Anda di halaman 1dari 68

MAKALAH MANAJEMEN STRATEJIK

PT XL AXIATA Tbk.
(Disusun untuk memenuhi tugas praktikum manajemen stratejik)

Disusun oleh :
Aswenti

120310130099

Putry Kusumawardany
Jordy Adam

120310130106

120310130109

Della Kristina

120310130049

Arta Dewadrajat

120310130093

Syakir MA

120310130144

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS PADJADJARAN
2016

DAFTAR ISI

A. ANALISIS LINGKUNGAN.......................................................................1
A.1. ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN....................................................1
A.2. ANALISIS KINERJA DAN POSTUR STRATEGIK.....................................................6
A.3. ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL ANALISIS FUNGSI BISNIS..........................9
A.3.1.Fungsi Manajemen Pemasaran....................................................................9
A.3.2.Fungsi Manajemen Keuangan....................................................................11
A.3.3.Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia................................................11
A.3.4.Fungsi Manajemen Operasi.......................................................................12
A.4. TABEL IFAS..................................................................................................... 14
A.5. Value Chain Analysis...................................................................................... 16
A.6. Tangible, Intangible Resources &Organisational Capabilities Analysis
(TIROCA)................................................................................................................ 17
A.7. ANALISIS LINGKUNGAN ESKTERNAL (MAKRO)..............................................19
A.7.1. PESTE ANALYSIS....................................................................................... 19
A.8. TABEL EFAS................................................................................................... 20
A.8. ANALISIS LINGKUNGAN ESKTERNAL (MIKRO)...............................................22
A.8.1. Customer Market Analysis........................................................................22
A.8.2. Competitor (Industry) Analysis.................................................................23
A.8.3. Strategic Groups...................................................................................... 24
A.8.4. Key Success Factors Analysis...................................................................25
A.8.5. Supply Chain Analysis.............................................................................. 26
A.8.6. Industry Value Chain Analysis..................................................................27
A.8.7. TABEL SFAS................................................................................................ 28
A.8.8. Review of Mission and Objectives...............................................................30
B. STRATEGI FORMULASI.......................................................................32
B.1. Formulasi Strategi yang telah diterapkan......................................................32
B.2. Alternatif Strategi TOWS Matriks.................................................................37
B.3. Penerapan Alternatif Strategi Pro dan Kontra.................................................37
B.4. Tabel Ranking Rekomendasi Strategi Terpilih.................................................40
B.5. Integrasi Strategi pada Keuangan..................................................................41
C. IMPLEMENTASI PROGRAM.................................................................44
C.1. ORGANISASI PELAKSANA PROGRAM...............................................................44
C.2. Penjadwalan Program..................................................................................... 47
C.2.1. Program to be implemented....................................................................47
C.2.2. People (Department) Responsible to Implement Program.......................47
C.2.3. Procedure and Budget of Program to be implemented............................48
D. EVALUASI DAN PENGENDALIAN STRATEGI..........................................53
D.1. STRATEGY MAP............................................................................................... 53
D.2. Balance Scorecard......................................................................................... 54

A. ANALISIS LINGKUNGAN
A.1. ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN
No. NamaRasio

Rumus

2014

2013

2012

Interpretasi

LIQUIDITY RATIO
1

Current Ratio

Quick (Acid)
Test Ratio

86,4%

85,9%

45,1%

73,7%

73,1%

16,6%

41,9%

Terdapat peningkatan current rasio yang berarti baik


karena rata-rata mampu membayar hutang jangka pendek
dengan menggunakan aset jangka pendek

41,3%

terdapat peningkatan quick acid rasio yang berarti baik


karena rata-rata mampu membayar hutang jangka pendek
dengan menggunakan aset jangka pendek yang lebih
lancar

9,1%

rasio ini mengalami peningkatan, berarti baik, karena


perusahaan mampu memaksimalkan cash yang dimiliki
perusahaan untuk memenuhi hutang jangka pendek

Cash Ratio

Cash Turnover
Ratio

3,4

16,1

26,5

rasio ini mengalami penurunan, berarti kurang baik,


karena perusahaan kurang efesiensi dalam menggunakan
kas untuk menghasilkan penjualan.

Inventory to
Net Working
Capital Ratio

-3,7%

-2,4%

-1,0%

rasio ini mengalami penurunan, berarti kurang baik,


karena perusahaan kurang dapat membiayai persediaan
dari modal kerja bersih yang tersedia.

LEVERAGE RATIO
1

Debt to Asset
Ratio

78,1%

62,0%

56,7%

rasio ini mengalami peningkatann, berarti kurang baik,


karena proporsi aset perusahaan yang dibiyai melalui
hutang semakin banyak sehingga semakin beresiko.

Debt to Equity
Ratio

356,%

163,2%

130,7%

rasio ini mengalami peningkatann, berarti kurang baik,


karena perbandingan total hutang lebih besar dibanding
dengan total equity jadi financial leverage yang
ditanggung perusahaan semakin besar

Long-term
Debt to Equity
Ratio

246,0%

111,4%

73,8%

rasio ini mengalami peningkatan, berarti kurang baik,


berarti hutan jangka panjang lebih banyak dibandingkan
dengan modal perusahaan.

778,5%

rasio ini mengalami peningkatan, berarti baik, berarti


perusahaan mampu memenuhi pembayaran bunga
berdasarkan kas yang dihasilkan kegiatan operasional
perusahaan.

778,5%

rasio ini mengalami peningkatan, karena perusahaan


semakin mampu memenuhi semua kewajiban
pembayaran tetap, dan bahwa resiko yang dihadapi oleh
pemberi pinjaman dan pemilik semakin rendah.

Times Interest
Earned Ratio

Fixed Payment
Average Ratio

1637,9%

1637,9%

12094,8%

12094,8%

ACTIVITY RATIO
1

Receivable
Turnover

0,95

0,99

0,96

mengukur efesiensi berapa banyak penjualan perusahaan


yang dihasilkan oleh setiap rupiah account receivable
perusahaan semakin tinggi semakin baik

Inventory
Turnover

84702,49

114177,73

97449,38

rasio ini sempat terjadi peningkatan, berarti baik, karena


perusahaan efisien dalam menggunakan persediaan untuk
menghasilkan penjulaan

Working
Capital
Turnover

-4,13

rasio ini mengalami penurunan, berarti kurang baik,


karena banyaknya penjualan yang dihasilkan oleh setiap
rupiah modal kerja pada perusahaan semakin tahun
semakin sedikit

-11,23

-10,19

Fixed Assets
Turnover

Total Assets
Turnover

Average
Payment
Period

Average
Collection
Period

0,47

0,37

112,84

18,48

0,62

0,53

98,72

22,87

0,66

mengukur berapa banyak penjualan yang dihasilkan oleh


setia[ ru[iah fixed aset pada perusahaaan. Semakin tinggi
perputaran semakin baik

0,59

rasio ini semakin menurun, berarti kurang baik, karena


perputarannya semakin lambat menunjukan bahwa aset
yang dimiliki perusahaan terlalu besar dibandingkan
dengan kemampuan untuk menjualnya

93,01

rasio ini mengalami peningkatan, berarti kurang baik,


karena semakin lama waktu pembayaran penjualan yang
tertanam pada utang usaha

9,18

rasio ini mengalami peningkatan, berarti kurang baik,


karena semakin lama waktu penerimaan penjualan yang
tertanam pada piutang usaha semakin tidak efisien
penggunaan dana pada tagihan.

PROFITABILITY RATIO
1

Gross Profit
Margin

Return on
Investment

Return on
Equity

Earning per
Share

23,6%

-1,4%

-6,4%

27,6%

2,6%

6,8%

-0,000104407 0,000121017

36,6%

rasio ini mengalami penurunan, berarti kurang baik,


karena semakin sedikit margin yang dapat digunakan
perusahaan untuk menutupi beban

7,8%

rasio ini mengalami penurunan, berarti kurang baik,


karena semakin tidak efektif perusahaan menggunakan
aset untuk menghasilkan keuntungan.

