Anda di halaman 1dari 15

PERBANYAKAN TANAMAN

Stek merupakan cara perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan dengan menggunakan
sebagian batang, akar, atau daun tanaman untuk ditumbuhkan menjadi tanaman baru.
Sebagai alternarif perbanyakan vegetatif buatan, stek lebih ekonomis, lebih mudah, tidak
memerlukan keterampilan khusus dan cepat dibandingkan dengan cara perbanyakan
vegetatif buatan lainnya. Cara perbanyakan dengan metode stek akan kurang
menguntungkan jika bertemu dengan kondisi tanaman yang sukar berakar, akar yang baru
terbentuk tidak tahan stress lingkungan dan adanya sifat plagiotrop tanaman yang masih
bertahan.
Grafting/penyambungan adalah seni menyambungkan 2 jaringan tanaman hidup
sedemikian rupa sehingga keduanya bergabung dan tumbuh serta berkembang sebagai
satu tanaman gabungan. Teknik apapun yang memenuhi kriteria ini dapat digolongkan
sebagai metode grafting. Sedangkan budding adalah salah satu bentuk dari grafting,
dengan ukuran batang atas tereduksi menjadi hanya terdiri atas satu mata tunas
(Hartmann et al, 1997).
Cangkok merupakan salah satu cara pembiakan vegetatif buatan yang bertujuan untuk
mendapatkan tanaman yang memiliki sifat yang sama dengan induknya dan cepat
menghasilkan. Menurut Rochiman dan Harjadi (1973), hal yang perlu diperhatikan dalam
melakukan pencangkokan tanaman adalah : (1) waktu mencangkok, sebaiknya pada
musim hujan karena tidak perlu melakukan penyiraman berulang-ulang, (2) Memilih
batang cangkok, pohon induk yang digunakan adalah yang umurnya tidak terlalu tua atau
terlalu muda, kuat, sehat dan subur serta banyak dan baik buahnya, (3) Pemeliharaan

cangkokan, pemeliharaan sudah dianggap cukup bila media cangkokan cukup lembab
sepanjang waktu.
1. Stek
Stek merupakan potongan organ vegetatif (akar, batang, daun, dll) tanaman yang
digunakan untuk perbanyakan tanaman, dengan maksud agar bagian tersebut membentuk
akar. Stek yang dapat digunakan untuk tanaman sirih merah ini adalah dengan cara stek
batang.
Alasan mengapa perbanyakan melalui stek batang adalah karena stek merupakan cara
yang sederhana, murah dan cepat. Jumlah bibit yang dihasilkan dari satu tanaman induk
lebih banyak. Seluruh bibit yang dihasilkan memiliki sifat genetis yang sama dengan
tanaman indukknya.
Tahap-tahap pembibitan tanaman sirih merah dengan cara stek dapat dilakukan sebagai
berikut:
a. Pilih tanaman induk yang sehat dan memiliki batang kokoh sebesar tusuk sate bambu
atau lebih baik bisa lebih besar. Lebar daun sedang atau bisa lebih dan tebal. Berdasarkan
pengalaman penulis, bahan stek dengan batang dan ukuran daun kecil, maka akan
menghasilkan bibit yang berukuran kecil pula dan cenderung tanaman kurang mampu
berkembang dengan baik.
b. Potong batang tersebut menjadi satu atau dua ruas dengan syarat masing-masing ruas
masih memiliki daun. Jika bahan stek yang digunakan 2 ruas, minimal salah satu ruasnya
memiliki daun tetapi lebih baik kedua ruas berdaun. Bahan stek dengan ruas tanpa daun,
prosentase tumbuh sangat kecil, atau bahkan tidak dapat tumbuh sama sekali. Karena
proses fotosintesis yang terjadi tidak sempurna, sehingga menghambat pertumbuhan dan
perkembangan bibit stek.
c. Rendam bahan stek tersebut ke dalam air bersih selama 15 30 menit. Untuk hasil
yang lebih baik dan mengurangi resiko kegagalan pertumbuhan bibit stek, air rendaman
dapat ditambah vitamin B1 yang khusus untuk tanaman atau yang biasa dijual di apotik

dalam bentuk tablet. 1 ml vitamin B1 dilarutkan dalam 1 liter air bersih. Atau 1 tablet /1
liter air. Rendam bahan stek tersebut selama 30 menit atau lebih. Vitamin B1
mengandung tiamin yang berfungsi untuk mempercepat pembelahan sel pada meristem
akar.
Berdasarkan uji coba dan pengalaman penulis, bahan stek yang direndam dalam larutan
vitamin B1 selama 24 jam dengan 1 ruas diperoleh tingkat keberhasilan 90%. Selain itu
pertumbuhan tunas dan akar lebih cepat bila dibandingkan dengan yang tidak direndam
dengan vitamin B1.
Bahan stek dapat juga direndam dalam larutan zat pengatur tumbuh (ZPT) terlebih dahulu
seperti Rootone F atau Atonik. Cara menggunakan Rootone F adalah olesi pangkal stek
dengan ZPT tersebut yang telah dibuat pasta agak encer, karena Rootone F berbentuk
serbuk. Kemudian diangin-anginkan sebentar. Bila menggunakan ZPT Atonik, caranya
adalah larutkan Atonik sebanyak 1 ml dalam 1 liter air bersih, kemudian rendam bahan
stek tersebut selama 15 menit. Setelah itu angkat dan diangin-anginkan sebentar, baru
ditanam. Tujuan perlakuan ZPT adalah untuk merangsang pembentukan akar sehingga
mempercepat pertumbuhan tunas stek.
d. Siapkan tempat penyemaian berupa pot bibit berdiameter 10 cm atau polybag yang
sudah dilubangi bagian bawah dan samping. Kemudian diisi campuran media semai
berupa hasil ayakan pakis (berupa serbuk menyerupai tanah), pasir,arang sekam,pupuk
organik dengan perbandingan 4:2:2:1. Selain media diatas dapat juga menggunakan
campuran humus daun bambu, arang sekam, pasir, pupuk organik dengan perbandingan
4:4:2:1. Atau bisa juga dimodifikasi sendiri oleh pembibit. Untuk mencegah adanya hama
dalam media semai tersebut, sebaiknya ditabur Furadan 3G sebanyak satu ujung sendok
teh per polybag. Kemudian media disiram dengan air bersih hingga cukup basah.
Pada dasarnya, media semai yang digunakan untuk stek sirih merah ini harus memenuhi
syarat-syarat sebagai berikut:
1. Cukup kompak (firm and dense)
2. Mempunyai kapasitas pegang air (Watter holding capacity) yang baik/tinggi.

3. Mempunyai aerasi yang baik.


4. Bebas dari benih gulma, nematoda, jamur, bakteri patogenik dan musuh alami lainnya.
5. Menyediakan unsur hara esensial bagi tanaman.

e. Tanam bahan stek tadi pada media semai dengan tepat dan benar. Perhatikan letak mata
tunas pada ketiak daun menghadap keatas dan jangan sampai terbalik. Usahakan buku
(letak daun, mata tunas dan akar serabut) tertutup media sedalam 0,5 cm 1 cm dari
permukaan media. Hal ini disebabkan jika terlalu dalam, maka mata tunas dan akar cepat
membusuk. Setelah ditanam, siram kembali dengan air bersih agar stek tidak layu.
Letakkan bibit stek tersebut di tempat yang teduh dan sejuk, jangan terkena sinar
matahari langsung.
f. Pemeliharaan bibit stek. Penyiraman dapat dilakukan 2 kali sehari pada musim
kemarau. Pada musim hujan cukup 1 kali sehari atau sesuai kondisi, jika media terlalu
basah tidak perlu disiram. Untuk memperkuat pertumbuhan bibit, dapat disiram dengan
larutan vitamin B1 seminggu sekali. Kurang lebih pada umur 2 minggu, tunas akan
muncul kepermukaan media. Pada umur 4 minggu memiliki daun 2 sampai 3 lembar
berasal dari tunas baru (daun asal bahan stek tidak dihitung), dan akar tanaman dari
pangkal batang sudah panjang memenuhi bagian dasar polybag / pot. Bibit siap untuk
dipindah tanam ke pot yang berukuran lebih besar atau langsung ke tanah.
1. Stek
Stek merupakan potongan organ vegetatif (akar, batang, daun, dll) tanaman yang
digunakan untuk perbanyakan tanaman, dengan maksud agar bagian tersebut membentuk
akar. Stek yang dapat digunakan untuk tanaman sirih merah ini adalah dengan cara stek
batang.
Alasan mengapa perbanyakan melalui stek batang adalah karena stek merupakan cara
yang sederhana, murah dan cepat. Jumlah bibit yang dihasilkan dari satu tanaman induk
lebih banyak. Seluruh bibit yang dihasilkan memiliki sifat genetis yang sama dengan
tanaman indukknya.

