau bahan yang
diimpor oleh pihak yang ditunjuk oleh PT -PHDHD,. %ereta )pi
&ndonesia, yang digunakan untuk pembuatan kereta api, suku +adang,
peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan, serta prasarana yang
akan digunakan oleh PT -PHDHD,. %ereta )pi &ndonesia( dan
g. Peralatan berikut suku +adangnya yang digunakan oleh $epartemen
Pertahanan atau TN& untuk penyediaan data batas dan photo udara
wilayah Negara Depublik &ndonesia yang dilakukan untuk mendukung
pertahanan Nasional, yang diimpor oleh $epartemen Pertahanan, TN&
atau pihak yang ditunjuk oleh $epartemen Pertahanan atau TN&.
25. 1KP -e,-en-) a#a (aja %an& a-a( #en%e,a$ann%a 'ibeba(kan 'a,i
#en&enaan PPN*
- CB -
!%P tertentu yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN
adalah:
- Dumah sederhana, rumah sangat
sederhana, rumah susun sederhana, pondok boro, asrama mahasiswa
dan pelajar serta perumahan lainnya, yang batasannya ditetapkan oleh
#enteri %euangan setelah mendengar pertimbangan #enteri
Pemukiman dan Prasarana Wilayah(
- enjata, amunisi, alat angkutan di air,
alat angkutan di bawah air, alat angkutan di udara, alat angkutan di
darat, kendaraan lapis baja, kendaraan patroli dan kendaraan angkutan
khusus lainnya, serta suku +adangnya yang diserahkan kepada
$epartemen Pertahanan, TN& atau P,?D&, dan komponen atau bahan
yang diperlukan dalam pembuatan senjata dan amunisi oleh PT.
-PHDHD,. P&N$)$ untuk keperluan $epartemen Pertahanan, TN&
atau P,?D&(
- Iaksin Polio dalam rangka pelaksanaan
Program Pekan &munisasi Nasional -P&N.(
- !uku-buku pelajaran umum, kitab su+i
dan buku-buku pelajaran agama(
- %apal laut, kapal angkutan sungai,
kapal angkutan danau dan kapal angkutan penyeberangan, kapal
pandu, kapal tunda, kapal penangkap ikan, kapal tongkang, dan suku
+adang serta alat keselamatan pelayaran atau keselamatan manusia
yang diserahkan kepada dan digunakan oleh Perusahaan Pelayaran
Niaga Nasional, Perusahaan Penangkapan &kan Nasional, Perusahaan
Penyelenggara 'asa %epelabuhan Nasional, atau Perusahaan
Penyelenggara 'asa )ngkutan ungai, $anau dan Penyeberangan
Nasional, sesuai dengan kegiatan usahanya(
- Pesawat udara dan suku +adang serta
alat keselamatan penerbangan atau alat keselamatan manusia,
peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan yang diserahkan kepada
dan digunakan oleh Perusahaan )ngkutan "dara Niaga Nasional dan
suku +adang serta peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan
pesawat udara yang diperoleh oleh pihak yang ditunjuk oleh
Perusahaan )ngkutan "dara Niaga Nasional yang digunakan dalam
rangka pemberian jasa perawatan atau reparasi Pesawat "dara kepada
Perusahaan )ngkutan "dara Niaga Nasional(
- B: -
- %ereta api dan suku +adang serta
peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan serta prasarana yang
diserahkan kepada dan digunakan oleh PT -PHDHD,. %ereta )pi
&ndonesia dan komponen atau bahan yang diserahkan kepada pihak
yang ditunjuk oleh PT -PHDHD,. %ereta )pi &ndonesia, yang
digunakan untuk pembuatan kereta api, suku +adang, peralatan untuk
perbaikan atau pemeliharaan, serta prasarana yang akan digunakan
oleh PT -PHDHD,. %ereta )pi &ndonesia(
- Peralatan berikut suku +adangnya yang
digunakan untuk penyediaan data batas dan photo udara wilayah
Negara Depublik &ndonesia untuk mendukung pertahanan Nasional
yang diserahkan kepada $epartemen Pertahanan atau TN&.
26. JKP Te,-en-) a#a (aja %an& a-a( #en%e,a$ann%a 'ibeba(kan 'a,i
#en&enaan PPN*
'%P Tertentu yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN:
a. 'asa yang diterima oleh Perusahaan )ngkutan ?aut
Nasional, Perusahaan Penangkapan &kan Nasional, Perusahaan
Penyelenggara 'asa %epelabuhan Nasional, atau Perusahaan
Penyelenggara 'asa )ngkutan ungai, $anau, dan Penyeberangan
Nasional, yang meliputi:
- 'asa persewaan kapal(
- 'asa kepelabuhan meliputi jasa tunda, jasa
pandu, jasa tambat, dan jasa labuh(
- 'asa perawatan atau reparasi -do+king. kapal(
b. 'asa yang diterima oleh Perusahaan )ngkutan "dara
Niaga Nasional yang meliputi:
- 'asa persewaan pesawat udara(
- 'asa perawatan atau reparasi pesawat udara(
+. 'asa perawatan atau reparasi kereta api yang diterima oleh
PT -PHDHD,. %ereta )pi &ndonesia(
d. 'asa yang diserahkan oleh kontraktor untuk pemborongan
bangunan berupa rumah sederhana, rumah sangat sederhana, rumah
susun sederhana, pondok boro, asrama mahasiswa dan pelajar serta
perumahan lainnya dan pembangunan tempat yang semata-mata untuk
keperluan ibadah(
- B0 -
e. 'asa persewaan rumah susun sederhana, rumah sederhana,
dan rumah sangat sederhana( dan
f. 'asa yang diterima oleh $epartemen Pertahanan atau TN&
yang dimanfaatkan dalam rangka penyediaan data batas photo udara
wilayah Negara Depublik &ndonesia untuk mendukung pertahanan
nasional.
24. A-a( im#+, ba,an& a#a (aja %an& 'ibeba(kan 'a,i #)n&)-an 1ea
Ma()k maka PPN 'an PPn 1M n%a -i'ak 'i#)n&)-*
;ang dibebaskan dari pungutan !ea #asuk, tidak dipungut PPN dan PPn
!#. !%P yang dimaksud tersebut adalah:
a. barang perwakilan negara asing beserta para pejabatnya yang bertugas
di &ndonesia berdasarkan a1a1 timbal balik(
b. barang untuk keperluan badan internasional yang diakui dan terdaftar
pada Pemerintah &ndonesia beserta pejabatnya yang bertugas di
&ndoensia dan tidak memegang paspor &ndonesia(
+. barang kiriman hadiah untuk keperluan ibadah umum, amal, sosial,
atau kebudayaan(
d. barang untuk keperluan museum, kebun binatang, dan tempat lain
sema+am itu yang terbuka untuk umum(
e. barang untuk keperluan penelitian dan pengembangan ilmu
pengetahuan(
f. barang untuk keperluan khusus kaum tunanetra dan penyandang +a+at
lainnya(
g. peti atau kemasan lain yang berisi jena1ah atau abu jena1ah(
h. barang pindahan Tenaga %erja &ndonesia yang bekerja di luar negeri,
mahasiswa yang belajar di luar negeri, Pegawai Negeri ipil, anggota
Tentara Nasional &ndonesia, atau anggota %epolisian Depublik
&ndonesia yang bertugas di luar negeri sekurang-kurangnya 0 -satu.
tahun, sepanjang barang tersebut tidak untuk diperdagangkan dan
mendapat rekomendasi dari Perwakilan Depublik &ndonesia setempat(
i. barang pribadi penumpang, awak sarana pengangkut, pelintas batas,
dan barangan kiriman sampai batas jumlah tertentu sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan Pabean(
j. barang yang diimpor oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah $aerah
yang ditujukan untuk kepentingan umum(
- B2 -
k. perlengkapan militer termasuk suku +adang yang diperuntukkan bagi
keperluan pertahanan dan keamanan negara.
30. 1a,an&8ba,an& a#a (aja %an& me,)#akan +bjek PPn 1M*
!arang-barang yang menjadi objek PPn !#:
a. kendaraan bermotor(
b. non kendaraan bermotor, seperti:
- %elompok alat rumah tangga, pesawat
pendingin, pesawat pemanas, dan pesawat penerima siaran
tele=isi, misalnya lemari es, mesin +u+i, tele=isi.
- %elompok hunian mewah seperti rumah
mewah, apartemen, kondominium, town house, dan sejenisnya(
- %elompok pesawat penerima siaran tele=isi dan
antena serta reflektor antena(
- %elompok wangi-wangian(
- %elompok permadani tertentu selain yang
terbuat dari serabut kelapa -+oir., sutera atau wool atau bulu
hewan halus(
- %elompok kapal atau kendaraan air lainnya,
sampan dan kano, ke+uali untuk keperluan negara atau angkutan
umum(
- %elompok peralatan dan perlengkapan olah
raga.
3". Jeni( ken'a,aan be,m+-+, a#a (aja %an& -i'ak 'ikenakan PPn 1M*
'enis kendaraan bermotor yang tidak dikenakan PPn !# adalah <%$,
sasis, untuk pengangkut barang, kendaraan bermotor beroda dua dengan
kapasitas isi silinder sampai dengan 29: << dan kendaraan untuk
pengangkutan 0@ -enam belas. orang atau lebih termasuk pengemudi.
32. Jeni( ken'a,aan be,m+-+, a#a (aja %an& 'ibeba(kan PPn 1M*
'enis kendaraan bermotor yang dibebaskan PPn !# adalah ambulan,
kendaraan jena1ah, kendaraan pemadam kebakaran, kendaraan tahanan,
kendaraan pengangkutan umum( kendaraan protokoler kenegaraan(
kendaraan bermotor untuk pengangkutan 0: -sepuluh. orang sampai
dengan 09 -lima belas. orang termasuk pengemudi, yang digunakan untuk
kendaraan dinas TN& atau P,?D&, dan kendaraan patroli TN&/ P,?D&.
- B5 -
33. A#aka$ %an& 'imak()' 'en&an 3-ike, <)na( PPN*
tiker ?unas PPN adalah pita yang terbuat dari kertas atau bahan lain yang
digunakan sebagai bukti pemungutan dan pelunasan Pajak Pertambahan
Nilai atas penyerahan produk rekaman suara maupun produk rekaman
gambar.
3. Jeni( 3-ike, <)na( PPN a#a (aja %an& a'a*
a. tiker ?unas PPN atas Produk Dekaman uara:
JEN:3 $PP PPN TERUTAN7
%aset jenis ) -berbahasa &ndonesia. C.::: C::
%aset jenis ! -berbahasa )sing. 0@.::: 0.@::
%aset jenis < -berbahasa $aerah. A.9:: A9:
<ompa+t $is+ 0 -&ndonesia 6 +ampuran
daerah.
2:.::: 2.:::
<ompa+t $is+ 2 -)sing 6 +ampuran
&ndonesia.
3C.::: 3.C::
Iideo <ompa+t $is+ %-0
-&ndonesia 6 +ampuran daerah.
0C.::: 0.C::
Iideo <ompa+t $is+ %-2
-)sing 6 +ampuran &ndonesia.
9:.::: 9.:::
b. tiker ?unas PPN untuk Produk Dekaman *ambar:
JEN:3 DPP PPN TERUTAN7
'HN& & -4arga 'ual s.d
0:.:::.
0:.::: 0.:::
'HN& && -4arga 'ual M0:.:::
s.d 2:.:::.
02.9:: 0.29:
'HN& &&& -4arga 'ual M2:.:::
s.d 3:.:::.
29.::: 2.9::
'HN& &I -4arga 'ual M3:.:::
s.d @:.:::.
3A.9:: 3.A9:
'HN& I -4arga 'ual M@:.:::
s.d C:.:::.
@9.::: @.9::
'HN& I& -4arga 'ual MC:.:::
s.d 0::.:::.
C9.::: C.9::
- B3 -
'HN& I&& -4arga 'ual M0::.:::. 09:.::: 09.:::
35. 1a&aimanaka$ #e,lak)an PPN a-a( $a(il -embaka)*
Pajak Pertambahan Nilai yang dikenakan atas penyerahan hasil tembakau
oleh Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau hasil tembakau yang dibuat di
luar negeri oleh importir hasil tembakau dihitung dengan menerapkan tarif
efektif dikalikan dengan 4arga 'ual H+eran.
!esarnya tarif efektif atas penyerahan hasil tembakau adalah sebesar C,3
E -delapan koma empat persen..
30. A#aka$ %an& me,)#akan +b%ek 1ea Me-e,ai (D+k)men8'+k)men
%an& 'ikenakan 1M! be,'a(a,kan Pa(al 2 UU 1M*
a. urat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan
untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan,
kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata, +ontoh : surat kuasa,
surat hibah, surat pernyataan.
b. )kta-akta notaris termasuk salinannya.
+. )kta-akta yg dibuat oleh PP)T, termasuk rangkap-rangkapnya.
d. urat yang memuat jumlah uang, yaitu:
- ;ang menyebutkan penerimaan uang(
- ;ang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang
dalam rekening di !ank(
- ;ang berisi pemeberitahuan saldo rekening di !ank( atau
- ;ang berisi pengakuan bahwa hutang uang seluruhnya atau
sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan.
e. urat berharga seperti wesel, promes dan aksep.
f. $okumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka
pengadilan, yaitu:
- urat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaan(
- urat-surat yang semula tidak dikenakan !ea #eterai berdasarkan
tujuannya, jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh
orang lain, selain dari maksud semula.
35. A#aka$ %an& b)kan me,)#akan +bjek 1ea Me-e,ai (D+k)men8
'+k)men %an& -i'ak 'ikenakan 1M! be,'a(a,kan Pa(al UU 1M*
- B9 -
a. $okumen yang berupa:
- urat penyimpanan barang(
- %onosemen(
- urat angkutan penumpang dan barang(
- %eterangan pemindahan yang dituliskan di atas dokumen tersebut
di atas(
- !ukti untuk pengiriman dan penerimaan barang(
- urat pengiriman barang untuk dijual atas tanggungan pengirim(
- urat-surat lainnya yang dapat disamakan dengan surat-surat
tersebut di atas.
b. egala bentuk ija1ah.
+. Tanda terima gaji, uang tunggu, pensiun, uang tunjangan, dan
pembayarannya lainnya yang ada kaitannya dengan hubungan kerja
serta surat-surat yang diserahkan untuk mendapatkan pembayaran itu.
d. Tanda bukti penerimaan uang Negara dari %as Negara, %as
Pemerintah $aerah, dan bank.
e. %uitansi untuk semua jenis pajak dan untuk penerimaan lainnya yang
dapat disamakan dengan itu dari %as Negara, %as Pemerintah $aerah
dan bank.
f. Tanda penerimaan uang yang dibuat untuk keperluan intern
organisasi.
g. $okumen yang menyebutkan tabungan, pembayaran uang tabungan
kepada penabung oleh bank, koperasi, dan badan-badan lain yang
bergerak di bidang tersebut.
h. urat gadai yang diberikan oleh Perusahaan 'awatan Pegadaian.
i. Tanda pembagian keuntungan atau bunga dari efek, dengan nama dan
dalam bentuk apapun.
36. Ka#an (aa- -e,)-an& 1ea Me-e,ai*
a. $okumen yang dibuat oleh satu pihak :
pada saat dokumen itu diserahkan dan diterima oleh pihak untuk siapa
dokumen itu dibuat -bukan pada saat ditandatangani., misalnya
kuitansi, +ek, dsb.
b. $okumen yang dibuat oleh lebih dari satu pihak :
pada saat selesainya dokumen itu dibuat, yang ditutup dengan
pembubuhan tandatangan yang bersangkutan, misalnya surat
perjanjian jual beli, sewa menyewa, dsb.
- B@ -
+. $okumen yang dibuat di ?uar Negeri :
pada saat dokumen itu digunakan di &ndonesia
34. 1a&aimana /a,a #el)na(an 1ea Me-e,ai*
a. #enggunakan !enda #eterai -meterai tempel.,
yaitu :
- #eterai tempel direkatkan seluruhnya dengan utuh dan tidak
rusak di atas dokumen yang dikenakan !ea #eterai, pada tempat
dimana tandatangan akan dibubuhkan.
- Pembubuhan ttd disertai dg pen+antuman tgl, bl dan th dilakukan
dg tinta atau yg sejenis dg itu, shg sebagian ttd ada di atas kertas
dan sebagaian lagi di atas meterai tempel.
- 'ika digunakan lbh dr satu meterai tempel, ttd hrs dibubuhkan
sebagian di atas semua meterai tempel dan sebagian di atas kertas.
- )pabila ketentuan tsb di atas tidak dipenuhi, mk dokumen ybs
dianggap tidak bermeterai.
b. #enggunakan +ara lain yg ditetapkan oleh #enteri %euangan
%#% No. 055b/%#%.:3/2:::. Pasal 0 %#% mengatur bahwa
+ara lain adalah dengan membubuhkan tanda !ea #eterai ?unas
dengan menggunakan :
- mesin teraan meterai,
- teknologi per+etakan,
- sistem komputerisasi, dan
- alat lain dengan teknologi tertentu.
0. D+k)men8'+k)men a#aka$ %an& $a,)( 'ilak)kan Peme-e,aian
Kem)'ian 'an be,a#a be(a, 1ea Me-e,ai %an& -e,)-an&*
a. $okumen yang semula tidak terutang !ea #eterai namun akan
digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan.
!ea #eterai yang dilunasi adalah sebesar yang terutang pada saat
pemeteraian kemudian dilakukan(
b. $okumen yang !ea #eterai-nya tidak atau kurang dilunasi
sebagaimana mestinya.
!ea #eterai yang dilunasi adalah sebesar !ea #eterai yang terutang
dan ditambah denda sebesar 2::E dari yang kurang dilunasi/terutang(
+. $okumen yang dibuat di ?uar Negeri yang akan digunakan di
&ndonesia.
- BA -
N+. Jeni( D+k)men
UU 1M
(" Jan 60 !8
PP N+. 5 T$.
"445
( 8 30 A#,il
2000!
(" Mei 2000
0. urat perjanjian dan surat-surat lainnya
yang dibuat dengan tujuan untuk
digunakan sebagai alat pembuktian
mengenai perbuatan, kenyataan atau
keadaan yang bersifat perdata.
Dp. 0.:::,- Dp. 2.:::,- Dp. @.:::,-
2. )kta-akta Notaris termasuk salinannya. Dp. 0.:::,- Dp. 2.:::,- Dp @.:::,-
5. )kta-akta yang dibuat oleh Pejabat
Pembuat )kta Tanah -PP)T. termasuk
rangkap-rangkapnya.
Dp. 0.:::,- Dp. 2.:::,- Dp @.:::,-
3. urat-surat yang memuat jumlah uang :
a. ;ang menyebutkan penerimaan
uang
b. ;ang menyatakan pembukuan uang
atau penyimpanan uang dalam
rekening di !ank
+. ;ang berisi pemberitahuan saldo
rekening di !ank
d. ;ang berisi pengakuan bahwa
hutang uang seluruhnya atau
sebagiannya telah dilunasi atau
diperhitungkan.
!erdasarkan batas
harga nominal :
a. ampai dengan
Dp 29:.:::,-
tidak dikenakan
!ea #eterai.
b. ?ebih dari Dp
29:.:::,- s/d Dp
0.:::.:::,-
dikenakan !ea
#eterai Dp 9::,-.
+. ?ebih dari Dp
0.:::.:::,-
dikenakan !ea
#eterai Dp
0.:::,-
!erdasarkan
batas harga
nominal :
a. ampai
dengan Dp
29:.:::,-
tidak
dikenakan
!ea
#eterai.
b. ?ebih dari
Dp
29:.:::,-
s/d Dp
0.:::.:::,-
dikenakan
!ea
#eterai Dp
0.:::,-.
+. ?ebih dari
Dp
0.:::.:::,-
dikenakan
!ea
!erdasarkan
batas harga
nominal :
a.
b.
+.
- BC -
N+. Jeni( D+k)men
UU 1M
(" Jan 60 !8
PP N+. 5 T$.
"445
( 8 30 A#,il
2000!
(" Mei 2000
#eterai Dp
2.:::,-
5. <ek dan !ilyet giro. !erdasarkan batas
harga nominal -sesuai
dengan butir 3. s/d
tg 03 Nop CB, mulai
tg 09 Nop CB tarif Dp
9::,-
Dp. 0.:::,- Dp 5.:::,-
0. urat berharga seperti wesel, promes,
dan aksep.
!erdasarkan batas
harga nominal :
a. ampai dengan
Dp 0.:::.:::,-,
tidak dikenakan
!ea #eterai
b. ?ebih dari Dp
0.:::.:::,-
dikenakan !ea
#eterai Dp.
@.:::,-
!erdasarkan
batas harga
nominal
-sesuai dengan
butir 3.
!erdasarkan
batas harga
nominal
-sesuai
dengan butir
3.
5. Hfek dan sekumpulan efek dengan
nama dan dalam bentuk apapun.
!erdasarkan batas
harga nominal
-sesuai dengan butir
@.
!erdasarkan
batas harga
nominal :
a. ampai
dengan Dp
0.:::.:::,-
dikenakan
!ea
#eterai Dp
0.:::,-
!erdasarkan
batas harga
nominal :
- BB -
N+. Jeni( D+k)men
UU 1M
(" Jan 60 !8
PP N+. 5 T$.
"445
( 8 30 A#,il
2000!
(" Mei 2000
b. ?ebih dari
Dp
0.:::.:::,-
dikenakan
!ea
#eterai Dp
2.:::,-
6. $okumen yang akan digunakan sebagai
alat pembuktian di muka pengadilan :
a. urat-surat biasa dan surat-surat
kerumahtanggaan
b. urat-surat yang semula tidak
dikenakan !ea #eterai berdasarkan
tujuannya, jika digunakan untuk
tujuan lain atau digunakan oleh
orang lain, selain dari maksud
semula.
Dp 0.:::,- Dp 2.:::,- Dp. @.:::,-
- 0:: -
PAJAK 1UM: DAN 1AN7UNAN2
1EA PER><E=AN =AK ATA3 TANA= DAN 1AN7UNAN
PAJAK 1UM: DAN 1AN7UNAN
A. 3U1JEK PAJAK ( 25030 !
" 3ia#a 3)bjek P11 *
ubjek P!! adalah orang atau badan yang se+ara nyata mempunyai hak atas bumi,
dan atau memperoleh manfaat atas bumi, dan atau memiliki, menguasai, dan atau
memperoleh manfaat atas bangunan. ubjek P!! yang dikenakan kewajiban
membayar P!! berdasarkan ketentuan perundang-undangan perpajakan yang
berlaku menjadi Wajib Pajak.
$alam hal objek P!! belum jelas diketahui Wajib Pajaknya, maka $irektur
'enderal Pajak dapat menetapkan Wajib Pajak.
)pabila Wajib Pajak dimaksud memberikan keterangan se+ara tertulis kepada
$irektur 'enderal Pajak bahwa ia bukan Wajib Pajak atas objek pajak
dimaksud, maka :
$irektur 'enderal Pajak memba-alkan penetapan sebagai Wajib Pajak
dalam jangka waktu 0 -satu. bulan sejak diterimanya surat keterangan
dimaksud a#abila ke-e,an&an 'imak()' 'i(e-)j)i(
$irektur 'enderal Pajak mengeluarkan surat keputusan #en+lakan 'en&an
'i(e,-ai ala(an8ala(ann%a a#abila ke-e,an&an %an& 'iaj)kan i-) -i'ak
'i(e-)j)i(
)pabila setelah jangka waktu " ((a-)! b)lan (ejak -an&&al 'i-e,iman%a
ke-e,an&an Di,ek-), Jen'e,al Pajak -i'ak membe,ikan ke#)-)(an2
maka ke-e,an&an %an& 'iaj)kan i-) 'ian&&a# 'i-e,ima.
Tanda pembayaran/pelunasan P!! bukan merupakan bukti pemilikan hak.
1. >1JEK PAJAK ( 25030 !
" A#a %an& menja'i >bjek P11 *
,bjek P!! adalah bumi dan/atau bangunan.
1)mi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada di bawahnya(
1an&)nan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan se+ara tetap
pada tanah dan/atau perairan. Termasuk dalam pengertian bangunan adalah :
- jalan lingkungan yang terletak dalam suatu kompleks bangunan seperti hotel,
pabrik, dan emplasemennya, dan lain-lain yang merupakan satu kesatuan
dengan kompleks bangunan tersebut(
- jalan T,?(
- kolam renang(
- pagar mewah(
- tempat olah raga(
- galangan kapal, dermaga(
- taman mewah(
- tempat penampungan/kilang minyak, air dan gas, pipa minyak(
- fasilitas lain yang memberikan manfaat.
- @2 -
2 >bjek #ajak a#a (aja %an& -i'ak 'ikenakan P11 *
,bjek Pajak yang digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum di
bidang ibadah, sosial, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan nasional, yang
tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan(
,bjek Pajak yang digunakan untuk kuburan, peninggalan purbakala, atau yang
sejenis dengan itu(
,bjek Pajak merupakan hutan lindung, hutan suaka alam, hutan wisata, taman
nasional, tanah penggembalaan yang dikuasai oleh desa, dan tanah negara yang
belum dibebani suatu hak(
,bjek Pajak yang digunakan oleh perwakilan diplomatik, konsulat berdasarkan
asas perlakuan timbal balik(
,bjek Pajak yang digunakan oleh badan atau perwakilan organisasi
internasional yang ditentukan oleh #enteri %euangan.
;ang dimaksud dengan tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan adalah
bahwa objek P!! semata-mata hanya digunakan untuk pelayanan umum dan nyata-
nyata tidak ditujukan untuk men+ari keuntungan. 4al ini dapat diketahui antara lain
dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dari yayasan/badan yang bergerak
dalam bidang ibadah, sosial, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan nasional
tersebut. Termasuk pengertian ini adalah hutan wisata milik Negara sesuai Pasal 2
"ndang-undang Nomor 9 Tahun 0B@A tentang %etentuan-ketentuan Pokok
%ehutanan.
3 1a&aimana #e,lak)an a-a( >bjek P11 %an& 'i&)nakan +le$ ne&a,a )n-)k
#en%elen&&a,aan #eme,in-a$an *
,bjek P!! yang digunakan oleh negara untuk penyelenggaraan pemerintahan,
penentuan pengenaan pajaknya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
C. TAR:9 PAJAK (25030 !
" 1e,a#a be(a,n%a -a,i. P11 *
Tarif P!! adalah tunggal sebesar :,9E -lima per sepuluh persen..
D. DA3AR PEN7ENAAN DAN CARA MEN7=:TUN7 P11 (25030 !
" A#a %an& b+le$ 'ik),an&kan 'alam #en&$i-)n&an P11 *
Nilai 'ual ,bjek Pajak Tidak %ena Pajak -N',PT%P.. N',PT%P diberikan kepada
setiap Wajib Pajak sebagai pengurang penghitungan P!! terutang.
2 1e,a#a be(a,n%a NJ>PTKP *
N',PT%P ditetapkan se+ara regional -setiap kabupaten/kota. paling banyak sebesar
Dp02.:::.:::,:: -dua belas juta rupiah. untuk setiap Wajib Pajak oleh %epala
%anwil $'P atas nama #enteri %euangan dengan mempertimbangkan pendapat
Pemda setempat.
- @5 -
3 1a&aimana #e,lak)an #embe,ian NJ>PTKP ke#a'a Wajib Pajak %an& memiliki
lebi$ 'a,i (a-) >bjek P11 *
N',PT%P diberikan hanya sekali untuk ,bjek P!! yang nilainya paling tinggi
untuk satu tahun pajak.
A#aka$ 'a(a, #en&enaan P11 *
$asar pengenaan P!! adalah Nilai 'ual ,bjek Pajak -sales =alue K N',P., yaitu
harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi se+ara wajar.
!ilamana tidak terdapat transaksi jual beli, N',P ditentukan melalui perbandingan
harga dengan objek lain yang sejenis, atau nilai perolehan baru, atau Nilai 'ual
,bjek Pajak pengganti.
N',P ditetapkan setiap tiga tahun oleh #enteri %euangan, ke+uali untuk daerah
tertentu ditetapkan setiap tahun sesuai perkembangan daerahnya.
;ang dimaksud dengan :
Perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis, adalah suatu
pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak dengan +ara
membandingkannya dengan objek pajak lain yang sejenis yang letaknya
berdekatan dan fungsinya sama dan telah diketahui harga jualnya(
Nilai perolehan baru, adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu
objek pajak dengan +ara menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan untuk
memperoleh objek tersebut pada saat penilaian dilakukan, yang dikurangi
dengan penyusutan berdasarkan kondisi fisik objek tersebut(
Nilai jual pengganti, adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu
objek pajak yang berdasarkan pada hasil produksi objek pajak tersebut.

