Anda di halaman 1dari 16

Oleh :

Ahmad Wali Satria Bahari Johan


Gilang Rizki Akbar
M. Resa Qulyubi

HAM adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang
sejak ia dalam kandungan atau sejak ia dinyatakan ada.

Tujuan HAM adalah untuk selalu menyadari keberadaan,
menghormati dan menegakkan HAM serta martabat
pribadi manusia demi terciptanya keadilan dan
perdamaian diseluruh dunia, khususnya bagi para
anggota yang tegabung didalamnya.

HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi. HAM
adalah bagian dari manusia secara otomatis.

HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang
jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik atau
asal-usul sosial dan bangsa.

HAM tidak bisa dilanggar. Tidak seorangpun mempunyai
hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain.
Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah negara
membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar
HAM .

Diskriminasi adalah perbedaan
perlakuan terhadap sesama warga
negara (berdasarkan perbedaan
warna kulit , suku, agama, dan
sebagainya).

Diskriminasi sendiri secara umum dapat dibedakan
menjadi 2, yaitu :

Diskriminasi langung
Diskriminasi tidak langsung


Diskriminasi yang kerap terjadi adalah :
Suku, bangsa dan ras
Gender
Agama dan keyakinan
Diskriminasi terhadap anak

Diskriminasi Terhadap Suku, Bangsa dan Ras

Adanya perbedaan ras atau etnis tidak dengan
sendirinya berarti terdapat perbedaan hak dan kewajiban
antar kelompok ras dan/atau etnis dalam masyarakat dan
negara. Setiap warga negara berhak memperoleh
perlakuan yang sama untuk mendapat hak-hak sipil,
politik, ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang undangan, tanpa
membedakan ras dan etnis.



Bentuk diskriminasi rasial ini sebenarnya berbeda beda,
namun secara umum terdiri dari :

1. Sikap Diskriminasi Etnosentrisme
2. Sikap Diskriminasi Xenophobia
3. Sikap Diskriminasi Miscegenation
4. Sikap Diskriminasi Stereotipe

Diskriminasi Terhadap Agama dan Keyakinan

Hubungan antara kelompok agama menjadi persoalan
yang belum terselesaikan. Berulangnya model kekerasan
beragama dengan pola yang mirip, merupakan dampak
dari tindakan diskriminasi yang dilakukan negara
terhadap kelompok agama minoritas. Bahkan, kasus
kekerasan beragama tidak lagi diselesaikan melalui
kebijakan publik namun menyerahkan sepenuhnya
kepada elit politik lokal. Dengan keterdiaman pemerintah
dan cenderung melokalkan penanganan kasus seperti
ini, mengakibatkan timbulnya main hakim sendiri dari
kalangan agama konservatif .

Diskriminasi Gender
adanya perbedaan antara hak dan kewajiban lelaki dan
perempuan dalam berbagai sektor. Serta
dikesampingkannnya kodrat wanita dalam aturan konstitusi
negara, dalam hal cuti haid yang dipersoalkan, adanya cuti
melahirkan namun justru menjadi kerentanan perempuan
untuk di PHK. Serta pembatasan usia masa kerja hanya
dua tahun, karena dianggap sudah masuk usia perkawinan
dan berkeluarga, sehingga nanti hamil melahirkan yang
menurut perusahaan justru menjadi tidak efisien. Beban
keibuan, beban di dalam rumah tangga, apalagi kalau
suami-istri kehilangan kerja (Jobless) yang akan sangat
terasa juga perempuan, beban mengurus kesehatan,
membesarkan dan bertanggung jawab terhadap pendidikan
anak.
Diskriminasi Terhadap Anak
Diskriminasi terhadap anak adalah salah satu
masalah besar yang ada di Indonesia karena masih
banyaknya penganiayaan dan penalantaran anak.
Penganiayaan adalah perlakuan tidak adil atau tidak wajar
dari orang tua atau orang yang lebih dewasa terhadap
anak yang seharusnya berada di bawah tanggung jawab
orang tua atau pengasuhnya, yang dapat menimbulkan
penderitaan, kesengsaraan, cacat bahkan kematian.
Bentuk penganiayaan terhadap anak ada 3 macam, yaitu :
Fisik
Seksual
Emosional


Penyebab Terjadinya Diskriminasi
Mekanisme pertahanan psikologi (projection)
Kekecewaan
Mengalami rasa selamat dan rendah diri
Sejarah
Persaingan dan eksploitasi
Corak sosoalisasi


Dampak Negatif Diskriminasi
Mengakibatkan munculnya sifat yang buruk yaitu
kecongkakan dan kesombongan karena merasa dirinya atau
golongannya adalah yang terbaik.
Memunculkan sikap apatis (sifat masa bodoh) yang
menumbuhkan kehancuran tatanan masyarakat, karena
mereka tidak peduli dengan golongan atau suku lainnya,
mereka hanya peduli dengan golongan mereka sendiri.

Mereka yang melakukan diskriminasi tidak bisa bersosial
dengan masyarakat etnic lain, mereka hanya berteman
dengan golongan mereka sendiri.
Bagi korban diskriminasi bisa berdampak pada psikologis
mereka, korban merasa dikucilkan dan tidak
mendapatkan hak-hak yang seharusnya mereka
dapatkan.
Bisa timbulnya kericuhan atau bentrokan antar golongan,
karena ketidak bisaan menerima perbedaan yang terjadi
diantara mereka sehingga menimbulkan perselisihan.
Terjadi pembantaian atau pembunuhan terhadap kaum
minoritas

Cara-cara Mencegah Diskriminasi
Menyadari bahwa yang membedakan manusia disisi
Tuhan adalah kualitas ketaqwaan mereka.
Melihat keragaman ciptaan, bangsa dan suku adalah
sesuatu yang wajar dan niscaya.
Membiasakan diri menghindari sifat- sifat saling
merendahkan, saling mencela, saling memangil dengan
gelaran yang mengandung ejekan , saling berprasangka
jelek (saling curiga), saling mencari cari kejelekan
orang lain, saling mengunjing.

Menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna,
oleh karena itu perbedaan diantara kita yang dapat saling
melengkapi kekurangan tersebut.
Tidak mudah terprofokasi oleh perkataan-perkataan
provokator yang merendahkan etnic lainnya walaupun
mereka mengatasnamakan agama.