Anda di halaman 1dari 108

Perjanjian Secara

Umum
DRAFT

TEORI
LEGAL DRAFTING

LEGAL
DRAFTING

CONTRACT
DRAFTING

fakultas hukum uns

KONSEP
RANCANGAN

RANCANGAN
PERATURAN HUKUM

RANCANGAN
KONTRAK BISNIS

Perjanjian Secara
Umum

Pasal 1313
KUHPerdata

Pengertian

Asas-asas

Perjanjian
Unsur-unsur

Syarat Sahnya

fakultas hukum uns

1.
2.
3.
4.
5.

Iktikad Baik
Personalitas
Kebebasan Berkontrak
Konsensualitas
Pacta Sunt Servanda

1. Naturalia
2. Ascidentalia
3. Essensialia
1.
2.
3.
4.

Kesepakatan
Kecakapan
Suatu hal tertentu
Sebab yang halal

CONTRACT
DRAFTING
BERNAMA
TIDAK BERNAMA

JENIS
PERJANJIAN

CUMA-CUMA
ATAS BEBAN

TIMBAL
BALIK

fakultas hukum uns

1.
2.
3.
4.

Jual beli
Hibah
Gadai
Sewa menyewa

1. HIBAH
2. JUAL BELI

1. JUAL BELI
2. SEWA MENYEWA

CONTRACT
DRAFTING

DIBAWAH
TANGAN

PASAL 1874
KUH PERDATA

BENTUK AKTA

OTENTIK

fakultas hukum uns

PASAL 1868
KUH PERDATA

CONTRACT
DRAFTING

FORMIL

KEKUATAN
PEMBUKTIAN

MATERIIL

EXTERNAL

fakultas hukum uns

Benar apa
yg diterangkan

Sungguh-sungguh
Terjadi antara para
pihak

Dari wujudnya tampak


sebagai suatu akta otentik

CONTRACT
DRAFTING

PSL 330
KUH PDT

KEDEWASAAN

UU NO 1/1974
PERKAWINAN
Pasal 7 (1)

UU 30/2004
JABATAN NOTARIS
Pasal 39 (1)

fakultas hukum uns

21 TAHUNATAU
TELAH MENIKAH

1. LAKI-LAKI : 19 TH
2. PEREMPUAN :16 TH

18 TH ATAU
TELAH MENIKAH

CONTRACT
DRAFTING

PERWALIAN

PASAL 345
KUH PERDATA

KECAKAPAN

PENGAMPUAN

fakultas hukum uns

PASAL 433
KUH PERDATA

CONTRACT DRAFTING

KEPALA AKTA

BAGAN
AKTA

BADAN
AKTA

AKHIR ATAU
PENUTUP AKTA

fakultas hukum uns

1.
2.
3.

JUDUL
NOMOR AKTA
WKT PEMBUATAN
AKTA

1. Komparisi
2. Isi akta

1. Uraian pembacaan akta


2. Uraian saksi
3. Uraian penutupan akta

CONTRACT
DRAFTING

BEA METERAI

Pengaturan

1. UU 13/1985
2. PP 24 Th 2000

Pengertian

1. Pasal 8
2. Pasal 12

Kegunaan

fakultas hukum uns

1. Dokumen
2. Akta Not/PPAT
3. Kuitansi

Perjanjian Kredit
Subyek Hukum

Sifat

Perjanjian
Kredit
Fungsi

Susunan

1. Perorangan
2. Badan Usaha

1. Pinjam Pakai Habis


2. Khusus

1. Perjanjian Pokok
2. Alat bukti
3. Alat Monitoring

1. Judul
2. Komparisi
3. Substansi

CONTRACT DRAFTING

JAMINAN

Pengertian

1. Definisi
2. Unsur-unsur

Sumber Hukum

1. Pasal 1131
2. Pasal 1132

JENIS

fakultas hukum uns

1. Umum
2. Khusus

HAK
TANGGUNGAN
Dasar
Hukum
ASAS

UU 4 TH
1996

PEMBERI
HT
PENERIMA
HT

Pengertian

fakultas hukum uns

JANJIJANJI

1.

1.

1.

1.

KONTRACT DRAFTING

fakultas hukum uns

CONTRACT
DRAFTING

DRAFTING
Drafting merupakan suatu rencana. Dapat
pula dikatakan sebagai suatu rancangan
untuk menyusun sesuatu kaidah atau
aturan-aturan tertentu yang hendak
disepakati dan dilaksanakan oleh para
pihak.

