Anda di halaman 1dari 25

Yurisdiksi negara dalam

Hukum Internsional

Mei 10, 2007

Pengertian

Jurisdiction (Inggris) yurisdictio (Latin) yuris


(kepunyaan) dan dictio(ucapan, sabda, sebutan, firman).
Berarti:
-kepunyaan, seperti yg
ditentukan oleh hukum;
-hak, menurut hukum;
-kekuasaan, menurut
hukum;
-kewenangan, menurut hukum;

Pada dasarnya yurisdiksi berkaitan dengan


masalah hukum, khususnya kekuasaan atau
kewenanganyang dimiliki suatu badan peradilan
atau badan-badan negara lainnya yang
berdasrkan atas hukum yang berlaku.
Yurisdiksi negara: berarti kekuasaan atau
kewenangan dari suatu negara untuk
menetapkan dan memaksakan (To declaire dan
enforce) hukum yang dibuat oleh negara atau
bangsa itu sendiri.

Hubungan antara kedaulatan


negara dan yurisdiksi negara
Kedaulatan pada dasarnya mengandung 2 aspek:

1.

2.

Internal berupa kekuasaan tertinggi untuk mengatur


segala sesuatu yang ada atau terjadi dalam batas-batas
wilayahnya;
Eksternal kekuasaan tertinggi untuk mengadakan
hubungan dengan anggota masyarakat internasional
maupun mengatur segala sesuatu yang berada atau terjadi
di luar wilayah negara itu tetapi sepanjang masih ada
kaitannya dgn kepentingan negara itu;

Berdasarkan kedaulatan itu maka dapat


diturunkan hak, keuasaan, ataupun
kewenangan negara untuk mengatur masalah
intern maupun ekstern.

Yurisdiksi negara dalam hukum


internasional

Imre Anthony state jurisdiction in public international law


means the right of state to regulate or affect by legislative,
executive or judicial measure the right of persons, property,
acts or events with respect to matter not exclusively of
domestic concern.
(Yurisdiksi negara dalam HI publik berarti hak suatu negara
untuk mengatur atau mempengaruhi dengan langkah-langkah
atau tindakan-tindakan yang bersifat legislatif, eksekutif,
yudikatif atas hak-hak individu, milik atau harta kekayaan,
perilaku-perilaku atu peristiwa-peristiwa yang tidak sematamata merupakan masalah dalam negeri)

Unsur-unsur yurisdiksi negara


1.

2.
3.

4.

5.

Hak, kekuasaan atau kewengan;


Mengatur (legislatif, eksekutif, yudikatif);
Obyek (hal, peristiwa, perilaku, masalah,
orang, benda);
Tidak semata-mata merupakan amsalah
dalam negeri (not exclusively of domestic
concern);
Hukum internasional sebaga dasar dan
landasanya;

Macam-macam yurisdiksi
negara:
Berdasar hak, kekuasaan dan kewenangan untuk
mengatur:

Yurisdiksi legislatif (legislative jurisdiction),


adalah yurisdiksi suatu negara untuk membuat atau
menetapkan suatu peraturan perundang-undangan untuk
mengatur suatu obyek atau masalah (tdk bersifat
domestik). Muncul apabila atas suatu masalah tidak
terdapat pengaturannya dalam undang-undang
nasionalnya.
2. Yurisdiksi Eksekutif (Executif jurisdiction) yurisdiksi
administratif. Berkenaan dgn hak kekuasan dan
kewenangan suatu negara untuk menerapkan atau
melaksanakan peraturan perundang-undangan nasional
yang telah dibuatnya itu atas suatu masalah yang tidak
semata-mata bersifat domestik.
1.

3. Yurisdiksi yudikatif (judicative jurisdiction)


merupakan yurisdiksi duatu nagara utuk
mengadili dan atau menghukum si pelanggar
peraturan perundang-undangan yang telah
dibuat dan dilaksanakan oleh negara yang
bersangkutan.

Yurisdiksi negara atas obyek (hal,


masalah, peristiwa, orang dan benda)
1.

2.

Yurisdiksi personal atau jurisdiction in personal, disebut jg


yurisdiksi atas orang atau subyek hukum orang dan badan
hukum. Titik beratnya terletak pada subyek hukumnya yang dapat
ditundukan pada yurisdiksi tersebutorang didasarkan pada
kewarganegaraanya (WNI ato WNA) dan (active&passive
nationality), sedang badan hukum didasarkan pada badan hukum
nasional dan badan hukum asing.
Yurisdiksi kebendaan/ jurisdiction in rem, asas ini menitikberatkan
pada adanya hubungan langsung dan aktif antara negara itu sendiri
dengan warga negaranya. Kemungkinan benda ditinjau dari
letaknya:
a. benda yang selamanya terletak atau benda di dalam batas- batas
wilayah suatu negara.
b. benda pada suatu waktu berada dalam didalam suatu
negara , pada waktu lain berada di wilayah negara lain.

c. Suatu benda sebagian atau berada di dalam


wilayah suatu negara dan sebagian lain di
dalam wilayah negara lain.

Criminal jurisdiction:

Kejahatan tindak pidana, peristiwa pidana, perbuatan pidana atau delik,


kadangkala tidak menyangkut 1 negara, tapi menyangkut kepentingan lebih dari
suatu negara.
Variasinya:
a.
peristiwa pidana, akibat-akibatnya maupun pelakunya terjadi atau
berada
di dalam batas-batas wilayah suatu negara;
b. pidana sebagian terjadi pada wilayah suatu negara sedangkan sebagian lagi
terjadi dalam batas-batas wilayah negara lain.
c.
pidana yg terjadi dalam wilayah suatu negara tetapi akibat
yang
ditimbulkan terjadi di negara lain.
d. pidana yg terjadi di wilayah suatu negara akibatnya terjadi diluar batasbatas wilayah negara ybs.
e.
pidana yg terjadi pada suatu tempat di luar batas wilayah
negara tetapi
akibat-akibatnya terjadi dalam batas-batas
wilayah dari 2 negara atau lebih.
f.
peristiwa yang terjadi dalam batas-batas wilayah suatu negara tetapi
korbannya adalah orang-orang yang berkewargnegaraan berbeda2.
g. pelbagai variasi peristiwa pidana lain.

kemungkinan
1.

2.

3.

Ada peristiwa atau kejahatan yg sudah


ditetapkan sebagai peristiwa pidana oleh suatu
negara, sedangkan oleh negara lain belum
ditetapkan.
Ada peristiwa atau kejahatan yang sudah
ditetapkan sebagai peristiwa pidana oleh semua
negara di dunia.
Ada juga peristiwa yang sama sekali belum
ditetapkan sebagai peristiwa pidan oleh semua
negara.

Yurisdiksi sipil

Menyangkut hak atau yurisdiksi negara atas suatu


peristiwa hukum sipil yang terjadi pada suatu waktu
tempat tertentu.
Variasi peristiwa hukum sipil:
- dari subyek hukum atau pribadi hukum
yang
terlibat dalam peristiwa sipil tersebut.
- dari sudut tempat terjadinya peristiwa hukum
maupun akibat yang ditimbulkan.
- jenis atau macam dari peristiwa hukum
tersebut.
- dll

Yurisdiksi negara berdasarkan


ruang atau tempat dari obyek atau
masalah

1.
2.
3.
4.
5.

Ada 5, yaitu:
Yurisdiksi teritorial;
Yurisdiksi quasi teritorial;
Yurisdiksi ekstra teritorial;
Yurisdiksi universal;
Yurisdiksi Eksklusif;

1.
2.

3.

Yurisdiksi teritorial, hak dan kewenangan untuk


mengatur, menerapkan dan memaksakan hukum
nasionalnya terhadap segala yang ada atau yang
terjadi ( bisa berupa orang, benda, peristiwa) di
dalam batas-batas wilayahnya.
Dakam HI yang termasuk dalam tuang lingkup HI
adalah:
Wilayah daratan;
Tanah dibawah wilayah daratan tersebut yang
batasnya kearah bawh tidak terhingga;
Wilayah perairan atau disebut juga perairan
teritorial;

1.

2.

3.

4.

Namun demikian tidak berarti setiap negara dapat


berbuat menurut kehendaknya sendiri, dia tetap
dibatasi oleh prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah
hukum internasional.
Obyek atau ha yang dikecualikan dari yurisdiksi
teritorial adalah;
Kepala negara atau kepala pemerintah dari negara
asing yang sedang berada di suatu negara;
Staf diplomatik dan staf konsuler dari negara asing
yang ditempatkan di suatu negara;
Angkatan bersenjata dari negara asing yang sedang
menjalankan tugas kenegaran di suatu negara;
Kepala dan staf lembaga-lembaga internasional
yang bertugas di suatu negara;

5.

6.

