Anda di halaman 1dari 2

Prinsip Kerja Tang Ampere

Pengukuran arus merupakan salah satu prosedur yang dilakukan pada perawatan
berkala suatu alat. Pengukuran secara konvensional mengharuskan seseorang memotong
kabel yang akan diukur arusnya. Tetapi hal ini tidak dapat dilakukan pada semua sistem,
misalnya pada sebuah sistem yang harus berjalan 24 jam dalam sehari. Pemotongan kabel
harus dilakukan pada saat sistem dimatikan. Sekarang pengukuran dengan metode lama itu
sudah mulai digantikan dengan sistem clamp. Sistem clamp menggunakan prinsip hukum
Faraday yang mengatakan bahwa perubahan fluks magnet dalam sebuah kumparan akan
menimbulkan arus yang akan mengalir pada kumparan itu. Secara umum, Faraday
mengatakan bahwa perubahan fluks magnet dalam sebuah kumparan akan menimbulkan arus
yang mengalir pada kumparan. Apabila jumlah lilitan semakin besar, maka semakin besar
pula tegangan yang dapat diukur di kedua ujung kumparan itu. Tegangan yang terukur di
kumparan itu biasanya dalam orde mili volt. Arus AC yang mengalir pada sebuah kabel akan
memberikan perubahan fluks, sehingga besarnya arus tersebut dapat diukur dengan
menggunakan sistem clamp. Sistem clamp hampir meniru prinsip kerja transformator arus.
Berikut gambar yang menjelaskan tang ampere bekerja

Diasumsikan arus yang mengalir di konduktor merupakan arus primer, kita dapat
mendapatkan arus yang proporsional dari arus primer dengan induksi magnetic dari bagian
sekunder (kumparan) trafo yang mana terhubung dengan rangkaian pengukuran.





Posisi mengukur arus listrik kabel dengan menggunakan tang ampere




.



Setelah arus mengalir dalam kumparan dengan tegangan tertentu maka akan langsung diolah
oleh komponen-komponen penyusun Clamp Meter (Tang Ampere) sesuai dengan tang
ampere apa yang digunakan, apakah tang ampere digital atau tang ampere analog.