LEGAL DRAFTING
Legal Drafting secara harfiah dapat diterjemahkan secara
bebas, adalah penyusunan/perancangan Peraturan
Perundang-undangan. Dari pendekatan hukum, Legal drafting
adalah kegiatan praktek hukum yang menghasilkan peraturan,
sebagai contoh ; Pemerintah membuat Peraturan Perundangundangan; Hakim membuat keputusan Pengadilan yang
mengikat publik; Swasta membuat ketentuan atau peraturan
privat seperti; perjanjian/kontrak, kerjasama dan lainnya yang
mengikat pihak-pihak yang melakukan perjanjian atau kontrak.
Legal Drafting merupakan konsep dasar tentang penyusunan
peraturan perundang-undangan yang berisi tentang naskah
akademik hasil kajian ilmiah beserta naskah awal peraturan
perundang-undangan yang diusulkan. Sedangkan
pembentukan peraturan perundang-undangan adalah proses
pembuatan peraturan perundang-undangan yang pada
dasarnya dimulai dari perencanaan, persiapan, teknik
penyusunan, perumusan, pembahasan, pengesahan,
pengundangan, dan penyebarluasan.
Dapat disimpulkan kegiatan legal drafting disini adalah dalam
rangka pembentukan peraturan-perundangan.

CONTRACT DRAFTING
Contract Drafting mempunyai arti yang lebih sempit
dibandingkan dengan legal Drafting, yaitu merupakan
draft atau susunan rancangan peraturan yang dibuat
atau dipersiapkan oleh para pihak yang hendak
menuangkan kesepakatan lisan dalam bentuk tulisan,
mengenai sesuatu hal dalam lapangan hukum harta
kekayaan atau dalam bidang kontrak yang mempunyai
nilai ekonomis atau yang mempunyai unsur bisnis.
Contract Drafting lebih mengerucut dari pada Legal
Drafting, karena Contract Drafting hanyalah salah satu
bagian atau pembahasan dari Legal Drafting.

PASAL 1313 KUH Perdata


Suatu perjanjian adalah suatu
perbuatan dengan mana satu orang
atau lebih mengikatkan dirinya
terhadap satu orang lain atau lebih

Syarat sahnya Perjanjian


(1320 KUH Perdata)
Sepakat mereka yang mengikatkan
diri
Kecakapan untuk membuat suatu
perikatan
Suatu hal tertentu
Suatu sebab yang halal

KONTRAK
Kontrak=Perjanjian=Transaksi
Pengertian : suatu kesepakatan yang
diperjanjikan antara 2 pihak atau lebih
yang dapat menimbulkan, memodifikasi atau
menghilangkan hubungan hukum.
Ps 1313 KUH Perdata : suatu perbuatan
dimana 1 orang atau lebih mengikatkan
dirinya terhadap 1 orang lain atau lebih.
Asas-asas : hukum mengatur,kebebasan
berkontrak, pacta sunt servanda (janji itu
mengikat), konsensual(sah mengikat penuh),
obligatoir (terikat hak & kwj).
Syarat sah nya : Subyektif (kesepakatan,
kewenangan), Obyektif (hal tertentu, sebab
yg halal)

Perjanjian Pada Umumnya


Definisi : Ps 1313 KUH Perdata
Bentuk
: Lisan dan tulisan
Jenis
: Timbal balik, Cuma-Cuma, bernama,
tidak bernama, obligatoir, kebendaan,
konsensual, riel, dan lain-lain.
Subyek perjanjian
Obyek perjanjian
Syarat-syarat sahnya perjanjian (Ps 1320
KUHPerdata)
Asas-asas perjanjian : Hukum mengatur, kebebasan
berkontrak, pacta sunt servanda, konsensual,
obligatoir.
Berakhirnya perjanjian : Ps 1381 KUHPerdata

Syarat sahnya Perjanjian


Syarat obyektif ( hal tertentu dan kausa : Ps
1320 KUHPdt )
Syarat subyektif ( kesepakatan dan
kewenangan : Ps 1320 KUHPdt )
Syarat umum diluar Ps 1320 KUHPdt :
iktikad baik,sesuai kebiasaan,asas
kepatutan, sesuai kepentingan umum
Syarat khusus : tertulis, notariil/pejabat lain

UNSUR-UNSUR PERJANJIAN
ESSENTIALIA : bagian-bagian daripada
persetujuan yang tanpa itu persetujuan tidak
mungkin ada. Mis: harga (dlm Jual Beli)
NATURALIA : bagian2 yg oleh Undang2
ditentukan sbg peraturan2 yg bersifat mengatur.
ASCIDENTALIA : bagian2 yg oleh para pihak
ditambahkan dlm persetujuan, dimana undang2
tidak mengaturnya.

ASAS2 DALAM KONTRAK


Asas Kebebasan Berkontrak : 1338
Asas Konsensualisme : 1320
Asas Kekuatan Mengikat (PACTA SUNT
SERVANDA) : 1338 (1)
Asas iktikad baik : 1338 (3)
Asas Personalitas (Kepribadian) : 1315,
1340

BENTUK-BENTUK KONTRAK
Perjanjian dibawah tangan : ditandatangani
para pihak saja (beserta saksi atau tidak)
Perjanjian dengan saksi Notaris untuk
melegalisasi tanda tangan para pihak
Perjanjian/Akta Notariil/Autentik : perjanjian
dibuat dan ditandatangani dihadapan
Notaris. (dengan 2 orang saksi)

Bentuk Akta/Surat
Akta umum ( akta otentik ) : dibuat oleh
pejabat yang berwenang
( Notaris/PPAT/Pejabat lain)
Akta dibawah tangan
Surat Biasa
Unsur-unsur : ditandatangani, memuat
suatu peristiwa, sebagai alat bukti.