Tahap-tahap pembibitan tanaman sirih merah dengan cara stek dapat dilakukan sebagai
berikut:
a. Pilih tanaman induk yang sehat dan memiliki batang kokoh sebesar tusuk sate bambu
atau lebih baik bisa lebih besar. Lebar daun sedang atau bisa lebih dan tebal. Berdasarkan
pengalaman penulis, bahan stek dengan batang dan ukuran daun kecil, maka akan
menghasilkan bibit yang berukuran kecil pula dan cenderung tanaman kurang mampu
berkembang dengan baik.
b. Potong batang tersebut menjadi satu atau dua ruas dengan syarat masing-masing ruas
masih memiliki daun. Jika bahan stek yang digunakan 2 ruas, minimal salah satu ruasnya
memiliki daun tetapi lebih baik kedua ruas berdaun. Bahan stek dengan ruas tanpa daun,
prosentase tumbuh sangat kecil, atau bahkan tidak dapat tumbuh sama sekali. Karena
proses fotosintesis yang terjadi tidak sempurna, sehingga menghambat pertumbuhan dan
perkembangan bibit stek.
c. Rendam bahan stek tersebut ke dalam air bersih selama 15 30 menit. Untuk hasil
yang lebih baik dan mengurangi resiko kegagalan pertumbuhan bibit stek, air rendaman
dapat ditambah vitamin B1 yang khusus untuk tanaman atau yang biasa dijual di apotik
dalam bentuk tablet. 1 ml vitamin B1 dilarutkan dalam 1 liter air bersih. Atau 1 tablet /1
liter air. Rendam bahan stek tersebut selama 30 menit atau lebih. Vitamin B1
mengandung tiamin yang berfungsi untuk mempercepat pembelahan sel pada meristem
akar.
Berdasarkan uji coba dan pengalaman penulis, bahan stek yang direndam dalam larutan
vitamin B1 selama 24 jam dengan 1 ruas diperoleh tingkat keberhasilan 90%. Selain itu
pertumbuhan tunas dan akar lebih cepat bila dibandingkan dengan yang tidak direndam
dengan vitamin B1.
Bahan stek dapat juga direndam dalam larutan zat pengatur tumbuh (ZPT) terlebih dahulu
seperti Rootone F atau Atonik. Cara menggunakan Rootone F adalah olesi pangkal stek
dengan ZPT tersebut yang telah dibuat pasta agak encer, karena Rootone F berbentuk
serbuk. Kemudian diangin-anginkan sebentar. Bila menggunakan ZPT Atonik, caranya

adalah larutkan Atonik sebanyak 1 ml dalam 1 liter air bersih, kemudian rendam bahan
stek tersebut selama 15 menit. Setelah itu angkat dan diangin-anginkan sebentar, baru
ditanam. Tujuan perlakuan ZPT adalah untuk merangsang pembentukan akar sehingga
mempercepat pertumbuhan tunas stek.
d. Siapkan tempat penyemaian berupa pot bibit berdiameter 10 cm atau polybag yang
sudah dilubangi bagian bawah dan samping. Kemudian diisi campuran media semai
berupa hasil ayakan pakis (berupa serbuk menyerupai tanah), pasir,arang sekam,pupuk
organik dengan perbandingan 4:2:2:1. Selain media diatas dapat juga menggunakan
campuran humus daun bambu, arang sekam, pasir, pupuk organik dengan perbandingan
4:4:2:1. Atau bisa juga dimodifikasi sendiri oleh pembibit. Untuk mencegah adanya hama
dalam media semai tersebut, sebaiknya ditabur Furadan 3G sebanyak satu ujung sendok
teh per polybag. Kemudian media disiram dengan air bersih hingga cukup basah.
Pada dasarnya, media semai yang digunakan untuk stek sirih merah ini harus memenuhi
syarat-syarat sebagai berikut:
1. Cukup kompak (firm and dense)
2. Mempunyai kapasitas pegang air (Watter holding capacity) yang baik/tinggi.
3. Mempunyai aerasi yang baik.
4. Bebas dari benih gulma, nematoda, jamur, bakteri patogenik dan musuh alami lainnya.
5. Menyediakan unsur hara esensial bagi tanaman.