5 1a&aimana /a,a )n-)k mem)'a$kan #en&$i-)n&an P11 -e,)-an& *
<ara untuk memudahkan penghitungan P!! terutang adalah dengan membuat
kla(i.ika(i b)mi 'an ban&)nan, yaitu pengelompokan bumi dan bangunan
menurut nilai jualnya. %lasifikasi dimaksud sekaligus sebagai pedoman penentuan
N',P.
/aktor-faktor yang diperhatikan dalam dalam penentuan klasifikasi bumi adalah :
0. letak(
2. peruntukan(
5. pemanfaatan(
3. kondisi lingkungan dan lain-lain.
/aktor-faktor yang diperhatikan dalam dalam penentuan klasifikasi bangunan
adalah :
0. bahan yang digunakan(
2. rekayasa(
5. letak(
3. kondisi lingkungan dan lain-lain.
0 A#aka$ 'a(a, #en&$i-)n&an P11 *
$asar penghitungan P!! adalah Nilai 'ual %ena Pajak -assessment =alue K N'%P.
yaitu suatu persentase tertentu dari N',P yang dipergunakan sebagai dasar
penghitungan P!!. N'%P ditetapkan serendah-rendahnya 2:E -dua puluh persen.
dan setinggi-tingginya 0::E -seratus persen. dari N',P.
!erdasarkan PP Nomor 29 Tahun 2::2:
- @3 -
,bjek P!! perkebunan, perhutanan, dan pertambangan sebesar 3: E dari
N',P (
,bjek P!! lainnya :
0. sebesar 3: E dari N',P apabila N',P bernilai Dp0.:::.:::.:::,- -satu
milyar rupiah . atau lebih(
2. sebesar 2: E dari N',P apabila N',P bernilai kurang dari
Dp0.:::.:::.:::,- -satu milyar rupiah ..
5. 1a&aimana /a,a men&$i-)n& P11 -e,)-an& *
Penghitungan P!! adalah sebagai berikut :
- NJ>P (eba&ai 'a(a, #en&enaan P11 K 'umlah N',P bumi dan bangunan
- NJ>P )n-)k #en&$i-)n&an P11 K N',P sebagai dasar pengenaan P!!
dikurangi dengan N',PT%P
- NJKP K -2:E atau 3:E.N > N',P untuk penghitungan P!!
- P11 %an& -e,)-an& K :,9E > N'%P
N',P bumi K luas bumi > N',P bumi per m
2

N',P bangunan K luas bangunan > N',P bangunan per m
2

N. !esarnya ditentukan berdasarkan jumlah N',P bumi dan
bangunan dan sektor.
E. TA=UN PAJAK2 3AAT2 DAN TEMPAT ;AN7 MENENTUKAN P11
TERUTAN7 (25030 !
". Ka#an (aa- P11 -e,)-an&*
aat P!! terutang adalah keadaan objek P!! pada tanggal 0 'anuari untuk suatu
tahun pajak tertentu -jangka waktu satu tahun takwim.
2. Dimana -em#a- P11 -e,)-an&*
Tempat P!! terutang adalah :
a. untuk daerah 'akarta, di wilayah $aerah %husus &bukota 'akarta, yang meliputi
letak objek P!!(
b. untuk daerah lainnya, di wilayah %abupaten/%ota, yang meliputi letak objek
P!!.
9. PENDA9TARAN2 3URAT PEM1ER:TA=UAN >1JEK PAJAK (3P>P!2
3URAT PEM1ER:TA=UAN PAJAK TERUTAN7 (3PPT!2 DAN 3URAT
KETETAPAN PAJAK (3KP! (25030 !
". A#a kewajiban ()bjek P11 'alam ,an&ka #en'a.-a,an >bjek P11 *
#endaftarkan objek P!!-nya dengan mengisi P,P se+ara jelas, benar, dan lengkap
serta ditandatangani dan disampaikan ke %PP!!/%P3/tempat lain yang ditunjuk
yang wilayah kerjanya meliputi letak objek P!!, selambat-lambatnya 5: -tiga
puluh. hari setelah tanggal diterimanya P,P oleh subjek P!!.
Pelaksanaan dan tata +ara pendaftaran objek pajak sebagaimana diatur lebih lanjut
oleh #enteri %euangan.
P,P adalah sarana bagi Wajib Pajak untuk mendaftarkan ,bjek P!! yang akan
dipakai sebagai dasar untuk menghitung P!! yang terutang.
;ang dimaksud dengan jelas, benar, dan lengkap adalah :
- @9 -
'elas, berarti penulisan data yang diminta dalam P,P dibuat sedemikian rupa,
sehingga tidak menimbulkan salah tafsir yang dapat merugikan negara maupun
Wajib Pajak sendiri(
!enar, berarti data yang dilaporkan harus sesuai dengan keadaan yang
sebenarnya(
?engkap berarti seluruh bagian yang harus diisi oleh Wajib Pajak terisi semua
dan ditandatangani.
2. A#a (ank(i %an& 'a#a- 'ikenakan a#abila Wajib Pajak -i'ak men&embalikan
3P>P a-a) men&i(i 3P>P (e/a,a jela(2 bena,2 'an len&ka# *
a. anksi )dministrasi
- $alam hal WP tidak menyampaikan kembali P,P pada waktunya dan
setelah ditegur se+ara tertulis tidak disampaikan sebagaimana ditentukan
dalam surat teguran, maka akan diterbitkan urat %etetapan Pajak -%P.
dengan sanksi berupa denda administrasi sebesar 29E dari P!! yang
terutang.
- )pabila pengisian P,P setelah diteliti atau diperiksa ternyata tidak benar
-lebih ke+il., maka akan diterbitkan %P dengan sanksi berupa denda
administrasi sebesar 29E dari selisih besarnya P!! yang terutang.
b. anksi Pidana
- !arang siapa karena kealpaannya tidak mengembalikan P,P atau
mengembalikan P,P tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap dan/ atau
melampirkan keterangan yang tidak benar sehingga menimbulkan kerugian
bagi negara, dipidana dengan pidana kurungan selama-lamanya @ -enam.
bulan atau denda setinggi-tingginya 2 -dua. kali lipat pajak yang terutang(
- !arang siapa karena dengan sengaja :
0.. Tidak mengembalikan atau menyampaikan P,P kepada $irektorat
'enderal Pajak(
2.. #enyampaikan P,P tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap dan
atau melampirkan keterangan yang tidak benar(
5.. #emperlihatkan surat palsu atau dipalsukan atau dokumen yang palsu
atau dipalsukan seolah-olah benar(
3.. Tidak memperlihatkan data atau tidak meminjamkan surat atau
dokumen lainnya(
9.. Tidak menunjukkan data atau tidak menyampaikan keterangan yang
diperlukan(
sehingga menimbulkan kerugian pada negara, dipidana dengan pidana penjara
selama-lamanya 2 -dua. tahun atau denda setinggi-tingginya sebesar 9 -lima.
kali pajak yang terutang. anksi pidana tersebut dilipatkan dua apabila seseorang
melakukan lagi tindak pidana di bidang perpajakan sebelum lewat satu tahun,
terhitung sejak selesainya menjalani sebagian atau seluruh pidana penjara yang
dijatuhkan atau sejak dibayarnya denda.
3. A#aka$ %an& 'imak()' 'en&an 3PPT *
PPT adalah urat %eputusan %epala %PP!! mengenai besarnya P!! terutang
yang harus dibayar oleh Wajib Pajak pada 0 -satu. tahun pajak tertentu. PPT
diterbitkan berdasarkan data sebagaimana tertulis pada P,P.
. A#a $ak Wajib Pajak a-a( 3PPT *
- @@ -
#enerima PPT P!! setiap tahun pajak.
#endapatkan penjelasan segala sesuatu yang berhubungan dengan ketetapan
P!!.
#engajukan keberatan dan atau pengurangan.
#endapatkan urat Tanda Terima etoran -TT. atau !ukti Pelunasan
Pembayaran P!! dari Tempat Pembayaran -TP yaitu !ank/%antor Pos yang
ter+antum pada PPT atau )T#. atau Tanda Terima ementara -TT. dari
petugas pemungut P!! %elurahan/$esa yang ditunjuk resmi dengan %
Walikota/!upati.
5. A#a kewajiban Wajib Pajak a-a( 3PPT *
#enandatangani bukti tanda terima PPT dan menyampaikannya kembali
kepada ?urah/%epala $esa/$inas Pendapatan $aerah/%P3 untuk diteruskan ke
%PP!! yang menerbitkan PPT atau menyampaikannya ke %PP!!.
#embayar/melunasi P!! terutang pada tempat yang telah ditentukan.
0. A#aka$ %an& 'imak()' 'en&an 3KP P11*
%P P!! adalah urat %eputusan %epala %PP!! yang memberitahukan besarnya
P!! yang terutang termasuk denda administrasi kepada Wajib Pajak yang tidak
memenuhi kewajiban perpajakan sebagaimana mestinya.
5. A#a %an& men%ebabkan 3KP P11 'i-e,bi-kan *
%P diterbitkan apabila :
urat Pemberitahuan ,bjek Pajak -P,P. tidak disampaikan kembali dalam
jangka waktu 5: hari dan setelah ditegur se+ara tertulis tidak disampaikan
sebagaimana ditentukan dalam surat teguran.
!erdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain yang ada ternyata jumlah
P!! yang terutang lebih besar dari jumlah P!! yang dihitung berdasarkan
P,P yang disampaikan oleh WP.
6. 1e,a#aka$ be(a,n%a P11 -e,)-an& 'alam 3KP P11*
'umlah P!! yang terutang dalam %P yang disebabkan oleh pengembalian
P,P lewat 5: hari setelah diterima WP adalah sebesar pokok pajak ditambah
dengan denda administrasi sebesar 29E dihitung dari pokok pajak.
'umlah P!! yang terutang dalam %P yang disebabkan oleh hasill pemeriksaan
atau keterangan lainnya, dihitung berdasarkan P,P ditambah denda
administrasi 29E dari selisih P!! yang terutang.
7. TATA CARA PEM1A;ARAN DAN PENA7:=AN (25030 !
". Ka#an ba-a( wak-) #el)na(an )-an& P11 *
!erdasarkan PPT yang diterima, Wajib Pajak harus melunasi utang P!!-
nya selambat-lambatnya @ -enam. bulan sejak tanggal diterimanya PPT.
!erdasarkan %P yang diterima, Wajib Pajak harus melunasi utang P!!-
nya selambat-lambatnya 0 -satu. bulan sejak tanggal diterimanya %P.
- @A -
2. 1e,a#a 'en'a %an& 'ikenakan ke#a'a Wajib Pajak %an& bel)m mel)na(i )-an&
P118n%a (e-ela$ lewa- ja-)$ -em#+ *
P!! terutang yang pada saat jatuh tempo pembayaran tidak dibayar atau kurang
dibayar dikenakan denda administrasi sebesar 2E -dua persen. sebulan, yang dihitung
dari saat jatuh tempo sampai dengan hari pembayaran untuk jangka waktu paling
lama 23 -dua puluh empat. bulan dan bagian dari bulan dihitung penuh 0 -satu. bulan.
3. 1a&aimana /a,a memba%a, P11 *
Wajib pajak membayar PBB terutang melalui :
- !ank atau %antor Pos yang ter+antum pada PPT atau
- )T# bank-bank tertentu -!<), !&&. atau
- <ounter/teller bank-bank tertentu -!ank Nusantara Parahyangan. atau
- Petugas pemungut P!! %elurahan/$esa yang ditunjuk resmi dengan %
Walikota/!upati.
Ca-a-an G Pembayaran harus dilakukan sekaligus -tidak diperkenankan men+i+il..
. A#aka$ 'a(a, #ena&i$an P11 *
$asar penagihan P!! adalah PPT, %P, dan urat Tagihan Pajak -TP..
5. A#a (aja %an& 'a#a- 'i-a&i$ 'en&an 3TP P11*
Pokok pajak terutang yang belum atau kurang dibayar dan atau denda administrasi.
TP harus dilunasi selambat-lambatnya 0 -satu. bulan sejak tanggal diterimanya TP
oleh Wajib Pajak.
0. Dalam $al ba&aimana 3TP P11 'i-e,bi-kan *
Wajib pajak tidak melunasi P!! terutang setelah lewat jatuh tempo
pembayaran PPT/%P.
Wajib pajak melunasi P!! terutang setelah lewat jatuh tempo pembayaran
PPT/%P, tetapi denda administrasi tidak dilunasi.
5. A#aka$ )#a%a %an& 'a#a- 'ilak)kan a#abila 3TP P11 -ela$ lewa- ja-)$ -em#+ 'an
-i'ak 'il)na(i *
)pabila TP P!! tidak dibayar setelah lewat jatuh tempo ditagih dengan urat
Paksa -P. berdasarkan "" Nomor 0B Tahun 0BBA tentang Penagihan Pajak dengan
urat Paksa s.t.d.d. "" Nomor 0B Tahun 2:::.
=. KE1ERATAN DAN 1AND:N7 (25030 !
". A#a (aja %an& 'a#a- 'iaj)kan #e,m+$+nan kebe,a-an P11 *
;ang dapat diajukan keberatan P!! adalah besarnya P!! terutang sebagaimana
ter+antum dalam PPT atau %P.
%eberatan dimaksud dapat dikarenakan :
%esalahan luas bumi dan atau bangunan(
%esalahan klasifikasi bumi dan atau bangunan(
%esalahan penetapan/pengenaan(
Terdapat perbedaan penafsiran peraturan perundang-undangan P!! antara
Wajib Pajak dan fiskus(
%esalahan Penetapan ubjek Pajak.
- @C -
%eberatan atas PPT atau %P harus diajukan masing-masing dalam satu surat
keberatan tersendiri untuk setiap tahun pajak.
2. 1a&aimana -a-a /a,a #e,m+$+nan kebe,a-an P11 *
#embuat permohonan se+ara tertulis dalam bahasa &ndonesia kepada %epala
%PP!! disertai dengan alasan yang jelas.
#enyampaikan permohonan se+ara lengkap sesuai dengan ketentuan yang
berlaku dalam batas waktu 5 -tiga. bulan sejak diterimanya PPT atau %P,
ke+uali Wajib Pajak dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat
dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya.
$iajukan per ,bjek P!! dan per tahun pajak.
#elampirkan foto kopi sebagai berikut :
o !ukti pemilikan hak atas tanah/sertifikat( dan/atau
o !ukti urat "kur/Din+ik( dan/atau
o )kta 'ual !eli( dan/atau
o PPT/%P( dan/atau
o &1in #endirikan !angunan -&#!.( dan/atau
o !ukti pendukung -resmi. lainnya.
Tanda penerimaan urat %eberatan yang diberikan oleh pejabat $irektorat
'enderal Pajak yang ditunjuk untuk itu atau tanda pengiriman urat %eberatan
melalui pos ter+atat menjadi tanda bukti penerimaan urat %eberatan tersebut
bagi kepentingan Wajib Pajak.
)pabila diminta oleh Wajib Pajak untuk keperluan pengajuan keberatan,
$irektur 'enderal Pajak wajib memberikan se+ara tertulis hal-hal yang menjadi
dasar pengenaan P!!.
Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar P!! dan pelaksanaan
penagihan.
3. 1e,a#a lama jan&ka wak-) #en%ele(aian #e,m+$+nan kebe,a-an P11 *
$irektur 'enderal Pajak dalam jangka waktu paling lama 02 -dua belas. bulan sejak
tanggal urat Permohonan %eberatan diterima, harus memberi keputusan atas
keberatan yang diajukan. )pabila jangka waktu sebagaimana dimaksud telah lewat
dan $irektur 'enderal Pajak tidak memberikan suatu keputusan, maka keberatan
yang diajukan tersebut dianggap diterima.
. A#a %an& 'a#a- 'i(am#aikan +le$ Wajib Pajak (ebel)m ke#)-)(an kebe,a-an
'i-e,bi-kan *
ebelum surat keputusan keberatan diterbitkan, Wajib Pajak dapat menyampaikan
alasan tambahan atau penjelasan tertulis.
5. A#a ben-)k ke#)-)(an kebe,a-an *
%eputusan %eberatan dapat berupa :
menerima seluruhnya, apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam
pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan terbukti
kebenarannya.
- @B -
menerima sebagian, apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan
keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan sebagian terbukti
kebenarannya.
menolak, apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan
dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan tidak terbukti kebenarannya.
menambah jumlah pajaknya, apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam
pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan, mengakibatkan
peningkatan jumlah P!!-nya.
0. A#a %an& 'a#a- 'ilak)kan Wajib Pajak jika #e,m+$+nan kebe,a-ann%a
'i-+lak *
Wajib pajak yang keberatannya ditolak dapat mengajukan banding ke !adan
Pengadilan Pajak -!PP..
%etentuan banding P!! mengikuti ketentuan dalam "" Nomor @ Tahun 0BC5
tentang %"P stdtd "" Nomor 0@ Tahun 2:::.
5. A#a ben-)k #)-)(an 1an'in& *
Putusan !anding dapat berupa :
- menolak(
- mengabulkan sebagian atau seluruhnya(
- menambah pajak yang harus dibayar(
- tidak dapat diterima(
6. 1a&aimana (i.a- P)-)(an 1an'in& *
Putusan !anding oleh !PP bukan merupakan putusan final dan dapat diajukan
Peninjauan %embali -P%. ke #ahkamah )gung.
4. 1a&aimana jika P)-)(an 1an'in& mene,ima (eba&ian a-a) (el),)$n%a *
)pabila putusan banding menerima sebagian atau seluruhnya, maka kelebihan
pembayaran dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2E untuk jangka
waktu paling lama 23 -dua puluh empat. bulan dihitung sejak tanggal pembayaran
yang menyebabkan kelebihan pembayaran P!! sampai dengan diterbitkannya
Putusan !anding.
:. PEM1A7:AN =A3:< PENER:MAAN P11 (25030 !
". 1a&aimana #en&el+laan $a(il #ene,imaan P11 *
4asil penerimaan P!! dibagi dengan perimbangan sebagai berikut :
0: E -duapuluh persen. untuk pemerintah pusat -@,9E dikembalikan lagi se+ara
merata ke setiap kabupaten/kota dan 5,9E diberikan kepada kabupaten/kota yang
men+apai target penerimaan sektor pedesaan dan perkotaan.(
0@,2 E -enambelas koma dua persen. untuk propinsi(
@3,C E -enampuluh empat koma delapan persen. untuk kabupaten/kota.
B E -sembilan persen. untuk biaya pungut -diberikan kepada kabupaten/kota,
propinsi, dan $itjen Pajak.
- A: -
J. PEN7URAN7AN (25030 !
". Ke#a'a (ia#a #en&),an&an P11 'a#a- 'ibe,ikan *
Pengurangan P!! yaitu pemberian keringanan pembayaran P!! yang terutang atas
,bjek P!! dapat diberikan kepada :
Wajib pajak orang pribadi atau badan karena kondisi tertentu ,bjek P!! yang
ada hubungannya dengan ubjek P!! dan atau karena sebab-sebab tertentu
lainnya, yaitu :
o lahan pertanian/perkebunan/perikanan/peternakan yang hasilnya sangat
terbatas yang dimiliki/dikuasai atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak ,rang
Pribadi(
o ,bjek P!! yang dimiliki, dikuasai dan atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak
,rang Pribadi yang berpenghasilan rendah yang nilai jualnya meningkat
disebabkan karena adanya pembangunan atau perkembangan lingkungan(
o ,bjek P!! yang dimiliki, dikuasai dan atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak
,rang Pribadi yang penghasilannya semata-mata berasal dari pensiun,
sehingga kewajiban P!!-nya sulit dipenuhi(
o ,bjek P!! yang dimiliki, dikuasai, dan atau dimanfaatkan oleh masyarakat
berpenghasilan rendah, sehingga kewajiban P!!-nya sulit dipenuhi(
o ,bjek Pajak yang dimiliki, dikuasai, atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak
!adan yang mengalami kerugian dan kesulitan likuiditas yang serius
sepanjang tahun, sehingga tidak dapat memenuhi kewajiban rutin
perusahaan(
Pemberian pengurangan dapat diberikan (e-in&&i8-in&&in%a 55H (-)j)$ #)l)$
lima #e,(en! dan ditetapkan berdasarkan kondisi/penghasilan Wajib Pajak.
Wajib Pajak ,rang Pribadi dalam hal objek P!! terkena ben+ana alam seperti
gempa bumi, banjir, tanah longsor, gunung meletus, dan sebagainya serta sebab-
sebab lain yang luar biasa seperti kebakaran, kekeringan, wabah penyakit, dan
hama tanaman.
"ntuk kondisi Wajib Pajak ini dapat diberikan pengurangan sampai dengan 0::E
-seratus persen..
Wajib Pajak anggota =eteran pejuang kemerdekaan dan =eteran pembela
kemerdekaan termasuk janda/dudanya.
Pemberian pengurangan 'i-e-a#kan 55H (-)j)$ #)l)$ lima #e,(en!, akan
tetapi bagi jan'a/')'an%a -ela$ menika$ la&i diberikan setinggi-tingginya A9E
-tujuh puluh lima persen. dan ditetapkan berdasarkan kondisi/penghasilan Wajib
Pajak.
2. 1a&aimana -a-a /a,a #en&aj)an #e,m+$+nan #en&),an&an P11 *
$iajukan se+ara tertulis dalam bahasa &ndonesia kepada %epala %PP!! yang
menerbitkan PPT/%P dengan menyebutkan persentase pengurangan yang
diminta.
Pengajuan permohonan dilakukan dengan ketentuan :
o "ntuk ketetapan P!! s/d Dp0::.:::,- -seratus ribu rupiah. dapat diajukan
se+ara perseorangan atau kolektif -melalui %epala $esa/?urah dan diketahui
oleh <amat..
- A0 -
o "ntuk ketetapan P!! di atas Dp0::.:::,- -seratus ribu rupiah. harus
diajukan oleh WP yang bersangkutan dengan melampirkan :
0.. fotokopi PPT/%P P!! Tahun Pajak yang dimohonkan(
2.. fotokopi TT tahun pajak terakhir(
5.. fotokopi %TP/&#/Tanda Pengenal $iri lainnya.
o "ntuk WP !adan, melampirkan fotokopi :
0.. PPT/%P P!! tahun yang dimohonkan(
2.. fotokopi TT tahun pajak terakhir(
5.. PT PPh tahun terakhir(
3.. ?aporan %euangan Perusahaan.
o "ntuk ,bjek Pajak yang terkena ben+ana alam, hama tanaman dan sebab
lain yang luar biasa dan bersifat massal diajukan oleh %epala $esa/?urah
dengan diketahui oleh <amat dengan men+antumkan nama-nama Wajib
Pajak yang dimohonkan pengurangannya dengan mempergunakan formulir
yang telah ditentukan.
Permohonan diajukan selambat-lambatnya 5 -tiga. bulan terhitung sejak
PPT/%P diterima Wajib Pajak atau terjadinya ben+ana alam atau sebab-sebab
lain yang luar biasa.
Pengurangan atas %P hanya dapat diberikan atas pokok ketetapan P!! terutang(
)pabila batas waktu pengajuan tersebut tidak dipenuhi, maka permohonannya
tidak diproses, dan %epala %PP!! yang bersangkutan harus memberitahukan
se+ara tertulis kepada WP/%epala $esa/?urah, disertai penjelasan seperlunya.
3. A#a k,i-e,ia #en&aj)an #e,m+$+nan #en&),an&an P11 *
Pengurangan P!! untuk masing-masing kabupaten/kota hanya diberikan untuk
0 -satu. objek P!! yang dimiliki, dikuasai dan atau dimanfaatkan Wajib Pajak(
$alam hal Wajib Pajak ,rang Pribadi memiliki, menguasai dan atau
memanfaatkan lebih dari 0 -satu. objek P!! maka objek yang dapat diajukan
permohonan pengurangan adalah objek P!! yang menjadi tempat domisili
Wajib Pajak(
$alam hal Wajib Pajak yang memiliki, menguasai dan atau memanfaatkan lebih
dari 0 -satu. objek P!! adalah Wajib Pajak !adan, maka objek yang dapat
diajukan permohonan pengurangan adalah salah satu objek pajak yang dimiliki,
dikuasai, dan atau dimanfaatkan Wajib Pajak.
K. PEN7EM1A<:AN KE<E1:=AN PEM1A;ARAN P11 (25030 !
". Dalam $al a#a -e,ja'i kelebi$an #emba%a,an P11 *
%elebihan pembayaran Pajak !umi dan !angunan -P!!. terjadi dalam hal
pembayaran yang dilakukan oleh Wajib Pajak -WP. lebih besar dari jumlah P!! yang
seharusnya terutang.
2. A#aka$ #en%ebab -e,ja'in%a kelebi$an #emba%a,an P11 *
Perubahahan peraturan(
urat %eputusan Pemberian Pengurangan(
urat %eputusan Penyelesaian %eberatan(
Putusan !anding(
%ekeliruan pembayaran.
- A2 -
3. 1a&aimanaka$ #e,lak)an a-a( kelebi$an #emba%a,an P11 *
%elebihan Pembayaran P!! dapat dikembalikan kepada Wajib Pajak -restitusi.,
diperhitungkan dengan utang pajak lainnya, atau disumbangkan kepada Negara.
. 1a&aimana -a-a /a-a #en&aj)an #e,m+$+nan a-a( kelebi$an #emba%a,an
P11 *
WP mengajukan permohonan se+ara tertulis dalam bahasa &ndonesia dengan
menyebutkan jumlah kelebihan pembayaran disertai alasan yang jelas kepada
$irektur 'enderal Pajak +.O. %epala %PP!! yang menerbitkan PPT/%P/TP.
urat permohonan disampaikan langsung atau dikirim melalui pos ter+atat(
urat permohonan dilampiri dengan dokumen yang berkaitan dengan ,bjek
Pajak yang dimohonkan berupa:
- fotokopi PPT/%P/TP dan urat %eputusan %eberatan/!anding
dan/atau urat %eputusan pemberian pengurangan(
- )sli urat Tanda Terima etoran -TT. P!!.
5. Dalam jan&ka wak-) mak(imal be,a#a lama KPP11 $a,)( membe,ikan
jawaban a-a( (),a- #e,m+$+nan 'a,i Wajib Pajak *
urat %eputusan $irektur 'enderal Pajak harus diterbitkan dalam jangka waktu 02
-dua belas. bulan sejak diterimanya surat permohonan se+ara lengkap dari Wajib
Pajak. )pabila dalam jangka waktu tersebut surat keputusan tidak diterbitkan maka
permohonan Wajib Pajak dianggap dikabulkan.
0. A#aka$ ben-)k 3),a- Ke#)-)(an %an& 'a#a- 'i-e,bi-kan a-a( #en&embalian
kelebi$an #emba%a,an P11 *
%epala %PP!! atas nama $irektur 'enderal Pajak menerbitkan :
urat %eputusan %elebihan Pembayaran Pajak P!! -%%PP P!!., apabila
jumlah P!! yang dibayar ternyata lebih besar dari yang seharusnya terutang(
urat Pemberitaan -Pb., apabila jumlah P!! yang dibayar sama dengan jumlah
P!! yang seharusnya terutang(
urat %etetapan Pajak -%P., apabila jumlah P!! yang dibayar ternyata kurang
dari jumlah P!! yang seharusnya terutang.
5. Dalam jan&ka wak-) mak(imal be,a#a lama Ke#ala KPP11 $a,)(
mene,bi-kan 3),a- Pe,in-a$ Memba%a, Kelebi$an Pajak P11 (3PMKPP11!*
%epala %PP!! harus menerbitkan urat Perintah #embayar %elebihan Pajak P!!
-P#%PP!!. dalam jangka waktu 2 -dua. bulan sejak diterbitkannya %%PPP!!.
$alam hal %PP!! terlambat menerbitkan P#%PP!!, maka WP diberikan bunga
sebesar 2 E -dua persen. sebulan sampai dengan diterbitkannya P#%PP!!.
<. <A:N8<A:N (25030 !
- A5 -
". 3ia#aka$ %an& 'imak()' Pejaba- %an& be,kai-an 'en&an >bjek P11 *
Pejabat yang tugas pekerjaannya berkaitan langsung dengan objek P!! adalah :
<amat sebagai Pejabat Pembuat )kta Tanah, Notaris Pejabat Pembuat )kta Tanah,
dan Pejabat Pembuat )kta Tanah -PP)T..
2. A#a kewajiban Pejaba- *
Pejabat yang dalam jabatannya atau tugas pekerjaannya berkaitan langsung dengan
objek pajak, wajib :
menyampaikan laporan bulanan mengenai semua mutasi dan perubahan keadaan
objek P!! se+ara tertulis kepada $irektorat 'enderal Pajak yang wilayah
kerjanya meliputi letak objek P!!(
memberikan keterangan yang diperlukan atas permintaan $irektorat 'enderal
Pajak.
3. 3elain Pejaba- 'imak()' (ia#aka$ %an& mem#)n%ai kewajiban )n-)k
membe,ikan ke-e,an&an %an& a'a $)b)n&ann%a 'en&an +bjek P11 *
Pejabat lain yang ada hubungannya dengan objek P!! yang mempunyai kewajiban
memberikan keterangan adalah ?urah atau %epala $esa, Pejabat $inas Tata %ota,
Pejabat $inas Pengawasan !angunan, Pejabat )graria, Pejabat !alai 4arta
Peninggalan..
. 1a&aimana (ean'ain%a #ejaba- 'imak()' -e,ika- 'en&an ,a$a(ia jaba-an %an&
$a,)( 'i#e&an& (e$)b)n&an 'en&an #en%am#aian ke-e,an&an %an& a'a
$)b)n&ann%a 'en&an +bjek P11 *
$alam hal pejabat dimaksud terikat oleh kewajiban untuk memegang rahasia
jabatan, kewajiban untuk merahasiakan itu ditiadakan sepanjang menyangkut
pelaksanaan "ndang-undang P!!.
5. A#a (ank(i ba&i Pejaba- %an& -i'ak men%am#aikan la#+,an *
Pejabat yang tidak memenuhi kewajiban dapat dikenakan sanksi menurut peraturan
perundang-undangan yang berlaku, antara lain : Peraturan Pemerintah Nomor 5:
Tahun 0BC: tentang Peraturan $isiplin Pegawai Negeri ipil, taatsblad Nomor 5
tentang Peraturan 'abatan Notaris.
BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN
A. 3U1JEK PAJAK (25030 !
". 3ia#a 3)bjek 1P=T1 *
ubjek !P4T! adalah orang pribadi atau badan yang memperoleh hak atas tanah
dan atau bangunan. ubjek !P4T! yang dikenakan kewajiban membayar !P4T!
menurut perundang-undangan perpajakan yang menjadi Wajib Pajak.
1. >1JEK PAJAK (25030 !
". A#a %an& menja'i +bjek 1P=T1 *
,bjek !P4T! adalah perolehan hak atas tanah dan atau bangunan, meliputi:
a. Pemin'a$an $ak karena:
0. jual beli(
- A3 -
2. tukar-menukar(
5. hibah(
3. hibah wasiat, yaitu suatu penetapan wasiat yang khusus mengenai
pemberian hak atas tanah dan atau bangunan kepada orang pribadi atau
badan hukum tertentu, yang berlaku setelah pemberi hibah wasiat
meninggal dunia(
9. waris(
@. pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya, yaitu pengalihan
hak atas tanah dan atau bangunan dari orang pribadi atau badan kepada
Perseroan Terbatas atau badan hukum lainnya sebagai penyertaan modal
pada Perseroan Terbatas atau badan hukum lainnya tersebut(
A. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan, yaitu pemindahan sebagian
hak bersama atas tanah dan atau bangunan oleh orang pribadi atau badan
kepada sesama pemegang hak bersama(
C. penunjukan pembeli dalam lelang, yaitu penetapan pemenang lelang oleh
Pejabat ?elang sebagaimana yang ter+antum dalam Disalah ?elang(
B. pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap, yaitu
adanya peralihan hak dari orang pribadi atau badan hukum sebagai salah
satu pihak kepada pihak yang ditentukan dalam putusan hakim tersebut(
0:. penggabungan usaha, yaitu penggabungan dari dua badan usaha atau lebih
dengan +ara tetap mempertahankan berdirinya salah satu badan usaha dan
melikuidasi badan usaha lainnya yang menggabung(
00. peleburan usaha, yaitu penggabungan dari dua atau lebih badan usaha
dengan +ara mendirikan badan usaha baru dan melikuidasi badan-badan
usaha yang bergabung tersebut(
02. pemekaran usaha, yaitu pemisahan suatu badan usaha menjadi dua badan
usaha atau lebih dengan +ara mendirikan badan usaha baru dan mengalihkan
sebagian akti=a dan pasi=a kepada badan usaha baru tersebut yang
dilakukan tanpa melikuidasi badan usaha yang lama(
05. hadiah, yaitu suatu perbuatan hukum berupa penyerahan hak atas tanah dan
atau bangunan yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan hukum kepada
penerima hadiah.
b. Pembe,ian $ak ba,) karena:
0. kelanjutan pelepasan hak, yaitu pemberian hak
baru kepada orang pribadi atau badan hukum dari Negara atas tanah yang
berasal dari pelepasan hak(
2. di luar pelepasan hak, yaitu pemberian hak baru
atas tanah kepada orang pribadi atau badan hukum dari Negara atau dari
pemegang hak milik menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
o Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan adalah perbuatan atau peristiwa
hukum yang mengakibatkan diperolehnya hak atas tanah dan atau bangunan
oleh orang pribadi atau badan.
o ,bjek pajak yang diperoleh karena waris dan hibah wasiat pengenaan
!P4T!-nya diatur lebih lanjut dalam PP Nomor 000 Tahun 2:::(
o ,bjek pajak yang diperoleh karena pemberian hak pengelolaan pengenaan
!P4T!-nya diatur lebih lanjut dengan PP Nomor 002 Tahun 2:::(
2. A#a (aja %an& -e,ma()k $ak a-a( -ana$ *
- A9 -
4ak atas tanah meliputi :
a. hak milik, yaitu hak turun-temurun, terkuat, dan terpenuh yang dapat dipunyai
orang pribadi atau badan-badan hukum tertentu yang ditetapkan oleh
Pemerintah(
b. hak guna usaha -4*"., yaitu hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai
langsung oleh Negara dalam jangka waktu sebagaimana yang ditentukan oleh
perundang-undangan yang berlaku(
+. hak guna bangunan -4*!., yaitu hak untuk mendirikan dan mempunyai
bangunan-bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri dengan jangka
waktu yang ditetapkan dalam "ndang-undang Nomor 9 Tahun 0B@: tentang
Peraturan $asar Pokok-pokok )graria.
d. hak pakai, yaitu hak untuk menggunakan dan atau memungut hasil dari tanah
yang dikuasai langsung oleh Negara atau tanah milik orang lain, yang memberi
wewenang dan kewajiban yang ditentukan dalam keputusan pemberiannya oleh
pejabat yang berwenang memberikannya atau dalam perjanjian dengan pemilik
tanahnya, yang bukan perjanjian sewa-menyewa atau perjanjian pengolahan
tanah, segala sesuatu sepanjang tidak bertentangan dengan jiwa dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
e. hak milik atas satuan rumah susun, yaitu hak milik atas satuan yang bersifat
perseorangan dan terpisah. 4ak milik atas satuan rumah susun meliputi juga hak
atas bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama yang semuanya
merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan satuan yang
bersangkutan.
f. hak pengelolaan, yaitu hak menguasai dari Negara yang kewenangan
pelaksanaannya sebagian dilimpahkan kepada pemegang haknya, antara lain,
berupa peren+anaan peruntukan dan penggunaan tanah, penggunaan tanah untuk
keperluan pelaksanaan tugasnya, penyerahan bagian-bagian dari tanah tersebut
kepada pihak ketiga dan atau bekerja sama dengan pihak ketiga.
3. >bjek #ajak a#a (aja %an& -i'ak 'ikenakan 1P=T1 *
objek pajak yang diperoleh perwakilan diplomatik, konsulat berdasarkan asas
perlakuan timbal balik(
objek pajak yang diperoleh Negara untuk penyelenggaraan pemerintahan dan
atau untuk pelaksanaan pembangunan guna kepentingan umum(
objek pajak yang diperoleh badan atau perwakilan organisasi internasional yang
ditetapkan dengan %eputusan #enteri dengan syarat tidak menjalankan usaha atau
melakukan kegiatan lain di luar fungsi dan tugas badan atau perwakilan organisasi
tersebut(
objek pajak yang diperoleh orang pribadi atau badan karena kon=ersi hak atau
karena perbuatan hukum lain dengan tidak adanya perubahan nama(
objek pajak yang diperoleh orang pribadi atau badan karena wakaf(
objek pajak yang diperoleh orang pribadi atau badan yang digunakan untuk
kepentingan ibadah.
o ;ang dimaksud dengan tanah dan atau bangunan yang digunakan
untuk penyelenggaraan pemerintahan dan atau untuk pelaksanaan
pembangunan guna kepentingan umum adalah tanah dan atau bangunan yang
digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan baik Pemerintah Pusat
maupun oleh Pemerintah $aerah dan kegiatan yang semata-mata tidak
- A@ -
ditujukan untuk men+ari keuntungan, misalnya, tanah dan atau bangunan yang
digunakan untuk instansi pemerintah, rumah sakit pemerintah, jalan umum.
o ;ang dimaksud dengan kon=ersi hak adalah perubahan hak dari hak
lama menjadi hak baru menurut "ndang-undang Pokok )graria, termasuk
pengakuan hak oleh Pemerintah.
o ;ang dimaksud wakaf adalah perbuatan hukum orang pribadi atau
badan yang memisahkan sebagian dari harta kekayaannya yang berupa hak
milik tanah dan atau bangunan dan melembagakannya untuk selama-lamanya
untuk kepentingan peribadatan atau kepentingan umum lainnya tanpa imbalan
apapun.
C. TAR:9 PAJAK (25030 !
". 1e,a#a be(a,n%a -a,i. 1P=T1 *
Tarif !P4T! adalah 9E -lima persen..
D. DA3AR PEN7ENAAN DAN CARA PEN7=:TUN7AN PAJAK (25030 !
". A#aka$ 'a(a, #en&enaan 1P=T1 *
$asar pengenaan !P4T! adalah Nilai Perolehan ,bjek Pajak -NP,P., yaitu
a. jual beli adalah harga transaksi(
b. tukar-menukar adalah nilai pasar(
+. hibah adalah nilai pasar(
d. hibah wasiat adalah nilai pasar(
e. waris adalah nilai pasar(
f. pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya adalah nilai pasar(
g. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan adalah nilai pasar(
h. peralihan hak karena pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai kekuatan
hukum tetap adalah nilai pasar(
i. pemberian hak baru atas tanah sebagai kelanjutan dari pelepasan hak adalah
nilai pasar(
j. pemberian hak baru atas tanah di luar pelepasan hak adalah nilai pasar(
k. penggabungan usaha adalah nilai pasar(
l. peleburan usaha adalah nilai pasar(
m. pemekaran usaha adalah nilai pasar(
n. hadiah adalah nilai pasar(
o. penunjukan pembeli dalam lelang adalah harga transaksi yang ter+antum
dalam Disalah ?elang.
$alam hal NP,P tidak diketahui atau lebih rendah daripada Nilai 'ual ,bjek
Pajak -N',P. P!! pada tahun terjadinya perolehan, dasar pengenaan !P4T!
yang dipakai adalah N',P P!!.
o ;ang dimaksud dengan harga transaksi adalah harga yang terjadi dan
telah disepakati oleh pihak-pihak yang bersangkutan.
o $alam hal N',P P!! pada tahun terjadinya perolehan belum
ditetapkan, besarnya N',P P!! ditetapkan oleh #enteri %euangan.
- AA -
2. A#a %an& b+le$ 'ik),an&kan 'alam #en&$i-)n&an 1P=T1 *
Nilai Perolehan ,bjek Pajak Tidak %ena Pajak -NP,PT%P.. NP,PT%P diberikan
untuk setiap perolehan hak sebagai pengurang penghitungan !P4T! terutang.
3. 1e,a#a be(a,n%a NP>PTKP *
NP,PT%P ditetapkan se+ara regional -setiap kabupaten/kota. paling banyak
Dp@:.:::.:::,:: -enam puluh juta rupiah., ke+uali dalam hal perolehan hak karena
waris, atau hibah wasiat yang diterima oleh orang pribadi dalam hubungan keluarga
sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat ke atas atau satu derajat ke bawah
dengan pemberi hibah wasiat, termasuk suami/istri, NP,PT%P regional paling
banyak Dp5::.:::.:::,- -tiga ratus juta rupiah..
o !esarnya NP,PT%P ditetapkan oleh %epala %anwil $'P atas nama #enteri
%euangan untuk setiap kabupaten/kota dengan mempertimbangkan pendapat
Pemda setempat.
o %etentuan besarnya NP,PT%P diatur lebih lanjut dalam PP Nomor 005 Tahun
2:::.
. 1a&aimana /a,a men&$i-)n& 1P=T1 -e,)-an& *
!P4T! terutang K 9 E > NP,P %ena Pajak(
NP,P %ena Pajak K NP,P L NP,PT%P.
E. 3AAT DAN TEMPAT PAJAK TERUTAN7 (25030 !
". Ka#an (aa- 1P=T1 -e,)-an& 'an $a,)( 'il)na(i *
aat terutang dan pelunasan !P4T! untuk:
a. jual beli adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta, yaitu tanggal
dibuat dan ditandatanginya akta pemindahan hak di hadapan Pejabat Pembuat
)kta Tanah/Notaris(
b. tukar-menukar adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta(
+. hibah adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta(
d. waris adalah sejak tanggal yang bersangkutan mendaftarkan peralihan haknya ke
%antor Pertanahan(
e. pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya adalah sejak tanggal
dibuat dan ditandatanganinya akta(
f. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan adalah sejak tanggal dibuat dan
ditandatanganinya akta(
g. lelang adalah sejak tanggal penunjukan pemenang lelang, yaitu tanggal
ditandatanganinya Disalah ?elang oleh %epala %antor ?elang Negara atau
kantor lelang lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku yang memuat antara lain nama pemenang lelang.
h. putusan hakim adalah sejak tanggal putusan pengadilan yang mempunyai
kekuatan hukum yang tetap(
i. hibah wasiat adalah sejak tanggal yang bersangkutan mendaftarkan peralihan
haknya ke %antor Pertanahan(
j. pemberian hak baru atas tanah sebagai kelanjutan dari pelepasan hak adalah
sejak tanggal ditandatangani dan diterbitkannya surat keputusan pemberian hak(
k. pemberian hak baru di luar pelepasan hak adalah sejak tanggal ditandatangani
dan diterbitkannya surat keputusan pemberian hak(
- AC -
l. penggabungan usaha adalah sejak tanggal dibuat dan ditanda-tanganinya akta(
m. peleburan usaha adalah sejak tanggal dibuat dan ditanda-tanganinya akta(
n. pemekaran usaha adalah sejak tanggal dibuat dan ditanda-tanganinya akta(
o. hadiah adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta.
2. Dimana -em#a- 1P=T1 -e,)-an&*
Tempat !P4T! terutang adalah wilayah %abupaten, %ota, atau Propinsi yang
meliputi letak tanah dan atau bangunan.
9. PEM1A;ARAN2 PENETAPAN2 DAN PENA7:=AN (25030 !
". 3i(-em a#aka$ %an& 'i#akai (eba&ai 'a(a, #em)n&)-an 1P=T1 *
istem self assessment, dimana Wajib Pajak membayar !P4T! yang terutang
dengan tidak mendasarkan pada adanya surat ketetapan pajak.
2. 1a&aimana /a,a memba%a, 1P=T1 *
!P4T! yang terutang dibayar ke kas negara melalui !ank/%antor Pos Persepsi
!P4T!, yaitu %antor Pos dan atau !ank !adan "saha #ilik Negara atau !ank
!adan "saha #ilik $aerah atau tempat pembayaran lain yang ditunjuk oleh #enteri
%euangan menggunakan urat etoran !ea Perolehan 4ak atas Tanah dan !angunan
-!..
3. Dalam wak-) be,a#a lama 3K1K1 'a#a- 'i-e,bi-kan *
$alam jangka waktu 9 -lima. tahun sesudah saat terutangnya !P4T!, $irektur
'enderal Pajak dapat menerbitkan urat %etetapan !ea Perolehan 4ak atas Tanah
dan !angunan %urang !ayar -%!%!. apabila berdasarkan hasil pemeriksaan atau
keterangan lain ternyata jumlah !P4T! yang terutang kurang dibayar.
. 1e,a#a be(a,n%a 1P=T1 -e,)-an& 'alam 3K1K1 *
!P4T! terutang dalam %!%! adalah !P4T! terutang yang belum atau kurang
dibayar ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga 2E -dua persen. sebulan
dari jumlah kekurangan !P4T! tersebut untuk jangka waktu paling lama 23 -dua
puluh empat. bulan, dihitung mulai saat terutangnya !P4T! sampai dengan
diterbitkannya %!%! dimaksud.
5. Dalam wak-) be,a#a lama 3K1K1T 'a#a- 'i-e,bi-kan *
$alam jangka waktu 9 -lima. tahun sesudah saat terutangnya !P4T!, $irektur
'enderal Pajak dapat menerbitkan urat %etetapan !ea Perolehan 4ak atas Tanah
dan !angunan %urang !ayar Tambahan -%!%!T. apabila ditemukan data baru
dan atau data yang semula belum terungkap yang menyebabkan penambahan jumlah
!P4T! yang terutang setelah diterbitkannya %!%!.
0. 1e,a#a be(a,n%a 1P=T1 -e,)-an& 'alam 3K1K1T *
!P4T! terutang dalam %!%!T adalah !P4T! terutang yang belum atau kurang
dibayar ditambah dengan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 0::E -seratus
persen. dari jumlah kekurangan !P4T! tersebut, ke+uali Wajib Pajak melaporkan
sendiri sebelum dilakukan tindakan pemeriksaan.
- AB -
5. 1ilamana 3T1 'i-e,bi-kan *
urat Tagihan !ea Perolehan 4ak atas Tanah dan !angunan -T!. diterbitkan
apabila :
a. !P4T! yang terutang tidak atau kurang dibayar(
b. dari hasil pemeriksaan ! terdapat kekurangan pembayaran !P4T! sebagai
akibat salah tulis dan atau salah hitung(
+. Wajib Pajak dikenakan sanksi administrasi berupa denda dan atau bunga.
6. 1e,a#a be(a,n%a 1P=T1 -e,)-an& 'alam 3T1 *
!P4T! terutang dalam T! akibat tidak atau kurang dibayar dan akibat salah tulis
dan atau hitung adalah !P4T! terutang yang belum atau kurang dibayar ditambah
sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2E -dua persen. sebulan dari jumlah
kekurangan !P4T! tersebut untuk jangka waktu paling lama 23 -dua puluh empat.
bulan sejak saat terutangnya !P4T!.
4. 1a&aimana ke')')kan 3T1 'alam #,+(e( #ena&i$an 1P=T1 *
T! mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan surat ketetapan pajak sehingga
penagihannya dapat dilanjutkan dengan penerbitan urat Paksa.
"0. A#aka$ 'a(a, #ena&i$an 1P=T1 *
$asar penagihan !P4T! adalah %!%!, %!%!T, T! dan urat
%eputusan Pembetulan, urat %eputusan %eberatan, maupun Putusan !anding
yang menyebabkan jumlah !P4T! yang harus dibayar bertambah.
Tata +ara penagihan !P4T! diatur lebih lanjut dengan %eputusan
#enteri %euangan.
"". 1e,a#a lama jan&ka wak-) #el)na(an 3K1K12 3K1K1T2 3T1 'an 3),a-
Ke#)-)(an Pembe-)lan2 3),a- Ke#)-)(an Kebe,a-an2 ma)#)n P)-)(an
1an'in& %an& men%ebabkan j)mla$ 1P=T1 %an& $a,)( 'iba%a, be,-amba$*
!P4T! terutang dalam %!%!, %!%!T, T! dan urat %eputusan
Pembetulan, urat %eputusan %eberatan, maupun Putusan !anding yang
menyebabkan jumlah !P4T! yang harus dibayar bertambah harus dilunasi
dalam jangka waktu paling lama 0 -satu. bulan sejak diterima oleh Wajib Pajak(
)pabila sampai dengan jangka waktu 0 -satu. bulan sebagaimana dimaksud
tidak atau kurang dibayar, dapat ditagih dengan urat Paksa, yaitu surat perintah
membayar pajak dan tagihan yang berkaitan dengan pajak sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku yang mempunyai kekuatan sama
dengan putusan pengadilan -parate e>e+utie..
7. KE1ERATAN2 1AND:N72 DAN PEN7URAN7AN (25030 !
". A#a (aja %an& 'a#a- 'iaj)kan #e,m+$+nan kebe,a-an 1P=T1 *
;ang dapat diajukan keberatan kepada $irektur 'enderal Pajak adalah :
a. %!%!, yaitu surat ketetapan yang menentukan besarnya jumlah !P4T!
terutang, jumlah kekurangan pembayaran pokok pajak, besarnya sanksi
administrasi, dan jumlah yang masih harus dibayar(
- C: -
b. %!%!T, yaitu surat ketetapan yang menentukan tambahan atas jumlah !P4T!
yang telah ditetapkan(
+. %!?!, yaitu surat ketetapan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran
!P4T! karena jumlah !P4T! yang telah dibayar lebih besar daripada !P4T!
yang seharusnya terutang(
d. %!N, yaitu surat ketetapan yang menentukan jumlah !P4T! yang terutang
sama besarnya dengan jumlah !P4T! yang dibayar..
2. 1a&aimana -a-a /a,a #e,m+$+nan kebe,a-an 1P=T1 *
#embuat permohonan se+ara tertulis dalam bahasa &ndonesia kepada %epala
%PP!! dengan mengemukakan jumlah !P4T! yang terutang menurut
penghitungan Wajib Pajak disertai dengan alasan yang jelas, yaitu didukung
dengan data atau bukti bahwa jumlah !P4T! yang terutang atau lebih bayar
yang ditetapkan oleh fiskus tidak benar(
#enyampaikan permohonan se+ara lengkap sesuai dengan ketentuan yang
berlaku dalam batas waktu 5 -tiga. bulan sejak diterimanya %!%!, %!%!T,
%!?!, atau %!N( ke+uali Wajib Pajak dapat menunjukkan bahwa jangka
waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya.
#elampirkan foto kopi sebagai berikut :
o /oto+opy !
o )sli %!%!/%!%!T/%!?!/%!N
o /oto+opy )kta/Disalah ?elang/urat %eputusan Pemberian 4ak
!aru/Putusan 4akim
o /oto+opy %TP/ Paspor / %% /identitas lain
Permohonan keberatan yang tidak memenuhi persyaratan tidak dianggap sebagai
urat %eberatan sehingga tidak dipertimbangkan(
Tanda penerimaan urat %eberatan yang diberikan oleh pejabat $irektorat 'enderal
Pajak yang ditunjuk untuk itu atau tanda pengiriman urat %eberatan melalui pos
ter+atat menjadi tanda bukti penerimaan urat %eberatan tersebut bagi kepentingan
Wajib Pajak.
)pabila diminta oleh Wajib Pajak untuk keperluan pengajuan keberatan, $irektur
'enderal Pajak wajib memberikan se+ara tertulis hal-hal yang menjadi dasar
pengenaan !P4T!.
Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar !P4T! dan pelaksanaan
penagihan.
3. 1e,a#a lama jan&ka wak-) #en%ele(aian #e,m+$+nan kebe,a-an 1P=T1 *
$irektur 'enderal Pajak dalam jangka waktu paling lama 02 -dua belas. bulan sejak
tanggal urat Permohonan %eberatan diterima, harus memberi keputusan atas
keberatan yang diajukan. )pabila jangka waktu sebagaimana dimaksud telah lewat
dan $irektur 'enderal Pajak tidak memberikan suatu keputusan, maka keberatan
yang diajukan tersebut dianggap diterima.
. A#a %an& 'a#a- 'i(am#aikan +le$ Wajib Pajak (ebel)m ke#)-)(an kebe,a-an
1P=T1 'i-e,bi-kan *
ebelum surat keputusan keberatan diterbitkan, Wajib Pajak dapat menyampaikan
alasan tambahan atau penjelasan tertulis.
- C0 -
5. A#a ben-)k ke#)-)(an kebe,a-an *
%eputusan %eberatan dapat berupa :
menerima seluruhnya, apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam
pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan terbukti
kebenarannya.
menerima sebagian, apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan
keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan sebagian terbukti
kebenarannya.
menolak, apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan
dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan tidak terbukti kebenarannya.
menambah jumlah pajaknya, apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam
pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan, mengakibatkan
peningkatan jumlah !P4T!-nya.
0. A#a %an& 'a#a- 'ilak)kan Wajib Pajak jika #e,m+$+nan kebe,a-ann%a 'i-+lak
*
Wajib Pajak yang keberatannya ditolak dapat mengajukan banding ke !adan
Pengadilan Pajak -!PP..
Permohonan dimaksud diatur lebih lanjut dengan "ndang-"ndang Nomor 03
Tahun 2::2 tentang Pengadilan Pajak.
5. A#a ben-)k #)-)(an 1an'in& *
Putusan !anding dapat berupa :
- menolak(
- mengabulkan sebagian atau seluruhnya(
- menambah pajak yang harus dibayar(
- tidak dapat diterima(
6. 1a&aimana (i.a- P)-)(an 1an'in& *
Putusan !anding oleh !PP bukan merupakan putusan final dan dapat diajukan
Peninjauan %embali -P%. ke #ahkamah )gung.
4. 1a&aimana jika P)-)(an 1an'in& mene,ima (eba&ian a-a) (el),)$n%a *
)pabila putusan banding menerima sebagian atau seluruhnya, maka kelebihan
pembayaran dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2E untuk jangka
waktu paling lama 23 -dua puluh empat. bulan dihitung sejak tanggal pembayaran
yang menyebabkan kelebihan pembayaran !P4T! sampai dengan diterbitkannya
Putusan !anding.
"0. Ke#a'a (ia#a #en&),an&an 1P=T1 'a#a- 'ibe,ikan *
Pengurangan !P4T! dapat diberikan Wajib Pajak melalui permohonan karena:
a. kondisi tertentu Wajib Pajak yang ada hubungannya dengan ,bjek !P4T!, atau
b. kondisi Wajib Pajak yang ada hubungannya dengan sebab-sebab tertentu, atau
+. tanah dan atau bangunan digunakan untuk kepentingan sosial atau pendidikan
yang semata-mata tidak untuk men+ari keuntungan.
=. PEN7EM1A<:AN KE<E1:=AN PEM1A;ARAN (25030 !
- C2 -
". Dalam $al a#a -e,ja'i kelebi$an #emba%a,an 1P=T1 *
%elebihan pembayaran !P4T! terjadi dalam hal :
a. !P4T! yang dibayar lebih besar daripada yang seharusnya terutang(
b. !P4T! yang dibayar tidak seharusnya terutang(
+. permohonan pengurangan dikabulkan(
d. pengajuan keberatan atas ketetapan !P4T! dikabulkan seluruhnya atau sebagian(
e. permohonan banding terhadap keputusan keberatan dikabulkan seluruhnya atau
sebagian(
f. perubahan peraturan.
2. 1a&aimanaka$ #e,lak)an a-a( kelebi$an #emba%a,an 1P=T1 *
%elebihan Pembayaran P!! dapat dikembalikan kepada Wajib Pajak -restitusi.,
diperhitungkan dengan utang pajak lainnya, atau disumbangkan kepada Negara.
3. Dalam jan&ka wak-) mak(imal be,a#a lama KPP11 $a,)( membe,ikan
jawaban a-a( (),a- #e,m+$+nan #en&embalian kelebi$an #emba%a,an 1P=T1
'imak()' *
urat %eputusan $irektur 'enderal Pajak harus diterbitkan dalam jangka waktu 02
-dua belas. bulan sejak diterimanya surat permohonan se+ara lengkap dari Wajib
Pajak. )pabila dalam jangka waktu tersebut surat keputusan tidak diterbitkan maka
permohonan Wajib Pajak dianggap dikabulkan serta %epala %PP!! harus
menerbitkan %!?! dalam jangka waktu paling lama 0 -satu. bulan.
. A#aka$ ben-)k 3),a- Ke#)-)(an %an& 'a#a- 'i-e,bi-kan a-a( #en&embalian
kelebi$an #emba%a,an 1P=T1 *
$irektur 'enderal Pajak setelah melakukan pemeriksaan -sederhana dan lapangan.
menerbitkan:
%!?!, apabila jumlah !P4T! yang dibayar ternyata lebih besar daripada
jumlah !P4T! yang terutang atau dilakukan pembayaran !P4T! yang tidak
seharusnya terutang(
%!N, apabila jumlah !P4T! yang dibayar sama dengan jumlah !P4T! yang
terutang(
%!%!, apabila jumlah !P4T! yang dibayar ternyata kurang dari jumlah
!P4T! yang seharusnya terutang.
5. Ka#an #en&embalian kelebi$an #emba%a,an 1P=T1 'ilak)kan *
Pengembalian kelebihan pembayaran !P4T! dilakukan dalam jangka waktu paling
lama 2 -dua. bulan sejak diterbitkannya %!?!, yaitu dengan diterbitkannya urat
Perintah #embayar %elebihan !P4T! -P#%!. oleh %epala %PP!!. $alam hal
%epala %PP!! terlambat menerbitkan P#%!, maka Wajib Pajak diberikan bunga
sebesar 2 E -dua persen. sebulan sampai dengan diterbitkannya P#%! dimaksud.
.
:. PEM1A7:AN =A3:< PENER:MAAN 1P=T1 (25030 !
". 1a&aimana #en&el+laan $a(il #ene,imaan 1P=T1 *
4asil penerimaan !P4T! dibagi dengan perimbangan sebagai berikut :
- C5 -
- 2: E -duapuluh persen. untuk pemerintah
pusat yang selanjutnya dikembalikan lagi se+ara merata ke setiap kabupaten/kota
- 0@ E -enambelas persen. untuk propinsi(
- @3 E -enampuluh empat persen. untuk kabupaten/kota.
J. KETENTUAN 1A7: PEJA1AT (25030 !
". Ka#an Pejaba- 'a#a- menan'a-an&ani ak-a #emin'a$an $ak a-a( -ana$ 'an
a-a) ban&)nan2 menan'a-an&ani ,i(ala$ lelan&2 menan'a-an&ani 'an
mene,bi-kan (),a- ke#)-)(an #embe,ian $ak a-a( -ana$ (3KP=!2 men'a.-a,
#e,ali$an $ak a-a( -ana$ ka,ena wa,i( a-a) $iba$ wa(ia- *
Pejabat Pembuat )kta Tanah/Notaris hanya dapat menandatangani akta
pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan pada saat Wajib Pajak
menyerahkan bukti pembayaran berupa !.
Pejabat ?elang Negara hanya dapat menandatangani Disalah ?elang perolehan
hak atas tanah dan atau bangunan pada saat Wajib Pajak menyerahkan bukti
pembayaran berupa !.
Pejabat yang berwenang menandatangani dan menerbitkan %P4 hanya dapat
menandatangani dan menerbitkan surat keputusan dimaksud pada saat Wajib
Pajak menyerahkan bukti pembayaran berupa !.
Pendaftaran peralihan hak atas tanah karena waris atau hibah wasiat hanya dapat
dilakukan oleh Pejabat Pertanahan %abupaten/%ota pada saat Wajib Pajak
menyerahkan bukti pembayaran berupa !.
2. A#a (ank(i ba&i PPAT/N+-a,i( a-a) Pejaba- <elan& Ne&a,a %an&
menan'a-an&ani ak-a #emin'a$an $ak a-a( -ana$ 'an a-a) ban&)nan/,i(ala$
lelan& -an#a a'an%a b)k-i #emba%a,an be,)#a 331 *
$ikenakan sanksi administrasi dan denda sebesar DpA.9::.:::,:: -tujuh juta lima
ratus ribu rupiah. untuk setiap pelanggaran.
3. A#a kewajiban PPAT/N+-a,i( a-a) Pejaba- <elan& Ne&a,a *
#elaporkan pembuatan akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan atau
Disalah ?elang perolehan hak atas tanah dan atau bangunan kepada $irektorat
'enderal Pajak -%PP!! setempat. selambat-lambatnya pada tanggal 0: -sepuluh.
bulan berikutnya.
. A#a (ank(i ba&i PPAT/N+-a,i( %an& -i'ak mela#+,kan #emb)a-an ak-a
#emin'a$an $ak a-a( -ana$ 'an a-a) ban&)nan ke KPP11 *
$ikenakan sanksi administrasi dan denda sebesar Dp29:.:::,:: -dua ratus lima
puluh ribu rupiah. untuk setiap laporan.
5. A#a (ank(i ba&i Pejaba- Pe,-ana$an %an& menan'a-an&ani 'an mene,bi-kan
3KP= a-a) men'a.-a, #e,ali$an $ak a-a( -ana$ ka,ena wa,i( a-a) $iba$
wa(ia- -an#a a'an%a b)k-i #emba%a,an be,)#a 331 *
$ikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 5: Tahun 0BC: tentang
Peraturan $isiplin Pegawai Negeri ipil.
. A#a (ank(i ba&i Ke#ala Kan-+, <elan& Ne&a,a %an& -i'ak mela#+,kan
#emb)a-an ,i(ala$ lelan& ke KPP11 *
- C3 -
$ikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 5: Tahun 0BC: tentang
Peraturan $isiplin Pegawai Negeri ipil.
- C9 -
PEMER:K3AAN PEN;:D:KAN DAN PENA7:=AN
A. Peme,ik(aan (25030 )
". A#aka$ %an& menja'i -)j)an #eme,ik(aan
#enguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan
Tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan
perundang-undangan perpajakan
2. Men&a#a Peme,ik(aan Pajak Pe,l) 'ilak)kan 'alam 3i(-em 3el.
A((e(men- *
Pemeriksaan Pajak dilakukan dalam
upaya menguji kepatuhan Wajib Pajak -WP. dalam memenuhi kewajiban
perpajakannya dalam menghitung, memperhitungkan, melaporkan dan
membayarkan pajak terhutang sesuai ketentuan perundang-undangan yang
berlaku se+ara benar dan lengkap.
Pemeriksaan Pajak juga merupakan
suatu sarana pengawasan untuk meningkatkan kepatuhan WP dalam memenuhi
kewajiban perpajakannya
Penjelasan
$alam istem sef assessment, Pemeriksaan Pajak perlu dilakukan untuk memberi
rasa keadilan pada WP yang telah memenuhi kewajiban perpajakannya dalam
menghitung, memperhitungkan, melaporkan dan membayarkan pajak terhutang
sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku se+ara benar dan lengkap.
$alam proses Pemeriksaan Pajak juga dilakukan peyuluhan dan pembinaan kepada
WP yang diperiksa sehingga tingkat kepatuhannya semakin meningkat sekaligus
memberikan 'e--e,en- e..e/- kepada WP yang lain meskipun mereka tidak
diperiksa.
3. A#aka$ (em)a #e&awai DJP b+le$ melak)kan #eme,ik(aan *
Tidak, hanya pegawai yang dinilai mampu dan kompeten saja yang boleh melakukan
pemeriksaan
Penjelasan
Tehadap pegawai yang dinilai mampu tersebut, $irjen Pajak akan menerbitkan kartu
tanda pengenal pemeriksa dan urat Perintah Pemeriksaan Pajak. Tanda pengenal
dan urat Perintah Pemeriksaan Pajak tersebut harus diperlihatkan kepada Wajib
Pajak pada saat melakukan pemeriksaan. Wajib Pajak dapat menolak dilakukannya
pemeriksaan apabila pemeriksa tidak dapat menunjukkan kedua hal tersebut.
. A#aka$ (em)a WP $a,)( 'i#e,ik(a *
Tidak.
Penjelasan
Pemeriksaan Pajak dilakukan terhadap WP yang men+oba untuk tidak patuh atau
memutuskan untuk tidak patuh dalam memenuhi kewajiban perpajakannya perlu
dilakukan pemeriksaan sehingga menjadi WP patuh. edangkan bagi WP yang telah
patuh atau telah berupaya menjadi WP patuh perlu diberikan pembinaan dan
- C@ -
pelayanan dalam menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sehingga menjadi
WP yang patuh se+ara sukarela.
5. A#a %an& menja'i k,i-e,ia 'ilak)kann%a #eme,ik(aan *
PT menunjukkan kelebihan pembayaran pajak(
PT menunjukkan rugi(
PT tidak disampaikan atau disampaikan tidak pada waktu
yang ditetapkan(
PT yang memenuhi kriteria seleksi yang ditentukan oleh
$irektur 'enderal Pajak(
)da indikasi kewajiban perpajakan tidak dipenuhi.
Penjelasan
emua Wajib Pajak berpeluang untuk dilakukan pemeriksaan sepanjang
memenuhi kriteria tersebut.
0. A#a jeni( #eme,ik(aan 'an be,a#a lama jan&ka wak-)n%a*
Pemeriksaan ederhana %antor: 3 minggu dan dapat
diperpanjang 2 minggu
Pemeriksaan ederhana ?apangan: 0 bulan dan dapat
diperpanjang 0 bulan
Pemeriksaan ?engkap: 2 bulan dan dapat diperpanjang @
bulan
5. A#a %an& menja'i kewajiban Wajib Pajak %an& (e'an& 'i#e,ik(a*
Wajib Pajak wajib memenuhi panggilan untuk datang menghadiri
pemeriksaan sesuai dengan waktu yang ditentukan(
Wajib Pajak wajib memenuhi permintaan peminjaman buku-buku,
+atatan-+atatan, dan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk kelan+aran
pemeriksaan dan memberikan keterangan dalam jangka waktu paling lama A
-tujuh. hari sejak tanggal surat permintaan, dan apabila permintaan tersebut
tidak dipenuhi oleh wajib pajak, maka pajak yang terhutang dapat dihitung
se+ara jabatan(
Wajib Pajak atau kuasanya wajib menandatangani surat pernyataan
persetujuan apabila seluruh hasil pemeriksaan disetujuinya(
$alam hal pemeriksaan lengkap, Wajib Pajak atau kuasanya wajib
menandatangani !erita )+ara 4asil Pemeriksaan apabila hasil pemeriksaan
tersebut tidak atau tidak seluruhnya disetujui.
6. A#a %an& menja'i $ak 'a,i Wajib Pajak %an& 'i#e,ik(a *
Wajib Pajak berhak meminta kepada
Pemeriksa Pajak untuk memperlihatkan urat Perintah Pemeriksaan dan Tanda
pengenal Pemeriksa(
Wajib Pajak berhak meminta kepada
Pemeriksa Pajak untuk memberikan penjelasn tentang maksud dan tujuan
pemeriksaan(
- CA -
Wajib Pajak berhak meminta kepada
Pemeriksa rin+ian yang berkenaan dengan hal-hal yang berkenaan dengan hal-
hal yang berbeda antara hasil pemeriksaan dengan urat pemberitahuan.
4. Dalam $al Wajib Pajak %an& 'i#e,ik(a 'iwakili +le$ k)a(an%a2 a#aka$ (%a,a-8
(%a,a- %an& $a,)( 'i#en)$i )n-)k menja'i k)a(a 'a,i Wajib Pajak
#enyerahkan surat kuasa khusus yang asli(
#enguasai ketentuan-ketentuan di bidang perpajakan, yang
dibuktikan dengan memiliki sertifikat yang diterbitkan oleh $irektur 'enderal
Pajak atau ija1ah formal pendidikan dibidang perpajakan yang diterbitkan oleh
lembaga pendidikan negeri/ swasta dengan status disamakan dengan negeri(
Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana di
bidang perpajakan atau tindak pidana lain di bidang keuangan negara
Penjelasan
%ewenangan kuasa dari Wajib Pajak tersebut meliputi pelaksanaan kewajiban formal
dan materiil serta pemenuhan hak Wajib Pajak yang ditentukan dalam peraturan
perundang-undangan perpajakan.
"0. Da#a-ka$ Peme,ik(aan <a#an&an 'ilak(anakan a#abila Wajib Pajak a-a)
k)a(an%a -i'ak be,a'a 'i -em#a-*
$apat, sepanjang ada pihak yang dapat dan mempunyai kewenangan untuk bertindak
selaku yang mewakili Wajib Pajak. #eskipun demikian terbatas untuk hal yang ada
dalam kewenangannya, dan selanjutnya pemeriksaan ditunda untuk dilanjutkan pada
kesempatan berikutnya. "ntuk keperluan pengamanan pemeriksaan, maka sebelum
Pemeriksaan ?apangan ditunda, Pemeriksa Pajak dapat melakukan #en%e&elan.
"". A#aka$ #eme,ik(aan 'a#a- 'ilak)kan +le$ #eme,ik(a %an& be,be'a 'alam
wak-) %an& be,(amaan *
$apat. )pabila jenis pajak yang diperiksa atau tahun pajak nya atau lokasi tempat
pemeriksaannya berbeda / tidak sama.
"2. Da#a-ka$ Wajib Pajak 'i#e,ik(a bebe,a#a -a$)n be,-),)-8-),)-*
$apat.
Penjelasan
Wajib Pajak dapat diperiksa beberapa tahun berturut-turut dengan alasan
pemeriksaan yang berbeda-beda, misalnya:
urat Pemberitahuan Tahunan PPh
setiap tahun menyatakan lebih bayar(
urat Pemberitahuan Tahunan PPh
menyatakan rugi(
$ata !aru atau data yang belum
terungkap(
)danya data dari pihak ketiga, misalnya
pengaduan masyarakan(
urat Pemberitahuan Tahunan Wajib
Pajak terpilih untuk diperiksa berdasarkan sistem %riteria eleksi(
- CC -
"3. Da#a-ka$ #eme,ik(aan #ajak 'i#e,l)a( ke -a$)n #ajak (ebel)mn%a*
$apat, dengan alasan:
urat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak menyatakan adanya
kompensasi kerugian dari tahun-tahun sebelumnya yang belum dilakukan
pemeriksaan(
ebab-sebab lain berdasarkan instruksi $irektur Pemeriksaan,
Penyidikan dan Penagihan Pajak
". Men&a#a 'ilak)kan #eme,ik(aan -e,$a'a# WP %an& #in'a$ alama- a-a)
'ae,a$ -em#a- -in&&aln%a *
Pemeriksaan pada WP yang pindah alamat dilakukan sebagai langkah antisipatif
terhadap WP yang bersangkutan mempunyai itikad tidak baik untuk menggelapkan
kewajiban pajaknya dan juga untuk tertib administrasi perpajakan dimana WP yang
terdaftar di suatu %PP jika ingin pindah ke %PP lain maka berkas-berkas pajaknya
tetap berkelanjutan.
"5. A#aka$ ()a-) kewajiban #e,#ajakan %an& -ela$ 'i 3KP bi(a 'i#e,ik(a kembali
+le$ #i$ak .i(k)(*
etiap %P bisa diperiksa kembali atau dibetulkan ke+uali bila telah lewat waktu
-daluwarsa 0: tahun.. %ewajiban perpajakan yang telah di %P akan diperiksa
kembali bila ditemukan 'a-a ba,) dan atau 'a-a %an& (em)la bel)m 'i)n&ka#.
$ata baru artinya data itu berasal dari temuan pemeriksa dari sumber lain dan atau
data yang semula belum diungkap adalah data yang belum disampaikan oleh WP
dalam laporan pajaknya. !ila data baru/data yang semula belum diungkap itu berasal
dari temuan pemeriksa sendiri maka disamping pokok pajak, WP juga harus
membayar sanksi kenaikan 0:: E dan ditetapkan =ia %P%!T. Tetapi bila data
baru/data yang semula belum diungkap itu disampaikan sendiri oleh WP maka sanksi
kenaikan tidak dikenakan.
"0. A#a k,i-e,ia Wajib Pajak %an& 'ilak)kan #eme,ik(aan )lan& *
Terdapat data baru atau data yang semula belum terungkap
)danya laporan pengaduan yang masuk dari masyarakat
!erdasarkan pertimbangan tertentu dari $irjen Pajak
"5. >le$ ka,ena #eme,ik(aan -a$)n be,jalan memb)-)$kan b)k)8b)k)2 /a-a-an8
/a-a-an 'an '+k)men #en')k)n& %an& m)n&kin 'ib)-)$kan +le$ Wajib Pajak
'alam menjalankan ke&ia-an )(a$an%a #a'a -a$)n %an& be,(an&k)-an2
'a#a-ka$ b)k)8b)k)2 /a-a-an8/a-a-an 'an '+k)men #en')k)n& %an&
'i#injamkan -e,(eb)- $an%a be,)#a .+-+k+#i*
!uku-buku, +atatan-+atatan dan dokumen-dokumen yang dipinjam dapat berupa
fotokopi dan atau hasil pengolahan data elektronik, dengan ketentuan Wajib Pajak
yang diperiksa membuat urat Pernyataan Wajib Pajak bahwa fotokopi dan atau
hasil pengolahan data elektronik yang dipinjamkan kepada Pemeriksa Pajak adalah
sesuai dengan aslinya.
"4 A#abila Wajib Pajak -i'ak be,(e'ia meminjamkan
b)k)8b)k)2 /a-a-an8/a-a-an 'an a-a) '+k)men #en')k)n&2 b+le$ka$
Peme,ik(a Pajak men&ambil 'a-a8'a-a -e,(eb)- (e/a,a #ak(a*
- CB -
Tidak. Pemeriksa Pajak harus membuat !erita )+ara Tidak $apat $ipenuhinya
Peminjaman !uku, <atatan dan $okumen.
20. Men&a#a 'alam #eme,ik(aan #ajak Wajib Pajak %an&
(elal) membawa/men&&+-+n& (em)a .ile %an& 'imin-a ke kan-+, #ajak 'an
men&a#a b)kan Pe-)&a( Pajak %an& 'a-an& ke kan-+, ka,ena (em)a .ile a'a
'ikan-+, Wajib Pajak a&a, #eme,ik(aann%a /e#a- (ele(ai *
Pelaksanaan Pemeriksaan tidak sepenuhnya dapat dilakukan ditempat WP oleh
petugas pemeriksa pajak yang bersangkutan, oleh karenanya jalan keluar yang
diambil adalah petugas pemeriksa meminjam dokumen WP untuk diperiksa di
%antor Pajak atau WP diminta mengirimkan dokumen pembukuan ke %antor Pajak
untuk diperiksa.
Penjelasan
"ntuk jenis Pemeriksaan %antor -P%., karena pemeriksaan pajak dilakukan di
%antor Pajak maka tidak mungkin pemeriksaan dapat dilakukan kalau dokumen WP
yang diperlukan tidak dipinjamkan dan dikirimkan ke %antor Pajak
2". A#a $ak 'an kewajiban #eme,ik(a #ajak *
4ak Pemeriksa pajak :
#emanggil WP ke %antor $'P dengan surat panggilan
pada pemeriksaan kantor
#emeriksa dan atau meminjam buku, +atatan dan
dokumen
#eminta keterangan lisan dan/atau tertulis
#emasuki tempat atau ruangan tertentu
#elakukan penyegelan tempat atau ruangan tertentu
#eminta keterangan dan/atau data dari pihak ketiga
%ewajiban Pemeriksa pajak :
Pemeriksa harus memiliki Tanda Pengenal Pemeriksa dan dilengkapi urat
Perintah Pemeriksaan
#emberitahukan se+ara tertulis tentang akan dilakukan Pemeriksaan
#emperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa dan urat Perintah Pemeriksaan
#enjelaskan maksud dan tujuan pemeriksaan
#embuat ?aporan Pemeriksaan Pajak -?PP.
#emberi petunjuk kepada WP tentang penyelenggaraan pembukuan
#engembalikan buku, +atatan, dan dokumen
Tidak memberitahukan kepada pihak lain tentang segala sesuatu yang berkenaan
dengan Wajib Pajak yang diperiksa. .
22. A#aka$ #eme,ik(a #ajak be,$ak memin-a .+-+k+#i
,ekenin& k+,an bank %an& b)kan a-a( nama #e,)(a$aan i-) (en'i,i2*
Petugas pemeriksa pajak hanya boleh memeriksa dan meminjam dokumen
pembukuan yang dimiliki oleh Wajib Pajak yang sedang diperiksanya -WP yang
ter+antum dalam urat Perintah Pemeriksaan Pajak, sesuai dengan tahun pajak dan
jenis pajak-nya.. 'adi dia tidak berhak meminta fotokopi rekening koran atas nama
pribadi pegawai perusahaan yang sedang diperiksa, tetapi dimungkinkan bagi
pemeriksa untuk meminta keterangan tertulis dari pihak ketiga -termasuk
- B: -
pegawai/sekretaris dari perusaahaan yang sedang diperiksa. sehubungan dengan
transaksi yang pernah terjadi antara perusahaan yang sedang diperiksa dengan pihak
ketiga tersebut
2. A#aka$ Wajib Pajak mem#)n%ai $ak )n-)k memin-a 'a(a, k+,ek(i 'a,i
Peme,ik(a Pajak*
Pemeriksa berkewajiban memberikan dasar koreksi pemeriksaan pajak apabila
diminta oleh Wajib Pajak untuk keperluan pengajuan permohonan keberatan
25. 1+le$ka$ Wajib Pajak -i'ak men%e-)j)i $a(il #eme,ik(aan*
!oleh. 4al ini merupakan salah satu hak dari Wajib Pajak dimana atas produk hasil
pemeriksaan tersebut dapat diajukan permohonan keberatan kepada $irektur
'enderal Pajak.
20. Dalam $al a#a #eme,ik(a 'a#a- melak)kan #en%e&elan *
Penyegelan dapat dilakukan terhadap orang atau badan yang pada saat dilakukan
pemeriksaan tidak bersedia memberi kesempatan kepada petugas pemeriksa untuk
memasuki tempat-tempat/ruangan-ruangan tertentu yang diduga disimpan
didalamnya pembukuan, dokumen-dokumen, dan +atatan-+atatan yang diperlukan,
hal ini dilakukan guna mengamankan atau men+egah hilangnya pembukuan,
dokumen-dokumen dan +atatan-+atatan tersebut.
1. Pen%i'ikan ( 25030 !
". A#a %an& -e,ma()k 'alam -in'ak #i'ana 'i bi'an&
#e,#ajakan
Perbuatan yang
dilakukan oleh seseorang atau badan yang diwakili orang tertentu
-pengurus.(
memenuhi rumusan undang-undang(
dian+am dengan sanksi pidana(
melawan hukum(
dilakukan di bidang perpajakan(
dapat menimbulkan kerugian bagi pendapatan negara
2. Pe,b)a-an a#a (aja %an& -e,ma()k -in'ak #i'ana 'i bi'an&
#e,#ajakan *
)pabila Wajib Pajak karena kealpaannya :
tidak menyampaikan urat Pemberitahuan( atau
menyampaikan urat Pemberitahuan, tetapi isinya tidak benar atau tidak
lengkap, atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sehingga dapat
menimbulkan kerugian pada pendapatan negara,
)pabila Wajib Pajak dengan sengaja :
- tidak mendaftarkan diri, atau menyalahgunakan atau menggunakan tanpa
hak Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha %ena Pajak
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2( atau
- tidak menyampaikan urat Pemberitahuan( atau
- B0 -
- menyampaikan urat Pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak
benar atau tidak lengkap( atau
- menolak untuk dilakukan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
2B( atau
- memperlihatkan pembukuan, pen+atatan, atau dokumen lain yang palsu atau
dipalsukan seolah-olah benar( atau
- tidak menyelenggarakan pembukuan atau pen+atatan, tidak memperlihatkan
atau tidak meminjamkan buku, +atatan, atau dokumen lainnya( atau
- tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut, sehingga dapat
menimbulkan kerugian pada pendapatan negara,
3. A#a %an& 'imak()' 'en&an Pen%i'ik Pajak *
Pejabat pegawai negeri sipil tertentu dilingkungan $irektorat 'enderal Pajak, yang
diberi wewenang khusus sebagai Penyidik untuk melakukan penyidikan tindak
pidana di bidang perpajakan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku
. 3ia#a (aja %an& 'a#a- 'i(i'ik 'alam bi'an& #e,#ajakan*
etiap orang yang karena kealpaannya:
- tidak menyampaikan urat Pemberitahuan( atau
- menyampaikan urat Pemberitahuan, tetapi isinya tidak benar atau tidak
lengkap, atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar,
sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara
etiap orang yang dengan sengaja:
- tidak mendaftarkan diri, atau
- menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Nomor Pokok Wajib Pajak
atau Pengukuhan Pengusaha %ena Pajak( atau
- tidak menyampaikan urat Pemberitahuan( atau
- menyampaikan urat Pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak
benar atau tidak lengkap( atau
- menolak untuk dilakukan pemeriksaan( atau
- memperlihatkan pembukuan, pen+atatan, atau dokumen lain yang palsu atau
dipalsukan seolah-olah benar( atau
- tidak menyelenggarakan pembukuan atau pen+atatan, tidak memperlihatkan
atau tidak meminjamkan buku, +atatan, atau dokumen lainnya( atau
- tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut,
etiap orang yang melakukan per+obaan untuk
melakukan tindak pidana menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak
Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha %ena Pajak, atau
menyampaikan urat Pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak
benar atau tidak lengkap dalam rangka mengajukan permohonan restitusi atau
melakukan kompensasi pajak.
. A#aka$ Wajib Pajak %an& 'i')&a melak)kan -in'ak #i'ana 'i bi'an&
#e,#ajakan 'a#a- lan&()n& 'i(i'ik*
Tidak, terhadap Wajib Pajak dilakukan Pengamatan atau Pemeriksaan lebih dahulu.
Penjelasan
- B2 -
)pabila berdasarkan hasil Pengamatan atau Pemeriksaan ditemukan indikasi tindak
pidana di bidang perpajakan, maka dilakukan Pemeriksaan !ukti Permulaan. )pabila
hasil Pemeriksaan !ukti Permulaan menunjukkan bahwa telah terdapat bukti
permulaan tindak pidana di bidang perpajakan, maka barulah diusulkan untuk
ditindaklanjuti dengan Penyidikan Pajak.
5. A#a (aja %an& menja'i wewenan& #en%i'ik #ajak*
#enerima, men+ari, mengumpulkan, dan meneliti
keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan(
#eneliti, men+ari, dan mengumpulkan keterangan
mengenai orang pribadi atau badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan
sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan(
#eminta keterangan dan bahan bukti dari orang
pribadi atau badan sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan(
#emeriksa buku-buku, +atatan-+atatan, dan
dokumen-dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan(
#elakukan penggeledahan untuk mendapatkan
bahan bukti pembukuan, pen+atatan, dan dokumen-dokumen lain, serta
melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut(
#eminta bantuan tenaga ahli dalam rangka
pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan(
#enyuruh berhenti dan atau melarang seseorang
meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung
dan memeriksa identitas orang dan atau dokumen yang dibawa sebagaimana
dimaksud pada huruf e(
#emotret seseorang yang berkaitan dengan tindak
pidana di bidang perpajakan(
#emanggil orang untuk didengar keterangannya
dan diperiksasebagai tersangka atau saksi(
#enghentikan penyidikan(
#elakukan tindakan lain yang perlu untuk
kelan+aran penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan menurut hukum yang
bertanggung jawab.
0. Dalam $al a#a #en%i'ikan 'a#a- 'i$en-ikan*
Penyidikan dihentikan dalam hal:
Tidak terdapat +ukup bukti, atau
Peristiwa tersebut bukan merupakan
tindak pidana di bidang perpajakan, atau
$aluwarsa -sepuluh tahun sejak saat
terutangnya pajak, berakhirnya #asa Pajak, berakhirnya !agian Tahun Pajak,
atau berakhirnya Tahun Pajak yang bersangkutan., atau
Tersangka meninggal dunia, atau
Perintah 'aksa )gung atas permintaan
#enteri %euangan karena alasan penerimaan negara.
Penjelasan
- B5 -
Penghentian Penyidikan sebagaimana dimaksud pada butir terakhir hanya dilakukan
setelah Wajib Pajak melunasi utang pajak yang tidak atau kurang dibayar atau yang
tidak seharusnya dikembalikan, ditambah dengan sanksi administrasi berupa denda
sebesar empat kali jumlah pajak yang tidak atau kurang dibayar, atau yang tidak
seharusnya dikembalikan.
C. PENA7:=AN ( 25030 !
". A#aka$ %an& 'imak()' 'en&an Pena&i$an Pajak*
erangkaian tindakan agar Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya
penagihan pajak yang dilakukan dengan menegur atau memperingatkan,
melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus, memberitahukan urat Paksa,
mengusulkan pen+egahan, melaksanakan penyitaan, melaksanakan penyanderaan,
menjual barang yang telah disita.
2. A#a %an& menja'i 'a(a, #ena&i$an #ajak*
a. urat Tagihan Pajak -TP., urat %etetapan Pajak %urang !ayar
-%P%!., urat %etetapan Pajak %urang !ayar Tambahan -%P%!T., dan
urat %eputusan Pembetulan, urat %eputusan %eberatan, Putusan !anding,
yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah.
b. urat %etetapan !ea Perolehan 4ak atas Tanah dan !angunan %urang
!ayar -%!%!., urat %etetapan !ea Perolehan 4ak atas Tanah dan !angunan
%urang !ayar Tambahan -%!%!T., urat Tagihan !ea Perolehan 4ak atas
Tanah dan !angunan -T!., dan urat %eputusan Pembetulan, urat %eputusan
%eberatan maupun Putusan !anding yang menyebabkan jumlah pajak yang
harus dibayar bertambah, merupakan dasar penagihan pajak
+. urat Pemberitahuan Pajak Terhutang -PPT. P!!, urat %etetapan
-%P. P!!, dan urat Tagihan P!!.
Penjelasan
Terbitnya ketetapan di atas, merupakan sarana administrasi bagi $irektur
'enderal Pajak untuk melakukan penagihan pajak.
3. 1e,a#a lama 'al)wa,(a #ena&i$an #ajak*
$aluwarsa penagihan pajak adalah 0: tahun terhitung sejak saat terutangnya pajak
atau berakhirnya #asa Pajak, !agian Tahun Pajak atau Tahun Pajak yang
bersangkutan.
Penjelasan,
$aluwarsa ini dapat tertangguh apabila( diterbitkan surat teguran dan urat Paksa,
ada pengakuan utang pajak dari WP baik langsung maupun tidak langsung.
. 3ia#a %an& 'a#a- melak(anakan -)&a( #ena&i$an #ajak*
'urusita Pajak.
Penjelasan
'urusita Pajak adalah pelaksana tindakan penagihan pajak yang meliputi penagihan
seketika sekaligus, pemberitahuan urat Paksa, penyitaan dan penyanderaan. 'urusita
Pajak diangkat dan diberhentikan oleh Pejabat.
5. A#aka$ Wajib Pajak 'a#a- men&aj)kan #e,m+$+nan )n-)k men&an&(), a-a)
men)n'a #emba%a,an #ajak -e,)-an&*
- B3 -
Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan se+ara tertulis untuk mengangsur atau
menunda pembayaran pajak yang terutang dalam:
- urat Tagihan Pajak,
- urat %etetapan Pajak %urang !ayar,
- urat %etetapan Pajak %urang !ayar Tambahan,
- urat %eputusan Pembetulan,
- urat %eputusan %eberatan,
- Putusan !anding yang menyebabkan jumlah pajak yang terutang
bertambah
- Pajak Penghasilan Pasal 2B
5. Ke&ia-an a#a (aja %an& -e,ma()k -a$a#an #ena&i$an #ajak *
- Penerbitan urat Teguran
- Penerbitan urat Penagihan eketika dan ekaligus
- Penerbitan urat Paksa
- Pelaksanaan penyitaan
- Pengumuman lelang
- ?elang
6. Dalam $al a#a 3),a- Te&),an 'i-e,bi-kan*
urat Teguran diterbitkan segera setelah A -tujuh. hari sejak saat jatuh tempo
pembayaran TP/%P%!/%P%!T/% Pembetulan/% %eberatan/Putusan !anding
yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah.
4. Dalam $al a#a 3),a- Pena&i$an 3eke-ika 'an 3ekali&)( 'i-e,bi-kan*
'urusita pajak melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus tanpa menunggu
tanggal jatuh tempo pembayaran dan diterbitkan sebelum penerbitan urat Paksa,
apabila:
a. Penanggung Pajak akan meninggalkan &ndonesia untuk selama-
lamanya atau berniat untuk itu(
b. Penanggung Pajak memindahtangankan barang yang dimiliki
atau yang dikuasai dalam rangka menghentikan atau menge+ilkan kegiatan
perusahaan, atau pekerjaan yang dilakukannya di &ndonesia(
+. terdapat tanda-tanda bahwa Penanggung Pajak akan
membubarkan badan usahanya, atau menggabungkan usahanya, atau
memekarkan usahanya, atau memindahtangankan perusahaan yang dimiliki atau
dikuasainya, atau melakukan perubahan bentuk lainnya( atau
d. badan usaha akan dibubarkan oleh negara( atau
e. terjadi penyitaan atas barang Penanggung Pajak oleh pihak ketiga
atau terdapat tanda-tanda kepailitan.
"0. Dalam $al ba&aimana 3),a- Pak(a 'i-e,bi-kan*
a. 'umlah utang pajak yang masih harus dibayar tidak dilunasi setelah
lewat waktu 20 -dua puluh satu. hari sejak diterbitkannya urat Teguran
b. Terhadap Penanggung Pajak telah dilaksanakan penagihan pajak
seketika dan sekaligus
+. Penanggung Pajak tidak memenuhi ketentuan dalam
%eputusan Persetujuan )ngsuran atau Penundaan Pembayaran Pajak.
- B9 -
"". 1a&aimana kek)a-an $)k)m 'a,i 3),a- Pak(a *
urat Paksa berkepala kata-kata J$emi %eadilan !erdasarkan %etuhanan ;ang
#aha Hsa, mempunyai kekuatan eksekutorial dan kedudukan hukum yang sama
dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.
Penjelasan
Penerbitan urat Paksa se+ara sah oleh Pejabat berwenang merupakan modal utama
bagi pelaksanaan penagihan pajak yang efektif, karena dengan terbitnya urat Paksa
memberikan kewenangan kepada petugas penagihan pajak untuk melaksanakan
eksekusi langsung -parate e>e+utie. dalam penyitaan atas barang milik Penanggung
Pajak dan melakukan penjualan langsung atau melalui lelang atas barang-barang
tersebut untuk pelunasan pajak terutang tanpa melalui prosedur di pengadilan
terlebih dahulu.
"2. 1a&aimana /a,an%a )n-)k membe,i-a$)kan 3),a- Pak(a ke#a'a Wajib Pajak
%an& -i'ak 'i-em)kan alama-n%a*
- #engirimkan foto kopi P ke Pemda dimana Wajib Pajak
terakhir bertempat tinggal.
- #enempelkan P atas nama Wajib Pajak tersebut di papan
pengumuman %PP.
- #engumumkan P atas nama Wajib Pajak tersebut di media
massa.
"3. 1a&aimana Pelak(anaan 3),a- Pak(a -e,$a'a# Wajib Pajak/Penan&&)n& Pajak
%an& be,-em#a- -in&&al / be,'+mi(ili / be,-em#a- ke')')kan 'il)a, wila%a$
KPP/KPP11 'imana WP -e,'a.-a,*
%epala %antor Pelayanan Pajak tersebut wajib meminta bantuan kepada %epala
%antor Pelayanan Pajak/%antor Pelayanan Pajak !umi dan !angunan yang wilayah
kerjanya meliputi tempat pelaksanaan urat Paksa.
". A#a %an& $a,)( 'ilak)kan +le$ j),)(i-a a#abila 'ila,an& mema()ki -em#a-
Wajib Pajak*
- #emberi penjelasan kepada Wajib Pajak/PP bahwa tindakannya
menghalangi pelaksanaan tugas jurusita adalah berlawanan dengan hukum dan
dapat dian+am pidana.
- !erdasarkan 4ukum Pidana, jurusita tidak dapat memaksa Wajib
Pajak untuk memberi ijin memasuki tempatnya. )gar jurusita tidak melanggar
hukum pidana, ia harus meminta bantuan kepada %epolisian untuk bersama-
sama melakukan penyitaan.
- #engadukan Wajib Pajak/PP ke Polsek/Polres setempat
mengenai adanya pelanggaran pasal 202.
"5. A#aka$ KPP/KPP11 'a#a- melak)kan lelan& a-a( a(e- %an& 'i(i-a2 nam)n
-i'ak 'ibe,ikan '+k)men/(e,-i.ika- a-a( a(e- -e,(eb)-*
$apat, sepanjang prosedur penyitaan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
Penjelasan,
4ak Penanggung Pajak atas barang yang telah dilelang berpindah kepada pembeli
dan kepadanya diberikan Disalah ?elang yang merupakan bukti otentik sebagai dasar
pendaftaran dan pengalihan hak. Disalah lelang tersebut memberikan perlindungan
hukum bagi pembeli lelang karena berfungsi sebagai akte jual beli. $isamping itu
- B@ -
!adan Pertanahan Nasional menjamin bahwa dalam proses pendaftaran tanah,
Disalah ?elang yang diterbitkan oleh %antor ?elang Negara menggantikan
sertifikat sebelumnya.
"0. A#aka$ KPP 'a#a- melak)kan #en%i-aan 'an #enj)alan/lelan& a-a( a(e- %an&
'ijaminkan Wajib Pajak ke#a'a 1ank*
%PP dapat menyita kalau bank belum menyita dan melelang aset Wajib Pajak yang
telah diletakkan hak tanggungan, guna membayar utang pajaknya lebih dahulu
sebelum membayar hutang yang lain termasuk hak tanggungan dan jaminan fidusia.
Penjelasan,
Penyitaan dilaksanakan terhadap barang milik Penanggung Pajak termasuk yang
penguasaannya ditangan pihak lain atau yang dijaminkan sebagai pelunasan utang
tertentu.
Negara mempunyai hak mendahulu untuk tagihan pajak atas barang-barang milik
Penanggung Pajak
"5. A#aka$ KPP/j),)(i-a 'a#a- melak)kan (i-a a-a( a(e- %an& -ela$ -ela$ 'i(i-a +le$
Pen&a'ilan Ne&e,i a-a) :n(-an(i lain %an& be,wenan& *
Penyitaan tidak dapat dilaksanakan terhadap barang yang telah disita oleh
Pengadilan Negeri atau instansi lain yang berwenang.
"6. 1a&aimana 'en&an #el)na(an
$)-an& #ajak Wajib Pajak 'alam $al a(e- Wajib Pajak / Penan&&)n& Pajak -ela$
'i(i-a Pen&a'ilan Ne&e,i a-a) in(-an(i lain*
)pabila Pengadilan Negeri/polisi/!PPN telah melakukan penyitaan terhadap aset
Wajib Pajak tersebut, maka jurusita segera menyampaikan salinan urat Paksa dan
urat Perintah #elaksanakan Penyitaan kepada instansi tersebut, dengan permintaan
agar hasil penjualan/lelang aset yang disita PN/instansi lain tersebut untuk pelunasan
utang pajak.
"4. A#aka$ (a$
#elak(anaan #en%i-aan a#abila Wajib Pajak/PP men+lak menan'a-an&ani
1e,i-a A/a,a Pelak(anaan 3i-a (1AP3!*
Pelaksanaan sita tetap sah meskipun WP/PP menolak menandatangani !)P.
'urusita Pajak harus men+antumkan penolakan tersebut dalam !)P dan !)P
ditandatangani oleh jurusita dan saksi-saksi. !)P tersebut tetap sah dan
mempunyai kekuatan mengikat.
20. 1a&aimana j),)(i-a melak(anakan #en%i-aan a-a( a(e- WP 'i l)a,
wila%a$ KPP*
$alam hal penyitaan harus dilaksanakan di luar wilayah kerja Pejabat, maka:
- Pejabat dimaksud meminta bantuan kepada Pejabat yang wilayah
kerjanya meliputi tempat aset Wajib Pajak/PP.
- %PP yang diminta bantuan setelah menerima urat Permintaan
%PP -%PP domisili., %PP lokasi disertai salinan P, segera menerbitkan P#P.
- 'urusita %PP lokasi melaksanakan penyitaan dengan
menyerahkan P#P dan !)P.
2". A#aka$ #en%i-aan 'a#a- 'ilak)kan -an#a $a'i,n%aWajib Pajak*
- BA -
Penyitaan tetap dapat dilaksanakan walaupun Wajib Pajak tidak hadir, sepanjang
salah seorang saksi berasal dari Pemda setempat, sekurang-kurangnya setingkat
ekretaris %elurahan/$esa.
22. A#abila WP/PP -i'ak be,(e'ia membe,i-a$)kan (al'+ keka%aann%a
%an& -e,(im#an 'i bank 2 ba&aimana -in'ak lanj)-n%a*
- $'P -Pejabat. mengajukan permintaan pemblokiran kepada bank
disertai dengan penyampaian salinan P dan P#P.
- !ank wajib memblokir seketika setelah menerima permintaan
pemblokiran dan membuat !erita )+ara Pemblokiran -!)P. serta
menyampaikan salinannya kepada $'P dan Penanggung Pajak.
- 'urusita setelah menerima !)P dari bank memerintahkan PP
untuk memberi kuasa kepada bank agar memberitahukan saldo kekayaannya
yang tersimpan pada bank tersebut kepada 'urusita.
- !ila PP menolak memberikan kuasa pada bank, Pejabat meminta
bantuan !ank &ndonesia melalui #enteri %euangan untuk memerintahkan bank
memberitahukan saldo kekayaan WP yang tersimpan di !ank.
- 'urusita melakukan penyitaan dan membuat !)P dan
menyampaikan salinan !)P kepada Penanggung Pajak dan bank ybs.
- Pejabat mengajukan permintaan pen+abutan pemblokiran kepada
bank, setelah Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan
pajak.
22. 1a&aimana 'en&an #el)na(an $)-an& #ajak Wajib Pajak %an& 'in%a-akan #aili-
+le$ #en&a'ilan*
- )pabila Wajib Pajak telah dinyatakan pailit sebelum penyitaan
dilakukan, maka jurusita tidak dapat se+ara langsung menyita aset Wajib Pajak.
'urusita menyampaikan urat Paksa kepada %urator, 4akim Pengawas atau
!alai 4arta Peninggalan.
- )pabila jurusita telah melaksanakan penyitaan atas aset Wajib Pajak
sebelum Wajib Pajak dinyatakan pailit oleh PN, maka barang yang telah disita
dapat dilelang.
Penjelasan
Wajib Pajak yang dinyatakan pailit oleh pengadilan masih mempunyai kewajiban
untuk melunasi hutang pajaknya..
23. A#abila Wajib Pajak %an& ma(i$ mem#)n%ai )-an& #ajak 'in%a-akan b)ba,
a-a) 'ilik)i'a(i +le$ #en&a'ilan2 ba&aimana 'en&an #el)na(an )-an& #ajak
Wajib Pajak*
urat Paksa diberitahukan kepada orang atau badan yang dibebani untuk melakukan
pemberesan, atau likuidator.
Penjelasan
Wajib Pajak yang dinyatakan bubar atau dalam likuidasi oleh pengadilan masih
mempunyai kewajiban untuk melunasi utang pajaknya. %PP menyerahkan salinan
P dan P#P kepada likuidator atau orang/badan yang melaksanakan pemberesan.
2. KPP -ela$ men%i-a a(e- WP -e-a#i bel)m 'ij)al/'ilelan&2 ka,ena nilain%a ke/il
-i'ak (eban'in& 'en&an )-an& #ajak 'an bia%a iklan #en&)m)man2 ba&aimana
-in'ak lanj)-n%a*
- BC -
- %PP melakukan penyitaan tambahan sampai men+ukupi untuk
pelunasan utang pajak.
- $ilanjutkan penjualan/lelang aset yang disita.
25 A#abila WP mem#e,+le$ Ke#)-)(an Kebe,a-an a-a) P)-)(an 1an'in& %an&
men&akiba-kan )-an& #ajak be,k),an& a-a) ni$il (e$in&&a -e,'a#a- lebi$ ba%a,
(e'an&kan ba,an& %an& 'i(i-a -ela$ 'ilelan&2 a#aka$ WP 'a#a- memin-a
kembali ba,an&n%a -e,(eb)-*
Tidak.
Penjelasan
Wajib Pajak tidak dapat meminta atau tidak berhak menuntut pengembalian barang
yang telah dilelang, apabila setelah pelaksanaan lelang Wajib Pajak memperoleh
keputusan keberatan atau putusan banding yang mengakibatkan utang pajak menjadi
berkurang atau nihil sehingga menimbulkan kelebihan pembayaran pajak,
$alam hal ini, Pejabat mengembalikan kelebihan pembayaran pajak dalam bentuk
uang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan
20 A#a %an& 'imak()' 'en&an #en/e&a$an*
Pen+egahan adalah larangan yang bersifat sementara terhadap penanggung pajak
tertentu untuk keluar dari wilayah Negara Depublik &ndonesia berdasarkan alasan
tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
25 A#a k,i-e,ia Wajib Pajak / Penan&&)n& Pajak %an& 'a#a- 'ilak)kan
#en/e&a$an*
a. #empunyai utang pajak sekurang-kurangnya sebesar Dp0::.:::.:::,:: -seratus
juta rupiah..
b. $iragukan itikad baiknya dalam melunasi utang pajak.
+. Telah mendapat keputusan pen+egahan yang diterbitkan oleh #enteri
26 A#aka$ (e-ela$ 'ilak)kan #en/e&a$an -e,$a'a# WP/PP men&akiba-kan
$a#)(n%a )-an& #ajak*
Tidak.
Penjelasan
Pen+egahan terhadap Penanggung Pajak tidak mengakibatkan hapusnya utang pajak
dan terhentinya pelaksanaan penagihan pajak.
24 A#a %an& 'imak()' 'en&an #en%an'e,aan*
Penyanderaan adalah pengekangan sementara waktu kebebasan Penanggung Pajak
dengan menempatkannya di tempat tertentu.
30 A#a k,i-e,ia Wajib Pajak / Penan&&)n& Pajak %an& 'a#a- 'ilak)kan
#en%an'e,aan*
%riteria Penanggung Pajak yang akan disandera adalah:
a. #empunyai utang pajak sekurang-kurangnya
sebesar Dp0::.:::.:::,:: -seratus juta rupiah..
b. $iragukan itikad baiknya dalam melunasi utang pajak.
+. Telah lewat jangka waktu 03 -empat belas. hari sejak
tanggal urat Paksa diberitahukan kepada Penanggung Pajak.
- BB -
d. Telah mendapat i1in tertulis dari #enteri %euangan
Depublik &ndonesia.
Penjelasan
Penyanderaan hanya dapat dilaksanakan berdasarkan urat Perintah Penyanderaan
yang diterbitkan oleh Pejabat setelah mendapat i1in tertulis dari #enteri %euangan
atau *ubernur %epala $aerah Tingkat & -untuk pajak daerah..
3" A#aka$ -in'akan #en%an'e,aan 'a#a- 'ilak)kan -an#a ke#)-)(an #en&a'ilan*
$apat
Penjelasan
Tindakan Penyanderaan adalah merupakan tindak lanjut pelaksanaan urat Paksa
yang oleh "" diberikan kekuatan hukum yang sama dengan putusan pengadilan
yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.
32 3ia#a (ajaka$ Penan&&)n& Pajak %an& 'a#a- 'i(an'e,a* 3ia#a (ajaka$ Penan&&)n& Pajak %an& 'a#a- 'i(an'e,a*
0. Wajib Pajak ,rang Pribadi, termasuk ahli waris.
2. Wajib Pajak !adan, diwakili oleh Pengurus, %omisaris, Pemegang saham
mayoritas atau pengendali, termasuk orang yang nyata-nyata mempunyai
wewenang ikut menentukan kebijaksanaan dan atau mengambil keputusan
dalam menjalankan perusahaan.
Penjelasan
Wakil dari Wajib Pajak bertangggung jawab se+ara pribadi dan se+ara renteng atas
pembayaran pajak yang terutang.
33 1e,a#a lama ma(a #en%an'e,aan*
#asa penyanderaan paling lama @ -enam. bulan dan dapat diperpanjang untuk
selama-lamanya @ -enam. bulan.
35 A#aka$ 'en&an be,ak$i,n%a ma(a #en%an'e,aan -an#a #emba%a,an2 )-an&
#ajak Wajib Pajak/Penan&&)n& Pajak menja'i $a#)( ('ian&&a# l)na(!*
Tidak,
Penjelasan
Penyanderaan terhadap Penanggung Pajak tidak mengakibatkan hapusnya utang
pajak dan terhentinya pelaksanaan penagihan pajak.
"tang Wajib Pajak baru dianggap lunas setelah adanya pembayaran. Penyanderaan
hanyalah suatu sarana untuk memaksa Penanggung Pajak untuk melunasi utang
pajaknya dan bukan merupakan pengganti dari utang pajak.
30 A#a (%a,a- 'ilak)kann%a #en/ab)-an #en%an'e,aan*
a. "tang pajak dan biaya penagihan pajak telah dibayar lunas,
b. 'angka waktu yang ditetapkan dalam urat Perintah Penyanderaan itu
telah terpenuhi,
+. !erdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan
hukum tetap( atau
d. !erdasarkan pertimbangan tertentu dari #enteri %euangan.

35. A#aka$ )#a%a $)k)m %an& 'a#a- 'ilak)kan +le$ Wajib Pajak/Penan&&)n&
Pajak %an& 'i(an'e,a*
- 0:: -
Wajib Pajak dapat melakukan gugatan rehabilitasi nama baik dan ganti rugi melalui
Pengadilan Negeri.
Penjelasan
)pabila ternyata Pengadilan Negeri mengabulkan gugatan tersebut, maka $'P
berkewajiban untuk merehabilitasi nama baik Penanggung Pajak dan memberikan
ganti rugi sebesar Dp 0::.:::,- -seratus ribu. per hari selama Penanggung pajak
disandera.
- 0:0 -
<A:N8<A:N
". A#aka$ a'a /a,a lain ba&i Wajib Pajak )n-)k men'a.-a,kan 'i,i (elain 'i
KPP 'an KP*
elain di %PP dan %P3, Wajib Pajak dapat menggunakan sarana pendaftaran se+ara
on-line dengan internet melalui e-registration di www.pajak.go.id
Penjelasan
$engan adanya e-registration, Wajib Pajak dapat melakukan pendaftaran kapan dan
dimana saja tanpa perlu datang ke %PP. Pada saat mendaftar melalui internet, Wajib
Pajak akan langsung mendapatkan urat %eterangan Terdaftar ementara yang berisi
keterangan Wajib Pajak dan NPWP serta %PP tempat Wajib Pajak terdaftar.

2. A#aka$ .)n&(i 'a,i 3),a- Ke-e,an&an Te,'a.-a, 3emen-a,a *
/ungsinya sebagai sarana bagi Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajiban
perpajakan.
Penjelasan
urat %eterangan Terdaftar ementara itu hanya dapat digunakan untuk pembayaran
serta pemotongan pajak sedangkan untuk transaksi dengan pihak ketiga tidak
berlaku.
3. Men&a#a 3),a- Ke-e,an&an Te,'a.-a, be,(i.a- (emen-a,a *
urat %eterangan Terdaftar yang asli hanya dikeluarkan oleh %PP tempat Wajib
Pajak terdaftar.
Penjelasan
)pabila Wajib Pajak dalam janga waktu 5: hari sejak pendaftaran tidak
mengirimkan formulir pendaftaran beserta persyaratannya ke %PP, maka Wajib
Pajak tersebut tidak akan mendapatkan %T dan %artu NPWP asli dan NPWP Wajib
Pajak tersebut akan dihapus dari sistem e-registration.
. A#aka$ e8,e&i(-,a-i+n $an%a )n-)k ke#en-in&an #en'a.-a,an (aja*
e-registration tidak hanya digunakan untuk kepentingan pendaftaran saja.
Penjelasan
$engan e-registration, Wajib Pajak dapat melakukan perubahan data, mengajukan
pindah %PP dan juga penghapusan NPWP

5. Men&a#a (a%a $a,)( mem#)n%ai a//+)n- )n-)k #en'a.-a,an >n8<ine ini*
)++ount tersebut sebagai sarana untuk dapat mengakses aplikasi e-registration.
Penjelasan
)++ount digunakan sebagai key untuk masuk ke aplikasi e-registration. elama tidak
memiliki a++ount Wajib Pajak tidak dapat mengakses e-registartion.
0. Ke KPP mana (a%a $a,)( men&i,imkan '+k)men %an& 'ib)-)$kan )n-)k
#,+(e( #en'a.-a,an (e/a,a >n8<ine ini *
%e %PP tempat Wajib Pajak terdaftar.
Penjelasan
"ntuk Wajib Pajak ,rang Pribadi berdasarkan domisilinya sedangkan untuk Wajib
Pajak !adan berdasarkan lokasi usaha berada. Tempat %PP terdaftar dapat dilihat
langsung di /ormulir Pendaftaran.
- 0:2 -
5. Dalam $al #e,l) 'ilak)kan #e,)ba$an 'a-a8'a-a Wajib Pajak2 ba&aimana
#,+(e'),n%a 'alam e8,e&i(-,a-i+n*
<ukup dengan login dan langsung melakukan perubahan data. etelah proses
perubahan dilakukan, Wajib pajak mengirimkan formulir dan lampiran yang
menyatakan perubahan item tersebut ke %PP tempat Wajib Pajak terdaftar.
6. 1e,a#a lama (a%a akan men'a#a-kan 3KT 'an Ka,-) NPWP a(li %an&
'ikel)a,kan KPP 'an kemana (a%a $a,)( men&ambiln%a*
%T dan %artu NPWP asli diterbitkan oleh %PP sepajang %PP telah menerima
se+ara lengkap formulir dan persyaratannya dari Wajib Pajak. Wajib Pajak dapat
mengambilnya di %PP tempat Wajib Pajak Terdaftar.

4. 1a&aimana /a,a #emba%a,an #ajak (e$)b)n&an 'en&an a'an%a (i(-em
MP3*
Pembayaran pajak dilakukan pada bank persepsi yang sudah ,n-?ine dengan $'P.
Penjelasan
"ntuk daerah yang belum ,n-line tidak diperbolehkan menerima pembayaran Pajak
dari Wajib Pajak
"0. 1a&aimana k+n(ek)en(i bank #e,(e#(i %an& ma(i$ mene,ima #emba%a,an
#ajak*
!ank persepsi yang masih menerima pembayaran dari Wajib Pajak tersebut akan
mendapatkan pinalti dari $irektorat 'enderal )nggaran.

"". 1a&aimana kem)'a$an e83PT ba&i ke#en-in&an #ela#+,an #ajak*
Hfisiensi
Penjelasan
$engan aplikasi e-spt, Wajib Pajak dalam melaporkan pajaknya tidak perlu lagi
melampirkan lampirannya, tetapi +ukup dengan merekamnya di disket atau <$ dan
melampirinya dengan PT induk. $isamping itu dilengkapi juga dengan petunjuk
pemakaian yang mampu mengupdate data PT induk dari lampiran-lampirannya dan
juga perhitungan perpajakan dalam PT se+ara otomatis sesuai dengan peraturan
yang berlaku
"2. 1a&aimana kem)'a$an e8.illin& ba&i ke#en-in&an #ela#+,an #ajak *
#emudahkan Wajib Pajak terutama dalam hal waktu.
Penjelasan
$engan dibangunnya system e-filling akan sangat memudahkan Wajib Pajak karena
waktu akses menjadi lebih +epat, karena pada prinsipnya Wajib Pajak langsung me-
Jload8 data PTnya ke $atabase $'P tanpa melalui %PP, disamping itu Wajib Pajak
hanya menyampaikan PT &nduk dan !erita )+ara yang telah ditandatangani oleh
Wajib Pajak dan pengiriman data PT dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja
dalam batasan waktu yang ditentukan
"3. Da#a-ka$ .a(ili-a( 'ial )# )n-)k men&ak(e( la%anan e8.illin& Jika 'i kan-+,
kami -ela$ -e,k+nek(i 'en&an ja,in&an in-e,ne-2 a#aka$ kami 'a#a- men&8ak(e(
la%anan e8.ilin& -an#a men&&)nakan 'ial )#*
4arus tetap menggunakan fasilitas dial up
Penjelasan
- 0:5 -
aat ini layanan e-filling dengan +ara dial up +onne+tion, kedepannya diren+anakan
layanan e-filling akan tersedia di internet, sehingga memudahkan wajib pajak untuk
mengakses e-filling.
". Jika Wajib Pajak men&&)nakan la%anan e8.ilin&2 a#aka$ ma(i$ $a,)(
mela#+, ke KPP*
;a.
Penjelasan
Pada prinsipnya layanan e-filing adalah mengirimkan file PT ke $'P, sedangkan
pelaporannya masih harus dilakukan dan masih terikat dengan peraturan perpajakan
yang berlaku, yaitu dilaporkan sebelum tanggal 2: setiap bulannya, ;ang dilaporkan
ke %PP adalah PT &nduk -tanpa lampiran. dan !erita )+ara yang telah
ditandatangani serta kelengkapan PT lainnya -P, urat ?ainnya..
"5. A#a %an& 'a#a- 'ilak)kan Wajib Pajak jika -e,ja'i ke(ala$an #en&i,iman
'a-a 3PT melal)i la%anan e8.ilin&*
)pabila belum melewati batasan tanggal pengiriman, dapat dilakukan pengiriman
ulang data PT, sedangkan apabilan sudah lewat batasan tanggal pengiriman dapat
mengirimnya dalam bentuk spt pembetulan.
"0. A#aka$ la%anan e8.ilin& men&ik)-i jam ke,ja KPP*
Tidak
Penjelasan.
pengiriman melalui layanan e-filing dapat dilakukan kapan saja, selama tidak
melewati batasan waktu yang telah ditentukan oleh undang-undang.

"5. A#a %an& 'ilak)kan )n-)k melak)kan k+nek(i ke la%anan e8.ilin&*
a. #enyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan antara lain P< dengan ,
WindowsPP, Windows2:::,Windows2::5, #odem dan ?ine Telepon eksternal
b. #engedit file hosts -lokasinya : +:QwindowsQsystem52Qdri=ersQet+.,
tambahkan 0:.293.22.253 apps0, lalu simpan
+. #enbuat windows dial up +onne+tion, isi nomor telepon, username dan
password yang telah diberikan.
d. 'alankan $ial up +onne+tion, lalu buka internet e>plorer, buka webpage
dengan alamat http://apps0:AAAC

"6. Jika kami melak)kan #en&i,iman 'a-a 3PT be,kali8kali melal)i la%anan e8
.ilin&2 be,i-a a/a,a mana %an& $a,)( 'ila#+,kan *
!erita a+ara dari pengiriman data PT yang terakhir. 4al ini karena diasumsikan
yang dikirim terakhir oleh Wajib Pajak adalah data yang up todate
"4. Jika #a'a (aa- #en&i,iman 'a-a2 -e,ja'i ma(ala$ (e$in&&a men&akiba-kan
be,i-a a/a,a -i'ak -e,/e-ak2 a#a %an& $a,)( 'ilak)kan *
4arus dilakukan pengiriman ulang data PT, namun apabila kegagalan tetap terjadi
berulang-ulang, segera hubungi petugas yang bertanggung-jawab di %PP.

- 0:3 -
20. 1a&aimana melak)kan #,+(e( im#+, 'a-a ke'alam a#lika(i e83PT *
$ata dapat diimpor ke dalam aplikasi e-PT dengan mengikuti format yang telah
ditentukan dalam aplikasi e-PT. /ormat tandar file impor tersebut dapat dilihat
pada petunjuk penggunaan aplikasi e-PT.

2". 1a&aimana 3e--in& >D1C *
etting ,$!< -,pen $atabase <onne+ti=ity. dapat dilihat pada petunjuk
penggunaan aplikasi e-PT yang disertakan dalam aplikasi e-PT.

22. A#aka$ e83PT bi(a 'i#akai m)l-i )(e, *
$apat.
Penjelasan
)plikasi bisa digunakan bersama-sama dengan banyak user agar memudahkan
pekerjaan dan efisiensi waktu.
23. Dalam (a-) PC2 a#aka$ bi(a 'i&)nakan )n-)k men&i#)- 'a-a e83PT )n-)k
bebe,a#a WP/NPWP *
!isa.
Penjelasan
&nput data e-PT dalam satu P< untuk beberapa WP/NPWP dilakukan dengan +ara :
a. #eng-+opy database kosong kedalam beberapa folder sesuai dengan jumlah
WP.
b. %etika melakukan perekaman, ,$!< disesuaikan dengan database yang akan
diakses.

2. A#aka$ %an& $a,)( 'ilak)kan2 jika akan me,ekam 'a-a 33P nam)n -i'ak
memiliki NTPP *
#engisikan F:G sebanyak 0@ digit pada kolom NTPP dengan tujuan agar data dapat
direkam melalui sistem #P5.