AKTA DIBAWAH TANGAN


(PSL 1874)
Sebagai surat-surat dibawah tangan
adalah akta yg ditandatangani tanpa
perantara seorang pegawai umum (dibuat
oleh para pihak)

AKTA OTENTIK (Psl 1868)


Suatu akta otentik ialah suatu akta yg
didalam bentuk yg ditentukan oleh
undang-undang, dibuat oleh atau
dihadapan pegawai-pegawai umum yang
berkuasa untuk itu ditempat dimana akta
dibuatnya.

AKTA AUTENTIK

PERJ JUAL BELI HAK ATAS TANAH


PERJ HAK TANGGUNGAN
PERJ JAMINAN FIDUSIA
PERJ KUASA MENJAMINKAN
PENDIRIAN BADAN USAHA /BD HUKUM
(KOPERASI, PT, YAYASAN)
HIBAH HAK ATAS TANAH

FUNGSI KONTRAK
Fungsi yuridis : memberikan kepastian
hukum bagi para pihak
Fungsi ekonomis : menggerakkan (hak milik)
sumber daya dari nilai minimal ke nilai yang
lebih tinggi yang lebih memberikan/dapat
diambil manfaat nya secara ekonomi (lebih
bersifat komersiil)
Sebagai alat bukti
Sebagai alat pemantau para pihak

TAHAPAN PEMBUATAN
KONTRAK
PRA KONTRAK
PENYUSUNAN KONTRAK
PASCA PENANDATANGANAN KONTRAK

PRA KONTRAK
NEGOSIASI
PEMBUATAN NOTA KESEPAKATAN atau
MEMORANDUM of UNDERSTANDING
(MoU)

PENYUSUNAN KONTRAK
PENULISAN DRAF AWAL KONTRAK
PERBAIKAN DRAF KONTRAK
PENULISAN DRAF KONTRAK AKHIR
PENANDATANGANAN KONTRAK

PASCA PENANDATANGAN
KONTRAK
PELAKSANAAN KONTRAK
PENAFSIRAN KONTRAK
PENYELESAIAN SENGKETA

JENIS PERJANJIAN
PERJANJIAN BERNAMA :Jual beli, sewa
menyewa, hibah, pemberian kuasa, gadai,
dll
PERJANJIAN TIDAK BERNAMA : sewa
beli, pembiayaan modal ventura
PERJANJIAN YANG LAHIR DARI UU :
Hak Tanggungan, Jaminan Fidusia

KEDEWASAAN
Pasal 330 KUH Perdata :
Belum dewasa adalah mereka
yang belum mencapai umur
genap 21 tahun dan tidak
terlebih dahulu telah kawin.

KEDEWASAAN
Pasal 7 (1) UUP
- perkawinan hanya diijinkan jika pihak
pria sudah mencapai umur 19 tahun
dan pihak wanita sudah mencapai
umur 16 tahun
- dalam hal penyimpangan terhadap
ayat 1 tersebut dapat meminta
dispensasi kepada Pengadilan

KEDEWASAAN
Pasal 39 (1) UUJN :
penghadap paling sedikit
berumur 18 tahun atau telah
menikah dan cakap melakukan
perbuatan hukum

PASAL 1875
Suatu tulisan dibawah tangan yang diakui
oleh orang terhadap siapa tulisan itu
hendak dipakai, atau yang dengan cara
menurut undang-undang dianggap
sebagai diakui,memberikan terhadap
orang-orang yang menandatanganinya
serta para ahli warisnya dan orangorangyang mendapat hak dari mereka,
bukti yang sempurna seperti suatu akta
otentik

Pasal 1876
Barang siapa yang terhdapnya dimajukan
suatu tulisan dibawah tangan , diwajibkan
secara tegas mengakui atau memungkiri
tandatangannya,tetapi bagi ahli warinya
atau orang yang mendapat hak dari
padanya adalah cukup jika mereka
menerangkan tidak mengakui tulisan atau
tanda tangan itu sebagai tulisan atau
tanda tangan orang yang mereka wakili

BEA METERAI (UU No


13/1985)
Surat perjanjian yang digunakan sebagai alat
bukti
Akta-akta Notaris termasuk salinannya
Akta-akta PPAT termasuk rangkap2nya
Surat yang memuat jumlah uang
Surat berharga : wesel, promes,aksep
Dokumen yang digunakan sbg alat bukti di
pengadilan
Tarif Bea Meterai : PP No 24 Th 2000

PS 8 UU 13/1985 :
NAZEGELING (PEMETERAIAN
KEMUDIAN)
DOKUMEN SBGMN DIMAKSUD PS 2 YG
BEA METERAINYA TIDAK ATAU KURANG
DILUNASI SBGMN MESTINYA DIKENAKAN
DENDA ADM SEBESAR 200 % DARI BEA
METERAI YG TKD ATAU KURANG DIBYR
PEMEGANG DOKUMEN ATAS DOKUMEN
SBGMN DIMAKSUD HARUS MELUNASI BM
YG TERUTANG BERIKUT DENDANYA DG
CR PEMETERAIAN KEMUDIAN.

