Perbedaan
Definisi
Etiologi
Sindrom Nefrotik
Suatu proses radang non-supuratif yang
GNAPS
Satu penyakit ginjal yang sering
mengenai glomeruli, sebagai akibat infeksi
dijumpai pada anak, merupakan suatu
kuman streptokokus beta hemolitikus grup A,
kumpulan gejala-gejala klinis yang
tipe nefritogenik di tempat lain. Penyakit ini
terdiri dari proteinuria masif,
sering mengenai anak-anak
Kuman Streptokokus beta hemolitikus grup A
hipoalbuminemia, hiperkholesterolemia
1.Kongenital, kelainan glomerulus
Tipe 1, 3, 4, 12, 18, 25, 49.
2.Penyakit metabolik: diabetes mellitus,
Tipe 2, 49, 55, 56, 57 dan 60 dapat
amiloidosis, sindrom Alport,
menyebabkan infeksi kulit 8-14 hari setelah
miksedema.
infeksi streptokokus
3.Infeksi : hepatitis B, malaria,
schistosomiasis, lepra, sifilis,
streptokokus, AIDS.
4.Toksin dan alergen: logam berat (Hg),
penisillamin, probenesid, racun
serangga, bisa ular.
5.Penyakit sistemik bermediasi
imunologik: lupus eritematosus
sistemik, purpura Henoch-Schnlein,
sarkoidosis.
6. Neoplasma : tumor paru, penyakit
90% SN adalah kasus anak,
Hodgkin, tumor gastrointestinal
Anak pada masa awal usia sekolah,
6 anak/100.000 anak dibawah <14 tahun, 2/3
jarang <3tahun.
merupakan balita
Laki:perempuan 2:1
Laki:perempuan 2:1
Kerusakan membran basal kapiler glomerulus
Pengendapan kompleks imun pada
ginjal sehingga mekanisme penghalang
glomerulus, menyebabkan glomerulus
Manifestasi
kebocoran protein terganggu
Terjadi akibat protenuria masif dan retensi Na
injury dan perubahan endotel
Terjadi akibat proteinuria ringan,
klinis : edema
dan air, edema anasarka
sehingga edema sering ditemukan pada
Manifestasi
penurunan tekanan onkotik koloid plasma
periorbital dan ekstremitas
Proteinuria ringan
Epidemiologi
Patologi
klinis :
intravaskuler, keadaan ini menyebabkan terjadi
hipoalbuminemia ekstravasasi cairan menembus dinding kapiler
dari ruang intravaskuler ke ruang interstitial
Manifestasi
yang menyebabkan edema (albumin<2,5 gr/dL)
Proteinuria masif ++/ >40mg/jam/m2,
klinis : urinalisis
Manifestasi
leukositura, hematuria mikroskopik,
proteinuria,
Dapat ditemukan normal/meningkat, Hipertensi Sering ditemukan (tekanan darah > 95
Gross Hematuria, leukosituria,
klinis : hipertensi dapat dijumpai pada semua tipe sindrom persentil menurut umur) pada > 50%
nefrotik,
dan
pasien
SNKM
mempunyai penderita
tekanan sistolik dan diastolik lebih dari 90th
Manifestasi
persentil umur.
hiperlipidemia terjadi penurunan tekanan
Tidak ditemukan peningkatan kadar
klinis :
onkotik, disertai pula oleh penurunan aktivitas
lipid darah
hiperlipidemia
degradasi lemak karena hilangnya -
Manifestasi
glikoprotein sebagai perangsang lipase
proteinuria masif (3+ sampai 4+), dapat disertai
Proteinuria ringan
klinis :
hematuria.
Hematuria makroskopis/mikroskopis
pemeriksaan
hipoalbuminemia (< 2,5 g/dl),
Uji serologi (ASTO meningkat, C3
penunjang
hiperkolesterolemia, dan laju endap darah yang
menurun dengan kadar 20-40 mg/dL)
meningkat,
Hipergamaglobulinemia, terutama IgG
rasio albumin/globulin terbalik.
Anti DNA-ase beta dan properdin
Kadar ureum dan kreatinin umumnya normal
meningkat
Manifestasi
kecuali ada penurunan fungsi ginjal
Fungsi ginjal baik dan penurunan fungsi ginjal
Peningkatan Ureum kreatinin (GGA)
klinis : fungsi
yang tercermin dari peningkatan kreatinin
ginjal
serum biasanya terjadi pada sindrom nefrotik
dari tipe histologik
Manifestasi lain
1.Ensefalopati hipertensi sakit kepala,
1.
panas dan anoreksia
muntah, letargi, kejang.
2. Nafsu makan menurun karena edema,
Malaise, sakit kepala, muntah,
2.
Takikardia, takipnea, rales pada
Anoreksia dan terbuangnya protein
paru, dan cairan dalam rongga
mengakibatkan malnutrisi berat terutama pada
pleura
pasien sindrom nefrotik resisten-steroid.
Kejadian Relaps
3.
Pada
pemeriksaan
radiologik
3. Asites berat dapat menimbulkan hernia
didapatkan
umbilikalis dan prolaps ani
pembuluh darah paru, cairan dalam
2. Oliguria serta anuria
rongga pleura, dan kardiomegali
tanda
bendungan
Dua kategori, relaps sering (2x dalam 6
Relaps jarang terjadi, kemungkinan
bulan), relaps jarang (2x dalam 6 bulan)
sembuh total baik.
DAFTAR PUSTAKA
1. Noer Sjafullah, dkk. Kompendium Nefrologi Anak. Unit Kerja Koordinasi
Nefrologi Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2011.
2. Kliegman, Behrman. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Edisi 15. Volume 3.
Penerbit Kedokteran EGC. 2000.
3. Kumar, Robin. Buku Ajar Patologi. Edisi 7. Volume 2. Penerbit Kedokteran EGC.
2007.
4. Juanda, Adi. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia. Edisi 5. 2008.
5. Sudoyo, Aru. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam 2. Edisi 5. FKUI. EGC. 2010
6. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak 2. FKUI.
1985.
Tugas Stase Nefrologi
Tatalaksana Gagal Ginjal Akut pada Anak
Oleh:
Pembimbing:
Dr. Bobby Setiadi Dharmawan, SpA
MODUL KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK DAN REMAJA
RUMAH SAKIT UMUM PUSAT FATMAWATI
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA