Anda di halaman 1dari 20

Perilaku Semut

LAPORAN PRAKTIKUM ETOLOGI

PENGAMATAN PERILAKU SEMUT

Disusun Oleh:

Suci Utami

(08308144017)

Abdu Rohman

(08308144023)

Satiyem

(08308144026)

Sri Pujawati

(08308144027)

PROGRAM STUDI BIOLOGI SWADANA


JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2011

PENGAMATAN PERILAKU SEMUT


A. LATAR BELAKANG
Semut adalah makhluk hidup dengan populasi terpadat di dunia. Perbandingannya, untuk
setiap 700 juta semut yang muncul ke dunia ini, hanya terdapat 40 kelahiran manusia. Tentu
masih banyak informasi lain yang menakjubkan bisa dipelajari tentang makhluk ini.
Semut merupakan salah satu kelompok yang paling sosial dalam genus serangga dan
hidup sebagai masyarakat yang disebut koloni, yang terorganisasi luar biasa baik. Tatanan
organisasi mereka begitu maju sehingga dapat dikatakan dalam segi ini mereka memiliki peradaban yang mirip dengan peradaban manusia.
Di masa kini, para peneliti yang cerdas dan berpendidikan tinggi bekerja siang-malam
dalam pelbagai lembaga pemikiran untuk merumuskan organisasi sosial yang sukses dan
menemukan solusi yang langgeng untuk berbagai masalah ekonomi dan sosial. Para ideolog juga
telah menghasilkan berbagai model sosial selama berabad-abad. Namun secara umum, belum
terlihat tatanan sosial sosioekonomis yang berhasil dicapai melalui segala upaya intensif ini.
Karena sejak dulu konsep tatanan masyarakat manusia didasarkan pada persaingan dan
kepentingan individu, tatanan sosial yang sempurna tidak mungkin tercapai. Sementara, semutsemut telah menjalani sistem sosial yang ideal bagi mereka selama jutaan tahun hingga hari ini.
Sehingga perilaku semut ini menarik untuk dipelajari dan diteliti lebih lanjut.

B. PERUMUSAN MASALAH
1. Apa saja aktifitas-aktifitas yang dilakukan semut.
2. Bagaimana prosentase tertinggi dari aktifitas yang dilakukan semut.
C. TUJUAN
1. Dapat mengidentifikasi aktifitas-aktifitas yang dilakukan semut.
2. Dapat mengetahui prosentase tertinggi dari aktifitas yang dilakukan semut.
D. KAJIAN TEORI
Semut adalah serangga eusosial yang berasal dari keluarga Formisidae, dan semut
termasuk dalam ordo Himenoptera bersama dengan lebah dan tawon. Semut terbagi atas lebih
dari 12.000 kelompok, dengan perbandingan jumlah yang besar di kawasan tropis. Semut dikenal
dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, yang terkadang terdiri dari ribuan semut per

koloni. Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Satu koloni
dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni
semut kadangkala disebut superorganisme dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk
sebuah kesatuan
Semut telah menguasai hampir seluruh bagian tanah di Bumi. Hanya di beberapa tempat
seperti di Islandia,Greenland dan Hawaii, mereka tidak menguasai daerah tesebut. Di saat jumlah
mereka bertambah, mereka dapat membnetuk sekitar 15 - 20% jumlah biomassa hewan-hewan
besar.
Rayap, terkadang disebut semut putih, tidak memiliki hubungan yang erat dengan semut,
walaupun mereka memiliki struktur sosial yang sama. Semut beludru, walaupun menyerupai
semut besar, tapi mereka merupakan tawon betina yang tidak bersayap.
Meskipun ukuran tubuhnya yang relatif sangat kecil, semut adalah hewan terkuat kedua
didunia. Semut jantan mampu menopang beban dengan berat lima puluh kali dari berat badannya
sendiri, dapat dibandingkan dengan gajah yang hanya mampu menopang beban dengan berat dua
kali dari berat badannya sendiri. Posisi pertama adalah Kumbang Badak dengan kemampuan
menopang beban dengan berat 850 kali dari berat badannya sendiri.
Klasifiksai semut:
Kerajaan:

Animalia

Filum:

Artropoda

Kelas:

Insekta

Ordo:

Hymenoptera

Upaordo:

Apokrita

Superfamili: Vespoidea
Famili:

Formicidae

Secara morfologi tubuh semut terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, mesosoma (dada),
dan metasoma (perut). Morfologi semut cukup jelas dibandingkan dengan serangga lain yang
juga memiliki antena, kelenjar metapleural, dan bagian perut kedua yang berhubungan ke tangkai
semut membentuk pinggang sempit (pedunkel) di antara mesosoma (bagian rongga dada dan
daerah perut) dan metasoma (perut yang kurang abdominal segmen dalam petiole). Petiole yang
dapat dibentuk oleh satu atau dua node (hanya yang kedua, atau yang kedua dan ketiga
abdominal segmen ini bisa terwujud).
Tubuh semut, seperti serangga lainnya, memiliki eksoskeleton atau kerangka luar yang
memberikan perlindungan dan juga sebagai tempat menempelnya otot, berbeda dengan kerangka
manusia dan hewan bertulang belakang. Serangga tidak memiliki paru-paru, tetapi mereka
memiliki lubang-lubang pernapasan di bagian dada bernama spirakel untuk sirkulasi udara dalam
sistem respirasi mereka. Serangga juga tidak memiliki sistem peredaran darah tertutup. Sebagai
gantinya, mereka memiliki saluran berbentuk panjang dan tipis di sepanjang bagian atas
tubuhnya yang disebut "aorta punggung" yang fungsinya mirip dengan jantung. sistem saraf
semut terdiri dari sebuah semacam otot saraf ventral yang berada di sepanjang tubuhnya, dengan
beberapa buah ganglion dan cabang yang berhubungan dengan setiap bagian dalam tubuhnya.
Pada kepala semut terdapat banyak organ sensor. Semut, layaknya serangga lainnya,
memiliki mata majemuk yang terdiri dari kumpulan lensa mata yang lebih kecil dan tergabung
untuk mendeteksi gerakan dengan sangat baik. Mereka juga punya tiga oselus di bagian puncak
kepalanya untuk mendeteksi perubahan cahaya dan polarisasi.

[8]

Kebanyakan semut umumnya

memiliki penglihatan yang buruk, bahkan beberapa jenis dari mereka buta. Namun, beberapa
spesies semut, semisal semut bulldog Australia, memiliki penglihatan yang baik.
Pada kepalanya juga terdapat sepasang antena yang membantu semut mendeteksi
rangsangan kimiawi. Antena semut juga digunakan untuk berkomunikasi satu sama lain dan
mendeteksi feromon yang dikeluarkan oleh semut lain. Selain itu, antena semut juga berguna
sebagai alat peraba untuk mendeteksi segala sesuatu yang berada di depannya. Pada bagian
depan kepala semut juga terdapat sepasang rahang atau mandibula yang digunakan untuk
membawa makanan, memanipulasi objek, membangun sarang, dan untuk pertahanan. Pada
beberapa spesies, di bagian dalam mulutnya terdapat semacam kantung kecil untuk menyimpan
makanan untuk sementara waktu sebelum dipindahkan ke semut lain atau larvanya.

Di bagian dada semut terdapat tiga pasang kaki dan di ujung setiap kakinya terdapat
semacam cakar kecil yang membantunya memanjat dan berpijak pada permukaan. Sebagian
besar semut jantan dan betina calon ratu memiliki sayap. Namun, setelah kawin betina akan
menanggalkan sayapnya dan menjadi ratu semut yang tidak bersayap. Semut pekerja dan prajurit
tidak memiliki sayap.
Di bagian metasoma (perut) semut terdapat banyak organ dalam yang penting, termasuk
organ reproduksi. Beberapa spesies semut juga memiliki sengat yang terhubung dengan
semacam kelenjar beracun untuk melumpuhkan mangsa dan melindungi sarangnya. Spesies
semut seperti Formica yessensis memiliki kelenjar penghasil asam semut yang bisa
disemprotkan ke arah musuh untuk pertahanan.
Kehidupan seekor semut dimulai dari sebuah telur. Jika telur telah dibuahi, semut yang
ditetaskan betina (diploid); jika tidak jantan (haploid). Semut are holometabolism, yaitu tumbuh
melalui metamorfosa yang lengkap, melewati tahap larva dan pupa (dengan pupa yang exarate)
sebelum mereka menjadi dewasa. Tahap larva adalah tahap yang sangat rentan lebih jelasnya
larva semut tidak memiliki kaki sama sekali dan tidak dapat menjaga diri sendiri.
Perbedaan antara ratu dan pekerja (dimana sama-sama betina),dan antara kasta pekerja
jika ada, ditentukan pada saat pemberian makan saat masih menjadi larva. Makanan diberikan
kepada larva dengan proses yang disebut trophallaxis dimana seekor semut regurgitates
makanan yang sebelumnya disimpan dalam crop for communal storage. Ini juga cara yang
digunakan semut dewasa memdistribusikan makananpada semut dewasa lainnya. Larva and pupa
harus disimpan pada suhu yang cukup konstan untuk memastikan mereka tumbuh dengan baik,
sehingga sering dipindahkan ke berbagai brood chambers dalam koloni.
Seekor semut pekerja yang baru memasuki masa dewasa menghabiskan beberapa hari
pertama mereka untuk merawat ratu dan semut muda. Setelah itu meningkat menjadi menggali
dan pekerjaan sarang lainnya, dan kemudian mencari makan dan mempertahankan sarang.
Perubahan tugas ini bisa terjadi dengan mendadak dan disebut dengan kasta sementara. Sebuah
teory mengapa seperti itu karena mencari makan memiliki risiko kematian yang tinggi, sehingga
semut hanya berpartisipasi jika mereka sudah cukup tua dan bagaimanapun juga lebih dekat pada
kematian. Pada beberapa spesies semut terdapat kasta fisik pekerja bisa memiliki ukuran
tubuh yang berbeda-beda, disebut pekerja minor, median, dan major.

