Anda di halaman 1dari 11

I.

Korosi Pada Industri Minyak Bumi


1. Korosi
Korosi adalah suatu proses elektrokimia dimana atom-atom akan bereaksi
dengan zat asam dan membentuk ion-ion positif (kation). Hal ini akan menyebabkan
timbulnya aliran-aliran elektron dari suatu tempat ke tempat yang lain pada
permukaan metal.
Secara garis besar korosi ada dua jenis yaitu
1.1 Korosi !nternal
yaitu korosi yang terjadi akibat adanya kandungan "#$ dan H$S pada minyak
bumi% sehingga apabila terjadi kontak dengan air akan membentuk asam yang
merupakan penyebab korosi.
1.$ Korosi &ksternal
yaitu korosi yang terjadi pada bagian permukaan dari sistem perpipaan dan
peralatan% baik yang kontak dengan udara bebas dan permukaan tanah% akibat adanya
kandungan zat asam pada udara dari tanah.
$.1. 'empat-tempat 'erjadinya Korosi (ada (roduksi )inyak
)asalah korosi yang terjadi dilapangan produksi minyak adalah
1. Down Hole Corrosion
High *luid le+el pada jenis pompa angguk di sumur minyak dapat
menyebabkan terjadinya stress pada rod bahkan dapat pula terjadi corrosion fatigue.
(emilihan material untuk peralatan bottom hole pump menjadi sangat renting. (ompa
harus dapat tahan terhadap sifat-sifat korosi dari fluida yang diproduksi dan tahan
pula terhadap sifat abrasi.
2. Flowing well
,nulus dapat pula digunakan untuk mengalirkan inhibitor ke dasar tubing dan
memberikan proteksi pada tabung dari kemungkinan bahaya korosi. (elapisan dengan
plastik dan memberikan inhibitor untuk proteksi tubing dapat pula digunakan pada
internal tubeing surface.
3. Casing Corrosin .
"asing yang terdapat di sumur-sumur produksi ber+ariasi dari yang besar
sampai yang cnsentric acid. -iperlukan perlindungan katiodik untuk e.ternal casing.
Korosi internal casing tergantung dari komposisi annular fluid.
4. Well Heads .
(eralatan dari /ell heads% terutama pada /ell gas tekanan tinggi% sering
mengalami korosi yang disebabkan oleh kecepatan tinggi dan adanya turbulensi dari
gas.
5. Flow Lines
,danya akuntansi dari deposit di dalam flo/ line dapat menyebabkan korosi
dan pitting yang akhirnya menyebabkan kebocoran. !nternal corrosion di dalam flo/
line dapat dicegah dengan inhibitor.
$.$. 'ipe korosi di 0apangan )inyak
'ipe-tipe korosi di lapangan minyak pada umumnya diklasifikasikan sebagai berikut
1. Uniform Corrosion
yaitu korosi yang terjadi pada permukaan logam yang berbentuk pengikisan
permukaan logam secara merata sehingga ketebalan logam berkurang sebagai akibat
permukaan terkon+ersi oleh produk karat yang biasanya terjadi pada peralatan-
peralatan terbuka. misalnya permukaan luar pipa.
2. Pitting Corrosion
yaitu korosi yang berbentuk lubang-lubang pada permukaan logam karena
hancurnya film dari proteksi logam yang disebabkan oleh rate korosi yang berbeda
antara satu tempat dengan tempat yang lainnya pada permukaan logam tersebut.
3. Stress Corrosion Cracing
yaitu korosi berbentuk retak-retak yang tidak mudah dilihat% terbentuk
dipermukaan logam dan berusaha merembet ke dalam. !ni banyak terjadi pada logam-
logam yang banyak mendapat tekanan. Hal ini disebabkan kombinasi dari tegangan
tarik dan lingkungan yang korosif sehingga struktur logam melemah.
4. !rrosion Corrosion
yaitu korosi yang terjadi karena tercegahnya pembentukan film pelindung
yang disebabkan oleh kecepatan alir fluida yang tinggi% misalnya abrasi pasir.
5. "al#anic Corrosion
yaitu korosi yang terjadi karena terdapat hubungan antara dua metal yang disambung
dan terdapat perbedaan potensial antara keduanya.