18%

rasio ini mengalami penurunan, berarti kurang baik,


karena tingkat pengembalian dari infestasi semakin kecil
yang dilakukan shareholder terhadap perusahaan

0,00032425

rasio ini mengalami penurunan, berarti kurang baik,


karena eps merupakan penghasilan yang diterima oleh
pemegang saham per satu lembar saha

Net Profit
Margin

Operating
Profit Margin

Return on
Assets

-3,8%

7,1%

4,9%

13,6%

-1,4%

2,6%

13,2%

rasio ini mengalaimi penurunan, berarti kurang baik,


karena profit setelah pajak yang dihasilkan setiap
pendapatan semakin menurun juga

22,3%

rasio ini mengalami penurunan, berarti kurang baik,


karena operating profit yang dihasilkan setiap pendapatan
semakin menurun juga.

7,8%

rasio ini mengalami penurunan, berarti kurang baik,


karena semakin tidak efektif perusahaan menggunakan
aset untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang
saham

BOOK TO MARKET RATIO


1

Price/Earning
Ratio

-4,6%

4,3%

1,7%

rasio ini mengalami penurunan, berarti kurang baik.


Karena menunjukan semakin sedikitnya investor bersedia
membayar untuk setiap rupiah pendapatan

Market/Book
Ratio

4,9%

5,2%

5,6%

untuk mengetahui langsung sudah berapa kali market


value suatu saham dihargai dari book valuenya

Economic
Value Added

Market Value
Added

Net Operating After Taxesalat pengukuran kinerja perusahaan yang menilai berhasil
(Persentase Cost of Capital x -89106300,0% 103281700% 276464700%
atau tidaknya suatu kegiatan atau aktivitas dari sudut
Total Cost)
pandang dan harapan penyandang dana
Market value of the firmCapital invested in the firm

GROWTH RATIO
1

Sales Growth

10,3%

1,4%

14,8%

perbedaan antara nilai pasar perusahaan dan modal yang


disumbangkan oleh investor

Net Income
Growth

Earning per
Share Growth

-1,867768595 -0,62654321 -0,024096386

Dividend per
Share Growth

-0,518518519 0,039421004 0,213831776

-186,3%

0%

-2,3%

A.2. ANALISIS KINERJA DAN POSTUR STRATEGIK


1. Penjelasan Situasi Perusahaan Saat Ini
2. Produk yang dihasilkan
GSM Korporat, layanan data korporat, jaringan domestik, jaringan internasional, mesin ke mesin, M-Ads, X-Cloud, Digital merchant.
3. Pasar yang dilayani
Pasar konsumen (kartu prabayar dan kartu pasca bayar) dan pasar bisnis (gsm korporat, layanan data korporat, jaringan domestik).
4. Jangkauan pemasaran produk
Seluruh Indonesia dan Asia Tenggara (Singapura dan Malaysia).
5. Kepemilikan perusahaan
66,43% sahamnya dimiliki oleh Axiata Group berhad, dan 33,57% sahamnya dimiliki oleh publik.
6. Pesaing perusahaan
PT. Telkomsel, PT. Indosat, PT. Smartfren Telkom Tbk, dan CDMA Operator.

7. PosturStratejik

Current Vision
Menjadi yang terdepan dalam memberikan pengalaman menggunakan mobile internet yang mudah dengan harga yang murah untuk masyarakat
Indonesia dimana brand XL memiliki daya tarik yang kuat untuk anak muda.

Current mission
Memberikan yang terbaik bagi pelanggan, baik dalam hal produk, layanan teknologi, dana value for money.

Current objectives
Cakupan wilayah yang lebih luas, kapasitas data yang lebih besar, dan kualitas layanan yang lebih baik.

Current strategy
- Low price low cost
- Fokus
- Differensiasi
- Kejelian melihat peluang pasar atau kebutuhan masyarakat
- Inovasi

Current policy
1. Pedoman tata kelola
2. Kode etik perusahaan yang terintegrasi dengan kode etik bisnis untuk membentuk perseroaan yang bersih dan dapat dipercaya
3. Board manual sebagai pedoman kerja dewan komisaris hingga direksi
4. Kebijakan pencegahan transaksi benturan kepentingan
5. Mekanisme whistle blowing
6. Kebijakan keterbukaan informasi
7. Perlindungan konsumen

8. Corporate Governance, Business Ethics & CSR


7

Praktik Corporate Governance Perusahaan


Implementasi CGC di XL bertujuan untuk mencapai keberhasilan atas visi dan misi perusahaan melalui pengelolaan yang bertanggung jawab,
mandiri, dan adil, serta memastikan transparasi melalui keterbukaan informasi kepada pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.

Praktik Business Ethics perusahaan


1. Mengembangkan suasana kerja internal yang bersih dan menyenangkan bagi semua karyawan
2. Mengembangkan pengalaman layak dipercaya untuk pelanggan
3. Mengembangkan kemitraan bisnis yang bersih dengan pihak kerja serta mematuhi prosedur dan kebijakan perusahaan.

Praktik CSR
1. People
2. Planet
3. Profit

perusahan berdasarkan tiga pilar suistanability


: Program XL Future Leader, komputer untuk sekolah interaktif, dan Internet sehat
: penanggulangan bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan lain lain, melakukan efisiensi sumber daya listrik & air, dan green BTS
: perlindungan konsumen, pusat pelayanan pelanggan, meningkatkan kepuasan pelanggan.

A.3. ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL ANALISIS FUNGSI BISNIS


A.3.1.Fungsi Manajemen Pemasaran
Fungsi
Manajemen
Pemasaran
PRODUCT

STRENGTH

WEAKNESS

Productnya sangat bervariasi dan dapat memenuhi


kebutuhan

Signal kurang stabil

Harganya dapat bersaing dan terjangkau

Harga produk sering berubah-ubah

Dengan banyaknya BTS jangkauan jaringan dan layanan XL


luas ke seluruh Indonesia

Kurang meratanya signal, coveragenya tidak merata

Banyak promosi promosi yang lebih kreatid dibanding


pesaing

Beberapa promosi kurang dapat feedback positif dari


konsumen

Pelayanan CS sangat baik, setiap 10 menit ada respon via


twitter

Tidak ditemukan di dalam data

Pelayanan yang prima di jaringan XL Center

Sering terjadi keterlambatan proses masuknya top up


pulsa dan paket data ke pelanggan

Gerai XL memiliki ambience yang nyaman

Tidak ditemukan di dalam data

PRICE
PLACE
PROMOTION
PEOPLE
PROCESS
PHYSICAL
EVIDENCE

Tabel Product Mix


KELEBARAN PRODUK
KEDALA
MAN
PRODUK

Kartu

GSM
korporat

X-Cloud

Roaming

X Cloud
server

AXIS

CUG-GSM

X Cloud
storage

Pascabayar
XL

VOLP

Prioritas

SMS
broadcast

Prabayar XL

M-Ads

10

XL Tunai

Digital
merchant

XL
Payment

Elevenia

11

A.3.2.Fungsi Manajemen Keuangan


Fungsi
Manajemen
STRENGTH
Keuangan

WEAKNESS
Pada tahun 20144, karena XL
mengalami kerugian, maka
XL tidak ada return earning

FINANCING

Dengan ruginya XL pada


tahun 2014, ia
diuntungkan dalam hal
membayar pajaknya. Jadi,
pajak yang dikeluarkan
lebih sedkit dari pada XL
mengalami keuntungan
atau profit

INVESTING

Pendapatan dan EBITDA


terus tumbuh berturut
turut dalam 3 tahun
terakhir, maka XL bisa
menginvestasikannya ke
dalam assetnya

Pada taun 2014 XL lebih


banyak mengeluarkan bebanbeban dibanding tahun
sebelumnya.

