Anda di halaman 1dari 4

Stewart (1986) merumuskan empati sebagai

kemampuan untuk menempatkan diri di tempat


orang lain supaya bisa memahami dan mengerti
kebutuhan dan perasaannya. Empati menuntut
untuk masuk ke pandangan dunia klien dan untuk
melihat dengan mata mereka dan selanjutnya to
walk in their shoe.
Rogers, empati berarti memasukkan dunia orang lain
beserta perasaan-perasaannya ke dalam diri sendiri
tanpa terhanyut oleh pikiran dan perasaan klien
(Hackney, 1978).
Menurut Sutardi (2007), pengertian empati dapat
dianggap kelanjutan dari toleransi. Empati dapat
dimaknai sebagai kemampuan untuk merasakan
apa yang dirasakan orang lain oleh seorang individu
atau suatu kelompok masyarakat.

Motivasi adalah suatu perubahan energi


dalam diri (pribadi) seseorang yang
ditandai dengan timbulnya perasaan dan
reaksi untuk mencapai tujuan. (Mr. Donald :
1950).
Motivasi adalah kekuatan tersembunyi di
dalam diri kita yang mendorong kita untuk
berkelakuan dan bertindak dengan cara
yang khas (Davies, Ivor K : 1986)
Motivasi adalah usaha usaha untuk
menyediakan kondisi kondisi sehingga
seseorang itu mau melakukan sesuatu (Prof.
Drs. Nasution : 1995)

K. Andeerson, komunikasi Persuasif didefinisikan


sebagai perilaku komunikasi yang mempunyai tujuan
mengubah keyakinan, sikap atau perilaku individu
atau kelompok lain melalui transmisi beberapa
pesan.
R. Bostrom bahwa komunikasi persuasif adalah
perilaku komunikasi yang bertujuan mengubah,
memodifikasi atau membentuk respon (sikap atau
perilaku) dari penerima.
Burgon & Huffner (2002) definisi komunikasi persuasif
sebagai berikut;
Proses komunikasi yang bertujuan mempengaruhi
pemikiran dan pendapat orang lain agar
menyesuaikan pendapat dan keinginan komunikator