e. Tanam bahan stek tadi pada media semai dengan tepat dan benar. Perhatikan letak mata
tunas pada ketiak daun menghadap keatas dan jangan sampai terbalik. Usahakan buku
(letak daun, mata tunas dan akar serabut) tertutup media sedalam 0,5 cm 1 cm dari
permukaan media. Hal ini disebabkan jika terlalu dalam, maka mata tunas dan akar cepat
membusuk. Setelah ditanam, siram kembali dengan air bersih agar stek tidak layu.
Letakkan bibit stek tersebut di tempat yang teduh dan sejuk, jangan terkena sinar
matahari langsung.

f. Pemeliharaan bibit stek. Penyiraman dapat dilakukan 2 kali sehari pada musim
kemarau. Pada musim hujan cukup 1 kali sehari atau sesuai kondisi, jika media terlalu
basah tidak perlu disiram. Untuk memperkuat pertumbuhan bibit, dapat disiram dengan
larutan vitamin B1 seminggu sekali. Kurang lebih pada umur 2 minggu, tunas akan
muncul kepermukaan media. Pada umur 4 minggu memiliki daun 2 sampai 3 lembar
berasal dari tunas baru (daun asal bahan stek tidak dihitung), dan akar tanaman dari
pangkal batang sudah panjang memenuhi bagian dasar polybag / pot. Bibit siap untuk
dipindah tanam ke pot yang berukuran lebih besar atau langsung ke tanah.

PENYAMBUNGAN/GRAFTING V

Grafting V adalah cara grafting yang paling aman, karena bidang perekatan antara batang
atas dan batang bawah cukup besar, dan kedua batang dengan mudah dapat menyatu dan
tidak mudah lepas. Tata cara pengerjaannya dalah sebagai berikut:
1. Persiapkan semua alat dan bahan untuk grafting
2. Entress atau batang atas, daunnya dibuang, disisakan pangkal tangkai daun sekitar
1 milimeter dari batang.
3. Potong batang bawah secara horisontal, lurus, dan usahakan pemotongan sekali
tebas langsung putus.
4. Buatlah sayatan berbentuk huruf V pada batang bawah dimulai dari tempat hasil
potongan horisontal.
5. Buat potongan huruf V terbalik untuk entrees atau batang atas, kemudian potong
bagian atasnya sehingga entress berukuran panjang 2-3 cm, dan terdapat beberapa
ruas.
6. Rekatkan batang atas pada batang bawah mengikuti alur huruf V. Pastikan bahwa
kedua potongan huruf V sebidang sehingga ketika direkatkan, tidak ada rongga.
7. Ikat bidang sambungan dengan plastik pengikat, dan ditutup dengan plastik
penutup.

OKULASI
Okulasi termasuk cara perbanyakan tanaman yang cukup populer. Pasti sudah banyak
yang tahu cara okulasi. Hanya saja okulasi tak bisa sembarangan dilakukan. Harus tahu
langkah-langkahnya. Pada dasarnya langkah2 Okulasi dapat di jelaskan sebagai berikut :

1. Batang bawah disayat, berukuran lebar 1 cm panjang 2 cm kemudian ditarik


kebawah hingga menyerupai lidah lalu baigain lidah dipotong separuhnya.
2. Mata tunas (entres) pada cabang disayat bersama sebagian kayunya dari arah
bawah keatas sepanjang 2 cm, kemudian bagian kayu dikelupas.
3. Mata tunas (entres) ditempelkan / disisipkan pada celah sayatan batang bawah
hingga benar-benar menyatu.
4. Pada bidang tempelan (okulasi) dibalut dengan plastik bersih mulai dari tempelan
bawah sampai keatas dan berakhir dibawah lagi.

5. Pada umur 4-6 minggu setelah penempelan pembalut plastic dapat dibuka untuk
mengetahui keberhasilannya.
6. Apabila mata tempel menyatu dan berwarna hijau segar berarti okulasi berhasil,
namun bila berwarna coklat sampai hitam dan kering berarti penempelan gagal.