DIVIDEND
POLICY

XL menetapkan kebijakan
devidend sebesar 30%
dan itu dianggap baik
karena lebih memenuhi
hak-hak pemegang saham

Karena pada tahun 2014 XL


mengalami rugi, XL belum
dapat membayar dividen
kepada pemegang saham.

A.3.3.Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia


Fungsi
Manajemen
STRENGTH
WEAKNESS
Sumber Daya
Manusia
Perusahaan selalu
Job analysis yang
PROCUREMENT sudah jelas dan sesuai mengkaji dan
memperbaharyui kriteriakriteria calon karyawan
-tuntutan perusahaan
-digital accelerator
yang cukup tinggi
-pelatihan eksisting
sehingga memiliki tingkat
(30 0 pelatihan dan
stress yang cukup tinggi
DEVELOPMENT 66.773 jam pelatihan) -ketatnya seleksi yang
-memiliki program
dilakukan di internal
pengembangan yang
perusahaan
terstruktur dan
-tingginya cost yang
berkelanjutan
dikeluarkan untuk
training
-serikat pekerja
-inisiatif/metode yang
-remunerasi pegawai
dilakukan untuk
MAINTENANCE berdasarkan 3P
mempertahankan
(position, person,
karyawan membutuhkan
performance)
biaya.

12

A.3.4.Fungsi Manajemen Operasi


Fungsi
Manajemen
STRENGTH
Operasi
DESIGN OF
GOODS AND
SERVICES

WEAKNESS

Memiliki banyak inovasi-inovasi untuk menjangkau


segmen-segmen khusus

Tren yang diprediksi belum tentu diterima oleh


konsumen karena trennya harus bersaing
dengan kompetitor

XL berfokus dan konsisten untuk terus


MANAGING
QUALITY

mengembangkan layanan data 4G LTE untuk


memberikan banyak eksperience internet pada

Kualitas dan kapasitas BTS belum mencukupi

para pengguna
XL Xplore di Senayan City dan Central Park Jakarta
PROCESS AND
CAPACITY
DESIGN

(Rata-rata per hari sebanyak 800 orangberkunjung

Gerai XL Xplore terlalu sedikit sehingga kurang

ke XL Xplore dan sebagai sarana edukasi dan

maksimal dalam menjangkau pelanggan

eksperience layanan data XL)


LOCATION
SELECTION
LAYOUT DESIGN

Coverage BTS masih berfokus di wilayah pulau

Tidak ada data yang tersedia

jawa
Karena memiliki gerai yang unik dan sedikit

Gerai XL unik dan memiliki ciri khas

sehingga antrian cukup banyak, perlu ditambah


13

tempat khusu menunggu


Tidak ada biaya transportasi supply serta tidak ada
SUPPLY CHAIN
MANAGEMENT

INVENTORY

HR AND JOB
DESIGN

biaya perawatan karena itu ditanggung untuk


pemasok
Ketersediaan barang yang terjamin karena memiliki

Terlalu ketergantungan akan supplier


Biaya penyimpanan cukup tinggi sehingga tidak

stok yang dikirim rutin

mengurangi laba
Karena memiliki SDM yang berkualitas, maka

Program customer servise yang berkualitas

membutuhkan waktu dan biaya agar karyawan


dapat bekerja sesuai standar minimum

Memiliki jadwal kerja dan libur bagi karyawan


SCHEDULING

sehingga memiliki stabilitas kualitas karyawan


untuk bekerja

Schedulling kota lain yang tidak ada gerai /


sedikit terhambat karena kesulitan akses
BTS kurang dipelihara karena BTS yang terdapat

MAINTENANCE

Melakukan survey dan monitoring secara berkala

di kota besar pun terkadang memiliki jaringan


yang lambat karena penuhnya cutsomer

14

A.4. TABEL IFAS


Faktor Strategis
Internal
A.Kekuatan

Bobot Rating

Skor

Produk bervariasi
dan dapat
memenuhi
kebutuhan berbagai
segmen B2B dan
B2C.

0,07

0,28

Memiliki inovasiinovasi untuk


menjangkau segmen
khusus.

0,1

0,3

Pendapatan dan
EBITDA meningkat
dalam tiga kuartal
terakhir 2015.

0,08

0,24

Program Customer
Service yang
berkualitas.

0,14

0,56

0,45

Memiliki program
pengembangan dan
perekrutan yang
sangat terstruktur.
B.Kelemahan

0,15

Coverage BTS yang


masih berfokus di
pulau Jawa.

0,1

0,2

Perusahaan tidak
dapat memenuhi
kewajiban untuk
membagikan
dividend pada tahun
2014.

0,07

0,14

Keterangan
XL telah
merespon dengan
baik kekuatan ini
dan
menjadikannya
keunikan XL
disbanding
pesaing.
Karena kekuatan
ini merupakan
salah satu
strategi yang
difokuskan dan XL
sudah cukup
merespon dengan
adanya
XLEnterprise dan
Digibiz.
XL sudah
merespon dengan
baik karena dapat
meningkatakan
pendapatan.
XL telah
merespon degan
baik dengan
menaruh concern
lebih ke bagian
CS.
XL telah
merancang
pelatihan yang
terstruktur.
Masih kurang
direspon dengan
baik karena masih
banyak tempat
yang tidak
terjamah.
Perusahaan masih
belum merespon
sempurna namun
sudah
merencanakan
melakukan right
issue.

Kualitas dan
kapasitas BTS belum
mencukupi.

0,19

0,57

Tingkat kompetisi
internal karyawan
yang tinggi.

0,06

0,06

0,12

Cost Development
yang tinggi.

0,04

Total

Masih belum
direspon dengan
baik oleh
perusahaan
karena kualitas
sinyal masih
belum stabil.
Perusahaan tidak
merespon dengan
baik karena
pengisian posisi
kosong masih
diutamakan dari
internal
karyawan.
Telah direspon
dengan cukup
baik karena ada
usaha untuk
mengefisiensikan
cost
development.

2,92

Interpretasi :

Karena total Score akhir masih dibawah 3 maka dapat


disimpulkan bahwa XL belum dapat merespon dengan baik faktorfaktor internal perusahaannya.

A.5. Value Chain Analysis


Infrastruktur Perusahaan
Pabrik dan Gudang.

Gerai XL dan menara


BTS.

Gudang penyimpanan.

Kantor pemasaran.

Gerai XL.

Pelatihan dan
pengembangan
karyawan dalam
penjualan dan
pemasaran.

Customer service yang


melayani service dan
complain untuk
menunjang loyalitas.

HRM
Teknisi yang
bertanggung jawab
pada produk.

Programmer untuk
pengembangan produk.

Ahli yang bertanggung


jawab dalam
pengembangan produk.
Aplikasi Teknologi

Sistem informasi
mengenai distribusi
produk.

Teknologi informasi yang


mendukung kegiatan
produksi.

System informasi untuk Teknologi dalam media


kegiatan distribusi.
pemasaran.

Teknologi dalam
pelayanan online.

Procurement
Pengadaan sumber
daya untuk
transportasi bahan
baku.
Inbound Logistics
Efisiensi waktu,
proses produksi.

Perekrutan SDM untuk


kegiatan operasional dan
pelayanan.
Operations
Penggunaan dan
pengendalian kualitas
produk dan pelayanan
untuk meningkatkan

Pengadaan SDM untuk


transportasi distribusi.
Outbond Logistics
Penyampaian produk
secara efektif.

Perekrutan dan
pelatihan serta
evaluasi kinerja
pemasaran.
Marketing & Selling
Kontrak media dalam
jangka panjang
dengan pihak
pemasaran.