- 0:9 -
3EKRETAR:AT
". 3ia#aka$ Pe&awai Ne&e,i 3i#il *
Pegawai Negeri ipil adalah setiap warga negara Depublik &ndonesia yang telah
memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan
diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan
digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pegawai Negeri ipil terdiri dari :
a. Pegawai Negeri ipil Pusat dan $aerah(
b. )nggota Tentara Nasional &ndonesia( dan
+. )nggota %epolisian Negara Depublik &ndonesia.
2. 3ia#a (aja %an& be,$ak menja'i Pe&awai Ne&e,i 3i#il*
;ang berhak menjadi Pegawai Negeri ipil adalah :
a. etiap Warga Negara &ndonesia yang memenuhi syarat-syarat yang telah
ditentukan, mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi Pegawai
Negeri ipil(
b. )pabila pelamar yang dimaksud di atas diterima, maka ia harus melalui masa
per+obaan dan selama itu berstatus sebagai +alon Pegawai Negeri ipil(
+. <alon Pegawai Negeri ipil diangkat menjadi Pegawai Negeri ipil setelah
melalui per+obaan sekurang-kurangnya 0 -satu. tahun dan selama-lamanya 2
-dua. tahun.
3. A#a (aja kewajiban 'an la,an&an %an& $a,)( 'i#a-)$i +le$ Pe&awai Ne&e,i
3i#il*
%ewajiban bagi Pegawai Negeri ipil adalah :
a. etia dan taat kepada Pan+asila, ""$ 0B39, Negara, dan Pemerintah(
b. #engutamakan kepentingan Negara di atas kepentingan golongan atau diri
sendiri serta menghindarkan segala sesuatu yang mendesak kepentingan Negara
oleh kepentingan golongan, diri sendiri, atau pihak lain(
+. #enjunjung tinggi kehormatan dan martabat Negara, Pemerintah, dan Pegawai
Negeri ipil(
d. #engangkat dan mentaati sumpah/janji Pegawai Negeri ipil dan sumpah/janji
jabatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku(
e. #enyimpan rahasia Negara dan atau rahasia jabatan dengan sebaik-baiknya(
f. #emperhatikan dan melaksanakan segala ketentuan Pemerintah baik yang
langsung menyangkut tugas kedinasannya maupun yang berlaku se+ara umum(
g. #elaksanakan tugas kedinasan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh
pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab(
h. !ekerja dengan jujur, tertib, +ermat, dan bersemangat untuk kepentingan
Negara(
i. #emelihara dan meningkatkan keutuhan, kekompakan, persatuan, dan kesatuan
%orps Pegawai Negeri ipil(
j. egera melaporkan kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat
membahayakan atau merugikan Negara/Pemerintah, terutama di bidang
keamanan, keuangan, dan materiil(
k. #entaati ketentuan jam kerja(
l. #en+iptakan dan memelihara suasana kerja yang baik(
- 0:@ -
m. #enggunakan dan memelihara barang-barang milik Negara dengan sebaik-
baiknya(
n. #emberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat menurut
bidang tugasnya baik-baik(
o. !ertindak dan bersikap tegas, tetapi adil dan bijaksana terhadap bawahannya(
p. #embimbing bawahannya dalam melaksanakan tugasnya(
O. #enjadi dan memberikan +ontoh serta teladan yang baik terhadap bawahannya(
r. #endorong bawahannya untuk meningkatkan prestasi kerjanya(
s. #emberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan kariernya(
t. #entaati ketentuan peraturan perundang-undangan tentang perpajakan(
u. !erpakaian rapi dan sopan serta bersikap dan bertingkah laku sopan santun
terhadap masyarakat, sesama Pegawai Negeri ipil, dan terhadap atasan(
=. 4ormat menghormati antara sesama warga negara yang memeluk
agama/keper+ayaan terhadap Tuhan ;ang #aha Hsa, yang berlainan(
w. #enjadi teladan sebagai warga negara yang baik dalam masyarakat(
>. #entaati segala peraturan perundang-undangan dan peraturan kedinasan yang
berlaku(
y. #entaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang(
1. #emperhatikan dan menyelesaikan dengan sebaik-baiknya setiap laporan yang
diterima mengenai pelanggaran disiplin.
?arangan bagi Pegawai Negeri ipil adalah :
a. #elakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan atau martabat Negara,
Pemerintah, atau Pegawai Negeri ipil(
b. #enyalahgunakan wewenangnya(
+. Tanpa i1in Pemerintah menjadi Pegawai atau bekerja untuk negara asing(
d. #enyalahgunakan barang-barang, uang, atau surat-surat berharga milik Negara(
e. #emiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan
barang-barang, dokumen, atau surat-surat berharga milik Negara se+ara tidak
sah(
f. #elakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau
orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan
keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang se+ara langsung atau tidak
langsung merugikan Negara(
g. #elakukan tindakan yang bersifat negatif dengan maksud membalas dendam
terhadap bawahannya atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan
kerjanya(
h. #enerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga
yang diketahui atau patut dapat diduga bahwa pemberian itu bersangkutan atau
mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan Pegawai Negeri ipil(
i. #emasuki tempat-tempat yang dapat men+emarkan kehormatan atau martabat
Pegawai Negeri ipil, ke+uali untuk kepentingan jabatan(
j. !ertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya(
k. #elakukan suatu tindakan atau sengaja tidak melakukan suatu tindakan yang
dapat berakibat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang
dilayaninya sehingga mengakibatkan kerugian bagi pihak yang dilayaninya(
l. #enghalangi berjalannya tugas kedinasan(
m. #embo+orkan dan atau memanfaatkan rahasia Negara yang diketahui karena
kedudukan jabatan untuk kepentingan pribadi, golongan, atau pihak lain(
- 0:A -
n. !ertindak selaku perantara bagi suatu pengusaha atau golongan untuk
mendapatkan pekerjaan atau pesanan dari kantor/instansi Pemerintah(
o. #emiliki saham modal dalam perusahaan yang kegiatan usahanya berada dalam
ruang lingkup kekuasaannya(
p. #emiliki saham suatu perusahaan yang kegiatan sahamnya tidak dalam ruang
lingkup kekuasaannya yang jumlah dan sifat pemilikan itu sedemikian rupa
sehingga melalui pemilikan saham tersebut dapat langsung atau tidak langsung
menentukan penyelenggaraan atau jalannya perusahaan(
O. #elakukan kegiatan usaha dagang baik se+ara resmi, maupun sambilan, menjadi
direksi, pimpinan, atau komisaris perusahaan swasta bagi yang berpangkat
Pembina -*ol. &I/a. ke atas atau yang memangku jabatan eselon &(
r. #elakukan pungutan tidak sah dalam bentuk apapun juga dalam melaksanakan
tugasnya untuk kepentingan pribadi, golongan, atau pihak lain.
. A#a (aja $ak8$ak %an& 'imiliki +le$ Pe&awai Ne&e,i 3i#il*
etiap Pegawai Negeri ipil memperoleh hak-hak sebagai berikut :
a. #emperoleh gaji yang layak sesuai dengan pekerjaan dan tanggungjawabnya(
b. #emperoleh +uti(
+. etiap Pegawai Negeri ipil yang ditimpa oleh sesuatu ke+elakaan dalam dan
karena menjalankan tugas dan kewajibannya, berhak memperoleh perawatan(
d. etiap Pegawai Negeri ipil yang menderita +a+at jasmani atau +a+at rohani
dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya yang mengakibatkannya
tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun juga, berhak memperoleh
tunjangan(
e. etiap Pegawai Negeri ipil yang tewas, keluarganya berhak memperoleh uang
duka.
5. =)k)man a#a (aja %an& 'a#a- 'ikenakan a-a( #elan&&a,an #e,a-),an 'i(i#lin
+le$ Pe&awai Ne&e,i 3i#il *
N+ Tin&ka- =)k)man
Di(i#lin
Jeni( =)k)man Di(i#lin
0. 4ukuman $isiplin
Dingan
a. Tegoran lisan
b. Tegoran tertulis
+. Pernyataan tidak puas se+ara tertulis
2. 4ukuman $isiplin
edang
a. Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 0 -satu. tahun
b. Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 0
-satu. tahun
+. Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 0 -satu. tahun
5. 4ukuman $isiplin
!erat
a. Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling
lama 0 -satu. tahun
b. Pembebasan dari jabatan
+. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai
Negeri ipil
d. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri ipil
0. 3ia#aka$ #ejaba- %an& be,wenan& menja-)$kan $)k)man 'i(i#lin -e,$a'a#
Pe&awai Ne&e,i 3i#il %an& melan&&a, #e,a-),an 'i(i#lin*
Pejabat yang berwenang menghukum adalah #enteri dan 'aksa )gung, ke+uali jenis
hukuman disiplin :
- 0:C -
N+ Jeni( =)k)man Di(i#lin Te,$a'a# Pe&awai Ne&e,i 3i#il
0. a. Pemberhentian dengan hormat tidak atas
permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri ipil !erpangkat Pembina Tk. & -*ol. &I/b. ke atas
b. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai
Pegawai Negeri ipil
2. Pembebasan 'abatan #emangku jabatan struktural eselon & atau jabatan
lain yang wewenang pengangkatan dan
pemberhentiannya berada di tangan Presiden
elanjutnya wewenang penjatuhan hukuman disiplin tersebut didelegasikan oleh
#enteri %euangan kepada para pejabat di lingkungan $epartemen %euangan D&
yaitu sebagaimana dijelaskan dalam tabel berikut ini :
N+. Pejaba- =)k)man Di(i#lin ;an&
Di'ele&a(ikan
Te,$a'a# PN3
0. PEJA1AT E3E<>N : G
a. ekretaris 'enderal a. Tegoran lisan
;ang memangku jabatan
struktural eselon && atau yang
setingkat di lingkungan
masing-masing
b. $irjen )nggaran b. Tegoran tertulis
+. $irjen Pajak +. Pernyataan tidak puas se+ara
tertulis
d. $irjen !ea dan <ukai d. Penundaan kenaikan gaji berkala
untuk paling lama 0 -satu. tahun
e. $irjen Pembinaan !"#N e. Penurunan gaji sebesar satu kali
kenaikan gaji berkala untuk
paling lama 0 -satu. tahun
f. $irjen ?embaga %euangan f. Penundaan kenaikan pangkat
untuk paling lama 0 -satu. tahun
g. $irjen P%P$
h. $irjen Piutang 6 ?elang
Negara
g. Penurunan pangkat pada pangkat
yang setingkat lebih rendah untuk
paling lama 0 -satu. tahun
;ang memangku jabatan
struktural eselon &&, &&&, &I, I
dan yang setingkat serta
Pegawai Negeri ipil lainnya
di lingkungan masing-masing
i. &nspektur 'enderal
j. %etua !apepam h. Pembebasan jabatan ;ang memangku jabatan
struktural eselon &I, I dan
yang setingkat di lingkungan
masing-masing
k. %epala !)/
l. %epala !)%"N
m. %epala !intek
n. %epala !PP%
2. PEJA1AT E3E<>N :: G
ekretaris $irektorat 'enderal
/!adan, ekretaris &nspektorat
'enderal, %epala !iro, $irektur,
&nspektur, %epala Pusat
Pendidikan dan Pelatihan, %epala
Pusat, ekretaris !PP, %epala
%antor Wilayah atau jabatan lain
yang setingkat
a.
b.
+.
Tegoran lisan
Tegoran tertulis
Pernyataan tidak puas se+ara
tertulis
;ang memangku jabatan
struktural eselon &&& atau yang
setingkat di lingkungan
masing-masing
d. Penundaan kenaikan gaji berkala
untuk paling lama 0 -satu. tahun
;ang memangku jabatan
struktural eselon &&&, &I, I
dan yang setingkat serta
Pegawai Negeri ipil lainnya
di lingkungan masing-masing
e. Penurunan gaji sebesar satu kali
kenaikan gaji berkala untuk
paling lama 0 -satu. tahun
- 0:B -
N+. Pejaba- =)k)man Di(i#lin ;an&
Di'ele&a(ikan
Te,$a'a# PN3
f. Penundaan kenaikan pangkat
untuk paling lama 0 -satu. tahun
5. PEJA1AT E3E<>N ::: G
%epala !agian, %epala ub
$irektorat, %epala !idang,
ekretaris Pengganti !PP,
%epala %antor -eselon &&&.,
%epala !alai, %epala Pangkalan
arana ,perasional atau jabatan
lain yang setingkat
a.
b.
+.
Tegoran lisan
Tegoran tertulis
Pernyataan tidak puas se+ara
tertulis
;ang memangku jabatan
struktural eselon &I dan yang
setingkat di lingkungan
masing-masing
3. PEJA1AT E3E<>N :B G
%epala ub !agian, %epala
eksi, atau jabatan lain yang
setingkat
a.
b.
+.
Tegoran lisan
Tegoran tertulis
Pernyataan tidak puas se+ara
tertulis
;ang memangku jabatan
struktural eselon I dan yang
setingkat serta Pegawai
Negeri ipil lainnya di
lingkungan masing-masing
5. Ka#an be,lak)n%a $)k)man 'i(i#lin*
%eputusan hukuman disiplin mulai berlaku sebagaimana dijelaskan dalam tabel
berikut :
N+. Jeni( =)k)man Di(i#lin M)lai 1e,lak)
0. 4ukuman disiplin tingkat ringan
ejak tanggal disampaikan oleh
pejabat yang berwenang menghukum
kepada Pegawai Negeri ipil yang
dijatuhi hukuman disiplin
a. Tegoran lisan
b. Tegoran tertulis
+. Pernyataan tidak puas se+ara tertulis
2. 4ukuman disiplin tingkat sedang dan berat
Pada hari ke - 09 -lima belas.
terhitung mulai tanggal penyampaian
surat keputusan hukuman disiplin itu
kepada Pegawai Negeri ipil yang
bersangkutan
A#abila -i'ak a'a kebe,a-an
a. Penundaan kenaikan gaji berkala
b. Penurunan gaji
+. Penundaan kenaikan pangkat
d. Penurunan pangkat pada pangkat setingkat lebih rendah
e. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri
f. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PN
A#abila a'a kebe,a-an
ejak tanggal keputusan atas
keberatan itu ditetapkan oleh atasan
pejabat yang berwenang menghukum
atau oleh !adan Pertimbangan
%epegawaian
a. Penundaan kenaikan gaji berkala
b. Penurunan gaji
+. Penundaan kenaikan pangkat
d. Penurunan pangkat pada pangkat setingkat lebih rendah
e. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri
f. Pemberhentian tidak dengan hormat
5. 4ukuman disiplin pembebasan dari jabatan ejak tanggal keputusan hukuman
disiplin itu ditetapkan oleh pejabat
yang berwenang menghukum
3. Pegawai Negeri ipil yang dijatuhi hukuman disiplin tidak hadir
pada waktu penyampaian keputusan hukuman disiplin
4ari ke-5: -tiga puluh. terhitung
mulai tanggal yang ditentukan untuk
penyampaian keputusan hukuman
disiplin
- 00: -
6. A#aka$ (ank(i -e,$a'a# Pe&awai Ne&e,i 3i#il %an& 'ikenakan #ena$anan +le$
%an& be,wajib*
Pegawai Negeri ipil yang dikenakan penahanan oleh pejabat yang berwajib karena
disangka telah melakukan tindak pidana kejahatan dikenakan #embe,$en-ian
(emen-a,a sampai mendapat putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan
hukum tetap.
N+. Ala(an Pembe,$en-ian 3emen-a,a 1e(a,n%a 7aji ;an& Diba%a,kan
0. #elakukan kejahatan/pelanggaran jabatan a. 'ika terdapat petunjuk-petunjuk yang
+ukup meyakinkan bahwa ia telah melakukan
pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan
berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar
9: E dari gaji pokok yang diterimanya terakhir(
b. 'ika belum terdapat petunjuk-petunjuk
yang jelas tentang telah dilakukannya pelanggaran yang
didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia
diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar A9 E dari gaji
pokok yang diterimanya terakhir.
2. #elakukan kejahatan/pelanggaran yang
tidak menyangkut jabatannya
#ulai bulan berikutnya ia diberhentikan bagian gaji sebesar
A9 E dari gaji pokok yang diterimanya terakhir
0. Pegawai Negeri yang menerima bagian gaji seperti disebutkan di atas mendapat
tunjangan keluarga, tunjangan kemahalan umum, dan lain-lain, ke+uali
tunjangan jabatan dan fasilitas yang ada hubungannya langsung dengan
jabatannya menurut peraturan yang berlaku dan dihitung atas dasar bagian gaji
yang diterimanya.
2. "ntuk menghindarkan kerugian bagi keuangan negara, maka perkara yang
menyebabkan seorang Pegawai Negeri ipil yang dikenakan pemberhentian
sementara, harus diperiksa dalam waktu yang sesingkat-singkatnya agar dapat
diambil keputusan yang tepat terhadap diri pegawai yang bersangkutan.
4. 3e-ela$ 'ilak)kan #eme,ik(aan +le$ #i$ak %an& be,wajib2 -in'akan a#a %an&
$a,)( 'ilak)kan -e,$a'a# Pe&awai Ne&e,i 3i#il -e,(eb)-*
Perlakuan terhadap Pegawai Negeri ipil yang telah dilakukan pemeriksaan oleh
pihak berwajib atas dakwaan yang ditujukan kepadanya sebagaimana tabel di bawah
ini :
N+. =a(il Peme,ik(aan
Pe,lak)an Te,$a'a# PN3 ;an& 3ebel)mn%a
Tela$ Dibe,$en-ikan 3emen-a,a
0. Terbukti Tidak
bersalah
a. PN tersebut direhabilitasikan yaitu diaktifkan dan
dikembalikan pada jabatan semula terhitung sejak ia dikenakan
pemberhentian sementara(
b. elama masa diberhentikan untuk sementara ia
berhak mendapat gaji penuh serta penghasilan-penghasilan lain
yang berhubungan dengan jabatannya.
2. Terbukti !ersalah a. $apat diberhentikan dengan hormat atau tidak
diberhentikan karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan
putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap
- 000 -
N+. =a(il Peme,ik(aan
Pe,lak)an Te,$a'a# PN3 ;an& 3ebel)mn%a
Tela$ Dibe,$en-ikan 3emen-a,a
karena melakukan tindak pidana kejahatan yang an+aman
hukumannya kurang dari 3 -empat. tahun(
b. $apat diberhentikan dengan hormat tidak atas
permintaan sendiri atau tidak dengan hormat karena dihukum
penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai
kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana
kejahatan yang an+aman hukumannya 3 -empat. tahun atau lebih(
+. $iberhentikan tidak dengan hormat karena
dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan
yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan
tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang
ada hubungannya dengan jabatan.
"0. A#abila 'alam membe,ikan #ela%anan ke#a'a ma(%a,aka- -e,'a#a- -in'akan
'a,i a#a,a- #ajak %an& men%im#an& a-a) ma(%a,aka- me,a(a k),an&/-i'ak
#)a( -e,$a'a# #ela%anan %an& 'ibe,ikan2 ba&aimana /a,a men%am#aikan
#en&a')an ma(%a,aka- a&a, #e,b)a-an a#a,a-/+kn)m -e,(eb)- 'a#a-
'i-in'aklanj)-i*
Pengaduan masyarakat dapat disampaikan ke %otak Pos 9:::, %otak Pos 000
'%T# 02A::, %omisi ,mbudsman, dan &nspektorat 'enderal -sesuai flow +hart
dibawah., pengaduan yang masuk kemudian akan disampaikan ke $irektur
'enderal Pajak untuk ditindaklanjuti.
$irektur 'enderal
Pajak
Pengaduan
#asyarakat
%otak Pos
9:::
%otak Pos
000 '%T# 02A::
%omisi
,mbudsman
&nspektorat
'enderal
Tindak lanjut
- 002 -
"". A#aka$ 'alam membe,ikan #ela%anan ke#a'a ma(%a,aka- Di,ek-+,a- Jen'e,al
Pajak mene,a#kan -,an(#a,an(i (be,(i.a- -e,b)ka!2 -,an(#a,an(i -e,(eb)-
meli#)-i a#a*
;a, meliputi:
a. Transparansi manajemen penyelenggaraan pelayanan publik
b. Prosedur pelayanan
+. Persyaratan teknis dan administratif pelayanan
d. Din+ian biaya pelayanan
e. Pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab
f. ?okasi pelayanan
g. 'anji pelayanan
h. tandar pelayanan publik
i. &nformasi pelayanan
"2. =)k)man a#a (aja %an& 'a#a- 'ikenakan a-a( #elan&&a,an #e,a-),an 'i(i#lin
+le$ Pe&awai Ne&e,i 3i#il *
N+
Tin&ka-
=)k)man
Di(i#lin
Jeni( =)k)man Di(i#lin
0. 4ukuman $isiplin
Dingan
a. Tegoran lisan
b. Tegoran tertulis
+. Pernyataan tidak puas se+ara tertulis
2. 4ukuman $isiplin
edang
a. Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 0 -satu. tahun
b. Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling
lama 0 -satu. tahun
+. Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 0 -satu. tahun
5. 4ukuman $isiplin
!erat
a. Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk
paling lama 0 -satu. tahun
b. Pembebasan dari jabatan
+. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai
Pegawai Negeri ipil
d. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri ipil
"3. 3ia#aka$ #ejaba- %an& be,wenan& menja-)$kan $)k)man 'i(i#lin -e,$a'a#
Pe&awai Ne&e,i 3i#il %an& melan&&a, #e,a-),an 'i(i#lin*
Pejabat yang berwenang menghukum adalah #enteri dan 'aksa )gung, ke+uali jenis
hukuman disiplin :
N+. Jeni( =)k)man Di(i#lin Te,$a'a# Pe&awai Ne&e,i 3i#il
0. a. Pemberhentian dengan hormat tidak
atas permintaan sendiri sebagai
Pegawai Negeri ipil !erpangkat Pembina Tk. & -*ol. &I/b. ke atas
b. Pemberhentian tidak dengan hormat
sebagai Pegawai Negeri ipil
- 005 -
". A#aka$ (ank(i -e,$a'a# Pe&awai Ne&e,i 3i#il %an& 'ikenakan #ena$anan +le$
%an& be,wajib*
Pegawai Negeri ipil yang dikenakan penahanan oleh pejabat yang berwajib karena
disangka telah melakukan tindak pidana kejahatan dikenakan #embe,$en-ian
(emen-a,a sampai mendapat putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan
hukum tetap.
N+. Ala(an Pembe,$en-ian 3emen-a,a 1e(a,n%a 7aji ;an& Diba%a,kan
0. #elakukan kejahatan/pelanggaran jabatan a. 'ika terdapat petunjuk-petunjuk yang +ukup
meyakinkan bahwa ia telah melakukan
pelanggaran yang didakwakan atas dirinya
mulai bulan berikutnya ia diberhentikan
diberikan bagian gaji sebesar 9: E dari gaji
pokok yang diterimanya terakhir(
b. 'ika belum terdapat petunjuk-petunjuk yang
jelas tentang telah dilakukannya pelanggaran
yang didakwakan atas dirinya mulai bulan
berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian
gaji sebesar A9 E dari gaji pokok yang
diterimanya terakhir.
2. #elakukan kejahatan/pelanggaran yang
tidak menyangkut jabatannya
#ulai bulan berikutnya ia diberhentikan bagian gaji
sebesar A9 E dari gaji pokok yang diterimanya terakhir
5. Pegawai Negeri yang menerima bagian gaji seperti disebutkan di atas mendapat
tunjangan keluarga, tunjangan kemahalan umum, dan lain-lain, ke+uali
tunjangan jabatan dan fasilitas yang ada hubungannya langsung dengan
jabatannya menurut peraturan yang berlaku dan dihitung atas dasar bagian gaji
yang diterimanya.
3. "ntuk menghindarkan kerugian bagi keuangan negara, maka perkara yang
menyebabkan seorang Pegawai Negeri ipil yang dikenakan pemberhentian
sementara, harus diperiksa dalam waktu yang sesingkat-singkatnya agar dapat
diambil keputusan yang tepat terhadap diri pegawai yang bersangkutan.
"5. 3e-ela$ 'ilak)kan #eme,ik(aan +le$ #i$ak %an& be,wajib2 -in'akan a#a %an&
$a,)( 'ilak)kan -e,$a'a# Pe&awai Ne&e,i 3i#il -e,(eb)-*
Perlakuan terhadap Pegawai Negeri ipil yang telah dilakukan pemeriksaan oleh
pihak berwajib atas dakwaan yang ditujukan kepadanya sebagaimana tabel di bawah
ini :
N+. =a(il Peme,ik(aan Pe,lak)an Te,$a'a# PN3 ;an& 3ebel)mn%a
Tela$ Dibe,$en-ikan 3emen-a,a
0. Terbukti Tidak bersalah a. PN tersebut direhabilitasikan yaitu diaktifkan dan dikembalikan
pada jabatan semula terhitung sejak ia dikenakan pemberhentian
sementara(
- 003 -
N+. =a(il Peme,ik(aan Pe,lak)an Te,$a'a# PN3 ;an& 3ebel)mn%a
Tela$ Dibe,$en-ikan 3emen-a,a
b. elama masa diberhentikan untuk sementara ia berhak mendapat
gaji penuh serta penghasilan-penghasilan lain yang berhubungan
dengan jabatannya.
2. Terbukti !ersalah a. $apat diberhentikan dengan hormat atau tidak diberhentikan
karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan
pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena
melakukan tindak pidana kejahatan yang an+aman hukumannya
kurang dari 3 -empat. tahun(
b. $apat diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri
atau tidak dengan hormat karena dihukum penjara berdasarkan
putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang
tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang an+aman
hukumannya 3 -empat. tahun atau lebih(
+. $iberhentikan tidak dengan hormat karena dihukum penjara atau
kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai
kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan
jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan
jabatan.
"0 #aka$ 'alam membe,ikan #ela%anan ke#a'a ma(%a,aka- Di,ek-+,a- Jen'e,al
Pajak mene,a#kan -,an(#a,an(i (be,(i.a- -e,b)ka!2 -,an(#a,an(i -e,(eb)-
meli#)-i a#a*
;a, meliputi:
a. Transparansi manajemen penyelenggaraan pelayanan publik
b. Prosedur pelayanan
+. Persyaratan teknis dan administratif pelayanan
d. Din+ian biaya pelayanan
e. Pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab
f. ?okasi pelayanan
g. 'anji pelayanan
h. tandar pelayanan publik
i. &nformasi pelayanan
- 009 -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
RA3:> PENER:MAAN PAJAK DAN PDR1 T= 2002
KANW:< : (DJP 3UMATERA 1A7:AN UTARA!
-Dp.'uta.
K<U JEN:3 U3A=A PAJAK PDR1
0 0:::: PHDT)N&)N 2@3,B@A 5@,2@2,BC2
2 2:::: PHDT)#!)N*)N 3C,A:9 00,C9C,5@C
5 5:::: &N$"TD& PHN*,?)4)N 5B3,239 50,55@,@@@
3 3:::: ?&TD&%, *) $)N )&D 0B,C5C 0,02A,039
9 9:::: %,NTD"%& 5B3,9C0 3,9A3,2@B
@ @:::: PHD$)*)N*)N $)N ')) 39B,3AB 0C,9C5,A5B
A A:::: )N*%"T)N 2CC,59B @,@30,C@B
C C:::: ?H#!. %H")N*)N, DH)? HT)TH C2@,2CC 3,2A2,@:3
B B:::: %H#);)D)%)T)N ,&)? 532,02: A,993,AC2
0: ::::: %H*&)T)N ;* !H?"# 'H?) 550,C25 -
'"#?)4 5,5A:,3:3 022,202,323
umber : ekretariat Tim Tenaga Pengkaji
$irektorat 'enderal Pajak
- 00@ -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
KANW:< :: (DJP 3UMATERA 1A7:AN TEN7A=!
-Dp.'uta.
K<U JEN:3 U3A=A PAJAK PDR1
0 0:::: PHDT)N&)N 3A2,@03 03,35@,C@0
2 2:::: PHDT)#!)N*)N 99B,C2A 5@,200,::9
5 5:::: &N$"TD& PHN*,?)4)N C:B,C5A 03,CAC,C3@
3 3:::: ?&TD&%, *) $)N )&D 32,CA0 C:2,:C:
9 9:::: %,NTD"%& 902,2@3 2,B25,C95
@ @:::: PHD$)*)N*)N $)N ')) 35B,@C0 0:,9@5,AB3
A A:::: )N*%"T)N 203,:A2 @,0CB,2@A
C C:::: ?H#!. %H")N*)N, DH)? HT)TH @02,CA0 2,@@A,959
B B:::: %H#);)D)%)T)N ,&)? 092,9A0 C,0:C,323
0: ::::: %H*&)T)N ;* !H?"# 'H?) 2A:,050 -
'"#?)4 3,:C@,A5B B@,AC0,@@9
umber : ekretariat Tim Tenaga Pengkaji
$irektorat 'enderal Pajak
- 00A -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
KANW:< ::: (DJP 3UMATERA 1A7:AN 3E<ATAN!
-Dp.'uta.
K<U JEN:3 U3A=A PAJAK PDR1
0 0:::: PHDT)N&)N 523,9B3 2@,@@3,9::
2 2:::: PHDT)#!)N*)N 2:2,C92 05,A50,5:9
5 5:::: &N$"TD& PHN*,?)4)N 0,:2@,553 0B,BBA,::3
3 3:::: ?&TD&%, *) $)N )&D B,939 B35,935
9 9:::: %,NTD"%& 529,A03 9,:5:,52@
@ @:::: PHD$)*)N*)N $)N ')) 5@9,599 2A,59C,B0:
A A:::: )N*%"T)N 092,905 A,C:3,55:
C C:::: ?H#!. %H")N*)N, DH)? HT)TH 3:0,:B: 0:,:9C,5A3
B B:::: %H#);)D)%)T)N ,&)? 0CC,5@A C,C5B,A:@
0: ::::: %H*&)T)N ;* !H?"# 'H?) 0BA,:59 -
'"#?)4 5,0B5,5BB 02:,32A,BBC
umber : ekretariat Tim Tenaga Pengkaji
$irektorat 'enderal Pajak
- 00C -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
KANW:< :BIBIB: (DJP JAKARTA RA;A :I::I:::!
-Dp.'uta.
K<U JEN:3 U3A=A PAJAK PDR1
0 0:::: PHDT)N&)N 25:,3@9 90@,93A
2 2:::: PHDT)#!)N*)N 53B,@9A -
5 5:::: &N$"TD& PHN*,?)4)N 5,A25,BA5 93,292,C0@
3 3:::: ?&TD&%, *) $)N )&D 9C,9:C 5,09A,@:5
9 9:::: %,NTD"%& 0,52A,@:: 5:,3@@,952
@ @:::: PHD$)*)N*)N $)N ')) B,90:,BC@ @:,3@B,3A3
A A:::: )N*%"T)N 0,:93,B55 20,@:9,B29
C C:::: ?H#!. %H")N*)N, DH)? HT)TH 3,C5B,900 9C,B59,003
B B:::: %H#);)D)%)T)N ,&)? C05,529 29,550,30A
0: ::::: %H*&)T)N ;* !H?"# 'H?) 5,:05,C:3 -
'"#?)4 23,B22,A@0 293,A59,32C
umber : ekretariat Tim Tenaga Pengkaji
$irektorat 'enderal Pajak
- 00B -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
KANW:< B:: (DJP JAKARTA RA;A K=U3U3!
-Dp.'uta.
K<U JEN:3 U3A=A PAJAK
PEREDARAN
U3A=A
0 0:::: PHDT)N&)N 53@,0CA 09,AB3,C3:
2 2:::: PHDT)#!)N*)N C,5@A,5A5 9A,52@,:CA
5 5:::: &N$"TD& PHN*,?)4)N 0:,C:A,525 039,:2A,222
3 3:::: ?&TD&%, *) $)N )&D @@3,02A @:,5@:,95:
9 9:::: %,NTD"%& A0:,33C 0B,B2C,AA3
@ @:::: PHD$)*)N*)N $)N ')) 2,90B,:9C 5C,9BC,C52
A A:::: )N*%"T)N A,02B,AAB 9@,@99,@BB
C C:::: ?H#!. %H")N*)N, DH)? HT)TH B,:AA,@B: 020,9C:,BAB
B B:::: %H#);)D)%)T)N ,&)? 0,CC5,9@5 0B,5BB,9BA
0: ::::: %H*&)T)N ;* !H?"# 'H?) 02,5B@,0@A
'"#?)4 95,B:0,A09 953,@A2,99B
umber : ekretariat Tim Tenaga Pengkaji
$irektorat 'enderal Pajak
- 02: -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
KANW:< B:::I:J (DJP JAWA 1A7:AN 1ARAT :I::!
-Dp.'uta.
K<U JEN:3 U3A=A PAJAK PDR1
0 0:::: PHDT)N&)N 90,@:0 5C,953,CB@
2 2:::: PHDT)#!)N*)N 0:C,:93 22,259,9:2
5 5:::: &N$"TD& PHN*,?)4)N 9,099,:92 00:,5:B,C2:
3 3:::: ?&TD&%, *) $)N )&D 93,93B C,923,9AA
9 9:::: %,NTD"%& 509,29B A,@A@,0B2
@ @:::: PHD$)*)N*)N $)N ')) 0,032,2:B 30,2C5,39A
A A:::: )N*%"T)N B:@,@2A 03,20B,:23
C C:::: ?H#!. %H")N*)N, DH)? HT)TH 2,03C,5@0 C,:AB,2B@
B B:::: %H#);)D)%)T)N ,&)? 0,00B,BC9 20,@52,259
0: ::::: %H*&)T)N ;* !H?"# 'H?) 0,0:0,C:B
'"#?)4 02,0:5,9:A 2A2,3B3,BBB
umber : ekretariat Tim Tenaga Pengkaji
$irektorat 'enderal Pajak
- 020 -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
KANW:< J (DJP JAWA TEN7A= DAN D:;!
-Dp.'uta.
K<U JEN:3 U3A=A PAJAK PDR1
0 0:::: PHDT)N&)N 3,A5: 5C,B0B,2C5
2 2:::: PHDT)#!)N*)N @,B22 0,C@@,:20
5 5:::: &N$"TD& PHN*,?)4)N 2,A@9,@05 9:,5::,:5A
3 3:::: ?&TD&%, *) $)N )&D 30,3C0 0,3A9,:B0
9 9:::: %,NTD"%& 59,A:0 A,9B2,:B:
@ @:::: PHD$)*)N*)N $)N ')) B:C,29@ 3:,359,9A@
A A:::: )N*%"T)N 05C,C0A B,3C9,09B
C C:::: ?H#!. %H")N*)N, DH)? HT)TH 0,02:,3C: A,339,:5@
B B:::: %H#);)D)%)T)N ,&)? AB:,0C5 09,A5:,@B3
0: ::::: %H*&)T)N ;* !H?"# 'H?) 2AB,:BB
'"#?)4 @,:B0,2C5 0A5,23C,BCA
umber : ekretariat Tim Tenaga Pengkaji
$irektorat 'enderal Pajak
- 022 -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
KANW:< J:IJ:: (DJP JAWA 1A7:AN T:MUR :I::!
-Dp.'uta.
K<U JEN:3 U3A=A PAJAK PDR1
0 0:::: PHDT)N&)N BA,A5B 3A,5@:,900
2 2:::: PHDT)#!)N*)N 03A,:2@ 3,90B,@B5
5 5:::: &N$"TD& PHN*,?)4)N @,3@A,0@A @:,55A,039
3 3:::: ?&TD&%, *) $)N )&D @3,AC9 @,0@3,:C0
9 9:::: %,NTD"%& 599,0AB B,@5A,3B9
@ @:::: PHD$)*)N*)N $)N ')) 0,:AB,BB9 93,C3B,39:
A A:::: )N*%"T)N 9AA,CBC 03,90@,5A:
C C:::: ?H#!. %H")N*)N, DH)? HT)TH 2,:::,505 B,25:,9C2
B B:::: %H#);)D)%)T)N ,&)? @C0,AA3 2:,530,BC0
0: ::::: %H*&)T)N ;* !H?"# 'H?) CB3,A02
'"#?)4 02,5@@,9CC 22@,B9A,5:C
umber : ekretariat Tim Tenaga Pengkaji
$irektorat 'enderal Pajak
- 025 -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
KANW:< J::: (JDP KA<:MANTAN 1ARATIKA<:MANTAN TEN7A=!
-Dp.'uta.
K<U JEN:3 U3A=A PAJAK PDR1
0 0:::: PHDT)N&)N 0:2,590 02,2A0,2B@
2 2:::: PHDT)#!)N*)N 33,C3: 9CB,0A:
5 5:::: &N$"TD& PHN*,?)4)N 02C,0BC 9,B2B,::2
3 3:::: ?&TD&%, *) $)N )&D A0B 2@:,C@9
9 9:::: %,NTD"%& 02@,:3B 0,B2@,BC3
@ @:::: PHD$)*)N*)N $)N ')) BAA,9@2 @,BB2,9BA
A A:::: )N*%"T)N 9C,C95 2,A:9,55@
C C:::: ?H#!. %H")N*)N, DH)? HT)TH 0CA,299 0,3C9,@2C
B B:::: %H#);)D)%)T)N ,&)? 0:B,:0A 5,2B0,9C@
0: ::::: %H*&)T)N ;* !H?"# 'H?) @:,:9A -
'"#?)4 0,AB3,CBB 59,392,3@3
umber : ekretariat Tim Tenaga Pengkaji
$irektorat 'enderal Pajak
- 023 -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
KANW:< J:B (DJP KA<:MANTAN T:MUR I KA<:MANTAN 3E<ATAN!
-Dp.'uta.
K<U JEN:3 U3A=A PAJAK PDR1
0 0:::: PHDT)N&)N 902,5B9 C,A92,0CA
2 2:::: PHDT)#!)N*)N BC3,@B2 9,3B3,30:
5 5:::: &N$"TD& PHN*,?)4)N 0:A,5@9 5C,:@3,B0C
3 3:::: ?&TD&%, *) $)N )&D 3:,5B2 39B,:C0
9 9:::: %,NTD"%& 93:,@@5 2,A22,2:3
@ @:::: PHD$)*)N*)N $)N ')) 39B,3B: B,559,200
A A:::: )N*%"T)N 5@3,2C@ 3,@@2,222
C C:::: ?H#!. %H")N*)N, DH)? HT)TH 3:2,55C 2,32@,C50
B B:::: %H#);)D)%)T)N ,&)? 009,@C2 5,3@:,C59
0: ::::: %H*&)T)N ;* !H?"# 'H?) 5AC,CC3 -
'"#?)4 5,B:@,0CA A9,5AA,CBB
umber : ekretariat Tim Tenaga Pengkaji
$irektorat 'enderal Pajak
- 029 -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
KANW:< JB (DJP 3U<AWE3: 3E<ATAN I 3U<AWE3: TEN77ARA!
-Dp.'uta.
K<U JEN:3 U3A=A PAJAK PDR1
0 0:::: PHDT)N&)N @,C:: 0A,:3:,C5A
2 2:::: PHDT)#!)N*)N 99,CCA 5,025,3A5
5 5:::: &N$"TD& PHN*,?)4)N 0AB,0@2 3,A92,50B
3 3:::: ?&TD&%, *) $)N )&D C,2B: 9:5,AB@
9 9:::: %,NTD"%& 09@,55@ 2,:CC,C0B
@ @:::: PHD$)*)N*)N $)N ')) 5B,939 A,235,:B0
A A:::: )N*%"T)N 2A,0BA 5,:3A,@33
C C:::: ?H#!. %H")N*)N, DH)? HT)TH 5@B,BBC 0,@23,C9A
B B:::: %H#);)D)%)T)N ,&)? 0@0,9@2 9,0@:,:A0
0: ::::: %H*&)T)N ;* !H?"# 'H?) 0C3,000
'"#?)4 0,0CC,CCC 33,9C3,B:A
umber : ekretariat Tim Tenaga Pengkaji
$irektorat 'enderal Pajak
- 02@ -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
KANW:< JB: (DJP 3U<AWE3: UTARA I 3U<AWE3: TEN7A=!
-Dp.'uta.
K<U JEN:3 U3A=A PAJAK PDR1
0 0:::: PHDT)N&)N 0C,522 C,C09,3:B
2 2:::: PHDT)#!)N*)N 2B,A5C CC@,:@0
5 5:::: &N$"TD& PHN*,?)4)N A5,A32 2,00B,20A
3 3:::: ?&TD&%, *) $)N )&D 9,BC9 0BB,C5@
9 9:::: %,NTD"%& 029,39B 2,@9A,C5B
@ @:::: PHD$)*)N*)N $)N ')) B5,B93 5,009,CBC
A A:::: )N*%"T)N @A,555 2,3@3,BC2
C C:::: ?H#!. %H")N*)N, DH)? HT)TH 09C,@A0 A9:,23B
B B:::: %H#);)D)%)T)N ,&)? C2,B:@ 5,9BC,C0@
0: ::::: %H*&)T)N ;* !H?"# 'H?) 05:,90C -
'"#?)4 AC@,@2A 23,@:C,5:A
umber : ekretariat Tim Tenaga Pengkaji
$irektorat 'enderal Pajak
- 02A -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
KANW:< JB:: (DJP 1A<:INT1INTT!
-Dp.'uta.
K<U JEN:3 U3A=A PAJAK PDR1
0 0:::: PHDT)N&)N 2,@:9 02,:00,20@
2 2:::: PHDT)#!)N*)N 5,C33 9,005,A0:
5 5:::: &N$"TD& PHN*,?)4)N 9C,59C 2,BC3,@BB
3 3:::: ?&TD&%, *) $)N )&D 0B,2C9 3@0,A9A
9 9:::: %,NTD"%& 0@B,BAC 2,@23,5:0
@ @:::: PHD$)*)N*)N $)N ')) 5@@,@AC 0:,3:3,0B3
A A:::: )N*%"T)N 0A@,:B5 3,9AA,:9A
C C:::: ?H#!. %H")N*)N, DH)? HT)TH 9A9,:B@ 0,C35,3@A
B B:::: %H#);)D)%)T)N ,&)? 09C,B5: @,3A@,9AA
0: ::::: %H*&)T)N ;* !H?"# 'H?) 22A,B93 -
'"#?)4 0,A9C,C22 3@,3B@,BAC
umber : ekretariat Tim Tenaga Pengkaji
$irektorat 'enderal Pajak
- 02C -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
KANW:< JB::: (DJP MA<UKU I PAPUA!
-Dp.'uta.
K<U JEN:3 U3A=A PAJAK PDR1
0 0:::: PHDT)N&)N 23,@0B @,@2@,@0:
2 2:::: PHDT)#!)N*)N 20B,9A5 02,90@,2:B
5 5:::: &N$"TD& PHN*,?)4)N B,9C5 0,599,A59
3 3:::: ?&TD&%, *) $)N )&D 00,0@0 00C,5AB
9 9:::: %,NTD"%& 2B9,A59 CAA,@55
@ @:::: PHD$)*)N*)N $)N ')) 029,A29 2,@3A,3@@
A A:::: )N*%"T)N 053,A35 0,20B,B5:
C C:::: ?H#!. %H")N*)N, DH)? HT)TH 09:,303 90A,B00
B B:::: %H#);)D)%)T)N ,&)? C:,A@5 2,@:@,@AC
0: ::::: %H*&)T)N ;* !H?"# 'H?) 09A,:53 -
'"#?)4 0,2:B,590 2C,3C@,990
umber : ekretariat Tim Tenaga Pengkaji
$irektorat 'enderal Pajak
- 02B -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
KANW:< J:J DJP WAJ:1 PAJAK 1E3AR!
-Dp.'uta.
K<U JEN:3 U3A=A PAJAK
PEREDARAN
U3A=A
0 0:::: PHDT)N&)N @0,3:3 5,0C:,B@9
2 2:::: PHDT)#!)N*)N @9C,@9: 03,B0:,:9@
5 5:::: &N$"TD& PHN*,?)4)N 3,:::,@:A 2@:,@C9,@CB
3 3:::: ?&TD&%, *) $)N )&D - -
9 9:::: %,NTD"%& AC,923 B,@@:,:B0
@ @:::: PHD$)*)N*)N $)N ')) @53,55B A:,3C:,20B
A A:::: )N*%"T)N @5B,:32 @B,CC:,:B9
C C:::: ?H#!. %H")N*)N, DH)? HT)TH CBC,A09 0,A53,5C@
B B:::: %H#);)D)%)T)N ,&)? 0@,0BB 0,C:0,@C2
0: ::::: %H*&)T)N ;* !H?"# 'H?) 0@:,9BB -
'"#?)4 A,03C,:AB 352,555,0C5
umber : ekretariat Tim Tenaga Pengkaji
$irektorat 'enderal Pajak
- 05: -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
NA3:>NA<
-Dp.'uta.
K<U JEN:3 U3A=A PAJAK PDR1
0 0:::: PHDT)N&)N 2,920,5B2 2C0,53B,A99
2 2:::: PHDT)#!)N*)N 00,ACA,@30 0:5,9A0,925
5 5:::: &N$"TD& PHN*,?)4)N 59,A:@,99C 539,CB5,C@2
3 3:::: ?&TD&%, *) $)N )&D 0,:30,959 2B,033,5@@
9 9:::: %,NTD"%& 9,3@B,3B0 B2,3:C,B@3
@ @:::: PHD$)*)N*)N $)N ')) 0B,022,502 29C,CCA,2@C
A A:::: )N*%"T)N 00,B5:,93A BA,5C3,C52
C C:::: ?H#!. %H")N*)N, DH)? HT)TH 25,A@B,:B: 0:9,@5:,999
B B:::: %H#);)D)%)T)N ,&)? @,@B@,B3@ 0@B,9B@,C@9
0: ::::: %H*&)T)N ;* !H?"# 'H?) 0B,AC5,A5A -
'"#?)4 05A,C2B,23B 0,3C5,C@A,BB:
up date 0@ #aret 2::3
<atatan :
$ata dari %anwil dan !P, diolah kembali
ekretariat Tim Tenaga Pengkaji
$irektorat 'enderal Pajak
- 050 -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
J)mla$ Wajib Pajak Te,'a.-a, (Ta$)n 2002!

