Anda di halaman 1dari 24

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia

Penentuan pH dan Ka

KATA PENGANTAR

Puji sukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan
hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan penulisan LAPORAN AKHIR
PRAKTIKUM DASAR PROSES KIMIA PENENTUAN pH dan Ka ini dengan
baik.Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah
turut membantu penulisan laporan akhir ini.
Kami menyadari laporan akhir ini tidak luput dari kekurangan.Oleh karena
itu, kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak
untuk perbaikan laporan akhir ini.

Samarinda, Januari 2014

Penulis

Laboratorium Kimia Dasar


Politeknik Negeri Samarinda

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Tujuan Percobaan


1.Untuk menentukan daerah perubahan warna Indikator.
2.Menentukan pH suatu larutan dengan menggunakan indikator universal.
3.Menentukan suatu asam yang diketahui pH dan konsentrasinya.
4.Untuk membandingkan harga pH suatu larutan dengan menggunakan
Indikator universal.

I.2 DASAR TEORI


Air merupakan pelarut yang sering digunakan. Hal ini dikarenakan
selain air bersifat basa (menerima proton), seperti persamaan :
H+ + H2O

H3O+

Air juga dapat bersifat Asam, yaitu memberi proton dengan persamaan :
H2O

H+ + OH-

Sehingga air dikatakan bersifat asam dan basa (atmosfer), sedangkan


kesetimbangan untuk ionisasi air adalah :
Ka = [H+] [OH-]
[H2O]
Ka (H2O) memiliki harga yang tetap, pada suhu tetap dan dikenal sebagai terapan
air atau Kw = [H+] [OH-].

Laboratorium Kimia Dasar


Politeknik Negeri Samarinda

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

Perbandingan molekul air yang terionisasi seperti pada persamaan :


Ka = [H+] [OH-]
[H]
Sangat kecil, sehingga konsentrasi air dikatakan konstan, maka diperoleh
persamaan :
Ka . H2O = [H+] [OH-]
Untuk mengukur penentuan pH dapat dilakukan dengan berbagai
cara, yaitu dengan menggunakan alat pH meter dan kertas Indikator Universal.
Namun yang digunakan adalah kertas Indikator Universal.
1.2.1

Penentuan pH dan Ka Suatu Larutan


pH adalah istilah yang sering digunakan untuk mengukur derajat

keasaman suatu larutan. pH juga dapat diartikan exponen miqroben. Besarnya pH


dirumuskan logaritma dari konsentrasi [H+]dengan tanda (-).
Rumus pH = - log [H+]
Ka adalah harga yang diberikan untuk tetapan kesetimbangan asam dan
merupakan ukuran kekuatan asam. Untuk asam kuat harga Ka antara 10 3 sampai
dengan 10 -2 , sedangkan asam lemah memiliki harga Ka lebih kecil (103 .....dst).
Dari reaksi ionisasi asam lemah CH3COOH
rumusnya :

CH3COO

+ H+ sehingga

Ka = [CH3COO-] [H+]
[CH3COOH]

Ketentuan pH antara lain :


Larutan bersifat Netral, apabila memiliki pH = 7
Larutan bersifat Asam, apabila pH < 7
Larutan bersifat Basa, apabila pH > 7
1.2.2 Asam
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

Asam (yang sering diwakili dengan rumus HA) secara umum merupakan
senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan
pH lebih kecil dari 7. Terdapat definisi yang umum diterima dalam kimia :
Arhenius
Menurut definisi ini, asam adalah zat yang mengikat konsentrasi ion
hydronium (H3O+), ketika dilarutkan dalam air.
Brownsted Lowry
Menurut definisi ini, asam adalah pemberi proton kepala basa. Asam dan
basa bersangkutan sebagai pasangan asam basa konjugat.
Lewis
Menurut definisi ini, asam adalah penerima pasangan elektron dari basa.
Definisi ini dapat mencakup asam yang tudak mengandung hydrogen atau
proton yang dapat dipindahkan.
Dalam definisi modern, asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton
(ion H+) kepada zat lain (yang disebut basa), atau dapat menrima pasangan
elektron bebas dari suatu basa.
1. Asam Kuat
Asam kuat adalah asam yang dapat terionisasi 100 % dalam
air. Asam kuat memiliki derajat Ionisasi 1. Contoh asam kuat :
HCl, HBr, H2SO4, HClO4.
2. Asam Lemah
Asam lemah adalah asam yang tidak dapat terionisasi
dengan sempurna sebagian besar asam organik adalah asam lemah.
Contoh asam lemah: CH3COOH, H2S, H2CO3, H2SO3, dan H3PO4.