$. Cre#ice Corrosion
yaitu korosi yang terjadi di sela-sela gasket% sambungan bertindih% sekrup-
sekrup atau kelingan yang terbentuk oleh kotoran-kotoran endapan atau timbul dari
produk-produk karat.
%. Selecti#e Leac&ing
korosi ini berhubungan dengan melepasnya satu elemen dari "ampuran logam.
"ontoh yang paling mudah adalah desinfication yang melepaskan zinc dari paduan
tembaga.
$.1. *aktor-*aktor 2ang )empengaruhi 0aju Korosi
0aju korosi maksimum yang diizinkan dalam lapangan minyak adalah 3 mpy
(mils per year% 1 mpy 4 5%551 in6year)% sedangkan normalnya adalah 1 mpy atau
kurang. 7mumnya problem korosi disebabkan oleh air. tetapi ada beberapa faktor
selain air yang mempengaruhi laju korosi) diantaranya
1. *aktor 8as 'erlarut.
#ksigen (5$)% adanya oksigen yang terlarut akan menyebabkan korosi pada
metal seperti laju korosi pada mild stell alloys akan bertambah dengan meningkatnya
kandungan oksigen. Kelarutan oksigen dalam air merupakan fungsi dari tekanan%
temperatur dan kandungan klorida. 7ntuk tekanan 1 atm dan temperatur kamar%
kelarutan oksigen adalah 15 ppm dan kelarutannya akan berkurang dengan
bertambahnya temperatur dan konsentrasi garam. Sedangkan kandungan oksigen
dalam kandungan minyak-air yang dapat mengahambat timbulnya korosi adalah 5%53
ppm atau kurang. 9eaksi korosi secara umum pada besi karena adanya kelarutan
oksigen adalah sebagai berikut
9eaksi ,noda *e *e$- : $e
9eaksi katoda 5$ : $H$5 : ;e ; #H
Karbondioksida ("#$)% jika kardondioksida dilarutkan dalam air maka akan
terbentuk asam karbonat (H$"#$) yang dapat menurunkan pH air dan meningkatkan
korosifitas% biasanya bentuk korosinya berupa pitting yang secara umum reaksinya
adalah
"#$ : H$# H$"#1
*e : H$"#1 *e"#1 : H$
*e"51 merupakan corrosion product yang dikenal sebagai s/eet corrosion
$. *aktor 'emperatur
(enambahan temperatur umumnya menambah laju korosi /alaupun
kenyataannya kelarutan oksigen berkurang dengan meningkatnya temperatur. ,pabila
metal pada temperatur yang tidak uniform% maka akan besar kemungkinan terbentuk
korosi.
1. *aktor pH
pH netral adalah <% sedangkan ph = < bersifat asam dan korosif% sedangkan
untuk pH > < bersifat basa juga korosif. 'etapi untuk besi% laju korosi rendah pada pH
antara < sampai 11. 0aju korosi akan meningkat pada pH = < dan pada pH > 11.
;. *aktor ?akteri (ereduksi atau Sulfat 9educing ?acteria (S9?)
,danya bakteri pereduksi sulfat akan mereduksi ion sulfat menjadi gas H$S%
yang mana jika gas tersebut kontak dengan besi akan menyebabkan terjadinya korosi.
3. *aktor (adatan 'erlarut
Klorida ("!)% klorida menyerang lapisan mild steel dan lapisan stainless steel.
(adatan ini menyebabkan terjadinya pitting% cre+ice corrosion% dan juga
menyebabkan pecahnya alooys. Klorida biasanya ditemukan pada campuran minyak-
air dalam konsentrasi tinggi yang akan menyebabkan proses korosi. (roses korosi
juga dapat disebabkan oleh kenaikan kondukti+ity larutan garam% dimana larutan
garam yang lebih konduktif% laju korosinya juga akan lebih tinggi.
Karbonat ("51)% kalsium karbonat sering digunakan sebagai pengontrol korosi
dimana film karbonat diendapkan sebagai lapisan pelindung permukaan metal% tetapi
dalam produksi minyak hal ini cenderung menimbulkan masalah scale. @ Sulfat (S5;)%
ion sulafat ini biasanya terdapat dalam minyak. -alam air% ion sulfat juga ditemukan
dalam konsentrasi yang cukup tinggi dan bersifat kontaminan% dan oleh bakteri S9?
sulfat diubah menjadi sulfida yang korosif.