PS 12 UU 13/1985 :
DALUWARSA BEA METERAI
KEWAJIBAN PEMENUHAN BEA
METERAI DAN DENDA
ADMINISTRASI YANG TERUTANG
MENURUT UU INI DALUWARSA
SETELAH LAMPAU WAKTU 5 TH,
TERHITUNG SEJAK TANGGAL
DOKUMEN DIBUAT

Nama Bagian2 Dalam Akta


(Pasal 38 UUJN)
Awal akta atau Kepala akta;
Badan akta;
Akhir atau Penutup akta.

AWAL AKTA / KEPALA AKTA


Judul Akta
Nomor Akta
Hari,tanggal,bulan, tahun dan waktu
pembuatan akta
Nama lengkap dan tempat kedudukan
Notaris

BADAN AKTA
penyebutan identitas) : nama lengkap, tempat
tgl lahir, kewarganegaraan, pekerjaan,
jabatan,kedudukan, tempat Keterangan para
penghadap/Komparisi ( tinggal;
Keterangan kedudukan penghadap (sebagai
kuasa atau untuk diri sendiri)
Isi akta :kehendak dan keinginan para pihak
Identitas saksi pengenal (bila ada saksi
pengenal)

AKHIR/PENUTUP AKTA
URAIAN PEMBACAAN AKTA
URAIAN PENANDATANGANAN DAN
TEMPAT PENANDATANGANAN
URAIAN SAKSI-SAKSI (IDENTITAS
SAKSI)
URAIAN ADA TIDAKNYA PERUBAHAN
:TAMBAHAN,CORETAN ATAU
PENGGANTIAN

KOMPARISI
Seseorang bertindak untuk dan atas nama dirinya
sendiri :
Nama
:
Tmp/tgl lhr
:
Kewarganegaraan :
No. KTP
:
Agama
:
Pekerjaan
:
Alamat
:

Seseorang bertindak untuk dan


atas nama diri sendiri
Tuan ANANDA, Swasta, lahir di Surakarta
pada tanggal 08-03-1985 (delapan Maret
seribu sembilan ratus delapan puluh
lima),beragama Islam,Duda, Warga Negara
Indonesia, bertempat tinggal di Jalan Imam
Bonjol Nomor 1,Rukun Tetangga 01, Rukun
Warga 01, Kelurahan Keprabon, Kecamatan
Pasar Kliwon, Kota Surakarta, pemegang Kartu
Tanda Penduduk Nomor : 11.33.08385.0007.

Seseorang bertindak bersama


dengan pasangannya yang sah

Nama
:
Tmp/tgl lahir
:
Nomor KTP
:
Kewarganegaraan
Pekerjaan :
Alamat
:

Menurut keterangannya dalam melakukan tindakan hukum


tersebut didalam perjanjian ini telah mendapat persetujuan
dari isteri/suaminya, yaitu Nyonya/Tuan XXXX,
Swasta,pemegang Kartu Tanda Penduduk nomor : XXXX,
lahir di..,bertempat tinggal sama dengan Isteri/suaminya
tersebut diatas, yang turut menandatangani perjanjian ini.

Seseorang bertindak
berdasarkan kuasa

Nama :
Tmp/tgl lahir
:
Nomor KTP
:
Kewarganegaraan
:
Pekerjaan :
Alamat
:
Menurut keterangannya dalam hal ini bertindak berdasarkan
Surat Kuasa dibawah tangan tertanggal XX bulan XX tahun
XXXX, nomor : XX, bermeterai cukup, untuk dan atas nama
Tuan/Nyonya/Nona XXXX.Swasta, Warga Negara Indonesia,
lahir di..,bertempat tinggal di., pemegang Kartu Tanda
Penduduk nomor :.Asli kuasa dilampirkan pada
akta/perjanjian ini.

Seseorang bertindak atas nama


perusahaan

Nama :
Tmp/tgl lahir
:
Nomor KTP
:
Kewarganegaraan
:
Pekerjaan :
Alamat
:
Menurut keterangannya dalam hal ini bertindak dalam
kedudukannya selaku Direktur perseroan komanditer CV
Merah Putih, berkedudukan di Surakarta, yang anggaran
dasarnya dibuat dihadapan Noor Saptanti, Sarjana Hukum,
Notaris di Wonogiri, tanggal xx-xx-xxxx, nomor:xx, demikian
untuk dan atas nama serta sah mewakili perseroan
komanditer CV Merah Putih, berkedudukan di Surakarta.

KEKUATAN PEMBUKTIAN
EXTERN : akta autentik (dari wujudnya
sudah kelihatan bahwa akta itu dibuat oleh
Pejabat Umum)
FORMIL : yang diakui para pihak
MATERIIL : apa yg tersebut dlm dokumen
benar-benar terjadi
PASAL : 1874, 1875, 1876, 1877

SAKSI-SAKSI
Kewenangan : terbatas pada
penandatanganan kontrak : waktu,
tempat, para pihak yg bertanda tangan
(tidak mengetahui sebelum dan
sesudah penandatanganan kontrak)
Cakap melakukan perbuatan hukum
bukan anggota kelg dan semenda dlm
garis lurus dari salah satu phk, bkn
suami/istri para pihak (Ps 1910 KUH
Pdt)
2 orang saksi (Ps 1905 KUH Pdt)

PEMBERIAN KUASA
( Ps 1792 1819 KUH Perdata )
-Suatu perjanjian dengan mana
seseorang memberikan kekuasaan
kepada seorang lain,yang menerimanya,
untuk atas namanya menyelenggarakan
suatu urusan ( 1792 KUH Perdata )

Unsur unsur
Pemberian Kuasa
Subyek :Pemberi kuasa
Penerima kuasa
Obyek:Perbuatan hukum dalam
hukum harta kekayaan

Hal-hal yang tercantum dalam


Surat Kuasa
Tanggal dibuatnya surat
Subyek hukum : Pemberi Kuasa dan
Penerima Kuasa
Sifat surat kuasa : surat kuasa
khusus
Obyek pemberian kuasa : mengurus,
menyelesaikan dan menandatangani
surat-surat
Saksi-saksi : 2 orang

Macam-macam Pemberian
Kuasa
Kuasa khusus : hanya
menyangkut satu/ beberapa
hal/kepentingan
Kuasa Umum : menyangkut semua
hal/kepentingan pemberi
kuasa, tapi hanya meliputi
perbuatan pengurusan saja.

Bentuk Pemberian Kuasa :


- Tulisan :
- akta umum/autentik
(notarieel)
- akta dibawah tangan,
- surat biasa
- Lisan

Berakhirnya Pemberian Kuasa


-Pemberitahuan oleh pemberi kuasa
-Pencabutan/ditariknya kembali kuasa oleh
pemberi kuasa
-Meninggalnya, pengampuannya, jatuh
pailitnya pemberi kuasa/pemegang kuasa

HUKUM PERBANKAN

Unsur-unsur
1.Serangkaian ketentuan hukum positif
2.Hukum positif bersumber dari ketentuan
yang tertulis dan tidak tertulis
3.Mengatur ketatalaksanaan kelembagaan
Bank
4.Mengatur aspek-aspek kegiatan usaha

PINJAM MEMINJAM
(Psl 1754 KUH Perdata)
Perjanjian dengan mana pihak yang satu
memberikan kepada pihak yang lain suatu
jumlah tertentu barang-barang yang
menghabis karena pemakaian dengan
syarat bahwa pihak yang belakangan ini
akan mengembalikan sejumlah yang
sama dari macam barang dan keadaan
yang sama pula

PERJANJIAN KREDIT
Perorangan
Badan usaha :- badan hukum
- bukan badan hukum
Fungsi Perjanjian Kredit :
- Sebagai perjanjian pokok
- Sebagai alat bukti mengenai batasan-batasan hak
dan kewajiban Kreditor dan Debitor
- Sebagai alat untuk melakukan monitoring kredit

KREDIT
(Ps 1 angka 11 UU 10/1998)
Penyediaan uang atau tagihan yang dapat
dipersamakan dengan itu berdasarkan
persetujuan atau kesepakatan pinjam
meminjam antara bank dengan pihak lain
yang mewajibkan pihak peminjam untuk
melunasi hutangnya setelah jangka waktu
tertentu dengan pemberian bunga

Prinsip-prinsip pemberian kredit


Prinsip 5 Cs : character (watak), capacity
(kemampuan), Capital (modal), collateral
(agunan), condition of economic ( prospek
usaha).
Prinsip 5 P : Party (para pihak), Purpose
(tujuan), Payment (pembayaran),
Profitability (perolehan laba), Protection
(perlindungan).
Prinsip 3 R : Returns (hasil yang diperoleh),
Repayment (pembayaran kembali), Risk
bearing ability (kemampuan menanggung
resiko).

Perjanjian Kredit Bank


a. Perjanjian kredit sebagai
perjanjian pinjam pakai habis.
b. Perjanjian kredit sebagai
perjanjian khusus.
c. Fungsi
: sebagai perjanjian
pokok, alat bukti, alat monitoring
kredit.
d. Susunan : judul, komparisi,
substansi.

Pokok-pokok Perjanjian Kredit

Para pihak ( Kreditor dan Debitor )


Plafond Kredit
Jangka waktu kredit
Tujuan kredit
Bentuk dan Penggunaan kredit
Batas ijin tarik
Bunga, provisi
Kuasa-kuasa (bukan kuasa menjual)
Cara dan tempat pembayaran
Jaminan tambahan
Bentuk/jenis pengikatan jaminan
Peristiwa kelalaian
Pilihan hukum

Jenis Perjanjian Accessoir

Perjanjian Hak Tanggungan


Perjanjian Fiducia
Perjanjian Gadai
Perjanjian Cessie Piutang
Perjanjian Jaminan
Perjanjian Hipotik
Personal guarantee
Corporate Guarantee

Pasal 1131 KUH Perdata


Segala kebendaan si berutang, baik yang
bergerak maupun yang tidak bergerak,
baik yang sudah ada maupun yang baru
akan ada dikemudian hari, menjadi
tanggungan untuk segala perikatan
perseorangan.

Pasal 1132 KUH Perdata


Harta kekayaan debitur menjadi jaminan
secara bersama-sama bagi semua
krediturnya, hasil penjualan dibagi secara
seimbang dan proporsional

AGUNAN
Pasal 1 (23) UU Perbankan :
Jaminan tambahan yang
diserahkan nasabah debitur
kepada bank dalam rangka
pemberian fasilitas kredit atau
pembiayaan berdasarkan Prinsip
Syariah

Pengikatan agunan (accessoir)


Jaminan benda tidak bergerak yang berupa hak
atas tanah : Hak Tanggungan ( UU No : 4 Th
1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah
Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan
Tanah )
Jaminan benda bergerak : lembaga Fiducia ( UU
No : 42 Th 1999 tentang Jaminan Fiducia )
Jaminan benda tak bertubuh : Cessi atau Gadai

HUKUM PERBANKAN

Hukum Tak
Tertulis

Adalah ketentuan yang timbul dan


terpelihara dalam praktek
penyelenggaraan operasional
perbankan

Dasar
Hukum
1. UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang
Perbankan sebagaimana telah diubah
dengan UU Nomor 10 Tahun 1998
2. Peraturan Bank Indonesia Nomor
2/27/PBI/2000 tanggal 15 Desember
2000 tentang Bank Umum
Back

Perjanjian secara
Umum
Unsur-Unsur Perjanjian
ESSENTIALIA : bagian-bagian daripada persetujuan yang tanpa itu
persetujuan tidak mungkin ada. Mis: harga (dlm Jual Beli)
NATURALIA : bagian2 yg oleh Undang2 ditentukan sbg peraturan2 yg
bersifat mengatur.
ASCIDENTALIA : bagian2 yg oleh para pihak ditambahkan dlm
persetujuan, dimana undang2 tidak mengaturnya

Perjanjian secara
Umum
Syarat-syarat Sahnya Perjanjian (Pasal 1320 KUHPerdata)
Sepakat mereka yang mengikatkan diri
Kecakapan untuk membuat suatu perikatan
Suatu hal tertentu
Suatu sebab yang halal
Syarat obyektif ( hal tertentu dan kausa : Ps 1320 KUHPdt )
Syarat subyektif ( kesepakatan dan kewenangan : Ps 1320
KUHPdt )
Syarat umum diluar Ps 1320 KUHPdt : iktikad baik,sesuai
kebiasaan,asas kepatutan, sesuai kepentingan umum
Syarat khusus : tertulis, notariil/pejabat lain

PASAL 1874
Sebagai tulisan dibawah tangan dianggap
akta-akta yang ditandatangani dibawah
tangan,surat-surat,register-register, suratsurat urusan rumah tangga dan lain-lain
surat yang dibuat tanpa perantaraan
seorang pegawai umum.
Mempunyai kekuatan pembuktiaan formil
Satu-satunya ketentuan yang diharuskan
dari suatu akta dibawah tangan adalah
bahwa akta itu harus ditandatangani.

Macam2 Penyerahan hak milik


Barang bergerak : penyerahan kekuasaan
atas barang/penyerahan yg nyata (612 KUH
Pdt)
Barang tidak bergerak : Balik Nama
didepan pejabat yg berwenang (PPAT)
Barang tidak bertubuh : cessie (613 KUH
Pdt) yaitu dg dibuatnya suatu akta
otentik/dibwh tgn dmn penyerahan itu
dilimpahkan kpd orang lain

PEMBERIAN KUASA
( Ps 1792 1819 KUH Perdata )
-Suatu perjanjian dengan mana
seseorang memberikan kekuasaan
kepada seorang lain,yang menerimanya,
untuk atas namanya menyelenggarakan
suatu urusan ( 1792 KUH Perdata )

Unsur unsur
Pemberian Kuasa
Subyek :Pemberi kuasa
Penerima kuasa
Obyek:Perbuatan hukum dalam
hukum harta kekayaan

Hal-hal yang tercantum dalam


Surat Kuasa
Tanggal dibuatnya surat
Subyek hukum : Pemberi Kuasa dan
Penerima Kuasa
Sifat surat kuasa : surat kuasa
khusus
Obyek pemberian kuasa : mengurus,
menyelesaikan dan menandatangani
surat-surat
Saksi-saksi : 2 orang

Bentuk Pemberian Kuasa :


- Tulisan :
- akta umum/autentik
(notarieel)
- akta dibawah tangan,
- surat biasa
- Lisan

Macam-macam Pemberian
Kuasa

Kuasa khusus : hanya menyangkut


satu/ beberapa hal/kepentingan
Kuasa Umum : menyangkut semua
hal/kepentingan pemberi kuasa,
tapi hanya meliputi perbuatan
pengurusan saja.

Pemberian kuasa dilakukan dalam hal :


-Mengalihkan/melepaskan hak atas benda
-Menjaminkan suatu benda
( hak atas tanah )
-Membuat suatu perdamaian
-Suatu perbuatan/tindakan yang hanya
dapat dilakukan oleh pemilik benda

Berakhirnya Pemberian Kuasa


-Pemberitahuan oleh pemberi kuasa
-Pencabutan/ditariknya kembali kuasa oleh
pemberi kuasa
-Meninggalnya, pengampuannya, jatuh
pailitnya pemberi kuasa/pemegang kuasa

Perjanjian secara
Umum
PASAL 1313 KUH Perdata

Suatu perjanjian adalah suatu


perbuatan dengan mana satu orang
atau lebih mengikatkan dirinya terhadap
satu orang lain atau lebih

HUKUM PERBANKAN

Definisi :
serangkaian ketentuan hukum positif
yang mengatur segala sesuatu yang
menyangkut tentang bank,
mencakup kelembagaan, kegiatan
usaha, serta cara dan proses dalam
melaksanakan kegiatan usahanya.

Perjanjian secara
Umum
Asas-Asas Perjanjian
1. Iktikad baik, yaitu para pihak yg membuat kesepakatan
mempunyai kehendak yang baik (Pasal 1338 ayat (3)
KUHPerdata)
2. Personalitas, yaitu para pihak yang membuat kesepakatan
pada dasarnya harus mempunyai kepribadian/karakter yang baik
(Pasal 1315 dan 1340 KUHPerdata)
3. Kebebasan berkontrak, yaitu para pihak diberi kebebasan untuk
menuangkan isi perjanjian sesuai dengan kehendaknya yang tidak
melanggar ketentuan perundang-undangan, ketentuan umum,
kebiasaan dan ketertiban (Pasal 1338 KUHPerdata)
4. Konsensualisme, yaitu para pihak harus terlebih dahulu sepakat
mengenai hal-hal yang akan mereka perjanjikan (Pasal 1320
KUHPerdata)
5. Pacta Sunt Servanda, yaitu perjanjian yang dibuat oleh para
pihak mengikat dan berlaku sebagai undang-undang bagi mereka
(Pasal 1338 ayat (1) KUHPerdata)

JUAL BELI (1457 KUH Pdt)


SUATU PERSETUJUAN DENGAN MANA
PIHAK YANG SATU MENGIKATKAN
DIRINYA UNTUK MENYERAHKAN
SUATU KEBENDAAN DAN PIHAK YANG
LAIN UNTUK MEMBAYAR HARGA YANG
TELAH DIJANJIKAN

PERJANJIAN JUAL BELI

- Subyek : Penjual dan Pembeli


- Obyek JB : benda bergerak, benda
tidak
bergerak
- Nilai transaksi (harga)
- Hak dan kwjb penjual & pembeli
- Pilihan hukum

KEWAJIBAN PENJUAL
Menyerahkan obyek jual beli (hak
miliknyanya) dalam keadaan baik
Menjamin kepada pembeli bahwa barang2
tersebut benar-benar miliknya
Menjamin kepada pembeli bahwa barang2
tersebut tidak tersangkut dalam suatu
sengketa
Menjamin kepada pembeli bahwa barang2
tsb bebas dari beban2

OBYEK JUAL BELI


Barang bergerak : kendaraan bermotor,
alat-alat tehnik
Barang tidak bergerak : hak atas tanah
Barang tidak bertubuh :piutang,
penagihan

KEWAJIBAN PEMBELI
Menyerahkan uang pembayaran harga
jual beli sesuai kesepakatan (1513 KUH
Pdt)
Pembayaran dilakukan ditempat dan pada
waktu dimana penyerahan harus
dilakukan (1514 KUH Pdt)

KET OBYEK JUAL BELI


Pihak pertama menerangkan dengan ini menjual dari
Pihak Kedua dan Pihak Kedua menerangkan dengan
ini membeli dari Pihak Pertama berupa : sebidang
Sebidang tanah pekarangan sertipikat Hak Milik
Nomor 123, atas tanah seluas lebih kurang lima ratus
meter persegi ( +/- 500 M2 ), sebagaimana diuraikan
dalam Gambar Situasi tanggal delapan Maret dua ribu
( 08-03-2000 ), Nomor : 123/2000, terletak di Desa
Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Kabupaten
Sukoharjo, demikian itu berdasarkan sertipikat/tanda
bukti hak yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor
Pertanahan Kabupaten Sukoharjo, pada tanggal
delapan Maret dua ribu ( 08-03-2000 ), terdaftar atas
nama pemegang hak : NOOR SAPTANTI, SH.

SEWA MENYEWA
(Ps 1548 KUHPerdata)

Pihak yang menyewakan dan penyewa


Konsensus antara 2 pihak
Obyek sewa-menyewa
Hak dan kewajiban pihak yang
menyewakan
Hak dan kewajiban penyewa

KEWAJIBAN YANG
MENYEWAKAN
Menyerahkan barang yang disewakan
Menyerahkan barang2 yang menjadi kesatuan
dengan barang pokoknya
Menjamin bahwa barang yang disewakan
adalah hak miliknya atau dalam
penguasaannya
Menjamin bahwa barang yang disewakan
tidak dalam sengketa
Menanggung cacat barang yang disewakan

Hak & kewajiban Penyewa


Membayar uang/harga sewa
Memelihara dan merawat barang yg
disewa sebagai Tuan Rumah yang baik
Menguasai barang yang disewanya
selama jangka waktu sewa
Menyerahkan kembali barang yang
disewa setelah masa sewa berakhir

HAK YANG MENYEWAKAN


Menerima uang/harga sewa
Menerima kompensasi2 lain sesuai
kesepakatan

KLAUSULA SEWA MENYEWA

HIBAH (PS 1666 KUH PDT)


Suatu persetujuan dimana si penghibah
pada wkt hidupnya dg cuma2 dan dg tdk
dpt ditarik kembali, menyerahkan suatu
kebendaan guna keperluan si penerima
hibah yg menerima penyerahan itu.

Syarat-syarat Hibah
( Ps 1667 Ps 1675 KUH Pdt)
Mengenai benda yg sdh ada
Pemberi hbh tdk berwenang lg thd brg yg
tlh dihibahkan
Pemberi hbh diperbolehkan menikmati
hasil-hasil benda yg tlh dihibahkan
Pemberi dan penerima hibah cakap
melakukan perbuatan hukum

UNSUR-UNSUR PERJANJIAN
ESSENTIALIA : bagian-bagian daripada
persetujuan yang tanpa itu persetujuan tidak
mungkin ada. Mis: harga (dlm Jual Beli)
NATURALIA : bagian2 yg oleh Undang2
ditentukan sbg peraturan2 yg bersifat mengatur.
ASCIDENTALIA : bagian2 yg oleh para pihak
ditambahkan dlm persetujuan, dimana undang2
tidak mengaturnya.

PRA KONTRAK
NEGOSIASI
PEMBUATAN NOTA KESEPAKATAN atau
MEMORANDUM of UNDERSTANDING
(MoU)

AKTA DIBAWAH TANGAN


(PSL 1874)
Sebagai surat-surat dibawah tangan
adalah akta yg ditandatangani tanpa
perantara seorang pegawai umum (dibuat
oleh para pihak)

PS 8 UU 13/1985 :
NAZEGELING (PEMETERAIAN
KEMUDIAN)
DOKUMEN SBGMN DIMAKSUD PS 2 YG
BEA METERAINYA TIDAK ATAU KURANG
DILUNASI SBGMN MESTINYA DIKENAKAN
DENDA ADM SEBESAR 200 % DARI BEA
METERAI YG TKD ATAU KURANG DIBYR
PEMEGANG DOKUMEN ATAS DOKUMEN
SBGMN DIMAKSUD HARUS MELUNASI BM
YG TERUTANG BERIKUT DENDANYA DG
CR PEMETERAIAN KEMUDIAN.

Pengertian
Bank adalah Badan usaha yang menghimpun dana dari
masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya
kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk
lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan


usaha secara konvensional dan/ berdasarkan Prinsip
Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa
dalam lalu lintas pembayaran
BPR adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usaha
secara konvensional atau berdasarkan Prinsip Syariah
yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu
lintas pembayaran

HUKUM PERBANKAN
Hukum Tertulis adalah ketentuan yang dibentuk badan pembentuk
hukum dan perundang-undangan yang berwenang, baik berupa
peraturan original maupun turunan, antara lain :
1. UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana diubah dengan UU NO. 10
Tahun 1998
2. UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia
3. UU No. 24 Tahun 1999 tentang Lalu Lintas Devisa dan Sistem Nilai Tukar
4. KUHPerdata, tertutama Buku II dan Buku III mengenai Hukum Jaminan dan
Perjanjian
5. KUHD terutama Buku I mengenai Surat-surat Berharga
6. UU No. 4 Tahun 1998 tentang Kepailitan
7. UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian
8. UU No. 7 Tahun 1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing World Trade
Organization
9. UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal
10. UU No. 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil
11. UU No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan atas Tanah Beserta Benda-benda
yang berkaitan dengan Tanah
12. UU No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fiducia
13. UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas