Anda di halaman 1dari 15

Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Apple Inc.

Latar Belakang
Apple Inc. (sebelumnya bernama Apple Computer, Inc.) adalah sebuah perusahaan
multinasional yang berpusat di Silicon Valley, Cupertino, California dan bergerak dalam bidang
perancangan, pengembangan, dan penjualan barang-barang yang meliputi elektronik konsumen,
perangkat lunak komputer, serta komputer pribadi. Apple Inc. didirikan pada tanggal 1 April, 1976
dan diinkonporasikan menjadi Apple Computer, Inc. pada tanggal 3 Januari, 1977. Pada 9 Januari,
2007, kata Computer dihapus untuk mencerminkan fokus Apple terhadap bidang elektronik
konsumen pascapeluncuran iPhone.
Apple dikenal akan jajaran produk perangkat lunak diantaranya sistem operasi OS X dan iOS,
pemutar musik iTunes, serta peramban web Safari, dan perangkat keras diantaranya komputer
meja iMac, komputer jinjing Macbook Pro, pemutar lagu iPod, serta telepon genggam iPhone.
Berikut ini adalah visi, misi, tujuan dan sasaran dari Apple Inc,:
Visi
Apple di setiap meja.
Misi
Apple memicu revolusi komputer pribadi pada tahun 1970an dengan Apple II dan diciptakan
kembali komputer pribadi pada tahun 1980 dengan Macintosh. Apple berkomitmen untuk
membawa pengalaman komputasi personal terbaik kepada siswa, pendidik, profesional kreatif
dan konsumen di seluruh dunia melalui inovatif software, hardware dan persembahan internet.
Sasaran Pasar Yang Dibidik
Pasar yang dibidik Apple inc antara lain kalangan pelajar, pekerja, pemerintahan, serta
masyarakat internasional. Apple menyadari bahwa kaum profesional muda yang jumlahnya terus

berkembang (terutama mereka yang sukses lewat bisnis online) akan menjadi konsumen alat
komunikasi canggih yang setia. Oleh karena itu, kampanye pemasaran produk iPhone sejak seri
pertama selalu menonjolkan hal-hal yang akan menarik perhatian kaum muda dan profesional
yaitu produk yang canggih, trendi dan serba bisa.
Tujuan
Steve Jobs mengatakan bahwa tujuan Apple didirikan bukanlah untuk mendapatkan uang.
Tujuan kami adalah mendesain dan membangun lalu memberikan barang-barang bagus ke
masyarakat. Kami percaya dengan cara begitu, orang-orang akan menyukai kami, dan sebagai
gantinya,kami akan mendapatkan uang. Tapi kami memahami betul mengenai tujuan-tujuan yang
kami miliki.
Manfaat
1. Strategi Aras Korporasi
Menjualnya secara eceran, melalui distributor ataupun melalui kerjasama dengan
operastor selular adalah sebuah pilihan. Sebuah cara dalam berdagang dan ini tidak melanggar
etika bisnis. Cara ini di pilih sebagai strategi perusahaan dalam berbisnis. Hal utama adalah bisa
mendatangkan margin.
2. Berkelas dan Eksusif
Dengan memilih tidak melayani pelanggan secara langsung, Apple Inc ingin menonjolkan
kesan mewah dan hanya untuk kalangan tertentu. Dengan Harga yang cukup tinggi dan dipaket
bersama jasa operator selular artinya hanya orang-orang yang berduit saja yang mau secara rutin
mengeluarkan biaya bulanan
3. Membangun Loyalitas
Salah satu sifat mendasar manusia adalah ingin dihargai dan diakui. Dengan menggunakan
produk yang bukan sejuta umat, secara tidak langsung penggunanya merasa bahwa mereka

sebagian kecil kaum yang sukses secara materi. Loyalitas pada perangkat ini terus mereka
pertahankan demi status sosial.
4. Mengikat Konsumen
Kewajiban berlangganan dalam waktu tertentu, minimal 2 tahun untuk bisa menggunakan
Iphone akan membuat orang cinta mati. Seperti nikotin atau zat adiktif, ada yang hilang jika
berhenti memakainya. Apalagi ditambah dengan berbagai service tang menarik dari operator.
Penerapan stategi people management perusahaan apple merupakan perpaduan antara
pengoptimalan sumber daya manusia yang handal dan kerja tim dari berbagai fungsional untuk
mencapai visi perusahaan.

