Anda di halaman 1dari 15

1.

Lingkup pekerjaan seorang legal officer atau staf hukum perusahaan akan
bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan dan akan
disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan perusahaan tersebut.
Jimmy Joses Sembiring, S.H., M.Hum. dalam buku Legal Officer,
Panduan Mengelola Perizinan, Dokumen, HaKI, Ketenagakerjaan dan
Masalah Hukum di Perusahaan (hal. 1) menjelaskan bahwa posisi legal
officer dalam suatu perusahaan tidak hanya mengurus masalah internal
perusahaan, tapi juga mengurus masalah eksternal perusahaan.
Lebih lanjut, Jimmy Joses menjelaskan bahwa tugas seorang legal
officeruntuk perusahaan yang berskala besar dapat dibagi menjadi
beberapa bagian, seperti legal officer yang bertugas menangani dokumen
dan perizinan atau legal officer yang bertugas menangani permasalahan
hukum, baik untuk masalah perdata maupun pidana. Namun, di
perusahaan skala menengah,legal officer menangani semua hal termasuk
dokumen dan permasalahan hukum.
Selain tugas-tugas tersebut di atas, legal officer juga berwenang melakukan
penyesuaian-penyesuaian terhadap peraturan baru yang dikeluarkan oleh
pemerintah yang berkaitan dengan operasional perusahaan (Jimmy Joses
Sembiring, hal. 4).
2. Mengenai harus ada atau tidaknya legal officer di suatu perusahaan
kembali pada kebutuhan dan kebijakan perusahaan tersebut. Namun,
Jimmy Joses menjelaskan (hal. 2) bahwa kedudukan sebagai legal di suatu
perusahaan memiliki peranan penting. Hal ini disebabkan segala hal yang
berhubungan dengan jalannya suatu perusahaan sangat bergantung pada
dokumen-dokumen, perizinan-perizinan, surat-surat dan langkah-langkah
hukum yang harus ditempuh jika terjadi masalah hukum.
Dengan melihat pada tugas dan fungsi legal officer tersebut ada baiknya
setiap perusahaan memiliki legal officer untuk dapat mengurus dokumendokumen perusahaan, perizinan, surat-surat dan menyelesaikan
permasalahan hukum perusahaan baik internal maupun eksternal.

3. Menurut hemat kami, keberadaan legal officer di perusahaan tidak


mengurangi lapangan pekerjaan dari para ahli hukum yang bekerja di law
firmatau kantor advokat karena walaupun dalam bidang yang sama yaitu
terkait dengan hukum, namun memiliki fungsi yang berbeda-beda.
Fungsi legal officer lebih berfokus pada pengurusan dokumen-dokumen,
perizinan perusahaan dan permasalahan hukum yang ada di perusahaan di
mana dia bekerja.
Para ahli hukum yang bekerja di law firm pada umumnya adalah advokat.
Advokat adalah orang yang memiliki izin untuk memberi jasa hukum di
dalam maupun di luar pengadilan (lihat Pasal 1 angka 1 UU No. 18 Tahun
2003 tentang Advokat. Advokat dapat bekerja pada law firm atau kantor
advokat atau di perusahaan, baik sebagai legal officer atau penasihat
hukum perusahaan (in-house legal counsel).
Perusahaan yang telah memiliki legal officer pada waktu-waktu atau
kondisi-kondisi tertentu dapat menggunakan jasa law firm untuk membantu
menyelesaikan permasalahan hukumnya. Misalnya, saat perusahaan harus
menghadapi kasus hukum di pengadilan sementara legal officer di
perusahaan tersebut bukan advokat, maka perusahaan dapat
menggunakan jasa advokat dari law firm. Atau jika sebuah perusahaan
telah memiliki legal officer yang dijabat advokat, namun karena
keterbatasan sumber daya maupun pengalaman akhirnya menggunakan
jasa advokat dari law firm untuk menyelesaikan masalah hukumnya.
Jadi, menjawab pertanyaan Anda apakah legal officer mengurangi
lapangan pekerjaan advokat (ahli hukum) yang bekerja di law firm, menurut
hemat kami tidak demikian.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
http://www.hukumonline.com/klinik/detail/cl4059/legal-officer

Staff Legal adalah sebuah posisi jabatan yang jamak ditemuai di banyak perusahaan. Posisi Staff
Legal atau Legal Staff di sebuah perusahaan memegang peranan yang sangat urgen. Apa saja

Deskripsi Kerja staff legal di sebuah perusahaan? Simak ulasan berikut ini:
Deskripsi Kerja:

Mensupport dan mengelolah dokumen perusahaan khususnya yang berhubungan dengan


perjanjian kerjasama maupun legal contract.

Mereview legal contract, perjanjian kerjasama dan dokumen legal lain yang berhubungan
dengan project perusahaan dimana ditempatkan

Membuat surat permintaan, penawaran dan negosiasi harga

Mengelola administrasi yang berhubungan dengan pekerjaan yang telah dilakukan.

Melakukan tugas clerical secara umum termasuk, tetapi tidak terbatas pada fotocopy, faks,
surat menyurat dan filling dokumen.
Menguasai pembuatan dan review surat perjanjian beserta monitoring validitasnya.

Adapun Persyaratan atau kualifikasi umum yang diminta terkait dengan jabatan Staff Legal ini adalah:
1. Pria / Wanita
2. Usia Max. 30 tahun
3. Pend. Min S-1 Hukum
4. Pengalaman dibidangnya min. 1 tahun
5. Menguasai Microsoft Office
6. Memahami korespondensi
7. Memahami standart operasi prosedur
8. Memahami dasar-dasar kontrak kerjasama
9. Memiliki pemahaman hukum bisnis
10. Memiliki kesehatan Jasmani dan Rohani
11. Berkelakuan baik, displin, sopan, santun, ramah, teliti, ulet, jujur dan mampu bekerjasama secara
team
12. Bahasa Inggris min. pasif
13. Mampu berkomunkasi dengan baik
14. Memiliki kemampuan negosiasi
Demikian job deskripsi Staff Legal dan kualifikasi umum yang terkait dengan posisi staff legal ini.
Semoga bermanfaat.
http://jobdeskripsi.blogspot.co.id/2013/10/job-deskripsi-staff-legal.html

Tugas legal officer adalah bervariasi, bergantung pada jenis perusahaannya. Berikut ini
diuraikan contoh beberapa tugas legal officer bank, perusahaan ekspedisi, perusahaan
minyak dan gas alam (migas), dan perusahaan industri.
Legal officer perusahaan bank atau lembaga pembiayaan bertugas melakukan analisis
yuridis, melakukan pemeriksaan dan penilaian jaminan, menyiapkan perjanjian kredit,
melakukan
pengikatan jaminan, melakukan penyimpanan legal dokumen, melakukan pengawasan
kredit, serta melakukan upaya penyelamatan kredit bermasalah.
Tugas dan kewenangan dari legal officer perusahaan ekspedisi atau logistik lain lagi, yaitu
me-review aktivitas corporate legal, mereview dan menangani perjanjian bisnis, serta

menangani pengelolaan dokumen legal.


