Anda di halaman 1dari 7

TUGAS PENGENDALIAN PROSES DAN INSTRUMENTASI

SISTEM KONTROL PROSES DESTILASI BERTINGKAT














DISUSUN OLEH:
AUFA FAUZAN HIDAYAT 03111003091


DOSEN PENGAMPU MATA KULIAH:
ELDA MELWITA, S.T, M.T, PH.D.






TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2014/2015
A. PENDAHULUAN
Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan
kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas)
bahan.
Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini
kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik
didih lebih rendah akan menguap lebih dulu.
Metode ini termasuk sebagai unit operasi kimia jenis perpindahan
massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan,
masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal distilasi
didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton.
Umumnya proses distilasi dalam skala industri dilakukan dalam menara, oleh
karena itu unit proses dari distilasi ini sering disebut sebagai menara
distilasi (MD). Menara distilasi biasanya berukuran 2-5 meter dalam diameter dan
tinggi berkisar antara 6-15 meter. Masukan dari menara distilasi biasanya berupa
cair jenuh, yaitu cairan yang dengan berkurang tekanan sedikit saja sudah akan
terbentuk uap dan memiliki dua arus keluaran, arus yang diatas adalah arus yang
lebih volatil (mudah menguap) dan arus bawah yang terdiri dari komponen berat.
Menara distilasi terbagi dalam 2 jenis kategori besar:
a. Menara Distilasi tipe Stagewise, menara ini terdiri dari banyak piringan yang
memungkinkan kesetimbangan terbagi-bagi dalam setiap piringannya, dan
b. Menara Distilasi tipe Continous, yang terdiri dari pengemasan dan
kesetimbangan cair-gasnya terjadi di sepanjangkolom menara.

B. SISTEM KONTROL PADA PROSES DISTILASI
Alat instrumen yang dipakai dalam sistem pengukuran dan pengaturan secara
umum terdiri dari beberapa elemen yang digabung menjadi satu sistem. Elemen-
elemen tersebut adalah:
1. Primary element (sensing element)
2. Secondary element (transmitter)
3. Control element (receiver)
4. Final control element (kontrol valve)
a. Primary element (sensing element)
Pada proses distilasi ini sensor-sensor yang dipakai adalah sebagai berikut:
1. Sensor temperatur
Antara lain Thermometer bimetalic, Thermocouple, Resistance Temperature
Detector (RTD). Sensornya terbaca dari skala peralatan kontrol yang menempel
pada peralatan panas Sensor lampu pada control room
2. Sensor Level
Ada beberapa jenis sensor level, diantaranya adalah floater, displacer, differensial
transmitter dan sistem bubbler. Sensornya dihubungkan dengan value pemasukan
bahan untuk operasional. Sensor didalam peralatan dihubungkan dengan
penampung/sensor yang ada dalam tangki
3. Sensor Flow
Pada prinsipnya, sensor laju aliran (flow) bekerja berdasarkan asas fluida, jika
fluida melewati celah atau restreksi, maka akan terjadi penurunan tekanan.
Sensornya berhubungan dengan timbangan untuk mengetahui bahan yang masuk
yang disesuaikan dengan volume peralatan. Sensornya berhubungan dengan
sencor level control (LC).
4. Sensor Pressure
Tekanan terjadi karena adanya gaya yang bekerja pada suatu luasan sehingga
tekanan dinyatakan sebagai gaya yang bekerja pada satuan luas.
b. Secondary Element (Transmitter)
Secondary element ini berfungsi mengolah perubahan fisik yang dihasilkan oleh
sensor menjadi suatu penunjukkan (indicator) atau tenjadi suatu sinyal standar
untuk ditransmisikan ke Receiver (Indicator dan Recorder) maupun control
element (Controller).
c. Control Element dan receiver
Control element atau sering disebut kontroler yaitu alat yang berfungsi melakukan
pengaturan dengan jalan membandingkan besaran proses terhadap nilai yang
dikehendaki. Apabila antara besaran proses dan set point 3 terjadi ketidaksamaan
maka kontroler akan melakukan koreksi dengan jalan memerintahkan final
control element untuk mengatur besaran proses, sampai controler menyatakan set
point. Receiver adalah alat yang menerima signal standar dari transmitter untuk
dipakai sebagai alat ukur.
a. Indikator : menunjukan hasil pengukuran besaran proses dalam waktu tertentu.
b. Sistem alarm : memberikan peringatan (dalam bentuk suara atau cahaya lampu)
apabila suatu besaran proses menyimpang pada tahap yang membahayakan.
c. Sistem safeguard & shutdown : menghentikan suatu proses apabila proses
tersebut sudah tidak terkendali dan pada tahap yang membahayakan.
d. Final Control Element
Final Element (Control Valve) ini merupakan Alat terakhir dari suatu pengaturan
yang secara langsung mengontrol besaran proses agar berada pada nilai yang
dikehendaki sesuai dengan perintah dari controller. Final element dalam suatu
pengaturan adalah control valve yang berfungsi untuk mewujudkan sinyal
keluaran controller menjadi suatu aksi yang dapat mengembalikan kondisi proses
ke harga yang dikehendaki. Aksi control valve ada dua macam yaitu:
I. Air to Open (ATO)
Failure Close (FC) Adalah kondisi valve, dimana besarnya sinyal kendali
sebanding dengan besarnya bukaan valve, dan berbanding terbalik dengan tutupan
valve. Sehingga saat sinyal kecil, bukaan juga kecil, saat sinyal besar, bukaan juga
besar. Ditandai dengan cat warna merah. Aksi air to open diperlihatkan pada
Gambar 2.




Gambar 1. Air to Open.

II. Air to Close (ATC)
Failure Open (FO) adalah kondisi valve, dimana besarnya sinyal kendali
berbanding terbalik dengan besarnya bukaan valve, dan sebanding dengan tutupan
valve. Sehingga saat sinyal kecil bukaan besar, saat sinyal besar, bukaan justru
kecil. Ditandai dengan cat warna hijau. Aksi air to close diperlihatkan pada
Gambar 3.





Gambar 2. Air to Close.










Gambar 3. Sistem Pengendalian Proses Distilasi












Feed flow rate F
Feed composition z
Distillate composition x
D

Distillate flow rate D
Reflux flow rate R
Reboiler heat Q
R

Cooling water flow rate
F
Bottom flow rate B
Bottom composition x
B

Level reflux drum M
R

Level base M
B

Pressure P
Tray 15 temperature
Tray 5 temperature
Load
Disturbances
Manipulated
variables
Controlled
variables
Uncontrolled
variables

Gambar 4. Contoh Control Diagram Kolom Distilasi
C. VARIABEL KONTROL PADA KOLOM DESTILASI BERTINGKAT





















Gambar 5. Diagram variable control kolom destilasi

D. MANAJEMEN KASUS
Dalam proses distilasi bertingkat tentunya akan terdapat beberapa masalah yang
akan dihadapi oleh para insinyur serta pekerja yang mengurus unit ini. Adapun
beberapa masalah serta penyelesaian masalahnya adalah sebagai berikut:
a. Masalah overheating pada kolom
Solusi: mengalirkan zat pendingin atau refrigerant melalui pipa yang
berkontak dengan dinding bagian dalam kolom distilasi. Dapat juga
dengan cara mengurangi pemasokan panas pada kolom destilasi.
b. Masalah overloading
Solusi: Mengontrol serta mengatur keran laju alir raw material pada input
kolom serta membuka keran pipa cadangan untuk penanggulangan
overloading yang dapat menyebabkan flooding dengan cara meluaskan
area wadah dengan mengalirkannya secara recycle.
c. Masalah overpressure
Solusi: Membuka katup pada bagian puncak kolom yang berfungsi sebagai
pressure release.
d. Masalah overflow
Solusi: Mengecilkan flowrate input pada kolom dengan cara mengatur
buka-tutup valve tersebut.