Anda di halaman 1dari 6

TUGAS KIMIA UNSUR

REVIEW UNSUR GOLONGAN 4

DISUSUN OLEH:
ANIZA FEBRIYANTI (M0312010)
RIZKA TITI HARJANTI (M0312064)

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
TAHUN 2015

Unsur Golongan 4
Golongan 4 dalam Tabel Periodik Unsur (TPU) terdiri dari Titanium (Ti), Zirkonium (Zr),
Hafnium (Hf), dan Rutherfordium (Rf). Unsur-unsur dalam golongan ini, yang terjadi secara
alami adalah Titanium, Zirkonium, dan Hafnium, sementara Rutherfordium telah disintesis
namun tidak ada satupun isotopnya yang ditemukan di alam karena semua isotopnya bersifat
radioaktif.
A. Titanium
Kelimpahan Titanium menempati urutan ke-9 terbanyak di kulit bumi, yaitu 0,6%
1. Sifat fisis
Titik leleh
: 1660 oC
Titik didih
: 3318 oC
Rapatan
: 4,51 g/cm3
Energi pengionan
: 6,8 eV
Jari-jari atom
: 1,45
Keelektronegatifan : 1,5
Struktur kristal
: heksagonal
2. Cara Pembuatan Titanium
Langkah awal produksi titanium dilakukan dengan mengubah bijih rutil yang
mengandung TiO2 menjadi TiCl4, kemudian TiCl4 direduksi dengan Mg pada
temperatur tinggi yang bebas oksigen. Titanium oksida (TiO 2) bersifat inert, putih
cerah, tidak tembus cahaya, dan tidak berbau.
Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut
TiO2(s) + C(s) + 2Cl2(g)
TiCl4(g) + CO2(g)
TiCl4(g) + 2Mg(s)
Ti(s) + 2MgCl2(g)
Reaksi dilakukan pada tabung baja. MgCl2 dipindahkan dan dielektrolisis menjadi Mg
dan Cl2. Keduanya kemudian didaurulangkan. Ti didapatkan sebagai padatan yang
disebut sepon. Sepon diolah lagi dan dicampur dengan logam lain sebelum digunakan.
3. Aplikasi
Titanium banyak digunakan di industri pesawat terbang dan industri kimia
Digunakan sebagai katalis pada industri plastik
TiCl3 untuk etena menjadi polietena
Digunakan sebagai bahan dari wadah penyimpanan limbah nuklir untuk jangka
panjang
B. Zirkonium
1. Sifat fisis
Titik leleh
: 1852 oC
Titik didih
: 4504 oC
Rapatan
: 6,5 g/cm3
Struktur kristal : heksagonal
2. Cara Pembuatan Zirkonium
Sumber utama Zr adalah zircon (ZrSiO4) yang umumnya ditemukan dalam pasir
dengan mineral berat seperti ilmenite dan rutile yang merupakan mineral titanium.
Zirkonium dalam bentuk logam dibuat dengan cara mereduksi zirkonium tetraklorida
dengan magnesium. Reaksinya adalah sebagai berikut:

ZrCl4 + 2 Mg Zr + 2 MgCl2
3. Aplikasi
Zirkonium dalam bentuk oksidanya, ZrO2, berbentuk padatan tak berwarna
memiliki patahan yang keras dan ketahanan terhadap bahan kimia.
ZrC sebagai bahan pelapis kernel pada industri nuklir untuk bahan bakar reaktor
suhu tinggi dan tahan korosi.
Sebagai penstabil warna cat atau tinta dan bahan coating
Sebagai katoda untuk fuel cell, katalis, dan bahan kostruksi
Dalam bidang kedokteran, isotop 89Zr telah diterapkan untuk pelacakan dan
kuantifikasi antibodi molekul dengan kamera positron emission tomography
(PET).
C. Hafnium
Hafnium merupakan logam putih-silver berkilau yang sangat elastis, di mana mampu
ditarik menjadi kawat tipis. Sering ditemukan bersamaan dengan Zirkonium. Kedua unsur
tersebut sangat mirip. Oleh karena kemiripan dari keduanya, membutuhkan waktu yang
lama untuk menemukan Hafnium.
1. Sifat fisis
Titik leleh
: 2222 oC
Titik didih
: 4450 oC
Rapatan
: 13,3 g/cm3
Struktul kristal: heksagonal
2. Cara Pembuatan Hafnium
Proses ekstraksi cair-cair dengan berbagai pelarut dikembangkan dan masih
digunakan untuk produksi hafnium. Sekitar setengah dari semua logam hafnium
diproduksi sebagai produk sampingan dari perbaikan zirkonium. Produk akhir dari
pemisahan adalah hafnium (IV) klorida. Hafnium (IV) klorida diubah menjadi logam
dengan mereduksinya dengan magnesium atau natrium, seperti dalam proses Kroll.
HfCl4 + 2 Mg (1100 C) 2 MgCl2 + Hf
Pemurnian lebih lanjut dipengaruhi oleh reaksi kimia transportasi yang dikembangkan
oleh Arkel dan de Boer: Dalam wadah tertutup, hafnium bereaksi dengan yodium
pada suhu 500 C, membentuk hafnium (IV) iodida; pada filamen tungsten 1700 C
reaksi sebaliknya terjadi, dan yodium dan hafnium dibebaskan. Hafnium membentuk
lapisan padat di filamen tungsten, dan yodium dapat bereaksi dengan hafnium
tambahan menjadi stabil.
Hf + 2 I2 (500 C) HfI4
HfI4 (1700 C) Hf + 2 I2
3. Aplikasi
Digunakan sebagai reaktor nuklir dalam pembangkit listrik tenaga nuklir karena
kemampuannya yang mudah dalam mengabsorpsi banyak neutron.
Digunakan sebagai bahan mikroprosesor menggantikan silikon dioksida.
D. Rutherfordium
Telah ditemukan 9 isotopnya, namun isotop yang paling stabil adalah Rf 265 dengan
waktu paruh sekitar 1,3 jam.
1. Sifat Fisis
Titik leleh
: 2100 oC

Titik didih
: 5500 oC
Rapatan
: 23,2 g/cm3
Struktul kristal: heksagonal
2. Cara Pembuatan Rutherfordium
Rutherfordium pertama kali dideteksi pada tahun 1966, dengan cara membombardir
242
Pu dengan ion 22Ne yang dipercepat.

3. Aplikasi
Rutherfordium merupakan unsur yang sangat radioaktif sehingga ia belum
mempunyai aplikasi terhadap kehidupan manusia dan sedikit pengetahuan dari unsur
ini.

DAFTAR PUSTAKA
Andersson, N. et al. (2003). "Emission spectra of TiH and TiD near 938 nm". J. Chem. Phys.
118: 10543.
Andrew E. Kramer (5 July 2013). "Titanium Fills Vital Role for Boeing and Russia". The
New York Times. Retrieved 6 July 2013.
Barber, R. C.; Greenwood, N. N.; Hrynkiewicz, A. Z.; Jeannin, Y. P.; Lefort, M.; Sakai, M.;
Ulehla, I.; Wapstra, A. P. et al. (1993). "Discovery of the transfermium elements. Part
II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium
elements". Pure and Applied Chemistry 65 (8): 17571814.
Endang Susiantini. 2012. Konstrusi Kontinyu Anular Kromatografi (CAC) Untuk Pemisahan
Zr-Hf. Batan: Yogyakarta.
Gambogi,J. 2009. U.S.Geological Survey Minerals Yearbook-2007: Zirconium Hafnium, U.
S. D. o. t. Interior. U.S. Geological Survey: 85.1-85.8.
Heuveling, Derek A.; Visser, Gerard W. M.; Baclayon, Marian; Roos, Wouter H.; Wuite, Gijs
J. L.; Hoekstra, Otto S.; Leemans, C. Ren; de Bree, Remco; van Dongen, Guus A. M.
S. (2011). "89Zr-Nanocolloidal AlbuminBased PET/CT Lymphoscintigraphy for
Sentinel Node Detection in Head and Neck Cancer: Preclinical Results". The Journal
of Nuclear Medicine 52 (10): 15801584.
Markoff, John (2007-01-27). "Intel Says Chips Will Run Faster, Using Less Power". New
York Times. Retrieved 2008-09-10.
Nasir, Muhamad, Djarwanti, Cholid Syahroni, Moch Syarif Romadhon. 2011. Pembuatan
Katalis TiO2 Nano Partikel Secara Anodising. Jurnal Riset Teknologi Pencegahan
Pencemaran Industri Vol. 1, No. 4. Semarang: Balai Besar Teknologi Pencegahan
Pencemaran Industri.
Perk, L, 2009, "The Future of Immuno-PET in Drug Development Zirconium-89 and Iodine124 as Key Factors in Molecular Imaging", Cyclotron, Amsterdam.
van Rij, Catharina M.; Sharkey, Robert M.; Goldenberg, David M.; Frielink, Cathelijne;
Molkenboer, Janneke D. M.; Franssen, Gerben M.; van Weerden, Wietske M.; Oyen,
Wim J. G.; Boerman, Otto C. (2011). "Imaging of Prostate Cancer with Immuno-PET
and Immuno-SPECT Using a Radiolabeled Anti-EGP-1 Monoclonal Antibody". The
Journal of Nuclear Medicine 52 (10): 16011607.

Unsu

Konfigurasi

r
Ti

Zr

1s2 2s2 2p6 3s2 3p6


3d2 4s2
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6
3d10 4s2 4p6 4d2 5s2
2

1s 2s 2p 3s 3p
Hf

22

Rf

4f14 5s2 5p6 5d10 5f14

(Zeff = Z )

(10x0,85) +

3,15

(10x1) = 18,85
(1x0,35) +
40

(10x0,85) +

3,15

(28x1) = 36,85
(1x0,35) +
72

4f14 5s2 5p6 5d2 6s2


1s2 2s2 2p6 3s2 3p6
3d10 4s2 4p6 4d10

Zeff pada Elektron Valensi

(1x0,35) +

3d10 4s2 4p6 4d10

(10x0,85) +

3,15

(60x1) = 68,85
(1x0,35) +
104

(10x0,85) +

3,15

(92x1) = 100,85
6s2 6p6 6d2 7s2
Muatan Inti Efektif (Zeff) pada Elektron Valensi dari Unsur-unsur Golongan 4