Untuk legal officer di perusahaan migas, seorang legal officer memiliki tugas dan
kewenangan dalam hal handling legal contract, procurements, tender, and litigation.
Seorang legal officer di perusahaan industri biasanya memiliki tiga tugas utama :
1. Sebagai konsutan hukum perusahaan, yaitu memberikan nasihat atau opini hukum
kepada pemimpin perusahaan.
2. Sebagai advokat perusahaan, yaitu mewakili perusahaan jika terjadi masalah di
pengadilan, dan
3. Sebagai pelaksana perusahaan, yaitu menyiapkan dan mengurus perizinan.
Tugas legal officer di perusahaan holding lebih berat lagi karena di samping harus berperan
sebagai legal officer di perusahaan holding itu sendiri, juga berperan sebagai legal officer di
anak-anak perusahaan.
Berdasarkan struktur organisasi.
Bisa di bawah Legal Manager yang tergabung dalam Corporate Secretary. Ada juga LO
yang berada di bawah bagian SDM, dan tugasnya akan mendekati LO sekaligus General
Affair.
Dilihat dari tugasnya
1. Mengurusi Badan Hukum Korporasi/ Perusahaan
- Mengurusi urusan RUPS, dan perubahan Anggaran dasar.
- Persiapan merger, akuisisi bila ada kemungkinan seperti itu.
- Persiapan IPO bila diperlukan.
2. Mengurusi Kegiatan operasional
- Menjembatani perihal legalisasi aksi perusahaan misal perjanjian dengan pihak ketiga.
Meliputi legal drafting (pembuatan akta perjanjian), legal opinion (membuat pendapat
hukum) dan legal review.
- Perpanjangan HGB-HGU aset tanah milik perusahaan.
- perizinan: Perpanjangan TDP, NPWP, pembuatan API.
- pendaftaran hak paten, perijinan di BPOM (bila perusahaan consumer good), label halal di
MUI.
- Mengawal Business development. (berkaitan dengan perjanjian-perjanjian)
- mereview usulan pembuatan/perubahan SOP.
- Mengawal ketentuan atau peraturan baru (UU baru terkait bisnis perusahaan)
3. Bila di bawah SDM
- mengurusi juga ketenagakerjaan (misal: Perjajian kontrak karyawan)
http://jobdeskripsi.blogspot.co.id/2013/10/deskripsi-kerjatugas-legal-officer.html

Para mahasiswa fakultas hukum dari seluruh negeri, ketika


mereka lulus dari universitas. Kebanyakan pandangan mereka
terhadap profesi hanya terpaku pada beberapa profesi yang
menurut mereka bergengsi, contohnya, Hakim, Jaksa, Pengacara,
Notaris, dan lain-lain. Adakalanya para alumni fakultas hukum

memilih beberapa pekerjaan yang berbeda dari alumni lainnya,


contohnya Politikus, Jurnalis Hukum, dan juga Legal Officer.

Kali ini saya akan membahas tentang Legal Officer, profesi yang
mungkin masih asing ditelinga beberapa orang, tetapi hal ini
sudah digandrungi oleh para sarjana hukum di Indonesia. Lingkup
pekerjaan seorang legal officer atau staf hukum perusahaan akan
bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan dan akan
disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan perusahaan
tersebut.
Legal Officer mempunyai peranan yang sangat penting dalam
sebuah perusahaan. Legal Officer bertugas mengurus semua
dokumen, perizinan, serta permasalahan hukum yang terjadi
dalam perusahaan. Tanpa dokumen dan perizinan, perusahaan
tidak mungkin akan beroperasi. Begitu pula jika terjadi
permasalahan hukum, operasional perusahaan tentu akan sangat
terganggu.
Legal Officer yang ditunjuk oleh perusahaan-perusahaan biasanya
memiliki
tiga
tugas
utama
:
1. Sebagai konsultan hukum perusahaan, yaitu memberikan
nasihat atau opini hukum kepada pemimpin perusahaan.
2. Sebagai advokat perusahaan, yaitu mewakili perusahaan jika
terjadi
masalah
di
pengadilan.
3. Sebagai
mengurus

pelaksana

perusahaan,

yaitu

menyiapkan dan
perizinan.

Biasanya seorang Legal Officer juga menangani anak-anak


perusahaan dibawah perusahaan tersebut. Dasar hukum Legal
Officer ada dalam Pasal 1 Angka 1 Undang-Undang Nomor
18
Tahun
2003 yang
berbunyi:

Advokat adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum,


baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi
persyaratan berdasarkan ketentuan Undang-Undang ini.
Jadi seorang advokat tidak hanya dapat bekerja pada law firm
atau kantor advokat, tetapi dapat juga bekerja di perusahaanperusahaan
sebagai
tenaga
Legal
Officer.
Ini adalah gambaran umum dari profesi Legal Officer, Profesi ini
dapat menjadi prospek yang baik kedepannya. Semoga artikel ini
dapat membuka mata kita bahwa profesi hukum tidak hanya
terpaku pada beberapa pekerjaan saja yang biasanya kita anggap
lebih bergengsi dibanding profesi lain.
http://www.hukumpedia.com/iqbalwahyudi/profesi-legal-officer

Beda Tugas HRD dan Legal Officer


Administration and Support Manager
Berfungsi untuk mendukung kegiatan unit kerja lainnya terutama dalam bidang
Administrasi, HRD, Logistic serta hukum dan kontrak. Tugas dan tanggung jawab
meliputi:
- Menyusun dan mengevaluasi rencana kerja dan anggaran di departemennya.
- Mengawasi pelaksanaan peraturan perusahaan dam ketentuan perburuhan yang
berlaku. Mengkoordinasikan unit kerja / bagian yang berada langsung dibawahnya
(HRD, logistik, hukum dan kontrak) dengan bagian lainya (operasi dan keuangan) guna
menunjang operasi perusahaan.
- Bertanggung jawab atas penerimaan, penempatan dan pembinaan pegawai.
- Melakukan tugas-tugas lain yang sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya.
Bertanggung jawab atas: - HRD superintendent, - Logistic superintendent, - Legal dan
Contract superintendent
Melapor kepada - Finance Manager
Human Resource Development
Berfungsi unrtuk mempersiapkan rencana kerja dan mengkoordinir tugas-tugas yang
menyangkut masalah kepegawaian (penerimaan, penempatan, dan pembinaan pegawai),
sehingga diharapkan mendapatkan pegawai yang professional di bidangnya masingmasing. Tugas dan Tanggung jawab meliputi:

Mempersiapkan rencana kerja dan anggaran di bidang kepegawaian

- Mengadakan koordinasi kerja dengan departemen lain mengenai kebutuhan


pegawai serta mengadakan seleksi sesuai dengan standar kebutuhan perusahaan
terhadap calon pegawai.

- Melaksanakan, mengawasi serta mengembangkan program pelatihan dan


pengembangan karir juga kaderisasi kepegawaian sesuai dengan pedoman
kebijaksanaan perusahaan.

- Menganalisa dan merekomendasikan masalah kompensasi pegawai (lembur,


tunjangan dan penghasilan lainnya).

- Bertanggung jawab atas penerapan peraturan perusahaan. Bertanggung jawab


atas: - Staf Personalia (HRD staff).

Melapor kepada: - Administration and Support Manager.


Legal and Contract Superintendent
Berfungsi memberikan pertimbangan dan usulan dari aspek legal terhadap masalah
yang dihadapi perusahaan serta melakukan tugas-tugas pengurusan dokumen perijinan
dan pembuatan kontrak kerja. Tugas dan tanggung jawab meliputi:

Mewakili perusahaan di dalam dan di luar pengadilan atas dasar kuasa dari
pimpinan perusahaan.

Bertanggung jawab atas terhadap pengurusan semua dokumen perijinan yang


diperlukan perusahaan.

Mengawasi pelaksanaan peraturan perusahaan dan peraturan


perundangundangan yang berlakku di lingkungan perusahaan.

Menganalisa dan memberikan saran-saran menyangkut aspek legal terutama


mengenai pembuatan kontrak kerja dengan pihak ketiga dan perjanjianperjanjian
kerja.

Memberikan pertimbangan-pertimbangan aspek hukum yang dimintakan oleh


departemen lain dalam lingkungan organisasi perusahaan.

Melakukan tugas-tugas lain yang sesuai dengan wewenang dan tanggung


jawabnya.

Bertanggung jawab atas: Legal Staff dan Contract.


Melapor kepada: Administration and Support Manager.
http://doktermahasiswafhindonesia.blogspot.co.id/2013/04/beda-tugas-hrd-danlegal-officer.html

Ada beberapa teman bertanya, apa sih kerjaan staf hukum. Biasanya posisi staf hukum salah satu
tugas pokoknya adalah mereview. Yang direview di sini adalah dokumen-dokumen hukum, seperti
Perjanjian, MOU (Memorandum of Understanding), Notulen Rapat dan sebagainya. Jadi salah satu
tugas pokoknya adalah di bidang review.
Yang dimaksud mereview suatu dokumen pada pokoknya adalah kegiatan yang berhubungan dengan
penelaahan pada suatu dokumen guna melihat telah terlengkapinya syarat-syarat (hukum) dalam
dokumen tersebut. Jadi, misalnya yang direview adalah dokumen perjanjian, maka draft Perjanjian
itu akan dilihat,ditelaah (review) apakah di dalamnya telah cukup memenuhi ketentuan hukum yang
ada, apakah pihak perusahaan anda (misalnya itu kontrak/perjanjian antara perusahaan anda dengan
pihak lain) telah cukup terlindungi hak-haknya?, adakah kewajiban/beban yang sekiranya dapat
merugikan perusahaan anda di kemudian hari?, apakah hal-hal yang tersebut di dalam dokumen
telah dipenuhi atau telah benar sebagaimana mestinya?.
Jadi jika nanti anda memutuskan untuk melamar di posisi staf hukum, maka kurang lebih tugas-tugas
yang satu ini akan mengintai anda. Satu hal lagi, tolong bedakan antara review dan drafting. Karena
pada suatu perusahaan, biasanya departemen hukumnya tidak membuat dokumen dari awal
(drafting), tetapi hanya mereview (menelaah) draft dokumen yang sudah ada. Biasanya jika
perusahaan anda bukan perusahaan penyuplai barang, akan tetapi perusahan trading atau pembeli
barang, maka pembuatan dokumen (biasanya) dilakukan oleh pihak lainnya, sementara pihak anda
hanya mereview.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika pertama kali mereview dokumen perjanjian, diantaranya
adalah; apakah dokumen hukum standar dari pihak lawan anda sudah terpenuhi seluruhnya. Jika
perusahaan rekanan anda adalah perusahaan yang baru (belum cukup ternama), maka anda harus
meneliti terlebih dahulu kredibilitasnya, yaitu dengan melihat apakah dokumen hukum perusahaan
lawan anda, seperti dokumen Anggaran Dasarnya telah memenuhi Undang-undang terbaru di bidang
yang digarapnya (minimal memenuhi UU Perseroan Terbatas), Apakah perusahaan itu memiliki
NPWP, Surat Keterangan Domisili, Tanda Daftar Perusahaan, dan dokumen standar lainnya?.
Jika anda termasuk yang tertarik untuk menggeluti tugas-tugas semacam itu, maka silahkan anda
berburu lowongan pekerjaan di bidang-bidang tersebut. Semoga berhasil.

http://lowonganbagianhukum.blogspot.co.id/2010/05/review-dokumen-hukumtugas-seorang-staf.html

Wawancara kerja (job interview) merupakan tahapan yang harus dilalui oleh
mereka yang sedang mencari pekerjaan atau mendapatkan pekerjaan baru.
Tak heran, tahapan ini sering membuat deg-degan atau stres bagi mereka
yang akan menghadapinya. Apakah Anda salah satu dari mereka?
Salah satu strategi menghadapi wawancara kerja apa pun adalah
mempelajari contoh-contoh pertanyaan wawancara kerja. Dengan
mempelajarinya, Anda mendapat gambaran seperti apa pertanyaan saat
wawancara kerja dan membuat jawaban yang sesuai dengan pengalaman
dan pendidikan Anda.

Untuk membantu Anda melakukan hal tersebut, berikut 30 contoh pertanyaan


wawancara kerja dan jawabannya.
A. Pertanyaan tentang data pribadi

Pertanyaan tentang data pribadi biasanya digunakan untuk membuka


percakapan dan mencairkan suasana wawancara kerja yang tegang.
Meskipun sebagai pertanyaan pembuka dan bersifat umum, Anda tetap harus
antusias menjawabnya sehingga pewawancara tertarik kepada Anda.
1. Ceritakan tentang diri Anda?
Kandidat: Nama saya Faisal Setiawan. Saya alumni Ilmu Komputer dari
Universitas Indonesia. Sekarang ini saya bekerja di PT Maju Mundur sebagai
teknisi jaringan. Saya bekerja di perusahaan tersebut sejak Januari 2013.
2. Mengapa Anda memilih jurusan Ilmu Koputer?
Kandidat: Saya menyadari bahwa saya menyenangi komputer sejak sekolah
dasar. Dengan kuliah di jurusan Ilmu Komputer, saya menambah wawasan
dan pengetahuan saya tentang komputer. Selain itu, saya belajar di jurusan
tersebut dengan menyenangkan karena topiknya sesuai dengan minat dan
kesenangan saya.
3. Bagaimana cara Anda membayar kuliah Anda?
Kandidat: Sebagian besar kuliah saya dibiayai orang tua saya. Namun, saya
juga berusaha meringankan beban orang tua dengan bekerja sebagai paruh
waktu di sebuah percetakan kaos dekat tempat tinggal saya.
4. Apakah Anda memiliki rencana melanjutkan pendidikan?
Kandidat: Ya, rencananya 3 tahun mendatang. Hal ini karena saya kuliah D3
sehingga saya ingin meneruskan ke jenjang S1. Dengan kuliah di S1,
wawasan dan pengetahuan saya akan meningkat sehingga saya bisa
berkarier dengan lebih baik di masa mendatang.

5. Selain pendidikan formal, apakah Anda memiliki keterampilan lain?


Kandidat: Ya. Saat kuliah saya mengikuti kursus bahasa Inggris dan bahasa
Jepang. Selain itu, saya pernah juga mengikuti pelatihan kepemimpinan
selama seminggu yang dilaksanakan himpunan mahasiswa universitas saya,
dan mampu mengoperasikan komputer dengan berbagai program, seperti MS
Words, MS Excell, MS Power Point, Photoshop, dan MS Access.
6. Apa makna pekerjaan buat Anda?
Kandidat: Bagi saya, pekerjaan bukan semata-mata mencari uang. Namun,
bagaimana saya bisa melakukan yang terbaik sehingga berkontribusi bagi
kemajuan perusahaan.
B. Pertanyaan tentang pengalaman dan keterampilan

Pertanyaan tentang pengalaman dan keterampilan ditujukan untuk


mengetahui tujuan karier Anda, bagaimana cara Anda bekerja, loyalitas Anda,
bagaimana Anda menghadapi suatu masalah pekerjaan, dan berapa besar
kontribusi yang akan Anda berikan kepada perusahaan.
Dari jawaban yang Anda berikan, pewawancara kerja dapat menilai apakah
Anda kandidat terbaik atau bukan untuk posisi yang Anda lamar.
7. Apa kelebihan dan kekurangan Anda?
Kandidat: Kelebihan saya adalah jujur, cepat belajar, dan pekerja keras.
Sementara itu, kelemahan saya adalah suka lupa. Namun, saya berusaha
mengatasi kelemahan ini dengan mencatat hal-hal penting terkait pekerjaan di
buku saku saya.
8. Apakah Anda memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja?
Kandidat: Ya. Saya pikir hubungan saya dengan semua rekan kerja saya
berjalan dengan baik. Memang pernah saya memiliki masalah dengan
seorang rekan kerja terkait pembagian tanggung jawab, namun kami

menyelesaikannya dengan cara berdiskusi bersama sehingga kami memiliki


tanggung jawab masing-masing yang jelas.
9. Apakah Anda lebih senang bekerja sorang diri atau dalam tim?
Kandidat: Bergantung pada pekerjaan yang harus saya selesaikan. Meskipun
saya lebih senang bekerja sendiri, saya dapat bekerja dalam tim.
10. Jika Anda diharuskan bekerja di dalam tim, posisi apa yang akan
Anda pilih?
Kandidat: Saya lebih suka menjadi seorang konseptor. Dengan begitu, saya
bisa merencanakan langkah-langkah yang harus diambil, membuat daftar
sumber daya yang diperlukan, mengindentifikasi hambatan, dan membuat
ukuran kesuksesan suatu projek.
11. Bisakah Anda bekerja di bawah tekanan?
Kandidat: Ya. Selama ini bisa mengatasi tekanan pekerjaan saya. Selain itu,
saya pikir tekanan bisa memberikan hasil yang positif bagi saya karena saya
bisa mengeluarkan potensi, inisiatif, dan keterampilan saya untuk
menyelesaikan pekerjaan tersebut.
12. Bagaimana sikap Anda terhadap kritik yang ditujukan kepada Anda?
Kandidat: Dalam pemahaman saya, manusia pada umumnya tidak suka
dikritik secara sembarangan. Secara pribadi, saya menerima kritik yang
ditujukan kepada saya. Jika kritik itu baik dan membangun, saya akan dengan
senang hati melaksanakannya demi memperbaiki diri sendiri. Jika sebaliknya,
saya akan mengabaikannya.
13. Menurut Anda, orang seperti apakah yang sulit diajak kerja sama?
Kandidat: Menurut saya, orang yang sulit diajak bekerja sama adalah orang
yang tidak suka bekerja keras, suka melanggar aturan, banyak mengeluh,

tidak memperhatikan kualitas pekerjaan, dan suka menjelek-jelekkan orang


lain.
14. Apabila bawahan Anda melakukan kesalahan, apa yang Anda
lakukan?
Kandidat: Tidak ada orang yang sempurna. Saya akan memeriksa apa yang
sebenarnya terjadi, mencari kerusakan akibat kesalahan tersebut, dan
mencari penyebabnya. Setelah itu, saya menentukan tindakan perbaikan dan
pencegahan agar kesalahan serupa tidak terjadi di kemudian hari. Saya juga
akan memberi kesempatan kepada bawahan bersangkutan untuk
memperbaiki kinerjanya.
15. Apa yang akan Anda lakukan bila bawahan Anda mengeluhkan
masalah pribadi mereka?
Kandidat: Saya akan menerima mereka di ruangan saya dan membiarkan
mereka menceritakan masalah pribadinya. Jika diminta, saya akan
mengajukan beberapa saran untuk masalah tersebut. Dari pengalaman saya,
mereka pada umumnya hanya butuh seorang pendengar yang akan
mendengarkan masalah mereka tanpa mengadilinya.
16. Apa yang akan Anda lakukan ketika menghadapai masalah besar
dalam pekerjaan?
Kandidat: Saya akan mencari akar masalah tersebut guna mendapatkan
solusi yang tepat. Setelah itu, saya akan menjalankan solusi tersebut dalam
rangka perbaikan. Sejalan dengan tindakan perbaikan tersebut, saya juga
akan menetapkan tindakan pencegahan gara masalah tersebut tidak terjadi
lagi.
17. Mengapa Anda pindah kerja dari perusahaan sebelumnya?
Kandidat: Saya ingin pekerjaan yang lebih menantang, dan saya kira
perusahaan ini dapat memenuhi keinginan saya tersebut.

18. Apa halangan tersulit yang Anda temukan pada pekerjaan


sebelumnya?
Kandidat: Halangan tersulit saya di pekerjaan tersebut adalah jam kerja yang
tidak teratur. Terkadang saya bekerja di pagi hari dan di malam hari.
19. Apakah Anda pernah bolos bekerja?
Kandidat: Sepanjang yang saya ingat, saya tidak pernah melakukannya. Jika
ada keadaan darurat yang membuat saya tidak bisa masuk kerja, saya
langsung memberitahukan hal tersebut kepada atasan saya.
20. Apakah Anda bersedia bekerja lembur?
Kandidat: Ya, saya bersedia. Itu tidak masalah bagi saya.
21. Apa yang membuat Anda tertarik bekerja di perusahaan kami?
Kandidat: Perusahaan ini menawarkan pekerjaan yang sesuai dengan
pengalaman dan pendidikan saya. Dengan demikian, saya dapat
berkontribusi dalam memajukan perusahaan ini.
22. Seberapa baik Anda mengenal perusahaan kami?
Kandidat: Saya cukup mengenal perusahaan ini karena banyak teman yang
membicarakan dan menggunakan produknya. Selain itu, saya juga melihat
iklan perusahaan ini di media massa ternama.
23. Menurut Anda, apa yang membuat perusahaan kami berbeda dengan
perusahaan sejenis lainnya?
Kandidat: Sepanjang yang saya tahu, perusahaan ini menghasilkan produk
yang berkualitas. Selain itu, fasilitas yang diberikan kepada karyawannya juga
lebih baik daripada perusahaan lain.
24. Jelaskan rencana Anda untuk lima tahun ke depan?

Kandidat: Jika saya diterima bekerja di sini, dalam lima tahun ke depan saya
ingin menjadi supervisor. Oleh karena itu, saya akan mempelajari dan
memahami ruang lingkup kerja dan tanggung jawab posisi tersebut. Setelah
itu, saya akan berusaha keras memenuhi apa yang disyaratkan untuk menjadi
seorang supervisor di perusahaan ini.
25. Apakah Anda siap menerima tanggung jawab yang lebih besar?
Kandidat: Ya, saya siap. Dalam pandangan saya, saya harus siap menerima
tanggung jawab yang besar dan posisi yang lebih tinggi guna mencapai karier
yang diinginkan. Dengan cara tersebut, saya dapat memacu diri sendiri
sehingga menjadi lebih baik.
26. Lingkungan kerja seperti apa yang Anda sukai?
Kandidat: Saya suka bekerja dalam lingkungan yang adil atau segela
sesuatunya transparan. Prosedur opersional standar (SOP) jelas, begitu juga
dengan perkembangan karier. Hukuman dan penghargaan diberlakukan
dengan objektif. Selain itu, saya juga senang bekerja dengan rekan-rekan
yang optimistis dan bersemangat.
27. Apakah Anda bersedia ditempatkan di luar kota?
Kandidat: Ya, saya bersedia. Bekerja di perusahaan ini berarti saya harus
siap menerima keputusan dan kebijakan yang berlaku.
C. Pertanyaan seputar gaji

Pertanyaan seputar gaji biasanya ditanyakan pada akhir wawancara kerja.


Jumlah pertanyaannya tidak banyak, namun berfokus pada berapa besar gaji
yang Anda minta (lihat 5 tips negosiasi gaji).
28. Berapa gaji Anda sekarang?
Kandidat: Gaji pokok saya sekarang Rp 4 juta. Ditambah tunjangan dan
bonus bulanan, total gaji saya adalah Rp 5 juta.

29. Berapa gaji yang Anda harapkan untuk posisi ini?


Kandidat: Saya berharap memperoleh gaji sebesar Rp 8 juta.
30. Kami tidak dapat memenuhi permintaan gaji Anda. Seberapa banyak
Anda bisa menurunkan permintaan gaji tersebut?
Kandidat: Bagaimana kalau Rp 7 juta?
Dengan mengetahui 30 contoh pertanyaan wawancara kerja dan jawabannya
di atas, Anda dapat mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapai
wawancara kerja. Jangan ragu untuk mengubah atau memodifikasi jawabanjawaban di atas agar sesuai dengan pengalaman dan pendidikan Anda. Jika
diperlukan, beli juga buku-buku seputar wawancara kerja sehingga persiapan
Anda menjadi lebih baik lagi.
http://www.duniakaryawan.com/pertanyaan-wawancara-kerja/