N+ Kan-+, Wila%a$ 1en'a$a,awan 1a'an >,an& P,iba'i J)mla$
0 %anwil & 02,90A @2,CBC 0C0,AAA 29A,0B2
2 %anwil && 02,55B 93,CC: 000,B9C 0AB,0AA
5 %anwil &&& 0A,5AA 95,:23 0A@,255 23@,@53
3 %anwil &I 2,A9C 0:A,@B9 090,3:5 2@0,C9@
9 %anwil I B2: C@,350 03:,239 22A,9B@
@ %anwil I& 0,C5C @5,522 99,2:B 02:,5@B
A %anwil I&& 550 03,C9@ 0:,C59 2@,:22
C %anwil I&&& 0:,5A5 @A,59A 0C2,A:A 2@:,35A
B %anwil &P 00,B53 9B,:@2 20A,039 2CC,030
0: %anwil P 0B,22C @0,2:A 0A@,@95 29A,:CC
00 %anwil P& @,9CA 90,A:: 00:,:A0 0@C,59C
02 %anwil P&& C,AC: 52,AAB 02A,CC@ 0@B,339
05 %anwil P&&& C,:0B 0C,BAB 32,952 @B,95:
03 %anwil P&I 0:,9C5 5@,:B5 AB,B3A 02@,@25
09 %anwil PI 02,20C 55,9@9 C2,355 02C,20@
0@ %anwil PI& B,@B@ 22,@:2 32,23A A3,939
0A %anwil PI&& 03,B@: 5B,B3: 0:2,302 09A,502
0C %anwil PI&&& 0:,233 20,CAB 5@,2:0 @C,523
0B %anwil P&P : @B2 : @B2
J)mla$ "502502 666240" 22025264 320652555
umber : $irektorat &nformasi Perpajakan $'P
- 052 -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
J)mla$ :n(-an(i Be,-ikal
N+ U,aian 2000 200" 2002 2003
0 %anwil 09 0C 0B 23
2 %PP 030 0A5 0A9 0AC
5 %PP!! 0:A 030 030 03@
3 %arikpa 99 99 99 99
9 %P3 200 25@ 25@ 25@
J)mla$ 3DM 1e,'(a,kan E(el+n
N+ U,aian 2000 200" 2002 2003
0 Hselon && 29 2C 2C 5A
2 Hselon &&& 53A 903 920 99B
5 Hselon &I 2:A0 55:2 550A 59A@
J)mla$ 3DM 1e,'a(a,kan Pen'i'ikan
N+ U,aian 2000 200" 2002 2003
0 trata 5 C A A A
2 trata 2 252 99A A20 @B0
5 trata 0 9@9C @:9@ @A:C A023
3 ?ainnya 223:0 2259@ 2252B 22::2
- 055 -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
3PT >,an& P,iba'i Ta$)n 2002
N> Kanwil 3PT Pen&$a(ilan K+-+, PP$
0 %anwil & 93,0BA 0,@20,A5A,3B5,92A 0:C,5B@,55:,C30
2 %anwil && 2A,055 A@@,2C@,C2C,0B5 200,@C0,C93,C3C
5 %anwil &&& 90,:5A 2,5:A,:@9,592,5BC 2A:,@B@,2B@,595
3 %anwil &I 3:,@A3 BCB,5::,CB3,:05 C@C,BA0,:25,053
9 %anwil I 3B,C@3 2,5@5,22C,0A5,3C: @2C,9A2,@A0,B@:
@ %anwil I& 0C,20B 99:,3A5,22A,:CC 9:C,93:,5B2,A2:
A %anwil I&& 9,C29 3A5,BB9,3A5 0,C:@,9:B,392,C5C
C %anwil I&&& 9A,553 2,2C5,A95,B5A,AA@ 3@2,32@,239,392
B %anwil &P A2,A0A 0,5::,09A,C3A,0B: 2@5,5A9,93:,A5@
0: %anwil P C2,00B 5,90C,3B:,030,C20 0BA,9:2,902,05B
00 %anwil P& 39,353 3,5:2,0C:,A9C,3B5 2@:,CA0,3A0,BA2
02 %anwil P&& 39,C02 2,@AB,@:0,B3:,::0 02A,C::,:9@,9B9
05 %anwil P&&& 0:,A29 C09,993,@5A,C59 22,C2B,CB:,9:A
03 %anwil P&I 22,@03 0,:5:,35B,B23,39: 52A,3AC,255,0B3
09 %anwil PI 22,C32 2,:29,3:A,BC9,@CB 5B,395,3C@,9@3
0@ %anwil PI& 0:,@@3 @B0,A0@,:C0,9:@ 2:,@2:,2B@,9:2
0A %anwil PI&& 53,0B5 0,235,:33,B:5,020 05A,2C@,05A,@C@
0C %anwil PI&&& 9,990 23A,:9A,@93,A@5 22,2:A,A3A,925
J)mla$ 050245 262535245"255026"5 0226522"420"250
umber : $irektorat &nformasi Perpajakan $'P
- 053 -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
3PT PP$ 1a'an Ta$)n 2002
N> Kanwil 3PT Pen&$a(ilan K+-+, PP$
0 %anwil & 03,@39 32,5:2,30C,C@9,@:0 53B,BAC,3CB,3B3
2 %anwil && 0C,AA5 59,B@B,CC5,5C5,:95 9CC,B2B,:00,C55
5 %anwil &&& 0@,23: 53,A2B,92@,3B3,:0@ 5:B,@AA,AB@,@5C
3 %anwil &I 2C,B9C 03:,2BC,3C@,9AC,BC9 2,0@0,B00,55B,332
9 %anwil I 2A,@:2 09@,C03,3BA,A55,B0B 0,3CA,@39,C0A,5A0
@ %anwil I& 09,CB5 0:@,502,BC3,BA0,5@3 BAA,:52,2BA,AA5
A %anwil I&& @,C30 953,@A2,99B,30A,:99 0:,50:,A55,:92,AB@
C %anwil I&&& 0B,B:B @C,925,B9@,3AA,9@2 932,:9A,:2A,0CA
B %anwil &P 0B,C9@ 3A,B2A,C@3,550,2:C 52:,0B3,B29,CC3
0: %anwil P 5:,2@A A2,:AB,@@9,A30,9B5 3@0,55C,AAA,BBC
00 %anwil P& 2:,@3A B5,92:,9C@,BB@,:BB @@B,C5@,@@9,2A9
02 %anwil P&& 05,02B 5C,CA2,9:A,93C,9B: 3:2,523,:9A,B:5
05 %anwil P&&& 9,B00 @,39A,B:2,@2C,2:B 3C,ACA,90B,A@5
03 %anwil P&I 0:,C05 0B,29@,A03,A@2,22C 233,200,CB2,A2A
09 %anwil PI 05,0:A 0:,:9B,259,2C2,5BB C2,3@5,0B@,A32
0@ %anwil PI& @,02B 3,355,9A3,329,9BB 5A,B2B,@30,0A:
0A %anwil PI&& 0A,025 0@,2@B,@@0,02B,:92 02:,@@2,CB5,02B
0C %anwil PI&&& 9,:9B 5,2CB,59A,:A@,A35 @A,9C0,0C:,590
0B %anwil P&P 0AB @2,59@,:@A,AC3,@A0 0:,9B3,3@9,9@3,C2B
J)mla$ 24"206" "242"525"20252450 242555250"2"62305
umber : $irektorat &nformasi Perpajakan $'P
- 059 -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
Da-a Kebe,a-an PP$ (Ta$)n 2002 8 2003!
N+ Kan-+,
Ta$)n 2002 Ta$)n 2003
Diaj)kan WP 3ele(ai Di#,+(e( Diaj)kan WP 3ele(ai Di#,+(e(
0 %anwil & 029 A9 05@ A5
2 %anwil && 33 23 B9 3C
5 %anwil &&& 59 0A 033 022
3 %anwil &I 9C2 50B 5BB 5:C
9 %anwil I 5B9 2:0 3:0 20:
@ %anwil I& 2@3 02: 23C 09@
A %anwil I&& 2A0 09C 922 2:@
C %anwil I&&& 092 B0 5:3 00C
B %anwil &P 09B C: 090 A0
0: %anwil P 03B A2 20: 05@
00 %anwil P& 0@A 00@ 0B0 03A
02 %anwil P&& 3@ 0C B0 @:
05 %anwil P&&& 3: 2C 2@ 55
03 %anwil P&I @@ 55 CA 0:2
09 %anwil PI 55 0@ 3B 30
0@ %anwil PI& 0A 09 2A 09
0A %anwil PI&& 0A 0B B0 39
0C %anwil PI&&& 0B 0C 0B 05
0B %antor Pusat : : 0CA 3B
J)mla$ 256" "20 3356 "453
umber : $irektorat Pajak Penghasilan $'P
- 05@ -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
Da-a Kebe,a-an PPN/PPn1M 'an PT<< (Ta$)n 2002 8 2003!
N+ Kan-+,
Ta$)n 2002 Ta$)n 2003
Diaj)kan WP 3ele(ai Di#,+(e( Diaj)kan WP 3ele(ai Di#,+(e(
0 %anwil & @3B 30@ B:B 92C
2 %anwil && 59C 23@ 9@9 5@5
5 %anwil &&& 930 5C0 A:5 3B3
3 %anwil &I 05B@ AA3 0C20 0292
9 %anwil I 0355 CC0 03C9 B20
@ %anwil I& BA0 9B3 0220 A25
A %anwil I&& 0:A9 A@C 05AA CB0
C %anwil I&&& 00C3 @:C 05A9 B3:
B %anwil &P 0:A0 9A0 ACA A52
0: %anwil P 00@3 C3A 0A@9 02@0
00 %anwil P& 020@ B59 05BB 0:@:
02 %anwil P&& 955 3:: B35 A53
05 %anwil P&&& 039 009 0C2 095
03 %anwil P&I 5C: 0B0 3BB 53B
09 %anwil PI 5C@ 09B 902 5:3
0@ %anwil PI& 0B: 003 099 C:
0A %anwil PI&& 5BB 2B@ @99 35B
0C %anwil PI&&& 3B 2B @2 35
J)mla$ "3"0 6325 "0"5 ""205
<atatan :
%anwil $'P 'awa !agian !arat & dan
%anwil $'P ulut 6 ulteng s.d. Triwulan &&& -2::5.
%anwil $'P ulut 6 ulteng s.d. Triwulan &&& -2::5.
umber : $irektorat PPN dan PT?? $irektorat 'enderal Pajak
- 05A -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
Da-a Kebe,a-an P11 (Ta$)n 2002 8 2003!
N+ Kan-+,
Ta$)n 2002 Ta$)n 2003
Diaj)kan WP 3ele(ai Di#,+(e( Diaj)kan WP 3ele(ai Di#,+(e(
0 %anwil & 0,0:@ 0,:AA 0,@93 0,@3:
2 %anwil && 0,3A: 0,2CB @:@ 9C9
5 %anwil &&& @,@:B A,3:3 3,ABC 3,@B2
3 %anwil &I @0C @00 923 925
9 %anwil I A@5 A@2 B:5 CB3
@ %anwil I& 03A 05C 2:9 0CC
A %anwil I&& 0,22: 0,5:3 0,532 0,2C:
C %anwil I&&& 2:,9:3 2:,5:B 2C,3AC 2C,2C5
B %anwil &P 2:,532 2:,:B2 0@,90B 0@,3B2
0: %anwil P 3,:@2 3,:@2 @,229 @,220
00 %anwil P& C,A25 C,A:5 0:,2CC 0:,0B9
02 %anwil P&& @C9 @@0 @29 @2:
05 %anwil P&&& @@5 @@2 @B3 @CC
03 %anwil P&I 0,953 0,953 0,302 0,320
09 %anwil PI CA0 CA: A30 A5A
0@ %anwil PI& 2,@C@ 2,A05 CA0 CA5
0A %anwil PI&& 053 00: 009 0:3
0C %anwil PI&&& : : : :
J)mla$ 522"35 52230" 502000 55230
umber : $irektorat P!! dan !P4T! $'P
- 05C -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
Da-a Kebe,a-an 1P=T1 (Ta$)n 2002 8 2003!
N+ Kan-+,
Ta$)n 2002 Ta$)n 2003
Diaj)kan WP 3ele(ai Di#,+(e( Diaj)kan WP 3ele(ai Di#,+(e(
0 %anwil & 0 0 0A :
2 %anwil && 0 0 0 :
5 %anwil &&& : : 0 0
3 %anwil &I 0 0 : :
9 %anwil I : : 0 0
@ %anwil I& 05 02 5 5
A %anwil I&& : : : :
C %anwil I&&& 53 53 05 05
B %anwil &P 5C 5C 23 20
0: %anwil P @ 0 9 9
00 %anwil P& 2 0 5 5
02 %anwil P&& : : 0 0
05 %anwil P&&& 0 0 : :
03 %anwil P&I 0@ 0@ B B
09 %anwil PI : : 5C 5C
0@ %anwil PI& : : 02 :
0A %anwil PI&& : : C C
0C %anwil PI&&& : : : :
J)mla$ ""3 "00 "30 "03
umber : $irektorat P!! dan !P4T! $'P
- 05B -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
Da-a U()lan Pen/ekalan (Ta$)n 2002 K 2003!
N> Kanwil
J)mla$ Wajib
Pajak
=)-an& Pajak
('lm ,ib)an!
0 & @ 95.AB:.@:@
2 && 0 0.30A.39:
5 &I 9 5@.5@B.3BA
3 I 02 C2.5@0.A5C
9 I& 0C 020.025.93@
@ I&& 0C 350.@@2.53B
A P& 3 9.9AA.CA@
C P&& 9 5:.@5C.333
B P&I 0 9.B2@.52B
0: PI 2 0.32A.C23
'umlah A2 AA:.2B9.@@2
umber : $irektorat Pemeriksaan, Penyidikan dan Penagihan Pajak $'P
- 03: -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
Da-a T)n&&akan Wajib Pajak (Ta$)n 2002 8 2003!
N> Kanwil
T)n&&akan Ak$i, Ta$)n
('alam ,ib)an R#!
2002 2003
0 & 95B,23B,593 @:A,503,33C
2 && 295,355,9:: 3A:,0:3,093
5 &&& 295,A35,59: 929,C35,B::
3 &I 2,:5A,ACC,A3B 2,0@5,9:B,2:0
9 I 0,3@2,B3B,0A0 2,290,5:5,0B:
@ I& 0,05@,5A:,0A: 0,53A,BA:,B@9
A I&& @,2C5,:@C,B0C 00,@:5,9B2,023
C I&&& 955,A:A,3CB @C2,0B3,BA9
B &P 0BC,3:@,C@9 39:,CBC,922
0: P 353,B22,2BB 3@:,B2C,:3@
00 P& 95B,AA2,CA: @0A,39B,A0@
02 P&& 22C,B:0,C23 2B:,B53,@CC
05 P&&& 050,@C9,B@A 05C,030,922
03 P&I 223,059,A9@ 55C,900,A55
09 PI 09@,3B9,CC5 25C,A@:,:C@
0@ PI& 0:B,5@0,@00 099,AB0,@2A
0A PI&& 092,99B,B@@ 0A2,@52,A9:
0C PI&&& @C,320,2A5 A5,A:B,39@
0B P&P 5,C5@,@A2,@:@ 3,:::,2:9,02C
J U M < A = "6256"205202" 2025642600223"
umber : $irektorat Pemeriksaan, Penyidikan dan Penagihan Pajak $'P
- 030 -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
REKAP:TU<A3: PENJATU=AN
=UKUMAN D:3:P<:N TA=UN 2003
PER:>DE G JANUAR: 3/D DE3EM1ER 2003
N>

JEN:3 =UKUMAN

JAN 9E1 MAR APR ME:
JU
N
JU< A7T 3EP >KT N>B DE3 JM<
" 2 3 5 0 5 6 4 "0 "" "2 "3 "5
:
KEPMEN KEU
N>."5/KMK.0"/UP.0/"465
- Peringatan Pertama 0C0 0: 0@ 0: 0: 02 B 0B @ @ 0 0: 2B:
- Peringatan %edua 00 5 0@ 9 @ 9 5 3 @ 5 5 @ A0
- Peringatan %etiga 2 5 3 @ 0 A A 3 @ : : 0 30
J U M < A = "4 "0 30 2" "5 2 "4 25 "6 4 "5 02



:: PP N+ 30 TA=UN "460
Tin&ka- Rin&an G
8 Tegoran lisan : 3 : 0 5 0 : 0 9 : 2 : 0A
8 Tegoran tertulis 5 2 0 2 : : : : 0 : 0 2 02
8
Pernyataan tidak puas
se+ara tertulis : : : : : : 0 : 2 0 : : 3
Tin&ka- 3e'an& G
8
Penundaan kenaikan gaji
berkala : : : 0 : : : : 0 : 5 0 @
8
Penurunan gaji sebesar 0
kali kenaikan gaji berkala : : 0 : 0 : : 2 0 5 : : C
8
Penundaan kenaikan
pangkat : : 0 : 0 : : : : : 0 : 5
Tin&ka- 1e,a- G
8 Penurunan pangkat 0 : : 0 : 5 0 : 2 0 : @ 09
8 Pembebasan jabatan 0 : : : 0 : : : : : : 0 5
8
Pemberhentian dgn hormat
tdk atas permintaan sendiri : : : : : : : : : : : : :
8
Pemberhentian tidak dengan
hormat 0 : : : : : : : : : : : 0
::: PP N+ 32 TA=UN "454
8
Pemberhentian dgn hormat
tdk atas permintaan sendiri : : : : : : : : : : : 5 5
8
Pemberhentian tidak dengan
hormat : : : 0 : 9 : : 2 2 : : 0:

:B PP N+ 0 TA=UN "450
8
Pemberhentian dengan
hormat sebagai <PN : : : : : 0 : : : : : 0 2

B PP N+ TA=UN "400


Pemberhentian ementara
-korsing. : : : : : : : : : : : : :

3U1 T>TA< (:: 3/D :B! 0 0 3 0 0 "0 2 3 " 5 5 " 6
T > T A < ( : 3/D :B! 200 22 34 25 23 3 2" 30 32 "0 "" 3" 60
- 03: -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
PERKEM1AN7AN PENER:MAAN P11 DAN 1P=T1
TA=UN "440 8 2003
-dalam ribuan rupiah.
Ta$)n
P11
Pe,(en-a(i
1P=T1
Pe,(en-a(i
Ren#en Reali(a(i
- 5/2 .
Ren#en Reali(a(i
- @/9 .
0 2 5 3 9 @ A
0BB@-0BBA 2,2AA,5::,::: 2,35A,@32,0A0 0:AE - - -
0BBA-0BBC 2,9:9,:::,::: 2,@35,322,:@@ 0:@E - - -
0BBC-0BBB N. 2,B00,:::,::: 5,2BC,CC2,2:@ 005E 9::,:::,::: 5:B,3:0,@:@ @2E
0BBB-2::: 2,C93,C::,::: 5,2@A,55B,395 003E 3A9,C::,::: C:9,:B9,CAA 0@BE
2::: NN. 2,A5:,A::,::: 5,9@2,2:5,A:@ 05:E A::,:::,::: B22,::C,:AC 052E
2::0 3,C::,:::,::: 9,2CA,:59,@3: 00:E 0,3CB,3::,::: 0,329,0BC,AAB B@E
2::2 @,:5:,@::,::: @,5A@,A@B,B0: 0:@E 0,9::,0::,::: 0,@3C,2@2,:30 00:E
2::5 C,CA5,9::,::: C,A@2,B@A,@:: BBE 0,C9:,0::,::: 2,035,095,@:: 00@E
N. !P4T! efektif berlaku sejak 0 'uli 0BBC
NN. Periode 0 )pril s.d. 50 $esember 2:::.
- 030 -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
Pene,imaan Pe,#ajakan
Tahun
)nggaran

Pajak Penghasilan


PPN dan PPn!#


P!! 6 !P4T!

Pajak ?ainnya

'umlah

Den+ana Dealisasi E Den+ana Dealisasi E Den+ana Dealisasi E Den+ana
Dealisa
si
E Den+ana Dealisasi E
0BB3/0BB9 0C.A05,@ 0C.A@3,0 0::,5 30.C92,C 0@.933,C 000,3 0.@2C,A 0.@3A,5 0:0,0 2B@,C 5:0,B 0:0,A 59.3B0,B 5A.29C,0 0:9,:
0BB9/0BB@ 0B.25C,@ 20.:02,: 0:B,2 0C.925,2 0C.90B,3 0::,: 0.B25,3 0.CB5,3 BC,9 99:,: 392,C C2,5 3:.259,2 30.CAC,0 0:3,0
0BB@/0BBA 2A.292,B 2A.:@2,0 BB,5 22.9A9,2 2:.590,2 B:,0 2.2AA,5 2.305,2 0:@,: @59,C 9B:,A B2,B 92.A30,2 9:.30A,2 B9,@
0BBA/0BBC 5:.@2:,: 53.5CC,5 002,5 23.@:0,3 29.0BC,C 0:2,3 2.9:9,: 2.@3:,B 0:9,3 @52,9 3AA,C A9,9 9C.59C,B @2.A:9,2 0:A,3
0BBC/0BBB 59.A:5,5 99.B33,5 09@,A 5:.323,A 2A.C:5,2 B0,3 5.300,: 5.9@9,5 0:3,9 @@B,@ 305,: @0,A A:.2:C,@ CA.A29,C 029,:
0BBB/2::: 95.BA9,: A2.AB2,: 053,A 53.@20,@ 55.:CA,: B9,@ 5.533,2 3.0:A,5 022,C 9@A,@ @0:,B 0:A,@ B2.9:C,3 00:.953,2 00B,9
2::: 33.0CC,B 5C.320,3 C@,B 2A.::2,5 59.250,C 05:,9 5.35:,A 3.39@,0 02B,B 0.05C,A C5@,A A5,9 A9.A@:,@ AC.B3@,: 0:3,2
2::0 @B.@B@,2 A0.3A3,3 0:2,@ 99.C3:,C 99.B9A,: 0::,2 @.2CB,3 @.@@2,B 0:9,B 0.@@B,9 0.5C5,B C2,B 055.3B9,B 059.3AC,2 0:0,9
2::2N. CA.2::,: C3.3@:,C B@,B @A.C::,: @9.235,A B@,2 A.95:,A A.BC9,C 0:@,: 0.399,2 0.3@C,B 0::,B 0@5.BC9,B 09B.09B,0 BA,0
2::5NN. 0:3.5:3,C A9.C@2,A 0:.A25,@ 0.A92,A 0B2.@35,C
2::3NN. 02:.C59,: C@.2A2,A 0:.@B@,@ 0.@03,: 20B.32:,5
umber : Nota %euangan dan )P!N T)
2::5
%eterangan :
P$! Tahun 2::: adalah P$! B
!ulan
Dealisasi Tahun 2::: adalah angka
realisasi B bulan
N.Tahun )nggaran 2::2 adalah angka realisasi sementara re=isi
I&&& /a> $') tgl. 3 'uni 2::5
NN.Tahun anggaran 2::5 adalah angka
)P!N
NNN.)P!N 2::3
Penerimaan PPh #igas mulai Tahun
)nggaran 2:::
Tahun 2::: 0C.@90,@ miliar
Tahun 2::2 0A.:52,C miliar
Tahun 2::3 05.052,@ miliar
Tahun 2::0 25.0:0,A miliar
Tahun 2::5 0C.035,9 miliar
- 032 -
?ampiran !uku &nformasi Perpajakan
tatistik %inerja $'P
JUM<A= WAJ1 PAJAK TERDA9TAR NA3:>NA< "0 TA=UN TERAK=:R
JEN:3 WAJ:1 PAJAK "445 "440 "445 "446 "444 2000 200" 2002 2003 200
!HN$)4)D)W)N C3,005 B0,3A9 BA,B5B 0:9,C@B 00A,0B3 02B,A9@ 03A,050 0A:,90B 0B9,99@ 0BC,35:
!)$)N 39C,A52 3BB,5@0 935,355 9C2,:0C @9:,@B0 A2@,@99 C:3,B9B CCC,B3B BA9,::3 BB0,@30
,D)N* PD&!)$& 0.:C@,3CC 0.0@5,BA3 0.252,39A 0.2A3,A0B 0.50@,29B 0.5C0,0B3 0.@BA,0C: 2.:2C,:2@ 2.55:,C:2 25C:AA0
W)'&! PP4 P))? 20 9A0,:A0 @22,3:B @A9,@22 A23,0C3 C:@,3C: CBB,2BB 0,::0,2BC 0,003,3@A 0,252,@2@ 0,290,:AB
W)'&! PPN 529,593 590,C:0 5A3,AB5 5B0,B@5 30@,C@A 390,ABA 3CB,252 92@,C93 99B,23A 9@5,9A:
umber : $irektorat &nformasi Perpajakan $'P
T)N**)? PD,H : 09-:5-2::3
- 035 -
- 02: -