MENCANGKOK BATANG
Di antara berbagai macam cara pengembangbiakan, cara ini yang agak sulit. Meski pada
tanaman berzat kayu dapat dilakukan dengan cara setek, cara cangkok pun sering
dilakukan, karena cangkok batang merupakan sistem pembiakan yang sempurna karena

tidak mengubah bentuk serta struktur tanaman.

Caranya:

1. Pilih batang yang bagus.


2. Dengan pisau tajam, buat dua keratan melingkari batang dengan jarak kurang
lebih 7-10 cm.
3. Sayat kulit batang dan kelupas kulitnya.
4. Bagian dalam kayu yang terbuka dibersihkan dari sisa-sisa kulit, untuk
menghindari pembusukan.
5. Siapkan kantong plastik sebagai pembungkus berisi tanah untuk membalut batang
yang terkelupas.
6. Ikat kedua ujungnya dengan kuat, agar tanah tidak keluar.
7. Beri tusukan beberapa lubang pada plastik pembungkus untuk sirkulasi udara.
8. Siramlah secara teratur sebaiknya dengan menyemprot.
9. Setelah kurang lebih 3-4 minggu, bila akar telah keluar, saat itu hasil cangkokan
sudah dapat dipotong dan dipindahkan.

Mencangkok
Mencangkok atau okulasi adalah teknik pengembang biakan tanaman yg sangat cocok
utk di tanam di dalam pot. Di samping karena qualitas buahnya terjaga sama spt induknya
juga nantinya pohon tumbuh tidak terlalu tinggi. Pohon yg dikembangbiakan dg teknik
cangkok tidak akan mempunyai akar tunggang.
Tanaman yg dapat dicangkok adalah tanaman buah berkayu keras atau berkambium.
Contoh : Mangga, jambu, jambu air, jeruk, dll.
Alat-alat yg diperlukan :
1. Pisau yg kuat dan tajam.
2. Serabut kelapa atau plastik kresek.

3. Tali atau karet ban dalam bekas.


4. paku panjang 10 cm.
5. Ember atau apa saja media lain utk menampung air.
6. kursi/tangga/stegger, jika cabang terlalu tinggi.
7. Campuran tanah subur : Pupuk kandang : serabuk gergaji perbandingan 1:1:1
Langkah-langkah mencangkok :
1. Pertama, pastikan bahwa induk semang tanaman adalah dari varietas unggul, agar
hasilnya nanti adalah bibit unggul juga.
2. Tentukan cabang yg lurus dan cukup besar agar nanti pohon cukup kuat utk mandiri.
Kira-kira sebesar pergelangan tangan anak atau berdiameter 3 cm.
3. Selanjutnya, kerat pangkal cabang menggunakan pisau. Kerat sekali lagi dari keratan
pertama berjarak sekitar satu kepalan tangan atau 5 cm.
4. Buang kulit antara keratan tadi.
5. Setelah kulit kayu bersih, kerok lendir/getah sampai bersih dan kayu tidak licin lagi.
6. Ambil serabut kelapa atau plastik secukupnya ikat bagian bawah dulu.
7. Bentuk sedemikian rupa sehingga membentuk penampung, isi dengan campuran tanah
yg sudah dipersiapkan. Isian harus cukup padat dengan cara ditekan-tekan.
8. Ikat bagian atas serabut atau plastik dan pastikan campuran tanah tertutup rapat.
9. Buat lubang-lubang utk pembuangan air berjarak 1 cm antar lubangnya (jika medianya
adalah plastik).
10. Siram air sampai air menetes dari cangkokan.
Tunggulah sekitar 4-6 minggu sebelum cangkokan siap dipisahkan dari induknya. Ingat
selalu utk menyirami cangkokan setiap pagi dan sore hari. Utk memastikan bahwa

tanaman yg dicangkok sudah jadi, check apakah sudah keluar akar yg cukup banyak,
biasanya sampai menembuas plastik atau serabut pembungkus.
Jika kondisi ini sudah memenuhi syarat, potong tanaman dari induknya. Sebaiknya
memotong menggunakan gergaji agar tanaman tidak rusak.
Kurangi daun dan ranting. sisakan beberapa lembar daun saja.