7.

gedung-gedung atau kantor-kantor perwakilan


diplomatik negara sing di suatu negara;
gedung-gedung atau kantor-kantor pusat maupun
perwakilan dari lembaga internsional di suatu
negara besrta segala arsip-arsipnya;
Kapal-kapal dan pesawat udara (publik) milik
negara asing yang sedang berada di suatu nagara;

Yurisdiksi quasi teritorial

Disebut quasi teritorial karena ruang atau


tempat area dimana yurisdiksi negara itu
ditetapkan sebenarnya bukanlah wilayah
negara. Hanya saja berdekatan atau
bersambungan dengan wilayah negara.
Yurisdiksi quasi teritorial sebenarnya adalah
yurisdiksi teritorial yang diterapkan pada area
yang bukan merupakan wilayah negara tetapi
berdekatan dan bersambungan dengan wilayah
negara lain . Area tersebut seakan-akan
merupakan semi wilayah negara.

Yurisdiksi ekstra teritorial

Kepentingan negara tidak hanya cukup di dalam


batas-batas wilayahnya atau pada area di dekat
wilayahnya, tetapi juga meluas sampai pada area
yang bukan merupakan wilayah negara. Seperti
dilaut lepas, diruangn udara internasional (ruang
udara bebas), atau pada area lain yang status
yuridisnya sama dengan laut lepas maupun ruang
udara internasional.
Oleh karena hukum internasional tidak mungkin
mengatur secara langsung atas peristiwa itu, maka
HI melimpahkan kepada masing-masing negara
untuk mengaturnya.

Yurisdiksi Universal

1.

Tidak semata-mata berkaitan dengan tempat, waktu


maupun pelaku dari peristiwa hukum tersebut, melainkan
berdasar pada corak dan sifatnya sendiri.
HI menetapkan bahwa terhadap peristiwa seperti ini
tunduk pada yurisdiksi semua negara didunia (sifatnya
universal).
Dasar pertimbngan untuk menenpatkan suatu peristiwa
hukum tertentu dibawah yurisdiksi universal adalah:
Supaya peritiwa-peristiwa hukum tersebut yang tidak
tercakup oleh jenis yurisdiksi lain, tetapi membahayakan
bagi manusia dan bertentangan dengan rasa keadilan umat
manusia, tidak terlepas dari jangkauan hukum;

2. Adalah merupakan kewajiban dari semua


negara untuk mencegah terjadinya peristiwa
hukum yang demikian itu maupun untuk
memberantasnya, dimanapun dan kapanpun
terjadinya serta siapapu yang menjadi pelaku
maupun korbannya.

Yurisdiksi eksklusif

Munul didorong oleh keinginan dan kemampuan


negara-negara untuk mengeksplorasi dasar laut dan
tanah dibawahnya dan mengeksplorasi SDA-nya.
Sebagai akibat perkembangan dan kemajuan
teknologi (kelautan).
Dalam konvensi hukum laut 1982, walaupun isi dan
ruang lingkup dari landasan kontinen ini sudah
semakin tegas batas-batsnya, namaun hak atau
kewenangan atau yurisdiksi negara pantai atas
landasan kontinennya maupun atas SDA yang
terkandung didalamnya tetaplah yurisdiksi eksklusif.

1.

2.

Negara lain yang hendak melakuakn kegiatan


serupa pada landasan kontinennya maupun pada
zona ekonomi eksklusif tersebut haruslah mendapt
ijin atau persetujuan dari negara pantai yang yang
memiliki yurisdiksi eksklusif tersebut.
Dalam yurisdiksi eksklusif ini terkandung sesuatu
yang khusus dgn ciri khas tertentu:
Subyeknya yaitu pihak yang memiliki yurisdiksi
tersebut adalah khusus negara pantai itu sendiri;
Obyeknya yaitu yang menjadi sasaran dari
yurisdiksi tersebut khusus menganai hal-hal
tertentu saja; sperti SDA yang dikandung
didalamnya.

4.

5.

Perilaku atau tindakan dari subyek terhadap


obyek yaitu hanya untuk perbuatan atau
tindakan tertentu saja;
Area, ruang atau tempat yang secara khusus
bagi berlakunya yurisdiksi tersebut yaitu
pada zona seperti pada landas kontinen atau
pada zona ekonomi eksklusif.
Pada masa mendatang kemungkinan besar
yurisdiksi eksklusif ini semakin meluas, tidak
terbatas pada landas kontinen dan ZEE saja.