1.2.3 Basa
Basa adalah senyawa kimia yang menyerap ion hydronium ketika
dilarutkan dalam air. Basa memiliki pH lebih dari 7.
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

Sifat - sifat basa yaitu :

Kaustik
Rasanya Pahit
Licin seperti sabun
Nilai pH lebih dari 7
Mengubah warna lakmus merah menjadi biru
Dapat menghantar arus listri

1. Basa kuat
Basa kuat adalah basa yang dapat terionisasi 100 % dalam air. Contohnya
basa kuat : NaOH, Ca(OH), Sr(OH), KOH dan LiOH.
2. Basa lemah
Basa lemah adalah basa yang tidak dapat terionisasi dengan sempurna.
Contohnya basa lemah : Mg(OH)2 dan Al(OH).

1.2.4 Indikator Asam Basa


Hal-hal yang dapat menyebabkan Indikator asam basa mengubah warna
bila pH lingkungan antara lain :
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

Indikator asam basa asam Organik lemah atau basa Organik


Molekul molekul Indikator tersebut mempunyai warna yang berbeda
dengan ion-ionnya
Letakkan trayek pH dan pH tinggi atau pH rendah ditengah-tengah
tergantung dari besar kecilnya Ka dan Kb Indikator yang bersangkutan
Terjadinya trayek merupakan akibat kesetimbangan dan karena
kemampuan mata untuk membedakan campuran warna-warni terbatas.
Tabel 1 pembagian pH larutan dan perbandingan bentuk warna suatu Indikator
(Ka = 10-5)
pH larutan

Perbandingan

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

[HIn] [In-]
10000 : 1
1000 : 1
100 : 1
10 : 1
1:1
1 : 10
1 : 100
1 : 1000

Warna
Merah
Merah
Merah
Merah
Orange
Kuning
Kuning
Kuning

1.2.5 Larutan Indikator


Larutan Indikator adalah larutan kimia yang akan berubah warna dalam
lingkungan tertentu.
Identifikasi larutan dapat menggunakan enam jenis Indikator, yaitu
larutan Fenoftalein, Metil Merah, Timol Biru, Bromo Kresol Hijau, dan Bromo
Fenol Biru.
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

Tabel 2 trayek pH dan daerah perubahan warna


Indikator
Timol Biru
Metil Merah
Metil Orange
Bromo Kresol Hijau
Bromo fenol Biru
Fenoftalein

Warna
Asam
Merah
Merah
Merah
Kuning
Kuning
Tidak berwarna

Basa
Kuning
Kuning
Kuning
Biru
Biru
Merah Muda

pH Trayek
1,2 2,8
3,1 4,4
4,2 6,2
3,8 5,4
3,0 4,6
8,0 9,6

1.2.6 Indikator Universal


Indikator Universal adalah Indikator yang mempunyai standar berbeda
untuk setiap nilai pH 1 14. Fungsi Indikator Universal adalah untuk memeriksa
derajat keasaman (pH) suatu secara akurat.

1.2.7 Larutan Penyangga

Laboratorium Kimia Dasar


Politeknik Negeri Samarinda

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

Larutan penyangga atau larutan buffer merupakan suatu larutan yang


dapat mempertahankan nilai pH tertentu.
Secara umum, larutan penyangga digambarkan sebagai campuran yang terdiri dari
:
Asam lemah (HA) dan basa konjugasinya (ion A-). Campuran ini
menghasilkan larutan bersifat asam.
Basa lemah (B) dan basa konjugasinya (BH+), campuran ini menghasilkan
larutan bersifat basa.

BAB II
METODOLOGI
II.1 ALAT DAN BAHAN
II.1.1 Alat yang digunakan

Tabung reaksi

Laboratorium Kimia Dasar


Politeknik Negeri Samarinda

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

Rak tabung
Gelas kimia 100 ml
Gelas kimia 250 ml
Gelas kimia 500ml
Pipet tetes
Pipet ukur 10 ml
Pipet volume 25 ml
Labu ukur 100 ml
Bulp

II.1.2 Bahan yang digunakan


Larutan buffer pH 4, 5, 6, 7, 8, dan 9
Indikator PP, Metil Metil Orange, Bromo Kresol Hijau, Bromo Fenol Biru,

dan Timol Biru


CH3COOH 0,1 N
HCl 0,1 N
CH3COONa 0,1 N
Air ledeng
Indikator Universal
NH4Cl 0,1 N

II.2 PROSEDUR PERCOBAAN


Pengamatan dareah perubahan warna Indikator Asam Bas Basa
Siapakan 36 buah tabung reaksi yang bersih beserta rak

tabung reaksi
Memasukan ke dalam 6 buah tabung reaksi kecil masing
masing 2 ml larutan buffer pH 4, 5, 6, 7, 8, dan 9

(membubuhi label pada setiap tabung agar tidak tertukar)


Kedalam tabung tabung reaksi yang berisi larutan buffer
tambahkan 2 tetes Indikator PP ke dalam setiap tabung
reaksi yang berisi larutan buffer, amati dan mencatat

perubahan warna yang terjadi pada larutan buffer


Tentukan daerah perubahan warna Indikator PP

Laboratorium Kimia Dasar


Politeknik Negeri Samarinda

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

Lakukan cara diatas (ppoint 2-4) dimana Indikator PP


diganti dengan Metil Merah, Metil Orange, Bromo Kresol

Hijau, Bromo Fenol Biru, dan Timol Biru


Simpan tabung reaksi yang berisi larutan buffer yang telah
ditambahkan Indikator sebagai bahan rujukan untuk
pengamatan selanjutnya.

Mengukur pH larutan dengan Indikator Universal


Memasukan 2 ml larutan cuplikan (air ledeng, larutan
NH4Cl0,1 N, larutan CH3COONa 0,1 N) kedalam tabung
reaksi kecil dan tambahkan 2 tetes Indikator Timol Biru,

amati dan catat perubahan warna yang terjadi


Lakukan pengerjaan diatas dengan menggunakan indikator
lainnya (PP,Metil Merah, Metil Orange, Bromo kresol

Hijau, bromo Fenol Biru)


Dari warna yang ditunjukkan oleh Indikator, perkiraan pH
cuplikan

sampai

satuan

pH

terdekat

dengan

membandingkan terhadap warna larutan yang ditunjukkan

oleh buffer yang telah ditambahkan Indikator


Lakukan pengukuran pH dengan menggunakan Indikator
Universal. Catat harga pH cuplikan menurut pengamatan
pada Indikator tersebut

Menentukan pH dan Ka suatu asam


Masukkan 5 ml larutan HCl 0,1 N kedalam gelas kimia 50

atau 100 ml
Ukur dan memcatat pH larutan tersebut dengan menggukan

Indikator Universal
Hitung tetapan keseimbangan (Ka)
Bandingkan hasil pengukuran pH

larutan

dengan

menggunakan Indikator Universal dan pH meter


Melakukan cara yang sama (point 1-4)

dengan

mengencerkan larutan HCl 0,1 N sepuluh kali dari semula.