Biasanya semut yang lebih besar memiliki kepala yang tidak proporsional besarnya, dan
correspondingly rahang yang lebih kuat. Semut seperti ini seringkali disebut semut "tentara"
karena rahang mereka yang kuat membuat mereka lebih efektif ketika digunakan untuk bertarung
dengan makhluk lainnya, namun mereka masih tetap seekor semut perkerja dan tugas mereka
tidak banyak berbeda dengan pekerja minor atau median. Pada beberapa spesies semut tidak
memiliki pekerja median, membuat pemisahan tegas dan perbedaan fisik yang jelas antara
pekerja minor dan major.

E. ALAT DAN BAHAN.


Alat;
1. stopwatch
2. Alat tulis
3. kamera
Bahan;
1. semut
F. LANGKAH KERJA.
Mencari koloni semut disuatu tempat

Mengamati perilaku semut ( interval waktu 3 menit)selama 30


menit.

Mengobservasi data tersebut

Membuat kategorisasi tiap perlakuan yang diamati


1. Jantung kambing

Membuat kode untuk tiap perilaku yang diamati.

Membuat ethogram.
2. Jantung kambing

G. DATA HASIL PENGAMATAN


1. Waktu dan pelaksanaan
Spesies:
semut
Metode :

scan sampling.

Hari / tgl: selasa, 02 mei 2011


Pukul ;

08. 40 09. 10 WIB

Tempat : lapangan FBS UNY


Kondisi:

panas.

Alokasi :

30 menit.

2. Hasil pengamatan.

Alokasi waktu 30 menit;

a ; 08.40-08.43 ( 3 menit pertama )


b ; 08.43-08.46 ( 3 menit ke dua )
c ; 08.46-08.49 ( 3 menit ke tiga

d ; 08.49-08.52 ( 3 menit ke empat)


e ; 08.52-08.55 ( 3 menit ke lima )
f ; 08.55-08.58 ( 3 menit ke enam )
g ; 08.58-09.01 ( 3 menit ke tujuh )
h ; 09.01-09.04 ( 3 menit ke delapan )
I ; 09.04-09.07 ( 3 menit ke sembilan )
J ; 09.07-09.10 ( 3 menit ke sepuluh )

Kategorisasi
1. Berlari
Kode

Kategori

Berlari

A1

Keluar dari sarang

Hasil observasi

Semut

keluar

dari

sarangnya
A2

Barlari cepat

Semut

berjalan

dengan

kecepatan yang lebih tinggi


dan terlihat aktif
A3

Memutar-mutar

Semut

memutar-mutar,

berkeliling-keliling , dan
berhenti dalam waktu yang
lama .

2. Makan

Kode

Kategori

Hasil observasi

Makan

B1

Mengintai

Melihat keadaan sekeliling

B2

Mendekati

Berjalan mendekati sumber


makan

B3

Memilih

Mengintari

makanan

dengan cara mengelilingi


makanan tersebut.
B4

Memakan

Memoncongkan mulut dan


menghisap atau memakan
makanan tersebut.

B5

Mengikuti jejak

Semut

yang

mengikuti jejak nya.

lainnya

3. Komunikasi
Kode

Kategori

Hasil observasi

komunikasi

C1

Menyeret perut

C2

Menggerakan antena

C3

Antena bersentuhan

C4

Memiringkan kepala

C5

Menyentuh kepala

C6

Semut lawan memperoleh


informasi

Ketika telah menemukan


makanan semut menyeret
perutnya di tanah.
Semut yang lain
menggerakan antena
Antena antana kedua semut
itu bersentuhan
Semut tersebut
memiringkan kepala.
Menyentuh kepala bagian
atas dan bawah semut yang
akan diberikan informasi
Semut lawan memperoleh
informasi ditandai dengan
semut menyentuh tubuh
semut pemberi ingormasi

Prosentase kategori
Kode
kategori

Ethogram

x
x

prosentase

60%
70%

80%

H. PEMBAHASAN
Telah disebutkan bahwa semut hidup berkoloni dan di antara mereka terdapat pembagian
kerja yang sempurna. Jika diteliti, kita dapati sistem mereka memiliki struktur sosial yang cukup
menarik. Mereka pun mampu berkorban pada tingkat yang lebih tinggi daripada manusia. Salah
satu hal paling menarik dibandingkan manusia, mereka tidak mengenal konsep semacam
diskriminasi kaya-miskin atau perebutan kekuasaan.
Pada praktikum yang berjudul pengamatan perilaku semut, dengan tujuan yaitu Dapat
mengidentifikasi aktifitas-aktifitas yang dilakukan semut dan dapat mengetahui prosentase
tertinggi dari aktifitas yang dilakukan semut. Praktikum kali ini dengan memakai metode scan
sampling. Interval waktu yang di pakai pada praktikum kali ini yaitu 3 menit dengan alokasi
waktu 30 menit.
Adapun langkah kerja pada praktikum kali ini yaitu Mencari koloni semut disuatu tempat
kemudian Mengamati perilaku semut ( interval waktu 3 menit) selama 30 menit. Selanjutnya
Mengobservasi data tersebut dan Membuat kategorisasi tiap perlakuan yang diamati, Membuat
kode untuk tiap perilaku yang diamati dan yang terkahir Membuat ethogram.
Dari hasil praktikum maka dapat di kategorikan ;
A. Berlari
Kategori ini dengan presentase 60%. Kategori berlari ini pada awalnya semut Berlari yaitu
pada saat Semut keluar dari sarangnya kemudian berjalan dengan kecepatan yang lebih tinggi
dan terlihat aktif Semut memutar-mutar, berkeliling-keliling , dan berhenti dalam waktu yang
lama .
B. Makan
Kategori ini dengan presentase 70%. Kategori ini pada awalnya semut Mengintai yaitu dalam
artian semut melihat keadaan sekeliling kemudian Mendekati

dengan Berjalan mendekati

sumber makan , setelah itu semut Memilih yaitu Mengintari makanan dengan cara mengelilingi
makanan tersebut, setelah itu memakan dengan cara memoncongkan mulut dan menghisap atau
memakan

makanan tersebut kemudian semut yang lainnya mengikuti jejak

Semut semut

tersebut.
Sebagaimana aspek kehidupan mereka yang lain, semut bekerja secara sistematis dalam
menyelesaikan masalah pangan. Semut pekerja tua ditugaskan sebagai penjelajah yang
menyurvei tanah di sekitar sarang untuk mendapatkan sumber makanan bagi koloni yang

populasi-nya mencapai ratusan ribu (bahkan terkadang jutaan). Ketika para pen-jelajah
menemukan sumber makanan, mereka mengumpulkan teman-teman sesarang di sekitar
makanan. Jumlah semut yang berkumpul bergantung pada besar dan kualitas sumber pangan ini.
Semut menye-lesaikan masalah makanan dengan jaringan komunikasi yang sangat kuat dan juga
dengan kemurahan hati mereka.
Semut yang bertugas mencari makan biasanya menjalankan tugas dengan cara yang sulit
dijelaskan. Ia berangkat ke sumber makanan dengan berjalan berkelok-kelok, tetapi kembali ke
sarang dengan rute lurus yang lebih singkat.
Semut menggunakan gigi untuk memakan telur laba-laba, ulat, serangga, dan rayap.
Banyak spesies semut (misalnya Dacetine) yang khusus memakan serangga tanpa sayap.
Serangga yang dimangsa Dacetine ini hidup berkelompok di tanah dan di daun busuk. Ia juga
memiliki tonjolan berbentuk garpu di bawah tubuhnya. Ketika ia bergoyang dan berdiri tegak,
organ ini melontarkan tubuhnya ke udara dan bergerak maju bagaikan kangguru mini. Semut
Dacetine menggunakan rahangnya bagaikan perangkap hewan untuk menghadapi manuver
mangsanya. Ketika semut pencari makan mencium bau serangga dengan antenanya, ia mengintai
dengan rahang terbuka 180 derajat. Semut ini mengaitkan gigi kecilnya pada rahangnya dengan
cara menekankannya ke langit-langit mulut. Lalu, semut memeriksa sekitar-nya dengan
menggerakkan antenanya ke depan. Kemudian semut men-dekati serangga perlahan-lahan.
Ketika antenanya menyentuh mangsa-nya, si serangga kecil terjangkau oleh gigi bawah semut.
Ketika semut menurunkan langit-langit mulutnya, rahangnya mendadak menutup dan mangsanya
terjepit di antara giginya.
Semut yang diceritakan ini tidak pernah meleset karena rahangnya memiliki refleks
tercepat di dunia. Kecepatan kedipan mata kita sangat lambat jika dibandingkan de-ngan
kecepatan gigitan semut ini ketika menjebak mangsanya. Kelopak mata kita membuka dan
menutup dalam sepertiga detik; rahang semut Odontomachus bawi bekerja 100 kali lebih cepat.
Gigitan tercepat yang teramati memakan waktu 0,33 milidetik.
Struktur rahang semut penjebak panjangnya sekitar 1,8 milimeter. Pada bagian dalamnya
terdapat kantong udara yang menempel ke trakea. Sistem ini menyebabkan gigi dapat bergerak
cepat. Rahangnya berfungsi sebagai perangkap tikus mini. Ketika berburu, rahang terbuka lebar

dan siap menutup setiap saat. Kecepatan menggigitnya berkurang menjelang akhir proses
menggigit. Agar giginya tidak beradu terlalu keras, gerakan rahang diperlambat dengan sistem
otot khusus.
Semut yang menemukan sumber makanan meninggalkan jejak senyawa kimia di tanah
melalui sengat pada bokongnya. Jejak yang dibuatnya membantu teman-temannya menemukan
sumber makanan.
Ketika semut berpisah untuk mencari makanan, mereka mengikuti jejak bau selama
beberapa lama, lalu akhirnya berpisah dan mencari makanan masing-masing. Sikap semut
berubah jika sudah menemukan makanan. Kalau menemukan makanan, semut kembali ke sarang
dengan berjalan lebih lambat dan tubuhnya dekat dengan tanah. Ia menonjolkan sengatnya pada
interval tertentu dan ujung sengat menyentuh tanah seperti pensil menggambar garis tipis.
Demikianlah semut api meninggalkan jejak yang menuju ke makanan.
C. Komunikasi
Kategori ini dengan presentase 80%. pada kategori ini awalnya Ketika telah menemukan
makanan semut menyeret perutnya di tanah., Semut yang lain menggerakan antenna kemudian
Semut lawan memperoleh informasi ditandai dengan semut menyentuh tubuh semut pemberi
ingormasi. Semut tersebut memiringkan kepala. Kemudian menyentuh kepala bagian atas dan
bawah semut yang akan diberikan informasi akhirnya antana kedua semut itu bersentuhan
pertanda bahwa informasi telah disampaikan.
Pertama, semut pencari pergi ke sumber makanan yang baru ditemu-kan. Lalu mereka
memanggil semut lain dengan cairan yang disebut feromon, yang disekresikan dalam kelenjarkelenjar mereka. Saat kerumunan di sekitar makanan membesar, sekresi feromon membatasi
pekerja. Jika makanan sangat kecil atau jauh, pencari menyesuaikan jumlah semut yang mencoba
mencapai makanan dengan mengeluarkan isyarat. Jika makanan besar, semut mencoba lebih giat
untuk mening-galkan lebih banyak jejak, sehingga lebih banyak semut dari sarang yang
membantu para pemburu. Apa pun yang terjadi, tak pernah ada masalah dalam konsumsi
makanan dan pemindahannya ke sarang, karena di sini ada kerja tim yang sempurna.
Semua kategori komunikasi yang disebut di atas dapat dikelompokkan dalam judul Isyarat
Kimiawi. Isyarat kimiawi ini memainkan peran terpenting dalam organisasi koloni semut.

Semiokemikal adalah nama umum zat kimia yang digunakan semut untuk tujuan menetapkan
komu-nikasi. Pada dasarnya ada dua jenis semiokemikal, yaitu feromon dan alomon.
Alomon adalah zat yang digunakan untuk komunikasi antargenus. Namun, seperti yang
dijelaskan sebelumnya, fero-mon adalah isyarat kimiawi yang terutama digunakan dalam genus
yang sama dan saat disekresikan oleh seekor semut dapat dicium oleh yang lain. Zat kimia ini
diduga diproduksi dalam kelenjar endokrin. Saat semut menyekresi cairan ini sebagai isyarat,
yang lain menangkap pesan lewat bau atau rasa dan menanggapinya. Penelitian mengenai
feromon semut telah menyingkapkan bahwa semua isyarat disekresikan menurut kebutuhan
koloni. Selain itu, konsentrasi feromon yang dise-kresikan semut bervariasi menurut kedaruratan
situasi.
Pada dasarnya terdapat beberapa kelenjar endokrin tempat reaksi kimia kompleks yang
telah kita bicarakan terjadi. Sekresi yang dihasil-kan dalam enam kelenjar endokrin
memungkinkan korespondensi kimiawi antarsemut. Akan tetapi, hormon-hormon ini tidak
menunjuk-kan ciri-ciri yang sama dalam setiap spesies semut; setiap kelenjar endokrin memiliki
fungsi terpisah dalam spesies semut yang berbeda.
Semut dapat saling mengenali dan membedakan keluarga dan temannya yang sekoloni.
Para ahli zoologi masih menyelidiki bagaimana semut dapat mengenali keluarga-nya. Sementara
manusia tak dapat membedakan beberapa semut yang mungkin ia temui, mari kita lihat sekarang
bagaimana makhluk yang sangat serupa ini dapat saling mengenali.
Semut dapat dengan mudah mendeteksi apakah seekor semut lain berasal dari koloni yang
sama atau tidak. Semut pekerja menyentuh tubuh semut satunya untuk mengenali, jika semut lain
itu memasuki sarangnya. Ia dapat langsung membedakan semut yang sekoloni de-ngannya atau
tidak, berkat bau koloni khusus pada tubuh. Jika semut yang memasuki sarang adalah semut
asing, gerombolan semut akan menyerang tamu tak diundang ini secara kejam. Penghuni sarang
meng-gigiti tubuh semut asing ini dengan rahang mereka yang kuat dan mem-buatnya tak
berdaya dengan asam format, sitronelal, dan zat beracun lain yang mereka sekresikan.
Jika tamunya berasal dari spesies yang sama tetapi dari koloni lain, mereka juga dapat
memahaminya. Dalam hal ini, semut tamu diterima di dalam sarang. Akan tetapi, semut tamu ini
diberi makanan lebih sedikit sampai ia memperoleh bau koloni tersebut.

I.

KESIMPULAN
Berdasarkan analisis data dan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan:

1. Aktifitas yang dilakukan semut dalam alokasi waktu 30 menit adalah Berlari, Makan dan
komunikasi.
2. Prosentase terbesar aktifitas semut adalah pada saat komunikasi yaitu sebesar 80%.

LAMPIRAN DOKUMENTASI

SARANG

MAKAN

MAKAN

ALUR SEMUT

DAFTAR PUSTAKA

Harun yahya. 2004. Keajaiban Pada Semut. Jakarta. PT Gramedia.


http://tekno.liputan6.com/berita/200911/250535/Demi.Kawan.Semut.Rela..Nyawa

diakses

pada

tanggal 14 mei 2011 jam 17.00 WIB.


http://www7.nationalgeographic.com/ngm/0708/feature5/did_you_know.html. diakses
15 mei 2011 pada jam 08.35 WIB.
Purnomo, M. R. A. (2002). Hibridasi Algoritma semut dengan Algoritma Pencarian
Lokal Pada Kasus Penjadwalan Flow Shop. Makalah pada Seminar Nasional
BKSTI III, Surakarta.

Diposkan oleh Sri Pujawati di 21.34


http://shreepoedja.blogspot.com/2013/01/perilaku-semut.html

pada tanggal