Perekrutan dan
pelatihan serta evaluasi
kinerja karyawan.
Services
Customer Service after
sales.

penjualan.

A.6.
Tangible,
Intangible
Resources
&Organisational Capabilities Analysis (TIROCA)
Tangible Resources

Cash Account
Piutang
Financial
Kapasitas
Meminjam
Kemodernan
Pabrik dan
Fasilitas
Kestrategisan
Physical
Lokasi Pabrik
Kecanggihan
Mesin/Perlengka
pan Pabrik
Rahasia Dagang
Proses Produksi
yang Inovatif
Technologic Patent
al
Hak atas
Kekayaan
Intelektual
Merek Dagang
Keefektifan
Perencanaan
Strategis
Organizatio Keunggulan
nal
Sistem
Pengendalian
Keunggulan
Sistem Evaluasi
Intangible Resources
Pengalaman dan
Kapabilitas
Kemampuan
untuk dipercaya
Human
Resources Keefektifan Tim
Kerja
Keterampilan
Manajerial
Keahlian Ilmiah
Innovation
Keahlian Teknis
&
Creativity Penciptaan Ide
Kreatif
Reputation Nama Merk
Reputasi dengan
pemasok
Reputasi dengan

DayaSa
ing
TCA
TCA

TCA

CP

TCA

TCA

TCA

TCA

TCA

TCA

SCA

TCA

TCA

TCA

TCA

CP

CP

CP

CP
CP

TCA

SCA

CP

SCA

pelanggan
Keandalan
produk
Kinerja mutu
produk
Organizational Capability
Adaptabilit
Pelayanan
y
pelanggan yang
to
unggul
consumer
Kapabilitas
pengembangan
Product
produk yang
Developme
unggul
nt Process
Keinovatifan
produk dan jasa
Kemampuan
untuk merekrut,
HRM
memotivasi, dan
Process
mempertahanka
n modal SDM

TCA

TCA

TCA

SCA

TCA

SCA

Interpretasi :

Berdasarkan sumber daya nyata, sumber daya tidak nyata, dan


kapabilitas perusahaan; XL berada dalam posisi yang memiliki
daya saing sementara.

A.7. ANALISIS LINGKUNGAN ESKTERNAL (MAKRO)


A.7.1. PESTE ANALYSIS
Faktor
Peluang
Mulai digalakannya sistem
Smart City di beberapa
kota besar di Indonesia.

Politik

Ekonomi

Sosial

Teknolo
gi

Ekologi

Adanya Undang-Undang
yang mengatur bahwa
bisnis telekomunikasi
tidak boleh dimonopoli.
Pemilu memunculkan
adanya pengajuan sms
blast mengenai informasi
pemilu.
Adanya MEA atau
Masyarakat Ekonomi
ASEAN.
Ketergantungan
masyarakat terhadap
internet yang semakin
meningkat.
Gengsi masyarakat untuk
terus mengikuti
perkembangan zaman.
Perkembangan media
sosial dan teknologi
telepon selular semakin
meningkat.
Teknologi LTE yang lebih
cocok untk jaringan GSM.
Meningkatnya kebutuhan
layanan berbasis
teknologi termasuk untuk
segmen B2B.
Indonesia merupakan
Negara kepulauan
sehingga layanan
telekomunikasi sangat
dibutuhkan.

Ancaman
Adanya kebijakan
pemerintah terkait
penggunaan jaringan 4G.
Adanya praktik kerjasama
antar perusahaan
telekomunikasi swasta
yang mulai mencoba
memonopoli.
Kemungkinan kerusuhan
yang dapat terjadi apabila
kondisi politik sedang
panas.
Perubahan nilai tukar USD
terhadap IDR yang semakin
tinggi.
Karakteristik masyarakat
yang kritis sehingga sedikit
kekurangan/kesalahan dari
perusahaan dapat
lansgung mendapat
kritik/keluhan.
Maraknya penipuan
berbasis SMS dan media
social.
Munculnya teknologi TCash
dari pesaing yang
mengancam pasar middleup.
Ketersediaan jaringan pita
lebar di Indonesia yang
masih kurang.
Maraknya penyedia
fasilitas WiFi rumahan yang
lebih murah dan unlimited.
Indonesia memiliki tingkat
kemungkinan bencana
alam yang cukup tinggi
sehingga dapat merusak
BTS.

A.8. TABEL EFAS


Faktor Strategis
Eksternal
A.Peluang
Mulai digalakannya
sistem Smart City di
beberapa kota besar
di Indonesia.
Meningkatnya
kebutuhan layanan
berbasis teknologi
termasuk untuk
segmen B2B.
Ketergantungan
masyarakat terhadap
internet yang
semakin meningkat.
Perkembangan
media sosial dan
teknologi telepon
selular semakin
meningkat.
Indonesia
merupakan Negara
kepulauan sehingga
layanan
telekomunikasi
sangat dibutuhkan.
B.Ancaman
Adanya kebijakan
pemerintah terkait
penggunaan jaringan
4G.
Perubahan nilai tukar
USD terhadap IDR
yang semakin tinggi.
Karakteristik
masyarakat yang
kritis sehingga
sedikit
kekurangan/kesalaha
n dari perusahaan
dapat lansgung
mendapat
kritik/keluhan.
Munculnya teknologi
TCash dari pesaing
yang mengancam

Bobot Rating

0,03

Skor

Keterangan

0,06

XL masih belum
merespon dengan
baik.

0,07

0,28

0,2

0,8

0,15

0,6

0,05

0,07

0,08

XL sudah cukup
baik merespon
dengan banyak
inovasi-inovasi
untuk masuk ke
blue ocean.
Sudah direspon
dengan baik
karena XL
memiliki visi yang
sejalan.
Sudah direspon
dengan baik oleh
perusahaan
sesuai Visi dan
Misi.

0,15

Sudah direspon
dengan cukup
baik oleh XL
dalam menyebar
jangkauan.

0,21

XL belum
merespon dengan
signifikan.

0,24

Belum terlalu
direspon dengan
baik oleh
perusahaan.
Telah direspon
dengan baik oleh
XL dengan
pelayanan CS
yang maksimal.

0,15

0,6

0,13

0,26

Belum direspon
dengan cukup
baik oleh XL

pasar middle-up.

dengan teknologi
serupa.

Indonesia memiliki
tingkat kemungkinan
bencana alam yang
cukup tinggi
sehingga dapat
merusak BTS.

Belum direspon
dengan baik oleh
perusahaan.

Total

0,07

0,14

3,3
4

Interpretasi :

Karena Score akhirnya telah lebih dari 3, maka perusahaan (XL)


telah mampu merespon faktor-faktor eksternal yang dapat
memengaruhi perusahaan dengan cukup baik.

A.8. ANALISIS LINGKUNGAN ESKTERNAL (MIKRO)


A.8.1. Customer Market Analysis
BUSSINESS TO
BUSSINESS
Perusahaan
Konsumen

JenisProduk
BUSSINESS TO COSTUMER
Wilayah Pemasaran

Bank
UMKM
Cental (Bandung)
North (Makassar)
West (Medan)
East (Surabaya)
Jabo (Jakarta)
Yu Box
7300 pelanggan
korporat

XCloud
XCloud
Server
XCloud
Storage
XCloud
Usahawan

GSM
Korpoor
at
Roaming
CUB-GSM
UOIP
SMI
Broadcast

XCTutui M.A
on
d

XLPayp
oint

Kartu
Prabayar
Axis
Prabayar
XL
Pascaba
yar XL
Prioritas

Digital
Merch
ant

A.8.2. Competitor (Industry) Analysis


Kekuatan Industri (Industry
Force)
LEVEL
Threat of New Entrants

Low

Rivalry Among Existing Firms

High

Threat of Substitute Products

Low

Bargaining Power of Buyers

Low

Bargaining Power of Supplier

Low

Relative Power of Other


Stakeholders

MediumLow

Argumentasi
Karena modal dan teknologi yang dibutuhkan untuk masuk ke industri
telekomunikasi terbilang mahal dan sulit sehingga ancaman dari
pendatang barunya kecil.
Walaupun tidak begitu banyak perusahaan yang bergerak di bidang
telekomunikasi, setiap perusahaan memi.i keunggulannya masingmasing baik dari kualitas maupun harga.
Media komunikasi yang paling umum digunakan saat ini adalah media
telekomunikasi dan jaringan sehingga media lainnya seperti surat dapat
dibilang sudah kehilangan pasarnya.
Karena jumlah penggunanya banyak dan produknya terdiferensiasi
sehingga pembeli cenderung mengikuti keputusan perusahaan.
Karena pemasok industrinya beragam dan berbeda setiap produknya
sehingga ancaman supplier nya rendah.
Karena kebutuhan masyarakat akan telekomunikasi dan jaringan sudah
cukup tinggi, sehingga pemerintah pun akan cukup sulit untuk membuat
suatu peraturan yang dapat mengancam industri telekomunikasi.

Kesimpulan :
berdasarkan analisis industri diatas, perusahaan (XL) cenderung memiliki ancaman yang rendah di industri
telekomunikasi.

A.8.3. Strategic Groups

INDUSTRI TELEKOMUNIKASI INDONESIA

H
A

TELKOMS
EL

TING
GI

R
G

INDOSA
T

SEDAN
G

XL

A
RENDA
H

SEDIKI

SEDAN

KELEBARAN PRODUK

BANYA

A.8.4. Key Success Factors Analysis

Faktor Kunci Sukses

Bobot

Kualitas Jaringan

0.25

Telkomsel

XL

Rating

Skor

Rating

Skor

Rating

Skor

1,25

0,75

0,5

Harga

0,15

0,45

0,6

0,75

Customer Service

0,15

0,6

0,75

0,45

Jaringan Mitra

0,12

0,6

0,48

0,24

Promosi terhadap penarikan


pelanggan

0,15

0,45

0,45

0,6

Reputasi

0,18

0,72

0,72

0,36

TOTAL

4,07

3,75

2,9

Kesimpulan : Jadi, dibandingkan pesaingnya, XL lebih baik dalam merespon faktor Customer
Service, sehingga faktor tersebut dapat menjadi opportunity dalam bersaing di industri

telekomunikasi. Namun XL harus lebih baik lagi dalam merespon faktor kualitas jaringan
karena dapat menjadi ancaman dalam persaingan di industri telekomunikasi.
A.8.5. Supply Chain Analysis

SK Planet

Sistem ecommerce

PT.

Sistem
digital
merchant

Huawei

Konsumen jual
Konsumen beli

Konsumen
digital merchant

XL
UI
SGU
Mandadani
Mandiri
Grenn view

BII
Western Union
Air Cash

Riset X-Cloud

XL Tunai

UKM
Perusahaan
Korporasi

Konsumen XL
Tunai

A.8.6. Industry Value Chain Analysis


Upstream

Downstream
Supplier

Telkomsel

PT. Datacomm Dangraha


PT. Astra Graphia
Information Technology
PT. Sinar Agung Jaya
Perkasa
PT. Granary Reka Cipta
PT. Takani Sumber Mulia
PT. Seire Indonesia

Supplier

XL

SK Planet
PT. Huawei
UI
SGU
Mandadani Mandiri
Green View
Bill, Western Union, Air
Supplier

Produse
n
Telkomsel

Produse
n
XL Axiata

Distributor

PT. Telesindo Shop


CV. Akar Daya Mandiri
PT. Alam Perkasa
PT. Telco Global Seluler

Distributor
CV. Mitra Abadi Sejahtera
PT. XL Mitra Abadi Utama
CV. Abadi Jaya Seluler

Pengecer
Pengecer
warung

Pengecer
Pengecer
warung

Produsen

Distributor

Pengecer

Telekomunikasi
seluler

Telkom Authorized
Distributor

Grapari

Jadi, Supplier XL menjadi opporunity jika dibandingkan dengan supplier lainnya lalu XL harus bisa meningkatkan distribusinya karena
itu merupakan ancamannya.

A.8.7. TABEL SFAS


Faktor
Strategis

Sko Durasi
r
S M L

Bob
ot

Rati
ng

Memiliki inovasi
untuk menjangkau
segmen khusus

0,08

Produk sangat
bervariasi dan
dapat memenuhi
kebutuhan
konsumen

0,03

0,1
2

Memiliki program
pengembangan
yang berstruktur
dan berkelanjutan

0,1

0,3

Penyebaran BTS
tidak mencakup
pengguna XL
(cakupan tidak
merata)

0,09

0,1
8

Keterangan

A.Internal Factors

Kualitas sinyal tidak


sempurna apabila
BTS yang
disediakan tidak
memiliki standard
quality yang baik

0,09

0,24

Masih belum
direspon sempurna
karena kualitas
sinyal masih tidak
stabil

0,1
8

Karena XL memiliki
dan mengeluarkan
banyak inovasi
XL merespon karena
kekuatan ini
merupakan
pembeda XL
dibanding dengan
operator yang lain
XL telah merancang
dan mengaplikasikan
program
pelatihannya
bertahun-tahun
masih kurang
direspon karena
masih banyak
tempat yang tidak
tercoverage padahal
sangat penting
untuk perusahaan

B.Eksternal Factors
Tren anak muda
yang mencari serba
digital dan
ketergantungan
akan internet
Pengembangan
jaringan sosial dan
teknologi telepon
seluler semakin
menjual
Meningkatnya
kebutuhan layanan
teknologi dan
telekomunikasi
diberbagai segmen
terutama di bidang
ekonomi
Masyarakat yang
memberikan
keluhan membuat
XL terus memiliki
kekurangan

0,2

0,8

0,1

0,4

0,08

0,1

0,32

0,4

Sangat dorespon
oleh perusahaan
karena merupakan
visi XL itu sendiri
untuk memberikan
experience
berinternet yang
nyaman dan murah
Direspon baik oleh
perusahaan karena
faktor yang
mempengaruhi misi
perusahaan

Segmen-segmen
terntentu seperti
para korporat dan
plagiat UKM
membutuhkan
teknologi khusus

Direspon sangat
baik oleh
perusahaan karena
XL memiliki
Customer service
yang baik

T-cash dari pesaing


yang mengancam
target pasar
middle-up

0,13

Total

0,26

Belum begitu
direspon oleh
perusahaan karena
belum ada teknologi
serupa dari XL

3,2 4 3 3

Interpretasi :
Jadi, perusahaan XL sudah merespon faktor-faktor internal dan
faktor-faktor eksternal dengan baik.

A.8.8. Review of Mission and Objectives


Analisis misi dan tujuan perusahaan masih relevan. Karena misi dan
tujuan perushaan XL sejalan dengan kondisi yang sedang dilakukan
perusahaan XL pada saat ini. Visinya untuk memberikan pengalaman
menggunakan mobile internet yang mudah untuk masyarakat Indonesia
dimana brand XL ini memiliki daya tarik yang kuat untuka anak muda.
1. Faktor Strategis yang perlu dilakukan jangka pendek :

Penyebaran BTS yang tidak merata. Karena masih banyak tempat yang

tidak tercoverage padahal sangat penting untuk perusahaan


Pengembangan jaringan sosial dan teknologi telepon seluler semakin

menjual, karena faktor yang mempengaruhi misi perusahaan


Meningkatnya kebutuhan layanan teknologi dan telekomunikasi
diberbagai segmen terutama di bidang ekonomi, karena segmensegmen

terntentu

seperti

para

korporat

dan

plagiat

UKM

membutuhkan teknologi khusus


T-cash dari pesaing yang mengancam target pasar middle-up, karena
belum ada teknologi serupa dari XL

2. Faktor Strategis yang perlu dilakukan jangka menengah :

Memiliki inovasi untuk menjangkau segmen khusus, karena Karena XL

memiliki dan mengeluarkan banyak inovasi


Kualitas sinyal tidak sempurna apabila BTS yang disediakan tidak
memiliki standard quality yang baik, karena kualitas sinyal masih tidak

stabil
Masyarakat yang memberikan keluhan membuat XL terus memiliki
kekurangan.

Direspon sangat baik oleh perusahaan karena XL

memiliki Customer service yang baik


3. Faktor Strategis yang perlu dilakukan jangka panjang :

Produk sangat bervariasi dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen.


XL merespon karena kekuatan ini merupakan pembeda XL dibanding
dengan operator yang lain

Memiliki program pengembangan yang berstruktur dan berkelanjutan.


XL telah merancang dan mengaplikasikan program pelatihannya
bertahun-tahun

Masyarakat yang memberikan keluhan membuat XL terus memiliki


kekurangan.Direspon sangat baik oleh perusahaan karena XL memiliki
Customer service yang baik

B. STRATEGI FORMULASI
B1. Formulasi Strategi yang telah diterapkan

Corporate Strategy
Jadi, XL selama satu tahun belakangan ini memiliki Corporate Strategy pada tahan Growth Strategy yaitu diversification related.
Hal ini ditunjukkan pada tahun 2015 XL mengeluarkan teknologi jaringan terbaru yaitu satu level diatas 3G yang dinamakan
jaringan 4G.

Bussiness Strategy
1. a. Jadi, XL pada competitive strategy menerapkan cost leadership. Hal ini ditunjukkan [ada XL saat ini lebih sudah tidak
berorentasi pada jumlah pelanggan, melainkan pada experience yang didapat pelanggan. Selain itu XL juga telah mencapai cost
efficiency, sehinggan dapat menetapkan harga jual yang terjangkau oleh para konsumennya.
b. Lalu, XL pada competitive tactics, menerapkan timing tactics jenis follower dari Satelind, karena Satelindo sudah menjadi
pelopor di bidang telekomunikasi, sehingga ia menjado pionner.
c. XL pada market location, jika dalam attack strategy yaitu segi Frontal Assault karena XL merespon cepat setiap manuver yang
dilakukan oleh pesaingnya. Sedangkan dalam deffensive strategy yaitu balasan yang diperkirakan karena XL selalu
mempersiapkan balasan untuk setiap serangan yang dilakukan pesaing.
2. XL pada coorporative strategy yang pertama menerapkan merger dengan Axiata sehingga menjadi PT. XL AXIATA, yang kedua
menerapkan akuisisi dengan AXIS, yang ketiga melakukan joint venture sengan SK Planet membuat elevania.

Functional Strategy
1. Marketing

7P :

Product

: banyak differensiasi produk

Price

: harga produk terjangkau

Place

: mangambil alih fungsi dstributor

Promotion

: promosi banyak dan kreatif

People

: pelayanan customer service yang cekatan

Process

: respon keluhan dtangani

Physical evidence

: gerai XL memiliki ambience yang nyaman dan menarik

Segmenting, targeting, positioning


Segmenting : - demografi : segmen yang dituju yaitu berbagai usia
-

Psikografis : bergaya hidup milenia yang mementingkan experience

Targeting : spesialisasi selektif, yaitu menawarkan berbagai macam produk untuk segmen pasar tertentu contohnya XL Prioritas untuk target
pasar eksklusif
P1
P2
P3
M1

Keterangan :
o
o
o
o
o
o

P1 : XL Prioritas
P2 : XL
P3 : AXIS
M1 : menengah ke atas
M2 : menengah
M3 : menengah ke bawah

Positioning : layanan internet yang nyaman dan murah

M2

M3

2. Finance :
-

Financing : dana yang didapat yatu dari penjualan saham dan peminjaman ke Bank

Investing : XL melakukan investasi dengan melakukan ekspansi

Deviden Policy : pada tahun 2014, XL tidak membagikan deviden karena mengalami kerugian

3. Human resource Management


-

Procurement : adanya close recruitment yang lebih mengutamakan dari karyawan apabila ada posisi kosong, serta
adanya job analysis yang sudah jelas dan baik

Development : adanya program XL talent

Maintanance : Remunerasi sesuai 3P (position, Person, Performance)

4. Operation
-

Design of Goods anf Service : XL merupakan produk dan jasa seluler yang sudah memenuhi kebutuhan pelanggan

Managing quality :

Process and capacity design :

Location selection : BTS yang tidak merata pengeyabarannya dan kualitasnya

Layout design :

SPC : pendistribusian produk merata sampai ke pengecer

Inventory : inventory yang tidak terlalu banyak karena ada masa berlaku produk

Human resource and job design :

Scheduling : penjadwalan pendistribusian produk sudah baik dan tepat karena adanya umur produk

Maintanance : perawatan BTS yang kurang optimal di kota-kota besar

B.2. Alternatif Strategi TOWS Matriks

EFAS
IFAS

PELUANG

ANCAMAN

O1. Mulai digalakannya konsep smart city di


berbagai kota di Indonesia
O2. Pertumbuhan industri telekomunikasi akan
meningkat
158%
membuat
XL
dapat
meningkatkan pertumbuhan ekonomi
O3. Ketergantungan masyarakat akan internet
meningkat.
04. perkembangan medsos & teknologi telepon
selular yang semakin meningkat
O5. Geografis indonesia mendukung sisteem
yang lebih berkembang dalam bidang seluler

T1. Adanya kebijakan pemerintah terkait


larangan penggunaan jaringan 4G
T2. Sensitivitas perubahan mata uang yang tinggi
T3. Karakteristik masyarakat yang kritis
T4. Teknologi T-Cash dari pesaing
T5. Pemancar sinyal yang membuat radiasi yang
membahayakan lingkungan

SO STRATEGY

ST STRATEGY

KEKUATAN

S1. Produk sangat bervariasi dan dapat


memenuhu berbagai segmen.
S2. Memiliki inovasi-inovasi untuk menjangkau
segmen-segmen khusus
S3. Pendapatan &EBITDA meningkat dalam 3
kuartal terakhir 2015
S4. Program customer service yang berkualitas
S5. Memiliki program pengembangan yang
terstruktur dan berkelanjutan

KELEMAHAN

W1. Coverage BTS masih berfokus di wilayah


Pulau Jawa
W2.
Perusahaan
tidak
dapat
memenuhi
kewajiban membayar dividen pada tahun 2014
W3. Kualitas dan kapasitas sinyal BTS belum
mencukupi
W4. Tingkat kompetisi internal tinggi
W5. Cost development tinggi

S1 & O3 (Differentiation strategy)


Ketergantungan masyarakat terhadap
internet dapat dipenuhi dengan variasi
produk yang ditawarkan XL
S2 & 02 (HRM Strategy)
Peluang meningkatnya pertumbuhan
ekonomi akibat industri telekomunikasi
dapat dimanfaatkan oleh XL dengan
mengoptimalkan sumber daya manusianya.
WO STRATEGY
W1 & O3 (Growth horizontal)
Ketergantungan akan masyarakat
terhadap internet yang semakin meningkat
menjadi peluang untuk XL untuk
memperluas jangkauan BTS-nya.
W3 & 03 (Product Development)
Ketergantungan akan masyarakat

S4 & T3 (HRM Strategy)


Karakteristik masyarakat yang kritis dapat
ditunjang dengan Customer Serice XL yang
berkualitas.
S2 & T4 (Diversification konsentris)
Pesaing yang memiliki produk yang lebih
unggul dan serupa dengan XL Tunai dapat
menjadi alasan XL untuk mengembangkan
inovasi XL Tunai untuk B2B yang belum
dimiliki pesaing.
WT STRATEGY
W5 & T3 (Delay profit)
Sensitivitas perubahan mata uang yang
tinggi dapat memperburuk kelemahan XL
yang memiliki cost development yang
tinggi, lebih baik melakukan
pengefesienan biaya development.
W2 & T3 (Exit Sell out)
Sensitivitas perubahan mata uang yang

terhadap internet yang semakin meningkat


menjadi peluang untuk XL untuk
memperbaiki kualitas dan meningkatkan
kualitas sinyal nya

B.3. Penerapan Alternatif Strategi Pro dan Kontra


Alternatif Strategi
Pro

tinggi lebih berpengaruh pada instrumen


dengan denominasi dollar, jadi jika XL
melakukan Right Issue terdapat
kemungkinan besar investor lebih memilih
XL.