Dengan cara memipet ddengan teliti 10 ml larutan HCl 0,1
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

10

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

N dan memasukannya kedalam labu ukur 100 ml, lalu


menambahkan aquadest sampai tanda batas
II.4 DIAGRAM ALIR
Pengamatan daerah perubahan warna Indikator Asam Basa
Menyiapkan 36 buah tabung reaksi kecil yang bersih beserta rak tabung reaksi

Memasukkan kedalam 7 buah tabung reaksi kecil masing-masing 2 ml larutan


buffer pH 4, 5, 6, 7, 8, dan 9 (bubuhi tabung dengan kertas label pada setiap
tabung agar tidak tertukar )

Menambahkan 2 tetes Indikator PP kedalam setiap reaksi yang berisi buffer,


catat perubahan warna yang terjadi

Menentukan daerah perubahan warna Indikator PP

Melakukan cara diatas (point 2-4) dimana Indikator PP diganti dengan Indikator
yang lain (MM, MO, BKH, BFB, dan TB)

Menyimpan tabung reaksi yang berisi larutan buffer yang telah ditambahkan
Indikator, sebagai bahan rujukan untuk pengamatan selanjutnya

Mengukur pH larutan dengan Indikator Universal


Memasukan 2 ml larutan cuplikan (air ledeng, larutan NH4Cl 0,1 N larutan
CH3COONa 0,1 N) kedalam tabung reaksi dan tambahkan 2 tetes Indikator
Laboratorium
Kimiadan
Dasar
Timol Biru, amati
catat perubahan warna yang terjadi
Politeknik Negeri Samarinda

11

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

Melakukan pengerjaan diatas dengan menggunakan Indikator lainnya (PP, MM,


MO, TB, BKH, dan BFB)

Memperkirakan pH cuplikan sampai satuan pH terdekat dengan


membandingkan terhadap warna larutan yang ditunjukkan buffer yang telah
ditambahkan Indikator

Melakukan pengukuran pH dengan menggunakan Indikator Universal. Lalu


mencatat harga cuplikan menurut pengamatan pada kertas Indikator tersebut

Membandingkan data harga pH dengan kedua metode diatas dengan pengamatan


warna setelah penambahan Indikator Universal
Menentukan pH dan Ka suatu Asam
Memasukkan 25 ml larutan HCl 0,1 N kedalam gelas kimia 50 ml

Mengukur dan mencatat pH larutan dengan menggunakan indikator universal

Menghitung tetapan kesetimbangan (Ka)

Membandingkan hasil pengukuran pH larutan dengan menggunakan Indikator


Universal dan pH meter
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

12

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

Melakukan cara yang sama (point 1-4) dengan mengencerkan larutan HCl 0,1 N
sepuluh kali dari semula. Dengan cara memipet dengan teliti 10 ml larutan HCl 0,1
BAB III
N dan memasukannya kedalam labu ukur 100 ml, lalu menambahkan aquadest
sampai tanda batas ukur

HASIL DAN PEMBAHASAN

III.1 DATA PENGAMATAN


Tabel III.1.1 Daerah Perubahan Warna Indikator
Perubahan Warna
No

Indikator

1.

Fenoftalein (PP)

pH 4

pH 5

pH 7

pH 9

Tidak

Tidak

Tidak

Merah muda

Berwarna

Berwarna

Berwarna

2.

Metil Merah

Merah

Merah Muda

Kuning Muda

Kuning

3.

Metil Orange

Orange Pekat

Orange Muda

Orange

Orange

4.

Timol Biru

Kuning

Kuning

Kuning

Abu-abu

5.

Bromo Fenol Biru

Ungu Muda

Ungu

Ungu

Ungu

6.

Bromo Kresol Hijau

Hijau Lumut

Biru

Biru Tua

Biru

Tabel III.1.2 Penentuan pH larutan


Sampel

Air Ledeng

Perubahan Warna
Buffer

Warna

pH

Fenolftalein

Bening

Laboratorium Kimia Dasar


Politeknik Negeri Samarinda

Indikator
Universal
6
13

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

CH3COONa

NH4Cl

Metil Orange

Orange

Metil Merah

Kuning

Timol Biru

Kuning

Bromo Fenol Biru

Ungu

Bromo Kresol Hijau

Biru

Fenolftalein

Bening

Metil Orange

Kuning

Metil Merah

Orange

Timol Biru

Kuning

Bromo Fenol Biru

Ungu

Bromo Kresol Hijau

Biru

Fenolftalein

Bening

Metil Orange

Orange

Metil Merah

Orange

Timol Biru

Kuning

Bromo Fenol Biru

Ungu

Bromo Kresol Hijau

Biru

III.2 HASIL PERHITUNGAN


No
1.
2.
3.
4.

Larutan
HCl
HCl
HCl
HCl

Konsentrasi (N)
0,1
0,01
0,001
0,0001

pH
1
2
4
5

Ka
1 x 10-1
1 x 10-2
1 x 10-4
1 x 10-5

III.3 PEMBAHASAN
pH adalah istilah yang sering digunakan untuk mengukur derajat keasaman
suatu larutan.pH dinyatakan sebagai ukuran konsentrasi ion hidrogen atau [H+]
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

14

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

dalam larutan.Sedangkan Ka merupakan harga yang diberikan untuk tetapan


keseimbangan asam dan merupakan ukuran kekuatan asam.
Kekuatan asam dapat dipengaruhi oleh banyaknya ion [H +] yang dihasilkan
oleh senyawa asam dalam larutannya.Berdasarkan banyak sedikitnya ion [H +]
yang dihasilkan larutan asam dibedakan menjadi dua yaitu :
Asam kuat adalah asam yang terionisasi sempurna dalam air.
Asam lemah adalah asam yang tidak terionisasi sempurna dalam air.
Suatu larutan dapat ditentukan pH-nya dengan menggunakan pH meter
atau kertas indikator universal.Dalam percobaan yang digunakan adalah kertas
indikator universal.Indikator universal adalah indikator yang mempunyai stangar
berbeda untuk setiap nilai pH 1 - 14.Satu lembar indikator universal terdiri dari
empat warna, setiap warna yang terdapat pada indikator universal menunjukkan
pH larutan.
Indikator asam basa merupakan perubahan warna yang berbeda dalam
larutan asam dan larutan basa.Batas-batas pH ketika indikator mengalami
perubahan warna disebut trayek perubahan warna.
Warna

Indikator
Timol Biru
Metil Merah
Metil Orange
Bromo Kresol Hijau
Bromo fenol Biru
Fenoftalein

Asam
Merah
Merah
Merah
Kuning
Kuning
Tidak berwarna

Laboratorium Kimia Dasar


Politeknik Negeri Samarinda

Basa
Kuning
Kuning
Kuning
Biru
Biru
Merah Muda

pH Trayek
1,2 2,8
3,1 4,4
4,2 6,2
3,8 5,4
3,0 4,6
8,0 9,6

15

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

Berdasarkan penentuan pH dengan membandingkan warna larutan yang


ditunjukkan oleh buffer yang telah ditambahkan indikator.Nilai pH diperkirakan
dengan melihat trayek perubahan warna yang terjadi.Dalam hal ini harga pH yang
dihasilkan tidak akurat karena perlu ketelitian yang cukup tinggi dalam
mencocokkan warna yang hampir semuanya mendekati.Sedangkan pengukuran
pH dengan menggunakan kertas indikator universal, nilai pH yang diperoleh lebih
tepat dan akurat karena warna yang sesuai dengan kemasan kertas indikator
universal yang menunjukkan harga pH 0 - 14 pada kedua sisinya.
Dalam percobaan yang dilakukan, diperoleh pH cuplikan untuk
sampel NH4Cl dan CH3COONa memiliki perbedaan, meskipun kensentrasi yang
dimiliki oleh kedua sampel sama.Hal ini menunjukkan bahwa konsentrasi ion [H +]
dalam NH4Cl 0,1 N adalah 10-5 sedangkan CH3COONa 0,1 adalah 10-8.
Untuk harga Ka HCl dengan konsentrasi yang berbeda nilai pH yang
diperoleh berbeda pula.Semakin besar konsentrasi suatu zat, maka nilai pH-nya
akan semakin kecil.Hal ini menunjukkan derajat keasamannya semakin
tinggi.Selain itu, pengenceran menyebabkan nilai pH bertambah karena
konsentrasi ion [H+] menjadi lebih sedikit.Dengan demikian, walaupun larutan
yang digunakan sama, nilai Ka yang diperoleh dapat berbeda.

Laboratorium Kimia Dasar


Politeknik Negeri Samarinda

16

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

BAB IV
PENUTUP

IV.1 KESIMPULAN
Dari hasil percobaan diperoleh :
pH Air Ledeng
pH NH4Cl
pH CH3COONa

: 6 sampai 7
:6
:7

pH dapat diukur menggunakan Indikator Universal, pH dapat diukur


pula menggunakan larutan buffer yang telah ditetesi Indikator Asam
Basa.
Harga Ka HCL 0,1 N adalah 1 x 10-1, harga Ka HCl 0,01 N adalah 1 x
10-2 , dan harga Ka HCl 0,001 N adalah 1 x 10-4 serta harga Ka HCl
0,0001 N adalah 1 x 10-5.
IV.2 SARAN
Lebih teliti saat menentukan daerah perubahan warna suatu indikator dan
menentukan pH suatu larutan dengan menggunakan indikator universal.

DAFTAR PUSTAKA

Laboratorium Kimia Dasar


Politeknik Negeri Samarinda

17

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

Day, R, A, dan Underwood, A., 2002, Analis Kimia Kuantitatif Edisi Keenam.
Jakarta : Erlangga.
Fahrani, 2009, Lapaoran pH dan Larutan buffer
http://www.google.co.id,30november2011
Moore, John T. Kimia for Dummies, 2007. Jakarta : Pakar Raya
Purba, M, 2007Kimia Untuk SMA XI. Jakarta : Erlangga

Laboratorium Kimia Dasar


Politeknik Negeri Samarinda

18

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

Perhitungan
A. Perhitungan Pengenceran
1.V1 N1

= V2 N2

100 x 0,01 = V2 X 0,1


V2 = 10 ml
2.V1 N1

= V2 N2

Laboratorium Kimia Dasar


Politeknik Negeri Samarinda

19

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

100 x 0,001 = V2 x 0,01


V2 = 10 ml
3.V1 N1

= V2 N2

100 x 0,0001 = V2 x 0,001


V2 = 10 ml

B. Perhitungan Ka
1. HCl 0,1 N (pH = 1)
pH = - log [H+]
[H+] = 10-1
Ka = [H+] [Cl-]
[HCl]
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

20

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

= [0,1] [0,1]
[0,1]
= 1 x 10-1
2. HCl 0,01 N (pH = 2)
pH = - log [H+]
[H+] = 10-2
Ka = [H+] [Cl-]
[HCl]
= [0,01] [0,01]
[0,01]
= 1 x 10-2

3.HCl 0,001 N (pH = 4)


pH = - log [H+]
[H+] = 10-4
Ka = [H+] [Cl-]
[HCl]
= [0,0001] [0,0001]
[0,0001]
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

21

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

= 1 x 10-4
4.HCl 0,0001 N (pH = 5)
pH = - log [H+]
[H+] = 10-5
Ka = [H+] [Cl-]
[HCl]
= [0,00001] [0,00001]
[0,00001]
= 1 x 10-5

GAMBAR ALAT

Laboratorium Kimia Dasar


Politeknik Negeri Samarinda

22

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

Tabung Reaksi
Kimia

Laboratorium Kimia Dasar


Politeknik Negeri Samarinda

Rak Tabung

Gelas

23

Laporan Praktikum Dasar Proses Kimia


Penentuan pH dan Ka

Pipet Volume

Pipet Ukur

Pipet

Tetes

Labu Ukur

Laboratorium Kimia Dasar


Politeknik Negeri Samarinda

Bulp

24