!on sulfat sebagaimana ion klorida sering menimbulkan masalah korosi pada
material industri. -ari pengalaman terlihat ion sulfat bisa menginisisasi korosi lobang
maupun stress corrosion cracing) pada material. Sulfur memiliki pengaruh yang
besar terhadap proses terjadinya korosi karena ion Sulfur sendiri bersifat reduktif. Hal
ini menyebabkan Sulfur mudah sekali mengikat #ksigen (#$) sehingga mudah sekali
membentuk senya/a S#$. -imana S#$ termasuk dari bahan pengotor yang bersifat
mempercepat laju korosi karena menurunkan pH (menaikkan derajat ke asaman)
media korosif.
Karat 'r(st)% tentu saja adalah sebutan yang belakangan ini hanya dikhususkan
bagi korosi pada besi% sedangkan korosi sendiri adalah perusakan suatu material
karena bereaksi dengan lingkungannya atau bisa disebut sebagai gejala destruktif
yang mempengaruhi hampir semua logam. 'erutama karena pabrik-pabrik di bidang
industri menggunakan logam seperti besi% baja% dan banyak jenis logam dan paduan
lainnya pada setiap komponen-komponennya. #leh karena itu bisa dikatakan bah/a
permasalahan korosi selalu ada disetiap industri tersebut% serta kurang disadarinya
bah/a permasalahan korosi ini mampu memunculkan dampak yang merugikan baik
dari segi biaya% sumber daya alam dan juga sumber daya manusia (,dam% $511).
(emilihan material atau bahan ( material selection ) pada berbagai peralatan
di industri kimia adalah salah satu aspek yang penting% karena dengan pemilihan
material tepat akan dapat meningkatkan penggunaan ( long ser#ice ) dari peralatan
yang bersangkutan% disamping itu juga berpengaruh terhadap cost ' atau biaya )
konstruksi peralatan proses tersebut serta biaya maintanance (A!cholas% 1BBC).
?eberapa aspek atau kriteria yang harus diperhatikan dalam pemilihan material
peralatan adalah
1. *aktor fisika )aterial tersebut harus tahan ( resistance ) terhadap
kondisi D kondisi operasi% seperti korosi% erosi % stress dan temperature
$. *aktor ekonomi ?iaya atau cost dari material tersebut.
1. *aktor kimia Kontaminasi yang berhubungan dengan interaksi antara
material dengan fluida proses dan akibatnya terhadap proses itu sendiri% misalnya
deakti+asi katalis
;. Sifat D sifat mekanikal.
(ada saat melakukan pemilihan material% korosi menjadi salah satu aspek
pertimbangan yang penting. Hal ini disebabkan oleh banyak kerugian D kerugian
yang ditimbulkan oleh korosi. Hal D hal yang dapat mempengaruhi korosi adalah
1. )aterial itu sendiri
$. 0ingkungan ( en+iroment ) yang kontak dengan material
1. -esain mekanikal dari komponen material
?angunan juga termasuk dalam faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi
mutu produk yang dihasilkan sehingga harus mempunyai rancangan yang tepat dan
baik serta memperhitungkan dampak terhadap peralatan produksi yang digunakan.
0okasi bangunan hendaklah sedemikian rupa sehingga dapat mencegah pencemaran
lingkungan disekelilingnya seperti pencemaran udara% tanah dan air maupun terhadap
kegiatan disekitarnya.
(ermukaan bagian dalam ruangan seperti dinding% lantai dan langit-langit
sebaiknya licin% bebas keretakan dan sambungan terbuka serta mudah dibersihkan dan
di desinfeksi. 0antai di daerah pengolahan harus dibuat dari bahan kedap air%
permukaan rata dan memiliki permukaan yang mudah dicuci. Sudut-sudut antar
dinding% langit-langit harus berbentuk lengkungan. Saluran air limbah sebaiknya
cukup besar dan mempunyai bak kontrol serta +entilasi yang baik. 0ubang
pemasukan dan pengeluaran udara% pipa-pipa dan saluran hendaknya dipasang
sedemikian rupa sehingga dapat mencegah timbulnya pencemaran terhadap produk.
?angunan harus mendapatkan penerangan yang cukup dan mempunyai
+entilasi dengan fasilitas pengendali udara termasuk pengaturan suhu dan
kelembaban untuk kean laboratorium.giatan dalam bangunan. -isamping itu
tersedianya tenaga listrik yang memadai akan menjamin kelancaran fungsi peralatan
produksi dan laboratorium (,smarini% $55<).
(ada baja karbon rendah dengan kadar pemadu terbatas umumnya diba/ah $E dari
total berat logam dasar *e% logam tersebut sangat rentan terjadinya korosi karena
rendahnya unsur-unsur pemadu seperti molib denum% kromium dan nikel untuk
meningkatkan ketahanan korosi. *aktor penting dalam korosi industri di antaranya
adalah H$S#;% sulfur dan ion klorida. ,da tiga faktor yang menyebabkan terjadinya
sel korosi yaitu anoda% katoda dan elektrolit.
Hampir semua logam mempunyai kemampuan membentuk lapisan pasif yang
bersifat protektif pada permukaannya. 0apisan pasif ini biasanya terbentuk dari
oksida logam atau senya/a lain yang akan memisahkan logam dari media yang
biasanya berupa larutan. Aamun bila logam pasif itu berkontak dengan media yang
mengandung ion-ion agresif misalnya ion klor ("l
-
)% ion flour ( *
-
)% dan sulfat (S#;
-
)
maka korosi dapat terjadi. Konsentrasi klorida menentukan cepat lambat terjadinya
korosi. Semakin besar konsentrasi klorida semakin besar kemungkinan teradsorbsi
pada permukaan material% hal ini bisa memperpendek /aktu pertumbuhan korosi.
Semakin tinggi konsentrasi klorida semakin panjang /aktu repasifasi. Hal ini
disebabkan semakin lama /aktu yang dibutuhkan oksigen untuk menggantikan posisi
ion klorida pada permukaan material. #ksigen diperlukan untuk pembentukan
kembali lapisan pasif (*ebrianto% $55B).
1. Scale
!stilah scale dipergunakan secara luas untuk deposit keras yang terbentuk pada
peralatan yang kontak atau berada dalam air. -alam operasi produksi minyak bumi
sering ditemui mineral scale seperti "aS#;% *e"#1% "a"#1% dan )gS#;. Senya/a-
senya/a ini dapat larut dalam air. Scale "a"#1 paling sering ditemui pada operasi
produksi minyak bumi.
,kibat dari pembentukan scale pada operasi produksi minyak bumi adalah
berkurangnya produkti+itas sumur akibat tersumbatnya penorasi% pompa% +al+e% dan
fitting serta aliran. (enyebab terbentuknya deposit scale adalah terdapatnya senya/a-
senya/a tersebut dalam air dengan jumlah yang melebihi kelarutannya pada keadaan
kesetimbangan. *aktor utama yang berpengaruh besar pada kelarutan senya/a-
senya/a pembentuk scale ini adalah kondisi fisik (tekanan% temperatur% konsentrasi
ion-ion lain dan gas terlarut).
1.1. (etunjuk dan !dentifikasi )asalab Scale dan Kemungkinan
-i lapangan operasi masalah scale dan kemungkinan penyebabnya dapat dilihat dari
1. Unt( warna terang ata( *(ti&
a. ?entuk fisik Keras% padat% dan gambar halus
(enambahan H"0 13E 'idak 0arut
Komposisi ?aS#;% SrS#;% "aS#; dalam air yang terkontaminasi
b. ?entuk fisik (anjang% padat kristalnya seperti mutiara
(enambahan H"0 13E 0arut tanpa ada gelembung gas% larutan
menunjukkan adanya S#; dengan ?a"l$
Komposisi 8ipsum% "aS#; %$H$5 dalam air terkontaminasi dari dalam air
super saturation.
c. ?entuk fisik (adat% halus% kristal berbentuk
penambahan H"0 13E. )udah larut dan ada gelembung gas.
Komposisi "a"#1% campuran "a"#1 dan )g"#1 jika dilarutkan
perlahanlahan.
2. Unt( warna gela* dari colat sam*ai dengan &itam
a. ?entuk fisik (adat dan coklat
(enambahan H"0 13E 9esidu ber/arna putih% pada pemanasan ber/arna
coklat
Komposisi Sama dengan 1a dan 1b untuk residu /arna putih% yang ber/arna
coklat adalah besi oksida yang merupakan produk korosi atau pengendapan
yang disebabkan oleh oksigen
b. ?entuk fisik (adat ber/arna putih
(enambahan H"0 13E0ogam hitam larut perlahan-lahan dengan perubahan
pada H$S% putih% residu yang tidak larut
Komposisi Sama dengan 1a. dan 1b. diatas untuk residunya /arna hitam
adalah besi sulfida yang merupakan produk korosi.
3.2. Reaksi-Reaksi Yang Menyebabkan Scale
9eaksi-reaksi terbentuknya padatan deposit antara lain
1. ?a"0$ : Aa$S5; ?aS#; : $ Aa"!
?arium sulfat terdapat dalam air terkontaminasi
$. "a"l$ : Aa$S5; "aS#; : $ Aa"!
8ipsum terdapat dalam air terkontarninasi atau supersaturation.
1. "a(H"#1)$ "a"#1 : "#$ : H$#
Kalsium karbonat terdapat dalam supersaturation karena penurunan tekanan%
panas dan agitasi.
!!. Korosi di 0ingkungan ?oiler (ada (' (upuk Kaltim
Selama pabrik beroperasi% ditemui berbagai masalah korosi atau masalah sejenis
pada peralatan di lingkungan ?oiler. )isalnya di H("" (abrik 7rea% H( FH?
(abrik ,mmonia maupun FH9 7tility 7nit.
(eralatan-peralatan tersebut dapat diklasifikasikan dalam tiga bagian menurut
lokasinya% yaitu Pre+oiler, -oiler dan Post -oiler. Pre+oiler mencakup pompa
feed/ater% pipa-pipa% serta peralatan au.iliary yang dile/ati oleh feed/ater% sejak
dipompakan hingga mencapai -oiler (sedangkan sistem make up /ater sebagai
penstabil sistem% Stage Heater dan &conomizer termasuk bagian dari (reboiler).
Sistem ?oiler adalah ?oiler itu sendiri% sedangkan Post -oiler meliputi
Superheater% Kondensor dan sistem kembalian. Karena ?oiler dioperasikan dalam
tekanan tertentu% sehingga kecenderungan masalah ?oiler yang berhubungan dengan
tekanan system diklasifikasikan oleh para ahli dalam tabel berikut
'abel $. Kecenderungan )asalah yang 'imbul ,kibat 'ekanan #perasi ?oiler
Karena lokasi (re ?oiler% ?oiler% dan (ost ?oiler adalah spesifik% sehingga
serangan korosi yang terjadi juga spesifik dan dapat dilihat dalam tabel berikut.
No Item Pre Boiler Boiler Post Boiler
1 (eralatan
yang
termasuk di
dalamnya
- (ompa
feed/ater
- (ipa-pipa
- ,u.iliary yang
dile/ati
feed/ater
- Stage Heater
- &conomizer
- H(""
- ?oiler (steam
-rum) FH?%
FH9% (ackage
?oiler% etc
- Superheater
- Kondensor
- Sistem kembalian
$ 'ype korosi - Korosi sumuran
(pitting)
- Korosi
(engikisan
(&rosion
"orrosion)
- *," (*lo/
,ccelerated
"orrosion)
- Korosi sumuran
(pitting)
- Korosi
Konsentrasi
- (erapuhan
Kaustik
- Stress
"orrosion
"racking
- Korosi
(engikisan 6
&rosi
,.Superheater
-Korosi temperatur
tinggi
- Korosi lelehan
garam
-Kondensasi
-Korosi merata
- Korosi lokal
?. Sistem Steam
Kondensat dan
Kembalian
- 'uberculation
- (itting
- ?uild up dari
deposit besi
oksida
- *," (*lo/
,ccelerated
"orrosion)