Kontra

SO Strategy
S1 & O3 (Differentiation strategy)

Memperluas pangsa pasar dan


mempertahankan loyalitas

Biaya pengembangan setiap produk


cukup besar

S2 & 02 (HRM Strategy)

Walaupun sistem telah baik masih bisa


ditingkatkan demi semakin berkualitasnya
SDM

Dapat semakin meningkatkan cost


development

S4 & T3 (HRM Strategy)

CS merupakan salah satu keunggulan yang


dimiliki XL jadi perlu selalu dipertahankan
bahkan ditingkatkan

Dapat semakin meningkatkan cost


development

S2 & T4 (Diversification konsentris)

Menambah inovasi yang dimiliki XL untuk


mencakup segmen dan partner baru

Dibutuhkan banyak biaya dan ada


kemungkinan tidak cocok

ST Strategy

WO Strategy
W1 & O3 (Growth horizontal)
W3 & 03 (Product Development)

WT Strategy

Untuk memperluas market share sehingga


wilayah-wilayah lain dapat menikmati
layanan XL
Sangat penting untuk mempertahankan
loyalitas konsumen

Diperlukan investasi yang banyak


Diperlukan investasi yang cukup banyak

W5 & T3 (Delay profit)


W2 & T3 (Exit Sell out)

Butuh untuk mengefesienkan biaya


Untuk mendapat dana membayar hutang
dan investasi peningkatan kualitas
pelayanan XL

Program yang sudah biasa berjalan perlu


disesuakan dan mungkin kurang efektif
Semakin banyak dividen yang harus
dibagikan

BCG Matrix
Market Development
Product Development

Untuk memperluas market share sehingga


wilayah-wilayah lain dapat menikmati
layanan XL
Sangat penting untuk mempertahankan
loyalitas konsumen

Diperlukan investasi yang banyak


Diperlukan investasi yang cukup banyak

GE Matrix
Integrasi Horisontal

Untuk memperluas market share sehingga


wilayah-wilayah lain dapat menikmati
layanan XL

Diperlukan investasi yang banyak

B.4. Tabel Ranking Rekomendasi Strategi Terpilih


Final
Rankin
g

Selected Strategy

Alasan

Kode
Strate
gi

Product Development Strategy

Karena kualitas produk merupakan hal yang terpenting untuk


mempertahankan loyalitas pelanggan yang ingin dicapai XL.

P-1

HRM Strategy

Karena demi menunjang poin satu dibutuhkan sumber daya manusia yang
berkualitas terlebih dahulu

P-2

Diversification Strategy

Untuk mencakup segmen pasar baru dan meraih kesempatan memasuki


blue ocean

P-3

Exit sell out strategy

Sangat penting ntuk mendapat dana untuk membayar hutang dan investasi
untuk peningkatan kualitas pelayanan XL

P-4

Market Development

Memperbanyak sebaran BTS untuk melayani lebih banyak konsumen

P-5

B.5. Integrasi Strategi pada Keuangan


Rasio

Realisasi
(TahunTera
khir)

FORECAS
T

TARGET

Operational Strategy

Strategic Planning

LIQUIDITY RATIO
Current
Ratio

86.44%

95.08%

95%

S-3

Quick Ratio

85.94%

94.53%

95%

S-3
Meningkatkan jumlah kas yang dimiliki PT
XL Axiata

Cash Ratio

45.14%

49.66%

50%

Cash
Turnover

3.37x

3.7124x

3.71x

S-3

Inventory to
Net Working
Capital

0.036981513

-4.07%

-4%

S-2

S-3

LEVERAGE RATIO
Debt to
Asset Ratio

78.09%

85.89%

86%

Menurunkan kewajiban pada produk yang


terdapat pada liabilities

S-3

Debt to
Equity Ratio

356.33%

391.96%

392%

Meningkatkan modal yang dimiliki PT XL


Axiata

S-3

Long-term
debt to
Equity Ratio

246.03%

270.63%

271%

Times
Interest
Earned

26.82%

0.2949709
13

30%

Fix Charge
Coverage

26.82%

0.2949709
13

30%

S-3
Menurunkan kewajiban produk yang
terdapat pada liablities dan meningkatkan
modal yang dimiliki perusahaan

S-3

S-3
ACTIVITY RATIO

Receivable
Turnover

0.95x

1.0468563
1x

1.05x

S-3
Meningkatkan sales perusahaan

Average
Collecting
Period

18.4782 hari

20.3260
hari

20.33 hari

Inventory
Turnover

84702.49x

93172.743
84x

93173x

Meningkatkan current asset khususnya


dalam bentuk persediaan

S-3

Working
Capital
Turnover

-11.23

12.356066
95

12%

Meningkatkan current asset khususnya


dalam bentuk kas

S-2

Fix Assets
Turnover

0.47x

0.5120574
x

0.51x

Menurunkan fixed asset dan meningkatkan


penjualan

S-3

S-3

Total Assets
Turnover

0.37x

0.4050767
4x

0.41x

Meningkatkan asset khususnya dalam


bentuk deposito berjangka dan sertifikat
deposito dan meningkatkan sales

S-3

PROFITABILITY RATIO
Gross Profit
Margin

23.60%

25.96%

26%

Mengurangi COGS dan meningkatkan sales

S-3

Return On
Investment

-1.40%

-1.54%

-1.54%

Meningkatkan asset dalam bentuk deposito


berjangka dan sertifikat deposito

S-1

Return On
Equity

-6.38%

-7.02%

-7.02%

Meningkatkan sales

S-1

Earnings per
Share

-0.01%

-0.01%

-0.01%

Meningkatkan jumlah investor

S-1

Net Profit
Margin

-3.80%

-4.18%

-4.18%

Mengurangi COGS dan meningkatkan sales

S-1

C. IMPLEMENTASI PROGRAM
C.1. ORGANISASI PELAKSANA PROGRAM
Struktur Organisasi

Job Description
o CFO : Membuat keputusan investasi, pendanaan dan dividen policy untuk program-program.
o Chief Brand & Customer Experience : Membuat keputusan/strategi untuk meningkatkan level customer service dan
mempertahankan dan meningkatkan nilai dari brand XL.
o CCO : Membuat strategi marketing untuk setiap wilayah- wilayah yang menjadi jangkauan PT XL Axiata.
o Chief Service Management Officer : Membuat kebijakan dalam urusan teknologi dan pelayanan dari produk XL.
o Chief Strategic Transformation Officer : Membuat keputusan yang berhubungan dengan human resource, compliance,
risk management, legal dan tranformasi bisnis.

Type of

Cross
Functional

Team

C.2.

Penjadwalan Program
C.2.1. Program to be implemented

1. Product Development
2. HRM Strategy
3. Diversification Strategy
C.2.2. People (Department) Responsible to Implement Program
Kode

Program

People (Department)

Program
P.1

Product Development

Finance, Digital Service dan Service Management

P.2

HRM Strategy

Finance, Human Capital dan HR Consultant

P.3

Diversification Strategy

Brand & Customer Experience, Strategic Partnership dan Digital Service

C.2.3. Procedure and Budget of Program to be implemented


Strategi-1 : Product Development
(Meningkatkan Kualitas & Kapasitas Sinyal)
Kode
Progra
m
P.1.1

P.1.2

P.1.3

Bulan
Program

PIC/DIC

Melakukan planning
strategi peningkatan
kapasitas dan kualitas
sinyal
Melakukan pengecekan
kualitas sinyal di masingmasing wilayah tertentu

Digital Service
&
Service
Management
Digital Service
&
Service
Management
Digital Service
&
Service
Management

Mengganti atau
memperbaiki BTS-BTS yang
dirasa perlu ditindak

Budget
8

10

11

Keterangan

12
Rp
500,000,000
Rp
1,500,000,000
Rp
30,000,000,00
0

P.1.4

Pengendalian terhadap
sinyal dan BTS yang telah
ditindak

Digital Service
&
Service
Management

Rp
1,500,000,000

Optimal Success Parameter (OSP) :

Distinctive Competency :

Marketing : Loyalitas pelanggan yang meningkat program loyalitas yang


didesain untuk menunjang strategi ini

SDM memiliki skill teknologi dan perusahaan memiliki


program managing quality yang terstruktur, up to date
dan unggul.

Finance : Turnover asset meningkat

HRM : Skill SDM mencukupi dan menunjang peningkatan kualitas

Operation : Kualitas dan kapasitas sinyal excellent

Strategi-2 : meningkatkan kualitas SDM


Kode
Progra
m

Bulan

Budget

Program

PIC/DIC

P.21

Analisis penilaian kinerja


setiap karyawan

HC
HR Consultant

Rp 30.000.000

P.22

Perancangan program
pelatihan / pengembangan
yang sesuai dengan
kebutuhan berdasarkan PA

HC
HR Consultant

50.000.000

P.23

Pelaksanaan pelatihan /
pengembangan dengan
menghadirkan pemateri
yang professional

HC
HR Consultant

500.000.000

P.24

Melakukan penilaian kinerja


terhadap karyawan setelah
training dan development

HC
HR Consultant

20.000.000

10

11

Keterangan

12

Optimal Success Parameter (OSP) :

Distinctive Competency :

Marketing : -

SDM dan program training yang professional dan expert

Finance : biaya yang digunakan efisien

HRM : 80% skil SDM meningkat dan berdampak langsung terhadap pelayanan

perusahaan

Operation : -

Strategi-3 : _____________________________________
Kode
Progra
m

Program

PIC/DIC

Bulan

P.31

Riset pasarB2B

Cost expense
dept

Rp
750.000.000

P.32

Perancangan system B2B


pada produk XL Tunai
berdasarkan riset

Innovation
management &
cloud tech dept

250.000.000

P.33

Testing akan produk XL


Tunai dengan beberapa
partner bisnis sekaligus
soft launching

Marketing dept

1.500.000.000

Budget
8

10

11

Keterangan

12

Innovation
management &
cloud tech dept

P.34

Grand launching produkXL


tunai B2B

Marketing /
commercial
dept

5.000.000.000

P.35

Controling XL Tunai B2B

Digital service

500.000.000

Optimal Success Parameter (OSP) :

Distinctive Competency :

Marketing : pengguna xl tunai untuk B2B sebanyak 200 oelanggan

Program reseach kebutuhan pasar dengan divisi inovasi


yang unggul

Finance : ROI meningkat

HRM : Skill SDM mencukupi dan menunjang pembentukan program

Operation : Program bebas oror dan memenuhi kebutuhan konsumen

Total Anggaran yang diusulkan

No.

Strategi

TOTAL

Program

Kode
Program

Budget (Rp)

D. EVALUASI DAN PENGENDALIAN


STRATEGI
D.1. STRATEGY MAP

Perspektif keuangan

Meningkatkan net profit margin

Meningkatkan ROE menjadi 2 %

Efisiensi biaya operasional

Perspektif konsumen
Meningkat penjualan

Meningkatkan loyalitas
pelanggan

Menambah partership

Perspektif internal bisnis


Menambah varasi dan inovaso
produk

Perspektif learnig and


growth

Melakukan kapabilitas
personel

Meningkatkan kualatas
pelayanan

Melakukan pelatihan untuk


pengembangan inovasi
produk

Menambah jumlah dan kualitas


BTS

Meningkatkan manajemen
berbasis IT

D.2. Balance Scorecard


Perspective
Area

Objectives

Measurements

Targets

Initiatives

Financial
Perspective

Meningkatkan ROE

ROE -6,4%

Meningkatkan Net Profit

Rasio Net Profit

Margin

ROE 2%

Efektivitas penggunaan aset

Net Profit Margin 5%

Meningkatkan net profit dan sales

Margin
Biaya actual = biaya

Efisiensi biaya

Actual VS Budget

Efisiensi biaya operasional


budget

Meningkatkan penjualan

Volume penjualan

Naik 50%

Jumlah Customer
Customer
(Marketing)
Perspective

Agresif selling
Menjaga kualitas produk dan

Meningkatkan loyalitas
dan lama customer

Meningkat 5%

pelayanan serta feedback after

pelanggan
menggunakan XL

sales harus bagus

Seberapa banyak
Menambah partnership

BTB mencapai 3%

Membuka pasar baru

BTB
Internal
Business
Process
(Operation)
Perspective

Menambah variasi
produk

Jumlah variasi
produk baru

Menambah 2 variasi
produk baru

Produk development yang baik

Meningkatkan quality
service

Survey kualitas
terhadap pelanggan

80% respon positif

Mendapatkan penghargaan ISO

Learning &
Growth (HRM)
Perspective

Meningkatkan jumlag
BTS

Jumlah BTS

Menambah 100 unit


BTS di Indonesia

Horizontal strategy

Melakukan kapabilitas
personal

Presentase karyawan
bagian CS yang
mengikuti pelatihan

98%

Menggunakan metode training


yang unik, menarik, terbaru dan
luar biasa

Melakukan pelatihan
untuk pengembangan
inovasi produk

Presentase karyawn
produk development
yang mengikuti
pelatihan

95%

Menghadirkan narasumber yang


profesional, berkualitas, dan handal

Meningkatkan
manajemen berbasis IT

Presentase karyawan
yang menggunakan
IT

90% karyawan
menggunakan IT

Training tentang yang berbau IT

Strategi: Product development dan Market


development. Karena saat ini xl berfokus ke
penigkatan loyalitas pelanggan. Jadi xl tidak
berfokus untuk memperluas marketshare
Untuk meningkatrkan loyalitas dibutuhkan
perbaikan kualiatas produk yang telah ada .
oleh kareana itu, dipilih product
development. Dan dibutuhkan untuk
memperkenalkan produk/jasa yang telaha
ada ke wilayah goegrafis baru, karena masih
anyak wilayah yang belum terjangkau xl

NOTES :

EFAS

Bcg matriks
5

3,4
3

XL

2.9 3
4

IFAS

NOTES :
GE MATRIKS
2.9
4

Menurut GE Matriks, posisi daya Tarik


industry xl berdasarkan trand harga
adalah medium. Sedangkan posisi
kekuatan bisinis xl berdasarkan loyalitas
adalah rata rata
Sehingga posisi xl di GE Matreiks berada
di NA.
Maka strategi yang direkomendasikan
adalah growth strategi (konsentrasi via
integrasi horizontal) yaitu memperluas
wilayah bisnisnya

3.4

NOTES :

NOTES :

NOTES