Analisis SWOT dari Apple Inc.


Berdasarkan apa yang sudah dibahas melalui kutipan langsung dari buku yang dijadikan resensi
maupun hal-hal yang menjadi sesuatu yang perlu dibahas dan dilengkapi datanya dari
informasi pihak luar, maka dapat digunakan menjadi analisis SWOT sebagai berikut:
1. Strengths

Kecerdasan secara teknik: Produk dari Apple sangat mudah untuk digunakan dan stabil.
Integrasi terbaru dengan Intel dan Microsoft menunjukkan kemampuan dan kemauan
untuk beradaptasi pada kustomer yang lebih terdiversifikasi secara meluas. Semua inovasi
yang dilakukan oleh Apple adalah sesuatu yang sangat membutuhkan biaya tinggi
untuk menirunya.

Secara Keuangan Apple mengalami kesehatan karena berhasil menekan biaya, dan
memperlakukan secara ketat kemasan dan paket pada produknya untuk menghemat biaya
(produk Apple memiliki buku panduan yang tidak lebih dari 10 halaman, iPod hanya
menyertakan kabel USB untuk charging dan tidak menyediakan adapter cord
karena pengguna iPod kebanyakan menggunakan iPod dengan komputernya ketimbang
melakukan charging pada cord listrik, dan lain-lain). Ditambah fakta bahwa pada kuartal
keempat Apple iPhone memiliki penghasilan yang lebih besar dari kompetitornya yang
terbesar, Nokia.

Brand Loyalty: Sebagaimana yang disebutkan pada bagian marketing dari value chain
analysis, Apple berhasil menempatkan produknya sebagai identitas sehingga customer
basenya sangat terjaga dengan baik dan loyal, dan merupakan sesuatu hal yang sangat
susah untuk ditiru.

Adanya steve Jobs dalam direksi: Selama absennya Steve Jobs pada tahun 1985 hingga
1996, Apple mengalami guncangan dan penurunan secara finansial dan inovasi. Dan segera
setelah kembalinya Jobs dalam direksi, ia segera merombak keanggotaan dewan direksi,
melahirkan dan mengembangkan ide produk dan menghasilkan pertumbuhan yang
positif bagi pemegang saham berturut-turut sejak kembalinya Steve Jobs ke Apple. Bisa

dikatakan bahwa Steve Jobs adalah sumber daya yang sangat berharga, langka, dan sulit
ditiru yang dimiliki Apple dan paling dieksploitasi, walaupun demikian bukan berarti tanpa
Jobs Apple tidak dapat berinovasi, adanya delegasi dalam perusahaan ini menyebabkan
perusahaan terus berinovasi dengan baik bahkan tanpa Steve Jobs (semasa saat Steve Jobs
cuti dan mengalami perawatan kesehatan), Apple tetap mengeluarkan produk yang
inovatif dan mendapatkan respon yang lebih baik dengan produknya seperti iPhone dan
iPod serta Mac.

Market Share terbesar di bidang industri musik melalui iTunes dan iPod, dan disusul
dengan iPhone.

Apple adalah perusahaan yang sangat sukses. Penjualan dari pemutar musik iPod telah
meningkatkan laba kuartal kedua hingga $ 320 (Juni 2005). Persepsi merek yang
menguntungkan juga meningkat penjualan komputer Macintosh. Jadi iPod perusahaan
memberikan akses ke seluruh seri baru segmen yang membeli ke bagian lain dari merek
Apple. Penjualan dari produk-produk notebook juga sangat kuat, dan merupakan
kontribusi besar untuk pendapatan untuk Apple.

Merek adalah yang paling penting. Apple adalah salah satu yang paling mapan dan sehat
merek IT di Dunia, dan memiliki pelanggan yang sangat antusias dan setia mendukung
merek. Kesetiaan yang begitu kuat berarti bahwa tidak cukup hanya merekrut pelanggan
baru, tetapi juga menjadikan mereka sebagai pelanggan tetap yang akan datang kembali
untuk lebih banyak produk dan jasa dari Apple, dan perusahaan ini juga memiliki
kesempatan untuk memperluas produk-produk baru kepada mereka, misalnya iPod.

2. Weakness

Market Share: Apple memiliki kekuatan secara geografis di Amerika Serikat dan pasar
di bidang pendidikan, namun secara global Apple memiliki pangsa pasar yang relatif kecil
dalam industri komputer.

Adanya kemungkinan dari melesunya Apple saat tidak ada kehadiran Steve Jobs, walau
semasa cutinya Apple tetap dapat mempertahankan inovasinya, namun bayang-bayang
masa kegelapan selama dipimpin oleh CEO selain Steve Jobs yang membawa Apple

kedalam guncangan tetap menjadi salah satu kelemahan dari ketergantungan Apple
terhadap Steve Jobs.

Ada tekanan pada Apple untuk meningkatkan harga dari musik download file, dari industri
musik itu sendiri. Banyak dari perusahaan-perusahaan ini membuat lebih banyak uang dari
iTunes (yaitu musik download file) dari dari penjualan CD asli mereka. Apple telah menjual
sekitar 22 juta iPod pemutar musik digital dan lebih dari 500 juta lagu meskipun toko musik
iTunes. Bertanggung jawab atas 82% dari semua musik download secara legal di
AS. Perusahaan ini tegas, tetapi jika menyerah pada produser musik, hal itu dapat dianggap
sebagai kelemahan komersial.

3. Opportunity

Peluang Dalam Consumer Electronik: Setelah sukses dalam iPod, dan iPhone, Apple
meluncurkan Apple TV sebuah media centre untuk ruangan keluarga, dan akan disusul
pada

Peluncuran Apple Tablet (bukan nama resmi) yang akan digunakan untuk menyaingi
Microsoft Surface, Amazon Nook, Barneys and Noobles Nook, Netbook dari berbagai
vendor seperti Dell, MSI, ASUS, ACER dan berbagai produk lainnya yang bersifat electronics
organizer pada Febuari 2010.

Pertumbuhan pada pasar PC dan Software: Hal ini merupakan peluang karena
komputer Mac mampu melakukan apa yang biasa dilakukan oleh komputer berbasis
Windows dengan memberikan kemampuan untuk diinstall Windows sehingga Apple
memungkinkan untuk digunakan dalam pasar yang lebih luas, dari segi stabilitas dan
kemampuan untuk dapat diandalkan serta keamanan, selain FBI yang menggunakan Mac,
Bank dari Jepang, Aozora Bank Ltd., mengganti 2,300 PC berbasis Windows dengan iMac.

Secara perlahan dan pasti dikenal sebagai komputer bagi pengguna bisnis/korporat setelah
sebelumnya dikenal hanya untuk pengguna kreatif/desainer, pendidikan, dan juga
penerbitan.

Apel memiliki kesempatan untuk mengembangkan pemutar musik iTunes dan teknologi ke
dalam ponsel format. Para perangkat ponsel Rokr dikembangkan oleh Motorola. Ini

memiliki layar warna, speaker stereo dan sebuah sistem kamera muka. Sebuah versi dari
Apple toko musik iTunes telah dikembangkan untuk telepon sehingga pengguna dapat
mengelola trek toko mereka di atasnya. Download yang tersedia melalui kabel USB, dan
perangkat lunak pada handset musik jeda jika telepon panggilan masuk baru aliansi
strategis teknologi dan menawarkan kesempatan untuk Apple.

Podcast didownload acara radio yang dapat di-download dari Internet, dan kemudian
diputar ulang pada iPod dan perangkat MP3 lainnya pada kenyamanan pendengar. Para
pendengar dapat berlangganan Podcast gratis, dan pada akhirnya pendapatan dapat
dihasilkan dari dibayar untuk berlangganan atau melalui pendapatan yang dihasilkan dari
penjualan download lainnya.

4. Threats

Google yang selalu sukses membuat apa saja dan melakukan semuanya dengan
waktu bersamaan dan tidak terbentur permasalahan (hingga saat ini), mulai dari search
engine, portal musik dan buku, telepon, metode komunikasi (Google Wave untuk
kolaborasi bekerja yang akan menggantikan email sebagai penunjang pekerjaan, dan
Google Talks yang merupakan sarana komunikasi yang secara perlahan menggusur Skype
untuk komunikasi suara), Google Map/Google Worlds, ponsel Google Androids, sistem
operasi Google Chrome, Google Books, Google Scholars, Google mail, Google Music,
Google Video dan lain-lain.

Permasalahan Legalitas : Seperti penggunaan paten, upaya kloning dan pembajakan dan
lain-lain.

Kompetisi dengan PC berbasis Windows.

Popularitas iPod dan Apple Mac tunduk pada permintaan, dan akan berpengaruh jika
ekonomi mulai goyah dan permintaan pada produk mereka jatuh.

Pada tahun 2005 Apple memenangkan kasus hukum yang memaksa nama Blogger untuk
sumber-sumber informasi yang empted pra-peluncuran produk Apple baru. Diduga bahwa
karyawan Apple sendiri telah membocorkan informasi rahasia tentang produk asteroid

baru mereka. Sehingga diperkirakan Apple rentan terhadap kebocoran yang dapat
merugikan keuntungan mereka.
Terdapat tiga kekuatan inti yang dimiliki oleh perusahaan Apple yang bisa menjelaskan
bagaimana perusahaan ini dapat menghadapi setiap ancaman dan peluang yang hadir. Ketiga
kekuatan tersebut adalah.
Yang pertama dan mungkin paling vital adalah eksistensi sang CEO dan juga pendiri, Steve
Jobs. Tak pelak, pria yang suka berpenamilan casual ini merupakan figur kunci dibalik ketangguhan
Apple. Melalui visinya yang tajam dan citarasa yang kuat akan produk-produk teknologi
berestetika, Steve telah menjelmakan dirinya sebagai jangkar yang amat menentukan ke arah
mana bahtera Apple hendak dilayarkan.
Pertautan Steve Jobs dengan Apple sendiri merupakan sebuah kisah yang panjang dan
berliku. Pria yang drop out saat kuliah di semester pertama ini mendirikan perusahaan Apple
ketika usianya baru masuk 22 tahun dari sebuah garasi mobil di rumah kontrakan. Di tahun-tahun
awal berdirinya pada pertengahan tahun 70-an, Apple sempat mengguncang dunia dengan
mengeluarkan produk personal computer pertama di dunia. Namun seiring berjalannya waktu,
nasib Steve Jobs sendiri justru berakhir tragis : pada tahun 1986 ia justru dipecat dari Apple. Sejak
ia pergi, Apple limbung dan didera kegagalan demi kegagalan.
Setelah sempat berpetualang dengan mendirikan perusahaan Pixar (yang memproduksi film
animasi sukses seperti Toy Story, Finding Nemo dan Cars), Steve Jobs melakukan langkah
comeback : kembali direkrut untuk mengomandani Apple. Saat itu, tahun 1997, Apple tengah
berada pada titik nadir, dan banyak orang meramalkan perusahaan ini sebentar lagi akan masuk
liang kubur. Senjakala kematian mengintai dan mereka tak yakin Steve Jobs mampu menjelmakan
dirinya menjadi sang dewa penyelamat. Toh sejarah kemudian menjadi saksi : betapa Steve Jobs
telah melakukan proses comeback yang spektakuler. Steve Jobs sendiri sejatinya merupakan figur
yang unik. Brilian, memiliki kepekaan seni yang mumpuni (ia pernah belajar kaligrafi), namun
sekaligus memiliki sense of strong leadership. Pada sisi lain, Steve adalah pribadi yang selalu
memburu titik kesempurnaan baik pada aspek desain ataupun dalam proses manufakturing

beragam lini produknya. Begitu ia yakin dengan visi desain produknya, maka ia akan bekerja matimatian bersama para engineernya untuk memastikan agar desain itu benar-benar dapat
diproduksi dengan penuh kesempurnaan. Kisah penciptaan iPod dan iPhone barangkali tak akan
pernah terjadi tanpa sikap perfeksionis dan sekaligus proses kepemimpinan yang kuat dari Steve
Jobs.
Yang kedua yang menjadi penentu keberhasilan Apple adalah ini: sinergi yang sempurna
antara beragam tim baik tim desain, tim software, dan tim hardware. Semua melakukan
kolaborasi secara paralel dan simultan. Proses penciptaan produk di Apple tidak dilakukan secara
setahap demi setahap, dimana setelah desain selesai lalu diserahkan ke bagian software, lalu
diteruskan lagi ke bagian hardware. Sebaliknya, dalam prosesnya semua aspek ini dikerjakan
bersama-sama secara simultan. Essentially it means that products dont pass from team to team.
Its simultaneous and organic. Products get worked on in parallel by all departments at once
design, hardware, software in endless rounds of interdisciplinary design reviews,demikian tulis
majalah Time dalam liputannya yang memikat tentang Apple.
Dan yang terakhir mungkin lebih jarang diketahui orang. Elemen ini adalah hadirnya sang
jenius lain bernama Jonathan Ive yang menjabat sebagai Chief Design Apple. Jonathan Ive adalah
seorang desainer produk brilian yang telah memiliki peran amat sentral dalam sejarah kelahiran
produk-produk legendaris Apple. Ive-lah yang menjadi otak dibalik lahirnya produk iMac, iPod dan
iPhone. Dengan kata lain, sosok inilah yang dengan jitu menerjemahkan visi Steve Jobs menjadi
kenyataan melalui rangkaian produk yang elegan dan penuh nuansa keindahan.
Demikianlah tiga kekuatan inti yang kira-kira bisa menjelaskan tentang melambungnya
prestasi Apple. Jika kita telisik, ketiga elemen ini semuanya bermuara pada people management :
elemen yang pertama tentang leadership yang kuat dan visioner, yang kedua tentang kekuatan
sinergi, dan yang ketiga tentang pengembangan kompetensi dan keahlian. Rangkaian produk
Apple selama ini memang selalu menebarkan pesona yang menggetarkan. Namun dibalik itu
semua, mereka juga telah memberikan contoh yang sempurna tentang bagaimana menjalankan
proses people management secara elegan.

Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal Apple Inc.


1. Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kekuatan (Strength)
Faktor strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

0,23

0,92

Inovasi yang konsisten

0,23

0,69

Penekanan biaya produksi

0,12

0,24

Produk yang menarik

0,23

0,92

Brand loyalty

0,18

0,54

Leadership yang kuat dan


visioner

17
Ukuran pembobotan :

Ukuran Rating Kekuatan :

1= Sedikit Penting

1 = Sedikit kuat

2= Agak Penting

2 = Agak Kuat

3= Penting

3 = Kuat

4= Sangat Penting

4 = Sangat Penting

2. Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kelemahan (Weakness)


Faktor strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Keloyalitasan Karyawan

0,33

0,66

Harga yang bersaing

0,44

1,32

Tekanan dari produser music

0,22

0,44

9
Ukuran pembobotan :
1 = Sedikit Penting

Ukuran Rating Kelemahan:


1 = Sedikit Lemah

2 = Agak Penting

2 = Agak Lemah

3 = Penting

3 = Lemah

4 = Sangat Penting

4 = Sangat Lemah

3. Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Peluang (Opportunity)


Faktor strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Perluasan pangsa pasar

0,57

2,28

Konsumer elektronik

0,43

1,29

7
Ukuran pembobotan :

Ukuran Rating Peluang:

1= Sedikit Penting

1 = Sedikit Peluang

2= Agak Penting

2 = Agak Peluang

3= Penting

3 = Peluang

4= Sangat Penting

4 = Sangat Peluang

4. Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Ancaman (Threat)


Faktor strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Permasalahan legalitas

0,22

0,66

Kompetisi dengan PC berbasis

0,44

1,76

0,33

0,99

windows dan google


Fluktuasi ekonomi

9
Ukuran pembobotan :

Ukuran Rating Ancaman:

1= Sedikit Penting

1= Sedikit Mengancam

2= Agak Penting

2= Agak Mengancam

3= Penting

3= Mengancam

4= Sangat Penting

4= Sangat Mengancam

FIVE FORCES APPLE INC

Strategi dan Taktik Pemasaran Apple Inc


Apple merupakan salah satu perusahaan teknologi komunikasi yang paling sukses di dunia
dan membuat kata apel dalam bahasa Inggris tidak lagi bersinonim dengan nama buah.
Kesuksesan Apple dalam hal produksi dan pemasaran membuat kata kunci seperti marketing
strategy of Apple dan Apple iphone marketing menjadi kata-kata kunci yang laris digunakan oleh
para peminat ilmu marketing yang ingin menguak atau meniru rahasia kesuksesan Apple.
Rilis pertama produk iPhone pada tahun 2007 yang menjadi tonggak kesuksesan Apple di abad ke21 sebenarnya diawali oleh perencanaan dan kampanye pemasaran yang telah disusun bertahuntahun sebelumnya, bukan hanya hasil pemikiran singkat. Dengan penerapan perencanaan
strategis yang teliti dan didukung dengan sumber daya yang mumpuni, Apple berhasil meraih
posisi sebagai salah satu perusahaan komunikasi tersukses di dunia.
Walaupun Apple sudah eksis sejak bertahun-tahun sebelumnya, pemasaran iPhone-lah yang
sukses menancapkan merk Apple di benak para pecinta teknologi komunikasi.
Berikut adalah beberapa tips sukses pemasaran iPhone Apple :
1. Inovasi = Apple memanfaatkan produk yang sudah populer sebelumnya yaitu iPod dan
telepon genggam serta menyatukan kedua konsep tersebut. Didukung dengan riset yang
mendalam serta berbagai survey dan penelitian, Apple mampu menciptakan produk yang
menggabungkan kedua konsep produk tersebut menjadi satu konsep baru yang tidak
terasa canggung ketika dioperasikan. Bahkan iklan pertama iPhone menggunakan kalimat
theres never been an iPod that can do this dan menanamkan kesan bahwa calon
pembeli akan mendapatkan yang lebih bila membeli iPhone.
2. Strategi branding dalam pemasaran = Dengan logo serta nama perusahaan yang mudah
diingat, Apple menanamkan ide bahwa barang-barang produksinya merupakan teknologi
canggih yang mudah digunakan dan user friendly, kebalikan dari pemahaman umum
bahwa semakin canggih suatu alat, semakin rumit pengoperasiannya. Hal ini juga
diterapkan dalam fitur iPhone yang menggunakan ikon-ikon yang mudah diingat di menu
utamanya.

3. Pemanfaatan media pemasaran secara maksimal = Apple membuat website resmi khusus
untuk iPhone dimana para penggunanya dapat masuk ke situs tersebut untuk menggali
segala macam hal tentang iPhone mereka, mulai dari petunjuk umum pemakaian iPhone,
tips dan trik serta update aplikasi serta seri terbaru. Penambahan menu top rated pada
daftar aplikasi juga terbukti cenderung mendorong pemilik iPhone untuk membeli aplikasi
tersebut ketimbang bila yang dicantumkan hanya daftar aplikasi.
4. Target pemasaran yang potensial = Apple menyadari bahwa kaum profesional muda yang
jumlahnya terus berkembang (terutama mereka yang sukses lewat bisnis online) akan
menjadi konsumen alat komunikasi canggih yang setia. Oleh karena itu, kampanye
pemasaran produk iPhone sejak seri pertama selalu menonjolkan hal-hal yang akan
menarik perhatian kaum muda dan profesional yaitu produk yang canggih, trendi dan
serba bisa.
5. Penyesuaian harga yang konsisten = Prinsip utama dalam marketing strategy of Apple
adalah the latest and the greatest yang bermakna Apple harus terus menyesuaikan harga
produk lama sementara membuat produk baru, karena orang cenderung mencari unsur
trendi dari teknologi komunikasi tidak peduli walaupun produk lama masih memiliki
banyak fitur yang berguna. Inilah sebabnya mengapa Apple konsisten menurunkan harga
produk hanya setelah beberapa bulan sebelum mengeluarkan seri baru.
Hingga kini, Apple tidak pernah berhenti melakukan inovasi dan penelitian agar bisa terus
membuat seri-seri iPhone baru yang dapat bersaing di pasar teknologi komunikasi. Hal ini memang
seharusnya menjadi bagian dari strategi pemasaran bagi perusahaan manapun yang sudah mulai
memiliki cakupan konsumen luas.